Você está na página 1de 4

8 Ciri Penghuni Surga Berdasarkan Surat Ali Imran

OLEH WIWIK SETIAWATI


RABU, 10 FEBRUARI 2016

Bagikan :
Surga merupakan tempat yang disediakan Allah SWT sebagai balasan bagi
orang-orang yang mengikuti aturan-Nya. Selama hidup di dunia, manusia
diperintahkan mempersiapkan bekal untuk bisa memasuki tempat terindah
tersebut.

Namun, meski dengan tingkat keimanan tinggi, seseorang tidak akan pernah
tahu dirinya masuk surga atau tidak. Pasalnya penentuan tersebut baru akan
terjadi setelah hari kiamat tiba, yakni pada yaumul hisab atau hari perhitungan.

Meski demikian, Allah sudah menjelaskan ciri penghuni surga dalam firman-Nya.
Di dalam surat Ali Imran dijelaskan tentang sifat-sifat para penghuni surga saat
masih menjalani kehidupan di dunia. Seperti apa ciri-cirnya? Berikut
ringkasannya.

Quran surat Ali Imran merupakan surat ke tiga dalam Alquran yang memiliki 200
ayat. Surat ini termasuk golongan surat Madaniyah atau surat-surat yang turun
di kota Madinah. Dalam surat tersebut menceritakan tentang keteladanan
keluarga Ali Imran. Beliau adalah ayah dari Ibunda Siti Maryam yang sudah
melahirkan Nabi Isa.
Di dalam surat tersebut juga disebutkan tentang ciri-ciri ahli surga. Hal ini
dijelaskan Allah SWT dalam ayat 16-17 pada ayat tersebut. Berikut potongan
ayat dalam surat Ali Imran yang menjelaskan tentang ciri penghuni surga.

“(Ahli syurga itu ialah) orang-orang yang berdoa, “Ya Allah Tuhan kami,
sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan
peliharalah kami dari siksa api neraka”. Yaitu orang-orang yang sabar, orang-
orang yang benar, orang-orang yang thaat, orang-orang yang menafkahkan
hartanya di jalan Allah dan orang-orang yang memohon ampun di waktu
sahur”. (QS. Ali Imran: 16-17)

Dari ayat di atas diketahui ada delapan ciri-ciri manusia yang akan menjadi
penghuni surga. Seperti apa cirinya:

1. Orang-orang yang beriman kepada Allah


Beriman kepada Allah SWT merupakan pondasi utama bagi seorang Muslim dan
menjadi rukun iman yang pertama. Ternyata ini pula lah yang menjadi ciri
seseorang yang nantinya dihadiahi surga. Namun perkara beriman tidak hanya
sekedar percaya kepada Allah dan Rasul-Nya saja. Lebih dari itu, beriman harus
diikuti dengan mempercayai dalam hati, mengucapkan dengan lisan, dan
menjalankan dengan amal perbuatan.

2. Orang-orang yang senantiasa beristighfar


Dalam surat tersebut dikatakan oleh para ahli surga “Faghfirlanaa
dzunuubanaa”, yang artinya maka ampunilah segala dosa kami. Ini menandakan
bahwa orang yang senantiasa memohon ampunan kepada Allah merupakan
salah satu ciri penghuni surga.

Seorang ahli surga selalu berpikir bahwa dirinya berlumuran dosa. Sehingga
tiada waktu terlewat untuk memohon ampunan kepada Allah. Sehingga Allah
mengampuni setiap dosa yang kita lakukan sehari-hari (dosa kecil). Karena
sejatinya manusia memanglah menjadi gudangnya dosa.

“Tiap anak Adam itu berbuat salah dan sebaik-baik orang yang bersalah itu
adalah orang yang bertaubat”. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

“Demi Allah, sesungguhnya saya membaca istighfar (minta ampun) dan


bertaubat kepada Allah tiap hari lebih dari tujuh puluh kali”. (HR Bukhari)

3. Orang-orang yang memohon dijauhkan dari api neraka


Penghuni surga juga mempunyai ciri selalu memohon agar Allah menjauhkannya
dari siksa api neraka. Alquran sudah menjelaskan bagaimana ganasnya panas
api neraka ini. Hal ini menjadi berita yang dipercayai oleh para ahli surga dan
membuat mereka takut untuk akan ancaman neraka tersebut.

Tidak hanya sekedar berdoa saja, orang-orang yang memiliki karakter ahli
syurga juga mengimbangi doa mereka dengan ikhtiar untuk benar-benar jauh
dari api neraka. Mereka akan menjauhi segala perbuatan dosa yang akan
menyeretnya ke neraka jahanam.

4. Orang-orang yang sabar


Ciri selanjutnya yang dijelaskan oleh surat Ali Imran ini adalah memiliki karakter
yang sabar. Calon penghuni surga memahami bahwa kehidupan di dunia
layaknya kisah di dalam film. Ada Allah SWT sebagai sutradara dan produser,
sementara manusia layaknya artis yang memerankan setiap peran yang sudah
ditetapkan.

Itu mengapa mereka bersabar dengan berbagai rintangan dan cobaan. Semua
hal tersebut merupakan ujian kenaikan kelas yang diharapkan meninggikan
derajat mereka disisi Allah. Mereka tetap lapang dada dan tidak mengeluh
menghadapi kesulitan dan tantangan hidup. Tawakkal ‘alallah, pasrah kepada
kehendak dan takdir Allah.

5. Orang-orang yang benar


Yaitu orang-orang yang benar aqidah dan imannya, benar ikrar dan lisannya,
benar janji dan amalannya. Ahli syurga memiliki komitmen yang kokoh terhadap
kebenaran (al haq). Orang-orang yang seluruh aspek dalam kehidupannya
mengacu kepada kebenaran (Al Qur’an) dan orang-orang seperti ini disebut
dengan Asshaadiqin.

6. Orang-orang yang taat


Kethaatan bukanlah hal yang dapat diperoleh dengan mudah. Gelar taat yang
menempel pada diri manusia juga bukanlah gelar duniawi yang diperoleh
dengan materi. Ketaatan adalah hasil dari sebuah proses pengimanan dan
pengakuan akan adanya Allah dan eksistensinya dalam kehidupan manusia.
Adanya pengakuan kepada Allah melahirkan sikap patuh dan taat atas segala
perintah dan larangan Allah.

Dalam Alqur’an surat An Nur ayat 51 dijelaskan, “Sesungguhnya jawaban


orang-orang yang beriman bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasulnya
agar berhukum di antara mereka ialah ucapan mereka ‘kami dengar dan kami
thaat’ dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS An Nur : 51)

7. Orang-orang yang bersedekah di jalan Allah


Ciri lain penghuni surga yang dijelaskan dalam surat Ali Imran adalah mereka
yang termasuk orang-orang yang bersedekah di jalan Allah. Mereka ini
menyadari bahwa sedekah merupakan investasi kepada Allah tidak akan
membuat mereka menjadi miskin. Sikap hidup seperti ini terbentuk karena
adanya iman dan taqwa.

8. Orang-orang yang memohon ampun di waktu sahur


Ciri terakhir yang dijelaskan dalamm surat Ali Imran adalah mereka yang
memohon ampun pada waktu sahur. Waktu sahur merupakan waktu sepertiga
malam yang biasanya sangat utama dilakukan untuk salat Tahajud dan memiliki
banyak keutamaan.
Pada waktu ini berdasarkan hadist Nabi dijelaskan bahwa Allah SWT turun ke
langit dunia memberikan rahmat dan ampunan kepada hamba-Hamba-Nya.
Nabi pun mencotohkan dengan melakukan berbagai ibadah kepada Allah pada
waktu ini.

“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan di akhir malam mereka
memohon ampun kepada Allah.” (QS Adz Dzariat : 17-18)