Você está na página 1de 23

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Keberhasilan pembangunan di bidang kesehatan telah menurunkan


angka kematian umum, angka kematian bayi, dan angka kelahiran. Hal ini
berdampak pada meningkatnya usia harapan hidup bangsa Indonesia dan
meningkatnya jumlah penduduk golongan lanjut usia.

Pertumbuhan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia tercatat


sebagai paling pesat di dunia dalam kurun waktu tahun 1990-2025. Jumlah
lansia yang kini sekitar 16 juta orang, akan menjadi 25,5 juta pada tahun 2020,
atau sebesar 11,37 persen dari jumlah penduduk. Itu berarti jumlah lansia di
Indonesia akan berada di peringkat empat dunia, di bawah Cina, India, dan
Amerika Serikat.

Menurut data demografi internasional dari Bureau of the Census USA


(1993), kenaikan jumlah lansia Indonesia antara tahun 1990-2025 mencapai
414%, tertinggi di dunia. Kenaikan pesat itu berkait dengan usia harapan
hidup penduduk Indonesia.

Dalam sensus Badan Pusat Statistik (BPS) 1998, harapan hidup


penduduk Indonesia rata-rata 63 tahun untuk kaum pria, dan wanita 67 tahun.
Tetapi menurut kajian WHO (1999) harapan penduduk Indonesia rata-rata
59,7 tahun, menempati peringkat ke-103 dunia. Nomor satu adalah Jepang
(74,5 tahun).

Perhatian pemerintah terhadap keberadaan lansia sudah meningkat.


GBHN 1993 mengamanatkan agar lansia yang masih produktif dan mandiri
diberi kesempatan berperan aktif dalam pembangunan.. Pemerintah juga
menetapkan tanggal 29 mei sebagai Hari Lansia Nasional, sedang DPR
menerbitkan UU no 13 tahun 1998 tentang kesejahteraan lansia.
Dengan makin bertambahnya penduduk usia lanjut, bertambah pula
penderita golongan ini yang memerlukan pelayanan kesehatan. Berbeda
dengan segmen populasi lain, populasi lanjut usia dimanapun selalu
menunjukkan morbiditas dan mortalitas yang lebih tinggi dibanding populasi
lain. Disamping itu, oleh karena aspek disabilitas yang tinggi pada segmen
populasi ini selalu membutuhkan derajat keperawatan yang tinggi.

Keperawatan pada usia lanjut merupakan bagian dari tugas dan profesi
keperawatan yang memerlukan berbagai keahlian dan keterampilan yang
spesifik, sehingga di bidang keperawatan pun saat ini ilmu keperawatan lanjut
usia berkembang menjadi suatu spesialisasi yang mulai berkembang.

Keperawatan lanjut usia dalam bahasa Inggris sering dibedakan atas


Gerontologic Nursing (Gerontic Nursing) dan Geriatric Nursing sesuai
keterlibatannya dalam bidang yang berlainan. Gerontologic nurse atau perawat
gerontologi adalah perawat yang bertugas memberikan asuhan keperawatan
pada semua penderita berusia diatas 65 tahun (di Indonesia dan Asia dipakai
batasan usia 60 tahun) tanpa melihat apapun penyebabnya dan dimanapun dia
bertugas. Secara definisi, hal ini berbeda dengan perawat geriatrik, yaitu
mereka yang berusia diatas 65 tahun dan menderita lebih dari satu macam
penyakit (multipel patologi), disertai dengan berbagai masalah psikologik
maupun sosial.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah yang dimaksud dengan panti wredha?
2. Apa saja tujuan didirikannya panti wredha?
3. Apa saja pelayanan yang ada di panti wredha?
4. Apa saja tahapan yang harus dilalui jika ingin mengadakan kegiatan di
panti wredha?
5. Bagaimana konsep asuhan keperawatan teori bagi lansia yang ada di
komunitas (panti wredha)?
6. Bagaimanakah contoh asuhan keperawatan pada lansia di komunitas (panti
wredha)?
1.3 Tujuan penulisan
1. Tujuan umum
Mengetahui dan memahami asuhan keperawatan pada lansia di komunitas.
2. Tujuan khusus
a. Mengetahui dan memahami definisi panti wredha.
b. Mengetahui dan memahami tujuan didirikannya panti wredha.
c. Mengetahui dan memahami pelayanan yang ada di panti wredha.
d. Mengetahui dan memahami tahapan dalam melakukan kegiatan di
panti wredha.
e. Mengetahui dan memahami konsep asuhan keperawatan teori pada
lansia di komunitas (panti wredha).
f. Mengetahui dan memahami contoh asuhan keperawatan pada lansia di
komunitas (panti wredha).
1.4 Manfaat
1. Menambah wawasan pembaca mengenai asuhan keperawatan pada lansia
di komunitas dalam hal ini lansia yang berada di panti wredha.
2. Sebagai sarana pendamping belajar selain buku induk dan literatur lain
yang telah ada.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Panti Wredha


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti Panti adalah rumah atau
tempat kediaman. Dan arti dari Panti Wreda adalah rumah tempat memelihara
dan merawat orang jompo.Arti kata jompo sendiri menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia adalah tua sekali dan sudah lemah fisiknya; tua renta; uzur.
Pengertian panti wredha menurut Departemen Sosial RI adalah suatu tempat
untuk menampung lansia dan jompo terlantar dengan memberikan pelayanan
sehingga mereka merasa aman, tentram sengan tiada perasaan gelisah maupun
khawatir dalam menghadapi usia tua.Secara umum Panti Wredha memiliki
fungsi sebagai berikut:
a) Pusat pelayanan kesejahteraan lanjut usia (dalam memenuhi kebutuhan
pokok lansia).
b) Menyediakan suatu wadah berupa kompleks bangunan dan memberikan
kesempatan pula bagi lansia melakukan aktivitas-aktivitas sosial-rekreasi.
c) Bertujuan membuat lansia dapat menjalani proses penuaannya dengan
sehat dan mandiri.
Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008, yaitu Peraturan
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 44 Tahun 2008, Panti wreda
tersebut memiliki fungsi sebagai berikut:
1. Pusat pelayanan pendampingan dan perlindungan bagi lanjut usia.
2. Pusat informasi tentang kesejahteraan sosial lanjut.
3. Pusat pengembangan ilmu pengetahuan tentang usia lanjut.

2.2 Tujuan Didirikannya Panti Wredha


1. Tujuan Umum
Tercapainya kualitas hidup & kesejahteraan para lansia yang layak dalam
tata kehidupan masyarakat, bangsa dan negara berdasarkan nilai-nilai
luhur budaya bangsa sehingga mereka dapat menikmati hari tuanya dengan
tentram lahir batin.
2. Tujuan Khusus
a) Memenuhi kebutuhan dasar pada lansia
b) Memenuhi kebutuhan rohani pada lansia
c) Memenuhi kebutuhan keperawatan dan kesehatan lansia
d) Memenuhi kebutuhan ketrampilan pada lansia
e) Adanya peran serta keluarga dan masyarakat untuk perawatan lansia

2.3 Pelayanan di Panti Wredha


a) Sasaran

1. Berusia lanjut

a. Berusia 60 th ke atas

b. Tidak berdaya mencari nafkah sendiri

untuk kelangsungan hidupnya

c. Tidak mempunyai keluarga dan atau

memiliki keluarga tetapi tidak mampu

memelihara lansia tersebut

2. Keluarga

3. Masyarakat

4. Instansi terkait spt Depag, Dinkes, Pemda, dll

b) Jenis Pelayanan

- Pelayanan kepada lansia :

 Pelayanan kebutuhan makan & kebutuhan gizi lansia dengan


pengaturan menu dan jadwal

 Pemeliharaan kesehatan dan kebersihan melalui pemeriksaan


rutin, pengobatan saat menderita sakit
 Bimbingan rohani berupa bimbngan mental dan keagamaan

 Bimbingan ketrampilan untuk mengisi waktu luang oleh tenaga


instruktur/petugas panti

- Pelayanan kepada keluarga dan masyarakat


 Bimbingan & Penyuluhan
Agar dpt menerima lansia dan memberi kesempatan menikmati
hari tua tentram lahir dan batin
 Pemberian pelatihan
Untuk peningkatan kondisi ekonomi keluarga
 Penyajian data dan informasi
Ttg sistem dan mekanisme pelayanan dan keberhasilan yang
telah dicapai

2.4 Tahapan Pelaksanaan Kegiatan di Panti Wredha


1. Fase Orientasi
Melakukan pengkajian pada lansia secara indiv/klp, mengkaji situasi
dan kondisi panti.
2. Fase Identifikasi
Merencanakan askep lansia.
3. Fase Intervensi
Melakukan HE (Health Education), konseling, advokasi, kolaborasi
dan rujukan.
4. Fase Resolusi
Evaluasi hasil, menentukan perkembangan lansia.
2.5 Contoh Asuhan Keperawatan Pada Lansia di Komuitas
Contoh Kasus :
Ny E mengatakan sering merasa pusing, pusing dirasakan setiap hari saat
bangun tidur, pusing di rasakan seperti nyut-nyutan, dan hilang timbul.
Saat dilakukan pengecekan tanda-tanda vital, didapatkan TD: 160/90
mmHg, S: 36,5oC, RR: 21x/menit, Nadi: 85x/menit. Ny. E mengeluh tidak
nafsu makan dalam beberapa hari terakhir, apabila jatah makannya sudah
diantar, beliau hanya memakannya sedikit sehingga tidak habis. Ny. E
mengatakan jarang minum, sehingga terlihat mukosa bibir kering. Saat
perawat mengukur IMT, didapatkan BB:41 kg dan TB: 152 cm sehingga
IMT Ny. E adalah 17,75 yang termasuk dalam kategori kurus.

A. PENGKAJIAN
1. Identitas Klien
Nama : Ny E

Umur : 80 th

Alamat : Kota X

Pendidikan : SMA

Jenis Kelamin : Perempuan

Suku : Jawa

Agama : Islam

Status Perkawinan : Janda

Tanggal masuk ke Panti Wredha : 5 th yang lalu

Tanggal Pengkajian : Senin, 26 Maret 2018

2. Status Kesehatan Saat ini


Pada saat di lakukan pengkajian tanggal 26 Maret 2018, Ny E
mengatakan sering mengeluh pusing, pusing dirasakan setiap hari saat
bangun tidur, pusing di rasakan seperti nyut-nyutan,dan hilang timbul,
dengan skala nyeri 2, Ny E hanya mengeluh pusing di bagian kepala
saja.
3. Riwayat Kesehatan Terdahulu
Menurut penuturan Ny E, Ny E tidak pernah menderita penyakit
apapun dahulu.
4. Riwayat kesehatan Keluarga
Menurut penuturan klien di dalam keluarganya tidak ada penyakit
menular atau penyakit lainnya, dan klien mengatakan kalau
keluarganya dalam keadaan sehat.
5. Pemeriksaan fisik
Tanggal 26 Maret 2018
a. Keadaan umum
- Penampilan umum : Klien tampak lemas
- Kesadaran : Compos mentis
- TTV TD : 160/90 mmHg
P : 85 x/mnt

R : 21 x/mnt

S : 36,5 0C

- Status gizi : BB: 41 kg

TB: 152 cm

IMT : 17,75 (kurus)

b. Kepala
- Kulit kepala dan Rambut
Tidak ada lesi pada kulit kepala, tampak bersih, Warna rambut
klien tampak putih/ berubah, rambut klien tampak bersih,
penyebaran rambut merata, rambut tampak panjang kondisi baik
tidak bercabang.
- Mata
Pergerakan bola mata, dapat digerakan ke atas ke bawah, ke kiri
dan ke kanan, kejelasan melihat cukup jelas tidak terdapat
katarak/ penyakit lainnya. Konjungtiva anemis, sclera ikterik,
Letak mata kanan dan kiri tampak simetris.
- Hidung
kedua lubang hidung simetris warna mukosa hidung merah
muda, tidak ada sekret , fungsi penciuman baik terbukti klien
dapat membedakan wangi balsam dan kayu putih.
- Telinga
Telinga kanan dan kiri tampak simetris, tidak tampak adamnya
serumen, fungsi pendengaran sebelah kiri sedikit terganggu,
namum klien masih dapat menjawab pertanyaan dengan jelas.
c. Mulut dan tenggorokan
Mukosa tampak kering, tidak terdapat stomatitis, warna gigi
putih kekuningan, ada sebagian gigi yang sudah tidak ada, , klien
dapat membedakan rasa makanan yaitu asin, manis, pahit, dan
asam, lidah berwarna merah muda.
d. Kulit
- Kulit klien tampak kering, saat dicubit turgor dapat kembali
dengan jarak waktu  2 detik, warna kulit sawo matang, kulit
tampak keriput.
- Kuku
Warna kuku transparan, bentuk cembung, tidak tampak adanya
kotoran,, tidak terdapat lesi disekitar kuku.
e. Leher
Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada nyeri tekan, bisa
di gerakan ke segala arah.
f. thorax
bentuk dada simetris, Frekuensi nafas 21 x / menit Irama jantung
reguler, frekuensi nadi 85 x/menit, tidak terjadi pembesaran pada
kelenjar getah bening dan tidak terjadi peninggian pada vena
jugularis, tekanan darah 160/80 mmHg.
g. Ginjal
Frekuensi BAK 4 x sehari, warna urine pekat, dengan bau khas
urine.
tidak teraba pada saat di palpasi,
h. Abdomen
Tidak ada nyeri tekan pada saat di palpasi, bising usus 11.
i. Reproduksi
klien sudah menopause.
j. Ekstermitas
- Ekstrimitas atas
Kedua tangan kanan dan kiri dapat digerakan ke segala arah
dengan kulit keriput.
- Ekstrimitas bawah
Kedua kaki kiri dan kanan dapat digerakan, tidak terdapat
oedema, klien masih bisa berjalan tanpa alat bantu.

6. Pengkajian Psikososial
a. Sosial
Hubungan klien dengan lansia yang lain baik, terbukti klien suka
ngobrol dengan lansia yang lain, klien mengatakan betah berada di
panti werdha garut ini, karena ini adalah keinginannya sendiri
untuk berada di tempat ini.
b. Masalah Emosional
Pertanyaan Tahap I

1) Apakah klien mengalami sukar tidur ?


Klien mengatakan tidak mengalami sukar tidur, karena tiap malam
tidurnya selalu pules.

2) Apakah klien sering merasa gelisah ?


Saat di lakukan pengkajian klien mengatakan tidak merasa gelisah.

3) Apakah klien sering murung atau menangis sendiri ?


Saat di lakukan pengkajian klien mengatakan kalau klien tidak
sering murung atau menangis sendirian.

4) Apakah kien sering was-was atau kuatir ?


Saat di lakukan pegkajian klien mengatakan sering merasa was-
was pada anaknya, takut anaknya kenapa-kenapa.

Petanyaan Tahap 2

1. Keluhan lebih dari 3 bulan atau lebih dari 1 kali dalam 1 bulan ?
Klien mengatakan sering merasa pusing setiap hari saat bangun
tidur.
2. Ada masalah atau banyak pikiran ?
Saat pengkajian klien mengatakan tidak punya masalah atau
pikiran.
3. Ada gangguan/masalah dengan anggota keluarga ?
Klien mengatakan tidak ada masalah dengan anggota keluarganya,
anaknya suka menengok klien.
4. Menggunakan obat tidur/penenang atas anjuran dokter?
Klien mengatakan tidak pernah meminum obat tidur, karena tidur
klien tiap hari pules.
5. Cenderung mengurung diri ?
Klien tidak pernah mengurung diri di kamar, terbukti klien suka
ngobrol di kamar teman sebelahnya.

MASALAH EMOSIONAL POSITIF (+)

7. Pengkajian spiritual
Menurut penuturan klien, klien suka melakukan sholat, tapi klien
mengatakan kalau klien tidak bisa mengaji Al-Qur’an, klien juga suka
melakukan pengajian setiap 1 minggu sekali di masjid, dan klien yakin
akan kematian, bahwa kematian itu rahasia Allah dan pasti akan
terjadi.

8. Pengkajian Fungsional Klien


a. KATZ Indeks
Klien mengatakan segala aktifitas masih bisa di kerjakan sendiri,
seperti makan, BAB/BAK, menggunakan pakaian, pergi ke toilet,
mandi, mencuci, dan berpindah. (KATZ Indeks A).

b. Modifikasi dari Barthel Indeks

NO KRITERIA DENGAN MANDIRI KETERANGAN


BANTUAN

1. Makan 10 Frekuensi : 3 x sehari

Jumlah : 1 porsi habis

Jenis : nasi + lauk


paik

2. Minum 10 Frekuensi : ± 4 x
sehari

Jumlah : ± 4 gelas

Jenis : air putih

3. Berpindah dari kursi 15 Tidak menggunakan


roda ke tempat tidur, kursi roda, bisa
sebaliknya berpindah sendiri.

4. Personal toilet (cuci 5 Frekuensi :


muka, menyisir
k. cuci muka tiap
rambut, gosok gigi)
kali mandi dan
wudhu
l. menyisir rambut 1
x sehari
m. gosok gigi 2x
sehari
5. Keluara masuk toilet 10 Mencuci pakaian
(mencuci pakaian, sendiri dan mandi
menyeka tubuh, sendiri.
menyiram)

6. Mandi 15 Frekuensi : 3 x sehari

7. Jalan di permukaan 5 Klien bisa berjalan


datar sendiri

8. Naik turun tangga 10 Klien mampu naik


turun tangga sendiri

9. Mengenakan pakaian 10 Klien mampu


mengenakan paiakan
sendiri.
I
n
10. Kontrol BAB 10 Frekuensi : 1 x sehari
t
Konsistensi : padat
e
r11. Kontrol BAK 10 Frekuensi : 3 x sehari
p
Warna : pekat
r
e12. Olahraga/latihan 10 Frekuensi : tiap hari
s
Jenis : relaksasi
t
a13. Rekreasi/pemanfaatan 10 Frekuensi :
s waktu luang
Jenis : jalan-jalan
i

Dengan Skor 130 Ny E termasuk Mandiri

9. Pengkajian Status Mental

BENAR SALAH NO PERTANYAAN


√ 01 Tanggal berapa hari ini?

√ 02 Hari apa sekarang ini?

√ 03 Apa nama tempat ini ?

√ 04 Dimana alamat Anda?

√ 05 Berapa umur Anda ?


4
√ 06 Kapan Anda lahir ? (minimal tahun lahir)

√ 07 Siapa presiden Indonesia sekarang?

√ 08 Siapa presiden Indonesia sebelumnya?

√ 09 Siapa nama ibu Anda?

√ 10 Kurangi 3 dari 20 dan tetap kurangi sampai tiga


kali pengurangan

∑=6 ∑=4

Score total =

Interprestasi hasil :

Dengan nilai skor 4 Ny E mengalami Kerusakan intelektual ringan.

10. Aspek kognitif


NO ASPEK NILAI NILAI KRITERIA
KOGNITIF MAKSIMAL
KLIEN

1 Orientasi 5 2 Menyebutkan dengan benar :

o Tahun
o Musim
o Tanggal
o Hari
o Bulan
Orientasi 5 2 Dimana kita sekarang berada )

o Negara …..
o Propinsi ….
o Kota………
o PSTW/desa/kampung……..
o Wisma/alamat …….
2 Registrasi 3 3 Sebutkan nama 3 obyek (oleh
pemeriksa) 1 detik untuk
mengatakan masing-masing obyek.
Kemudian tanyakan kepada klien
ketiga obyek tadi. (untuk
disebutkan)

o Obyek bolpoint
o Obyek kerudung
o Obyek kertas
3 Perhatian dan 5 0 Minta klien untuk memulai dari
Kalkulasi angka 100 kemudian dikurangi 7
sampai 5 kali/tingkat

o 93
o 86
o 79
o 72
o 65
4 Mengingat 3 3 Minta klien untuk mengulangi
ketiga obyek pada No.2 (registrasi)
tadi. Bila benar, 1 point untuk
masing2 obyek.
5 Bahasa 9 Tunjukkan pada klien suatu benda
dan tanyakan namanya pada klien

o (misal jam tangan)


2
o (misal pensil)

Minta klien untuk mengulang kata


berikut: “tak ada jika, dan, atau,
tetapi”. Bila benar, nilai satu point.

o Pernyataan benar 2 buah: tak


ada, tetapi

2
Minta klien untuk mengikuti
perintah berikut yang terdiri dari 3
langkah : “Ambil kertas di tangan
anda, lipat dua dan taruh di lantai”.

o Ambil kertas di tangan anda


o Lipat dua
o Taruh di lantai

Perintahkan pada klien untuk hal


3
berikut (bila aktifitas sesuai
perintah nilai 1 point)

o “Tutup mata Anda”

Perintahkan pada klien untuk


menulis satu kalimat dan menyalin
gambar

o Tulis satu kalimat


o Menyalin gambar

Nilai Total 18

Interprestasi hasil :

Dengan nilai skor 18 Ny E mengalami Kerusakan aspek fungsi mental ringan

B. ANALISA DATA
No Pengelompokan Data Kemungkinan Penyebab Masalah Keperawatan

1. DS : Peningkatan tekanan Gangguan rasa nyaman


vascular selebral nyeri
- Klien mengatakan
pusing kepala. 
- Kepala terasa berat
Pelebaran pembuluh darah
DO :

- TD: 160/90 mmHg
- Klien terlihat Merangsang reseptor nyeri
mengerutkan dahinya

Gangguan rasa nyaman nyeri


2. DS : Proses menua gangguan pemenuhan
nutrisi kurang dari
- Klien mengatakan tidak 
kebutuhan tubuh
nafsu makan
Pungsi system
- Klien .jarang minum.
gastrointestinal menurun
- Klien mengatakan
makan hanya sehari 3 x 
tetapi tidak habis.
Tidak nafsu makan
DO :

- Klien makan sedikit,


porsi tidak habis.
- Mukosa kering

C. Diagnosa Keperawatan Berdasarkan Prioritas Masalah


a. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan peningkatan
tekanan vaskular serebral, ditandai dengan:
DS :

- Klien mengatakan pusing kepala.

- Kepala terasa berat

DO :

- TD: 160/90 mmHg

-Klien terlihat mengerutkan dahinya

b. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh


berhubungan dengan penurunan fungsi system gastrointestinal.
di tandai dengan:
DS :
- Klien mengatakan tidak nafsu makan
- Klien .jarang minum.
- Klien mengatakan makan hanya sehari 3 x tetapi tidak habis.
DO :

- Klien makan sedikit, porsi tidak habis.


- Mukosa kering
D. PERENCANAAN
No Dx PERENCANAAN

Tujuan Intervensi Rasional

1 Gangguan Dalam 4 hari - Kaji keadaan - Dengan


rasa nyaman gangguan rasa klien setiap hari mengkaji
nyeri nyaman nyeri keadaan klien
berhubungan dapat teratasi untuk
dengan dengan kriteria mengetahui
peningkatan hasil : permasalahan
tekanan - klien tidak yang dirasakan
serebral. merasa pusing oleh klien.
- TD klien dalam - Observasi TTV - Untuk
batas normal. tiap hari mengetahui
keadaan /
keluhan klien

- Anjurkan tirah - Untuk


baring jika klien meningkatkan
merasa pusing relaksasi dan
menurunkan
rasa nyeri

- Anjurkan klien - Untuk


untuk tidak mencegah
beraktifitas adanya injury
berat dan
banyak
istirahat.
- Anjurkan klien - Untuk
untuk tidak menghindari
banyak pikiran peningkatan
tekanan tekanan
serebral

- Kolaborasi - Untuk
dengan dokter menurunkan
untuk rasa nyeri
pemberian
analgesic
2 Gangguan Dalam 4 hari - Anjurkan klien - Untuk
pemenuhan gangguan untuk makan memenuhi
nutrisi pemenuhan dengan porsi kebutuahn
kurang dari nutrisi kurang sedikit tapi nutrisi
kebutuhan dari kebutuhan sering.
tubuh tubuh dapat - Anjurkan klien
- Untuk
berhubungan teratasi dengan untuk memakan
meningkatkan
dengan tidak kriteria hasil : makanan yang
nafsu makan
nafsu makan - Nafsu makan di sukainya
bertambah - Sajikan
- Untuk
- Porsi makan makanan
meningkatkan
klien habis dengan hangat.
nafsu makan

E. Implementasi keperawatan
F. Evaluasi Keperawatan
BAB III
PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA

Anderson, Elizabeth T. dan Judith McFarlane. Buku Ajar Keperawatan


Komunitas: Teori dan Praktik, Ed. 3. Jakarta: EGC.

Bandiyah, Siti. 2009. Lanjut Usia dan Keperawatan Gerontik. Yogyakarta: Nuha
Medika.

Ekasari, Mia Fatma, dkk. 2006. Panduan Pengalaman Belajar Lapangan:


Keperawatan Keluarga, Keperawatan Gerontik, Keperawatan Komunitas. Jakarta:
EGC.

Maryam, R. Siti, dkk. 2008. Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya. Jakarta:
Salemba Medika.

Nugroho, Wahyudi. 2008. Keperawatan Gerontik dan Geriatrik. Jakarta: EGC.