Você está na página 1de 5

ASUHAN KEBIDANAN PERSALINAN DAN BAYI BARU LAHIR FISIOLOGIS

( ANALISA JURNAL)

Oleh
Ni Putu Meri Santika
P07124215041

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEBIDANAN
2017
ANALISA JURNAL
A. Judul Penelitian : Comparison Between Massage And Music Therapies To Relieve The
Severity Of Labor Pain
B. Latar Belakang Penelitian :
Selama persalinan, wanita akan mengalami intensitas rasa sakit dan stres tingkat tinggi
yang dapat mempengaruhi ibu dan neonatus. Obat penghilang rasa sakit sebelumnya telah
digunakan untuk wanita yang akan melahirkan anak, tetapi saat ini, karena beberapa keterbatasan
yang diketahui dan efek samping yang serius, maka metode nonfarmakologis seperti terapi pijat
dan musik sedang gencar dianjurkan. Uji klinis ini dilakukan untuk membandingkan efek terapi
pijat dan musik pada tingkat keparahan nyeri persalinan di provinsi Ilam di Iran barat.
Nyeri persalinan adalah perhatian utama bagi setiap wanita hamil karena kegagalan untuk
meredakannya mungkin memiliki dampak yang besar pada hasil kelahiran. Nyeri persalinan yang
tidak ada hentinya mempengaruhi karakteristik klinis seorang ibu termasuk curah jantungnya,
tekanan darah, laju pernapasan, konsumsi oksigen dan tingkat katekolamin, yang semuanya dapat
berbahaya baik bagi ibu dan bayi. Nyeri persalinan bisa mengakibatkan hilangnya kontrol emosi
yang mengarah ke gangguan keadaan pikiran. Nyeri persalinan juga disertai oleh rasa takut, yang
berkaitan dengan kemajuan persalinan yang lebih lambat, yang mengarah ke peningkatan tingkat
operasi caesar. Telah dilaporkan bahwa 60% dari primipara dan 40% dari wanita multipara
mengalami nyeri persalinan sangat parah pada fase aktif, dan hingga 40% dari wanita bersalin
tidak puas dengan nyeri setelah menerima obat analgesik.
Intensitas nyeri persalinan dan tanggapan setiap wanita yang melahirkan menjadi sangat
bervariasi. Di Amerika Serikat, 63% dari wanita yang disampaikan menerima analgesia epidural
yang dapat, sebagian, karena sikap ibu sebelum persalinan dan preferensi pribadi untuk terlepas
dari nyeri persalinan pervaginam. Dalam hal ini, penting bahwa wanita memahami kelebihan dan
kekurangan berbagai metode penghilang rasa sakit dan membuat keputusan yang tepat. Saat ini,
penghilang rasa sakit medis adalah metode penghilang rasa sakit yang paling umum diterima dan
digunakan dan tidak akan diganti dengan metode non-farmakologis. Mayoritas obat analgesik
untuk menghilangkan nyeri persalinan memiliki efek samping yang serius bagi ibu-ibu, termasuk
cardiac output menurun, distensi kandung kemih dan kala II berkepanjangan. Sebagai alternative,
prosedur perilaku seperti akupunktur, teknik pernapasan dan akupresur, serta musik, sentuhan,
pijat dan terapi aqua, direkomendasikan. Terapi pijat mempengaruhi permukaan kulit, jaringan
lunak, otot, tendon, ligamen dan fasia dengan teknik sistematis manual. Menggunakan mekanisme
endorphin-release, mengendalikan gerbang saraf dan merangsang saraf simpatis, terapi pijat dapat
menyebabkan relaksasi otot. Keuntungan dari terapi pijat untuk wanita usia subur, baik secara fisik
(manipulasi fisik jaringan tubuh lunak) atau psikologis (energi penyembuhan positif yang
memancarkan selama manipulasi ini), luas dan telah didokumentasikan dengan baik dalam bahasa
Persia, Mesir dan peradaban Romawi.
Terapi musik, melalui gangguan indera dan pengurangan konsentrasi rangsangan pasien,
dapat mengurangi kecemasan dan sensai rasa sakit. Relaksasi adalah salah satu efek psikologis
terapi musik yang dapat menurunkan denyut jantung, laju pernapasan dan metabolisme.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efek terapi pijat dan musik pada beratnya
nyeri persalinan.
C. Metode Penelitian : Uji klinis secara acak dilakukan pada tahun 2007
1. Sampel : Secara keseluruhan, 101 wanita hamil yang akan melahirkan di Rumah Sakit
Mustafa Provinsi Ilam di Iran Barat yang diambil secara acak. Pengacakan dilakukan
dengan menggunakan program minimisasi komputerisasi untuk membagi wanita perserta
ke kelompok massage ( n = 51) atau music terapi ( n = 50). Peserta adalah primipara yang
berusia antara 20 dan 30 tahun dengan dilatasi serviks kurang dari 4 cm, dengan usia
kehamilan 37-42 minggu dan dengan presentasi bayi yaitu prentasi kepala dan berat lahir
normal.
2. Cara Pengumpulan Data : Data dikumpulkan menggunakan kuesioner laporan diri dan
Skala Visual Analog (VAS) untuk evaluasi intensitas nyeri, yang berisi enam bagian
berwarna berbeda. Setiap peserta memilih satu warna berdasarkan perasaan intensitas nyeri
sebelum dan setelah setiap intervensi. Validitas dan reliabilitas dari VAS telah dievaluasi
dengan metode test-retest, menguji sifat dari metode itu sendiri termasuk panjang dan
posisi garis, ketersediaan peringkat sebelumnya kepada peserta dan kemampuan
psikomotor dan visual subjek. Sebuah koefisien korelasi 0,89 telah dilaporkan dalam
perbandingan antara instrumen VAS dan Skala nyeri wajah.
3. Cara Pengolahan Data : Ukuran dihitung menggunakan program StatCalc bawah Epi-Info
™ 2002 software statistik (CDC, GA, USA). Data dianalisis dengan uji statistik
nonparametric termasuk Manvitny dan Wilcoxon. Populasi risiko yang timbul juga
dihitung.
D. Hasil Penelitian :
Usia rata-rata ± standar deviasi adalah 21,3 ± 2,9 tahun dan 21,5 ± 3,1 tahun untuk masing-
masing kelompok massage dan terapi musik, dengan perbedaan yang tidak signifikan. Tidak satu
pun dari peserta yang memiliki gelar akademis dan tingkat maksimum pendidikan di kedua
kelompok itu adalah sekolah tinggi (diploma). Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua
kelompok dalam hal tingkat pendidikan. Rerata berat badan ± standar deviasi adalah 63,2 ± 6,3 kg
dan 65,1 ± 7,4 kg untuk kelompok pijat dan terapi musik, masing-masing (p> 0,05). Karakteristik
demografi lain seperti pekerjaan, durasi fase laten dan usia kehamilan hampir identik, dengan tidak
ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Secara keseluruhan, 12 pasien dalam
kelompok terapi musik (24%) dan lima pasien dalam kelompok terapi pijat (10%) menyatakan
kebutuhan untuk beberapa metode penghilang rasa sakit lainnya setelah intervensi.

Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pijat ( massage ) dan terapi musik merupakan suatu
intervensi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri persalinan. Dimana antara pijat dan
terapi musik didapatkan hasil bahwa pijat ( massage ) lebih efektif dalam mengurangi intensitas
nyeri persalinan. Sehingga pijat direkomendasikan sebagai alternatif, metode yang aman dan
terjangkau untuk mengurangi nyeri persalinan dengan menggunakan metode tambahan baik
farmakologis atau nonfarmakologi adalah opsional.
E. Hal yang Menarik dari Jurnal :
Hal yang menarik dari jurnal ini adalah Jurnal ini meneliti tentang dua intervensi
pengurangan nyeri persalinan sekaligus. Dimana sampel yang digunakan adalah primipara
sehingga wanita yang menjadi sampel belum mempunyai pengalaman dalam proses persalinan
maupun cara mengurangi rasa sakit, maka hasil yang didapat akan lebih efektif. Kemudian dalam
penelitian ini intervensi yang dilakukan merupakan metode yang aman bagi ibu dan bayi,tidak
mengganggu kontraksi, terjangkau dan bisa dilakukan oleh siapa saja baik itu petugas kesehatan
maupun keluarga pendamping, sehingga selain untuk mengurangi nyeri persalinan dapat juga
sebagai cara pendamping persalinan untuk memberikan support kepada ibu bersalin.
F. Aplikasi Hasil Penelitian di Indonesia
Terapi Pijat dan terapi musik merupakan salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk
mengurangi nyeri persalinan. Terapi pijat dapat membantu relaksasi pada ibu saat proses
persalinan, memperbaiki sirkulasi darah dan mengembalikan kemampuan berkontraksi.Terapi
musik dapat mengurangi konsentrasi pasien pada stimuli dapat menurunkan kecemasan dan
sensasi rasa sakit. Relaksasi adalah salah satu efek psikologis terapi musik yang dapat menurunkan
denyut jantung, tingkat pernapasan dan metabolisme. Intervensi pengurangan nyeri persalinan
seperti terapi pijat dan terapi music bisa dilakukan ketika ibu sudah memasuki proses persalinan
sejak kala 1 fase laten. Terapi pijat ( massage ) dan terapi music juga bisa dilakukan ketika ibu
masih hamil untuk membantu relaksasi dan memberikan rasa nyaman kepada ibu.