Você está na página 1de 5

Pengobatan Tradisional Untuk Penyakit Fistula Ani Yang Mudah- Pada artikel yang akan saya

buat kali ini, saya akan berbagi informasi untuk anda tentang seperti apa ciri ciri penyakit
fistula ani. Berikut juga saya akan berbagi tipsnya untuk anda tentang apa pengobatan
tradisional untuk penyakit fistula ani yang mudah. Namun sebelum anda melakukan
tindakan pengobatan penyakit fistula ani yang anda derita, alangkah baiknya anda kenali
lebih dalam lagih mengenai penyakit fistula ani yang anda derita.

Tujuannya adalah agar pengobatan penyakit fistula ani yang akan anda lakukan dapat
membuahkan hasil yang maksimal. Penyakit fistula ani adalah jenis penyakit yang sangat
sulit untuk di sembuhkan, bahkan penyakit ini dapat bertahan selama bertahun-tahun.
Berikuti ini saya akan menjelaskan sedikit tentang pengertian mengenai seperti apa gejala
atau ciri ciri penyakit fistula ani dan penyebab penyakit fistula ani, akan saya bahas
semuanya.

Pengeritan Penyakit Fistula Ani


Penyakit fistula ani atau yang sering di sebut juga fistula anal adalah terbentuknya saluran
kecil di antara ujung usus besar dan kulit di sekitar anus atau dubur. Kondisi ini terbentuk
sebagai reaksi dari adanya infeksi suatu kelenjar pada bagian anus yang berkembang menjadi
abses anus dan abses adalah penumpukan nanah pada satu daerah tubuh, meskipun juga dapat
muncul pada daerah yang berbeda, di mana terbentuk kantung atau benjolan berisi nanah.
Penyakit fistula ani akan terlihat seperti saluran atau lubang kecil setelah nanah keluar. Selain
abses, fistula ani juga berisiko dialami penderita gangguan organ saluran cerna bawah, seperti
Crohn’s disease. Akibatnya, penderita merasakan nyeri atau merasakan rasa tidak nyaman
pada bagian kulit di sekitar anus. Pengobatan fistula ani dilakukan setelah melalui
pemeriksaan seksama, terutama pada area anus.

Penyebab Penyakit Fistula Ani


Fistula ani terjadi akibat abses anus yang tidak sembuh sempurna sehingga menyisakan
saluran atau lubang kecil pada kulit di dekat anus. Penyebab ini yang paling banyak terjadi
pada kasus penyakit fistula ani. Sekitar 50 persen dari penderita abses anus berisiko
mengalami atau menderita penyakit fistula ani. Selain disebabkan abses pada anus, fistula ani
juga dapat terjadi karena beberapa kondisi.

Termasuk gangguan saluran cerna bagian bawah atau daerah anus. Kondisi tersebut meliputi
Crohn’s disease serta hidradenitis suppurativa. Di samping penyakit tersebut, beberapa
infeksi seperti tuberkulosis (TBC) atau infeksi HIV, serta divertikulitis juga bisa
menimbulkan penyakit fistula ani. Penyebab penyakit fistula ani lainnya adalah komplikasi
yang terjadi pada saat pasca operasi di dekat anus dan pasca radioterapi untuk kanker usus
besar.

Gejala Penyakit Fistula Ani


Ada beberapa gejala awal yang muncul pada penderita penyakit fistula ani, berikut ini
beberapa gejala yang muncul.

 Keluar darah atau nanah saat buang air besar.


 Daerah sekitar anus membengkak dan menjadi merah.
 Nyeri pada anus yang semakin parah saat duduk atau batuk.
 Demam dan terasa lelah.
 Inkontinensia alvi.
 Iritasi kulit di sekitar anus.
 Terdapat nanah disekitar anus.
Apabila anda mengalami gejala yang sama seperti yang ada di atas maka hampir di pastikan
anda mengalami penyakit fistula ani. Sebaiknya anda mengobati segera sebelum bertambah
menjadi semakin parah.

Diagnosa Untuk Penyakit Fistula Ani


Pemeriksaan fisik, terutama pada area lubang anus dan sekitarnya, akan dilakukan dokter jika
pasien memilih tindakan operasi untuk penyakit fistula ani yang di deritanya. Guna
menetapkan diagnosis, pemeriksaan penunjang perlu dilakukan, di antaranya:

 Pemindaian. Pemeriksaan dengan pemindaian bertujuan untuk mendapatkan


gambaran yang lebih detail, dalam hal ini kondisi daerah anus dan saluran
abnormalnya (fistula). Pemindaian dapat dilakukan dengan foto Rontgen
(fistulografi), USG, CT scan, dan MRI.
 Anaskopi. Pemeriksaan ini menggunakan alat khusus berupa spekulum anus
(anuscope) untuk melihat kondisi di dalam saluran anus.
 Proktoskopi. Pemeriksaan dengan alat khusus yang memilki lampu ini bertujuan
untuk melihat kondisi di dalam anus. Proktoskopi dapat melihat lebih dalam sampai
rektum, yaitu bagian terakhir dari usus besar.
 Fistula probe. Pemeriksaan fistula dengan alat dan pewarna khusus untuk melihat
lokasi fistula yang terbuka.
 Kolonoskopi. Kolonoskopi merupakan pemeriksaan dengan selang kecil berkamera
yang dimasukkan melalui anus untuk melihat kondisi usus besar. Tujuan kolonoskopi
adalah untuk mengetahui apakah fistula ani itu disebabkan penyakit lain, misalnya
Crohn’s disease atau kolitis ulseratif.

Demikian artikel yang saya buat mengenai penyakit fistula ani, semoga dapat bermanfaat
bagi anda dan dapat membantu anda dalam melakukan tindakan pengobatan penyakit fistula
ani yang anda derita. Sedangkan untuk pengobatan penyakit yang anda derita bisa anda lihat
di bawah ini, trimakasih.