Você está na página 1de 8

ANGGARAN DASAR PKBM

"Kembang Mekar"

PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT PKBM


“Kembang Mekar”

DESA SARKAM SRI PELAYANG ILIR KECAMATAN SAROLANGUN


KABUPATEN SAROLANGUN PROVINSI JAMBI
PERIODE 2013-2016
LAMPIRAN
SURAT KEPUTUSAN RAKER PKBM “SAHABAT KITO” TAHUN 2013
Nomor: 02/PKBM-KM/SRL/2013
Tentang PENGESAHAN ANGGARAN DASAR (AD)
PKBM “KEMBANG MEKAR” PERIODE 2013-2016

ANGGARAN DASAR
PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) “KEMBANG MEKAR”
KECAMATAN SAROLANGUN KABUPATEN SAROLANGUN
PERIODE 2013—2016

MUKADDIMAH

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah


menetapkan PKBM sebagai salah satu satuan Pendidikan Non Formal (PNF). Hal ini
merupakan salah satu penanda bahwa PKBM memiliki posisi strategis dalam
penyelenggaraan PNF atau Pendidikan Luar Sekolah (PLS).
PKBM merupakan tempat belajar yang dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat
dalam rangka usaha meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap, hobi dan bakat warga
masyarakat yang bertitik tolak dari kebermaknaan dan kebermanfaatan program bagi warga
belajar dengan menggali dan memanfaatkan potensi sumberdaya manusia dan sumber daya
alam yang ada di lingkungannya (Sihombing, 2000).
Keberadaan PKBM “Kembang Mekar” sebagai salah satu wadah kegiatan PNFI
yang baru dirintis tahun 2013 di Desa Sarkam Sri Pelayang Ilir Kecamatan Sarolangun
Kabupaten Sarolangun dan kemudian ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Dinas
Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Sarolangun Nomor : 420/P DAN K -
KAB/146/I/2008 Tentang Pembentukan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)
“Sahabat Kito”, serta Surat Izin Operasional PKBM “Kembang Mekar” No. 420/P Dan K
Kab/153/I/2008.
Sebagai salah satu institusi Pendidikan Nonformal/pendidikan masyarakat dan
wadah pembelajaran dari, oleh dan untuk masyarakat, maka PKBM bersifat fleksibel dan
netral. PKBM disebut fleksibel antara lain karena ada peluang bagi masyarakat untuk belajar
apa saja sesuai yang mereka butuhkan. Selanjutnya PKBM bersifat netral, karena tidak
menggunakan atribut Dikmas atau pemerintah. Olen karena itu, semua lembaga/instansi
pemerintah atau swasta, LSM, atau pihak-pihak lain dapat memanfaatkan keberadaan PKBM
sepanjang untuk kepentingan kemajuan masyarakat.
Tujuan PKBM adalah memberdayakan masyarakat untuk kemandirian, melalui
program-program yang dilaksanakan di PKBM, agar dapat membentuk manusia yang
memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap, sedangkan fungsi PKBM sendiri adalah
(Sihombing, 1999):

1. Sebagai wadah pembelajaran artinya tempat warga masyarakat dapat menimba ilmu
dan memperoleh berbagai jenis keterampilan dan pengetahuan fungsional yang dapat
didayagunakan secara cepat dan tepat dalam upaya perbaikan kualitas hidup dan
kehidupannya.
2. Sebagai tempat pusaran semua potensi masyarakat artinya PKBM sebagai tempat
pertukaran berbagai potensi yang ada dan berkembang di masyarakat, sehingga
menjadi suatu sinergi yang dinamis dalam upaya pemberdayaan masyarakat itu
sendiri.
3. Sebagai pusat dan sumber informasi artinya wahana masyarakat menanyakan
berbagai informasi tentang berbagai jenis kegiatan pembelajaran dan keterampilan
fungsional yang dibutuhkan masyarakat.
4. Sebagai ajang tukar-menukar keterampilan dan pengalaman artinya tempat berbagai
jenis keterampilan dan pengalaman yang dimiliki oleh masyarakat yang bersangkutan
dengan prinsip saling belajar dan membelajarkan melalui diskusi mengenai
permasalahan yang dihadapi.
5. Sebagai sentra pertemuan antara pengelola dan sumber belajar artinya tempat
diadakannya berbagai pertemuan para pengelola dan sumber belajar (tutor) baik
secara intern maupun dengan PKBM di sekitarnya untuk membahas berbagai
permasalahan dan kendala yang dihadapi dalam pengelolaan PKBM dan pembelajaran
masyarakat.
6. Sebagai lokasi belajar yang tak pernah kering artinya tempat yang secara terus-
menerus digunakan untuk kegiatan belajar bagi masyarakat dalam berbagai bentuk.

Sebagai satuan pendidikan non formal PKBM “Kembang Mekar”, dalam


melaksanakan tugas dan fungsinya berpedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Nomor 49 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan Oleh Satuan Pendidikan
Nonformal. Penyelenggaraan program/kegiatan pendidikan nonformal yang dijalankan
PKBM mengikuti pedoman dan standar yang berlaku dan tentunya mesti berpedoman kepada
pedoman organisasi yang berupa Anggaran Dasar. Anggaran Dasar sebagai hasil musyawarah
Pengelola PKBM dijadikan pedoman bagi mekanisme Pusat Kegiatan belajar Masyarakat
(PKBM) Kembang Mekar Kecamatan Sarolangun Kabupaten Sarolangun. Angaran Dasar
PKBM “Kembang Mekar” Desa Sarkam Sri Pelayang Ilir Kecamatan Sarolangun Kabupaten
Sarolangun Periode 2013-2016 adalah sebagai berikut:

BAB I

NAMA, WAKTU DAN KEDUDUKAN

Pasal 1

Nama Lembaga adalah Pusat Kegiatan belajar Masyarakat (PKBM) “Kembang Mekar” Desa
Sarkam Sri Pelayang Ilir Kecamatan Sarolangun Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi

Pasal 2
PKBM “Kembang Mekar” dibentuk dan disahkan dengan Surat Keputusan Kepala Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sarolangun Nomor : 420/PDANK- KAB/ 146/I/2008
dan Izin Operasional Nomor : 420/P Dan K Kab/153/I/2008 sampai dengan waktu yang
tidak ditentukan.

Pasal 3
PKBM “Kembang Mekar” berkedudukan di Desa Sarkam Sri Pelayang Ilir Kecamatan
Sarolangun , dan kantor sekretariatnya sekarang bertempat di Desa Sarkam Sri Pelayang Ilir
Kecamatan Sarolangun Kabupaten Sarolangun.

BAB II
AZAS DAN TUJUAN

Pasal 4
Lembaga ini berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sedangkan maksud ialah
: sebagai sarana untuk berpastisipasi didalam pembangunan, khususnya dalam menggali dan
mengembangkan sumber daya. Adapun tujuan dari Lembaga ini adalah untuk meningkatkan
kesejahteraan Masyarakat yang serasi, seimbang, selaras antara kebutuhan material dan
spiritual, untuk mencerdaskan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta Sumber
Daya Manusia (SDM) melalui usaha-usaha yang teratur, terencana dan berkesinambungan
sesuai dengan tujuan pendidikan Nasional.

KEGIATAN
Pasal 5
Untuk mencapai maksud dan tujuan seperti yang tercantum dalam pasal 3 diatas, Lembaga
ini menjalankan usaha-usaha diantaranya :

1. Dalam bidang sosial yang meliputi :


a. Mendirikan dan / atau mengelola lembaga Pendidikan non formal.
b. Mendirikan dan / atau mengelola program pendidikan non formal dan informal yang
meliputi :

 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)


 Pendidikan Kesetaraan (Paket A, Paket B dan Paket C)
 Pendidikan Keaksaraan
 Kursus Wirausaha Desa (KWD)
 Kelompok Belajar Usaha (KBU)
 Taman Bacaan Masyarakat (TBM)
 Life Skill
 Kelompok Usaha Pemuda Produktif (KUPP) serta satuan pendidikan yang sejenis
 Serta Pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta
didik.

c. Sebagai Lembaga Konsultan Pendidikan untuk semua.

KEKAYAAN
Pasal 6
Kekayaan Lembaga diperolah dari :

1. Modal Pangkal sebesar Rp. 10.000.000.00 (Sepuluh Juta Rupiah).


2. Pemberian, sumbangan–sumbangan yang tidak mengikat dari badan–badan
pemerintah maupun swasta dan perorangan.
3. Perolehan yang lain yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar Lembaga
dan/atau peraturan Undang-undang yang berlaku.
4. Semua kekayaan Lembaga harus dipergunakan untuk mencapai dan tujuan Lembaga.

ORGAN LEMBAGA
Pasal 7
Lembaga mempunyai organ yang terdiri dari Pembina/Pengarah (Kepala Cabang
Dinas Pendidikan Kecamatan Sarolangun), Penilik PNFI Kecamatan Sarolangun sebagai
Pengendali, komunikator dan mediator dan Pengurus. Pengurus ini terdiri dari Ketua,
Sekretaris, Bendahara, dan seksi-seksi program.
PENGURUS
Pasal 8
1. Pengurus adalah organ Lembaga yang melaksanakan kepengurusan Lembaga yang
sekurang-kurangnya terdiri dari :
a. Seorang Ketua.
b. Seorang Sekretaris.
c. Seorang Bendahara, dan
d. Seksi-seksi program

TUGAS DAN WEWENANG PENGURUS


Pasal 9
1. Pengurus bertanggungjawab penuh atas kepengurusan Lembaga untuk kepentingan
Lembaga.
2. Pengurus wajib menyusun rencana kerja tahunan.

RAPAT-RAPAT
Pasal 10
Rapat Lembaga terdiri dari rapat pengurus rapat pengawas, rapat evaluasi dan pemantapan
program PNFI .
a. Rapat Pengurus :
1. Rapat pengurus dapat diadakan setiap waktu bila dipandang perlu atas permintaan tertulis
dari satu orang atau lebih pengurus
2. Rapat pengurus diadakan ditempat kedudukan Lembaga atau ditempat kegiatan
Lembaga.
3. Rapat pengurus dipimpin oleh ketua umum.
4. Apabila ketua berhalangan hadir, maka rapat pengurus dipimpin oleh seorang anggota
pengurus yang dipilih oleh dan dari pengurus yang hadir.

PEMBUKUAN DAN PERTANGGUNG JAWAB


Pasal 11
Tahun buku Lembaga adalah tahun almanak dan pertanggung jawaban anggaran
program menjadi tanggung jawab penyelenggara/pengelola program dan laporan
penggunaannya di berikan arsip ke PKBM.

PERUBAHAN ANGGARAN DASAR


Pasal 12
Perubahan anggaran Dasar Lembaga dapat dilakukan atas Keputusan Rapat yang
khusus diadakan untuk keperluan itu dan keputusan harus disetujui oleh sekurang-kurangnya
2/3 dari anggota Pengurus yang hadir.

PEMBUBARAN
Pasal 13
Pembubaran Lembaga ini hanya dapat dilakukan atas dasar keputusan Rapat Dewan
Pengurus yang sengaja diadakan untuk keperluan itu dan dihadiri sedikitnya ¾ dari anggota
penggurus serta disetujui oleh paling sedikit 2/3 dari jumlah anggota penggurus yang hadir,
sedangkan keputusan diambil atas dasar musyawarah dan mufakat, dan pembubaran atau
pemberhentian lembaga PKBM menjadi hak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sarolangun
sebagai Insatansi yang mengeluarkan Izin Operasional dan SK penyelenggaraan PKBM
“Sahabat”.

PENUTUP
Pasal 14
Hal-hal yang belum diatur atau kurang lengkap diatur dalam anggaran Dasar dan
Anggaran Dasar Rumah Tangga ini dapat diputus oleh Dewan Pengurus dan apabila dianggap
perlu dapat diatur dalam Aturan Rumah Tangga atau Peraturan lain yang tidak boleh
bertentangan dengan Anggaran Dasar ini.
Ditetapkan di : Tilamuta
Hari/Tanggal : Senin, 4 Januari 2013
Pukul : 10.00 WIB

PIMPINAN SIDANG PLENO

Ketua :
Sekretaris :
Anggota :