Você está na página 1de 10

B.

Analisa Data

1. pengelolaan zakat, infaq, sadhaqoh

A. Pengertian Pengelolan ZIS

Pengelolaan adalah proses yang membantu merumuskan kebijaksanaan dan tujuan organisasi.

Ahmad Sumardi mengungkapkan bahwa “ pengelolaan zakat kegiatan perencanaan, pengorganisasian,


pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pngumpulan dan pendistribusian serta pedayagunaan zakat “.

Dari pengertian diatas diambol kesimpulan bahwa pengelolan ZIS adalah suatu organisasi yang
bergerak dalam bidang pengelolan ZIS dari perencanaan,pengumpulan,serta pendistribusian kepada
mustahid ZIS.

Sebagai lembaga pengelola ZIS, KJKS BMT Mentari kotagajah harus dapat membuat dan
merencanakan berapa besar dana yang diharapkan/ diterima dan disalurkan untuk setiap periodenya
sesuai dengan ketentuan Syar’i, KJKS BMT Mentari kotagajah juga harus dapat membuat skala
prioritas dalam penyalurannya sehingga dana yang ada dapat memberi arti yang lebih dalam
pemberdayaan masyarkat.

Organisasi pengelolaan zakat adalah isntitusi yang bergerak dalam bidang pengelolaan dana
ZIS,keberadaan organisasi pengelolan ZIS di indonesia diatur oleh beberapa peraturan perundang-
undangan yaitu undang-undang RI No.38 tahun 1999 tentang pengelolan zakat. Kepmen agama RI
NO.581 tahun 1999 tentang pelaksanaan undang-undang No.38 tahun 1999 tentang pengelolan zakat.

Dalam peraturan perundang-undangan diatas diakui adanya 3 jenis organisasi pengelolaan zakat :

1. Badan Amil Zakat adalah organisasi pengelolan zakat yang di bntuk oleh pemerintah
2. Lembaga Amil Zakat adalah institusi pengelola zakat yang sepenuhnya di bentuk atau prakasa
masyarakat dan di kukuhkan oleh pemerintah
3. Unit pengumpulan zakat adalah satuan organisasi yang dibentuk oleh badan Amil Zakat.

B. Dasar Hukum pengelolaan ZIS

Pengelolaan ZIS dilakukan oleh Badan Amil Zakat yang di bentuk oleh pemerintah ataupun lembaga
Amil Zakat yang dibentuk oleh masyarakat yang dikukuhkan pemerintah. Pentingnya urusan
pengelolaan ZIS maka di perlukan Amil Zakat untuk mengurus masdalah zakat. Karena ZIS adalah
orang banayak yang terpikul pada pundak individu. Hal ini sesuai firman Allah Swt :
.‫ع ِلي ُم‬ َ ُ‫س َك ٌن لَ ُه ْم َوهللا‬
َ ‫س ِمي ٌع‬ َ َ‫ص َلوتَك‬ َّ ‫علَي ِه ْم‬
َ ‫إن‬ َ ‫ط ِ ِّه ُر ُه ْم َو تُزَ ِ ِّكي ِه ْم ِب َها َو‬
َ ‫ص ِِّل‬ َ ‫ُخ ْذ ِم ْن أ َ ْم َو ِل ِه ْم‬
َ ُ ‫صدَقَةً ت‬
Artinya : “ Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan
dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu
(menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui.“ ( QS At Taubah : 103 )

Berdasarkan ayat diatas bahwa para amil zakat sanagat diperlukan dalam urusan pengelolaan
zakat karena ZIS merupakan hak orang banyak yang dipikul pada pundak individu dan bukan
merupakan urusan pribadi yang pelaksanaanya diserahkan langsng kepada individu-individu
yang bersangkutan,melainkan memerlukan campur tangan amil zakat demi memelihara
kepentingan umum dan kemaslahatan umat.

2.Pengelolaan ZIS di KJKS BMT Mentari Kotagajah

ZIS mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat,


sesungguhnya ZIS dipandang sebagai aturan pertama jaminan sosial yang tidak berpegang
pada sedekah sunat individual, akan tetapi berpegang pada pertologan penguasa teratur dan
tersusun dimana tujuan akhirnya memenuhi kebutuhan orang yang membutuhkan baik
makanan ,minuman, pakaian dan lain-lain.

Karena salah satu fungsi dari ZIS adalah untuk mempersempit ketimpangan ekonomi, maka
tidak semua lapisan masyarakat dapat menikmati dana ZIS tersebut, hanyalah orang-orang
tertentu saja yang bisa mendapatkan dana ZIS. Hal ini sesuai dengann firman Allah Swt
sebagai berikut:

Artinya : “ sesungguhnya zakat-zakat itu hanya untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin,
pengurus-pengurus zakat,para mu’alaf yang dibujuk hatiya, untuk (memerdekakan) budak,
orang-orang yang berhutang,untuk jalan allah Swt dan orang-orang sedang perjalanan sebagai
suatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah maha mengetahui lagi maha bijaksana.”
Ayat diatas sanagat jelas bbahwasannya zakat hanya diberikan kepada delapan asnaf/kategori
yaitu :

1. Fakir yaitu orang-orang yang tidak mempunyai harta benda dan tidak memiliki
penghasilan yang tentu.
2. Miskin yaitu orang-orang yang mempunyai penghasilan yang tentu tetapi dalam
penghasilannya itu tidak mencukupi keperluan sehari—hari ( selalu alam
kekurangan )
3. Amil yaitu orang yang bekerja menghimpun dan membagikan zakat kepada yang
berhak menerimanya.
4. Muallaf yaitu orang yang masih lemah hatinya seperti baru masuk islam, mereka
diberi zakat supaya kuat hatinya sehingga tetap memeluk agama islam..
5. Riqab yaitu hamba ( budak ) yanga akan dimerdekakan oleh tuannya,jika
dibayarkan uang ataupun lainnya kepadanya.
6. Gharim yaitu orang-orang yang mempunyai hutang yang tidak kuasa untuk
melunasinya
7. Sabillilah yaitu orang yang secara sukarela berperan dijalan Allah Swt dengan
tidak memendang memandang upah atau atau pangkat dan sebagainya .
perjuanagannya semata-mata karena Allah Swt.
8. Ibnu sabil yaitu orang-orang yang berpergian jauh ( musafir ) yang bukan untuk
pekerjaan maksiat, kehabisan bekal ditengah perjalanan seperti orang
yangmenuntut ilmu pengetahuan orang yang menyiarkan agama islam dan lain-
lain.

Berdasarkan ayat diatas dapat diketahui bahwa pengelolan zakat bukanlah semata-mata
dilakukan secara individu yaitu dari muzaki diserahkan langsung kepada mustahiq tetapi dana
zakat tersebut diserahkan kapada lembaga organisasi atau lembaga yang khusus menangani
masalah ZIS yang memenuhi persyaratan tertentu yang disebut lembaga amil zakat

Lembaga amil zakat harus mampu menjalankan tugas nya dengan baik,diantara tugas amil
zakat adalah mendata dan mengetahui orang-orang yang menjdi mustahiq zakat,dan amil
zakat harus melakukan survey kepada para mustahiq denggan meliha dari segi ekonomi.

Karna secara umum,golongan yang diharamkan menerima zakat adalah:


1. Orang kaya
2. Orang kuat yang mampu bekerja
3. Orang yang tdak beraga islam dan orang kafir yang memerangi islam
4. Anak-anak orang yang mengeluarkan zakat,kedua orang tua dan istri/suaminya
5. Keluaarga nabi Saw

Untuk itu KJKS BMT Mentari adalah hadir sebgai satu lembaga keuanggan islam yang
menghimpun dana ZIS. adapun yang dilakukan oleh KJKS BMT Mentari sebagai amil zakat
dalam upaya pemberdayaan dan pemerataan ekonomi masyarakat khusus nya di wilayah
kotagajah dan sekitar nya adalah sebagai berikut:

o Melakukan dan mengidentifikasi orang-orang yang terrkenal wajib zakat,disii KJKS


BMT Mentari berupaya memberikan penyuluhan dan membagikan brosur tentang
pentingnya ber-ZIS kepada para muzaki agar tergugah hati nya untuk segera
mengeluarkan ZIS melalui lembga yang di percaya untuk mengurusi ZIS tersebut
o Menetukan kriteria harta benda yang wajib di zakati.dalam hal ini KJKS BMT
Mentari sebagai lembaga penghimpun dana ZIS memberikan penjelasan kepada para
muzaki tentang harta apa saja yang wajib di keluarkan zakat nya bila udah sampai
nisab nya
o Menyeleksi jumlah para mustahiq. Tidak semua mmustahiq yang dapat langsung
menerima ZIS dalam 1 periode pembagian
o Menetapkan jadwal pembayaran ZIS bagi masing-masing muzaki agar dana ZIS dpt
selalu berjaln dan bisa selalu membantu para mustahiq.maka setiap muzaki tidak di
pungut zakatnya cara bersama-sama tetapi seara bertahap.
o Menetukn kriteria penyaluran harta zakat tiap-tiap mustahiq sesuai dengan kondisi
masing-masing.sebelum membagikan dana ZIZ KJKS BMT Mentari melalkukan
survey terlebih dahulu kepada para mustahiq.agar bisa mendahulukan pemberian
dana ZIS kepada mustahiq yang lebih membutuhkan untuk keadaannya saat ini
dengan melihat kondisi perekomnomiannya sehari-hari.
o Membantu para muzaki zakat membayarkan zakat dengan jemput bola. karena tidak
semua muzaki mau mebayaran zakatnya dengan langsung datang ke kantor KJKS
BMT Mentari kotagajah, jadi pengurus Baitul Maal Mentari yang mendatangi para
muzaki kerumah.
Pada dasarnya zakat hanya boleh dibagikan di dearah dimana zakat tersbut dihimpun akan
tetapi jika penduduk setempat tidak membutuhkan zakat,seluruh atau sebagian karna tidak
ada musthiqny atau jumlah nya sedikit,sementara harga zakatnya banyak maka zakat itu
boleh dipindahkan kepada penduduk lain agar dipergunakan sesuai dengan kebutuhan.
Adapun jika penduduk setempat masih mebutuhkan,maka banyak hadist yang menegaskan
bahwa zakat tiap-tiap Negeri itu tidak oleh dipindahka ke negeri lain. karna maksud
meberikan zakat ialah memberikan kecukupan kepada orang-orang fakir dan miskin dari tiap-
tiap negeri.

Karena itu salah satu tugas penting ari KJKS BMT Mentari sebgai lembaga keuangan
pengelola zakat adalah terus melakukan seentralisai dengan aik kepada masyrakat di wilayah
kotagajah dan sekitarnya seara berkesinambugan. Dengan sosialisai yang baik dan optimal
diharapkan muzaki akan semakin sadar untuk mebaayar zakat KJKS BMT Mentari Kotagajah

KJKS BMT Mentari sebagai salah satu lembaga intermediasi dalam mengolah ZIS harus
dapat membuktikan bahwa dana tersebut benar-benar dikelola dengan baik menurut syari’at
Islam. Karena dengan dikelolanya dana tersebut dengan baik maka dapat membantu
permasalahan ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan orang-orang miskin.

3.Zis Sebagai Upaya Peningkatan Kesajahtraan Masyarakat

Pada hakikatnya Islam mewajibkan kepada semua umatmya untuk membayarkan zakat pada
harta yang mereka miliki yang telah mencapai nisab. Karena zakat merupakan penopang pada
tambahan untuk meringankan beban pemerintah dalam menciptakan pemerataan dn
pengurangan kemiskinan dan pada intinya untuk kesejahtraan masyrakat.

ZIS merupakan aat bantu sosial mandiri yang menjadi kewajiban moral bagi orang kaya
untuk membantu mereka yang miskin dan terabaikan yang tidak mampu menolong dirinya
sendiri, sehingga kemelaratan da kemiskinan dapat terhapuskan dari masyrakat muslim.

Menurut Abdul Manan, zakata dalah prosses keungana islami zakat meliputi bidang
moral,sossia dan ekonomi. Dalam bidang moral zkat berusaha mengikis hadis ketamakan dan
keserakahan si kaya, dalam bidng sosial zakat bertidak sebagai alat yang khas di berikan
islam untk menghapus kemiskinan dari masyrakat dengan menyadarkan si kaya akn tangung
jawab yang mereka miliki.sedangkan zakat dalam bidang ekonomi mencggah penumpukan
kekayaan yang mengerikan dalam tanga segelintir orang dan kaum muslimin perbendaharaan
negara.

Dari pengertian di atas jelas bahwa islam memndang zakat tidak hanya berdimensiritual saja
melainkan sosial dan ekonomi. Zakat menjadi alternatif dalam penelesaian persoalan
ekonomi dan sosial secara menyeluruh dalam menaggulangi ketimpangan sosial ekonomi
dalam masyrakat sehingga kesejahtraan masyrakat akan tercapai. Dengan demikian ZIS
mempunyai pontensi yang besar dalam mengatasi persoalan-persoalan umat islam terutama
dalam mengentaskan kemiskinan apabila ZIS dikelola dengan baik.

Dalam pengelolaan terdapat beberapa prinsip yang harus di taati dan di ikuti agar pengelola
ZIS dapat berhasil dans sesuai dengan yang dii harapkan di harapkan .prinsip-prinsip tersebut
adalah sebagai berikut:

1. Prinsip kenyakinan

Dalam Islam, membayar zakat adalah suatu ibadah dengan demikian hanya seorang
yang benar-benar berimanlah yang dpat melaksanakannya dalam arti dan jiwa yang
sesungguhnya.

2. Prinsip keadilan

Zakat adalah suatu istilah umum yang dapat digunakan pada semua sumbangan wajib
biasa dan bagian Negara dlam berbagai jenis pendapatan Negara.

3. Prinsip produktivitas atau sampai batas waktu

Zakat dibayar pada setiap tahun setelah meperhatikan nisab.nisab berlaku pada zakat
haanya bila telah sampai waktunya dan produktif zakat tidak dikenakan pada benda-
benda yang tidak tahan lama yang digunakan untuk keprluan dan konsumsi pribadi.
4. Prinsip nalar

Yaitu yang diharuskan membayar zkat adalah seorang yang berakal dan bertangun
jawab jadi disini ada anggapan bahwa orang yang belum dewasa dan tidak waras
bebas dari zakat yang dalam hal ini merupakan suatu ibadah karna itu zakat hanya di
wajibkan pada mereka yang mampu.

5. Prinsip kemudahan

Zakat diproleh sebagian dari sifat pemungutan zakat dan sebagian diproleh dari
hukum Islam tentang etika ekonomi.

Dalam pasal 16 UU No.38 tentang pengelolaan zakat di sebutkan bahwa:

1. Hasil pengumpulan zakat atau di daya gunan untuk mustahiq sesuai dengan
ketentuan Islam
2. Pendayagunaan hasil pengumpulan zakat didasarkan skala prioritas kebutuhan
mustahiq dana dapat dimanfaatkan untuk usaha produktif.

KJKS BMT Mentari Kotagajah sebagai lembaga intermediasi dalam menghimpun dana
ZIS bertujuan untuk mewujudkan penerapan ekonomi syari’ah yang diridhoi dan diberkahi
oleh allah Swt berupaya agar dana ZIS yang dikelolanya dapat menjebatani kesenjangan
antara aghnia ( orang kaya ) dan dhuafa ( orang miskin ) serta dana ZIS yang dikelolanya
dapat tersalurkan dengan tepat dan merata kepada para mustahiq.

Upaya yang dilakukan oleh KJKS BMT Mentari Kotagajah dalam peningkatan ekonomi
masyarakat diwilayah kotagajah dan sekitarnya dengan pemberdayaan ZIS adalah :

1. Mendayakan kepedulian para muzaki terhadap para mustahiq


2. Membangun kemandirian mustahiq agar mampu menjadi muzaki
3. Memudahkan para muzakiuntuk menyalurkan ZIS kepada para mustahiq
4. Membantu masyarakat khususnya mustahiq melalui program-program yang
transparan, berdayaguna dan dapat di pertanggungjawabkan
5. Menjadikan KJKS BMT Mentari sebagai Baitul Maal yang amanah, profesional,
jujur, dan transparan yang mampu dalam memberdayakan ZIS yang sesuai dengan
syariat islam.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh KJKS BMT Mentari Kotagajah sebagai
lembaga intermediasi dalam pengelolaan zakat adalah dengan melakukan sosialisasi
kepada masyarakat secara kontinue ( terus menerus ) dan berkesinambungan melalui
forum dan media. Dengan sosialisasi yang baik dan optimal diharapkan masyarakat
muzaki akan semakin sadar akan berzakat. KJKS BMT Mentari Kotagajah juga harus
melakukan perencanaan,dengan banyaknya jumlah dana ZIS yang ada maka
diharapkan dapat tersalurkan untuk setiap periodenya agar dana tersebut dapat
membantu dalam pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat khususnya yang ada di
wilayah kotagajah.
BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

1. Berkaitan dengan penelitian yang penulis lakukan, maka dapat diketahui bahwa
dalam pengelolaan dana ZIS KJKS BMT Mentari Kotagajah belum dapat berjalan
secara optimal. Hal ini karena sebagian mustahiq menggunakan dana ZIS bukan
untuk usaha yang produktif agar membantu menambah pendapatan sehari-hari
melainkan untuk biaya sekolah dan keperluan rumah tangga ( konsutif )

2. Dana untuk intermediasi nya lembaga KJKS BMT Mentari Kotagajah selama
periode 2010 sudah sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai penghubung bagi pihak
yang surplus dana (wajib zakat) dengan pihak yang defisi dana (penerima zakat).

B. SARAN

Dari kesimpulan diatas,maka penulis mempunyai beberapa saran yaitu :

1. KJKS BMT Mentari hendaknya selalu memberikan sosialisasi dan penyuluhan


akan pentingnya ber-ZIS sehingga masyarakat termotivasi untuk megeluarkan ZIS
dari sebagian hartanya melalui KJKS BMT Mentari Kotagajah.
2. Dalam pengelolaan ZIS hendaknya dilakuan suatu
perencanaan,pengorganisasian,pendistribusian,dan apengawasan yang optimal
agar dana ZIS dapat bermanfaat dan sesuai dengan sasaran/target yaitu para
mustahiq yang benar-benar membutuhkan.
3. Dalam pengelolaan juga KJKS BMT Mentari Kotagajah harus profesionalisme
agar dana yang terhimpun dapat tersalurkan dengan periodenya/tahapannya.
4. Dalam pemberian/ pendistribusian jumlah zakat ke mustahiqagar ditamabah lebih
dari Rp.300.000,- ( min 1 juta ) karena melihat kebutuhan mustahiq yang selalu
kekurangan. Karena dengan pemberian min 1 juta diharapkan tidak hanya untuk
konsumsi melainkan dapat untuk tambah modal usaha agar intermediasi yang
dilakukan KJKS BMT Mentari sesuai dengan tujuannya.