Você está na página 1de 6

RUMAH SAKIT ISLAM LUMAJANG

Jalan Kyai Muksin 19, Lumajang, 67312


Telp : 0334-887999, 893535 (hunting), Fax : 0334-890425, e-mail :
rsi_lmj@yahoo.com

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM LUMAJANG


NOMOR : ……… / RSIL / SKEP-DIR / I / 2018

TENTANG
KEBIJAKAN PELAYANAN ASUHAN PASIEN
RUMAH SAKIT ISLAM LUMAJANG
Menimbang : a. Bahwa Pelayanan Asuhan Pasien yang efektif dan efisien merupakan
tanggung jawab Rumah Sakit Islam Lumajang staf ;
b. Bahwa Pelayanan Asuhan Pasien Rumah Sakit Islam Lumajang secara
langsung berperan serta dalam peningkatan mutu dan keselamatan pasien
rumah sakit;
c. Bahwa berdasarkan poin a dan b di atas perlu disusun Kebijakan
Pelayanan Asuhan Pasien Rumah Sakit Islam Lumajang
Mengingat : 1. Undang-undang Republik Indonesia No. 36 tahun 2009 tentang
Kesehatan;
2. Undang-undang Republik Indonesia No. 44 tahun 2009 tentang Rumah
Sakit;
3. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1419 tahun 2005 tentang
Penyelenggaraan Praktik Dokter dan Dokter Gigi;
4. Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 1438 tahun 2010 tentang Standar
Pelayanan Kedokteran;
5. Undang-undang No. 29 tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran;
6. Undang-undang Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan.
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT ISLAM LUMAJANG TENTANG
KEBIJAKAN PELAYANAN ASUHAN PASIEN
KESATU : Pemberlakuan Kebijakan Pelayanan Asuhan Pasien Rumah Sakit Islam
Lumajang
KEDUA : Kebijakan aaapelayanan Asuhan Pasien Rumah Sakit Islam Lumajang sebagai
mana terinci dalam Lampiran keputusan ini.
KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal berlakunya keputusan ini dan dievaluasi
setiap satu tahun. Apabila dikemudian hari ditemukan kelemahan dalam
penerbitan peraturan direktur ini maka akan disempurkan lebih lanjut

Ditetapkan di : Lumajang,
Pada tanggal : 14 Jumadil Awal 1439 H
31 Januari 2018 M

DIREKTUR,

dr. R. ELYUNAR DWI NUGROHO, MMRS


NIK. 01.71.0008

*
Tanggal : …………………………. H / ……………………… M
Tentang : KEBIJAKAN PELAYANAN ASUHAN PASIEN RUMAH SAKIT ISLAM LUMAJANG

KEBIJAKAN PELAYANAN ASUHAN PASIEN


RUMAH SAKIT ISLAM LUMAJANG
Kebijakan Pelayanan Asuhan Pasien Rumah Sakit Islam Lumajang Meliputi:
 PEMBERIAN PELAYANAN UNTUK SEMUA PASIEN
1. Rumah Sakit menetapkan pemberian Asuhan Yang Seragam kepada pasien yang meliputi
a. Akses Asuhan Dan Pengobatan yang mamadai dan diberikan oleh PPA yang kompeten.
b. Penggunaan Alokasi Sumber Daya Yang Sama
c. Pemberian Asuhan Kepada Pasien
d. .Pemberian Asuhan Keperawatan
e. Penerapan Serta Penggunaan Regulasi Dan Form Dalam Bidang Klinis
2. Rumah Sakit menetapkan Regulasi Pelayanan Dan Asuhan Terintegrasi Antar berbagai unit
pelayanan yang terdiri dari
a. Pengintegrasian Pelayanan Oleh MPP/ Case Manager
b. Rencana Asuhan diintegrasikan dan di koordinasikan antar berbagai unit pelayanan (ARK)
c. Pemberian Asuhan diintegrasikan dan di koordinasikan mencakup:
 Keterlibatan dan pemberdayaan pasien dan keluarga
 DPJP sebagai ketua tim PPA bekerja sebagai tim interdisiplin dengan kolaborasi
interprofesional antara lain memakai Panduan Praktik Klinis(PKK), Panduan Asuhan PPA
lainnya disertai alur klinis terintegrasi/ Clinical Patway, dan catatan perkembangan Pasien
Terintegrasi (CPPT)
 Perencanaan Pemulangan Pasien/Discharge Planing Terintegrasi;
 Asuhan Gizi terintegrasi
d. Hasil simpulan rapat dari tim PPA dan pendokumentasiannya
3. Rumah Sakit menetapkan Regulasi tentang Rencana Asuhan oleh PPA dalam waktu 24 jam yang
terdiri dari
a. Rencana Asuhan dibuat oleh PPA yang memberikan dengan metode IAR.
b. Rencana Asuhan dibuat untuk setiap pasien dan dicatat oleh PPA yang memberikan Asuhan di
rekam medis pasien
c. Rencana asuhan pasien terintegrasi dibuat dengan sasaran berdasarkan atas data asesmen
awal dan kebutuhan pasien.
d. Rencana asuhan dievaluasi secara berkala sesuai dengan kondisi pasien, dimutakhirkan, atau
direvisi oleh tim PPA berdasar atas assesmen ulang
e. Perkembangan tiap pasien dievaluasi secara berkala dan dibuat notasi pada CPPT oleh DPJP
sesuai dengan kebutuhan dan diferifikasi harian oleh DPJP
4. Rumah Sakit menetapkan Regulasi Tata Cara Pemberian Instruksi dengan ketentua:
a. Instruksi diberikan hanya oleh mereka yang kompeten dan berwewenang
b. Permintaan untuk pemeriksaan laboratorium dan diagnostic imajing harus disertai indikasi
klinis kecuali dalam keadaan khusus seperti di unit darurat dan unit intensif
c. Instruksi harus tertulis dan tercatat didalam rekam medis pasien
5. Rumah Sakit menetapkan Regulasi Tindakan Klinis Dan Tindakan Diagnostik Serta Pencatatanya
a. Staf yang meminta dan alasan dilakukan tindakan dicatat direkam medis pasien
b. Pada pasien Rawat Jalan bila dilakukan tindakan diagnostic infasif/berisiko harus dilakukan
assesmen dan dicatat direkam medis
c. Hasil tindakan dicatat direkam medis pasien
6. Pasien dan keluarga diberitahu tentang hasil asuhan dan pengobatan termasuk hasil asuhan yang
tidak diharapkan
 PELAYANAN PASIEN RISIKO TINGGI DAN PENYEDIAAN PELAYANAN RISIKO TINGGI
7. Rumah Sakit menetapkan Regulasi bahwa asuhan pasien risiko tinggi dan pemberian pelayanan
risiko tinggi diberikan berdasar atas panduan praktik klinis dan peraturan perundang-undangan
8. Rumah Sakit menetapkan Regulasi tentang Proses Identifikasi Pasien Resiko Tinggi Dan
Pelayanan Resiko Tinggi
a. Pasien Risiko Tinggi meliputi :
 Pasien Emergensi
 Pasien dengan penyakit menular
 Pasien Koma
 Pasien dengan alat bantuan hidup dasarpasien ‘ immuno-suppressed”
 Pasien dengan Restrain
 Pasien dengan risiko bunuh diri
 Pasien yang menerima kemoterapi
 Populasi pasien rentan, lansia, anak-anak, dan pasien berisiko tindak kekerasan atau
ditelantarkan; dan
 Pasien resiko tinggi lainnya
b. Pelayanan Pasien Risiko Tinggi meliputi
 Pelayanan pasien dengan penyakit menular
 Pelayanan pasien yang menerima radioterapi
(Di Rumah Sakit Islam Lumajang belum ada pelayanan pasien dialisis dan kemoterapi)
 DETEKSI (MENGENALI) PERUBAHAN KONDISI PASIEN
9. Rumah Sakit menetapkan Regulasi tentang Pelaksanaan Early Warning System ( Ews )
 PELAYANAN RESUSITASI
10. Rumah Sakit menetapkan Regulasi tentang Pelayanan Resusitasi
 PELAYANAN DARAH
11. Rumah Sakit menetapkan Regulasi tentang Pelayanan Darah Dan Produk Darah yang meliputi
a. Pemberian Persetujuan
b. Pengadaan Darah.
c. Identifikasi Pasien.
d. Pemberian Darah
e. Monitoring Pasien Yang Mendapat Pelayanan darah
f. IdentifikasiRespon terhadap reaksi tranfusi
 PELAYANAN PASIEN KOMA DAN YANG MENGGUNAKAN VENTILATOR
12. Rumah Sakit menetapkan Regulasi tentang Asuhan pasien dengan Alat bantu Hidup Dasar atau
pasien koma (Di Rumah Sakit Islam belum ada ventilator)
 PELAYANAN PASIEN PENYAKIT MENULAR DAN PENURUNAN DAYA TAHAN (IMMUNE-
SUPPRESSED)
13. Rumah Sakit menetapkan Regulasi tentang Asuhan Pasien Penyakit Menular dan Immuni-
Suppressed
 PELAYANAN PASIEN RESTRAIN
14. Rumah Sakit menetapkan Regulasi tentang tentang pelayanan penggunaan alat penghalang
(Restraint )
 PELAYANAN PASIEN POPULASI KHUSUS
15. Rumah Sakit menetapkan Regulasi tentang pelayanan khusus terhadap pasien yang mendapat
kemoterapi atau pelayanan yang berisiko tinggi harus dirujuk ( di rumah sakit islam masih belum
ada pelayanan khusus terhadap pasien yang mendapat kemoterapi atau pelayanan yang berisiko
tinggi)
 PELAYANAN PASIEN DENGAN TERAPI LAIN YANG BERESIKO TINGGI
16. Kebijakan pelayanan pasien dengan terapi lain yang beresiko tinggi
 MAKANAN DAN TERAPI GIZI
17. Rumah Sakit menetapkan Regulasi pelayanan gizi yang meliputi :
a. Penyediaan makanan sesuai dengan kebutuhan pasien??
b. Proses pemesanan makanan sesuai dengan status gizi dan kebutuhan pasien??
c. Penyiapan dan penyimpanan makanan dengan mengurangi resiko kontaminasi dan
pembusukan
d. Distribusi makanan dilaksanakan tepat waktu sesuai dengan kebutuhan??
e. Edukasi tentang pembatasan diit pasien
f. Makanan yang dibawa keluarga disimpan secara benar untuk mencegah kontaminasi??
18. Rumah Sakit menetapkan Regulasi terapi gizi terintegrasi mencakup;
a. rencana pemberian terapi gizi??
b. monitor dan evaluasi terapi gizi ??
19. Rumah Sakit menetapkan Regulasi pelayanan pasien untuk mengatasi nyeri meliputi;
a. Identifikasi pasien untuk rasa nyeri pada assesmen awal dan assesmen ulang
b. Member informasi kepada pasien bahwa nyeri dapat disebabkan oleh tindakan atau
pemeriksaan;
c. Malaksanakan pelayanan untuk mengatasi nyeri terlepas darimana nyeri itu berasal;
d. Melakukan komunikasi dan edukasi kepada pasien dan keluarga perihal pelayanan untuk
mengatasi nyerisesuai dengan latar belakang agama, budaya, nilai-nilai pasien, dan keluarga
 PELAYANAN DALAM TAHAP TERMINAL
20. Rumah Sakit menetapkan Regulasi assesmen awal dan ulang pasien dalam tahap terminal
meliputi:
a. Gejala mual dan kesulitan pernafasan
b. Factor yang memperparah gejala fisik
c. Managemen gejala sekarang dan respon pasien;
d. Orientasi spiritual pasien dan keluarga serta keterlibatan dalam kelompok agama tertentu;
e. Keprihatinan spiritual pasien dan keluarga seperti putus asa, penderitaan dan rasa bersalah;
f. Status psikososial pasien dan keluarganya seperti kekerabatan, kelayakan perumahan,
pemeliharaan lingkungan, cara mengatasi, serta reaksi pasien dan keluarga mengkahapi
penyakit;
g. Kebutuhan bantuan atau penundaan layanan untuk pasien dan keluarganya;
h. Kebutuhan alternatif layanan atau tingkat layanan;
i. Factor resiko bagi yang ditinggalkan dalam hal cara mengatasidan potensi reaksi patologis
atas kesedihan
21. Rumah Sakit menetapkan Regulasi pelayanan pasien dalam tahap terminal meliputi:
a. Intervensi pelayanan pasien untuk mengatasi nyeri; (hpk 2)
b. Menberikan pengobatan sesuai dengan gejala dan mempertimbangkan keinginan pasien dan
keluarga
c. Menyampaikan secara hati-hati soal sensitif seperti autopsi atau donasi organ;
d. Menghormati nilai, agama, serta budaya,pasien dan keluarga;
e. Mengajak pasien dan keluarga dalam semua aspek asuhan termasuk keputusan Do Not
Resuscitate/DNR; (hpk 2)
f. Memperhatikan keprihatinan psikologis, emosional, spiritual, serta budaya pasien dan keluarga
(Di Rumah Sakit Islam Lumajang belum ada pelayanan pasien dialisis dan kemoterapi)