Você está na página 1de 26

MODUL VI

FISIOLOGI KERJA

6.1.Tujuan Praktikum
Tujuan dari pratikum Modul 6 ini adalah agar pratikan :
1. Pratikan mampu membuat grafik yang menghubungkan antara intensitas
beban kerja (berlari di lapangan pacu) dengan heat rate dan lama waktu
pemulihan (recovery periode)
2. Pratikan mampu menghitung lama waktu istirahat total (total rest time)
3. Pratikan mampu menghitung besar energy expenditure pada suatu
pekerjaan tertentu berdasarkan heart rate.
4. Pratikan mampu mengklasifikasikan besar beban kerja (jarak) untuk
pekerjaan tertentu.

6.2. Landasan Teori


Secara garis besar, kegiatan kegiatan kerja manusia dapat
digolongkan menjadi kerja fisik (otot) dan kerja mental (otak). Pemisahan
ini tidak dapat dilakukan secara sempurna, karena terdapat hubungan yang
erat antara satu dengan lainnya. Apabila dilihat dari energi yang
dikeluarkan, kerja mental murni relatif lebih sedikit mengeluarkan energi
dibandingkan kerja fisik, Kerja fisik akan mengakibatkan perubahan pada
fungsi alat-alat tubuh, yang dapat dideteksi melalui perubahan : konsumsi
oksigen, denyut jantung, pengeluaran energi, peredaran udara dalam paru-
paru, temperature tubuh, konsentrasi asam laktat dalam darah, komposisi
kimia dalam darah dan air seni, tingkat penguapan dan faktor lainnya.
Kerja fisik mengakibatkan pengeluaran energi yang berhubungan
erat dengan konsumsi energi. Konsumsi energi pada waktu bekerja biasanya
ditentukan dengan cara tidak langsung, yaitu dengan pengukuran :
kecepatan denyut jantung dan konsumsi oksigen.

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 241


Muller memberikan beberapa definisi untuk beberapa macam
denyut nadi sebagai berikut :
a. Denyut jantung pada saat istirahat (resting pulse) : rata-rata
denyut jantung sebelum suatu pekerjaan dimulai.
b. Denyut jantung selama bekerja (working pulse) : rata-rata
jantung pada saat seseorang bekerja.
c. Denyut jantung unfuk kena (work pulse) adalah selisih antara
denyut jantung selama bekerja dan selama istirahat.
d. Denyut jantung selama istirahat total adalah jumlah aljabar
denyut jantung dari berhentinya denyut pada saat suatu
pekerjaan selesai dikerjakan sampai dengan denyut berada
pada kondisi istirahatnya.
e. Denyut kerja total (total wor pulse or cardiac cost) adalah
jumlah denyut jantung dari mulainya suatu pekerjaan sampai
dengan denyut berada pada kondisi istirahatnya (resting
level). [Nurmianto, 2000]
Persamaan yang digunakan dalam menghitung nilai konsumsi
energi dapat dilihat dari hasil penelitian Muller(1962). Perhitungan
konsumsi energi operator adalah: Y 1,804 11- 0.0229038 r-4,717 10-4
x 2....(1)
Dimana:
Y = Energi (Kkal menit)
X = Kecepatan denyut jantung(denyut per menit)
Nilai konsumsi energi dengan denyut nadi kerja 120 dpm adalah:
Y = 1,80411 - 0,0229038 (120) + 4,71711 . 10-4 (120) 2 350.8975
Kkaljam
Klasifikasi beban kerja berdasarkan nilai konsumsi energi (Y)
dengan konversi satuan ke dalam Kkal per jam, yaitu:
1 Beban kerja ringan, untuk 100 200 Kkal/jam

2 Beban kerja sedang untuk 201 350 Kkaljam

3. Beban kerja berat. untuk di atas 351 Kkal/jam

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 242


6.3. Prosedur Pratikum
Sebelum pratikum setiap anggota masing-masing kelompok mengukur
VO2 max. VO2 max yang layak akan dan terbesar dari masing-masing
kelompok akan melakukan percobaan. VO2 max yang layak untuk perempuan
2400 kkal dan 3000 kkal untuk laki-laki.
A. Percobaan I
1. Pilih salah satu orang pratikan dari masing-masing kelompok yang
memiliki postur tubuh yang ideal dan VO2 max yang layak untuk
pengujian fisik pada treadmill.
2. Ukur denyut nadi pada saat istirahat sebelum melakukan kerja.
3. Lakukan prattikum di treadmill sesuai dengan kecepatan (4km/jam,
6km/jam, dan 8km/jam) masing-masing 3 menit, dengan selang waktu
istirahat untuk penggantian beban 3 menit.
4. Ukur denyut recovery setelah menit ketiga.

B. Percobaan 2
1. Pilih salah satu orang pratikan dari masing-masing kelompok yang
memiliki postur tubuh yang ideal dan VO2 max yang layak untuk
pengujian fisik pada sepeda statis.
2. Ukur denyut nadi pada saat istirahat sebelum melakukan kerja.
3. Ukur dan catat denyut nadi pada saat bersepeda statis sesuai dengan
beban (1kg, 2kg, dan 2,5 kg) selama masing-masing 3 menit dengan
selang waktu istirahat untuk penggantian beban 3 menit.
4. Ukur denyut nadi pada setiap setelah bekerja pada sepeda statis setelah
menit ketiga.

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 243


6.4. Pengumpulan Data
Tabel 6.1 Pengukuran VO2 max
Nama Percobaan Jumlah Rata-Rata
1 2 3
Sri Kurnia Dwi Budi M 548 619 513 1680 560
Greged Pamungkas W 548 615 521 1684 561,3333333
M Samsul Asrofi 542 528 533 1603 534,3333333
Nanda Wahyu N 537 500 477 1514 504,6666667
Diva Fitria S 388 370 292 1050 350
Nidaul Alba 399 348 336 1083 361

Percobaan 1 : Treadmill
Operator : Sri Kurnia Dwi Budi Maulana
Denyut Nadi Awal : 92

Tabel 6.2 Data denyut nadi istirahat percobaan 1


PERCOBAAN 1
Denyut Nadi Istirahat
Kecepatan Denyut/3 menit
Kecepatan 4 km/jam 94
Kecepatan 6 km/jam 90
Kecepatan 8 km/jam 106

Tabel 6.3 Data denyut nadi aktivitas percobaan 1


PERCOBAAN 1
Denyut Nadi Aktivitas
Kecepatan Denyut/3 menit
Kecepatan 4 km/jam 109
Kecepatan 6 km/jam 94
Kecepatan 8 km/jam 122

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 244


Percobaan 2 : Sepeda Statis
Operator : Greged Pamungkas Wahyu Utomo
Denyut Nadi Awal : 117

Tabel 6.4 Data denyut nadi istirahat percobaan 2


PERCOBAAN 2
Denyut Nadi Istirahat
Beban Denyut/3 menit
Beban 1 kg 109
Beban 2 kg 105
Beban 2,5 kg 110

Tabel 6.5 Data denyut nadi aktivitas percobaan 2


PERCOBAAN 2
Denyut Nadi Aktivitas
Beban Denyut/3 menit
Beban 1 kg 129
Beban 2 kg 123
Beban 2,5 kg 134

6.5. Analisa dan Pembahasan


6.5.1. Perhitungan Konsumsi Energi dan Waktu Istirahat
A. Percobaan 1 Treadmill
a. Konsumsi Energi
KE= Et – Ei
Keterangan :
KE= Konsumsi Energi (Kkal/menit)
Et = Pengeluaran Energi pada waktu kerja (Kkal/menit)
Ei = Pengeluaran Energi pada waktu istirahat (Kkal/menit)
X = Denyut Nadi

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 245


 Kecepatan 4 km/jam
Pengeluaran energi untuk kecepatan 4 km/jam dalam keadaan melakukan
treadmill dapat di hitung sebagai berikut :
Et = 1,80411 - 0,0229038(x) + 4,71733 x 10−4 . 𝑥 2
= 1,80411 - 0,0229038(109) + 4,71733 x 10−4 . 1092
= 1,80411 – 2,4965142 + 4,71733 x 10−4. 11881
= 0,000180411 x 10−4 – 0,00024965142 x 10−4 + 56.046,59773 x 10−4
= 56.046,59766075958 x 10−4
= 5,604659766075958 Kkal/menit
Pengeluaran energi dalam keadaan istirahat dapat di hitung sebagai
berikut :
Ei = 1,80411 - 0,0229038(x) + 4,71733 x 10−4 . 𝑥 2
= 1,80411 - 0,0229038(94) + 4,71733 x 10−4 . 942
= 1,80411 - 2,1529572 + 4,71733 x 10−4 . 8836
= 0,000180411 x 10−4 - 0,00021529572 x 10−4 + 41.682,32788 x 10−4
= 41.682,32784511528 x 10−4
= 4,168232784511528 Kkal/menit
Sehingga konsumsi energi kecepatan 4 km/jam dapat di hitung sebagai
berikut :
KE = Et – Ei
= 5,604659766075958 - 4,168232784511528
= 1,436426982 Kkal/menit

Dari perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa konsumsi energi untuk


treadmill dengan kecepatan 4 km/jam mengeluarkan energi sebesar 5,60
Kkal/menit pada saat istirahat dan 4,16 Kkal/menit pada saat melakukan
treadmill sehingga konsumsi energi yang di keluarkan sebesar 1,43
Kkal/menit.

 Kecepatan 6 km/jam
Pengeluaran energi untuk kecepatan 8 km/jam dalam keadaan melakukan
treadmill dapat di hitung sebagai berikut :
Et = 1,80411 - 0,0229038(x) + 4,71733 x 10−4 . 𝑥 2
= 1,80411 - 0,0229038(94) + 4,71733 x 10−4 . 942
= 1,80411 – 2.1529572 + 4,71733 x 10−4 . 8836

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 246


= 0,000180411 x 10−4 – 0,00021529572 x 10−4 + 41.682,32788 x 10−4
= 41.682,32784511528 x 10−4
= 4,168232784511528 Kkal/menit
Pengeluaran energi dalam keadaan istirahat dapat di hitung sebagai
berikut :
Ei = 1,80411 - 0,0229038(x) + 4,71733 x 10−4 . 𝑥 2
= 1,80411 - 0,0229038(90) + 4,71733 x 10−4 . 902
= 1,80411 – 2,061342 + 4,71733 x 10−4 . 8100
= 0,000180411 x 10−4 – 0,0002061342 x 10−4 + 38.210,373 x 10−4
= 38.210,3729742768 x 10−4
= 3,82103729742768 Kkal/menit
Sehingga konsumsi energi kecepatan 4 km/jam dapat di hitung sebagai
berikut :
KE = Et – Ei
= 4,168232784511528 - 3,82103729742768
= 0,347195487 Kkal/menit

Dari perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa konsumsi energi untuk


treadmill dengan kecepatan 6 km/jam mengeluarkan energi sebesar 4.16
Kkal/menit pada saat istirahat dan 3.82 Kkal/menit pada saat melakukan
treadmill sehingga konsumsi energi yang di keluarkan sebesar 0.34
Kkal/menit.

 Kecepatan 8 km/jam
Pengeluaran energi untuk kecepatan 8 km/jam dalam keadaan melakukan
treadmill dapat di hitung sebagai berikut :
Et = 1,80411 - 0,0229038(x) + 4,71733 x 10−4 . 𝑥 2
= 1,80411 - 0,0229038(122) + 4,71733 x 10−4 . 1222
= 1,80411 – 2,7942636 + 4,71733 x 10−4 . 14884
= 0,000180411 x 10−4 – 0,00027942636 x 10−4 + 70.212,73972 x 10−4
= 70.212,73962098464 x 10−4
= 7,02173962098464 Kkal/menit
Pengeluaran energi dalam keadaan istirahat dapat di hitung sebagai
berikut :
Ei = 1,80411 - 0,0229038(x) + 4,71733 x 10−4 . 𝑥 2
= 1,80411 - 0,0229038(106) + 4,71733 x 10−4 . 1062\

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 247


= 1,80411 – 2,427718 + 4,71733 x 10−4 . 11236
= 0,000180411 x 10−4 – 0,000242771 x 10−4 + 53.003,91988 x 10−4
= 53.003,91981764 x 10−4
= 5,300391981764 Kkal/menit
Sehingga konsumsi energi kecepatan 8 km/jam dapat di hitung sebagai
berikut :
KE = Et – Ei
= 7,02173962098464 - 5,300391981764
= 1,721347639 Kkal/menit

Dari perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa konsumsi energi untuk


treadmill dengan kecepatan 8 km/jam mengeluarkan energi sebesar 7,02
Kkal/menit pada saat istirahat dan 5,30 Kkal/menit pada saat melakukan
treadmill sehingga konsumsi energi yang di keluarkan sebesar 1,72
Kkal/menit.

b. Waktu Pemulihan
𝑬𝒕−𝑺
R=T
𝑬𝒕−𝟏,𝟓

Keterangan:
R = Waktu Istirahat
Et = Pengeluaran energi pada waktu kerja tertentu (Kkal/menit)
S = Pengeluaran energi pada waktu istirahat (Kkal/menit)
Jika laki-laki S = 5, jika perempuan S = 4
T = Total waktu kerja (menit)
 Kecepatan 4 km/jam
𝐸𝑇 − 𝑆
𝑅=𝑇
𝐸𝑇 − 1,5
5,604659766075958 − 5
𝑅=8
5,604659766075958 − 1,5
𝑅 = 1,178484553 menit
= 70,70907316 detik

Dari data data waktu pemulihan yang kita dapat di atas dapat kita tarik
kesimpulan bahwa untuk kecepatan 4 km/jam dalam waktu 3 menit,

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 248


seorang pekerja menghasilkan R = 70,70 detik yang artinya pekerja
tersebut memerlukan waktu istirahat sebesar 70,70 detik.
 Kecepatan 6 km/jam
𝐸𝑇 − 𝑆
𝑅=𝑇
𝐸𝑇 − 1,5
4,168232784511528 − 5
𝑅=8
4,168232784511528 − 1,5
𝑅 = -2,49383703 menit
= -149,6302218 detik

Dari data data waktu pemulihan yang kita dapat di atas dapat kita tarik
kesimpulan bahwa untuk kecepatan 6 km/jam dalam waktu 3 menit,
seorang pekerja menghasilkan R = -149,36 detik yang artinya pekerja
tersebut tidak memerlukan waktu istirahat.
 Kecepatan 8 km/jam
𝐸𝑇 − 𝑆
𝑅=𝑇
𝐸𝑇 − 1,5
7,02173962098464 − 5
𝑅=8
7,02173962098464 − 1,5
𝑅 = 2,929134309 menit
= 175,7480585 detik

Dari data data waktu pemulihan yang kita dapat di atas dapat kita tarik
kesimpulan bahwa untuk kecepatan 8 km/jam dalam waktu 3 menit,
seorang pekerja menghasilkan R = 175,74 detik yang artinya pekerja
tersebut memerlukan waktu istirahat sebesar 175,74 detik.

B. Percobaan 2 Sepeda Statis


a. Konsumsi Energi
KE= Et – Ei
Keterangan :
KE= Konsumsi Energi (Kkal/menit)
Et = Pengeluaran Energi pada waktu kerja (Kkal/menit)
Ei = Pengeluaran Energi pada waktu istirahat (Kkal/menit)
X = Denyut Nadi

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 249


 Beban 1 kg
Pengeluaran energi untuk Beban 1 kg dalam keadaan melakukan sepeda
statis dapat di hitung sebagai berikut :
Et= 1,80411 - 0,0229038(x) + 4,71733 x 10−4 . 𝑥 2
= 1,80411 - 0,0229038(129) + 4,71733 x 10−4 x 1292
= 1,80411 - 2,9545902 + 78.501,088533 x 10−4
= 0,0001804113 x 10−4 – 0.00029545902 x 10−4 + 78.501,088533x10−4
= 78.501,088418 x 10−4
= 7,8501088418 Kkal/menit
Pengeluaran energi dalam keadaan istirahat dapat di hitung sebagai
berikut :
Ei= 1,80411 - 0,0229038(x) + 4,71733 x 10−4 . 𝑥 2
= 1,80411 - 0,0229038(109) + 4,71733 x 10−4 . 1092
= 1,80411 – 2,4965142 + 56.046,59773 x 10−4
= 0,000180411 x 10−4 – 0,00024965142 x 10−4 + 56.046,59773 x 10−4
= 56.046,597661 x 10−4
= 5,6046597661 Kkal/menit
Sehingga konsumsi energi Beban 1 kg dapat di hitung sebagai berikut :
KE = Et – Ei
= 7,8501088418 - 5,6046597661
= 2,245449076 Kkal/menit

Dari perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa konsumsi energi untuk


sepeda statis dengan Beban 1 kg mengeluarkan energi sebesar 7,85
Kkal/menit pada saat istirahat dan 5,60 Kkal/menit pada saat melakukan
treadmill sehingga konsumsi energi yang di keluarkan sebesar 2,24
Kkal/menit.

 Beban 2 kg
Pengeluaran energi untuk Beban 2 kg dalam keadaan melakukan sepeda
statis dapat di hitung sebagai berikut :
Et= 1,80411 - 0,0229038(x) + 4,71733 x 10−4 . 𝑥 2
= 1,80411 - 0,0229038(123) + 4,71733 x 10−4 x 1232
= 1,80411 – 2,8171674 + 71.368,48557 x 10−4
= 0,0001804113 x 10−4 – 0,00028171674 x 10−4 + 71.368,48557 x 10−4

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 250


= 71.368,485469 x 10−4
= 7,1368485469 Kkal/menit
Pengeluaran energi dalam keadaan istirahat dapat di hitung sebagai
berikut :
Ei= 1,80411 - 0,0229038(x) + 4,71733 x 10−4 . 𝑥 2
= 1,80411 - 0,0229038(105) + 4,71733 x 10−4 . 1052
= 1,80411 – 2,404899 + 52.008,56325 x 10−4
= 0,000180411 x 10−4 – 0,0002404899 x 10−4 + 52.008,56325 x 10−4
= 52.008,56319 x 10−4
= 5,200856319 Kkal/menit
Sehingga konsumsi energi Beban 2 kg dapat di hitung sebagai berikut :
KE = Et – Ei
= 7,1368485469 - 5,200856319
= 1,935992228 Kkal/menit

Dari perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa konsumsi energi untuk


sepeda statis dengan Beban 2 kg mengeluarkan energi sebesar 7,13
Kkal/menit pada saat istirahat dan 5,20 Kkal/menit pada saat melakukan
treadmill sehingga konsumsi energi yang di keluarkan sebesar 1,93
Kkal/menit.

 Beban 2,5 kg
Pengeluaran energi untuk Beban 2,5 kg dalam keadaan melakukan
sepeda statis dapat di hitung sebagai berikut :
Et= 1,80411 - 0,0229038(x) + 4,71733 x 10−4 . 𝑥 2
= 1,80411 - 0,0229038(134) + 4,71733 x 10−4 . 1342
= 1,80411 – 3,0691092 + 84.704,37748 x 10−4
= 0,000180411 x 10−4 - 0,00030691092 x 10−4 + 84.704,37748 x 10−4
= 84.704,377354 x 10−4
= 8,4704377354 Kkal/menit
Pengeluaran energi dalam keadaan istirahat dapat di hitung sebagai
berikut :
Ei= 1,80411 - 0,0229038(x) + 4,71733 x 10−4 . 𝑥 2
= 1,80411 - 0,0229038(110) + 4,71733 x 10−4 . 1102
= 1,80411 – 2,519418 + 57.079,693 x 10−4

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 251


= 0,000180411 x 10−4 – 0,0002519418 x 10−4 + 57.079,693 x 10−4
= 57.079,692928 x 10−4
= 5,7079692928 Kkal/menit
Sehingga konsumsi energi Beban 2,5 kg dapat di hitung sebagai berikut:
KE = Et – Ei
= 8,4704377354 - 5,7079692928
= 2,762468443 Kkal/menit

Dari perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa konsumsi energi untuk


sepeda statis dengan Beban 2,5 kg mengeluarkan energi sebesar 8,47
Kkal/menit pada saat istirahat dan 5,70 Kkal/menit pada saat melakukan
treadmill sehingga konsumsi energi yang di keluarkan sebesar 2,76
Kkal/menit.

b. Waktu Pemulihan
𝑬𝒕−𝑺
R=T
𝑬𝒕−𝟏,𝟓

Keterangan:
R = Waktu Istirahat
Et = Pengeluaran energi pada waktu kerja tertentu (Kkal/menit)
S = Pengeluaran energi pada waktu istirahat (Kkal/menit)
Jika laki-laki S = 5, jika perempuan S = 4
T = Total waktu kerja (menit)
 Beban 1 kg
𝐸𝑇 − 𝑆
𝑅=𝑇
𝐸𝑇 − 1,5
7,8501088418 − 5
𝑅=8
7,8501088418 − 1,5
𝑅 = 3,59062676 menit
= 215,4376056 detik

Dari data data waktu pemulihan yang kita dapat di atas dapat kita tarik
kesimpulan bahwa untuk beban 1 kg dalam waktu 3 menit, seorang pekerja
menghasilkan R = 215,43 detik yang artinya pekerja tersebut memerlukan
waktu istirahat sebesar 215,43 detik

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 252


 Beban 2 kg
𝐸𝑇 − 𝑆
𝑅=𝑇
𝐸𝑇 − 1,5
7,1368485469 − 5
𝑅=8
7,1368485469 − 1,5
𝑅 = 3,032685415 menit
= 181,9611249 detik

Dari data data waktu pemulihan yang kita dapat di atas dapat kita tarik
kesimpulan bahwa untuk beban 2 kg dalam waktu 3 menit, seorang pekerja
menghasilkan R = 181,96 detik yang artinya pekerja tersebut memerlukan
waktu istirahat sebesar 181,96 detik

 Beban 2,5 kg
𝐸𝑇 − 𝑆
𝑅=𝑇
𝐸𝑇 − 1,5
8,4704377354 − 5
𝑅=8
8,4704377354 − 1,5
𝑅 = 3,983035634 menit
= 238,982138 detik

Dari data data waktu pemulihan yang kita dapat di atas dapat kita tarik
kesimpulan bahwa untuk beban 2,5 kg dalam waktu 3 menit, seorang pekerja
menghasilkan R = 238,98 detik yang artinya pekerja tersebut memerlukan
waktu istirahat sebesar 238,98 detik

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 253


6.5.2. Grafik Heart Rate Pada Saat Istirahat
6.5.2.1.Percobaan Treadmill

Gambar 6.1 grafik heart rate percobaan treadmill saat istirahat

Dari data grafik di atas dapat kita simpulkan bahwa hubungan energi yang
dikeluarkan pada saat istirahat terhadap kecepatan treadmill adalah naik turun,
pada saat percobaan pertama pada kecepatan 4 km/jam energi yang dikeluarkan
sebesar 4,168 kkal/menit, dan pada percobaan kedua pada kecepatan 6 km/jam
energi yang dikeluarkan sebesar 3,821 kkal/menit dan pada percobaan yang terakir
pada kecepatan 8 km/jam energi yang dikeluarkan sebesar 7,021 kkal/menit.
Pada saat kecepatan berada di 6km/jam energi yang dihasilkan menurun
ini karena operator beristirahat terlalu lama dikarenakan alat yang digunakan masih
dipakai, yang mana istirahat yang telalu lama akan mempengaruhi denyut nadi
operator.

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 254


6.5.2.2.Percobaan Sepeda Statis

Gambar 6.2 grafik heart rate percobaan sepeda statis saat istirahat

Dari data grafik di atas dapat kita simpulkan bahwa hubungan energi yang
dikeluarkan pada saat bekerja terhadap kecepatan treadmill adalah naik turun, pada
saat percobaan pertama pada Beban 1 kg energi yang dikeluarkan sebesar 5,604
kkal/menit, dan pada percobaan kedua pada Beban 2 kg energi yang dikeluarkan
sebesar 5,200 kkal/menit dan pada percobaan yang terakir pada Beban 2,5 kg
energi yang dikeluarkan sebesar 5,707 kkal/menit.
Pada saat kecepatan berada di beban 2 kg energi yang dihasilkan menurun
ini karena operator beristirahat terlalu lama dikarenakan alat yang digunakan masih
dipakai, yang mana istirahat yang telalu lama akan mempengaruhi denyut nadi
operator.
.

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 255


6.5.3. Grafik Heart Rate Pada Saat Aktivitas Kerja
6.5.3.1.Percobaan Treadmill

Gambar 6.3 grafik heart rate percobaan treadmill saat kerja

Dari data grafik di atas dapat kita simpulkan bahwa hubungan energi yang
dikeluarkan pada saat bekerja terhadap kecepatan treadmill adalah naik turun, pada
saat percobaan pertama pada kecepatan 4 km/jam energi yang dikeluarkan sebesar
5,604 kkal/menit, dan pada percobaan kedua pada kecepatan 6 km/jam energi yang
dikeluarkan sebesar 4,168 kkal/menit dan pada percobaan yang terakir pada
kecepatan 8 km/jam energi yang dikeluarkan sebesar 5,300 kkal/menit.
Pada saat kecepatan berada di 6 km/jam energi yang dihasilkan menurun
ini karena operator beristirahat terlalu lama dikarenakan alat yang digunakan masih
dipakai, yang mana istirahat yang telalu lama akan mempengaruhi denyut nadi
operator.

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 256


6.5.3.2.Percobaan Sepeda Statis

Gambar 6.4 grafik heart rate percobaan sepeda statis saat kerja

Dari data grafik di atas dapat kita simpulkan bahwa hubungan energi yang
dikeluarkan pada saat bekerja terhadap kecepatan treadmill adalah naik turun, pada
saat percobaan pertama pada Beban 1 kg energi yang dikeluarkan sebesar 7,850
kkal/menit, dan pada percobaan kedua pada Beban 2 kg energi yang dikeluarkan
sebesar 7,136 kkal/menit dan pada percobaan yang terakir pada Beban 2,5 kg
energi yang dikeluarkan sebesar 8,470 kkal/menit
Pada saat kecepatan berada di beban 2 kg energi yang dihasilkan menurun
ini karena operator beristirahat terlalu lama dikarenakan alat yang digunakan masih
dipakai, yang mana istirahat yang telalu lama akan mempengaruhi denyut nadi
operator.

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 257


6.5.4. Grafik Heart Rate Pada Saat Pemulihan
6.5.4.1.Percobaan Treadmill

Gambar 6.5 grafik heart rate percobaan treadmill saat pemulihan

Dari data grafik di atas dapat kita simpulkan bahwa hubungan energi yang
dikeluarkan pada saat pemulihan terhadap kecepatan treadmill adalah naik turun,
pada saat percobaan pertama pada kecepatan 4 km/jam membutuhkan waktu
pemulihan selama 1,178 menit, dan pada percobaan kedua pada kecepatan 6
km/jam membutuhkan waktu pemulihan selama -2,493 menit (tidaik memerlukan
istirahat), dan pada percobaan yang terakir pada kecepatan 8 km/jam
membutuhkan waktu pemulihan selama 2,929 menit.
Pada saat kecepatan berada di 6 km/jam energi yang dihasilkan menurun
ini karena operator beristirahat terlalu lama dikarenakan alat yang digunakan masih
dipakai, yang mana istirahat yang telalu lama akan mempengaruhi denyut nadi
operator. Dengan istirahat yang telalu lama diawal berakibat tidak adanya
kelelahan pada saat bekerja pada kecepatan 6 km/jam.

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 258


6.5.4.2.Percobaan Sepeda Statis

Gambar 6.6 grafik heart rate percobaan sepeda statis saat pemulihan

Dari data grafik di atas dapat kita simpulkan bahwa hubungan energi yang
dikeluarkan pada saat pemulihan terhadap beban seapeda statis adalah naik turun,
pada saat percobaan pertama pada beban 1 kg membutuhkan waktu pemulihan
selama 3,590 menit, dan pada percobaan kedua pada beban 2 kg membutuhkan
waktu pemulihan selama 3,032 menit, dan pada percobaan yang terakir pada beban
2,5 kg membutuhkan waktu pemulihan selama 3,983 menit.
Pada saat kecepatan berada di beban 2 kg energi yang dihasilkan menurun
ini karena operator beristirahat terlalu lama dikarenakan alat yang digunakan masih
dipakai, yang mana istirahat yang telalu lama akan mempengaruhi denyut nadi
operator. Dengan istirahat yang telalu lama diawal berakibat tidak adanya
kelelahan pada saat bekerja pada beban 2 kg.

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 259


6.5.5. Penentuan Beban Kerja dan Waktu Istirahat
Tabel 6.6 Klasifikasi Reaksi Fisiologis Terhadap Beban Kerja
Kategori Konsumsi Denyut Jantung Pengeluaran
Oksigen (denyut/menit) Energi
(liter/menit) (Kkal/menit)
Sangat Ringan < 0,5 < 60 < 2,5
Ringan 0,5 – 1,0 60 – 100 2,5 – 5,0
Moderat 1,0 – 1,5 100 – 125 5,0 – 7,5
Berat 1,5 – 2,0 125 – 150 7,5 – 10,0
Sangat Berat 2,0 – 2,5 150 – 175 10,0 – 12,5
Berat Ekstrim > 2,5 > 175 > 12,5

Tabel 6.7 Klasifikasi Reaksi Fisiologis Konsumsi Oksigen Terhadap Beban Kerja
Percobaan 1 dan 2 pada saat istirahat.

Konsumsi Oksigen
Nama Aktivitas Kategori
(liter/menit)

Kecepatan 4
0,571 Sangat Ringan
km/jam
Sri Kurnia Dwi Kecepatan 6
0,55 Ringan
Budi Maulana km/jam
Kecepatan 8
0,695 Ringan
km/jam
Beban 1 kg 0,561 Ringan
Greged
Beban 2 kg 0,551 Ringan
Pamungkas W U
Beban 2,5 kg 0,678 Ringan

Dari diatas telah diklasifikasikan tentang reaksi fisiologis terhadap benda


kerja saat istirahat.Dapat dilihat pada percobaan pertama (treadmill) bahwa pada
kecepatan 4 km/jam dikategorikan sangat ringan, pada kecepatan 6 km/jam
dikategorikan ringan dan pada kecepatan 8 km/jam dikategorikan ringan.
Sedangkan pada percobaan kedua (sepeda statis) pada beban 1 kg dikategorikan
ringan, pada beban 2 kg dikategorikan ringan, dan pada beban 2,5 kg
dikategorikan ringan.

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 260


Tabel 6.8 Klasifikasi Reaksi Fisiologis Denyut Nadi Istirahat Terhadap Beban Kerja
Percobaan 1 dan 2 pada saat istirahat.

Denyut Nadi Istirahat


Nama Aktivitas Kategori
(Kkal/menit)

Kecepatan 4
94 Ringan
km/jam
Sri Kurnia Dwi Kecepatan 6
90 Ringan
Budi Maulana km/jam
Kecepatan 8
106 Moderat
km/jam
Beban 1 kg 109 Moderat
Greged
Beban 2 kg 100 Moderat
Pamungkas W U
Beban 2,5 kg 110 Moderat

Dari diatas telah diklasifikasikan tentang reaksi fisiologis terhadap benda


kerja saat istirahat.Dapat dilihat pada percobaan pertama (treadmill) bahwa pada
kecepatan 4 km/jam dikategorikan ringan, pada kecepatan 6 km/jam
dikategorikan ringan dan pada kecepatan 8 km/jam dikategorikan moderat.
Sedangkan pada percobaan kedua (sepeda statis) pada beban 1 kg dikategorikan
moderat, pada beban 2 kg dikategorikan moderat, dan pada beban 2,5 kg
dikategorikan moderat.

Tabel 6.9 Klasifikasi Reaksi Fisiologis Pengeluaran Energi Terhadap Beban Kerja
Percobaan 1 dan 2 pada saat istirahat.

Pengeluaran Energi
Nama Aktivitas Kategori
(Kkal/menit)

Kecepatan 4
1,436426982 Sangat Ringan
km/jam
Sri Kurnia Dwi Kecepatan 6
Budi Maulana 0,347195487 Sangat Ringan
km/jam
Kecepatan 8
1,721347639 Sangat Ringan
km/jam
Beban 1 kg 2,245449076 Sangat Ringan
Greged
Beban 2 kg 1,935992228 Sangat Ringan
Pamungkas W U
Beban 2,5 kg 2,762468443 Ringan

Dari diatas telah diklasifikasikan tentang reaksi fisiologis terhadap benda


kerja saat istirahat.Dapat dilihat pada percobaan pertama (treadmill) bahwa pada
kecepatan 4 km/jam dikategorikan sangat ringan, pada kecepatan 6 km/jam
Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 261
dikategorikan sangat ringan dan pada kecepatan 8 km/jam dikategorikan sangat
ringan. Sedangkan pada percobaan kedua (sepeda statis) pada beban 1 kg
dikategorikan sangat ringan, pada beban 2 kg dikategorikan sangat ringan, dan
pada beban 2,5 kg dikategorikan ringan.

Tabel 6.10 Klasifikasi Reaksi Fisiologis Konsumsi Oksogen Terhadap Beban Kerja
Percobaan 1 dan 2 pada saat bekerja.

Konsumsi Oksigen
Nama Aktivitas Kategori
(liter/menit)

Kecepatan 4
1,068 Moderat
km/jam
Sri Kurnia Dwi Kecepatan 6
0,707 Ringan
Budi Maulana km/jam
Kecepatan 8
1,277 Moderat
km/jam
Beban 1 kg 1,389 Moderat
Greged
Beban 2 kg 1,322 Moderat
Pamungkas W U
Beban 2,5 kg 1,501 Berat

Dari diatas telah diklasifikasikan tentang reaksi fisiologis terhadap benda


kerja saat bekerja .Dapat dilihat pada percobaan pertama (treadmill) bahwa pada
kecepatan 4 km/jam dikategorikan moderat, pada kecepatan 6 km/jam
dikategorikan ringan dan pada kecepatan 8 km/jam dikategorikan moderat.
Sedangkan pada percobaan kedua (sepeda statis) pada beban 1 kg dikategorikan
moderat, pada beban 2 kg dikategorikan moderat, dan pada beban 2,5 kg
dikategorikan berat.

Tabel 6.11 Klasifikasi Reaksi Fisiologis Denyut Nadi Bekerja Terhadap Beban Kerja
Percobaan 1 dan 2 pada saat bekerja.

Denyut Nadi Bekerja


Nama Aktivitas Kategori
(Kkal/menit)

Kecepatan 4
109 Moderat
km/jam
Sri Kurnia Dwi Kecepatan 6
94 Ringan
Budi Maulana km/jam
Kecepatan 8
122 Moderat
km/jam
Beban 1 kg 125 Moderat

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 262


Greged Beban 2 kg 121 Moderat
Pamungkas W U Beban 2,5 kg 134 Berat

Dari diatas telah diklasifikasikan tentang reaksi fisiologis terhadap benda


kerja saat bekerja .Dapat dilihat pada percobaan pertama (treadmill) bahwa pada
kecepatan 4 km/jam dikategorikan moderat, pada kecepatan 6 km/jam
dikategorikan ringan dan pada kecepatan 8 km/jam dikategorikan moderat.
Sedangkan pada percobaan kedua (sepeda statis) pada beban 1 kg dikategorikan
moderat, pada beban 2 kg dikategorikan moderat, dan pada beban 2,5 kg
dikategorikan berat.

Tabel 6.12 Klasifikasi Reaksi Fisiologis Pengeluaran Energi Terhadap Beban Kerja
Percobaan 1 dan 2 pada saat bekerja.

Pengeluaran Energi
Nama Aktivitas Kategori
(Kkal/menit)

Kecepatan 4
1,436426982 Sangat Ringan
km/jam
Sri Kurnia Dwi Kecepatan 6
0,347195487 Sangat Ringan
Budi Maulana km/jam
Kecepatan 8
1,721347639 Sangat Ringan
km/jam
Beban 1 kg 2,245449076 Sangat Ringan
Greged
Beban 2 kg 1,935992228 Sangat Ringan
Pamungkas W U
Beban 2,5 kg 2,762468443 Ringan

Dari diatas telah diklasifikasikan tentang reaksi fisiologis terhadap benda


kerja saat bekerja .Dapat dilihat pada percobaan pertama (treadmill) bahwa pada
kecepatan 4 km/jam dikategorikan sangat ringan, pada kecepatan 6 km/jam
dikategorikan sangat ringan dan pada kecepatan 8 km/jam dikategorikan sangat
ringan. Sedangkan pada percobaan kedua (sepeda statis) pada beban 1 kg
dikategorikan sangat ringan, pada beban 2 kg dikategorikan sangat ringan, dan
pada beban 2,5 kg dikategorikan ringan.

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 263


6.5.6. Perbandingan Konsumsi Energi , Denyut Jantung dan Pengeluaran
Energi
Tabel 6.13 Perbandingan konsumsi energi, denyut jantung, dan pengeluaran energi.
Konsumsi Denyut Nadi
Pengeluaran Energi
Nama Aktivitas Oksigen Bekerja
(Kkal/menit)
(liter/menit) (Kkal/menit)
Kecepatan 4
1,068 109 1,436426982
km/jam
Sri Kurnia Dwi Kecepatan 6
0,707 94 0,347195487
Budi Maulana km/jam
Kecepatan 8
1,277 122 1,721347639
km/jam
Beban 1 kg 1,389 125 2,245449076
Greged
Beban 2 kg 1,322 121 1,935992228
Pamungkas W U
Beban 2,5 kg 1,501 134 2,762468443

Dari data di atas dapat kita simpulkan bahwa semakin tinggi suatu aktfitas pekerja
baik dalam percobaan 1 maupun 2 maka semakin tinggi pula tingkat reaksi fisiologis
terhadap aktifitas tersebut, serta perbandingan antara konsumsi energi, denyut jantung, dan
pengeluaran energi semakin tinggi aktifitas baik dari kecepatan ataupun beban maka akan
semakin tinggi pula denyut nadi dan pengeluaran energi yang berefek pada tingkat
konsumsi energi yang tinggi.

6.5.7. Manfaat Perhitungan Dalam Merancang Sistem Kerja


1. Dipakai sebagai alat pengawasan daan pengendalian kegiatan sehari-hari
perusahaan. Perencanaan yang telah disusun dengan baik akan memudahkan
para pelaksana untuk mengetahui apakah tindakan mereka menyimpang atau
sesuai dengan rencana.
2. Dengan adanya perencanaan yang disusun (tentunya sebelum suatu kegiatan
dilakukan) dengan cermat dapatlah dipilih dan ditetapkan kegiatan-kegiatan
mana yang diperlukan dan mana yang tidak.
3. Dengan adanya rencana, segala kegiatan dapat dilakukan secara tertib dan
teratur sesuai dengan tahap-tahap yang semestinya.
4. Meningkatkan unjuk kerja, seperti : menambah kecepatan kerja, ketepatan,
keselamatan kerja, mengurangi energi serta kelelahan yang berlebihan.
5. Mengoptimalkan pendayagunaan sumber daya manusia melalui peningkatan
ketrampilan yang diperlukan.

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 264


6. Mengurangi waktu yang terbuang sia-sia dan meminimalkan kerusakan
peralatan yang disebabkan kesalahan manusia.
7. Meningkatkan kenyamanan karyawan dalam bekerja

6.6.Kesimpulan
1. Grafik yang menghubungkan antara intensitas beban kerja pada percobaan 1
treadmill didapatkan bahwa untuk treadmill dengan kecepatan 4 km/jam, 6
km/jam, dan 8 km/jam menunjukkan bahwa semakin tinggi kecepatan dari
treadmill maka semakin tinggi pula pengeluaran energi baik dari energi pada saat
istirahat ataupun bekerja dengan ditunjukkan dengan hasil konsumsi energi yang
tinggi, serta berakibat waktu istirahat yang meningkat. Sedangkan grafik yang
menghubungkan antara intensitas beban kerja pada percobaan kedua yaitu sepeda
statis menunjukkan bahwa semakin berat beban yang di terima pekerja maka
semakin tinggi pula pengeluaran energi baik dari energi pada saat istirahat ataupun
bekerja dengan ditunjukkan dengan hasil konsumsi energi yang tinggi, serta
berakibat waktu istirahat yang meningkat.
2. Lama waktu istirahat total (total rest time) pada saat percobaan 1 (treadmill)
adalah -149,63 detik artinya operator tidak membutuhkan waktu untuk istirahat,
sedangkan pada percobaan 2 (sepeda statis) adalah 181.96 detik artinya operator
membutuhkan waktu 181.96 detik untuk beristirahat.
3. Besar energy expenditure pada suatu pekerjaan tertentu berdasarkan heart rate.
Konsumsi energi pada percobaan 1(treadmill) dengan kecepatan 4 km/jam adalah
1,43 kkal/menit, Konsumsi energi pada kecepatan 6 km/jam adalah 0,34
kkal/menit, Konsumsi energi pada kecepatan 8 km/jam adalah 1,72 kkal/menit.
Konsumsi energi pada percobaan 2(sepeda statis) dengan beban 1 kg adalah 2,24
kkal/menit, Konsumsi energi pada beban 2 kg adalah 1,93 kkal/menit, dan
konsumsi energi pada beban 2,5 kg adalah 2,76 kkal/menit.
4. Klasifikasi beban kerja untuk pekerjaan pada saat percobaan 1 (treadmill) di lihat
dari denyut jantung setelah bekerja dengan konsumsi energi, serta konsumsi
oksigen yang diperlukan semuanya dapat dikategorikan pekerjaan dari ringan
hingga berat, karna semakin tinggi berat beban dan kecepatan maka semakin
tinggi pula klasifikasinya, klasifikasi ini dapat diartikan sama untuk percobaan 2
(sepeda statis) di lihat dari denyut jantung setelah bekerja dengan konsumsi
energi, serta konsumsi oksigen yang diperlukan semuanya juga merupakan
pekerjaan yang sangat ringan sampai moderat.

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 265


6.7.Daftar Pustaka
 Sultalaksana I.Z, dkk. Teknik Tata Cara Kerja. Laboratorium Tata Cara
Kerja dan Ergonomi, Teknik Industri ITB, Bandung. 1979.
 Wignjosoebroto, Sritomo. Ergonomi Studi Gerak dan Waktu.
Edisi.Pertama. PT Guna Widya, Surabaya. 2003.

Praktikum analisa perancangan kerja 2017 | B4 266