Você está na página 1de 3

ARCH

architecture is both the process and the product of designing and constructing
spaces that reflect and functional, aesthetic and environmental considerations.
Architecture requires the use of materials, technology, textures, light, and
shadow.
Selasa, 29 Desember 2009

BANGUNAN UNTUK IKLIM TROPIS


Iklim dan arsitektur di Indonesia sangat dipengaruhi oleh matahari. Kondisi alam
akibat pengaruh iklim tersebut direspon manusia dengan menciptakan lingkungan
binaan. Iklim di Indonesia adalah tropik basah, karena kadar uap airnya (humidity)
tinggi dengan dua musim.
Pada daerah yang memiliki iklim tropik kering (humidity rendah), seperti daerah
Arab, udara sangat panas. Penguapan sangat cepat, karena itu walaupun udara
panas, mereka tetap memakai baju tebal untuk mencegah penguapan cairan tubuh
yang terlalu cepat.

Masalah umum dan masalah bangunan:


1. Panas bangunan tidak menyenangkan
2. Penguapan sedikit karena gerakan udara lambat
3. Perlu perlindungan terhadap radiasi matahari, hujan dan serangga
4. Di sekitar lautan juga diperlukan perlindungan terhadap angin keras

Hal-hal penting untuk diperhatikan:


1. Bangunan sebaiknya terbuka dengan jarak yang cukup antara masing-masing
bangunan, untuk menjamin sirkulasi udara yang baik
2. Orientasi bangunan adalah utara-selatan untuk mencegah pemanasan matahari
terhadap fasade yang lebih lebar
3. Bangunan harus memiliki lebar yang masih memungkinkan untuk mendapatkan
ventilasi silang
4. Ruang di sekitar bangunan harus diberi peneduh tetapi tidak mengganggu
sirkulasi udara
5. Harus dipersiapkan penyaluran air hujan dari atap ke halaman
6. Bangunan ringan dengan daya serap panas yang rendah, contoh: dinding gedek
atau bilik sebagai dinding bernafas untuk membantu penguapan.

Vegetasi merupakan sumberdaya alam bagi untuk bangunan, sebab:


1. Berpengaruh terhadap arsitektur tradisional di zaman pertanian
2. Berpengaruh pada lingkungan binaan yang terbentuk disesuaikan dengan alam

Contoh:
• Sumatera dan Kalimantan kaya akan vegetasi yang subur seperti kayu, sehingga
rumah berbahan kayu, lantai rumah ditinggikan karena menghindari kelembaban,
dan atap curam untuk mengatasi curah hujan yang tinggi
• Pada daerah Toraja digunakan bambu
• Daerah Jawa, lantai semakin menempel ke tanah, tidak seperti di Sumatera
• Di Kupang, Sumba, Flores, dan Timor, karena tidak ada hutan, banyak savana,
maka digunakan rumbia dan alang-alang pada arsitekturnya.

Konstruksi Arsitektur Tropis


• Ruang dilalui angin setinggi badan
• Ruang para-para harus diberi angin
• Lantai dapat diangkat, dijadikan lubang ventilasi (dapat dilalui angin)
• Atap mempunyai daya serap panas yang rendah agar dapat menahan panas.

Tiga wujud arsitektur tropis:


1. Arsitektur Teknologis
Semua pengkondisian interior dilakukan secara mekanis. Hanya tampak luarnya saja
yang mencerminkan arsitektur tropis.
2. Arsitektur Tropis Geografis
Menggunakan prinsip-prinsip arsitektur tropis secara menyeluruh, selubung
bangunan, maupun di dalamnya.
3. Arsitektur Kultural
Karena budaya yang turun temurun.

Pada daerah khatulistiwa, perbedaan temperatur iklim tropis basah tidak ekstrim.
Untuk daerah tropis basah, dinding perlu memiliki lubang agar udara dapat
mengalir dan mengurangi kelembaban udara dalam ruang, sehingga mempermudah
penguapan. Pada prinsipnya, udara dapat mengalir di dalam ruangan,
setinggi ruang, minimal setinggi badan. Temperatur di dalam dan di luar ruangan
sama.

Perbandingan Respon Bangunan Tradisional dan Modern terhadap Iklim

Untuk melihat bagaimana respon bangunan tradisional terhadap iklim kita


mengambil contoh rumah tradisional Malaysia. Rumah
tradisional Malaysia menggunakan konstruksi kayu yang ringan dan material alam
lainnya yang kapasitas panasnya rendah. Atap rumah adalah insulator thermal yang
sempurna, kaca jarang digunakan Bata, baton, keramik dan material lainnya yang
kapasitas panasnya tinggi akan meradiasikan panas kedalam rumah yang
mengakibatkan ketidaknyamanan.

Perbandingan antara rumah tradisional dengan rumah modern dapat kita lihat dari
segi penggunaan bentuk bangunan, material bahan bangunan, penataan denah dan
bangunan dan vegetasi.

1. Building Materials
Dengan konstruksi yang ringan kapasitas termal cukup memberikan sedikit
kehangatan dan mengurangi dingin pada malam hari.
Ruang atap pada rumah tradisional Malaysia adalah sarana ventilasi pada struktur
atap.
Ruang atap pada rumah modern adalah penahan aliran udara dan memerlukan
ventilasi lain.

2. Lay Out
Rumah di tata secara acak. Kondisi ini memungkinkan adanya sirkulasi udara yang
tidak akan terbagi secara kuat.
Tertata berjajar, membentuk blok-blok, menciptakan aliran udara yang deras dan
tidak merata.
Bukaan dibuat langsung memudahkan aliran udara dan merupakan ventilasi silang
yang bagus.
Rumah modern merupakan ruang-ruang yang rumit dan memiliki sekat-sekat antar
ruang sehingga menahan aliran udara dan menghambat ventilasi silang pada
rumah.

3. Vegetasi
Menggunakan pohon kelapa dan pohon tinggi
lain memiliki naungan yang baik dan tidak menghambat gerakan angin pada
ketinggian rumah.
Menghalangi gerakan angin pada ketinggian rumah setelah membagi kekuatannya.

4. Overhangs and Exposed Vertical Areas


Penghalang lebih besar dan bukaan vertikal kecil
Sinar matahari dapat menembus secara langsung

5. Glare (Silau)
Silau terkendali oleh tutup atap yang besar
Silau dari pantulan area yang keras dan dinding luar rumah lain juga karena
kenyamanan yang kurang.

augustya leoniriza assetica



Beranda

Lihat versi web


here i am

augustya leoniriza assetica


bogor, west java, Indonesia
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.