Você está na página 1de 8

Home › SOP Alat

SOP Traksi (Lumbal & Cervical)


By Ali Murtopo Tuesday, September 5, 2017 Add Comment

Traksi (Lumbal & Cervical)

1. Definisi

Traksi adalah alat dengan tenaga mekanik memberi tahanan dengan arah yang
berlawanan. Dapat diaplikasikan pada regio lumbal atau cervical, dengan cara
memisahkan atau melonggarkan sendi dan jaringan.

2. Indikasi
o Membebaskan sendi dari gangguan-gangguan sendi
o Mengurangi Protusi HNP
o Mengulur jaringan tubuh
o Merileksasi otot
o Mobilisasi persendian
3. Kontra Indikasi
o Osteoporosis
o Trauma akut atau inflamasi
o Hipermobilitas atau instabilitas
o Spondylosis, spondylolisthesis
o Fraktur
o Hiperektensi yang tidak terkontrol
4. Cara Oprasional
o Sambungkan traksi dengan sumber arus listrik
o Persiapan pasien :
o Pasang pelvic belt (untuk lumbal traksi) atau cervical belt (untuk cervical traksi),
kemudian sambungkan dengan pengait traksi yang tersedia
o Pasang penahan tubuh atas pada ketiak pasien
o Berikan tombol emergency pada pasien untuk menghentikan traksi secara
otomatis apabila pasien merasa tidak nyaman/sakit selama traksi
o Tekan tombol FORCE dan atur beban tarikan (untuk lumbal 1/3 BB dan cervical
1/7 BB) dengan menekan tombol angka disampingnya
o Tekan tombol HOLD untuk lama tarikan dan REST untuk istirahat / jeda sesuai
kondisi pasien dengan menekan tombol angka
o Tekan tombol TIMER untuk waktu 15 menit
o Tekan tombol START untuk memulai terapi/tarikan
o Setelah selesai (alarm berbunyi), tekan tombol OFF untuk mematikan alat
o Lepaskan pelvic belt/cervical belt dan penahan tubuh atas dari tubuh pasien
o Rapikan alat traksi
Prosedur Penatalaksanaan Fisioterapi pada Frozen Shoulder

PROSEDUR PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA NYERI DAN


HIPOMOBILITAS SENDI BAHU AKIBAT IDIOPATHIC FROZEN SHOULDER
(PERIARTHRITIS HUMEROSCAPULARIS)

PENGERTIAN

1. Idiopathic frozen shoulder adalah kekakuan kapsul sendi bahu dalam capsular pattern
oleh sebab-sebab yang tidak diketahui
2. Tak jelas penyebabnya, nyeri bahu dan keterbatasan gerak sendi capsular pattern
3. Wanita/pria usia 45-60 tahun
4. Dapat didahului oleh cidera m.supra spinatus, bursitis. 20% diabetes mellitus dengan
patologi bilateral

ASSESSMENT

1. Keluhan utama kaku dan nyeri bahu tak jelas sebabnya


2. Keluhan tangan tidak bisa kebelakang punggung karena nyeri dan kaku
3. Nyeri jenis pegal pada bahu dan lengan atas disertai kaku gerak kesegala arah
4. Nyeri meningkat bila gerak bahu mencapai lingkup gerak tertentu dan berkurang bila
diposisikan pada posisi istirahat
5. Pada Inspeksi tampak Posisi girdle sedikit lebih tinggi/asimetri dan posisi glenohumeral
joint pada posisi istirahat atau MLPP

Tes cepat
Abduksi elevasi bahu terjadi gerak "reverse humerosccapular rhythm"

Tes gerak aktif


Gerak glenohumeralis terbatas kesegala arah dimana gerak scapula mengkompensasi gerak
humerus yang nyeri dan terbatas. Gerak protraksi-retraksi dan elevasi-depresi normal atau
berlebihan.

Tes gerak pasif


Gerak glenohumeralis terbatas firm end feel, dalam pola keterbatasan capsular pattern, dan pada
ROM penuh nyeri sampai lateral lengan atas

Tes gerak isometric


Tidak bermakna kecuali bila ada strain atau tendinitis otot "cuff"

Tes khusus
1. Joint play movement: traksi pada ahir gerak nyeri dan terbatas firm end feel
2. Joint play movement: translasi pada akhir ROM nyeri dan terbatas firm end feel
Palpasi : teraba spasme otot-otot bahu.
Contract relax stretched test terbatas dan nyeri sedikit berkurang pasca kontraksi

Pemeriksaan lain
Data medic dan data lain yang relevan.
Untuk menegakkan diagnosisnya, diperlukan pemeriksaan seperti laboratorium bila dicurigai ada
diabetus melitus, ’X ray’ bila dicurigai ada bursitis clcarea atau dislokasi, atau infiltrasi
neoplasma.

DIAGNOSIS

Nyeri bahu hingga lengan atas dan hypomobility non capsular pattern akibat idiopathic frozen
shoulder

PERENCANAAN

1. Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi dan hasil yang
diharapkan
2. Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindkan intervensi fisioterapi
3. Perencananaan intervensi secara bertahap

Indikasi :
Asesmen fisioterapi dan temuannya pada kasus idiopathic frozen shoulder telah ditegakkan

Kontra indikasi :
Fraktur, Dislocation, Infiltrasi neoplasma, Osteoporosis berat, dan Shoulder hand syndrome

INTERVENSI

1. SWD (sort wave diathermy)/US (ultra sound):


2. US continous 1,5-2 watt/cm2 5-7 menit untuk aktualitas rendah
3. SWD Continous thermal untuk aktualitas rendah, waktu 10-12 menit

Joint mobilization :

1. Traksi osilasi pada MLPP


2. Traksi pada pembatasan ROM
3. Translasi pada pembatasan ROM
4. Codmann pendular exercise
5. Latihan mobilisasi bahu dengan dan tanpa alat (shoulder wheel, overhead pulley, dll).
EVALUASI

Pengukuran tingat nyeri, ROM dan fungsi lengan.

LAMPIRAN

1. Formulir prosedur asuhan fisioterapi neuromuskuloskeletal.


2. Formulir Rekam Medik Rumah Sakit / Klinik.
3. Formulir laporan harian.
4. Formulir pengukuran ROM.
5. Formulir pengukuran nyeri.

REFERENSI :

Butler, DS, Mobilization of the nervous system, Churchill Livingstone, Lodon, 1991.
Cook CE, Osthopaedic Manual Therapy, Pearson Prentice Hall, New Jersey, 2007
Goodmann & Boissaunnault, Pathology implication for physiotherapy. WB Saunders co,
London, 2000.
Helting D & Kessler RM, Management of common musculoskeletal disorder, ippincott Williams
and Wilkins, Philadelphia, 2006.
Makofsky HW, Spinal Manual Therapy, Slack inc, NJ USA, 2003
Meadows JTS, Orthopaedic Differential Diagnosis in Physisal therapy, Mc Graw-Hill, NY,
1999.
SPO FISIOTERAPI PADA
LUMBAL DISC BULGING / HNP

No. Dokumen No. Revisi Halaman 1 dari 3

Tanggal Terbit Ditetapkan,


STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL Direktur
Pengertian Adalah proses fisioterapi yang diterapkan pada Lumbal
Disc Bulging/HNP
Tujuan Sebagai petunjuk dan menyeragamkan cara kerja
fisioterapis untuk memberikan pelayanan fisioterapi
dengan kasus Lumbal Disc Bulging/HNP.
Kebijakan Fisioterapi pada Lumbal Disc Bulging/HNP sesuai dengan
pedoman pelayanan unit fisioterapi.

Prosedur a. Tahap Orientasi


1. Berikan salam dan sapa nama pasien
2. Jelaskan tujuan dan tindakan yang akan dilakukan ke
pasien/keluarga pasien
3. Tanyakan persetujuan dan kesiapan pasien sebelum
tindakan dilakukan
b. Teknik Aplikasi :
1. Asesmen fisioterapi
1.1 Anamnesis:
 Nyeri jenis ngilu/pegal pada Lumbal spine menyebar
sampai ke kaki
 Paresthesia hingga ke kaki pada área dermatome L5-S1
 Posisi duduk lama, jongkok; gerak fleksi lumbal
meningkatkan nyeri dan parestesia
1.2 Inspeksi : Posisi lumbal scoliosis
1.3 Tes cepat : Gerak fleksi lumbal nyeri dan paresthesia pada
tungkai-kaki
1.4 Tes gerak aktif:
 Gerak fleksi lumbal nyeri dan paresthesia hingga tungkai
belakang
 Gerak lain kadang positif

FISIOTERAPI PADA
LUMBAL DISC BULGING/HNP

No. Dokumen No. Revisi Halaman 2 dari 3

1.1 Tes gerak pasif :


 Nyeri dan terbatas dengan springy end feel pada gerak fleksi lumbal.
 Gerak ekstensi lumbal terasa nyaman
 Gerak lain kadang nyeri
1.2 Tes gerak isometrik :Kadang ekstensi ibu jari kaki lemah.
1.3 Tes khusus
 Palpasi teraba otot para vertebral spasme
 Lasegue sign positif, bragard test positif
 Compression test posisi fleksi nyeri dan paresthesia hingga kaki
 Traction test posisi ekstensi keluhan berkurang
 Tes sensasi dijumpai hypoaesthesia/paresthesia area dermatome tertentu
1.4 Pemeriksaan lain
 ‘X’ ray dijumpai flat back
 MRI dijumpai disc bulging hingga protrusi.

2. Diagnosis : Nyeri radikuler disertai paresthesia lengan disebabkan karena


disc bulging/ HNP lumbal segment

3. Rencana fisioterapi:
3.1 Penjelasan tentang patologi, diagnosis, target, tujuan, rencana intervensi
dan hasil yang diharapkan
3.2 Persetujuan pasien terhadap target, tujuan dan tindakan intervensi
fisioterapi
3.3 Perencananaan intervensi secara bertahap

4. Intervensi:
4.1 SWD/MWD lumbale : Continous subthermal untuk aktualitas tinggi dan
thermal untuk aktualitas rendah, waktu 10-12 menit.
4.2 Lumbale traction : Intermittent posisi lordosis beban 40-60% berat badan,
periode traksi dan istirahat pendek (misal Hold 5” rest 5”) durasi 10-15
menit
4.3 Latihan mobilisasi dengan metode Mc Kenzie
4.4 Korset lumbal untuk aktualitas tinggi
4.5 Proper body mechanic anjuran posisi lordosis/ekstensi dan lifting
technique

FISIOTERAPI PADA
LUMBAR DISC BULGING/HNP

No. Dokumen No. Revisi Halaman 3 dari 3


1. Evaluasi : Nyeri, sensasi, ROM lumbale
2. Dosis :
2.1 Pada aktualitas tinggi dengan dosis intensitas rendah; pada aktualitas
rendah dosis intensitas tinggi
2.2 Waktu intervensi 20-30 menit
2.3 Pengulangan aktualitas tinggi tiap hari; pada aktualitas rendah 3 kali - 2
kali seminggu

Unit Terkait Seluruh Fisioterapis