Você está na página 1de 1

IMAN

SEGI IMAN
1. IMAN SEBAGAI KONSEPSI
Iman sebagai konsepsi berarti menerima suatu kebenaran atas
kewibawaan(otoritas) pihak lain. Orang yang menerima kebenaran
tidak melihat sendiri kebenarannya. Motif penerimaannya ialah
kejujuran pihak lain yang telah melihat/mengalami apa yang
disampaikannya. Seluruh pribadi pihak lain menjadi otoritas bagi si
penerima, karena ia menjadi jaminan tertinggi atas kebenaran dari apa
yang disampaikannya.
Ini berarti pula iman sebagai pngetahuan dalam arti: menerima
sejumlah kebenaran yang diberitahukan Allah (Kristen: Yesus Kristus)
kepada mansuia (Isi Wahyu). Jaminan penerimaan ini adalah otoritas
Allah sendiri : Allah itu maha tahu, maha bijaksana.
PERTANGGUNGAN JAWAB TEOLOGIS ATAS IMAN.
Kesulitan manusia modern iman sebagai pengetahuan adalah kesulitan
terhadap wahyu sebagai sumber informasi. Secara obyektif isi iman
sama dengan isi wahyu.
Harus dibedakan: Iman, Pengetahuan ilmiah dan Takhyul:
- Iman: menerima suatu kebenaran atas kewibawaan pihak lain.
- Science: menerima kebenaran dari suatu obyek atau peristiwa
karena melihat sendiri dengan mata kepalanya atau dengan
otaknya.
- Takhyul: menerima kebenaran dari suatu obyek atau kekuatan
tanpa motivasi yang dapat dipertanggungjawabkan secarai rasional
maupun secara moral.
2. IMAN SEBAGAI SIKAP MANUSIA TERHADAP ALLAH.
Mansuia menjawab firman (panggilan) Alah. Manusia menyatakan
sikapnya kepada Allah yang memanggil dan mencari perlindungan
padaNya. Manusia menyerahkan dirinya kepada Allah. Langkah ini
merupakan hasil dari keputusan bebas dan fundamental.
- Sikap menolak iman.
- Sikap menerima iman.
3. IMAN SEBAGAI TINDAKAN MANUSIA.
Iman menjadi factor dari semua tindakan manusia. Perbuatannya
dalam lingkup apa saja dikuasai dan ditentukan oleh imamnnnya.
Pembangunan pribadinya, pembangunan masyarakat, pembangunan
dunia, digairahkan dan dibimbing oleh imannya.
- Beriman : suatu tindakan manusia yang integral.
- Iman adalah suatu karunia Cuma-Cuma dari Allah.