Você está na página 1de 34

ASUHAN KEBIDANAN NIFAS PATOLOGIS

PADA NY.”M” P2002 POST PARTUM HARI KE-4


DENGAN BENDUNGAN ASI
DI BPS NY. Yulianti, Amd.Keb

Dosen Pembimbing :
Ihda Mauliya S,ST.M.Kes
Kelompok : 3
1. Dian Uul Rahmawati ( 11)
2. Dwi Fitria Sari ( 12)
3. Handriyanti Rokmana ( 13)
4. Ifah Mardiyatin (14)
5. Ika Purnama (15)
6. Nike Mariska (27)
7. Ratna Sefrilia (39)
8. Retnoningsih (40)
9. Ria Dewi Muflichah (42)
10. Riani Pratiwi.R (43)

PRODI DIII KEBIDANAN


STIKES MUHAMMADIYAH LAMONGAN
2013
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah, penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan
HidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini dengan judul ‘’Asuhan
Kebidanan nifas patologis Pada Ny’’M’’Di BPS Ny. Yulianti, Amd.Keb. Laporan ini disusun
untuk memenuhi tugas Askeb nifas di semester 3.
Dalam penyusunan askeb ini, penulis mendapat banyak pengarahan dan bantuan dari
berbagai pihak,untuk itu penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat
Bapak/Ibu:
1) Dr. H. Budi Utomo, Amd,. Kep., M. Kes., selaku ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan
Muhammadiyah Lamongan yang telah memberikan sarana dan fasilitas demi
terselesaikannya laporan ini
2) Ibu Hj. WS. Tarmi, S. ST. S.psi., M. MKes, selaku kepala prodi DIII Kebidanan STIKES
Muhammadiyah Lamongan
3) Ibu Ihda Mauliyah S.ST,M.Kes selaku Dosen pembimbing
4) Ibu Yulianti, Amd.Keb,selaku pembimbing ruangan
5) Seluruh dosen yang telah memberikan kesempatan untuk memperoleh ilmu dan pendidikan
di Prodi DIII Kebidanan STIKES Muhammadiyah Lamongan.
Semoga Allah SWT,memberi balasan pahala dan atas semua amal kebaikan yang di
berikan.Penulis menyadari makalah ini masih terdapat kekurangan,untuk itu segala kritik dan
saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan,akhirnya penulis berharap semoga
makalah ini bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi semua pembaca pada
umumnya.

Lamongan,November 2013

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ....................................................................................... i


KATA PENGANTAR ..................................................................................... ii
DAFTAR ISI.................................................................................................... iii
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ................................................................................................. 1
1.2. Tujuan 1
1.3. Metode Pembahasan ........................................................................................ 2
1.4. Ruang Lingkup............................................................................... 2
1.5. Sistematika Penulisan ...................................................................................... 2
BAB 2 LANDASAN TEORI
2.1 Definisi ....................................................................................................... 3
2.2 Etiologi ....................................................................................................... 3
2.3 Tanda dan Gejala ....................................................................................... 3
2.4 Penanganan ................................................................................................ 4
2.5 Manajemen ASKEB................................................................................... 5
BAB 3 TINJAUAN KASUS
3.1 Pengkajian....................................................................................... 16
3.2 Interpretasi Data Dasar...... ........................................................................ 24
3.3 Identifikasi Masalah Potensial................... ................................................ 25
3.4 Identifikasi Kebutuhan Segera ................................................................... 25
3.5 Intervensi.................................................................................................... 25
3.6 Implementasi ............................................................................................. 27
3.7 Evaluasi ...................................................................................................... 28
BAB 4 PEMBAHASAN
4.1 Pengkajian Data ......................................................................................... 31
4.2 Interpretasi Data Dasar .............................................................................. 32
4.3 Diagnosa Potensial/Masalah Potensial ...................................................... 32
4.4 Identifikasi Kebutuhan Segera ................................................................... 32
4.5 Planning/Implementasi .............................................................................. 33
4.6 Evaluasi ...................................................................................................... 33
BAB 5 PENUTUP
5.1 Kesimpulan…………………………………………………….... 34
5.2 Kritik dan Saran…………………………………………………. 34
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Masa nifas merupakan masa kritis baik bagi ibu maupun banyinya. Dimana masa nifas
ini berlangsung ± 6 minggu setelah kelahiran placenta dan berakhir ketika alat-alat
kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Bagi banyak wanita pemulihan adalah
suatu yang berlangsung terjadi dan menjadi seorang ibu adalah proses fisiologis yang normal,
walauipun terkadang mengalami beberapa keluhan fisiologis seperti perut mules akibat
proses involusi uterus (Sarwono, 2002).
Namun, beberapa studi terbaru mengungkapkan bahwa masalah-masalah kesehatan
jangka panjang yang terjadi setelah melahirkan adalah masalah yang banyak ditemui dan
dapat berlangsung dalam waktu lama. Diperkirakan bahwa 60% kematian ibu akibat
kehamilan terjadi setelah persalinan dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam
pertama, angaka mobiditas pada ibu nifas salah satunga disebabkan oleh bendungan ASI,
pada tahun 2009 ditemukan ibu nifas dengan bendungan ASI sebanyak 28 orang dari 50 ibu
nifas (Depkes, 2009).
Faktor yang mempengaruhi terjadinya terjadinya bendungan ASI yaitu puting susu datar
sehingga dapat menyukarkan bayi menyusu, kadang – kadang pengeluaran susu juga
terhalang sebab duktuli laktiferi menyempit karena pembesaran vena serta pembuluh limfe
(Manuaba, I.Gde (2002) : 254)
Oleh karena itu, pengetahuan menyeluruh tentang perubahan fisiologis dan psikologis
pada masa Puerpurium adalah sangat penting untuk dimiliki oleh bidan/ petugas kesehatan
yang menilai kesehatan ibu secara akurat dan memastikan bahwa pemulihan sesuai dengan
standar yang diharapkan.

1.2 Tujuan Penulisan


1.2.1 Tujuan Umum
Mahasiswa dapat memberikan Asuhan Kebidanan pad ibu nifas Fisiologis.
1.2.2 Tujuan Khusus
1) Melaksanakan pengkajian pada klien
2) Menginterpretasikan data dasar klien
3) Antisipasi maslah potensial pada klien
4) Mengidentifiaksi kebutuhan segera klien
5) Membuat rencana tindakan yang akan dilakukan
6) Membuat tindakan perawatan pada klien
7) Mengevaluasi Asuhan Kebdianan yang telah dilakukan.
8) Mendokumentasikan Asuhan Kebudanan yang telah dilakukan
1.3 Metode penulisan
1.3.1 Metode penulisan ini adalah suatu kepustakaan dalam bentuk study kasus yaitu mencari
gambaran jelas dari proses kebidanan yang terjadi saat ini.
1.3.2 Teknik pengumpulan data
1.3.3 Wawancara / anamnesa
1.3.4 Pemeriksaan
1.3.5 Pengkajian catatan medik dan kepustakaan

1.4 Sistematika Penulisan


Dalam penulisan makalah Asuhan Kebidanan, disusun sebagi berikut :
BAB I : Pendahuluan
BAB II: Tinjauan Pustaka
BAB III : Tinjauan Kasus
BAB IV : Pembahasan
BAB V : Penutup

BAB 2
LANDASAN TEORI

2.1 DEFINISI
2.1.1 Bendungan ASI adalah peningkatan aliran vena dan limfe pada payudara yang menyebabkan
pengeluaran susu terhalang karna duktus lactiferus menyempit (Saifudin, AB. 2002).
2.1.2 Pembendungan air susu adalah pembendungan air susu karena penyempitan duktus laktiferus
atau oleh kelenjar – kelenjar tidak dikosongkan dengan sempurna atau karena kelainan pada
putting susu (Mochtar, Rustam. 1998).
2.1.3 Bendungan ASI adalah masalah atau kelainan yang terjadi pada masa nifas yang disebabkan
oleh produksi ASI yang meningkat, adanya sumbatan pada saluran susu, dan ASI kurang di
hisap.(Wiknjosastro, Hanifa. 2007).

2.2 ETIOLOGI
Progesteron dan estrogen turun selama 2-3 hari Setelah bayi lahir dan placenta lahir,
oleh karena itu hipotalamus yang menghalangi keluarnya hormon prolactin waktu hamil, dan
sangat di pengaruhi oleh hormon yang tidak di keluarkan lagi, dan terjadi sekresi prolactin
oleh hipofisis. Hormon ini menyebabkan alveolus-alveolus kelenjar mammae terisi air susu,
tetapi untuk mengeluarkannya di butuhkan rangsangan menghisap yang menyebabkan sel-sel
mioepitel, dan reflek ini akan timbul jika bayi menyusu.pada permulaan masa nifas, bayi
belum dapat menyusu dengan baik dan apabila kelenjar ini tidak segera di kosongkan dengan
sempurna akan menyebabkan terjadinya benduingan ASI (Wiknjosastro, Hanifa. 2002).

2.3 TANDA DAN GEJALA


Mamae panas serta keras pada perabaan dan nyeri, suhu badan tidak naik. Putting susu
bisa mendatar dan hal ini dapat menyukarkan bayi untuk menyusu. Kadang – kadang
pengeluaran susu juga terhalang sebab duktus laktiferi menyempit karena pembesaran vena
serta pembuluh limfe (Wiknjosastro, Hanifa. 2007).
Ibu biasa mengeluh payudara bengkak, keras, panas dan nyeri (Mochtar, Rustam.
1998). Kadang juga diikuti peningkatan suhu tubuh (Manuaba, IBG. 1998).

2.4 PENANGANAN
Penanganan pembendungan ASI dilakukan dengan jalan menyokong mamae dengan
kutang dan memberikan analgetika. Sebelum bayi menyusu, pengeluaran ASI dengan pijatan
yang ringan dapat diusahakan, kadang – kadang perlu diberikan Stilbestrol 3x1/hari selama 2-
3 hari untuk sementara waktu, untuk mengurangi pembendungan dan memungkinkan ASI
dikeluarkan dengan pijatan (Wiknjosastro, Hanifa. 2007).
Menurut Saifuddin, AB (2002), penanganan pada bendungan ASI adalah :
2.4.1 Menyusui
1. Jika ibu menyusui dan bayi tidak menetek, bantulah memerah air susu dengan tangan dan
pompa
2. Jika bayi menyusui dan bayi mampu menetek :
1) Bantu ibu agar meneteki lebih sering pada kedua payudara tiap kali meneteki
2) Berikan penyuluhan cara meneteki yang baik
3) Mengurangi nyeri setelah meneteki :
(1) Berikan kompres hangat pada dada sebelum meneteki atau mandi air hangat
(2) Pijat punggung dan leher
(3) Memeras susu cara manual sebelum meneteki dan basahi putting agar bayi mudah menetek
3. Mengurangi nyeri setelah meneteki :
1) Gunakan bebat atau kutang
2) Kompres dingin pada dada untuk mengurangi bengkak
3) Terapi Paracetamol 500 mg/oral
2.4.2 Tidak menyusui
1. Jika ibu tidak meneteki
1) Berikan bebat dan kutang ketat
2) Kompres dingin pada dada untuk mengurangi bengkak dan nyeri
3) Hindari pijat atau kompres hangat
4) Berikan Paracetamol 500 mg/hari
2. Evaluasi 3 hari

2.5 MANEJEMEN ASKEB


I. PENGKAJIAN
Tgl MRS Jam :
Tgl Pengkajian Jam :
A. Data Subyektif
1. Identitas
1) Nama istri dan suami
Dikaji untuk menjalin keakraban antara bidan dan pasien, serta mengetahui status pasien
(Varney, (2007) : 153).
2) Umur istri
Dikaji untuk mengetahui berapa usia ibu yang wajar telah melahirkan dan termasuk usia
resiko atau tidak dalam melahirkan (Varney, (2007) : 153).
3) Pekerjaan istri dan suami
Untuk mengetahui tingkat penghasilan istri dan suami sehingga dapat diprediksi dalam
pemenuhan nutrisi dan kebutuhan bayi (Varney, (2007) : 153).
4) Agama
Untuk mengetahui tingkat kepercayaan/ tradisi dari suatu agama tentang masa nifas (Varney,
(2007) : 153).
5) Suku bangsa
Untuk mengetahui bagaimana cara menghadapi pasien sehingga mempengaruhi HE yang
diberikan terutama dalam bahasa (Varney, (2007) : 153).
6) Pendidikan suami dan istri
Untuk mengetahui tingkat pengetahuan seseorang pasien sehingga mempengaruhi HE yang
diberikan, terutama pendidikan istri (Varney, (2007) : 153).
7) Alamat
Untuk mengetahui dimana lokasi tempat tinggal pasien sehingga dapat dipantau setiap saat
dan memprediksi jauh/tidak saat kunjungan rumah yang dilakukan oleh bidan (Varney,
(2007) : 153).
8) Status perkawinan
Untuk mengetahui jarak melahirkan dengan pernikahan, apakah terjadi perkawinan yang sah/
tidak yang dapat mempengaruhi psikis klien. Usia saat perkawiann untuk mengetahui apakah
usia saat kawin alat-alat reproduksinya sudah matang/belum mempengaruhi resiko terjadi
tanda bahaya nifas (Varney, (2007) : 153).
2. Keluhan Utama
1) Nyeri perut/mules
Diakibatkan intensitas kontraksi uterus meningkat secara bermakna segera setelah bayi lahir,
diduga terjadi sebagai respon terhadap penurunan volum intravterin yang sangat besar.
(Bobak, 2004 : 493)
2) After Pain
Pada primipara, tonus uterus meningkat sehingga fundus pada umumnya tetap kencang.
Relaksasi dan kontraksi yang periodik sering dialami multipara dan bisa menimbulkan nyeri
yang bertahan sepanjang masa awal perindum. Rasa nyeri setelah melahirkan ini lebih nyata
selain ibu melahirkan di tempat terus terlalu teregang (misalnya pada bayi besar, kembar).
Menyusui dan oksitosin tambahan biasanya meningkatkan nyeri ini karena ke-2nya
merangsang kontraksi uterus. (Bobak, 2004:493)
3) Nyeri Luka Perineum
Akibat luka episiotomi/laserasi jalan lahir. (Bobak, 2004:496)
4) Deuresis Pascapartum
Diakibatkan oleh penurunan kadar esterogen, hilangnya peningkatan tekanan vena pada
tungkai bawah, dan hilangnya peningkatan volum darah akibat kehamilan, merupakan
mekanisme lain tubuh untuk mengatasi kelebihan cairan. Kehilangan cairan melalui keringat
dan peningkatan jumlah urine menyebabkan penurunan BB sekitar 2,5 kg selama masa
pascapartum. (Bobak, 2004:498)
5) Keinginan berkemih menurun
Rasa nyeri pada panggul yang timbul akibat dorongan saat melahirkan, laserasi vagina, atau
episiotomi menurunkan atau mengubah reflek berkemih. Penurunan berkemih, seiring
deurisis pascapartum, bisa menyebabkan distensi kandung kemih yang muncul segera setelah
wanita melahirkan dapat menyebabkan perdarahan berlebihan karena keadaan ini bisa
menghambat uterus berkontraksi dengan baik. (Bobak, 2004:498)
6) Tertundanya Defekasi
BAB secara spontan bisa tertunda selama 2-3 hari setelah ibu melahirkan. Keadaan ini
disebabkan karena tonus otot usus menurun selama proses persalinan dan pada awal masa
pascapartum atau dehidrasi. Ibu sering kali sudah menduga nyeri saat defikasi, nyeri
dirasakan di perineum akibat episiotomi. Laserasi, atau hemaroid. Kebiasaan buang air yang
beratur perlu dicapai kembali ke normal. (Bobak, 2004:498)
7) Diaforesis (Keluar keringat secara berlebihan)
Merupakan mekanisme lain tubuh untuk mengatasi kelebihan cairan. (Bobak, 2004:498)
3. Riwayat Keluhan Utama
P : Provokatif/Paliatif
Apa yang menyebabkan gejala dan apa saja yang dapat mengurangi atau memperbaiki gejala.
Q : Quality
Bagaimana gejala dirasakan, nampak/terdengar sejauh mana pasien merasakannya sekarang.
R : Regional
Dimana gejala terasa.
S : Skala keadaan
Seberapa parah yang dialami klien.
T : Timing
Waktu, sejak kapan keluhan terjadinya dan sampai kapan.
(Varney, (2007) : 153).
4. Riwayat Kehamilan, Persalinan, Nifas dan Bayi yang lalu
Untuk mengetahui riwayat kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi sebelumnya yang nantinya
mempengaruhi kemampuan ibu dalam perawatan bayinya.
5. Riwayat Persalinan dan Keadaan bayi
1) Untuk mengetahui persiapan ibu dan keluarga dalam menyambut kelahiran bayinya dan
tingkatan fase ke fase.
2) Keadaan air ketuban dan placenta
Untuk mengetahui apakah bayi/janin dalam keadaan baik atau distrees sehingga memudahkan
petugas dalam memberikan pelayanan yang cepat dan tepat dan apakah bayi mengalami
kelainan atau tidak.
3) Keadaan bayi
Untuk mengetahui jenis kelamin, tingkat adaptasi bayi, hidup/mati, BB/PB, dan apakah ada
kelainan atau tidak.

6. Kebutuhan sehari-hari
1) Untuk mengetahui pola nutrisi, cairan, eliminasi, istirahat/tidur, aktivitas/senam nifas,
personal hygiene, dan hubungan seksual yang nantinya berhubungan/mempengaruhi masa
nifas.
2) Untuk mempermudah petugas dalam memberikan HE pada klien tentang kebutuhan sehari-
hari.
7. Riwayat Psikososial
Untuk mengetahi psikis ibu yang nantinya berhubungan dengan rasa takut untuk mengasuh
dan membesarkan anak, serta ancaman pada gaya hidup yang dijalani jika menjadi orang tua
dan kemampuan ibu dalam perawatan dan rencanakan membesarkan bayi/anaknya.
8. Latar Belakang Sosial Budaya
Untuk mengetahui tentang pemikiran dan tradisi yang dilakukan/dianut ibu tentang masa
nifas, seperti : adakah pantangan/tidak serta bagaimana penerimaan dan dukungan keuarga
dalam kehadiran bayinya yang nantinya berhubungan dengan perawatan pada bayi yang
dilakukan oleh ibu serta proses penyembuhan ibu.
9. Pengetahuan dan Kemampuan Ibu
Untuk mengetahui kemampuan ibu dalam perawatan diri sehabis melahirkan, perawatan bayi,
tali pusat, memandikan bayi, cara menyusui, perawatan perineum, hubungan seksual,
kunjungan ulang, tanda-tanda bahaya nifas dan bayi serta rencana pemakaian KB. Sehingga
mempermudah bidan dalam memberikan HE dan anjuran kepada klien dan klien juga lebih
kooperatif dalam menangani tanda-tanda bahaya yang terjadi.

B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan Umum
KU : Untuk mengetahui keadaan umum dan kesaran ibu.
1) .Komposmentis : Kesadaran penuh dengan memberikan respon yang cukup
terhadap stimulus yang diberikan.
2) Apatis : Acuh tak acuh terhadap keadaan sekitarnya.
mnolen : Kesadaran yang lebih rendah ditandai dengan tampak mengantuk, tidak responsive
terhadap rangsangan yang kuat.
por : Tidak memberikan respon ringan maupun sedang tetap masih memberikan respon sedikit
terhadap rangsangan yang kuat dengan adanya reflek pupil terhadap cahaya yang masih
positif
oma : Tidak dapat bereaksi terhadap stimulus atau rangsangan apapun sehingga reflek
pupil terhapat cahaya tidak ada.
rium : Tingkat keadaran yang paling bawah ditandai dengan disorientasi yang sangat
inaktif, kacau, salah persepsi terhadap rangsangan seksorik
2. Pemeriksaan TTV
1) Tekanan darah
Terkadang ditemukan hipertensi post partum, tetapi ini akan menghilang dengan sendirinya
bila tidak terdapat penyakit lain yang menyertainya.
N : 110/70-120/80 mmHg. (Bobak, 2004:501)
2) Nadi
Normal 60-80 x/mnt. Segera setelah partus, terjadi bradikardia. Nadi cepat/takhikardia
terhadap pada ibu yang nervous, yang banyak kehilangan darah, atau persalinan lama.
(Bobak, 2004:501)
3) Suhu
Setelah partus dapat naik 0,5oC dari keadaan normal, tetapi tidak melebihi 38oC. Setelah 12
jam melahirkan, umumnya suhu badan akan kembali normal. Bila suhu lebih dari
38oCkemungkinan terjadi infeksi. Normal 36,5oC – 37,5oC . (bobak, 2004 : 301)
4) RR
Normal dewasa 16 20 x/mnt
Takpinea  bila pernafasan lebih dari 24 x/mnt
Bradipnea  bila pernafasan kurang dari 10 x/mnt
3. Pemeriksaan fisik
1) Kepala
a.Rambut yang kering, rapuh dan kekurangan pigmen dapat menunjukkan adanya kemungkinan
kekurangan gizi.
b. Rambut yang jarang atau tumbuh kurang subur, menunjukkan adanya mainutrisi, penyakit
hipotiroidisme, efek obat, dan lain-lain.
c.Kerontokan rambut dapat terjadi akbita penyakit kulit kepala, gangguan fungsi tubuh seperti
demam, pemberian anestesi atau pengobatan kemotrapi.
2) Wajah
a.Cloasma gravidarium terjadi akibat peningkatan hormone pada saat hamil.
b. Mata
a) Normal warna sklera adalah putih, terdapat gambaran tipis pembuluh darah, sclera berwarna
coklat kemungkinan perokok, sclera kuning (ikterik) kemungkinan terjadi kelainan hepar, dan
jika sclera berwarna merah kemungkinan infeksi.
b) Normal warna kongjungtiva adalah merah muda, jika berwarna putih (pucat) kemungkinan
anemia.
c) Apabila warna kornea tampak keruh kemungkinan terdapat radang.
d) Warna putih pada pupil menunjukkan adanya katarak.
c.Hidung
Adalah polip, sianosis, secret/ingus.
d. Mulut
a) Labioskisis (bibir sumbing), labio palatoskisis (sumbing sampai palatum) atau tidak
b) Bibir kering, pucat menunjukkan adanya nyeri atau kurangnya asupan cairan.
e.Telinga
Warna membran timpani putih mengkilat, jika berwarna merah kemungkinan terdapat
peradangan.
f. Leher
Jika ada bendungan/benjolan abnormal kemungkinan terjadi kelainan/gangguan kelenjar
limfe/ tiroid.
g. Pemeriksaan Dada/Payudara
Kemerahan, bengkak menunjukkan terjadi mastitis atau bendungan ASI, mengetahui apakah
kolostrum sudah keluar/belum (bermanfaat bagi kekebalan tubuh bayi), apakah ada tumor.
h. Abdomen
a) Adakah riwayat pembedahan SC yang berhubungan dengan proses persalinan yang telah
dilaksanakan.
b) Setelah persalinan dinding perut longgar karena direnggang begitu lama, biasanya putih
dalam 6 minggu.
c) Dinding kandung kemih memperlihatkan adem.
d) TFU segera setelah placenta lahir kira-kira 2 jari dibawah pusat.
e) Hari ke-5 post partum kira-kira 7 cm atas symphysis atau ½ sympisis pusat
f) Setelah 12 hari uterus tidak teraba lagi diatas sympisis.
i. Genetalia
a) Biasanya masih keluar Lochea
b) Terdapat bekas jahitan episiotomi
j. Ekstremitas
a) Thromboflebitis perluasan/invasi mikroorganisme pathogen yang mengikuti aliran darah
sepanjang vena dan cabang-cabangnya.
b) Flegmasia Alba Dolens (Thromboflebitis Femulalis),tanda-tandanya yaitu satu kaki biasanya
kaki kiri, Kaki sedikit fleksi dan rotasi keluar serta sukar bergerak, Lebih panas dari kaki
satunya, Paha bagian atas terasa tegang dan keras, Nyeri hebat pada paha dan lipat paha,
Nyeri pada betis (tanda homan).
4. Pemeriksaan Penunjang

II. INTERPRETASI DATA DASAR


Dx : Pxxxx (aterm, preterm, abortus, hidup) post partum hari ke .... dengan keluhan.....
Ds : Untuk mengetahui data-data dari klien, seperti : keluhan yang dirasakan,
kelahiran, dan aktifitas yang dilakukan ibu setelah melahirkan yang dapat mendukung
diagnosa.
Do : Berisi hasil pemeriksaan yang telah dilakukan pada ibu, meliputi : TTV, TFU,
Lochea, Pemeriksaan fisik (payudara, abdomen, perineum), dll yang dapat mendukung
diagnosa.
Kebutuhan Post Partum
Untuk mengetahui kebutuhan ibu setelah melahikan dalam pemberian HE sehingga bidan
mudah dalam memberikan HE.

III. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL


1. Infeksi
2. Subinvolusi uterus
3. Perdarahan kala nifas sekunder
4. Flegmasia alba dolens infeksi puerpuralis yang mengenai pembuluh darah vena femoralis
5. Keadaan abnormak pada payudara : bendungan ASI, mastitis dan abses mamae (Manuaba,
(2007) : 317)
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
Untuk mengetahui langkah-langkah atau tindakan selanjutnya apabila terjadi masalah
potensial (Varney, (2007) : 153).

V. INTERVENSI
Tanggal : - Jam :
1. Tujuan Jangka Panjang
Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 4 minggu diharapkan ibu mengerti dan
faham tentang keadaan masa nifas dengan criteria hasil :
K (pengetahuan) :-
A (emosinya) :-
P (tingkah laku) :-
P (perubahan fungsi tubuh) :-
2. Tujuan Jangka Pendek
Setelah dalakukan asuhan kebidanan selama 1x 60 menit diharapkan ibu mengerti dan
faham dengan kriteria hasil :
K (pengetahuan) :-
A (emosinya) :-
P (tingkah laku) :-
P (perubahan fungsi tubuh) :-
PLANNING
Rencana asuhan yang akan diberikan pada klien.
( Buku Ajar Asuhan Kebidanan volume 2, Varney : 104)

VI. IMPLEMENTASI
Tgl/ jam Tindakan paraf
VII. EVALUASI
Tanggal :- Jam :
S (subyaktif) : Mengganbarkan pendokumentasian hasil pengumpulan data
klien melalui anamnesis sebagai langkah I Varney.
O (obyektif) : Menggambarkan pendokumentasian hasil pemeriksaan fisik
klien, hasil laboratorium dan uji diagnostic lain yang dirumuskan dalam data focus untuk
mendukung asuhan sebagai langkah I Varney.
A (assessment) : Menggambarkan pendokumentasian hasil analisis dan
interpretasi data subyektif dan obyektifdalam suatu identifikasi:
a. Diagnosis/ masalah
b. Antisipasi diagnosis/ masalah potensial
c. Perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter, konsultasi/
kolaborasi dan/ atau rujukan sebagai langkah 2, 3, dan 4 Varney.
P (plan) : Menggambarkan pendokumentasian dan tindakan (1) dan evaluasi
perencanaan berdasarkan assessment sebagai langkah 5, 6, dan 7 Varney.
( Buku Ajar Asuhan Kebidanan volume 1, Varney : 36 )

BAB 3
TINJAUAN KASUS

I. PENGKAJIAN
Pengkajian : 17-11-2013 Jam : 16.00 WIB
Oleh : Kelompok 3

A. Data Subyektif
1. Identitas
Nama : Ny.”M” Nama Suami : Tn.”N”
Umur : 29 th Umur : 33 th
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : SMP Pendidikan : SMP
Suku/bangsa : Jawa/ Indonesia Suku/bangsa : Jawa/ Indonesia
Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Swasta
Alamat :Ds.Wanar Alamat : Ds.Wanar, Pucuk
Pucuk
2. Keluhan Utama
Ibu mengatakan payudaranya bengkak, keras, panas dan nyeri
3. Riwayat Keluhan Utama
Ibu mengatakan melahirkan anak pertamanya secara normal pada tanggal 13 -11 2013 jam
03:25 WIB, jenis kelamin perempuan dengan BB 3000 gram, PB 49 cm langsung menangis.
Ibu mengatakan payudaranya sebelah kanan bengkak sejak tanggal 08 03 2011, payudara
terasa keras, sakit, dan terasa panas. Rasa nyeri akan bertambah berat bila payudara tersentuh
dan saat dibuat menyusui. Asi yang keluar juga sedikit, dan ibu tidak mau menyusui bayinya.
Ibu belum melakukan apa-apa dan akhirnya datang ke bidan.

4. Riwayat Menstruasi
Menarche : 12 Tahun
Siklus : 28 Hari
Lama : 7 hari
Banyak : 3-4 pembalut /hari pada hari ke 1-3
2-3 pembalut /hari pada hari ke 4-7
eratur/tidak : Teratur
Disminore : ya, hari pertama menstruasi
Konsistensi : Encer, kadang gumpalan
Flour Albus : Tidak
5. Riwayat Obstetri
a) Riwayat kehamilan, persalinan, nifas, KB yang lalu
Kehamilan Persalinan Anak nifas ASI KB
Ke UK Pylt Jenis pnol Pen se BB/PB H/M
g ylt x
1 9bln - nor Bida - L 3200 H nor 2th suntik
mal n k gram/ mal
48cm
2 9bln - nor Bida - lk 3100 H - - -
mal n gram/
49cm
NI FAS INI

b) Riwayat Kehamilan
Riwayat kehamilan sekarang
Hamil
Ke : 2
UK : 9 bulan lebih
TM I : Ibu mengatakan mengeluh mual- muntah dan nafsu makan menurun,
ibu periksa 2 x di bidan, ibu mendapat vitamin dan Fe.
TM II : Ibu mengatakan tidak ada keluhan apa-apa nafsu makan ibu sudah
mulai membaik, ibu periksa di bidan 1x, ibu mendapat vitamin dan Fe, ibu juga mendapatkan
tentang pola nutrisi yang benar.
TM III : Ibu mengatakan tidak ada keluhan apa-apa ibu periksa di bidan 2x, ibu mendapat vitamin,
Fe dan kalk, ibu juga mendapat penyuluhan tentang tanda-tanda persalinan dan persiapan
dalam kelahiran bayinya.
6. Riwayat Ginekologi
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular seksual seperti gonorhae,
HIV/AIDS, infeksi genetalia eksterna/ interna dan tidak ada tumor genetalia.
7. Riwayat Kesehatan Sekarang
Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit menular (Hepatitis, TBC), menahun (darah
tinggi, kencing manis), dan menurun (asma, kencing manis)
8. Riwayat Kesehatan yang Lalu
Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit menular (Hepatitis, TBC), menahun (darah
tinggi, kencing manis), dan menurun (kencing manis dan asma)
9. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang menderita penyakit menular (Hepatitis, TBC),
menahun (darah tinggi, kencing manis), dan menurun (kencing manis dan asma)
10. Keadaan Psikososial
Ibu mengatakan senang dengan kelahiran anak pertamanya, ibu mengatakan keluarga / suami
senang dengan kelahiran anaknya
11. Kebiasaan Konsumsi Obat – abatan, Minuman Keras, Merokok
Ibu mengatakan tidak pernah mengonsunsi obat – obatan terlarang (narkoba), tidak pernah
minum – minuman keras juga tidak pernah merokok

12. Riwayat Sosial Budaya


Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada tradisi tarak makanan selama hamil dan masa nifas,
ibu di perbolehkan banyak minum, boleh tidur siang, ibu juga tidak minum jamu – jamuan.
13. Pola Kebiasaan Sehari – hari
a. Pola Nutrisi
4 hari PP : Ibu makan 3x/hari, 1 porsi piring dengan komposisi nasi,
lauk, sayur dan minum air putih 7-8 gelas/hari
liminasi.
: Ibu BAB 1x/hari , BAK ± 5-6×/hari warna kuning jernih,
tidak nyeri , bau khas.
c. Pola Tidur dan Istirahat
: Ibu mengatakan tidur siang 1 jam/hari, tidur malam 5-6 jam/hari
d. Pola Aktivitas
: Ibu sudah bisa berjalan-jalan.menyapu, mencuci.
e. Pola Personal Hygiene
: Ibu mandi 2x sehari, ganti baju 2x, ganti pembalut dan celana dalam apabila dirasa sudah
tidak nyaman, cara cebok ibu daer depan kebelakang.

f. Pola seksual
P : Ibu belum melakukan hubungan seksual
14. Pengetahuan dan Kemampuan Ibu Tentang :
a. Ibu belum tahu tentang tanda bahaya nifas.
b. Ibu belum mengetahui cara perawatan payudara.
c. Ibu sudah mengerti tentang nutrisi ibu nifas yaitu makan makanan yang bergizi tinggi protein
dan kalori, tidak boleh tarak makan dan minum yang banyak.

d. Ibu sudah tahu perawatan bayi dan tali pusat yaitu dalam memandikan bayi 2 kali/hari
dengan air hangat, menggantikan baju 2 kali/hari, atau apabila basah diganti, menutupi dan
menyelimuti bayi dengan kain kering, dan membersihkan tali pusat dengan sabun dan air
bersih dan membungkusnya dengan kasa steril
e. Ibu sudah tahu cara meneteki yang benar, yaitu memberi ASI harus kedua payudara,
menyusui tiap 2 jam atu sesuai keinginan bayi.
f. Ibu mengetahui kapan hubungan seksual boleh dilakukan yaitu apabila ibu sudah merasa
nyaman dan luka jahitan sudah sembuh.

B. Data obyektif
1. Pemeriksaan Umum
U : baik
esadaran : composmenthis
B : 68 kg
B : 150 cm
TV TD : 110/ 70 mmHg N : 88x/ menit
S : 36,5 ºC RR : 20x/ menit

2. Pemeriksaan Fisik
epala : Rambut hitam, distribusi merata, kulit kepala bersih, tidak ada kutu,
tidak ada ketombe, tidak ada benjolan abnormal.
Wajah : Simetris, tidak pucat, tidak odema.
Mata : Simetris, sclera putih terdapat gambaran tipis pembuluh darah, conjungtiva merah muda,
tidak ada hematom pada palpebra, tidak ada strabismus / juling, luas lapang pandang normal.
idung : Tidak ada pernapasan cuping hidung, mukosa hidung lembab, warna
merah muda, bersih, tidak ada sekret, tidak ada polip, tidak ada nyeri tekan sinus.
Mulut : Bibir lembab, warna merah muda, tidak ada stomatitis, tidak ada caries
gigi, lidah bersih, tidak ada perdarahan pada gusi, tidak ada pembesaran tonsil.
elinga : Simetris, mukosa lembab, warna merah muda, bersih, tidak ada Serumen/ benda asing,
membrane timpani utuh, warna putih mengkilat.
eher : Tidak ada kaku kuduk, tidak ada pembesaran kelenjar limfe, idak ada
pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada bendungan vena jugularis.
ada : Bentuk bulat datar, tidak ada tarikan intercoste, suara nafas vesikuler,
tidak ada ronchi/ wheezing, BJ I terdengar “lup”, BJ II terdengar “dup”, tidak ada krepitasi.
ayudara : Simertis, hyperpigmentasi areola dan putting susu, putting susu datar,
bengkak, keras, tidak ada benjolan abnormal, kolastrum sudah keluar pada kedua payudara,
konsistensi padat.
domen : GIT : tidak ada pembesaran hepar dan lien, tidak ada nyeri tekan
titik Mc. burney, tidak kembung
Inspeksi : Tidak ada luka bekas operasi , terdapat linea nigra dan striae albican,
Palpasi : TFU pertengahan pusat- symphisis, uterus berkontraksi baik (bulat
keras), kandung kemih kosong.
netalia : Terdapat luka jahitan pada perineum , lochea sanguinolenta berwarna
segar , bau anyir ,1/4 pembalut penuh, tidak ada odema dan varises.
nus : Bersih, terdapat lubang, tidak ada hemoroid

Ekstermitas
tas : tidak odema, tidak ada clubbing of finger, tanda Homan (-), pergerakan
bebas, tidak ada cyanosis, warna kuku merah muda.
awah : tidak odem, tidak ada varises, pergerakan bebas, turgor kulit kembali < 1 detik.

3. Riwayat persalinan sekarang


Tgl/Jam melahirkan: 13-11-2013 jam: 03.25 WIB
Tempat : BPS Ny.Dyna Viliana
Ditolong oleh : Bidan
Jenis persalinan : Spontan
Komplikasi/Kelainan/Persalinan : Tidak ada
Catatan persalinan:
Kala I
Mulai mules : Tanggal 12-11-2013 jam : 22.03 WIB
Lama kala 1 : 4 jam
Pembukaan lengkap : tanggal 13-11-2013 jam : 02.17 WIB
Keadaan ketuban
Pecah : Tanggal 13-11-2013 jam : 02.30 WIB
Warna : jernih
Bau : anyir
Banyak : 300cc

Kala II
Tanggal/jam persalinan : 13-11-2013 jam: 02.53
Tempat/penolong : BPS Ny.Dyna Viliana
Lama kala II : 45 menit
Kelainan/penyulit selama persalinan : tidak ada

Kala III
Lama kala III : 15 menit
Keadaan placenta
Lahir : Tanggal 13-11-2013 jam: 03.40 wib
Berat : 500 gram
Robekan selaput : tidak ada
Kelengkapan : lengkap
Insersi tali pusat : sentralis
Pengobatan yang diberikan : oksitosin 10 IU/IM, lidocain 1 ampul

Kala IV
Lama kala IV : 2 jam
TTV
TD :110/80 mmHg suhu : 36,5 ºC
Nadi :80x/menit RR :20 x/menit
Kontraksi uterus : keras dan bulat
TFU : 2 jari di bawah pusat
Perdarahan : 300cc
Kandung kemih : kosong
Keadaan bayi
Jenis kelamin : laki-laki
BB/ PB : 3100 gram/ 49 cm
Hidup/ mati : Hidup
Apgar score : 7-8
Cacat bawaan : tidak ada

4. Pemeriksaan Penunjang : tidak dilakukan

II. INTERPRETASI DATA DASAR


DX : Ny “M” P2002 4 Hari post partum patologis dengan Bendungan ASI
lah : Tidak ada
Keluhan fisiologis : Tidak ada
tuhan yang belum terpenuhi :Tanda-tanda bahaya nifas
Cara perawatan payudara
DS : Ibu mengatakan melahirkan anak keduanya tanggal 13-11-2013 jam : 03.25 WIB, jenis
kelamin laki-laki. Ibu merasakan payudaranya bengkak, keras, panas, dan nyeri sejak
kemarin sampai sekarang.
DO :
KU : Baik
Kesadaran : composmenthis
TTV
TD : 110/ 70 mmHg N : 88x/ menit
S : 36,5 ºC RR : 20x/ menit
Mata :Simetris, sclera putih terdapat gambaran tipis pembuluh darah, Conjungtiva merah muda,
reflek lapang pandang normal.
Wajah : Simetris, tidak pucat, tidak odem.
Payudara : Simetris, hyperpigmentasi areola dan putting susu datar, keras, bengkak, tidak ada benjolan
abnormal, kolastrum sudah keluar pada kedua payudara, konsistensi padat.
Abdomen : GIT :Tidak ada pembesaran hepar dan lien.
Inspeksi : Tidak ada luka bekas operasi , terdapat linea nigra dan strie albican,
Palpasi : TFU pertengahan pusat – sympisis, uterus berkontraksi baik (bulat,keras), kandung kemih
kosong.
Genetalia :Terdapat luka jahitan pada perineum , lochea sanguinolenta berwarna merah, bau anyir ¼
pembalut penuh , tidak ada odema dan varises.
 Ekstremitas
Atas : Tidak odema, tidak ada clubbing of finger, tanda Homan (-), gerakan
bebas, jumlah jari 10, ktidak ada cycnosis furgor kulit kembali < 1 detik.
Bawah : tidak ada odema , tidak ada varises, gerakan bebas furgor kulit kembali
< 1 detik.

III.IDENTIFIKASI MASALAH POTENSIAL


Infeksi
IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA
Tidak ada

V. INTERVENSI
 Tujuan jangka panjang
Setelah dilakukan asuhan kebidanan diharapkan 3 hari diharapkan kondisi ibu baik dan tidak
terjadi komplikasi dengan kriteria hasil :
K : Ibu mampu mengungkapkan kembali penjelasan dari bidan.
A : Ibu bersedia melakukan anjuran dari bidan.
P : Ibu bisa berjalan-jalan dan cukup istirahat
P : TTV : : TD : 120/80-140/90 mmhg S : 36oC – 37,5oC
N : 60-100x/menit R : 16 - 20x/menit
 Payudara : ASI keluar lancar
 Abdomen : TFU pertengahan antara simpisis dan pusat, kontraksi uterus baik (bulat,keras)
 Vagina : bersih tidak ada tanda-tanda infeksi ( kemerahan,berbau, ada pus ), terdapat lochea
sanguinolenta,
 Bengkak, keras,nyeri pada payudara berkurang
 ASI ekslusif

 Tujuan jangka pendek


Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama ± 1 jam diharapkan ibu memahami penjelasan
petugas kesehatan dan kondisi serta kebutuhannya dengan kriteria hasil :
K : Ibu mampu mengungkapkan kembali penjelasan bidan tentang :
- Tanda-tanda bahaya nifas
- cara perawatan payudara
A : Ibu bersedia melakukan anjuran bidan
- segera ke petugas kesehatan jika ada Tanda-tanda bahaya nifas
- cara perawatan payudara
Intervensi
1. Lakukan pendekatan terapeutik pada ibu dan keluarga.
R/ Dengan melakukan pendekatan terapeutik maka hubungan saling percaya antara ibu dan
bidan bisa terjalin.
2. Anjurkan Ibu untuk diet rendah lemak, tinggi protein, rendah karbohidrat
R / dengan konseling terseut menjaga kondisi Ibu agar tetap stabil dan tidak menjadi
lebih parah
3. Jelaskan pada ibu tanda-tanda bahaya nifas
R/ dengan pengetahuan yang adekuat melatih ibu untuk mendeteksi kelainan sejak dini
4. Lakukan perawatan payudara
R / dengan melakukan perawatan payudara yang benar ibu bisa melakukan
perawatan mandiri dirumah
5. Berikan terapi oral antibiotik
R / dengan pemberian terapi antibiotic dapat mencegah terjadinya infeksi.
6. Berikan terapi oral analgetik
R/ dengan pemberian terapi analgetik dapat mengurangi nyeri
VI. Implementasi
Tgl : 17-11-2013
Jam Implementasi Paraf
16.30- Melakukan pendekatan terapeutik pada ibu dengan komunikasi yang
jelas dan mudah dimengerti ibu dan keluarga.
- Menganjurkan Ibu untuk diet rendah lemak, tinggi protein, tinggi
16.35 karbohidrat, dan tidak makan yang asin.
- Melakukan perawatan payudara :
16.401. Menyangga payudara dengan menggunakan BH
2. Mengompres dingin
3. Memompa dan mengosongkan payudara
- Memberikan terapi Amox 3x1, paracetamol 3x1, Asam mefenamat
3x1.
16.45

16.50 Menjelaskan pada ibu tanda – tanda bahaya nifas adalah :


o Sakit kepala yang hebat
o Nyeri perut yang hebat
o Pandangan kabur / berkunang – kunang
o Perdarahan
o Demam
o Keluar cairan pervanan dengan bau busuk
Tanda-tanda bahaya nifas pada bayi
o Tidak mau menyusu
o Cyanosis
o BAK kurang dari 4-6x/hari

VII.EVALUASI
Tanggal : 17-11-2013 Jam : 17.00 WIB
S : Ibu mengatakan sudah mengerti penjelasan dari bidan tentang:
- Tanda-tanda bahaya nifas
- cara perawatan payudara
O : Ibu mampu mengulang kembali tentang semua penjelasan bidan
- Tanda-tanda bahaya nifas
- cara perawatan payudara
A : Ny. “M” P2002 post partum Spt. B hari ke 4 dengan bendungan ASI, masalah belum teratasi.
P : lanjutkan intervensi
Lanjutkan obs. TTV, involusi, lokhea

Tanggal/jam Tindakan Paraf


18-11-2013
16.00 WIB - Mengobservasi TTV :
TD : 110/70 mmhg
S : 36,5oC
N : 88x/menit
R : 20x/menit
16.15 WIB Observasi
- TFU : pertengahan pusat dan sympisis, teraba keras
dan bulat
- Kandung kemih : kosong
- Lochea : sanguinolenta berwarna merah segar , bau
anyir ¼ pembalut penuh
16.30WIB mengompres hangat pada kedua payudara ibu

EVALUASI
Tanggal : 18-11-2013 Jam : 16.45 WIB
S : Ibu mengatakan keadaannya sudah membaik
Ibu mengatakan sudah mengerti anjuran bidan tentang :
- Tanda-tanda bahaya nifas
- cara perawatan payudara
O : KU : baik
Kesadaran : komposmentis
TFU pertengahan pusat dan sympisis
Bengkak pada kedua payudara berkurang
A : Ny. “M” P2002 post partum Spt. B hari ke 4 dengan bendungan ASI, masalah teratasi
sebagian.
P : lanjutkan intervensi
Lanjutkan obs. TTV, involusi, lokhea

Tanggal/jam Tindakan Paraf


19-11-2013
16.00 WIB - Mengobservasi TTV :
TD : 110/70 mmhg
S : 36,5oC
N : 88x/menit
R : 20x/menit
16.15 WIB Observasi
- TFU : pertengahan pusat dan sympisis, teraba keras
dan bulat
- Kandung kemih : kosong
- Lochea : sanguinolenta berwarna merah segar , bau
anyir ¼ pembalut penuh
16.30WIB mengompres hangat pada kedua payudara ibu

EVALUASI
S : Ibu mengatakan keadaannya sudah membaik dan payudaranya sudah tidak bengkak lagi
Ibu mengatakan sudah mengerti anjuran bidan tentang :
- cara perawatan payudara
O : KU : baik
Kesadaran : komposmentis
TFU pertengahan pusat dan sympisis
Bengkak pada kedua payudara hilang
A : Ny. “M” P2002 post partum Spt. B hari ke 4 dengan bendungan ASI, masalah teratasi.
P : Hentikan intervensi
Anjurkan ibu untuk kontrol 3 hari lagi yaitu tanggal 20 november 2013 atau sewaktu- waktu
jika ada tanda bahaya nifas pada ibu dan bayi.

BAB 4
PEMBAHASAN
4.1 Pengkajian Data
4.1.1 Data Subyektif
Berdasarkan pengkajian data subyektif pada Ny “M” P2002 4 Hari post
partum patologis dengan Bendungan ASI yang didapatkan dengan anamnesa
meliputi : identitas klien yang meliputi nama, umur, agama, suku atau bangsa,
pendidikan, pekerjaan, alamat dan status perkawinan, keluhan utama bengkak
pada payudara , riwayat keluhan utama, riwayat menstruasi, riwayat
kehamilan, persalinan, nifas yang lalu, riwayat kontrasepsi, riwayat
ginekologi, riwayat kesehatan sekarang, riwayat kesehatan yang lalu, riwayat
kesehatan keluarga, data psikososial dan spiritual, riwayat latar belakang
sosial budaya, pola kebiasaan sehari- hari, pola pengetahuan klien mengenai
bendungan ASI
4.1.2 Data Obyektif
pengkajian data obyektif Ny “M” P2002 4 Hari post partum patologis dengan
Bendungan ASI, didapatkan hasil pemeriksaan, meliputi pemeriksaan fisik
umum yaitu keadaan umum, kesadaran, BB sekarang dan TTV dalam natas
normal pemeriksaan fisik ibu didapatkan kedua payudara ibu bengkak, padat,
keras.
Hal ini menunjukkan bahwa keadaan ibu merupakan hal yang patologis
hal ini sesuai dengan teori yang meliputi pengkajian data subyektif yaitu
identitas ibu dan suami (Syaifuddin A.B, (2002) :57), keluhan utama, riwayat
keluhan utama (Syaifuddin A.B, (2006) : 55), riwayat menstruasi, riwayat
kehamilan, persalinan, nifas yang lalu, riwayat kontrasepsi, riwayat
ginekologi, riwayat kesehatan sekarang, riwayat kesehatan yang lalu, riwayat
kesehatan keluarga, data psikososial dan spiritual, riwayat latar belakang
sosial budaya, pola kebiasaan sehari- hari (Manuaba, (2007) : 57). Pengkajian
data obyektif didapatkan hasil pemeriksaan meliputi pemeriksaan fisik umum
yaitu keadaan umum, kesadaran, BB sekarang dan TTV, pemeriksaan fisik
ibu (Syaifuddin A.B, (2002) : 57)
Berdasarkan hal tersebut maka tidak ada kesenjangan antara teori
dengan kasus.
4.2 Interpretasi Data Dasar
Dari pengkajian data dapat ditarik suatu diagnosa yaitu Ny “M” P2002 4 Hari
post partum patologis dengan Bendungan ASI
Hal ini sesuai dengan teori (Varney (2007) : 153)
- Paritas
- Aterm
- Prematur
- Abortus
- hidup
- Keluhan yang dirasakan
Berdasarkan hal tersebut maka tidak ada kesenjangan antara teori dengan
kasus.
4.3 Diagnosa Potensial/Masalah Potensial
Berdasarkan diagnosa, ibu tidak dalam kondisi patologis maka masalah
potensial yang mungkin muncul adalah infeksi.
Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa, mengidentifikasi
masalah/diagnosa potensial berdasarkan masalah/diagnosis yang sudah
diidentifikasikanyaitu pada bendungan ASI masalah potensial yaitu
infeksi.(Varney,2001:35)
Berdasarkan hal tersebut maka tidak ada kesenjangan antara teori dengan
kasus.
4.4 Identifikasi Kebutuhan Segera
Pada kasus ini tidak diperlukan adanya identifikasi kebutuhan segera.
Hal ini sesuai dengan teori Varney, 2007 : 35 bahwa identifikasi kebutuhan
segera mencerminkan kesinambungan dari proses manajemen kebidanan yang
menetapkan tindakan segera oleh bidan atau dokter untuk dikonsultasikan atau
ditangani bersama dnegan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan
kondisi klien.
Berdasarkan hal tersebut maka tidak ada kesenjangan antara teori dengan
kasus.
4.5 Planning/Implementasi
Planning pada kasus Ny “M” P2002 4 Hari post partum patologis dengan
Bendungan ASI,yaitu
1. Lakukan pendekatan terapeutik dengan pasien
2. Jelaskan hasil pemeriksaan pada ibu
3. Jelaskan penyebab dari bendunagn ASI
4. Jelaskan cara mengatasi bendungan ASI
5. Pemberian terapi sesuai denagan masalah
6. Anjurakan klien untuk kontrol kembali
7. Dokumentasikan hasil pelayanan kesehatan reproduksi .
Hal ini sesuai dengan teori (Bobak,2004: 645) bahwa perencanaaan dalam
mengatasi bendungan ASI yaitu:
1. Informasikan keadaan klien
2. Jelaskan pada klien etiologi
3. Jelaskan cara mengatasi bendungan ASI
4. Jelaskan tentang perawatan payudara
5. Lakukan kolaborasi bersama dokter obgyn dalam pemberian
6. Beritahukan waktu control kembali atau sewaktu-waktu bila ada keluhan.
(Bobak,dkk.2004:990)
Berdasarkan hal tersebut maka tidak ada kesenjangan antara teori dengan
kasus.
4.6 Evaluasi
Berdasarkan 7 langkah Varney maka langkah terakhir dari Asuhan Kebidanan
ini yaitu evaluasi. Dari kasus ini hasil evaluasinya berupa tujuan jangka
pendek sudah tercapai yaitu klien mengerti tentang penjelasan bidan mengenai
penyebab dan cara mengatasi bendungan ASI
BAB 5
PENUTUP

5.1 KESIMPULAN
Setelah dilakukan asuhan kebudanan pada Ny “M” P2002 4 Hari post partum
patologis dengan Bendungan ASI, didapatkan kesamaan antara teori dan kasus.

5.2 SARAN
5.2.1 Bagi Mahasisiwa
Dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dalam melaksanakan dan menerapkan
asuhan kebidanan.
5.2.2 Bagi lahan praktek
Dapat menyesuaikan antara asuhan kebidanan ilmu teori dan praktek terutama
dalam melakukan asuhan kebidanan pada ibu bersalin patologis.

DAFTAR PUSTAKA

1. Wiknjosastro. 2007. “Ilmu Kebidanan” Jakarta: YBPSP.


2. Bag Obstetri dan Ginekologi FK UnPad.1988. Obstetri Fisiologi. Bandung: Eleman
3. Mochtar , Rustam. 1998 . Sinopsis Obstetri Jilid 1 dan 2 . Jakarta : EGC
4. Manuaba , IBG . 1998 . Ilmu Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk
Pendidikan Bidan . Jakarta : EGC