Você está na página 1de 14

MAKALAH

PENGUKURAN BESARAN LISTRIK

DISUSUN OLEH

ADHE THIAN PRATAMA HIDAYAT


(16.01.072.002)

PROGRAM STUDY TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMATIKA
UNIVERSITAS SUMBAWA
2017/2018
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa penulis dapat menyelesaikan tugas
pembuatan makalah yang berjudul “Listrik”.
Dalam pembuatan makalah ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak, maka pada
kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang
tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu yang membantu pembuatan makalah ini.

Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada
khususnya. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna untuk
itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah
kesempurnaan. Akhir kata penulis sampaikan terimakasih.

Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Proses pengukuran dalam sistem tenaga listrik merupakan salah satu prosedur tandar yang harus
dilakukan. Karena melalui pengukuran akan diperoleh besaran besaran yang diperlukan, baik untuk
pengambilan keputusan dan instrumen kontrol maupun hasil yang diinginkan oleh pengguna.
Pengukuran listrik sangatlah penting untuk kita ketahui, terkhusus untuk mahasiswa elektro. Karena
tanpa pengukuran listrik maka kita akan sangat sulit untuk mengetahui besaran – besaran listrik yang
sangat kita perlukan dalam membuat suatu perencanaan, pemasangan atau pembuatan barang – barang
elektronika dan listrik.

B. Tujuan
1. Memahami pengolongan alat ukur listrik dan prinsip kerjanya.
2. Mengetahui contoh – contoh alat ukur listrik sesuai penggolongannya
BAB II
PEMBAHASAN

ALAT UKUR LISTRIK


Alat Ukur listrik adalah peralatan yang memungkinkan untuk mengamati besaran-
besaran listrik, seperti hambatan listrik (R), kuat arus listrik (I), beda potensial listrik (V),
daya listrik (P), dan lainnya. Terdapat dua jenis alat ukur yaitu alat ukur analog dan alat ukur
digital.

SISTEM SATUAN DAN UKURAN STANDAR

Ukuran Standar Kelistrikan

Ukuran standar dalam pengukuran sangat penting, karena sebagai acuan dalam peneraan alat ukur
yang diakui oleh komunitas internasional. Ada enam besaran yang berhubungan dengan kelistrikan
yang dibuat sebagai standart, yaitu standar amper, resistansi, tegangan, kapasitansi, induktansi,
kemagnetan dan temperatur.

1. Standar ampere, menurut ketentuan Standar Internasional (SI) adalah arus konstan yang dialirkan
pada dua konduktor didalam ruang hampa udara dengan jarak 1 meter, diantara kedua penghantar
menimbulkan gaya = 2 x 10-7 newton/m panjang.

2. Standar resistansi, menurut ketentuan SI adalah kawat alloy manganin resistansi 1Ώ yang
memiliki tahanan listrik tinggi dan koefisien temperature rendah, ditempatkan dalam tabung terisolasi
yang menjaga dari perubahan temperatur atmospher.

3. Standar tegangan, ketentuan SI adalah tabung gelas Weston mirip huruf H memiliki dua
elektrode, tabung elektrode positip berisi elektrolit mercury dan tabung electrode negatip diisi
elektrolit cadmium, ditempatkan dalam suhu ruangan. Tegangan electrode Weston pada suhu 20°C
sebesar 1.01858 V.

4. Standar Kapasitansi, menurut ketentuan SI, diturunkan dari standart resistansi SI dan standar
tegangan SI, dengan menggunakan sistem jembatan Maxwell, dengan diketahui resistansi dan
frekuensi secara teliti akan diperoleh standar kapasitansi (Farad).
5. Standar Induktansi, menurut ketentuan SI, diturunkan dari standar resistansi dan standar
kapasitansi, dengan metode geometris, standar induktor akan diperoleh.

6. Standart temperature, menurut ketentuan SI, diukur dengan derajat Kelvin besaran derajat kelvin
didasarkan pada tiga titik acuan air saat kondisi menjadi es, menjadi air dan saat air mendidih. Air
menjadi es sama dengan 0°Celsius = 273,16°Kelvin, air mendidih 100°C.

7. Standar luminasi cahaya, menurut ketentuan SI adalah Kandela yaitu yang diukur berdasarkan
benda hitam seluas 1 m2 yang bersuhu hk lebur platina ( 1773 oC ) akan memancarkan cahaya dalam
arah tegak lurus dengan kuat cahaya sebesar 6 x 105 kandela.

SISTEM PENGUKURAN
Pengukuran ( measurement )
Pengukuran adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menentukan nilai suatu bes
aran dalam bentuk angka (kwantitatif). Jadi mengukur adalah suatu proses
mengaitkan angka secara empirik dan obyektif pada sifat‐sifat obyek atau
kejadian nyata sehingga angka yang diperoleh tersebut dapat memberikan gambaran yang
jelas mengenai obyek atau kejadian yang diukur.

ALAT UKUR LISTRIK DIGITAL DAN ANALOG


ALAT-ALAT UKUR
1. Multimeter
Pengertian multimeter
Multimeter atau multitester, juga dikenali sebagai VOM (Volt-Ohm meter atau Volt-Ohm-
milliammeter), adalah sebuah alat pengukur elektronik yang menggabungkan beberapa fungsi
pengukuran dalam satu unit.

Multimeter terbagi menjadi dua jenis yaitu multimeter analog dan multimeter digital.
1. Multimeter Analog

Multimeter Analog atau yang biasa disebut multimeter jarum adalah alat pengukur besaran listrik
yang menggunakan tampilan dengan jarum yang bergerak ke range-range yang kita ukur dengan
probe . Multimeter ini tersedia dengan kemampuan untuk mengukur hambatan ohm, tegangan (Volt)
dan arus (mA). Analog tidak digunakan untuk mengukur secara detail suatu besaran nilai komponen,
tetapi kebanyakan hanya digunakan untuk baik atau jeleknya komponen pada waktu pengukuran atau
juga digunakan untuk memeriksa suatu rangkaian apakah sudah tersambung dengan baik sesuai
dengan rangkaian blok yang ada.
2. Multimeter Digital

Multimeter Digital hampir sama fungsinya dengan multimeter analog tetapi multimeter digital
menggunakan tampilan angka digital. Multimeter digital pembacaan pengukuran besaran listrik yang
lebih tepat jika dibanding dengan multimeter analog, sehingga multimeter digital dikhususkan untuk
mengukur suatu besaran nilai tertentu dari sebuah komponen secara mendetail sesuai dengan besaran
yang diinginkan.
Funsi multimeter
Multimeter mempunyai banyak fungsi, Di antaranya :
· Mengukur kuat arus DC
· Mengukur tegangan DC
· Mengukur tegangan AC
· Mengukur nilai hambatan sebuah resistor
· Mmeriksa hubung-singkat / koneksi
· Memeriksa kondisi komponen transistor, IC, Elco
· Mengecek kapasitor elektrolit
· Memeriksa kondisi komponen dioda, led dan dioda zener
· Memeriksa komponen induktor
· Mengukur HFE transistor (type tertentu)
· Mengukur suhu dll.

2. GALVANOMETER

Pengertian Galvanometer
Galvanometer adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur kuat arus dan beda potensial
listrik yang relatif kecil.

Fungsi Galvanometer
· Alat untuk mengukur arus listrik yang kecil
· Untuk mengukur beda potensial yang relatif kecil
· Alat untuk menentukan kehadiran, arah, dan kekuatan dari arus listrik dalam konduktor

3. Osiloskop
Pengertian osiloskop
Pengertian osiloskop,osiloskop adalah alat ukur yang di gunakan untuk memetakan ataumembaca
sinyal listrik maupun frekuensi. Osiloskop menghasilkan tampilan graafik pada layar untuk
mencitrakan gelombang maupun signal elektronik yang diterimanya.

Fungsi osiloskop
· Dipakai untuk mengukur besar tegangan listrik dan Relasi terhadap waktu.
· Mengukur frekuensi sinyal yang berosilasi.
· Mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangkaian listrik.
· Membedakan arus AC dengan arus DC.
· Mengetahui noise pada sebuah rangkaian listrik.
ALAT UKUR BESI PUTAR

Alat ukur besi putar adalah alat ukur yang sederhana dan konstruksi kuat. Alat ukur ini
digunakan sebai alat ukur arus dan tegangan pada frekuensi yang dipakai pada jaringan
distribusi. Instrumen ini pada dasarnya ada dua macam yaitu tarikan (attraction) dan tolakan
(repulsion). Cara kerja tipe tarikan dipengaruhi oleh gerakan dari sebuah besi lunak di dalam
medan magnet, sedangkan pada gaya tolak antara dua buah lembaran besi lunak yang telah
termagnetisasi oleh medan magnet yang sama.

Apabila digunakan sebagai ampermeter, kumparan dibuat dari beberapa gulungan kawat tebal
sehingga ampermeter mempunyai tahanan yang rendah terhubung seri dengan rangkaian. Jika
digunakan sebagai voltmeter, maka kumparan harus mempunyai tahanan yang tinggi agar
arus listrik yang melewatinya sekecil mungkin, dihubungkan paralel terhadap rangkaian.
kalau arus yang mengalir pada kumparan harus banyak agar mendapatkan amper penggerak
yang dibutuhkan.

Alat ukur dengan prinsip kerja besi putar berjenis tarikan akan bekerja apabila lempeng besi
yang belum termagnetisasi digerakkan mendekati sisi kumparan yang dialiri arus, lempeng
besi akan tertarik di dalam kumparan. hal ini merupakan dasar dalam pembuatan suatu pelat
dari besi lunak yang berbentuk bulat telur, bila dipasang pada batang yang berada diantara
bearing dan dekat pada kumparan, maka pelat besi tersebut akan berputar ke dalam kumparan
yang dialiri arus listrik. Kuat medan terbesar terdapat pada tengah-tengah kumparan, maka
pelat besi bulat telur harus dipasang sedemikian rupa sehingga lebar gerakannya yang
terbesar berada di tengah kumparan.

1. Alat ukur besi putar berjenis tarikan (Attraction)

Gambar prinsip kerja alat ukur besi putar berjenis tarikan


Bila sebuah jarum penunjuk dipasang kan pada batang yang membawa pelat tadi, maka arus
yang mengalir dalam kumparan akan mengakibatkan jarum penunjuk menyimpang.

Gambar bagian-bagian dari alat ukur besi putar dengan tipe tarikan
Sesuai dengan gambar bagian dari instrumen tipe tarikan . besar simpangan akan lebih besar,
jika arus yang mengalir pada kumparan besar. maka simpangan penunjuk yang bergerak
diatas skala, sebelumnya skala harus sudah dikalibrasi. Besarnya momen gerak (deflecting
torque) sesuai dengan gambar dibawah.

2. Alat ukur besi putar berjenis tolakan (Repolsion)

Gambar alat ukur besi putar berjenis tolakan


Bagian-bagian alat ukur dengan jenis tolakan memiliki kumparan tetap yang terletak pada
dua buah batang besi lunak A dan B sejajar dengan sumbu kumparan. masing-masing
kumparan tersebut dirangkai dengan kondisi yang berbeda. Besi A dipasang secara tetap,
sedangkan besi B dipasang dapat bergerak sebagai pengerak jarum penunjuk pada papan
skala yang telah dikalibrasi.

Apabila arus listrik yang akan diukur dilewatkan melalui kumparan, maka akan
membangkitkan medan magnet yang memagnetisasi kedua batang besi. Pada titik yang
berdekatan sepanjang batang besi mempunyai polaritas magnet yang sama. Dengan demikian
akan terjadi gaya tolak menolak sehingga jarum penunjuk akan menyimpang melawan
momen pengontrol yang diberikan oleh pegas. Gaya tolak ini hampir sebanding dengan
kuadrat arus listrik yang melalui kumparan, kemampuan arus yang melalui kumparan, kedua
batang besi tersebut akan selalu termagnetisasi secara bersamaan dan akan saling tolak-
menolak.

Gambar dua buah lembaran besi yang berbentuk seperti lidah


ALAT UKUR ELEKTROMAGNETIK

Gauss meter seri EM-191 ini biasa di gunakan sebagai alat pengukur tingkat medan
elektromagnetik , alat ini membaca hasil pengukuran tingkat medan elektromagnetik dengan
cara digital . Sangat mudah di pakai , dan sangat mudah di bawa .

Alat Pengukur tingkat medan elektromagnetik seri EM191 ini mengukur medan
elektromagnetik frekuensi sangat rendah yaitu dari 30Hz ke 300Hz, Gauss meter ini sendiri
biasanya di gunakan untuk memantau medan elektromagnetik yang di hasilkan dari peralatan
listrik transmisi, saluran listrik, oven listrik, AC, kulkas, monitor komputer, video / perangkat
audio dan sebagainya yang memerlukan pemantauan tingkat medan elektromagnetik agar
kondisi terjaga dengan baik .

EM-191 ini mampu mengukur tingkat medan elektromagnetik dengan satuan Tesla (T),
Gauss (G), mikro–Tesla (uT) atau mili–Gauss (mg). Alat ini menggunakan data hold , ia akan
membaca terus menerus dan jika di tekan tombol hold ia akan menunjukkan berapa hasil
tingkat medan elektromagnetik dalam penelitian tersebut .

Pengukur Tingkat Medan elektromagnetik EM-191

Fitur:
Gelombang elektromagnetik berarti gerakan gelombang medan elektromagnetik (EMF).
Meter ini diterapkan untuk mengukur medan elektromagnetik frekuensi sangat rendah (ELF)
dari 30Hz ke 300Hz.
Hal ini mampu mengukur intensitas radiasi medan elektromagnetik yang dihasilkan dari
peralatan listrik transmisi, saluran listrik, oven listrik, AC, kulkas, monitor komputer, video /
perangkat audio dan sebagainya.
Unit medan magnet adalah Tesla (T), Gauss (G), mikro–Tesla (uT) atau mili–Gauss (mg).
Data terus, terus Maksimum, Overload indikasi, indikasi baterai rendah.

ALAT UKUR PIRINGAN PUTAR

Alat ukur piringan putar tidak menggunakan jarum penunjuk. Konstruksi meter piringan
putar memiliki dua inti besi. Inti besi U dipasang dua buah belitan arus pada masing-masing
kaki inti, menggunakan kawat berpenampang besar. Inti besi berbentuk E-I dengan satu
belitan tegangan, dipasang pada kaki tengah inti besi, jumlah belitan tegangan lebih banyak
dengan penampang kawat halus.
Piringan putar aluminium ditempatkan diantara dua inti besi U dan E-I. Akibat efek
elektromagnetis kedua inti besi tersebut, pada piringan aluminium timbul arus eddy yang
menyebabkan torsi putar pada piringan. Piringan aluminium berputar bertumpu pada poros,
kecepatan putaran sebanding dengan daya dari beban. Jumlah putaran sebanding dengan
energi yang dipakai beban dalam rentang waktu tertentu. Meter piringan putar disebut
kilowatthours (kWh) meter

PEMGUKURAN TEGANGAN DC

Cara mengukur Tegangan DC


Untuk mengukur tegangan DC secara prinsip tak ubahnya dengan AC .Hanya perlu
diperhatikan kabel colok alat ukur harus disambung/ditempelkan pada kutub dari sumber
tegangan. Langkah-langkah pengukuran, adalah sbb :
1) Perlu diperhatikan Batas Ukur, Pencolok merah (+) dan pencolok hitam (-) , kutub
positip ( + ) dan kutub negati ( - ).
2) Arahkan saklar menunjuk ke DC Volt. Pengukuran yang dikerjakan dalam keadaan
arus mengalir (pengukuran dinamis), Saklar pada angka 10.
3) Waktu mengadakan pengukuran, colok merah (+) ditempatkan pada (+) dan colok
hitam (-) ditempatkan pada (-).
4) Yang dibaca adalah skala 0-10. Misalnya menunjuk angka 1,5 , ini artinya tegangan
arus = 1,5 Volt. Kalau saklar kita arahkan pada angka 50, maka saklar yang dibaca skala 0 -
50.
PENGUKURAN ARUS DC

Mengukur Kuat Arus DC


Untuk mengukur kuar arus dalam suatu rangkaian harus dalam keadaan terbuka.Langkah-
langkahnya sbb ;
1) Alat ini hanya dapat digunakan untuk menukur kuat arus DC saja. Kuat arusDC
biasanya kecil. Karena itu alat ini hanya mencantumkan angka pengukuran sampai 500 mA.
2) Mengukur kuat arus DC dilakukan dengan cara sambungan seri dengan alatpemakai,
misalnya lampu pijar. Saklar penunjuk diarahkan pada DC mA dengan memperhatikan batas
ukur. Dipilih misalnyaangka 25.
3) Disini kita mengukur dalam keadaan hubungan terbuka. Karena itu putuskan hubungan.
4) Tempelkan colok merah pada kutub positip (+) dan colokhitam (-) pada kutub negatip (-
).
5) Baca skala, jarum menunjuk pada angka berapa. itulah hasil pengukurannya.

PENGUKURAN TAHANAN

Pengukuran tahanan dapat diklasifikasikan berdasarkan besarnya tahanan yang akan diukur.
Klasifikasi besar tahanan adalah sebagai berikut :
1. Tahanan rendah, yaitu tahanan yang bernilai lebih kecil dari 1 ohm
2. Tahanan sedang, yaitu tahanan yang bernilai antara 1 sampai dengan 100.000 ohm
3. Tahanan besar, yaitu tahanan yang bernilai lebih besar dari 100.000 ohm
Pengukuran Tahanan Rendah
Tahanan rendah, yaitu tahanan yang bernilai lebih kecil dari 1 ohm. Pengukuran ini harus dilakukan
dengan ketelitian yang cukup tinggi. Hal ini dilaksanakan karena nilai tahanan yang diukur sangat
kecil.
Beberapa metoda pengukuran tahanan rendah antara lain:
1. Amperemeter-Voltmeter Method
2. Kelvin Double Bridge Method
3. Ohmmeter Method

Pengukuran Tahanan Medium


Tahanan medium, yaitu tahanan yang bernilai lebih antara 1 sampai 100.000 ohm. Beberapa metoda
pengukuran tahanan medium antara lain :
1. Amperemeter-Voltmeter Method
2. Wheatstone Bridge Method

engukuran Tahanan Tinggi


Seringkali pada pengukuran tahanan rendah, tahanan dari penghantar-penghantar, gaya gerak listrik
termis adalah sumber kesalahan utama. Tetapi pada pengukuran tahanan tinggi yang jadi masalah
adalah arus-arus bocor. Sehingga cara-cara untuk memperoleh pengukuran yang akuratpun berbeda-
beda.
Untuk mengukur tahanan tinggi digunakan alat yang disebut dengan mega ohm meter, pada dasarnya
prinsip kerja mega omh meter sama dengan ohm meter biasa tetapi memiliki sensitifitas yang tinggi,
dan ada sedikit perbedaan dalam rangkaian.
Pengukuran tahanan tinggi sangat penting untuk keprluan perlindungan peralatan listrik dan manusia,
misalnya:
# Tahanan isolasi (kabel, mesin listrik, dsb)
# Tahanan dari elemen rangkaian tegangan tinggi pada tabung hampa
# Tahanan bocor kapasitor, tahanan volume, dan tahanan permukaan.

OSILOSKOP
Osiloskop
Pengertian osiloskop
Pengertian osiloskop,osiloskop adalah alat ukur yang di gunakan untuk memetakan ataumembaca
sinyal listrik maupun frekuensi. Osiloskop menghasilkan tampilan graafik pada layar untuk
mencitrakan gelombang maupun signal elektronik yang diterimanya.

Fungsi osiloskop
· Dipakai untuk mengukur besar tegangan listrik dan Relasi terhadap waktu.
· Mengukur frekuensi sinyal yang berosilasi.
· Mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangkaian listrik.
· Membedakan arus AC dengan arus DC.
· Mengetahui noise pada sebuah rangkaian listrik.

OSILOSKOP DUA KANAL


Pada umumnya osiloskop terdiri dari dua kanal (Dual Trace) yang bisa digunakan untuk melihat dua
sinyal yang berlainan, misalnya kanal satu dipasang untuk melihat sinyal masukan dan kanal dua
untuk melihat sinyal keluaran.
OSILOSKOP DIGITAL
Osiloskop digital mencuplik bentuk gelombang yang diukur dan dengan menggunakan ADC
(Analog to Digital Converter) untuk mengubah besaran tegangan yang dicuplik menjadi
besaran digital.

Osiloskop digital memberikan kemampuan ekstensif, kemudahan tugas-tugas akuisisi


gelombang dan pengukurannya. Penyimpanan gelombang membantu para insinyur dan
teknisi dapat menangkap dan menganalisa aktivitas sinyal yang penting. Jika kemampuan
teknik pemicuannya tinggi secara efisien dapat menemukan adanya keanehan atau kondisi-
kondisi khusus dari gelombang yang sedang diukur.

Secara umum dapat kita simpulkan fungsi Oscilloscope / osiloskop yaitu untuk menganalisa
tingkah laku besaran yang berubah-ubah terhadap waktu. Dengan alat ukur Osiloskop ini kita
dapat mengetahui :

 Berapa frekuensi, periode dan tegangan dari suatu sinyal elektronik.


 Mengukur besar tegangan listrik dan hubungannya terhadap waktu.
 Mengukur frekuensi sinyal yang berosilasi.
 Mengecek jalannya suatu sinyal pada sebuah rangakaian listrik.
 Membedakan arus AC dengan arus DC.
 Mengecek noise pada sebuah rangkaian listrik dan hubungannya terhadap waktu.
 dll

PENYALURAN DENGAN OSILOSKOP


Sebelum osiloskop itu kita pakai untuk mengukur atau melihat sinyal hasil pengukuran pada
layar, maka osiloskop perlu disetting terlebih dahulu agar tidak terjadi kesalahan fatal dalam
pengukuran.

Pengkalibrasian Oskiloskop

Langkah pertama yang harus kita lakukan yaitu pengkalibrasian. Setelah anda
mengkoneksikan osiloskop ke jaringan listrik PLN dan menyalakannya, maka yang harus
anda amati pada layar monitor yang tampak di layar adalah harus garis lurus mendatar (jika
tidak ada sinyal masukan).

Selanjutnya langkah kedua atur fokus, intensitas, kemiringan, x position, dan y position.
Dengan mengatur posisi tersebut kita nantinya bisa mengamati hasil pengukuran dengan jelas
dan akan memperoleh hasil pengukuran dengan teliti.

Langkah ketiga gunakan tegangan referensi yang terdapat di osiloskop maka kita bisa
melakukan pengkalibrasian sederhana. Ada dua tegangan referensi yang bisa dijadikan acuan
yaitu tegangan persegi 2 Vpp dan 0.2 Vpp dengan frekuensi 1 KHz.
Kalibrasi Oscilloscope

Langkah keempat tempelkan probe pada terminal tegangan acuan maka pada layar monitor
akan muncul tegangan persegi.

 Apabila yang dijadikan acuan adalah tegangan 2 Vpp maka pada posisi 1 volt/div
(satu kotak vertikal mewakili tegangan 1 volt) harus terdapat nilai tegangan dari
puncak ke puncak sebanyak dua kotak dan untuk time/div 1 ms/div (satu kotak
horizontal mewakili waktu 1 ms) harus terdapat satu gelombang untuk satu kotak.
 Apabila yang tampat pada layar belum tepat maka perlu diatur pada potensio tengah
di knob Volt/div dan time/div. Atau pada potensio dengan label "var".

Hasil Pengukuran Kalibrasi Oscilloscope


BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Alat ukur kumparan putar adalah alat pengukur, yang bekerja atas dasar adanya suatu
kumparan listrik, yang ditempatkan pada medan magnet, yang berasal dari suatu magnet
pemanen.
2. Alat ukur elektrostatis adalah alat ukur yang mempergunakan gaya elektrostatis yaitu
gaya tarik antara muatan listrik yang didapatkan dari interaksi antara dua buah elektroda
yang masing-masing mempunyai potensial yang berbeda.
3. Alat ukur elektrodinamis adalah alat ukur yang magnet permanen seperti pada alat ukur
kumparan putar diganti dengan kumparan yang tetap dan arus dimungkinkan dapat
dialirkan melalui kumparan tetap dan kumparan putar.
4. Thermocouple adalah suatu rangkaian yang tersusun dari dua buah logam yang masing-
masing mempunyai koefisien muai panjang berbeda yang dihubungkan satu denngan
yang lain pada ujung-ujungnya.

B. Saran
Dalam melakukan pengukuran pastikan kita telah memilih jangkauan dan fungsi alat
ukur yang tepat sebelum menghubungkan alat ukur pada rangkaian. Pastikan juga memilih
jangkauan yang lebih tinggi dari pada yang diperkirakan lalu naikan sensitivitas secara
bertahap sampai mendapat angka bacaan yang benar. Serta pastikan juga menggunakan probe
atau kabel penghubung yang baik