Você está na página 1de 22

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kulit adalah organ yang berfungsi untuk menerima jenis rangsangan


tertentu. Semua organisme memiliki reseptor sebagai alat penerima informasi.
Informasi tersebut dapat berasal dari dalam diri atau yang datang dari luar.

Kulit merupakan pembungkus yang elastis yang melindungi tubuh dari


pengaruh lingkungan yaitu sebagai pelindung tubuh terhadap bahaya bahan kimia
serta menjaga keseimbangan tubuh terhadap lingkungan. Kulit merupakan
indikator bagi seseorang untuk memperoleh kesan umum dengan melihat
perubahan yang terjadi pada kulit. Misalnya menjadi pucat, kekuning-kuningan,
kemerah-merahan atau suhu kulit meningkat, memperlihatkan adanya kelainan
yang terjadi pada tubuh gangguan kulit karena penyakit tertentu.

Reseptor atau penerima merupakan suatu struktur yang mampu


mendeteksi rangsangan yang berasal dari luar seperti, sentuhan, suhu, dan nyeri.
Kulit memiliki reseptor yang mampu menerima setiap rangsangan yang berbeda.
Selain reseptor yang terdapat pada kulit, sendi dan otot juga memiliki reseptor
yang memberikan informasi tentang panjang dan tegangan otot.

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana anatomi dan fisiologi kulit?

2. Apa reseptor-reseptor saraf pada kulit?

3. Apa reseptor yang terdapat pada otot dan sendi?

4. Bagaimana suplai darah pada otak?

5. Bagaimana pembuluh darah di otak?

1
C. Tujuan Penulisan

1. Mengetahui anatomi dan fisiologi kulit.

2. Mengetahui reseptor-reseptor saraf yang terdapat pada kulit.

3. Mengetahui reseptor yang terdapat pada otot dan sendi.

4. Memahami tentang suplai darah pada otak.

5. Mengetahui pembuluh darah di otak.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Anatomi dan Fisiologi kulit

Kulit merupakan pembungkus yang elastis yang melindungi tubuh dari


pengaruh lingkungan yaitu sebagai pelindung tubuh terhadap bahaya bahan kimia
serta menjaga keseimbangan tubuh terhadap lingkungan. Kulit merupakan
3ransvers bagi seseorang untuk memperoleh kesan umum dengan melihat
perubahan yang terjadi pada kulit. Misalnya menjadi pucat, kekuning-kuningan,
kemerah-merahan atau suhu kulit meningkat, memperlihatkan adanya kelainan
yang terjadi pada tubuh gangguan kulit karena penyakit tertentu.

Kulit juga merupakan alat tubuh yang terberat dan terluas ukurannya, yaitu
15% dari berat tubuh dan luasnya 1,50-1,75 m2 .rata-rata tebal kulit 1-2 ml. paling
tebal (6 mm) terdapat di telapak tangan dan kaki. Dan paling tipis (0,5 mm)
terdpat di penis.

Kulit berperan dalam termoregulasi dengan cara menghasilkan keringat


sehingga mendinginkan tubuh atau dengan membatasi peredaran darahnya,
sehingga mempertahankan panas. Penampakannya sangat bervariasi diseluruh
tubuh, mulai dari 3ransver 3rans, kulit berambut lebat, sampai kulit mulus tak
berambut di telapak tangan dan telapak kaki. Yang dikenal sebagai kulit glabrus.
(Kata itu berasal dari kata Latin glaber, ‘mulus, botak’) kulit terdiri atas jaringan
subkutan, dermis, dan epidermis, serta mengandung berbagai macam reseptor
yang tersebar di seluruh lapisan ini. Kulit glabrus mengandung campuran reseptor
yang kompleks, yang mencerminkan fakta bahwa kita menggunakan telapak
tangan dan permukaan dalam jari-jari kita untuk secara aktif mengeksplorasi
lingkungan. Kita menggunakan tangan dan jari untuk memegang dan menyentuh
benda-benda. Sebaliknya, bagian-bagian lain tubuh kita saling berkontak dengan
benda-benda lain yang menyentuhnya.

3
B. Reseptor-reseptor Saraf pada Kulit

Perasaan pada kulit adalah perasaan reseptornya yang berada pada kulit.
Kulit mengandung berbagai jenis ujung sensorik termasuk ujung saraf telanjang
atau bermielin. Pelebaran ujung saraf sensorik terminal dan ujung yang
berselubung ditemukan pada jaringan ikat fibrosa dalam. Saraf sensorik berakhir
sekitar folikel rambut, tetapi tidak ada ujung yang melebar atau berselubung untuk
persarafan kulit.

Penyebaran kulit pada berbagai bagian tubuh berbeda-beda dan dapat


dilihat dari ke empat jenis perasaan yang dapat ditimbulkan dari daerah-daerah
tersebut. Pada pemeriksaan histology, kulit hanya mengandung saraf telanjang
yang berfungsi sebagai mekanoreseptor yang memberikan respon terhadap
rangsangan raba ujung saraf sekitar folikel rambut menerima rasa raba dan
gerakan rambut menimbulkan perasaan (raba taktil). Walaupun reseptor sensorik
kulit kurang menunjukkan 4rans khas, tetapi secara fisiologis fungsinya spesifik.
Satu jenis rangsangan dilayani oleh ujung saraf tertentu dan hanya satu jenis
perasaan kulit yang disadari. Pada organ sensorik kulit terdapat empat perasaan
yaitu rasa raba-tekan, dingin, panas dan sakit.

4
Tabel : Kategori-kategori reseptor kulit

Ukuran Dan Sifat Identitas


Letak Reseptor Fungsi Reseptor
Medan Reseptif Reseptor
Tepian kecil, tajam Cakram Merkel Kulit berambut Deteksi bentuk dan
dan glabrus kekerasan, terutama oleh
ujung jari
Tepian besar, luas Korpuskula Kulit berambut Deteksi gaya statik pad
Ruffini dan glabrus kulit,perentangan
kulit,propriosepsi
Tepian kecil, tajam Korpuskula Kulit glabrus Deteksi kontur ujung,
meissner stimulus serupa-barille,
terutama oleh ujung jari
Tepian besar, luas Korpuskula Kulit berambut Deteksi
paccini dan glabrus getaran,informasi dari
ujung benda memanjang
yang dipegang,misalnya
perkakas
Ujung folikel Dasar folikel Deteksi gerakan rambut
rambut rambut
Ujung saraf Kulit berambut Deteksi stimulus termal
bebas dan glabrus (dingin atau panas,)
stimulus tak
menyenangkan
(nyeri),geli
Ujung saraf Kulit berambut Deteksi sentuhan
bebas menyenangkan dari
elusan halus dengan
benda lembut

5
Gambar-gambar reseptor pada kulit.

I. Sentuhan / Tekan

Stimulus yang menyebabkan getaran di kulit atau perubahan tekanan


padanya (stimulus taktil) di deteksi oleh mekanoreseptor dan beberapa jenis

6
ujung saraf bebas. Kebanyakan peneliti percaya bahwa ujung saraf yang
terselubung kapsul hanya berperan memodifikasi stimulus fisik yang
ditrasnduksikan oleh 7ransver-dendrit yang berada di dalamnya. Sebagian besar
informasi mengenai stimulus taktil terletak secara persis-dengan kata lain, kita
dapat mempersepsi lokasi di kulit tempat kita disentuh.

Para peneliti menyimpulkan bahwa, selain mengantarkan informasi


mengenai stimulus tidak menyenangkan dan suhu, akson-akson tak termyelinasi
berukuran kecil menyusun sebuah 7ransv untuk sentuhan 7ransv yang mungkin
mendasari respons emosional, hormonal, dan afiliatif terhadap sentuhan lembut
kulit dengan kulit antara individu’ (Olausson et all. 2002, hal 900).

Olausson dan kolega-koleganya (Loken et al.,2009) menyadari bahwa


ujung-ujung sensoris yang mendeteksi elusan menyenangkan ditemukan hanya di
kulit berambut, dan bahwa mengelus kulit glabrus tidak menghasilkan sensasi ini.
Akan, tetapi stimulus taktil menyenangkan yang dapat dialami melalui kulit
glabrus di telapak tangan dan jari- isalnya, stimulus dari mengelus hewan berbulu
yang hangat ataupun menyentuh bayi atau kekasih. Ketika kulit berambut
bersentuhan dengan kulit orang lain, lebih mungkin hal itu karena orang tersebut
yang menyentuh kita. Sebaliknya, sewaktu kulit glabrus kita bersentuhan dengan
kulit orang lain, lebih mungkin itu karean kita yang menyentuh mereka. Dengan
demikian, kita dapat menduga reseptor-reseptor di kulit berambut memberikan
sensasi menyenangkan sewaktu orang lain mengelus-elus kita, tetapi kita duga
reseptor-reseptor di kulit glabrus memberikan sensasi menyenangkan sewaktu kita
mengelus orang lain.

Indra–indra kutan kita jauh lebih sering digunakan untuk menganalisis


bentuk dan tekstur objek-objek stimulus yang bergerak 7ransver terhadap
permukaan kulit. Terkadang, objek itu sendiri yang bergerak, namun yang lebih
sering, kitalah yang bergerak. Bila saya tempatkan suatu benda di telapak tangan
anda dan meminta anda tidak menggerakan tangan, Anda akan kesulitan
mengenali benda itu hanya dari sentuhan saja. Bila saya bilang Anda sekarang

7
boleh menggerakan tangan, Anda akan memanipulasi benda itu, seperti bentuk
berdimensi-tiga, kepadatan, tekstur, licin tidaknya dan lain-lain. Jelaslah, 8ransv
motorik Anda pasti bekerja sama dan Anda butuh sensasi kinesti dari otot dan
sendi, selain informasi dari kulit. Bila Anda menekan objek itu dan merasakan
banyak tekanan berlokasi terbatas sebagai balasannya, berarti benda itu keras. Bila
Anda merasakan tekanan yang tidak terlalu kencang dan lebih luas, benda itu
lunak. Bila benda itu menghasilkan getaran sewaktu bergerak melintasi tonjolan
jari-jari Anda, berarti benda itu keras. Bila tidak banyak upaya yang diperlukan
untuk menggerakkan benda itu seraya menekannya ke kulit, benda itu licin. Bila
benda itu tidak menghasilkan getaran sewaktu bergerak melintasi kulit Anda,
melainkan bergerak tersendat-sendat, dan sulit melepaskan jari Anda dari
permukaanya, benda itu lengket. Dengan, demikian somatosensori kita bekerja
secara dinamis bersama 8ransv motorik guna menyedikan informasi bermanfaat
mengenai sifat benda-benda yang bersentuhan dengan kulit kita.

Korpuskulus yang berfungsi untuk menerima rangsangan tekanan yang


dalam adalah Korpuskula Paccini. Korpuskula Pacini (vater pacini) ditemukan di
jaringan subkutan pada telapak tangan, telapak kaki, jari, puting, periosteum,
mesenterium, tendon, ligamen dan genetalia eksterna. Bentuknya bundar atau
lonjong, dan besar (panjang 2 mm, dan diameter 0,5 – 1 mm). Bentuk yang paling
besar dapat dilihat dengan mata telanjang, karena bentuknya mirip bawang.

Setiap korpuskulus disuplai oleh sebuah serat bermielin yang besar dan
juga telah kehilangan sarung sel schwannya pada tepi korpuskulus. Akson saraf
banyak mengandung mitokondria. Akson ini dikelilingi oleh 60 lamela yang
tersusun rapat (terdiri dari sel gepeng). Sel gepeng ini tersusun bilateral dengan
dua alur longitudinal pada sisinya.

II. Suhu

Perasaan panas dan dingin adalah relatif tidak mutlak, kecuali bila
ekstrem. Ada tingkat suhu yang pada wilayah tertentu di kulit akan menghasilkan
sensasi netralitas suhu tidak panas atau dingin. Titik netral ini bukanlah nilai

8
mutlak, melainkan bergantung pada riwayat stimulasi suhu sebelumnya di daerah
itu. Bila suhu suatu wilayah kulit dinaikkan beberapa derajat, perasaan panas di
awal lantas digantikan oleh perasaan netral. Bila suhu kulit diturunkan ke nilai
awalnya, sekarang rasanya dingin. Dengan demikian, peningkatan suhu
menurunkan kepekaan reseptor panas dan menaikkan kepekaan reseptor dingin.
Hal sebaliknya berlaku untuk penurunan suhu kulit. Adaptasi terhadap suhu
setempat ini dapat dengan mudah ditunjukkan dengan cara menempatkan satu
tangan ke sumber air hangat dan tangan yang satu lagi dalam seember air dingin,
sampai adaptasi telah berlangsung. Bila anda kemudian secara bersamaan
merendam kedua tangan di air bersuhu ruangan, air itu akan terasa hangat di satu
tangan dan dingin di tangan yang satu lagi.

Ada dua kategori reseptor : yang merespons panas dan yang merespons
dingin. Sensor dingin di kulit terletak tepat di bawah epidermis tepatnya di
korpuskula Krause. Korpuskulus 9krause (gelembung) ditemukan di daerah
mukokutis (bibir dan genetalia eksterna), pada dermis dan berhubungan dengan
rambut. Korpuskel ini berbentuk bundar dengan diameter sekitar 50 mikron.
Mempunyai sebuah kapsula tebal yang menyatu dengan endoneurium. Di dalam
korpuskulus, serat bermielin kehilangan 9ransv dan cabangnya tetapi tetap
diselubungi dengan sel 9ransve. Seratnya mungkin bercabang atau berjalan spiral
dan berakhir sebagai akhir saraf yang menggelembung sebagai gada. Korpuskel
ini jumlahnya semakin berkurang dengan bertambahnya usia. Korpuskel ini
berguna sebagai mekanoreseptor yang peka terhadap dingin. Sementara sensor
panas terletak lebih dalam di kulit tepatnya di korpuskula ruffini. Korpuskulus ini
ditemukan pada jaringan ikat termasuk dermis dan kapsula sendi. Mempunyai
sebuah kapsula jaringan ikat tipis yang mengandung ujung akhir saraf yang
menggelembung. Korpuskulus ini merupakan mekanoreseptor, karena mirip
dengan organ tendo golgi. Korpuskulus ini terdiri dari berkas kecil serat tendo
(fasikuli intrafusal) yang terbungkus dalam kapsula berlamela. Akhir saraf tak
bermielin yang bebas, bercabang disekitar berkas tendonya. Korpuskulus ini
terangsang oleh regangan atau kontraksi otot yang bersangkutan juga untuk

9
menerima rangsangan panas. Informasi dari sensor dingin diantarkan ke SSP oleh
serat-serat A yang termyelinasi tipis, sedangkan informasi dari sensor panas
diantarkan ke serat-serat yang tidak termyelinasi. Kita dapat mendeteksi stimulus
suhu dengan kisaran yang sangat luas, mulai dari kurang dari 8o C (dingin
menyengat) sampai lebih dari 52o C panas menyengat). Para peneliti telah lama
percaya bahwa tidak ada reseptor tunggal yang dapat mendeteksi kisaran suhu
sebesar itu dan penelitian-penelitian terbaru mendukung hal tersebut. Saat ini kita
mengetahui enam termoreseptor mamalia—semua anggota family TRP (Bandell,
Machperson, dan Patapoutian, 2007: Romanovsky, 2007).

Sejumlah reseptor suhu merespons terhadap zat-zat kimia tertentu maupun


perubahan suhu. Misalnya, M pada TRPM8 adalah mentol, senyawa yang
ditemukan di banyak anggota family daun mint. Seperti yang kita ketahui bahwa
peppermint terasa dingin di mulut, dan mentol ditambahkan ke sejumlah rokok
untuk membuat asapnya terasa lebih dingin (dan barangkali sebagai upaya
membohongi perokok agar berpikir bahwa asapnya tidak terlalu membahayakan
dan merusak paru-paru). Mentol memberikan sensasi dingin karena berikatan
dengan dan menstimulasi reseptor TRPM8 dan menghasilkan aktivitas neuron
yang diterjemahkan otak sebagai rasa dingin. Seperti yang akan kita lihat dalam
sub-bagian berikutnya, zat-zat kimia juga dapat menghasilkan sensasi panas.

III.Nyeri

Penjelasan untuk nyeri berbeda dari penjelasan untuk suhu dan tekanan;
nyeri adalah sensasi yang sangat kompleks. Jelaslah bahwa kewaspadaan kita
akan nyeri dan reaksi emosional kita terhadapnya dikontrol oleh mekanisme-
mekanisme dalam otak. Reseptor pada kulit yang berfungsi merasakan nyeri yaitu
korpuskula ujung saraf terbuka. Serat saraf sensorik aferen berakhir sebagai ujung
akhir saraf bebas pada banyak jaringan tubuh dan merupakan reseptor sensorik
utama dalam kulit. Serat akhir saraf bebas ini merupakan serat saraf yang tak
bermielin, atau serat saraf bermielin berdiameter kecil, yang semua telah
kehilangan pembungkusnya sebelum berakhir, dilanjutkan serat saraf terbuka

10
yang berjalan di antara sel epidermis. Sebuah serat saraf seringkali bercabang-
cabang banyak dan mungkin berjalan ke permukaan, sehingga 11ransv mencapai
stratum korneum. Serat yang berbeda mungkin menerima perasaan raba, nyeri dan
suhu. Sehubungan dengan folikel rambut, banyak cabang serat saraf yang berjalan
longitudinal dan melingkari folikel rambut dalam dermis.

Beberapa saraf berhubungan dengan jaringan epitel khusus. Pada


epidermis berhubungan dengan sel folikel rambut dan mukosa oral, akhir saraf
membentuk badan akhir seperti lempengan (diskus atau korpuskel merkel).Badan
ini merupakan sel yang berwarna gelap dengan banyak juluran sitoplasma. Seperti
mekanoreseptor badan ini mendeteksi pergerakan antara keratinosit dan
kemungkinan juga gerakan epidermis sehubungan dengan jaringan ikat di
bawahnya. Telah dibuktikan bahwa beberapa diskus merkel merespon rangsangan
getaran dan juga resepor terhadap dingin. Misalnya, gigi kita dapat dicabut tanpa
rasa nyeri bila kita dihipnosis, yang tidak berefek terhadap kepekaan reseptor
nyeri. Stimulus yang menimbulkan nyeri juga cenderung memicu respons pelarian
diri dan penarikan diri khas-spesies. Secara subjektif stimulus-stimulus ini
melukai, dan kita berusaha keras untuk menghindari atau kabur dari stimulus-
stimulus tersebut. Akan tetapi, terkadang kita lebih baik mengabaikan nyeri dan
terus melanjutkan tugas-tugas penting. Bahkan, otak kita memiliki berbagai
mekanisme yang dapat mengurangi nyeri, sebagian melalui kerja opioid-opioid
endogenus.

Penerimaan nyeri, seperti penerimaan suhu, dilakukan oleh jejaring ujung


saraf bebas di kulit. Tampaknya ada setidaknya tiga jenis reseptor nyeri (biasanya
disebut sebagai nosiseptor, atau ‘detektor stimulus tidak menyenangkan’).
Mekanoreseptor-mekanoreseptor berambang-tinggi adalah ujung-ujung saraf
bebas yang merespons tekanan hebat, yang mungkin disebabkan oleh sesuatu
yang menghantam, merentangkan, atau mencubit kulit. Jenis kedua ujung saraf
bebas tampaknya merespons terhadap ekstrem panas, asam, dan keberadaan
kapsaisin, bahan aktif pada cabai. (Perhatikan bahwa rasa ‘pedas’ yang
ditimbulkan cabai sejalan dengan rasa ‘panas’). Jenis serat ini mengandung

11
reseptor-reseptor TRPVI (Kress dan Zeilhofer, 1999). V adalah singkatan dari
vanilaloid—sekelompok zat kimia yang juga mencakup kapsaisin.

Selain tipe lain serat nosiseptif mengandung reseptor-reseptor TRPAI,


yang seperti kita lihat sebelumnya di bab ini, ditemukan di silia sel-sel rambut
auditoris dan vestibular. Reseptor TRPAI peka terhadap iritan tengik yang
ditemukan di minyak mustar, minyak wintergreen, lobak pedas, dan bawang putih
serta terhadap berbagai iritan di lingkungan, termasuk yang ditemukan di asap
knalpot dan gas air mata (Bautista et al, 2006, Nilius et al, 2007). Fungsi utama
reseptor ini tampaknya adalah menyediakan informasi mengenai keberadaan zat-
zat kimiawi yang menimbulkan peradangan.

C. Reseptor yang terdapat pada otot dan sendi


Terdapat beberapa reseptor sensori yang menyampaikan informasi tentang
lingkungan dalam dan lingkungan luar ke 12ransv saraf pusat (SSP) tetapi tidak
semuanya bekerja di atas kesadaran. Contohnya, gelendong otot memberikan
informasi tentang panjang otot serta contoh lainnya yaitu reseptor-reseptor lain
memberikan informasi tentang tekanan darah arteri, level oksigen dan karbon
dioksida dalam darah, ataupun pH cairan serebrospinal. Reseptor sensori dapat
dikatakan sebagai transduser yang mengubah berbagai bentuk 12ransv di
lingkungan menjadi potensial aksi di neuron sensori. Reseptor cutaneous untuk
rabaan dan tekanan adalah mekanoreseptor.
Reseptor yang terletak di otot, tendon, dan sendi untuk menyampaikan
informasi tentang panjang dan tegangan otot adalah Proprioseptor. Proprioseptor
adalah reseptor indera yang didistribusikan diseluruh otot rangka dan tendon.
Regangan atau konstraksi otot memacu reseptor ini untuk mengawali impuls saraf.
Pada gilirannya hal tersebut memungkinkan otak untuk menentukan keadaan
kontraksi otot tersebut. Gerak otot kompleks tersebut misalnya seperti yang
terlibat pada magnetik, menangkap bola dan menggesek biola akan mustahil tanpa
proprioseptor. Aksi berbagai otot yang terkoordinasi dan waktunya sesuai,
membutuhkan bahwa otak harus secara terus menerus diberikan informasi
mengenai otot masing-masing.

12
Suatu aktivitas yang dilakukuan sehari-hari berhubungan dengan
keseimbangan tubuh terhadap gravitasi bumi (propioreseptor) mata/indera
penglihatan menjadi salah satu 13ransv pendukung utama berjalannya rangsangan,
sehingga diteruskan ke 13ransv saraf otak. Karena mata berfungsi untuk
menerima rangsangan berupa cahaya dan akan diteruskan ke otak untuk kemudian
diterima oleh efektor yang kemudian akan dapat mengendalikan 13ransv
keseimbangan. Posisi tubuh tertentu dapat dijaga secara spontan dengan
menyertakan otot-otot antagonis dan propioreseptor. Dalam posisi ini penting
dalam aktivitas fisik, seperti berjalan, berdiri, dan berjalan.

D. Suplai Darah pada Otak

Suplai darah serebral berasal dari arteri karotis interna dan arteri
vertebralis. Arteri karotis interna pada kedua sisi menghantarkan darah ke otak
melalui percabangan utamanya, arteri serebri media dan arteri serebri anterior
serta arteri khoroidalis anterior (sirkulasi anterior). Kedua, arteri vertebralis
bergabung di garis tengah pada batas kaudal pons untuk membentuk arteri
basilaris, yang menghantarkan darah ke batang otak dan 13ransverse, serta
sebagian hemisfer serebri melalui cabang terminalnya, arteri serebri posterior
(sirkulasi posterior). Sirkulasi anterior dan posterior berhubungan satu dengan
lainnya melalui sirkulus arteriosus Willisi. Terdapat pula banyak hubungan
anastomosis lain diantara arteri-arteri yang mendarahi otak, dan antara sirkulasi
13ransverses13 dan ekstrakranial: sehingga oklusi pada sebuah pembuluh darah
besar tidak selalu menimbulkan stroke karena jaringan otot dibagian distal oklusi
mungkin mendapatkan perfusi yang adekuat dari pembuluh darah kolateral.

Darah vena otak mengalir dari vena profunda serebri dan vena superfisialis
serebri menuju sinus venosus dura mater, dan dari sini menuju ke vena jugularis
interna kedua sisi.

Suplai darah 13ransve spinalis terutama diperoleh dari arteri spinalis


anterior yang tidak berpasangan dan sepasang arteri spinalis posterolateralis.
Arteri spinalis anterior menerima kontribusi dari berbagai arteri segmentalis.

13
Seperti pada otak, 14ransve spinalis dapat mengalami kerusakan akibat
perdarahan atau iskemia yang berasal dari arteri atau vena.

E. Pembuluh Darah Otak


1. Arteri Otak
Empat pembuluh darah yang besar menyuplai otak dengan darah; arteri karotis
interna kanan dan kiri serta arteri vertebralis kanan dan kiri. Arteri karotis interna
memiliki 14ransve yang besar pada kedua sisi, tetapi kedua arteri vertebralis
sering memiliki ukuran yang berbeda pada seorang individu. Semua arteri yang
menyuplai otak saling berhubungan secara anastomosis di dasar otak melalui
sirkulus arteriosus Willisi. Pembuluh darah tersebut juga saling berhubungan di
ekstrakranial melalui cabang-cabang kecil di otot dan jaringan ikat, yang dapat
menjadi penting pada proses patologis tertentu yang mengenai pembuluh darah,
tetapi terlalu kecil untuk dapat dilihat.

Struktur di fosa kranii anterior dan fosa kranii media terutama disuplai oleh
arteri karotis interna (yang disebut sirkulasi anterior), sedangkan struktur di fosa
kranii posterior diperdarahi oleh arteri vertebralis (yang disebut sirkulasi
posterior).

Arteri karotis komunis. Salah satu cabang termina arteri karotis komunis
adalah arteri karotis interna yang pada sisi kanan, berasal dari arkus aorta dalam
suatu trunkus komunis (brakhiosefalikus) bersama arteri subklavia dekstra
(gambar 11.1). Arteri karotis komunis sinistra biasanya langsung berasal dari
arkus aorta, tetapi banyak terdapat variasi anatomis. Pada 20% individu, arteri
karotis komunis sinistra berasal dari trunkus brkhiosefalikus sinistra.

Arteri karotis interna berasal dari bifurkasio arteri karotis komunis setinggi
kartilago tiroidea dan berjalan naik ke basis kranii tanpa membentuk cabang.
Arteri ini berjalan melewati kanalis karotikus ossis petrosi, yang dipisahkan dari

14
telinga tengah hanya oleh dinding tulang yang tipis, dan kemudian memasuki
sinus kavernosus (gambar11.1).

Hubungan anastomosis arteri otak dengan arteri karotis eksterna.


Cabang kedua arteri karotis komunis, arteri karotis eksterna, menyuplai jaringan
leher dan wajah. Arteri ini menbuat banyak hubungan anastomonis dengan arteri
eksterna kontralateral, serta dengan arteri vertebralis dan arteri teritori
15ransverses15 arteri karotis interna (misalnya melalui arteri oftalmika) atau
trunkus inferolateralis. Hubungan tersebut dapat berdilatasi bila terjadi stenosis
atau oklusi pregresif lambat pada arteri karotis interna sehingga dapat menjamin
persediaan darah ke otak secara kontinu.

Arteri vertebralis. Arteri vertebralis berasal dari subklavia masing-masing


sisi dan sering memiliki 15ransve yang berbeda pada kedua sisi. Arteri vertebralis
sinistra jarang berasal langsung dari arkus aorta. Arteri vertebralis berjalan naik di
leher dalam kanal tulang yang dibentuk oleh foramina transversae vertebrae
servikalis, yang dimasuki oleh arteri tersebut setinggi C6 (tidak melewati foramen
transversum C7). Setinggi atlas (C1), arteri ini meninggalkan kanal tulang dan
melengkung mengelilingi massa lateral atlas dibagian dorsal dan medial,
menempati sulkus arteria vertebralis di permukaan atas arkus posterior C1.
Pembuluh ini kemudian berhalan 15ransve ventral di antara oksiput dan atlas dan
melewati 15ransver atlanto-oksipitalis. Pembuluh ini biasanya menembus dura
meter setinggi foramen magnum.

Diruang 15ransverses15, arteri vertebralis melengkung 15ransve 15ransv dan


15ransve mengelilingi batang otak, kemudian bergabung dengan arteri vertebralis
kontralateral didepan bagian kaudal pons untuk membentuk arteri basilaris. Arteri
vertebralis membentuk banyak cabang ke otot dan jaringan lunak leher; cabang
15ransverses15 utamanya adalah arteri inferior posterior serebeli (PICA) dan
arteri spinalis anterior (gambar 11.2). Tempat berasalnya PICA adalah tepat di
distal lokasi masuknya arteri vertebralis ke ruang 15ransverses15; ruktur

15
ancurisme pada tempat bersalnya PICA dengan demikian dapat terjadi
ektrakranial dan meskipun demikian dapat menyebabkan perdarahan
16ransverses16. Cabang arteri vertebralis ke 16ransve spinalis memiliki anatomi
yang berfariasi. Pembuluh darah ini menyuplai darah ke bagian atas 16ransve
spinalis servikalis dan membentuk anastomosis dengan arteri spinalis segmentalis
yang berasal dari bagian proksimal arteri vertebralis, dan dengan arteri di leher.

Gambar: arteri pada basis kranii

Arteri Fosa Kranialis Anterior Dan Media

Arteri Karotis Interna (ICA). Setelah keluar dari kanalis karotikus, arteri karotis
interna berjalan kea rah rostral, bersebelahan dengan klivus dan di bawah
duramater, ke sinus kavernosus. Arteri ini melengkung ke atas dank e belakang di
dalam sinus kavernosus, membentuk suatu lengkung yang terbuka 16ransve
posterior. Cabang-cabang ekstradural, yang halus dari arteri karotis interna
memperdarahi dasar kavitas timpani, dura mater klivus, ganglion semilunare, dan
kelenjar hipofisis.

16
Pembagian cabang-cabang arteri karotis interna yaitu:

a. Arteri oftalmika
b. Arteri komunikans posterior
c. Arteri khoroidalis anterior
d. Arteri serebri media
e. Arteri serebri anterior

Gambar: cabang arteri serebri media pada konveksitas otak

Arteri Fosa Posterior

Arteri vertebralis. Tepat setelah memasuki dura mater, arteri vertebralis


bercabang ke medulla spinalis cervikalis. Anatomi vascular pada area ini
bervariasi, tetapi arteri spinalis anterior hamper selalu berasal dari bagian
intradural arteri vertebralis. Cabang terbesar dari arteri vertebralis adalah arteri
inferior posterior serebeli (PICA). Dan berasal dari bagian intraduralny, tepat
sebelum arteri vertebralis bergabung dengan sisi kontra laterl untuk membentuk
arteri basilaris. PICA menyuplai bagian basal hemisfer serebeli, bagian bawah
vermis, sebagian nuclei serebeli, dan plexus khoroideus ventrikel ke empat, serta
bagian dorso lateralis medulla.

Arteri basilaris. Berasal dari penggabungan arteri vertebralis kanan dan kiri di
depan batang otak setinggi pons bawah. Cabang utamanya adalah 2 pasang arteri
serebeli dan arteri serebli posterior. Arteri basilaris juga membentuk banyak

17
cabang arteri porforantes yang kecil ke batang otak- rami paramediani serta rami
sirkumferensiales breves dan longi. Cabang mayor pertama arteri basilaris adalah
arteri inferior anterior serebeli (AICA) yang menyuplai flokulus serebeli teritori
PICA ipsilateral: pada beberapa individu, bagian hemisfer serebeli yang biasanya
disuplai oleh PICA justru disuplai oleh AICA. AICA juga membentuk cabang
arteri labirinti ke telinga dalam.

Arteri serebri posterior (PCA) memiliki hubungan baik dengan sirkulasi


anterior maupun sirkulasi posterior. Sebagian besar darah yang mengalir
didlamnya biasanya berasal dari basilar tip, tetapi juga terdapat sedikit kontribusi
arteri karotis interna melalui arteri komunikans posterior.

1. Vena Otak

Vena Otak Superfisial dan Profunda. Vena-vena otak tidak seperti pada bagian
lainnya, tidak berjalan bersama dengan arteri. Teritori arteri selebri tidak sama
dengan area drainase vena selebral. Darah vena dari parenkim otak melewati
ruang 18ransverses18 dan ruang subdural didalam vena kortikal yang pendek
memiliki anatomi 18ransver sama : vena-vena tersebut meliputi / vena
anastomotika superior, vena dorsalis superior selebri, vena media superfisialis
selebri dan vena astomotika inferior.

18
Darah vena dari 19ransv otak yang dalam, termasuk ganglia basalia dan
19ransve, mengalir ke sepasang vena interna selebri dan sepasang vena basalis
rosenthlm. Vena interna serebri terbentuk oleh gabungan vena-vena septum
pelusidum (vena septalis) dengan vena talamostriata. Keempat vena ini, dari
kedua sisi, bergabung di belakang splenium untuk membentuk vena magna serebri
Galen.

Sinus Dura

Vena-vena superfisialis dan profundas serebri mengalir kedalam sinus


fenosus kranialis yang terbentk oleh lipatan ganda 19ransver dura dalam.
Sebagian besar drainasevena dari konfeksitas serebral berjalan dari depan ke
belakang di sinus sagitalis superior, yang berjalan di garis tengah di sepanjang
perletakan falks serebri. Pada titik di belakang kepala tempat falks serebri
bergabung dengan tentorium sinus sagitalis superior bergabung dengan sinus
rektus, yang berjalan di garis tengah di sepanjang perletakkan pentorium dan
membawah darah dari region otak yang dalam. Darah vena dari sinus sagitalis
superior dan sinus rektus kemudian didistribusikan ke kedua sinus 19ransverses di
dalam torcular Herophili, dari masing-masing sinus 19ransverses, darah mengalir
ke dalam sinus sigmoideus, yang kemudian berlanjut di bawah foramen jugulare
sebagai vena jugularis interna. Sinus umumnya asimetris, da nada beberapa fariasi
natomis pola drainase vena di region torcular.

19
Darah dari otak tidak hanya mengalir ke system jugularis interna, tetapi
juga, melalui fleksus pterigoideus, kedalam system vena viserokraium. Sinus
kavernosus yang terbentuk oleh lipatan ganda dura mater di dasar tengkorak, juga
mengalirkan sebagian darah vena dari region basal otak. Sinus ini terutama
menerima darah dari lobus temporalis da dari ortiba (melalui vena oftalmika
inverior dan vena oftalmika superior). Vena tersebut mengaril ke beberapa kanal
vena. Salah satu diantaranya adalah sinus sigmoideus, yang dihubungkan dengan
sinus kavernosus oleh sinus petrosus superior dan inverior. Sebagian darah juga
memeasuki fleksus pterigoideus.

Peningkatan tekanan vena yang patologis di sinus kavernosus, mislnya, yang


disebabkan oleh rupture aneurisma arteri karotis interna intakavernosus,
menyebabkan perubahAn aliran vena tersebut, menimbulkan kemosis dan
eksotalmos.

20
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Perasaan pada kulit adalah perasaan reseptornya yang berada pada kulit. Kulit
mengandung berbagai jenis ujung sensorik termasuk ujung saraf telanjang atau
bermielin. Korpuskulus yang berfungsi untuk menerima rangsangan tekanan yang
dalam adalah Korpuskula Paccini. Sensor dingin di kulit terletak tepat di bawah
epidermis tepatnya di korpuskula Krause. Sensor panas terletak lebih dalam di
kulit tepatnya di korpuskula ruffini. Dan, penerimaan nyeri dilakukan oleh
jejaring ujung saraf bebas di kulit. Reseptor yang terletak di otot, tendon, dan
sendi untuk menyampaikan informasi tentang panjang dan tegangan otot adalah
Proprioseptor.

Suplai darah serebral berasal dari arteri karotis interna dan arteri vertebralis.
Semua arteri yang menyuplai otak saling berhubungan secara anastomosis di
dasar otak melalui sirkulus arteriosus Willisi. Pembuluh darah otak yaitu arteri
otak dan vena otak.

B. Saran

21
DAFTAR PUSTAKA

22