Você está na página 1de 38

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Manusia adalah makhluk yang mulia. Mausia merupakan makhluk yang mampu
berpikir, dan menusia merupakan makhluk 3 dimensi (yang terdiri dari badan, ruh, dan
kemampuan berpikir / akal). Manusia di dalam proses tumbuh kembangnya dipengaruhi
oleh dua faktor utama yaitu faktor keturunan dan faktor lingkungan.
Dalam proses perkembangan manusia terdiri dari beberapa fase yakni bayi, todler,
prasekolah, sekolah, remaja, dewasa hingga lansia. Manusia tidak dapat hidup secara
sendiri, manusia memerlukan orang lain dalam kehidupannya agar menjadi manusia yang
produktif. Ada beberapa golongan dalam interaksi atar manusia yakni individu,
kelompok, dan masyarakat.
Masyarakat merupakan kelompok – kelompok makhluk hidup dengan realitas
baru yang berkembang menurut hukum – hukumnya sendiri dengan berkembang menurut
pola perkembangan nya sendiri. (Conte dalam Syani,2012). Pada setiap tumbuh kembang
dan golongan tentunya akan mengalami masalah pada kesehatan. Masalah kesehatan
adalah suatu masalah yang sangat kompleks, yang saling berkaitan dengan masalah –
masalah lain diluar kesehatan sendiri. Demikian pula pemecahan masalah kesehatan
masalah, tidak hanya dilihat dari segi kesehatannya sendiri, tapi harus dilihat dari segi –
segi yang ada pengaruhnya terhadap masalah “ sehat sakit “ atau kesehatan tersebut.
Tujuan utama pembangunan nasional adalah peningkatan kualitas SDM yang
dialakukan secara berkelanjutan. Berdasarkan visi pembangunan nasional melalui
pembangunan kesehatan yang ingin dicapai untuk mewujudkan Indonesia sehat 2025.
Gambaran masyarakat Indonesia di masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan
kesehatan adalah masyarakat bangsa, Negara yang ditandai oleh penduduknya hidup
dalam lingkungan dan dengan prilaku hidup sehat, memiliki kemampuan untuk
menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata serta memiliki
derajat kesehatan yang tinggi. Suatu bentuk pelayanan professional yang merupakan
bagian integral dari pelayanan kesehatan didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan,
berbentuk pelayanan bio, psiko, sosio, spiritual yang komprehensif ditujukan pada
individu, keluarga dan masyarakat baik sakit maupun sehat. Pelayanan keperawatan
berupa bantuan yang diberikan karena adanya kelemahan fisik dan mental, keterbatasan
pengetahuan serta kurangnya kemauan, sehingga dengan bantuan yang diberikan tersebut
diperoleh kemampuan melaksanakan kegiatan hidup sehari – hari secara mandiri.
Kegiatan pelayanan daiberikan dalam upaya peningkatan kesehatan ( promotif ),
pencegahan penyakit ( preventif ), penyembuhan ( kuratif ), sertya pemeliharaan
kesehatan ( rehabilitative ), upaya yang diberikan ditekankan kepada upaya pelayanan
kesehatan primer ( Primary Health Care/ PHC ) sesuai dengan wewenang, tanggung
jawab dan etika profesi keperawatan sehingga setiap orang yang menerima pelayanan
kesehatan dapat mencapai hidup sehat dan produktif.
keperawatan komunitas adalah bidang perawatan khusus yang merupakan
gabungan keterampilan ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan bantuan sosial,
sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat secara keseluruhan guna
meningkatkan kesehatan, penyempumaan kondisi sosial, perbaikan lingkungan fisik,
rehabilitasi, pencegahan penyakit dan bahaya yang lebih besar, ditujukan kepada
individu, keluarga, yang mempunyai masalah dimana hal itu mempengaruhi masyarakat
secara keseluruhan.Oleh sebab itu keperawatan komunitas berpengaruh besar dalam
tercapainya indonesia yang sehat pada tahun 2025.
Desa limbung merupakan sebuah desa yang berada di kecamatan sungai raya
kabupaten kubu raya dengan luas wilayah 5. 251.08 ha dengan jumlah penduduk 19721
jiwa dengan jumlah wanita 9477 dan pria 9594 pada tahun 2015. Salah satu wilayah yang
masuk dalam desa limbung adalah RT. 03 RW 12 yang berlokasi disekitar pinggiran
sungai kapuas. Dari hasil pengkajian terdapat banyak masalah kesehatan yang dan
potensial terjadinya masalah kesehatan pada masyarakat. Salah satunya masalah yang
sering terjadi adalah pencemaran sungai oleh warga sekitar dengan membuang sampah
langsung ke sungai kapuas, masalah kesehatan yang banyak terjadi pada masayrakat
sekitar antaralain hipertensi dan arthritis rematoid. Oleh karena itu kelompok mengangkat
judul keperawatan komunitas tentang Asuhan Keperawatan Komunitas Di RT 01/RW12
Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya wilayah kerja puskesmas Sungai Durian.
B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Tujuan umum penulisan makalah ini adalah merencanakan asuhan keperawatan
komuitas dalam rentang sehat sakit pada masyarakat di RT03/RW12 Kecamatan
Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya
2. Tujuan Khusus
a. Mengidentifikasi masalah kesehatan pada masyarakat di RT03/RW12 Kecamatan
Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya dalam melaksanakan asuhan keperawatan
komunitas.
b. Menyusun rencana asuhan keperawatan komunitas sebagai dasar dalam
melaksanakan asuhan keperawatan komunitas.
c. Melengkapi data asuhan keperawatan komunitas sebagai dasar dalam melaksanakan
asuhan keperawatan komunitas.
d. Mengelompokan data asuhan keperawatan komunitas sebagai dasar dalam
melaksanakan asuhan keperawatan komunitas
e. Merumuskan masalah keperawatan komunitas sebagai dasar dalam melaksanakan
asuhan keperawatan komunitas
f. Menyusun Rencana Tindakan keperawatan komunitas pada masyarakat di
RT01/RW12 Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya sebagai dasar dalam
melaksanakan asuhan keperawatan komunitas
g. Menyusun POA (Plan Of Action) masyarakat di RT03/RW12 Kecamatan Sungai
Raya Kabupaten Kubu Raya

C. Manfaat Praktik
1. Bagi Mahasiswa
Mahasiswa mampu menbuat asuhan keperawatan komunitas dan mengaplikasikan
keperawatan komunitas yang baik dan benar sesuai dengan 5 langkah pembuatan
asuhan keperawatan dan falsafah keperawatan komunitas.
2. Bagi Masyarakat Sekitar
Bertambahnya pengetahuan masyarakat binaan tentang pentingnya menjaga kesehatan
diri dan lingkungan serta menurunkan angka terjadinya resiko munculnya penyakit
degenerative.
3. Bagi Desa
Terwujudnya visi misi desa yang sesuai dengan asuhan keperawatan komunitas dan
meningkatnya sumber daya manusia di desa teresebut.
4. Bagi Pelayanan Kesehatan
Agar dapat mengaplikasikan teori keperawatan ke dalam praktik pelayanan
5. Bagi Instansi Pendidikan
Menjadi acuan untuk perkembangan pembelajaran komunitas dengan hasil praktik
langsung di lapangan.

D. Waktu dan Tempat Praktik


Waktu praktik dilakukan dari tanggal 30 April – 9 Juni 2018, di Desa Limbung
RT03/RW12 Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya.

E. Metode Penulisan
Dalam penulisan makalah ini kami mengunakan metode deskriptif, yang diperoleh dari
literatur dari berbagai media, baik buku maupun internet yang di sajikan dalam bentuk
makalah.

F. Sistematika Penulisan
Sistematika dalam penulisan makalah ini adalah:
BAB I : Pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang, Tujuan,manfaat,
waktu dan tempat praktik, metode penulisan dan sistematika penulisan.
BAB II : Tinjauan teoritis yang terdiri dari konsep dasar keperawatan
komunitas dan asuhan keperawatan komunitas
BAB III : Asuhan Keperawatan komunitas
BAB II
Tinjauan Pustaka

A. Pengertian Keperawatan Komunitas


Keperawatan komunitas terdiri dari tiga kata yaitu keperawatan, kesehatan dan
komunitas, dimana setiap kata memiliki arti yang cukup luas. Azrul Azwar (2000)
mendefinisikan ketiga kata tersebut sebagai berikut :
1. Keperawatan adalah ilmu yang mempelajari penyimpangan atau tidak terpenuhinya
kebutuhan dasar manusia yang dapat mempengaruhi perubahan, penyimpangan atau
tidak berfungsinya secara optimal setiap unit yang terdapat dalam sistem hayati
tubuh manusia, baik secara individu, keluarga, ataupun masyarakat dan ekosistem.
2. Kesehatan adalah ilmu yang mempelajari masalah kesehatan manusia mulai dari
tingkat individu sampai tingkat ekosistem serta perbaikan fungsi setiap unit dalam
sistem hayati tubuh manusia mulai dari tingkat sub sampai dengan tingkat sistem
tubuh.
3. Komunitas adalah sekelompok manusia yang saling berhubungan lebih sering
dibandingkan dengan manusia lain yang berada diluarnya serta saling ketergantungan
untuk memenuhi keperluan barang dan jasa yang penting untuk menunjang
kehidupan sehari-hari.
Menurut WHO (2010), keperawatan komunitas adalah bidang perawatan khusus
yang merupakan gabungan keterampilan ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat
dan bantuan sosial, sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat secara
keseluruhan guna meningkatkan kesehatan, penyempumaan kondisi sosial, perbaikan
lingkungan fisik, rehabilitasi, pencegahan penyakit dan bahaya yang lebih besar,
ditujukan kepada individu, keluarga, yang mempunyai masalah dimana hal itu
mempengaruhi masyarakat secara keseluruhan.
B. Tujuan dan Fungsi Keperawatan Komunitas
1. Tujuan keperawatan komunitas
Tujuan proses keperawatan dalam komunitas adalah untuk pencegahan dan
peningkatan kesehatan masyarakat melalui upaya-upaya sebagai berikut.
a. Pelayanan keperawatan secara langsung (direct care) terhadap individu, keluarga,
dan keluarga dan kelompok dalam konteks komunitas.
b. Perhatian langsung terhadap kesehatan seluruh masyarakat (health general
community) dengan mempertimbangkan permasalahan atau isu kesehatan
masyarakat yang dapat memengaruhi keluarga, individu, dan kelompok.
2. Fungsi keperawatan komunitas
a. Memberikan pedoman dan bimbingan yang sistematis dan ilmiah bagi kesehatan
masyarakat dan keperawatan dalam memecahkan masalah klien melalui asuhan
keperawatan.
b. Agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang optimal sesuai dengan
kebutuhannya dibidang kesehatan.
c. Memberikan asuhan keperawatan melalui pendekatan pemecahan masalah,
komunikasi yang efektif dan efisien serta melibatkan peran serta masyarakat.
Agar masyarakat bebas mengemukakan pendapat berkaitan dengan permasalahan
atau kebutuhannya sehingga mendapatkan penanganan dan pelayanan yang cepat
dan pada akhirnya dapat mempercepat proses penyembuhan (Mubarak, 2006).

C. Komunitas Sebagai Klien


Komunitas sebagai klien berarti sekumpulan individu / klien yang berada pada
lokasi atau batas geografis tertentu yang memiliki nilai-nilai, keyakinan dan minat
relative sama serta adanya interaksi satu sama lain untuk mencapai tujuan. Komunitas
merupakan sumber dan lingkungan bagi keluarga. Komunitas sebagai klien yang
dimaksud termasuk kelompok risiko tinggi, antara lain: daerah terpencil, daerah rawan,
daerah kumuh, dll.
D. Strategi Intervensi Keperawatan Komunitas
Strategi intervensi keperawatan komunitas adalah sebagai berikut:
1. Proses kelompok (group process)
Seseorang dapat mengenal dan mencegah penyakit, tentunya setelah belajar dari
pengalaman sebelumnya, selain faktor pendidikan/pengetahuan individu, media masa,
Televisi, penyuluhan yang dilakukan petugas kesehatan dan sebagainya. Begitu juga
dengan masalah kesehatan di lingkungan sekitar masyarakat, tentunya gambaran
penyakit yang paling sering mereka temukan sebelumnya sangat mempengaruhi upaya
penangan atau pencegahan penyakit yang mereka lakukan. Jika masyarakat sadar
bahwa penangan yang bersifat individual tidak akan mampu mencegah, apalagi
memberantas penyakit tertentu, maka mereka telah melakukan pemecahan-pemecahan
masalah kesehatan melalui proses kelompok.
2. Pendidikan Kesehatan (Health Promotion)
Pendidikan kesehatan adalah proses perubahan perilaku yang dinamis, dimana
perubahan tersebut bukan hanya sekedar proses transfer materi/teori dari seseorang ke
orang lain dan bukan pula seperangkat prosedur. Akan tetapi, perubahan tersebut
terjadi adanya kesadaran dari dalam diri individu, kelompok atau masyarakat sendiri.
Sedangkan tujuan dari pendidikan kesehatan menurut Undang-Undang Kesehatan No.
23 Tahun 1992 maupun WHO yaitu ”meningkatkan kemampuan masyarakat untuk
memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan; baik fisik, mental dan sosialnya;
sehingga produktif secara ekonomi maupun secara sosial.
3. Kerjasama (Partnership)
Berbagai persoalan kesehatan yang terjadi dalam lingkungan masyarakat jika tidak
ditangani dengan baik akan menjadi ancaman bagi lingkungan masyarakat luas. Oleh
karena itu, kerja sama sangat dibutuhkan dalam upaya mencapai tujuan asuhan
keperawatan komunitas melalui upaya ini berbagai persoalan di dalam lingkungan
masyarakat akan dapat diatasi dengan lebih cepat.
E. Sejarah Perkembangan Keperawatan Komunitas
Pembagian era sejarah perkembangan keperawatan komunitas
1. Empirical health era (< 1850 )
Pendekatan kearah symptom/gejala yang dikeluhkan si sakit, pendidikan, yankes,
penelitian berorientasi pada gejala penyakit
2. Basic science era (1850-1900)
Ditemukannya laboratorium, Ilmu kesehatan berkembang ke arah penyebab terjadinya
penyakit yang dapat dibuktikan secara laboratoris
3. Clinical science era ( 1900-1950)
Ilmu kesehatan, bagaimana mendiagnosis, mengobati dan memulihkan individu yang
menderita sakit tertentu/ Patient oriented.
4. Publc health science era (1950-2000)
Mulai dikembangkan kesehatan masyarakat (public health), yankes tidak lagi
mengutamakan upaya kuratif tetapi juga memikirkan upaya promotif dan rehabilitatif.
5. Political health science era (sekarang)
Konsep pendekatan terhadap semua penduduk. Masalah yang dihadapi meliputi :
environment, health services, behavior dan herediter.

F. Pengertian CHN
CHN (Community Health Nursing) adalah sebuah sintesis dari praktek
keperawatan dan praktek kesehatan masyarakat yang diterapkan untuk mempromosikan
dan melestarikan kesehatan penduduk Tidak terbatas pada kelompok umur tertentu
diagnosis, dan terus, tidak episodik. Promosi kesehatan, pemeliharaan, pendidikan
kesehatan, manajemen, koordinasi, dan kontinuitas perawatan perawatan kesehatan
individu, keluarga, kelompok, dalam masyarakat (ANA di Stanhope dan Lancaster,
1999). Konsep Falsafah CHN, yaitu:
1. Kesehatan yang baik dan usia panjang produktif adalah hak setiap individu tanpa
membedakan suku dan jenis kelamin.
2. Semua orang mempunyai kebutuhan belajar.
3. Beberapa klien mungkin tidak memahami kebutuhan belajarnya atau kebutuhan
bantuan untuk mencapai tingkat sehat yang tinggi.
4. Orang akan menerima dan menggunakan informasi yang bermanfaat untuk dirinya,
sehinga pengetahuan memiliki makna tertentu
5. Kesehatan yang baik dan pelayanan kesehatan memberi kesempatan masyarakat luas
untuk hidup lebih baik sesuai potensi dan pengaruh standar hidup.
6. Kesehatan merupakan salah satu nilai saing klien dan memiliki prioritas yang berbeda
pada waktu yg berbeda.
7. Nilai dan konsep sehat berbeda tergantung pada budaya, agama dan latar belakang
sosial klien
8. Otonomi individu dan komunitas membri prioritas yang berbeda pada waktu yang
berbeda
9. Klien fleksibel dapat berubah sesuai stimulus internal atau eksternal
10. Klien termotivasi untuk berkembang
11. Kesehatan merupakan penyesuaian klien yang dinamis thd lingkungan
12. Klien dapat berpindah kearah yang berbeda sepanjang rentang pada waktu yang
berbeda
13. Fungsi utama CHN membantu klien mencapai tingkat sehat yang tinggi

G. Model Konseptual Dalam Keperawatan Komunitas


Model adalah sebuah gambaran deskriptif dari sebuah praktik yang bermutu yang
mewakili sesuatu yang nyata atau gambaran yang mendekati kenyataan dari konsep.
Model praktik keperawatan didasarkan pada isi dari sebuah teori dan konsep praktik
(Riehl & Roy, 1980 dalam Sumijatun, 2010).
Salah satu model keperawatan kesehatan komunitas yaitu Model Health Care
System (Betty Neuman, 1972). Model konsep ini merupakan model konsep yang
menggambarkan aktivitas keperawatan, yang ditujukan kepada penekanan penurunan
stress dengan cara memperkuat garis pertahanan diri, baik yang bersifat fleksibel, normal,
maupun resisten dengan sasaran pelayanan adalah komunitas (Mubarak & Chayatin,
2009).
Menurut Sumijatun (2006) teori Neuman berpijak pada metaparadigma
keperawatan yang terdiri dari yang terdiri dari klien, lingkungan, kesehatan dan
keperawatan.Asumsi Betty Neuman tentang empat konsep utama yang terkait dengan
keperawatan komunitas adalah:
1. Manusia, merupakan suatu sistem terbuka yang selalu mencari keseimbangan dari
harmoni dan merupakan suatu kesatuan dari variabel yang utuh, yaitu: fisiologi,
psikologi, sosiokultural, perkembangan dan spiritual
2. Lingkungan, meliputi semua faktor internal dan eksternal atau pengaruh-pengaruh dari
sekitar atau sistem klien
3. Sehat, merupakan kondisi terbebas dari gangguan pemenuhan kebutuhan. Sehat
merupakan keseimbangan yang dinamis sebagai dampak dari keberhasilan
menghindari atau mengatasi stresor.

H. Hubungan Konsep Keperawatan Komunitas Dengan Pelayanan Kesehatan Utama


Keperawatan komunitas adalah suatu dalam keperawatan yang merupakan
perpaduan antara keperawatan dan kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta
aktif masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan
masyarakat dengan menekankan kepada peningkatan peran serta masyarakat dalam
melakukan upaya promotif dan perventif dengan tidak melupakan tindakan kuratif dan
rehabilitatif sehingga diharapkan masyarakat mampu mengenal, mengambil keputusan
dalam memelihara kesehatannya (Mubarak, 2009).
Selain menjadi subjek, masyarakat juga menjadi objek yaitu sebagai klien yang
menjadi sasaran dari keperawatan kesehatan komunitas terdiri dari individu dan
masyarakat. Berdasarkan pada model pendekatan totalitas individu dari Neuman (1972
dalam Anderson, 2006) untuk melihat masalah pasien, model komunitas sebagai klien
dikembangkan untuk menggambarkan batasan keperawatan kesehatan masyarakat
sebagai sintesis kesehatan masyarakat dan keperawatan. Model tersebut telah diganti
namanya menjadi model komunitas sebagai mitra, untuk menekankan filosofi pelayanan
kesehatan primer yang menjadi landasannya.
Secara lebih rinci dijabarkan sebagai berikut :
1. Tingkat individu
Individu adalah bagian dari anggota keluarga. Apabila individu tersebut mempunyai
masalah kesehatan maka perawat akan memberikan asuhan keperawatan pada individu
tersebut. Pelayanan pada tingkat individu dapat dilaksanakan pada rumah atau
puskesmas, meliputi penderita yang memerlukan pelayanan tindak lanjut yang tidak
mungkin dilakukan asuhan keperawatan di rumah dan perlu kepuskesmas, penderita
resiko tinggi seperti penderita penyakit demam darah dan diare. Kemudian individu
yang memerlukan pengawasan dan perawatan berkelanjutan seperti ibu hamil, ibu
menyusui, bayi dan balita.
2. Tingkat keluarga
Keperawatan kesehatan komunitas melalui pendekatan keperawatan keluarga
memberikan asuhan keperawatan kepada keluarga yang mempunyai masalah
kesehatan terutama keluarga dengan resiko tinggi diantaranya keluarga dengan sosial
ekonomi rendah dan keluarga yang anggota keluarganya menderita penyakit menular
dan kronis. Hal ini dikarenakan keluarga merupakan unit utama masyarakat dan
lembaga yang menyakut kehidupan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, keluarga
tetap juaga berperan sebagai pengambil keputusan dalam memelihara kesehatan
anggotanya.
3. Tingkat komunitas
Keperawatan kesehatan komunitas di tingkat masyarakat dilakukan dalam lingkup
kecil sampai dengan lingkup yang luas didalam suatu wilayah kerja puskesmas.
Pelayanan ditingkat masyarakat dibatasi oleh wilayah atau masyarakat yang
mempunyai ciri-ciri tertentu misalnya kebudayaan, pekerjaan, pendidikan dan
sebagainya.

I. Proses Pelaksanaan Keperawatan Komunitas


Keperawatan komunitas merupakan suatu bidang khusus keperawatan yang
merupakan gabungan dari ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan ilmu sosial
yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yang diberikan kepada
individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat baik yang sehat maupun yang sakit
(mempunyai masalah kesehatan/keperawatan), secara komprehensif melalui upaya
promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif dan resosialitatif dengan melibatkan peran serta
aktif masyarakat secara terorganisir bersama tim kesehatan lainnya untuk dapat mengenal
masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapi serta memecahkan masalah-masalah
yang mereka miliki dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan sesuai dengan
hidup sehat sehingga dapat meningkatkan fungsi kehidupan dan derajat kesehatan
seoptimal mungkin dan dapat diharapkan dapat mandiri dalam memelihara kesehatannya
(Chayatin, 2009). Menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dan
melibatkan klien sebagai mitra kerja dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi
pelayanan kesehatan. Pelayanan keperawatan profesional yang merupakan perpaduan
antara konsep kesehatan masyarakat dan konsep keperawatan yang ditujukan pada
seluruh masyarakat dengan penekanan pada kelompok resiko tinggi (Efendi, 2009).
Keperawatan komunitas merupakan Pelaksanaan keperawatan komunitas
dilakukan melalui beberapa fase yang tercakup dalam proses keperawatan komunitas
dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah yang dinamis. Fase-fase pada
proses keperawatan komunitas secara langsung melibatkan komunitas sebagai klien yang
dimulai dengan pembuatan kontrak/partner ship dan meliputi pengkajian, diagnosa,
perencanaan, implementasi dan evaluasi (Efendi, 2009).

J. Diagnosa Keperawatan
Kesehatan Diagnosis keperawatan ialah respon individu pada masalah kesehatan
baik yang actual maupun potensial. Diagnose keperawatan komunitas akan memeberikan
gambaran tentang masalah dan status kesehatan masyarakat baik yang nyata dan yang
mungkin terjadi.
Diagnosa ditegakkan berdasarkan tingkat rekreasi komunitas terhadap stresor
yang ada. Selanjutnya dirumuskan dalam tiga komponen, yaitu problem/masalah (P),
etiology atau penyebab (E), dan symptom atau manifestasi/data penunjang (S) (Mubarak,
2005).
1. Problem : merupakan kesenjangan atau penyimpangan dari keadaan normal yang
seharusnya terjadi.
2. Etiologi : penyebab masalah kesehatan atau keperawatan yang dapat memeberikan
arah terhadap intervensi keperawatan.
3. Symptom: tanda atau gejala yang tampak menunjang masalah yang terjadi.
K. Perencanaan/ Intervensi
Perencanaan keperawatan merupakan penyusunan rencana tindakan keperawatan
yang akan dilaksanakan untuk mengatasi masalah sesuai dengan diagnosis keprawatan
yang sudah ditentukan dengan tujuan terpenuhinya kebutuhan pasien. Perencanaan
intervensi yang dapat dilakukan berkaitan dengan diagnosa keperawatan komunitas yang
muncul diatas adalah (Mubarak, 2005):
1. Lakukan pendidikan kesehatan tentang penyakit
2. Lakukan demonstrasi ketrampilan cara menangani penyakit
3. Lakukan deteksi dini tanda-tanda gangguan penyakit
4. Lakukan kerja sama dengan ahli gizi dalam mennetukan diet yang tepat
5. Lakukan olahraga secara rutin
6. Lakukan kerja sama dengan pemerintah atau aparat setempat untuk memperbaiki
lingkungan komunitas
7. Lakukan rujukan ke rumah sakit bila diperlukan

L. Pelaksanaan/Implementasi
Pelaksanaan merupakan tahap realisasi dari rencana asuhan keperawatan yang
telah disusun. Dalam pelaksanaannya tindakan asuhen keperawatan harus bekerjasama
dengan angoota tim kesehatan lain dalam hal melibatkan pihak puskesmas, bidan desa,
dan anggota masyarakat (Mubarak, 2005). Perawat bertanggung jawab dalam
melaksanakan tindakan yang telah direncanakan yang bersifat (Efendi, 2009), yaitu:
1. Bantuan untuk mengatasi masalah gangguan penyakit
2. Mempertahankan kondisi yang seimbang dalam hal ini perilaku hidup sehat dan
melaksanakan upaya peningkatan kesehatan
3. Mendidik komunitas tentang perilaku sehat untuk mencegah gangguan penyakit
4. Advocat komunitas yang sekaligus memfasilitasi terpenuhinya kebutuhan
komunitas
M. Penilaian/Evaluasi
Evaluasi memuat keberhasilan proses dan keberhasilan tindakan keperawatan.
Keberhasilan proses dapat dilihat dengan membandingkan antara proses dengan dengan
pedoman atau rencana proses tersebut. Sedangkan keberhasilan tindakan dapat dilihat
dengan membandingkan tingkat kemandirian masyarakat dalam perilaku kehidupan
sehari-hari dan tingkat kemajuan masyarakat komunitas dengan tujuan yang sudah
ditentukan atau dirumuskan sebelumnya (Mubarak, 2005). Adapun tindakan dalam
melakukan evaluasi adalah:
1. Menilai respon verbal dan nonverbal komunitas setelah dilakukan intervensi
2. Menilai kemajuan oleh komunitas setelah dilakukan intervensi keperawata
3. Mencatat adanya kasus baru yang dirujuk ke rumah sakit

N. Perspektif International Health Care


Kesehatan global adalah kesehatan populasi dalam konteks global dan melampaui
perspektif dan keprihatinan dari negara masing-masing. Masalah kesehatan yang
melampaui batas-batas nasional atau memiliki dampak politik dan ekonomi global, sering
ditekankan. Telah didefinisikan sebagai 'bidang studi, penelitian dan praktek yang
menempatkan prioritas pada peningkatan kesehatan dan mencapai kesetaraan dalam
kesehatan bagi semua orang di seluruh dunia '. Dengan demikian, kesehatan global
adalah peningkatan sekitar seluruh dunia kesehatan, pengurangan kesenjangan, dan
perlindungan terhadap dunia ancaman yang mengabaikan batas-batas nasional. Penerapan
prinsip-prinsip ini ke domain dari kesehatan mental disebut Kesehatan Mental global.
Perspektif international health care adalah sebuah perspektif epidemiologi
mengidentifikasi masalah utama kesehatan global. Sebuah perspektif medis menjelaskan
patologi utama penyakit, dan mempromosikan pencegahan, diagnosis, dan pengobatan
penyakit.Badan internasional utama bagi kesehatan adalah Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO). Lembaga penting lainnya dengan dampak pada aktivitas kesehatan global
termasuk UNICEF, Program Pangan Dunia (WFP), United Nations University -
International Institute for Global Health dan Bank Dunia . Sebuah inisiatif utama untuk
meningkatkan kesehatan global adalah Deklarasi Milenium PBB dan global didukung
Millenium Development Goals.
O. Perbedaan antara keperawatan komunitas di klinik dan Rumah Sakit
1. Rumah sakit mempunyai protap yang lebih lengkap. Sementara klinik tidak terlalu
lengkap
2. Administrasi rumah sakit lebih mendetail dan terperinci sementara klinik hanya uang
konsul dan obat saja
3. Ruangan rumah sakit lebih luas dan nyaman sementara klinik hanya menyediakan
ruangan yang lebih kecil
4. Rumah sakit memberikan pelayanan yang memuaskan dan terperinci sementara klinik
hanya berdasar diagnosa sementara saja
BAB III
ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS

APLIKASI ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS


DI DESA LIMBUNG RW 12 RT 03 KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN
KUBURAYA

Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kelurahan Desa Limbung


Kecamatan Sungai Raya maka mahasiswa berusaha untuk menerapkan konsep-konsep
keperawatan komunitas yang ada.
Kegiatan praktek keperawatan komunitas yang dilaksanakan oleh mahasiswa di
Kelurahan ponjalae diawali dengan penerimaan mahasiswa oleh Lurah Desa Limbung dan
melakukan pertemuan dengan perwakilan puskesmas sebagai perkenalan yang merupakan
langkah awal dalam penerimaan di masyarakat. Selain kegiatan komunitas, mahasiswa juga
memberikan asuhan keperawatan keluarga, resume, dan gerontik. Keluarga yang menjadi sasaran
untuk dibina khususnya adalah keluarga dengan risiko kesehatan.
Adaptasi kegiatan-kegiatan kelompok kerja kesehatan yang dilaporkan meliputi tahap-
tahap persiapan dan pelaksanaan. Persiapan meliputi persiapan kemasyarakatan dan persiapan
tekhnis sedangkan tahap pelaksanaan terdiri dari pengkajian, perencanaan, implementasi,
evaluasi dan rencana tindak lanjut.
A. Persiapan
1. Persiapan kemasyarakatan
Pada tahap persiapan kemasyarakatan, kelompok melakukan kegiatan pertemuan
dengan kepala Kelurahan Desa Limbung dan perwakilan puskesmas yang
dilaksanakan pada tangga 30 Mei 2018 di Kantor Kelurahan Desa Limbung.
Setelah itu, mahasiswa melakukan pendekatan membina hubungan saling percaya
dengan memperkenalkan diri dan menjelaskan tentang tujuan Praktek Profesi
Keperawatan Komunitas di Kelurahan Desa Limbung RW 12 RT 03
Pada tanggal 1 s.d. 2 mei 2018, mahasiswa mulai melakukan pendataan tentang
masalah apa yang sering terjadi di RT. 03 RW. 12. Selanjutnya hasil pendataan
kemudian ditabulasi selama dua hari (tanggal 3 s/d 4 mei 2018).
Berdasarkan hasil tabulasi, kemudian dilakukan analisis terhadap masalah yang
ditemukan dan menetapkan prioritas masalah kesehatan dengan menggunakan
skoring. Dari prioritas masalah yang ditemukan secara berurutan yaitu: tentang
kesehatan dewasa tua dan kesehatan lansia serta pemberdayaan kesehatan.
Masalah kesehatan yang didapatkan di desa limbung Rw. 12 Rt. 03, kemudian
dimasukkan ke dalam POA (Planning of Action) untuk dibahas dalam pertemuan
berikutnya.
Pada tanggal 5 Mei 2018, dilakukan pertemuan kedua yang membahas tentang
rencana kegiatan berdasarkan masalah kesehatan yang ditemukan selama
pendataan. Rencana kegiatan yang telah disusun dimasukkan dalam bentuk POA
berdasarkan masalah kesehatan yang ada. Kemudian mendiskusikan dan meminta
masukan pada masyarakat akan rencana kegiatan dalam menyelesaikan masalah
tersebut.
Untuk alternatif penyelesaian masalah adalah sebagai berikut :
b. Masalah kesehatan usia dewasa hingga lansia yang umum ditemukan
1) Hipertensi
2) Gout Arthritis
3) Asma
4) gastrirtis
1) Penyuluhan tentang HIV AIDS, NAPZA dan rokok pada remaja
d. Masalah keshatan dewasa dan lansia
1) Penyuluhan kesehatan tentang Hipertensi
2) Penyuluhan ksehatan tentang Arthritis Rhematoid
3) Penyuluhan kesehatan tentang Gastritis
4) Pengadaan posyandu lansia
5) Senam lansia
Dalam menentukan masalah kesehatan yang ada di desa limbung Rt. 1 Rw
12 , mahasiswa melaksanakan pengumpulan data. Untuk pengumpulan data ini,
mahasiswa membuat angket atau lampiran. Setelah angket/format pendataan
dibuat dan digandakan maka dilakukan penyebaran format/angket, angket
dibagikan ke setiap mahasiswa yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu
kelompok yang melakukan pendataan rumah bagian depan dan kelompok yang
lain melakukan pendataan rumah bagian belakang. Pendataan di setiap rumah
dilakukan dengan menggunakan format quisioner (terlampir) dengan melakukan
wawancara langsung kepada setiap Kepala Keluarga dalam hal ini yang
bertanggung jawab adalah Mahasiswa yang bersangkutan. Rumah kepala keluarga
yang telah didata kemudian di foto yang menandakan telah dilakukan pendataan
di rumah tersebut.Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari yaitu pada tanggal 31
hingga dan 2 Mei 2018.

B. Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan ini terdiri atas pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.
1. Pengkajian
a. Pengumpulan data
Untuk mendapatkan informasi tentang kondisi yang mempengaruhi kesehatan di
desa limbung RT 03 RW 12, maka diperlukan data yang didapatkan melalui
pengkajian, yang terdiri dari kegiatan :
1) Wawancara terstruktur dengan :
a) Ketua RW dan RT di desa limbung RT. 03 RW. 12
b) Warga yang tinggal di kawasan RT 03 RW 12
2) Pengumpulan data dimasing-masing rumah penduduk/Kepala Keluarga pada
tanggal 31 s/d 2 Mei 2018 melalui wawancara dan observasi langsung.
3) Tabulasi data pada tanggal 1 s/d 2 mei 2008
Hasil Pengkajian
C. Data lingkungan fisik
1 Perumahan
a. Luas rumah dan jenis rumah
Berdasarkan pengkajian didapatkan jenis rumah
Tabel
Distribusi Luas Rumah Dan Jenis Rumah
Di Desa Limbung RT. 01 RW. 12 Kec. Sungai Raya
No Jenis Rumah Frekuensi %
1 Rumah tinggal tunggal 25 79 %
2 Rumah tinggal koppel 3 9,3 %
3 Rumah bepekarngan kota

3 Rumah susun

3 Rumah kota 4 12,5 %

Jumlah 32 100

Dari hasil pengkajian didaptkan 32 jumlah rumah di RT03/RW12, di mana


terbanyak warga memiliki rumah berjenis permanen dengan persentase 79%
selanjutnya semi permanen 9,3% dan kayu 12,5 %

Distribusi Ventilasi Dan Pencahayaan Rumah Di Desa Limbung


RT. 03 RW. 12 Kec. Sungai Raya
No Ventilasi Frekuansi %
1 Ada 43 100
2 Tidak Ada 0 0
Jumlah 43 100

No Pencahayaan Frekuensi %
1 Terang 43 100
2 Redup 0 0
43 100

Sedangkan untuk penggunaan ventilasi dan juga penerangan warga di RT01/RW


12 sudah merata atau bai yakni 100% memiliki ventilasi dan penerangan yang baik.

Tabel
Jenis Lantai Perumahan
di Desa Limbung RT. 01 RW 12 Kec Sungai Raya
No Jenis Lantai Frekuensi %
1 Tanah 0 0
2 Ubin/Semen 20 46.51
3 Papan 23 53.49

Jumlah 43 100

Dari hasil pengkajian dari 43 rumah, terdapat 23 rumah warga yang berlantai
papan dengan pesentase 53.49% dan berlantai semen/ubin 46.51%.

 Perkarangan
Semua warga yang tinggal di jawasan RT. 01 RW. 12 semuamya
tidak memiliki perkaranagn di depan rumah hal ini dikarenakan
rumah warga berada di tepian sungai kapuas.

 Sumber Air
Tabel
Distribusi sumber Air Minum Warga Desa Limbung

RT. 01 RW. 12 Kec. Sungai Raya

No Sumber Air Minum Frekuansi %


1 PDAM 0 0
2 Air Hujan 35 81.39
3 Galon 8 18.60
Jumlah 43 100

Menurut distribusi sumber air minum warga desa limbung RT01/RW12 banyak
menggunakan air hujan sebagai sumber air minum sebanyak 35 rumah dengan frekuensi
81.39% dan menggunakan air gallon 18.60%.
Sedangkan untuk sumber air MCK emua warga menggunakan air dari sungai
kapuas. Kualitas air dapat dikatakan sedikit tercemar oleh limbah pabrik karena banyak
pabrik yang membuang limbah nya ke sungai. Semau warga menggunakan penampungan
air dengan wasah tertutup hal itu bertujuan untuk mengurangi tempat berkembang
biaknya nyamuk, karena tahun lalu banyak warga yang terkena DBD pada musim hujan,
rata – rata warga membersihkan bak penampungan air 1 bulan sekali.

Tabel
Distribusi Tempat Penampungan Air Sementara di
desa Limbung RT. 01 Rw. 12 Kec. Sungai Raya
No Penampungan Jumlah %
1 BAK 26 60.47
2 EMBER 10 23.26
3 GENTONG 7 16.28
4 LAIN-LAIN 0 0
JUMLAH 43 100

Distribusi tempat penampungan air sementara di desa limbung banyak yang


menggunakan bak sebanyak 60.47%, menggunakan ember 23.26% dan gentog 16.28%.

Tabel
Distribusi Kondisi Tempat Penampungan Sementara di
desa Limbung RT. 01 Rw. 12 Kec. Sungai Raya
No Kondisi tempat Jumlah %
1 Terbuka 15 34.88
2 Tertutup 28 65.12
Jumlah 43 100

Distribusi penggunaan tempat penampungan sementara di desa limbung


menggunakan tempat penampungan tertutup sebanyak 65.12% dan terbuka 34.88%.

Tabel
Distribusi Kondisi Air di desa Limbung RT. 01 Rw. 12 Kec. Sungai Raya

No Kondisi air Jumlah %


1 Berbau 0 0
2 Berwarna 0 0
3 Berasa 0 0
4 Tidak Berbau/tidak berasa/tidak berwarna 43 100
Jumlah 43 100

Distribusi kondisi air minum di desa limbung baik tidak berbau,berasa maupun
berwarna sebanyak 100%

 Pembuangan Limbah MCK

Tabel
Distirbusi Kebiasaan Keluarga BAB didesa Limbung RT. 01 Rw. 12 Kec. Sungai Raya

No Sistem pembuangan Jumlah %

1 WC 15 34.88
2 Sungai 28 65.12
3 Dikebun 0 0
4 Disembarang Tempat 0 0
Jumlah 43 100

Menurut distribusi masih banyak warga yang BAB di sungai sebanyak 65.12%
selanjutnya di WC sebanyak 24.88%

 Pembuangan Sampah
Tabel
Distribusi Pembuangan Sampah di desa Limbung RT 01 RW 12 Kec.
Sungai Raya

No Sistem pembuangan Jumlah %


1 TPU 7 16.3
2 Di sungai 30 69.8
3 Ditimbun 0 0
4 Dibakar 6 14
5 Disembarang tempat 0 0
Jumlah 43 100

Dari hasil pengkajian didapatkanbanyak warga yang masih membuang sampah di


sungai sebanyak 69.8%, di TPU 16.3% dan dibakar sebanyak 14%.
D. Pelayanan Kesehatan/sosial
 Jenis Pelayanan Kesehatan Yang Ada
Disekitar tempat tinggal warga terdapat 1 puskesmas 1 Rumah Sakit
dan beberapa praktik dokter mandiri.
 Keadaan Pelayanan Kesehatan/Sosial Yang Ada
Keadaan pelayanan kesehatan sosial sangat layak 24 jam dapat
melayani warga sekitar yakni puskesmas dan rumah sakit.
 Mutu Pelayanan
Mutu pekayanan dan rumah sakit dan puskesmas sekitar sudah
terbilang baik dalam pelayanan kesehatan kepada warga binaan.
 Keterlibatan Masyarakat Sebagai Penguna jenis Layanan
Masyarakat menggunakan layanan dengan bijak, untuk
memeriksakan kesehatnnya.
 Kegiatan Pelayanan Kesehatan Yang Sering Dilakukan Oleh Petugas
Khususnya Puskesmas melakukan kegiatan posyandu, pendidikan
kesehatan serta penyuluhan kesehatan ke setiap RT.
 Tanggapan Masyarakat Terhadap Pelayanan Tersebut
Masyarakat sangat mengapresiasi pelayanan yang telah di berikan
oleh pelayanan kesehatan namun warga menghibau perlunya
peningkatan agar lebih baik lagi.

E. Ekonomi
 Sarana perekonomian yang ada
Warga banyak yang berprofesi sebagai nelayan sungai
 Perusahaan/industry/UKM yang ada
Tidak terdapat perusahan/industry atau UKM yang ada disekitar
 Maanfaat yang dirasakan oleh masyarakat
Masyarakat merasa sangat terbantu
 Penghasilan rata-rata keluarga per bulan
Rata – rata penghasilan warga di RT01/RW12 sebanyak 3000.000
perbulan
 Pengeluaran rata-rata keluarga per bulan khususnya kesehatan
Masyarakat mengatakan tidak memiliki pengeluaran khusu untuk
kesehatan jadi jika di hitung – hitung kurang lebih hanya 500.000
perbulan
 Keadaan keluarga (sejahtera, pra sejahtera)
Keadaan keluarg di tepian sungai Kapuas rata – rata prasejahtera.
 Tanggapan masyarakat terhadap iuaran kemasyarakatan yang ada
Masyarakat menggangap iuran kemasyarakatan sesuai dengan hak
yang di dapatkan oleh masyarakat

F. Keamanan dan transportasi


 Sistem keamanan yang ada
Warga RT01/RW12 mengatakan tidak memiliki system keamanan
sepeti ronda dll, karena warga mengatakan dilingkungan saling
menjaga wilayahnya masing – masing
 Kondisi keamanan di masyarakat ( angka kriminalitas ), rasa aman
Warga mengatakan wilayah di RT01/RW12 bisa dikatakan aman
 Sarana transportasi yang ada
Sarana transportasi dibagi menjadi darat dan air, terdapat sepeda
motor dan juga sampan
 Keadaaan jalan di masyarakat
Keadaan jalan di masyarakat tidk terlalu besar hanya sekitar 1,5
meter untuk lebarnya
 Transportasi ke pelayanan kesehatan, biayanya
Transportasi ke pelayanan kesehatan dapat di jangkau dengan
menggunakan sepeda motor atau berjalan kaki
G. Pendididkan
 Jenjang pendidikan masyarakat
Rata – rata masyarakat RT01/RW12 memiliki jenjang pendidikan
SMP dan SMA
 Sarana pendidikan yang ada (formal/informal)
Sarana pendidikan informal yang ada di RT01/RW12 adalah tempat
mengaji
 Jenis kegiatan pendidikan keseahatan
Belum ada jenis kegiatan pendidikan kesehatan di RT01/RW12
 Program UKS, PMR, UKGS, Dokter kecil
Belum ada jenis kegiatan UKS, PMR, UKGS dan dokter kecil di
RT01/RW12
2. Analisa Data

Tabel
Analisa Data Hasil Pendataan di Desa Limbung RT. 01 RW. 12 Kec. Sungai Raya

DATA Masalah Kesehatan


1 2
- Dari 30 KK lebih dari setengah membuang Lingkungan masyarakat yang kurang
sampah lagsung ke sungai sehat
- Keadaan lingkungan sekitar rumah warga
tampak kotor dan banyak sampah yang
berserakan .
- Dari 43 rumah pencahayaan sangat baik dan
ventilasi juga baik
- Dari 43 rumah terdapat 15 kondisi
penampungan air yang terbuka.
- Dari 43 kepala keluarga terdapat 28 kepala
keluarga yang BAB di sungai dan 15 kepala
keluarga di WC
- Dari 43 kepala keluarga terdapat 28 yang jenis
jamban cemplung.

1 2
- Terdapat 1 ibu hamil yang mengalami anemia Kurangnya pemahaman masyarakat
- Banyak anak usia prasekolah dan sekolah yang tentang kesehatan ibu dan balita
kurang menjaga kebersihan gigi di tandai
dengan caries pada gigi
- Banyak anak usia prasekolah dan sekolah yang
kurang menjaga kebersihan tangan
- Banyak anak remaja sekitar yang merokok Kurangnya pemahaman masyarakat
- Banyak anak remaja sekitar yang sering terhadap kesehatan remaja
berkumpul saat malam disekitaran tepi sungai
yang jika tidak di beri penyuluhan dapat
melakukan penyimpangan
.

- Dari jumlah penduduk 206 jiwa terdapat 47 Kurangnya pemahaman masyarakat


jiwa lansia terhadap kesehatan dewasa dan lansia
- Penyakit yang di derita oleh kebanyakan lansia
yaitu hipertensi, arthritis rematoid, dan
gastritis.
Tabel
Prioritas Masalah Hasi Analisa Data di Desa Limbung RT. 01 RW. 12 Kec Sungai Raya

Masalah KRITERIA
No.
Kesehatan A B C D E F G H I J K L M N
1. Kesehatan
lingkungan
2.

Kesehatan ibu dan


balita

3.
Kesehatan Remaja

4.
Kesehatan Lansia
3. Perencanaan
Diagnosa Keperawatan Komunitas Kriteria Hasil (NOC) Intervensi (NIC)
(NANDA)
Defisit pengetahuan tentang pendidikan Setelah dilakukan tindakan keperawatan - Melakukan penyuluhan tentang
seks dan kesehatan reproduksi, NAPZA di dapatkan tujuan tidak terdapat resiko kesehatan reproduksi remaja
serta rokok pada remaja kurang di desa infeksi pada ank prasekolah dan sekolah (HIV/AIDS), NAPZA dan rokok
limbung RT. 01 RW. 12 Kec sungai raya dengan kriteria hasil :
b.d kurang terpajan dengan informasi - Peningkatan pengetahuan anak
mengenai NAPZA,kesehatan
reproduksi remaja (HIV/AIDS),
rokok

Ketidak efektifan pemeliharaan Setelah dilakukan tindakan keperawatan - Melakukan penyuluhan tentang
kesehatan pada lansia dan dewasa di di dapatkan tujuan efektifnya hipertensi
desa limbung RT. 01 RW. 12 Kec sungai pemeliharaan kesehatan pada lansia dan - Melakukan penyuluhan tentang
raya dengan kurang pengetahuan dan dewasa dengan kriteria hasil : Arthriris rhematoid
munculnya penyakit degenerative - Meningkat nya pengetahuan - Melakukan penyuluhan tentang
masyarakat dan lansia tentang Gastritis
penyakit hipertensi dan rematik - Melakukan pengecekan kesehatan
- Meningkat nya Kemampuan - Melakukan senam lansia
lansia dalam pemeliharaan
kesehatan dan kebugaran fisik
- Berkurangnya resiko lansia dan
dewasa yang terkena penyakit
2. degenerative.

Defisit pengetahuan pada masyarakat Setelah dilakukan tindakan keperawatan - Melakukan penyuluhan tentang
tentang PHBS di desa limbung RT 01 di dapatkan tujuan terjadi peningkatan rumah sehat
RW 12 berhubungan dengan kurang pengetahuan masyarakat tentang PHBS - Gotong royong massal
pengetahuan tentang kebersihan dengan kriteria hasil : - Pembuatan tempat sampah
lingkungan - Masyarakat dapat menjaga percontohan serta TOGA
kebersihan lingkungan tempat percontohan
tinggal
- Masyarakat tidak membuang
sampai di sungai
- Masyarakat tidak lagi membuang
limbah BAB langsung ke sungai
- Masyarakat memiliki tempat
pembuangan sampah yang sesuai
Resiko infeksi pada anak usia prasekolah Setelah dilakukan tindakan keperawatan - Melakukan penyuluhan tentang
dan sekolah akibat kebersihan diri yang di dapatkan tujuan tidak terdapat resiko kebersihan diri cuci tanggan dan
kurang di desa limbung RT. 01 RW. 12 infeksi pada ank prasekolah dan sekolah gosok gigi.
Kec sungai raya berhubungan dengan dengan kriteria hasil :
kurang pengetahuan tentang kebersihan - Peningkatan pengetahuan anak
diri mengenai prilaku hidup bersih
dan sehat (mencuci tangan dan
menggosok gigi yang benar)
4. Plan Of Action (POA)
Masalah Tujuan Kegiatan Sasaran Waktu Tempat Dana PJ
kesehatan Jangka Panjang Jangka Pendek
Kesehatan - Masyarakat - Terwujudnya - Penyuluh Masyarakat
lingkungan memiliki kesehatan kesehatan RT. 01
pengetahuan lingkungan yang tentang PHBS RW. 12
tentang dapat menjamin - Gotong royong
kesehatan kesehatan - Membuat
lingkungan individu, tempat
- Masyarakat keluarga dan penampungan
dapat komunitas sampah
engaplikasikan sementara
kegiatan-
kegiatan yang
mendukung
kesehatan
lingkungan
yang tercermin
dalam perilaku
hidup bersih
dan sehat
Kesehatan ibu - Ibu memiliki - Terwujudnya - Penyuluhan Ibu dan
dan balita pengetahuan kesehatan ibu kesehatan balita di
tentang dan balita yang tentang anemia RT. 01 dan
kesehatan ibu dapat menjamin pada ibu hamil RW. 12
dan balita kesehatan secara - Latihan senam
- Balita individu. ibu hail usia
mengetahui kehamilan > 7
bagaimana cara bulan
merawat - Penyuluhan
kebersihan diri kesehatan
yang benar tentang caries
dentis dan
menggosok
gigi masal
pada anak usia
prasekolah dan
sekolah
- Penyuluhan
kesehatan
tentang cuci
tangan masal
pada anak usia
prasekolah dan
usia sekolah
Kesehatan - Remaja Terwujudnya kesehatan - Penyuluhan Remaja
Remaja mengetahui remaja yang dapat kesehatan RT. 01 RW
tentang menjamin kesehatan tentang 12
kesehatan secara individu. kesehatan
remaja reproduksi,
mencakup NAPZA dan
kesehatan rokok
reproduksi, - Membuat
penggunaan kegiatan
NAPZA dan terstruktur
rokok pada remaja
untuk
meningkatkan
kemampuan
prindividu
yang positif
Kesehatan - Dewasa dan - Terwujudnya - Penyuluhan Dewasa
Lansia lansia kesehatan kesehatan dan lansia
mengetahui remaja yang tentang RT. 01 RW
tentang dapat menjamin hipertensi 12
kesehatan pada kesehatan secara - Penyuluhan
dewasa dan individu. kesehatan
lansia tentang
- Dewasa dan arthritis
lansia dapat rhematoid
mengetahui - Penyeluhan
masalah yang kesehatan
terjadi secara tentang
cepat dan gastritis
sesuai - Pengadaan
- Dewasa dan posyandu
lansia dapat lansia
mencegah - Senam lansia
terjadinya
resiko
komplikasi
pada masalah
kesehatan
tertentu