Você está na página 1de 16

KINERJA UPTD DALAM PENGELOLAAN OBJEK WISATA CANDI MUARA

TAKUS KECAMATAN XIII KOTO KAMPAR KABUPATEN KAMPAR


Oleh :
Marta Dewi
Email : Martadewi39@gmail.com

Pembimbing : Dr. H. Zaili Rusli SD. M.Si

Jurusan Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik


Universitas Riau
Program Studi Ilmu Administrasi Publik FISIP Universitas Riau
Kampus Bina Widya Jl. H.R. Soebrantas Km. 12,5 Simp. Baru Pekanbaru 28293-
Telp/Fax. 0761-63277

Abstract

Based on interviews and observations at the resort, there is found a phenomenon


that occurs : (a) The main duties of UPTD in resort areaa of Muara Takus Tempel at
XIII Koto Kampar has not been done entirely properly, (b) Many programs that have
been created by UPTD inresort areas of Muara Takus Tempel was not implemented, (c)
The employees in the UPTD is stiil lacking so it is affecting the main duties to be
carried out properly. The aim of this study was to determine how the performance of
UPTD in resort areas of Muara Takus Tempel at XIII Koto Kampar on this resort
management and what are the factors that affect the performance.The locatin method of
this study performed in the UPTD office in resort areas of Muara Takus Tempel XIII
Koto Kampar ditrict. The primary date source that is stated by Stephen P. Robbins
(2001:266), that is (ability), (motivation) and (chance). While secondary data is the
data obtained from the UPTD office in resort area of Muara Takus Tempel at XIII Koto
Kampar district that is employment data, the data of observation, documentation,
review and interviews that conducted and analyzed qualitatively.The results showed
that the employee performance of UPTD in resort areas of Muara Takus Temple seen
from the ability, motivation, and opportunity, in value is not maximal yet, because there
are stiil the man duties that have not been implemetated in conducting employee
performance achievement, there are several factors that effect performance include the
lack of employees, lack of facilities and infrastucture of its employee, as well as the
problem of law levels of education possessed employees.

Keywords : Employee performance, Ability, Motivation, Opportunity

PENDAHULUAN alam dan budaya, dewasa ini


Perkembangan pariwisata di pemerintah makin gencar
Indonesia semakin berkembang mengembangkan sumber daya
seiring dengan lajunya perekonomian pariwisata yang akan direncanakan
dunia. Indonesia kaya akan wisata sebagai sumber devisa, oleh karena

JOM FISIP Vol. 3 No. 2 – Oktober 2016 Page 1


itu pemerintah menyadari pentingnya Adapun Tugas Pokok UPTD kawasan
pariwisata sebagai sektor yang dapat objek wisata Candi Muara Takus
memperbaiki taraf hidup masyarakat kecamatan XIII koto kampar yaitu:
Indonesia secara umum dan secara 1. Memantau, Mengontrol
khusus akan meningkatkan taraf kerja petugas kebersihan
hidup masyarakat regional, dengan 2. Memberikan pelayanan
kata lain akan meningkatkan kepada para pengunjung
pendapatan masyarakat yang baik dalam hal memandu
bertempat tinggal di lingkungan para pengunjung maupun
sekitar tempat wisata. peneliti yang melakukan
Propinsi Riau adalah salah satu penelitian di sana
propinsi di Indonesia yang memiliki 3. Menciptakan suasana
budaya dan potensi alam yang aman dan nyaman para
melimpah dengan di dukung berbagai pengunjung selama
fakta kesejarahan. Provinsi Riau berada dalam kawasan
merupakan salah satu provinsi yang objek wisata
banyak memiliki potensi pariwisata 4. Memungut uang retribusi
yang tersebar di beberapa kabupaten, masuk objek wisata candi
salah satunya berabada di Kabupaten muara takus dan
Kampar. Kabupaten Kampar menyetorkan setiap bulan
merupakan salah satu kabupaten di ke dinas pariwisata
Propinsi Riau yang memiliki potensi pemuda dan olahraga
alam dan daya tarik khususnya 5. Melaksanakan tugas-tugas
dibidang pariwisata yaitu dengan yang diperintahkan oleh
adanya sebuah Candi yang menjadi atasan
daya tarik untuk mendatangkan Tetapi pada kenyataan nya
wisatawan yang kondisinya sangat tugas-tugas pokok dari UPTD ini
memprihatinkan yang jika tidak tidak berjalan dengan baik faktanya
dilakukan pembenahan dari sekarang adalah banyak nya terdapat
maka situs peninggalan bersejarah ini permasalahan-permasalahan yang
bisa hilang di telan masa. Candi dapat membuat pengunjung tidak
Muara Takus adalah sebuah situs tertarik untuk mengunjungi objek
candi Budha yang terletak di desa wisata candi muara takus ini yang di
Muara Takus, Kecamatan XIII Koto sebabkan oleh kurangnya SDM dalam
Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, pegelolaan objek wisata candi muara
Indonesia. Situs ini berjarak kurang takus yang mengakibatkan tidak
lebih 135 kilometer dari Kota terawat nya objek wisata ini diatara
Pekanbaru.Dinaspariwisatamerupakan nya adalah Adanya bangunan candi
salah satu kelembagaan yangberperan yang sudah mulai rusak karena jarang
penting dalam mengembangkan dibersihkan dan di rawat dan sangat
obyek wisata candi muara takus. di butuhkan perbaikan dan renovasi.
Salah satu tugas pokok Dinas Selain itu keberadaan ternak-ternak
Pariwisata Kabupaten Kampar adalah warga yang mencari makan di
pengelolaan Unit Pelaksanaan Teknis sekeliling candi juga sangat
Dinas (UPTD) untuk kawasan obyek mengganggu, baik itu kenyamanan
wisata Kecamatan XIII Koto Kampar. pengunjung maupun kebersihan di

JOM FISIP Vol. 3 No. 2 – Oktober 2016 Page 2


sekeliling candi tersebut. pelayanan administrasi serta
Berdasarkan wawancara peningkatan mutu kepariwisataan
sementara diketahui bahwa UPTD XIII Koto Kampar, hal ini dilakukan
kawasan obyek Wisata Candi Muara untuk pendanaan administrasi kantor
Takus Kecamatan XIII koto kampar dan operasional petugas THL, serta
memiliki beberapa program yang perawatan mesin rumput, tetapi
diantaranya: Program pertama adalah kendalanya adalah dana operasional
pengembangan objek wisata candi kantor UPTD belum bisa untuk
muara takus, sasaran yang ingin pendanaan tersebut, sehingga petugas
dicapai dalam program ini yaitu THL pun sangat sedikit yaitu hanya
perluasan lokasi serta persiapan untuk berjumlah 7 orang.
penyediaan lahan, namun sampai Program selanjutnya yaitu
pada saat ini kendala yang di hadapi pengadaan listrik, pengadaan listrik
adalah pendataan lahan masyarakat di ini sangat penting guna untuk
areal candi muara takus belum juga mengantisipasi gangguan keamanan
dilakukan sehingga sulit untuk candi dan kantor UPTD pada malam
memperluas lokasi. hari serta berjalannya administrasi
Program yang ke dua adalah kantor, tetapi sampai pada saat ini
meningkatkan serta memperlancar penyambungan jaringan listrik pun
urusan pemantauan kedesa-desa yang belum dilakukan.
ada daya tarik wisatanya, adapun Selanjutnya adalah pengadaan
sasaran yang ingin dicapai dalam hal petugas keamanan dan kebersihan
ini adalah meningkatkan kuantitas kantor demi terciptanya keamanan
dan kualitas pelayanan UPTD dan kebersihan kantor UPTD, tetapi
kawasan objek wisata candi muara hal itu belum terlaksana karena
takus, namun karena keterbatasan penyambungan listrik belum
kendaraan dinas roda dua dilakukan sehingga tidak ada yang
menyebabkan pemantauan ke desa- menjaga kantor UPTD maupun candi
desa yang ada daya tarik wisatanya muara takus pada malam harinya.
kurang efektif. Program lainya adalah
Selanjut nya program yang ke membuat batas yang jelas antara
tiga yaitu peningkatan/ lahan masyarakat dengan lahan
mengantisipasi gangguan keamanan PEMDA, hal ini dilakukan untuk
objek wisata candi muara takus dari menjaga kemungkinan terjadinya
manusia maupun binatang ternak, hal permasalahan lahan, salah satu
ini dilakukan untuk meningkatkan kegiatan yang dilakukan adalah
sistem keamanan candi muara takus, pembuatan pagar dan parit sehingga
namun pembuatan pagar dan gerbang lebih jelas antara lahan masyarakat
masuk dan keluar candi muara takus dan PEMDA, ini dilakukan di danau
sampai pada saat ini belum juga di rusa dengan luas Ha.
buat sehingga menyebabkan binatang penambahan tenaga harian
ternak masuk ke areal candi muara lepas, tujuannya adalah untuk
takus yang membuat kenyamanan mengimbangi serta mengoptimalkan
pengunjung tetganggu dengan pekerjaan petugas kebersihan, namun
kotoran-kotorannya di sekitar candi. permasalahannya adalah belum di
Program yang ke empat yaitu tambahnya jumlah THL sampai saat

JOM FISIP Vol. 3 No. 2 – Oktober 2016 Page 3


ini. penghormatan jasa, jasmani dan
Adapun program terakhir pikiran untuk menghasilkan barang-
yaitu pengadaan sarana dan prasarana barang atau jasa-jasa dengan
tenaga kebersihan, sehingga pekerja memperoleh imbalan prestasi tertentu.
kebersihan pekerjaannya lebih Wirawan (2012:5) mendefinisikan
maksimal, namun sampai pada saat kinerja adalah keluaran yang
ini UPTD hanya memiliki 2 alat dihasilkan oleh fungsi-fungsi atau
mesin rumput sehingga kebersihan di indikator-indikator suatu pekerjaan
areal candi muara takus masih atau suatu profesi dalam waktu
bermasalah. tertentu. Sedangkan Wilson Bangun
Meskipun UPTD kawasan (2012:231), menyebutkan bahwa
objek wisata candi muara takus kinerja (performance) adalah hasil
Kecamatan XIII Koto Kampar telah pekerjaan yang dicapai karyawan
membuat program tersebut, tetapi berdasarkan persyaratan-persyaratan
masih terdapat beberapa progam yang pekerjaan.
tidak terlaksanakan dengan baik, Malayu Hasibuan (2006:94)
seperti: kurangnya perawatan mengatakan bahwa Kinerja bisa
bangunan candi, tidak adanya petugas mempengaruhi berlangsungnya
keamanan sehingga masih terdapat kegiatan suatu organisasi perusahaan,
pungutan-pungutan liar yang semakin baik kinerja yang ditunjukan
dilakukan warga sekitar, tidak adanya oleh para karyawan akan sangat
pemasukkan listrik dan air bersih membantu dalam perkembangan
yang sangat di butuhkan oleh organisasi atau perusahaan tersebut.
pengunjung maupun penjaga candi, Selain dari pendapat tersebut
terdapat banyak sampah lingkungan juga dapat kita lihat beberapa
sekitar candi sehingga para wisatawan pengertian kinerja oleh beberapa
kurang nyaman dan kurang tertarik pakar. Yaitu:
untuk melakukan perjalanan wisata ke Menurut Mulyadi (2011:337)
Candi Muara Takus tersebut. Hal ini mendefinisikan konsep kinerja adalah
terlihat dengan tidak tercapainya keberhasilan personel, tim, atau unit
target kunjungan wisatawan beberapa organisasi dalam mewujudkan sasaran
tahun dari lima tahun terakhir yang stategik yang telah ditetapkan
ditetapkan UPTD XIII Koto Kampar sebelumnya dengan perilaku yang
Berdasarkan latar belakang diharapkan. Sasaran strategik ini
fenomena permasalahan yang merupakan basis pengukuran
dikemukakan di atas, maka penulis pencapaian kinerja.
tertarik untuk melakukan penelitian Hasibuan dalam Hadari
lebih lanjut tentang “Kinerja UPTD Nawawi (2001:64) mengatakan
Dalam Pengelolaan Objek Wisata bahwa kinerja adalaha hasil kerja
Candi Muara Takus Kecamatan yang dicapai seseorang dalam
XIII Koto Kampar, Kabupaten melaksanakan tugas-tugas yang
Kampar”. dibebankan kepadanya, berdasarkan
kecakapan, pengalaman, kesungguhan
Konsep Teor dan waktu. selanjutnya dikatakannya
Menurut Malayu Hasibuan juga bahwa hasil kerja atau prestasi
(2009:24) kinerja adalah itu merupakan gabungan dari tiga

JOM FISIP Vol. 3 No. 2 – Oktober 2016 Page 4


faktor yaitu: minat dalam bekerja, Bagi suatu organisasi
penerimaan delegasi tugas, dan peran penilaian kinerja memiliki
dan tingkat motivasi seorang pekerja. berbagai manfaat antara lain,
Menurut Stephen P. Robbin evaluasi antara individu dalam
dalam Hadari Nawawi (2001:62) organisasi, pengembangan
mendefinisikan kinerja adalah dalam diri setiap individu,
jawaban atas pertanyaan “apa hasil pemeliharaan sistem, dan
yang dicapai seseorang sesudah dokumentasi.
mengerkajan sesuatu”. Menutur Wilson Bangun
1. Penilaian Kinerja (2012:232) tujuan dan manfaat
Menurut wilson Bangun penilaian kinerja yaitu sebagai
(2012:231) mengatakan berikut:
bahwa Penilaian kinerja a. Evaluasi antarindividu
adalah proses yang dilakukan dalam organisasi.
organisasi untuk mengevaluasi Penilaian kinerja dapat
dan menilai keberhasilan bertujuan untuk menilai
karyawan dalam kinerja setiap individu
melaksanakan tugasnya. dalam organisasi. Tujuan
Penilaian kinerja dapat ini dapat memberi manfaat
dilakukan dengan dalam menentukan jumlah
membandingkan hasil kerja dan jenis kompensasi yang
yang dicapai karyawan dengan merupakan hak bagi setiap
standar pekerjaan. Bila hasil individu dalam organisasi.
kerja yang diperoleh sampai Kepentingan lain atas
atau melebihi standar tujuan ini adalah sebagai
pekerjaan dapat dikatakan dasar dalam memutuskan
kinerja seorang karyawan pemindahan pekerjaan
termasuk pada kategori baik. (job transferring) pada
Demikian sebaliknya, posisi yang tepat, promosi
seseorang karyawan yang pekerjaan, mutasi atau
hasil pekerjaannya tidak demosi sampai tindakan
mencapai standar pekerjaan pemberhentian.
termasuk pada kinerja yang b. Pengembangan diri setiap
tidak baik atau kinerja rendah. individu dalam organisasi.
Penilaian kinerja dapat Penilaian kinerja pada
ditinjau ke dalam jumlah dan tujuan ini bermanfaat
kualitas pekerjaan yang untuk pengembangan
diselesaikan karyawan pada karyawan. Setiap individu
periode tertentu. Karyawan dalam organisasi dinilai
yang dapat menyelesaikan kinerjanya, bagi karyawan
pekerjaan dalam jumlah yang yang memiliki kinerja
melmpaui batas standar rendah perlu dilakukan
pekerjaan dinilai dengan pengembangan baik
kinerja yang baik. melalui pendidikan
2. Tujuan dan manfaat penilaian maupun pelatihan.
kinerja. Karyawan yang berkinerja

JOM FISIP Vol. 3 No. 2 – Oktober 2016 Page 5


rendah disebabkan manusia, pemenuhan
kurangnya pengetahuan secara legal manajemen
atas pekerjaannya akan sumber daya manusia, dan
ditingkatkan sebagai kriteria untuk
pendidikannya, sedangkan pengujian validitas.
bagi karyawan yang 3. Tujuan dan sasaran kinerja.
kurang terampil dalam Tujuan evaluasi kinerja adalah
pekerjaannya akan diberi untuk memperbaiki dan
pelatihan yang sesuai. meningkatkan kinerja
c. Pemeliharaan sistem. organisasi melalui
Berbagai sistem yang ada peningkatan kinerja SDM
dalam organisasi, setiap organisasi, dalam penilaian
subsistem yang ada saling kinerja tidak hanya semata-
berkaitan antara satu mata menilai hasil fisik tetapi
subsistem satu dengan pelaksanaan pekerjaan secara
subsistem lainnya. Salah keseluruhan yang menyangkut
satu subsistem yang tidak berbagai bidang seperti
berfungsi dengan baik kemampuan, kerajinan,
akan mengganggu disiplin, hubungan kerja atau
jalannya subsistem yang hal–hal khusus sesuai dengan
lain. Oleh karena itu, bidang dan tugasnya semua
sistem dalam organisasi layak untuk dinilai. Tujuan
perlu dipelihara dengan penilaian kinerja karyawan
baik. Tujuan pemeliharaan menurut Veithzal Rivai
sistem akan memberi (2011:552), Pada dasarnya
beberapa manfaat antara meliputi:
lain, pengembang a. eningkatkan etos kerja.
perusahaan dari individu, b. meningkatkan motivasi kerja.
evaluasi pencapaian tujuan c. untuk mengetahui tingkat
oleh individu atau tim, kinerja karyawan selama ini.
perencanaan sumber daya d. untuk mendorong
manusia, penentuan dan pertanggungjawaban dari
identifikasi kebutuhan karyawan.
pengembangan organisasi e. pemberian imbalan yang
dan audit atas sistem serasi, misalnya untuk
sumber daya manusia. pemberian kenaikan gaji
d. Dokumentasi. berkala, gaji pokok, kenaikan
Penilaian kinerja akan gaji istimewa dan insentif
memberi manfaat sebagai uang.
dasar tindak lanjut dalam f. untuk pembeda antar
posisi pekerjaan karyawan karyawan yang satu dengan
dimasa akan datang. yang lainnya.
Manfaat penilaian kinerja g. pengembangan SDM yang
disini berkaitan dengan masih dapat dibedakan lagi ke
keputusan-keputusan dalam Penugasan kembali,
manajemen sumber daya seperti diadakannya mutasi

JOM FISIP Vol. 3 No. 2 – Oktober 2016 Page 6


atau transfer, rotasi bagaimana proses
perusahaan, kenaikan jabatan, terjadinya efisiensi dan
pelatihan. efektifitas organisasi
h. sebagai alat untuk membantu dikatakan efektif bila
dan mendorong karyawan mencapai tujuan,
untuk mengambil inisiatif dikatakan efisien bila hal
dalam rangka memperbaiki itu memuaskan sebagai
kinerja. pendorong mencapai
i. engidentifikasi dan tujuan, terlepas apakah
menghilangkan hambatan- efektif atau tidak. Artinya,
hambatan agar kinerja menjadi efektifitas dari kelompok
baik. (organisasi) bila tujuan
j. Untuk mendorong kelompok tersebut dapat
pertanggung jawaban dari dicapai sesuai dengan
karyawan. kebutuhan yang
k. Sebagai alat untuk direncanakan. Sedangkan
memperoleh umpan balik dari efisiensi berkaitan dengan
karyawan untuk memperbaiki jumlah pengorbanan yang
desain pekerjaan, lingkungan dikeluarkan dalam upaya
kerja, dan rencana karier mencapai tujuan
selanjutnya. organisasi. Agar tercapai
l. Pemutusan hubungan kerja, tujuan yang diinginkan
pemberian sanksi ataupun organisasi, salah satu
hadiah. yang perlu mendapat
m. Memperkuat hubungan antara perhatian adalah hal
karyawan dengan supervisor yang berkaitan dengan
melalui diskusi tentang wewenang dan tanggung
kemajuan kerja mereka. jawab para peserta yang
n. Sebagai penyaluran keluhan mendukung organisasi
yang berkaitan dengan tersebut.
masalah pekerjaan.
4. Faktor-faktor yang Otoritas dan Tanggung Jawab
mempengaruhi pencapaian Dalam organisasi yang baik,
kinerja. wewenang dan tanggung jawab telah
Menurut Prawirosentono didelegasikan dengan baik tanpa
dalam Edi Sutrisno adanya tumpang tindih tugas. Masing-
(2013:176) mengatakan ada masing karyawan yang ada dalam
empat faktor yang organisasi mengetahui apa yang
mempengaruhi kinerja, yaitu: menjadi hak dan tanggung jawabnya
a. Efektifitas dan Efisiens dalam rangka mencapai tujuan
Dalam hubungannya organisasi. Kejelasan wewenang dan
dengan kinerja organisasi, tanggung jawab setiap orang dalam
maka ukuran baik suatu organisasi akan mendukung
buruknya kinerja diukur kinerja karyawan tersebut. Kinerja
oleh efektifitas dan karyawan akan dapat terwujud bila
efisiensi. Misalnya adalah karyawan mempunyai komitmen

JOM FISIP Vol. 3 No. 2 – Oktober 2016 Page 7


dengan organisasinya dan ditunjang dan faktor (motivasi) yang
dengan disiplin kerja yang tinggi. mengemukakan bahwa motivasi
a. Disiplin terbentuk dari sikap seseorang
Secara umum, disiplin karyawan dalam menghadapi situasi
menunjukkan suatu kondisi atau kerja. Sikap mental yang mendorong
sikap hormat yang ada pada diri diri karyawan untuk berusaha
karyawan terhadap peraturan dan mencapai prestasi kerja secara
ketetapan organisasi. Disiplin maksimal yang siap secara psikofik
meliputi ketaatan dan hormat (siap secara mental, fisik, tujuan, dan
terhadap perjanjian yang dibuat situasi). Setelah apa yang dirumuskan
antara organisasi dan karyawan. diatas, bisa dapat diperjelas bahwa:
Dengan demikian, bila peraturan a. Faktor Kemampuan
atau ketetapan yang ada dalam (Ability)Secara psikologis,
organisasi itu diabaikan atau kemampuan (ability) terdiri
dilanggar, maka karyawan dari kemampuan potensi (IQ)
mempunyai disiplin yang buruk. dan kemampuan reality
Sebaliknya, bila karyawan tunduk (knowledge + skill). Pimpinan
pada ketetapan organisasi, maka dan karyawan harus memiliki
hal ini menggambarkan adanya pendidikan yang memadai
kondisi yang baik. untuk jabatannya dan terampil
b. Inisiatif dalam mengerjakan pekerjaan
Inisiatif seseorang berkaitan sehari-hari, maka akan lebih
dengan daya fikri. Kreatifitas mudah mencapai kinerja
dalam bentuk ide untuk maksimal.
merencanakan sesuatu yang b. Faktor Motivasi (Motivation)
berkaitan dengan tujuan Motivasi diartikan sebagai
organisasi. Setiap inisiatif suatu sikap yang dimiliki
sebaiknya mendapat perhatian pemimpin dan karyawan
atau tanggapan positif dari atasan. terhadap situasi kerja
Kemampuan dan motivasi adalah dilingkungan organisasinya.
faktor yang mempengaruhi kinerja. Mereka akan menunjukkan
Pendapat yang diutarakan oleh Keith nilai positif atau negatif
Davis dalam Mangkunegara terhadap situasi kerjanya, dan
(2011:67-68), faktor yang semua itu bisa
mempengaruhi kinerja dirumuskan memperlihatkan bagaimana
sebagai berikut: tinggi rendahnya motivasi
Human Performance = Ability vs yang dimiliki pimpinan dan
Motivation karyawan.
Motivation = Attitude x 5. Indikator Pengukuran Kinerja
Situation Standar pekerjaan dapat
Ability = Knowledge x ditentukan dari isi suatu
skill pekerjaan, dapat dijadikan
Mangkunegara (2011:67-68) sebagai dasar penilaian setiap
mengatakan faktor yang pekerjaan. Untuk
mempengaruhi pencapaian kinerja memudahkan penilaian kinerja
adalah faktor kemampuan (ability) karyawan, standar pekerjaan

JOM FISIP Vol. 3 No. 2 – Oktober 2016 Page 8


harus dapat diukur dan proses yang menyebabkan
dipahami secara jelas. intensitas, arah dan usaha
Robbins (2002:155) terus menerus individu
menyebutkan indikator menuju pencapaian tujuan.
pengukuran kinerja sebagai Intensitas menunjukkan
berikut: seberapa keras seseorag
Kuantitas hasil kerja. berusaha. Akan tetapi
Yaitu jumlah kegiatan yang intensitas tinggi tidak
dihasilkan atau diselesaikan. mungkin mengarah pada hasil
Kualitas hasil kerja. kinerja yang baik, kecuali
Yaitu mutu yang harus usaha dilakukan dalam arah
dihasilkan (baik tidaknya). yang menguntungkan
Ketepatan waktu. organisasi. Karenanya harus
Yaitu sesuai tidaknya dengan dipertimbangkan kualitas
waktu yang direncanakan. usaha maupun intensitasnya.
Robbins (2001: 226) Motivasi mempunyai dimensi
Menjelaskan” Kinerja usaha terus menerus. Motivasi
merupakan fungsi interaksi merupakan ukuran berapa
antara kemampuan atau ability lama seseorang dapat menjaga
(A), motivasi atau motivasion usaha mereka. Idividu yang
(M) dan kesempatan atau termotivasi akan menjalankan
Opportunity ( O ), sehingga tugas cukup lama untuk
kinerja= f (A x M x O ) mencapai tujuan mereka.
artinya kinerja merupakan c. Opportunity ( Kesempatan
fungsi dari kemampuan, )Kesempatan kinerja
motivasi dan kesempatan. adalah tingkat-tingkat
a. Ability ( Kemampuan ) kinerja yang tinggi yang
Kemampuan-kemampuan sebagian merupakan
keseluruhan dari seseorang fungsi dari tiadanya
individu pada hakekatnya rintangan-rintangan yang
tersusun dari dua prangkat mengendalikan karyawan
faktor: yaitu kemampuan itu. Meskipun seorang
intelektual dan kemampuan individu mungkin
fisik. Kemampuan intelektual bersediah dan mampu,
adalah kemampuan yang bisa saja ada rintangan
diperlukan untuk yang menjadi penghambat.
melaksanakan tugas-tugas
yang menuntut
stamina,kecekatan, kekuatan Metode Penelitian
dan keterampila serupa. Uji Penelitian ini bersifat deskriptif
Intellegience Quotient (IQ), kualitatif yaitu penelitian yang
misalnya dirancang untuk bermaksud untuk melakukan
memastikan kemampua pengukuran yang cermat dan
kemampuan umum seseorang. sistematis terhadap fenomena sosial
b. Motivation ( Motivasi ) dengan memberikan gambaran
Menyatakan motivasi sebagai terperinci berdasarkan kenyataan-

JOM FISIP Vol. 3 No. 2 – Oktober 2016 Page 9


kenyataan yang ditemukan yang belum diolah dengan melakukan
dilapangan, yaitu mengenai observasi.
Partisipasi Perempuan dalam b. Data Sekunder
Pembangunan. Data sekunder yaitu data yang
diperoleh melauli sumber-sumber
Penelitian ini dilakukan di kedua atau secara tidak langsung
Kelurahan Simpang Baru Kecamatan melalui berbagai literatur-literatur
Tampan Kota Pekanbaru. Alasan baik dari buku, media masa (cetak
meneliti pada Kelurahan Simpang ataupun elektronik) ataupun jurnal-
Baru ini karena penulis tertarik pada jurnal ilmiah yang relevan dengan
fenomena minimnya partisipasi tujuan penelitian. Selain itu dapat
perempuan dalam Musrenbangkel juga memperoleh tambahan data dari
Simpang Baru, adanya ketimpangan arsip yang dimiliki oleh Kantor
yang besar antara jumlah partisipan Kelurahan Simpang Baru.
laki-laki dan perempuan. Informan
penelitian dalam penelitian ini Dalam suatu penelitian selalu
ditentukan dengan metode snowball terjadi proses pengumpulan data.
sampling teknik penentuan sampel Pengumpulan data adalah prosedur
yang mula-mula jumlahnya kecil yang sistematis dan standar untuk
kemudian membesar. Ibarat bola salju memperoleh data yang diperlukan.
yang menggelinding yang lama-lama Dalam suatu proses penelitian, terjadi
menjadi besar. proses pengumpulan data, proses
Strategi dasar teknik bola salju tersebut dapat dilakukan dengan
dimaksud dengan menetapkan satu teknik-teknik tertentu. Penelitian ini
atau dua orang, tetapi karena dua merupakan penelitian lapangan atau
orang tersebut belum dirasa lengkap field research, yaitu penelitian secara
dalam memberikan data maka peneliti langsung kepada sumber yang diteliti
melakukan interview dengan dalam menghimpun data-data yang
menetapkan satu atau beberapa orang dibutuhkan. Ada beberapa teknik
diminta arahan, saran, petunjuk siapa yang digunakan dalam penelitian ini,
baiknya yang menjadi informan yaitu :
berikutnya yang menurut mereka a. Observasi
memiliki pengetahuan, pengalaman Menurut Nazir (2005:175)
informasi yang dicari, selanjutnya pengumpulan data dengan observasi
penentuan informan berikutnya. atau dengan pengamatan langsung
Jenis dan sumber data yang adalah cara pengambilan data dengan
digunakan dalam penelitian ini yaitu : menggunakan mata tanpa ada
a. Data Primer pertolongan alat standar lain untuk
Data primer adalah data yang keperluan tersebut. Teknik ini
berkaitan langsung dengan obyek biasanya diartikan sebagai
penelitian. Data yang didapatkan dari pengamatan dari sistem fenomena
sumber pertama baik dari individu yang diselidiki, dimana observasi
atau perseorangan yang didapat dalam penelitian ini dilakukan dengan
berupa kata-kata, tindakan, serta data observasi langsung yaitu suatu cara
lainnya yaitu dokumentasi, informasi pengumpulan data yang dilakukan
melalui pengamatan dan pencatatan

JOM FISIP Vol. 3 No. 2 – Oktober 2016 Page 10


gejala-gejala yang tampak pada objek lingkungan penelitian dan
penelitian, pelaksanaannya langsung melakukan pengumpulan data
di mana suatu peristiwa terjadi. penelitian. Ini merupakan tahap
b. Wawancara (interview) awal yang harus dilakukan oleh
Menurut Mulyana (2004:180) peneliti agar dapat memperoleh
wawancara adalah komunikasi antara informasi mengenai masalah –
dua orang atau lebih yang melibatkan masalah yang terjadi di lapangan.
seseoarng yang ingin memperoleh 2. Data Reduction (Reduksi Data)
informasi dari seseorang lainnya mereduksi data berarti
dengan mengajukan pertanyaan- merangkum, memilih hal-hal
pertanyaan berdasarkan tujuan tujuan yang pokok, memfokuskan pada
tertentu. hal-hal yang penting. Dicari tema
c. Dokumentasi dan polanya. Dengan demikian
Dokumentasi adalah suatu teknik data yang sudah direduksi akan
pengumpulan data dengan jalan memberikan gambaran yang
mengadakan pencatatan data dari lebih jelas, dan memudahkan
dokumen yang ada di lokasi peneliti untuk melakukan
penelitian. Selain itu juga melalui foto pengumpulan data selanjutnya,
atau gambar informan dan 3. Data Display (Penyajian Data)
aktivitasnya. Data ini berguna untuk yang dapat dilakukan dalam
memperkuat data primer yang ada. bentuk uraian singkat, bagan,
hubungan antar kategori dan
Untuk lebih meningkatkan tingkat selanjutnya, yang paling sering
kepercayaan dan devaliditasi terhadap untuk menyajikan data dalam
penelitian ini, penulis melakukan penelitian kualitatif adalah
teknik triangulasi. Teknik triangulasi dengan teks yang bersifat naratif.
adalah teknik pemeriksaan keabsahan Dengan mendisplay data, maka
data yang memanfaatkan sesuatu akan memudahkan untuk
yang lain, diluar data tersebut untuk memahami apa yang terjadi,
keperluan pengecekan atau sebagai merencanakan kerja selanjutnya
pembanding terhadap data yang berdasarkan apa yang telah
diperoleh. Triangulasi secara umum dipahami.
merupakan check, re-check, dan 4. Conclusion Drawing /verification
crosscheck antara (Penarikan Kesimpulan) langkah
materi/data/informan dengan terakhir dalam analisis data
observasi penelitian selanjutnya hasil kualitatif menurut Miles dan
observasi di crosscheck melalui Huberman adalah penarikan
persepsi peneliti. kesimpulan dan verifikasi.
Kesimpulan yang dikemukakan
Dalam menganalisis data yang masih bersifat sementara, dan
peneliti peroleh di lapangan, peneliti akan berubah bila tidak
menggunakan analisis data model ditemukan bukti-bukti yang kuat
Miles dan Huberman (1984:98), yang mendukung pada tahap
proses datanya mencakup : pengumpulan data berikutnya.
1. Data collection (Pengumpulan Tetapi apabila kesimpulan yang
Data) yaitu proses memasuki dikemukakan pada tahap awal

JOM FISIP Vol. 3 No. 2 – Oktober 2016 Page 11


didukung oleh bukti-bukti yang kunjungan wisatawan dalam
valid dan konsisten saat peneliti waktu 5 tahun terakhir, yaitu
kembali kelapangan tidak tercapainya jumlah target
mengumpulkan data, maka kunjungan tersebut, dengan
kesimpulan yang dikemukakan kinerja kita dapat mengetahui
merupakan kesimpulan yang seberapa besar peringkat prestasi
kredibel. keberhasilah atau bahkan
mungkin kegagalan seseorang
HASIL PENELITIAN DAN karyawan dalam menjalankan
PEMBAHASAN tugas dan amanah yang telah di
terimanya.
Dalam penelitian ini penulis
menggunakan teori robbin Untuk mengetahui penjelasan
(2001:266) yaitu kinerja itu yang lebih rinci maka peneliti
dipengaruhi oleh faktor kemampuan ( melakukan wawancara yang lebih
abbility) faktor motivasi ( motivation) difokuska kepada kinerja UPTD
dan peluang ( opportunuty). Dalam dalam pengelolaan objek wisata candi
penelitian ini terdiri atas dua bagian muara takus kecamatan XIII koto
utama yaitu : kampar kabupaten kampar dapat
A. Bagaimana kinerja UPTD dilihat dari beberapa hal :
dalam pengelolaan objek
wisata candi muara takus 1. Ability (Kemampuan )
kecamatan XIII koto kampar Faktor kinerja terdiri dari
kabupaten kampar. faktor internal dan faktor eksternal.
B. Analisis faktor-faktor yang Faktor internal yaitu faktor yang
mempengaruhi kinerja UPTD dihubungkan dengan sifat-sifat
dalam pengelolaan objek seseorang, misalnya kinerja seseorang
wisata candi muara takus baik disebabkan karena mempuyai
kecamatan XIII koto kampar kemampuan intelektual yang tinggi
kabupaten kampar. dan seseorang tersebut tipe pekerja
Berikut ini hasil dari penelitian keras, sedangkan seseorang
yang dilakukan di kawasan objek mempunyai kinerja jelek disebabkan
wisata candi muara takus orang tersebut mempunyai
kecamatan XIII koto kampar kemampuan intelektual rendah dan
kabupaten kampar yaitu: orang tersebut tidak memiliki upaya-
upaya untuk memperbaiki
1. Kinerja UPTD dalam kemapuannya.
pengelolaan objek wisata candi
muarat takus kecamatan XIII Ability merupakan
koto kampar kabupaten kemampuan keseluruhan dari seorang
kampar pegawai yang pada dasarnya terdiri
Penilaian kinerja pegawai UPTD dari faktor kemampuan intelektual
kawasan objek wisata candi dan kemampuan fisik. Kinerja
muara takus kecamatan XIII koto pegawai UPTD kawasan objek wisata
kampar kabupaten kampar dalam sangat di pengaruhi oleh kemampaun
pengelolaan nya dapat juga fisik dalam melakukan pekerjaannya.
dilihat dari bagaimana jumlah Pekerjaan yang bersifat dilapangan

JOM FISIP Vol. 3 No. 2 – Oktober 2016 Page 12


sangat dipegaruhi oleh kemampuan Namun pada kenyataannya
fisik, apabila kemampuan fisik baik kemampuan intelektual yang sangat
maka akan banyak hal yang dapat dibutuhkan dalam pengelolaan objek
dilakukan pegawai yang mendukung wisata candi muara takus ini belum
pekerjaannya. Sebaliknya fisik yang dimiliki oleh pegawai di kantor
kurang baik, akan menghambat UPTD kawasan objek wisata candi
pekerjaan yang akan dilakukan, guna muara takus yang di sebabkan karena
menyelesaikan kewajiban pelaksaaan Sumber Daya Manusia yang masih
tugas dan fungsi pegawai. Besarnya kurang, sehingga kinerja pegawai
peran kemampuan fisik dan UPTD tidak berjalan dengan baik.
kemampuan intelektual bagi kinerja
pegawai berdasarkan pada hasil 2) Kemampuan Fisik
wawancara sebagai berikut:
Pekerjaan yang bersifat teknis
1) Kemampuan Intelektual dilapangan sangat di pengaruhi oleh
Kemampuan intelektual juga kemampuan fisik, apabila
merupakan hal penting yang harus kemampuan fisik baik maka akan
menjadi perhatian bagi pegawai banyak hal yang dapat dilakukan
dalam pegelolaan objek wisata candi pegawai yang mendukung
muara takus. Kemampuan intelektual pekerjaannya. Sebaliknya fisik yang
lebih mengarahkan pegawai dalam kurang baik khususnya petugas di
melakukan pekerjaannya dengan lapangan akan menghambat pekerjaan
efektif dan efisien, selain itu ide dan yang akan dilakukan, guna
kreatifitas pegawai sangat dibutuhkan menyelesaikan kewajiban
guna mendukung terlaksananya pelaksanaan tugas dan fungsi
segala tugas yang harus dijalankan pegawai. Seperti beberapa program
pegawai. di UPTD kawasan objek UPTD candi muara takus yang sangat
wisata candi muara takus memiliki membutuhkan kempuan fisik yaitu
beberapa program yang menuntut meningkatkan serta memeperlancar
para pegawainya memiliki kreativitas urusan pemantauan ke desa-desa yang
dalam pengelolaannya diataranya ada daya tarik wisata nya, walaupun
adalah pengembangan objek wisata pemantauan kedesa- desa ini
candi muara takus. Pengembangan menggunakan kendaraan tetapi ini
objek wisata candi muara takus ini sangat membutuhkan kemampuan
tentunya memiliki cakupan yang luas fisik yang sangat berpengaruh dalam
selain hanya memperluas lokasi serta menjalankan tugas seorang pegawai,
persiapan atau penyediaan lahan, tetapi program ini masih
tetapi pengembangan di sini adalah mendapatkan permasalahan yaitu
bagaimana para wisatwan-wisatawan terbatasnya kendaraan dinas roda dua
tertarik untuk mengujungi situs di UPTD kawasan candi muara takus
peninggalan yang bersejarah ini dan kecamatan XIII koto kampar.
jumlah pengunjungnya selalu
meningkat setiap tahunnya seperti 2. Motivation ( Motivasi )
salah satu contohnya adalah
menyediakan wahana permainan Motivasi dalam melakukan
untuk anak-anak dan lain sebagainya. pekerjaan sangat terkait dengan
intensitas pekerjaan dalam melakukan

JOM FISIP Vol. 3 No. 2 – Oktober 2016 Page 13


pekerjaannya, terarahnya pegawai menjadi penghambat seperti
dalam melakukan pekerjaan, serta kedisiplinan dan tanggung jawab.
pekerjaan itu dilakukan secara terus
menerus. ketiga aspek ini menjadi Mengenai masalah
faktor penting bagi pegawai dalam kedisiplinan sangat diperhatikan
menjalankan tugasnya. Motivasi sekali dalam melihat kinerja
sangat mempengaruhi kinerja seorang pegawai maupun atasan. Dalam
pegawai, motivasi dapat berupa penjelasan juru pelihara objek
hubungan kerja, fasilitas kerja, iklim wisata candi muara takus
kerja, kebijakan pimpinan, pola mengatakan kedisiplinan itu
kepemimpinan kerja dan kondisi merupakakn hal yang paling
kerja. di kawasan objek wisata candi penting bagi pegawai ataupun
muara takus, selain diklat tidak ada atasan dalam melaksanakan tugas-
motivasi khusus yang dilakukan oleh tugas mereka karna semakin
pihak UPTD dalam mengelolah objek disiplin seorang pegawai atau
wisata candi muara takus ini hanya atasan makan akan semakin
karena bnyaknya terdapat efektif tugas-tugas yang
permaslahan baik itu masalah diberikan.
kebersihan kawasan candi maupun
2) Tingkat Kinerja
keamanan dan kenyamanan para
Dalam menjalankan tugas-
pengunjug, makanya banyak
tugasnya UPTD memberikan
mendapatkan kritikan dan saran dari
pembagian-pembagian tugas kepada
para pengunjung tersebut, sehingga
para staf dan THL ( Tenaga Harian
UPTD bisa termotivasi untuk
Lepas ), sehingga akan lebih mudah
melakukan pengelolaan yang baik
dalam menjlankan fungsinya masing-
terhadap objek wisata yang sudah di
masing.
akui oleh dunia ini.
3. Opportunity ( Kesempatan )
Kesempatan sangat berperan
penting dalam mengembangkan
kemampuan serta kreatifitas PENUTUP
pegawai dalam menjalankan KESIMPULAN
tugas-tugas dan fungsi pegawai. Berdasarkan hasil dan pembahasan
Kesempatan yang baik yang terhadap penelitian yang telah
diberikan kepada pegawai akan dilaksanakan, maka peneliti dapat
mendukung terlaksananya tugas – menarik kesimpulan antara lain:
tugas dan fungsi yang ada. 1. Hasil penelitian menunjukan
bahwa kinerja pegawai UPTD
1) Rintangan kawasan objek wisata candi
Penilaian dari kesempatan muara takus kecamatan XIII
(Opportunity ) dalam hal kinerja koto kampar dalam
pegawai dalam pengelolaan objek pegelolaannya yang dilihat
wisata candi muara takus dari Ability ( kemampuan),
kecamatan XIII koto kampar tidak Motivation ( motivasi),
terlepas dari rintangan yang Opportunity ( kesempatan )
secara umum kinerja pegawai

JOM FISIP Vol. 3 No. 2 – Oktober 2016 Page 14


dapat dikatakan tidak berjalan Riset Bisnis. Pekanbaru:
dengan baik, karena masih Yayasan Pendidikan dan
banyakya tugas-tugas pokok Keterampilan Al Huda Press.
UPTD yang tidak terlaksana Bangun, Wilson. 2012. Manajemen
dengan baik. Sumber Daya Manusia. Jakarta:
2. Faktor-faktor yang Erlangga.
mempengaruhi kinerja Hani Handoko. 2012. Manajemen
pegawai UPTD kawasan objek Personalia dan Sumberdaya
wisata candi muara takus Manusia Edisi 2. Yogyakarta:
kecamatan XIII koto kampar BPFE
antara lain masalah kurangnya Hasibuan, Malayu S.P. 2006.
pegawai, kurangnya sarana Manajemen Dasar, Pengertian
dan prasarana serta masalah dan Masalah, Jakarta: Bumi
rendahnya tingkat pendidikan Aksara.
yang dimiliki pegawai. Hasibuan, Malayu S.P. 2009.
SARAN Manajemen Sumber Daya
1. Hendaknya selaku kepala Manusia, Jakarta: Bumi Aksara.
UPTD kawasan objek wisata Mangkunegara, Anwar Prabu. 2011.
candi muara takus kecamatan Manajemen Sumber Daya
XIII koto kampar membuat Manusia Perusahaan. Bandung:
suatu kebijakan ataupun Rosda.
ketegasan kepada pegawai Mathis, Roberth. 2002. Manajemen
yang tidak disiplin serta Sumber Daya Manusia. Jakarta:
melengkapi sarana di kantor Salemba empat.
UPTD guna untuk menunjang Nawawi, H. 2001. Manajemen
keberlangsungan pegawai Sumber Daya Manusia,
dalam melakukan Yogyakarta: Gadjah Mada
pekerjaannya. University Press
2. Untuk meningkatkan kinerja Ratminto. Atik Septi Winarsih. 2010.
pegawai perlu diadakannya Manajemen Pelayanan.
diklat dan juga pelatiha guna Yogyakarta: Pustaka Pelajar
untuk meningkatkan Rivai, Veithzal. 2004. Manajemen
kemampuan si pegawai. Hal Sumber Daya Manusia untuk
yang paling penting di sini Perusahaan dari Teori ke
adalah penambahan jumlah Praktek. Jakarta: Grafindo
pegawai dalam pengelolaan Persada
obek wisata candi muara takus Robbins, P. Stephen. 2002. Prinsip-
supaya lebih mudah dalam Prinsip Perilaku Organisas.
membagi tugas. Jakarta: Erlangga
Robbins, Stephen, P. 2001. Perilaku
DAFTAR PUSTAKA Organisasi. Konsep,
Kontroversi, Aplikasi Jilid 2,
Alo, Liliweri. 2004. Wacana Terjemahan Hadayana
Komunikasi Organisasi. Pujaatmaka. Jakarta,
Bandung: Mandar Maju Prenhalindo.
Andespa, Roni. 2012. Metodelogi Sadad, Abdul. 2015. Pengembangan

JOM FISIP Vol. 3 No. 2 – Oktober 2016 Page 15


Pariwisata. Pekanbaru
Sunaryo, Bambang. 2013. Kebijakan
Pembangunana Destinasi
Pariwisata. Yogyakarta: Gava
Media
Suprihanto, John. 2001. Penilaian
Kinerja dan Pengembangan
Pegawai. Yogyakarta: Gava
Media
Sutrisno, Edy. 2013. Manajemen
Sumber Daya Manusia, Jakarta:
Kencana Prenada Media Group.
Sutrisno, Edy. 2001. Manajemen
Sumber Daya Manusia, Jakarta:
Kencana
Usman, Husaini, Purnomo Setiadi
Akbar. 2009. Metodelogi
Penelitian Sosial. Jakarta: Bumi
Aksara
Winardi. 2003. Teori Organisasi dan
Pengorganisasian. Jakarta: Raja
Grafindo Persada
Wirawan. 2012. Evaluasi Kinerja
Sumber Daya Manusia Teori
Aplikasi dan Penelitian. Jakarta:
Salemba Empat.
Wirman. 2012. Evaluasi Kinerja
Sumber Daya Manusia. Jakarta:
Salemba Empat

Dokumen

Undang-undang Republik indonesia


nomor 10 tahun 2009, tentang
kepariwisataan
Peraturan Daerah Kabupaten Kampar
nomor 23 tahun 2007, tentang
retribusi tempat rekreasi
dan objek wisata

JOM FISIP Vol. 3 No. 2 – Oktober 2016 Page 16