Você está na página 1de 4

Tugas dan Fungsi Penilik

Published on Friday, 17 March 2017 02:07

Tugas dan Fungsi Penilik


Salah satu unsur tenaga kependidikan pendidikan nonformal yang memiliki
peran strategis dalam mendorong perubahan dan peningkatan mutu
pendidikan non formal adalah penilik. Penilik mempunyai ruang lingkup,
tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melaksanakan pengendalian
mutu program Pendidikan Anak Usia Dini Nanformal dan Informal melalui
kegiatan pemantauan, penilaian, pembimbingan, pembinaan
penyelenggaraan pendidikan non formal dan kegiatan evaluasi dampak
program PAUDNI serta penelitian dan pengembangan PAUDNI. Untuk
melaksanakan tugas tersebut mereka tentu harus memiliki pengetahuan,
pengalaman, wawasan, dan kemampuan yang memadai Eksistensi penilik
merupakan salah satu komponen yang dapat mendorong kualitas
peningkatan sumberdaya manusia di Indonesia, Peran dan fungsi dalam
pendidikan nonformal. Mengingat begitu pentingnya keberadaan penilik
dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia maka
pemerintah memberikan perhatian dengan mengeluarkan beberapa regulasi,
dalam upaya memberikan kan payung hukum dan mekanisme kerja yang
jelas dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kepenilikan dilapangan. Dalam hal
ini pada dasarnya penilik merupakan tenaga profesi kependidikan dengan
tugas utama melakukan kegiatan perencanaan , perantauan, pengendalian
mutu dan evaluasi dampak program Pendidikan di PKBM, Pendidikan
Kesetaraan dan Keaksaraan, serta Kursus pada jalur pendidikan Nonformal
dan Informal. Penilik adalah sebuah profesi.Profesi adalah bidang pekerjaan
yang dilandasi pendidikan keahlian (keterampilan kejujuran dan sebagainya)
yang tertentu.Sedangkan pengertian profesional merupakan bidang
pekerjaan yang demikian yang dimaksud dengan kemampuan profesional
ialah kapasitas (pengetahuan dan keterampilan) yang dituntut oleh suatu
bidang pekerjaan yang memungkinkan sesorang untuk tampil secara
maksimal dalam menyelesaikan pekerjaannya. Kriteria profesionalisme
ádalah (1) adanya systematic body of knowledge, (2) adanya kewenangan
profesional yang didasarkan atas senioritas dalam keahlian dan
keterampilan, (3) adanya sanksi sosial dan pengakuan terhadap
kewenangan.Sanksi dijatuhkan oleh organsiasi profesi yang berfungsi,
mengendalikan dan mengawasi anggotanya. Organisasi profesi juga
berfungsi untuk menyeleksi masuk anggota baru, menetapkan akreditasi
tingkat profesionalisme, menerbitkan perijinan, (4) memiliki kode etik, dan
(5) budaya kerja yang khas bagi profesi bersangkutan atau profesional
culture. Penilik sebagai tenaga fungsional memiliki standar kemampuan
profesional dalam bentuk struktur tugas pokok sebagaiman diatur di dalam
Keputusan Menpan dan reformasi birokrasi No.14.tahun 2010 dikatakan
bahwa penilik memiliki tugas pokok adalah melaksanakan kegiatan
perencanaan,pemantaaua, pengendalian mutu PAUDNI dan evaluasi
dampak. Berdasarkan tugas pokok tersebut maka penilik merupakan suatu
profesi, dan harus memiliki kemampuan yang baik dalam pelaksanaan
tugasnya. Keprofesional penilik dituntut dalam melaksanakan tugasnya ini.
rincian Tugas Penilik antara lain;
A. kegiatan pengendalian mutu meliputi:
1. perencanaan program pengendalian mutu PAUDNI;
2. pelaksanaan pemantauan program PAUDNI;
3. pelaksanaan penilaian program PAUDNI;
4. pelaksanaan pembimbingan dan pembinaan kepada pendidik dan tenaga
kependidikan pada satuan PAUDNI; dan
5. penyusunan laporan hasil pengendalian mutu PAUDNI.
B. Kegiatan evaluasi dampak PAUDNI penilik memiliki tugas kerja sebagai
berikut ini.
1. penyusunan rancangan atau desain evaluasi dampak program PAUDNI;
2. penyusunan instrumen evaluasi dampak program PAUDNI;
3. pelaksanaan dan penyusunan laporan hasil evaluasi dampak program
PAUDNI; dan
4. presentasi hasil evaluasi dampak program PAUDNI.
untuk melaksanakan Kegiatan - kegiatan di atas, seorang peniliki harus
memiliki kualifikasi dan kompetensi sebagaimana diatur dalam
Permendikbud Nomor 98 Tahun 2014 tentang Standar Kualifikasi Akademik
dan Kompetensi Penilik, antara lain:
Kualifikasi Akademik
kualifikasi akademik Penilik minimum adalah Sarjana (S1) atau Diploma IV
(D4) bidang kependidikan yang relevan dan keluarkan oleh perguruan tinggi
teraktreditasi sebagai penyelenggara program pengadaan pendidik dan
tenaga kependidikan.
Adapun yang dimaksud dengan bidang kependidikan dalam peraturan ini
yaitu program studi/jurusan : PAUD, Psikologi Pendidikan, PLS . Manajemen
Pendidikan,Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Seni dan Bahasa, Pendidikan
Sosiologi, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Matematika, Pendidikan Kimia,
Pendidikan Biologi, Pendidikan Geografi, Evaluasi Pendidikan, Kurikulun dan
Teknologi Pendidikan, dan program studi kependidikan lainnya yang relevan.
Kompetensi Penilik
Standar kompetensi PTK-PAUDNI meliputi enam komponen yaitu : (1)
kompetensi kepribadian (2) kompetensi sosial, (3) kompetensi supervisi
majerial, (4) kompetensi supervisi Akademik, (5) Kompetensi evaluasi
pendidikan, dan (6) Kompetensi Penelitian dan Pengembangan Untuk lebih
jelasnya masing-masing kompetensi dijabarkan sebagai berikut:
1.Kompetensi Kepribadian
Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang
mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan
berwibawa, menjadi teladan bagi mayarakat dan berakhlak mulia.Secara
rinci setiap elemen keperibadian tersebut dapat dijabarkan menjadi
subkompetensi dan indikator esensial sebagai berikut.
a. Berakhlak Mulia dan dapat menjadi teladan bagi masyarakat dan
pemangku kepentingan (stakeholder) pendidikan.
b. Bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas profesinya sebagai penilik
satuan pendidikan nonformal.
c. Kreatif dalam bekerja dan memecahkan masalah yang berkaitan dengan
tugas-tugas kepenilikan.
d. Bersikap positif terhadap pembaharuan pendidikan, ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni yang menunjang tugas pokok sebagai penilik satuan
pendidikan nonformal.
e. Memiliki motivasi kerja tinggi dalam rangka meningkatkan disiplin,
budaya kerja dan kemandirian.
2.Kompetensi sosial
Kompetensi sosial berkenaan dengan kemampuan pendidikan sebagai
bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif
dengan masyarakat sekitar. Kompetensi ini memiliki indikator esensial :
Kompetensi ini memiliki subkompetensi dengan indikator esensial sebagai
berikut.
a. Menguasai karakteristik sosial, ekonomi dan budaya masyarakat
setempat.
b. Bekerja sama dengan berbagai pihak dalam melaksanakan tupoksi
sebagai penilik satuan pendidikan nonformal.
c. Berperan serta dalam kegiatan organisasi profesi penilik dan organisasi
profesi lainnya. Peka terhadap berbagai masalah yang terjadi pada
masyarakat setempat.
d. Menguasai masalah social kemasyarakatan dan cara pemecahannya.
3. Kompetensi Supervisi Manajerial
Kompetensi yang berkenaan dengan penguasaan konsep, fungsi, prinsip,
metode, teknik dalam supervisi. Secara rinci masing –masing elemen
kompetensi tersebut memiliki subkompetensi dan indikator esensial sebagai
berikut :
a. Menguasai fungsi-fungsi manajemen pendidikan dalam penyelenggaraan
program PAUDNI
b. Menguasai konsep, prinsip, metode dan teknik supervisi pendidikan untuk
meningkatkan mutu penyelenggaraan PAUDNI
c. Menguasai teknik penyusunan rancangan dan pelaksanaan program
kepenilikan pada PAUDNI
d. Menguasai metode dan instrument kerja untuk melaksanakan tugas
kepenilikan pada PAUDNI.
e. Membina pendidik dan tenaga kependidikan pada satuan PAUDNI.
4. Kompetensi Supervisi Akademik
Kompetensi yang berkenaan dengan penguasaan prinsip dasar , metode,
bimbingan pada satuan PAUDNI. Secara rinci masing–masing elemen
kompetensi tersebut memiliki subkompetensi dan
indikator esensial sebagai berikut :
a. Menguasai konsep, prinsip dasar teori, metode satuan PAUDNI
b. Membimbing pendidik dan tenaga Kependidikan PAUDNI dalam menyusun
silabus/ rencana pelalsanaan pembelajaran PAUDNI
c. Membimbing pendidik dan tenaga kependidikan dalam menggunakan dan
mengembanagan media PAUDNI.
5. Kompetensi Evaluasi Pendidikan
Kompetensi ini dalam penguasaan penilaian; memantau, menilai, membina,
mengevaluasi pembelajaran, pendidik dan tenaga kependidikan PAUDNI.
Secara rinci masing–masing elemen kompetensi tersebut memiliki
subkompetensi dan indikator esensial sebagai berikut :
a. Menguasai prinsip-prinsip penilaian pendidikan dan aplikasi dalam
program PAUDNI
b. Menilai kinerja Pendidik dan tenaga Kependidikan
c. Membina pendidik dan tenaga kepandidikan PAUDNI
d. Mengevaluasi kinerja satuan kinerja satuan PAUDNI.
6. Kompetensi Penelitian dan Pengembangan
Kompetensi yang berkenaan dengan penguasaan ilmu pengetahuan,
prosedur penelitian dan trampil menyusun penelitian, Secara rinci masing–
masing elemen kompetensi tersebut memiliki subkompetensi dan indikator
esensial sebagai berikut :
a. Menguasai bidang ilmu Pengetahuan
b. Menguasai pendekata, metode, jenis dan prosedur penelitian untuk
mengembangkan PAUDNI.
c. Trampil melaksanakan penelitian.
d. Trampil menyusun karya tulis ilmiah berbasis penelitian dan non-
penelitian bidang PAUDNI
e. Membimbing pendidik dan tenaga kependidikan PAUDNI dalam
melaksanakan penelitian tindakan. (Achmad M)
Referensi :
Permenpan dan reformasi birokrasi No.14.tahun 2010 tentang Jabatan
Fungsional Penilik dan Angka Kreditnya
Permendikbud Nomor 98 Tahun 2014 tentang Standar Kualifikasi Akademik
dan Kompetensi Penilik
Berbagai Sumber