Você está na página 1de 6

MISTERI TRITUNGGAL YANG MAHA ESA

Pengantar

Ajaran misteri Tritunggal adalah puncak ajaran iman Kristiani. Ajaran ini disebut misteri,
karena isinya tidak akan dapat dimengerti secara tuntas oleh budi manusia, bukan karena
berlawanan dengan logika, tetapi karena mengatasi logika manusia. Dari dunia empiris manusia
hanya dapat mengalami: satu kodrat, satu pribadi; sekian banyak pribadi, sekian banyak
kodrat.Satu kodrat tiga pribadi diluar logika manusia.

Begitu sulitnya ajaran Tritunggal, sehingga sekian banyak Konsili digerakkan untuk
merumuskan ajaran Tritunggal yang otentik, antara lain: Konsili Nicea (325), Konstantinopel
(381), Ephesus (431), Chalcedon (451), Toledo (525-532), Lateran IV (1215), Lyon II (1274),
Florence (1439,1445).

TUHAN YANG MAHA ESA

1. Pendekatan di luar wahyu.


a. Pendekatan pengalaman keseharian.
Sebagian besar manusia mengenal Tuhan secara sederhana. Pengenalan Tuhan
dialami melalui:
 Tradisi lisan dari orang tua, nenek moyang.
 Dari pengalaman lahir dan batin, pengalaman keseharian seperti sakit,
bencana alam, mimpi dan sebagainya.
 Dari upacara keagamaan pada waktu-waktu penting.

Gambaran Tuhan dari pelbagai cara pengenalan tidak jarang berbau takhyul.
Tuhan yang dikenal sebagai Roh Tertinggi, yang berkuasa atas hidup dan mati.
Pemahaman Tuhan lewat pengalaman krusial.

b. Pendekatan filosofis.
 Lima jalan sebab akibat

St. Thomas Aquinas menunjukkan lima cara atau jalan ( quinque viae)
penalaran untuk mengenal Tuhan.Klima jalan tersebut dirangkum dalam
prinsip kausalitas: dari akibatnya orang dapat menyengal
penyebabnya.Kerangka pokok ke lima jalan sebab akibat tersebut
adalah:

1. Dari adanya gerakan yang dapat kita saksikan di dunia ini,


disimpulkan adanya penggerak Pertama yang tidak digerakkan, tetapi
hanya menggerakkan. Penggerak I ini kita sebut Tuhan YME.
2. Dari adanya sebab akibat yang bermata rantai, dan dapat
disaksikan, disimpulkan adanya Penyebab Pertama yang tidak
disebabkan. Ietu kita sebut Tuhan YME.
3. Dari adanya kontingensi (sifat ‘sementara’) yang didapati pada
semua benda dari alam semesta, disimpulkan adanya sesuatu yang
mutlak,yang adanay merupakan keharusan. Itu kita sebut Tuhan YME.
4. Dari adanya kesempurnaan yang bertingkat-tingkat dan tersebar
pada benda-benda kosmos, disimpulkan adanya Kesempurnaaan
mutlak yang menjadi sumber dan pemersatu. Itu kita sebut Tuhan
YME.
5. Dari adanya tertib/keteraturan dalam segala hal di dunia ini,
disimpulkan Penertib /Pengatur yang mempunyai budi dan
kebijaksanaan. Itu kita sebut Tuhan YME.
 Masih ada argumen yang lain misalnya:
o Arguman eudaimonologis: Rasa cenderung kepada kebahagiaan
yang hidup dalam setiap insane. Keinginan yang kuat ini tidak
terpuaskan dengan nilai-nilai duniawi. Maka ini menunjukkan
kepada Sumber segala kebahagiaan yang sanggup memuaskan.
o Adanya rasa tanggung jawab yang hidup dalam hati nurani setiap
manusia sebelum, selama, dan sesudah mengadakan perbuatan.
Rasa ini selalu berkaitan dengan sangsi moral yang datangnya
bukan dari manusia. Ini semua menunjuk kepada pemberi sangsi
tertinggi, yang disebut Tuhan.
2. Pendekatan dari Wahyu
Kepercayaan umat Kristen akan satu Allah dirumuskan dalam syahadat Nicea-
Konstantinopel: Credo in Unum Deum, artinya: Aku percaya akan satu Allah. ‘Satu
Allah’yang dipercayai umat Kristen bukan Allah dari hasil pemikiran filosofis,tetapi Allah
dari wahyu, Allah Yang menyatakan diri.Pewahyuan diri Allah sebagai satu-satunya Allah
dicatat dalam Kitab Suci.
 Beberapa kutipan Kitab Suci:
o Ul 6,4: Dengarlah hai Israel :Tuhan Allah ktia, Tuhan itu Esa.
o 1 Raj 8,60:’…supaya segala bangsa di bumi tahu, bahwa Tuhanlah
Allah, dan tiada yang lain …’
o Mark 12,32:’ Kata ahli Taurat kepada Yesus: Tepat sekali, guru,
benar katamu itu, bahwa Dia esa dan bahwa tidak ada yang lain
kecuali Dia’.
o 1 Tim 1, 17:’ Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi
Raja segala jaman, Allah yang kekal yang tak nampak, yang
esa!Amin;
 Siapa Allah?
Tatkala nabi Musa dipanggil Allah di depan belukar yang terbakar, namun
tidak hangus, maka bertanya ia kepada Allah, siapa nama yang mengutus
dia ke Mesir itu, Allah menjawab:’Aku adalah Yang Ada’, I am Who I am,
Aku adalah Aku.Dari pernyataan itu dinalar:
 Nama Tuhan adalah sama dengan hakekat Tuhan sendiri:
‘Yang Ada’.
 Tuhan adalah ‘Ada yang berdiri sendiri.’Ada yang berdiri
sendiri’ ialah ‘Ada’ yang hakekatnya ‘ber-ada’ atau ‘meng-ada’
lain. Allah tidak dibuat, Allah tidak dilahrikan, karena hakekat
Allah adalah’ada yang berdiri sendri’. Maka Allah sebagai ‘ada
yang berdiri sendiri’ adalah ‘Ada yang tertinggi’. Makhlu yang
lain adalah ‘ada yang diadakan’ ada yang menerima dadanya
dari sesuatu lain.Maka adanya makhluk tidak pernah
menyamai adanya Allah.
 Karena Allah adalah ‘Ada yang berdiri sendiri’, maka Allah
adalah ada yang semurni-murinya.Cara beradanya yang paling
sempurna, yang paling kaya namun tetap Esa.

ALLAH TRITUNGGAL YANG MAHA ESA

Pengenalan bangsa Yahudi tentang Allah tidak tinggal statis, mengalami perkembangan
meningkat. Allah menyatakan diri secara bertahap sesuai perkembangan manusia. Agama
Kristiani mengenal ungkapan ‘sejarah pewahyuan’,’sejarah keselamatan’. Dalam kurun sejarah
pewahyuan dapat dikenal tiga tahap: tahap henotheisme, tahap monotheisme dan tahap
trinitarisme.

1. Tahap henotheimse. Allah memperkenalkan diri hanya sebagai milik bangsa Yahudi dan
bangsa Yahudi menyadarinua.Kata ‘henos ‘berarti satu.’theos berarti Allah.’Akulah
Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub’ (Kel 3,6).
2. Tahap monotheisme. Dalam tahap ini Allah mau dikenal tidak hanay sebagai Allah
bangsa Yahudi, tetapi Allah segala bangsa. Maka Allah mengutus nabi-nabi Israel untuk
membersihkan ilah-ilah berhala dan mengajarkan Allah satu-satunya yang benar kepada
bangsa bukan Yahudi.
3. Tahap Trinitarisme> Tahap ini adalah jaman masehi yang ditandai dengan Yesus Kristus
yang datang di unia. Allah memperkenalkan diri kepada umat manusia melalui misteri
inkarnasi, Putera Allah snediri menjelma menjadi manusia demi keselamatan seluruh
umat manusia

4. Informasi Alkitab Perjanjian Lama.


Ungkapan misteri Tritunggal sudah ada dalam Perjanjian Lama, meskipun belum
eksplisit.
 Kej 1,26: ‘Marilah kita menjadikan manusia …’. Pemakaian kata Kita, kata diri
pertama dlama bentuk jamak yang menyatakan bahwa dalam Allah YMe ada
pengata diri Jamak.
 Bil 24,26: Dalam berkat Imam Besar, kata Tuhan diulang tiga kali
 Yes 6,3: Nabi Yesaya melihat Tuhan duduk di atas takhta dan mendengar bala
maikat berseru ‘Kudus, kudus, kudulah Tuhan semesta alam’.
5. Informasi Alkitab Perjanjian Baru.
Ungkapan tentang Tritunggal memakai kata-kata eksplisti:
 Mat 3,13-17:Mrk 1,9-11:Luk 3,21.22:Yoh 1,32-34: Yesus dibaptis di sungai
Yordan.
 Yog 14,11: Percayalah kepadaKu bahwa aku ada di dalam Bapa dan Bapa di
dalam Aku.
 Yoh 14,26: Tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus Bapa dalam
namaKu, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu.
 Mat 28,19: Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan
baptiskanlah mereka atas nama Bapa, Putera dan Roh Kudus.
6. Pemahaman teologis tentang Tritunggal.
Dari dokumen Konsili Gereja: Tritunggal YME ialah misteri satu Allah dalam tiga pribadi,
Bapa, Putera, dan Roh Kudus, masing-masing men-diri secara berbeda dalam Zat ilahi
yang sama (identik) dan esa.
Konsili Lateran IV (1215) memberikan perumusan panjang. Antara lain:
 Yang Esa adalah Allah yang benar.
 Bapa, Putera , dan roh Kudus, adalah tiga pribadi, tetapi satu esensi (hakekat,
zat) yang esa.
 Bapa tidak berasal dari siapapun, Putera berasal dari Bapa, dan Roh Kudus dari
keduanya.

Dari rumusan tersebut jelas bahwa Gereja memakai isntilah yang diambil dari filsafat.

 Misteri tritunggal bukan maslaah matematikan, karena bukan masalah kuantitatif, ayng
dapat dihitung (1+1+1 =1?: 1+1+1=3:1/3+1/3+1/3=1).Misteri tritunggal adalah masalah
spiritual (rohani) yang semurni-murninya.
 Penggambaran tentang Allah bukanlah penggambaran sepenuhnya, tetapi bersifat
analog: arti yang diungkapkan dengan kata-kata itu terdapat persamaan dan perbedaan.
 Mengenai kodrat dan pribadi dalam misteri tritunggal dapat diterangkan sebagai
berikut: Kodrat (zat) menunjukkan apanya. Menjawab pertanyaan: apa itu? Ptibadi
(person) menunjukkan cara beradanya> Pribadi adalah suatu cara berada yang
tersendiri ( a distinct way of subsistence). Pribadi bukan dalam arti ilmu psikologi
sebagai pusat kesadaran.
 Dalam tritunggal YME, apanya hanya ada satu. Tetapi cara ber-adanya ada tiga. Tiap
cara berada adalah cara berada yang tersendiri, cara berada yagn paling sempurna,
tetapi cara berada yagns atu lain dari pada cara berada yang kedua, dan lain lagi dari
pada cara berada yang ketiga. Maka masing-masing cara berada itu – mempribadi.
o Cara berada pertama: Allah yang satu itu berada dan menyatakan diriNya
sebagai Allah Bapa.
o Cara berada kedua: Allah yang satu itu menyatakan diri sebagai Allah Putera.
o Cara berada ketiga: Allah yang satu itu berada sebagai Roh Kudus.

APA FUNGSI PENYINGKAPAN MISTERI TRITUNGGAL BAGI MANUSIA?

Misteri Tritunggal YME adalah suatu rahasia tertinggi yang sulit dimengerti manusia. Mengapa
misteri sesulit itu dipermaklumkan kepada manusia? Apakah belum cukup kalau manusia
mengenal Tuhan nya sebagai Allah YME saja?:

 Pengertian baru tentang Allah (Allah YME dan Tritunggal) membawa pengertian baru
tentang relasi manusia dnegan Allah; dan relasi manusia dnegan dunianya.
 Relasi manusia dengan Allah:
o Transendensi (kedaulatan ) Allah tidak boleh ditempatkan sejajar dengan
transendensi dari filsafat (monothesime), tetapi Allah mempunyai transendensi
yang lain dari yang lain yaitu Allah Tritunggal.
o Manusia perlu mengetahui, bahwa Allah berdaulat pula dlaam karya
penyelamatannNya bagi manusia. Ia memakai cara yang dipilihnya sendiri.
o Maka manusia dan dunia tidak boleh didewakan.Pembangunan manusia dan
dunia harus ditundukkan kepada Allah. (AMDG)
o Dari sisi lain manusia diberi warta gembira; warta Injili: Allah tidak hanya
berdaulat mutlak, tetapi bahwa Allah itu Kasih. Allah tidak hanya transenden,
tetapi juga imanen. Karena kasihnya Allah yang transenden mau menjadi Allah
Immanuel (Allah beserta kita).
 Pewahyuan misteri Tritunggal tidak lepas dari yesus Kristus, yang merupakan
perwujudan konkret dari ‘Allah itu adalah kasih’. Dalam Dia Allah mendekati orang yang
berdosa, orang yang lemah, yang terpinggirkan. Dalam Dia manusia dibebaskan dari
belenggu dosa.
 Pewahyuan misteri Tritunggal hendak menonjolkan peranan Roh Kudus sebagai pribadi
ilahi yang merubah dan membaharui permukaan bumi.
 Penyingkapan misteri tritunggal juga mau menonjolkan panggilan kepada manusia
untuk partisipasi pembangunan Kerajaan Allah yang penuh kasih dan damai.