Você está na página 1de 8

ASI EKSKLUSIF

PAPER
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Maternitas II
DosenPengampu :Evy Apriani S.Kep., Ns

DisusunOleh:
Kelompok 2
1. Badriatus Sa’Diyah (108116012)
2. Nurul Hidayanti (1081160)
3. Anisa Purnamasari (1081160)
4. Fitri Wulandari (1081160)

S1 KEPERAWATAN II A
STIKES AL-IRSYAD AL-ISLAMIYYAH CILACAP
TAHUN 2016/2017
A. Pengertian

ASI adalah makanan pertama, utama dan terbaik bagi bayi yang bersifat alamiah, dan
mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan dalam proses pertumbuhan dan
perkembangan bayi.

ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi sampai usia 6 bulan tanpa
tambahan cairan ataupun makanan lain. Dulu, rekomendasi WHO ASI Eksklusif
hanya diberikan hingga usia bayi 4 bulan.

Namun, kini WHO merekomendasikan ASI diberikan secara Eksklusif hingga usia
bayi 6 bulan.Waktu yang direkomendasikan WHO untuk memberikan ASI eksklusif
selama 6 bulan bukan tanpa alasan.

Dalam kajian WHO, melakukan penelitian menunjukan bahwa ASI mengandung


semua nutrisi yang diperlukan bayi. Sejalan dengan WHO, menteri kesehatan melalui
kepmenkes RI No. 450/MENKES/IV/2004 pun akhirnya menetapkan Perpanjangan
pemberian ASI secara Eksklusif dari 4 bulan menjadi 6 bulan.
B. Manfaat ASI eksklusif untuk bayi

1. ASI memberikan manfaat pada bayi karena mudah dicerna apabila ketika
pencernaannya belum begitu sempurna (dibawah usia 6 bulan).

2. ASI dapat menyempurnakan tumbuh kembang bayi anda.Bahkan ASI dapat


membuat bayi sehat dan juga cerdas

3. ASI dapat menjadi antibodi alami tubuh bayi terutama yang berhubungan dengan
penyakit infeksi.

4. ASI akan selalu ada pada suhu yang tepat sehingga tidak perlu dikhawatirkan akan
membuat bayi terlalu panas atau dingin

5. Bahkan komposisi dan volume ASI akan disesuaikan dengan kebutuhan bayi.
Anda tidak perlu khawatir akan berkurang sampai 6 bulan
6. Pada sistem pencernaan bayi sampai dengan 6 bulan. ASI merupakan makanan
dan minuman yang tepat unuk bayi tanpa harus diberikan makanan atau cairan
tambahan.

7. Frekuensi bayi menyusu akan terganggu apabila diberikan minuman ataupun


makanan selain ASI. Sehingga usahakan tetap memberikan ASI.

C. Manfaat ASI eksklusif untuk ibu


1. Rahim kembali ke ukuran normal lebih cepat sehingga hal ini akan mengurangi
pendarahan dan kehilangan darah setelah melahirkan
2. ASI eksklusif menunda kesuburan pada kebanyakan wanita
3. Kebutuhan insulin berkurang pada ibu diabetes
4. Manfaat psikologi meningkatnya kepercayaan diri dan meningkatkan ikatan
emosional ibu dengan bayi
5. Membantu ibu untuk mendapatkan waktu istirahat yang dibutuhkan karena ketika
ibu menyusui maka hal ini akan mengharuskannya untuk duduk atau berbaring
dengan bayi setiap beberapa jam.

D. Bahaya jika ibu tidak memberikan asi eksklusif


1. Resiko keracunan

Sahabat Ummi, zaman dahulu banyak ibu percaya jika air asi kurang maka perlu
ditambah dengan pemberian air putih untuk bayi. Padahal sebenarnya hal ini tidak
diperlukan bahkan cenderung beresiko.

Apabila air yang diminumkan ke bayi tercemar bakteri, sangat bahaya karena
sistem pertahanan tubuh bayi belum siap menghadapi bakteri jahat dalam air
putih. Meskipun air sudah direbus, bisa saja yang terkena bakteri adalah media
pemberian airnya seperti dot/gelas/sendoknya.

Alasan selanjutnya, karena ginjal bayi belum sempurna kinerjanya. Apabila


mendapat asupan air putih, akibatnya pipis bayi akan membawa keluar serta
elektrolit dalam darah.
Contoh elektrolit yang keluar antara lain natrium dan sodium. Semakin banyak
natrium yang terbuang, maka resiko kejang pada bayi makin meningkat.
Sedangkan semakin banyak sodium terbuang maka aktivitas otak bayi akan
terganggu, ujungnya bayi akan mengalami gejala keracunan.

Oleh sebab itu, sebelum bayi berusia 6 bulan sebenarnya kita tak perlu menambah
apapun selain asi saja.

2. Resiko alergi makanan

Sahabat Ummi, usia 4-6 bulan kondisi usus bayi masih “terbuka”, antibodi (sIgA)
dari ASI bertugas melapisi organ pencernaan bayi serta memberikan kekebalan
pasif, agar mengurangi terjadinya penyakit dan reaksi alergi sebelum penutupan
usus terjadi.

Buah hati kita mulai memproduksi antibodi sendiri dan penutupan usus terjadi
saat bayi berusia 6 bulan. Maka sebelum usia tersebut tak diperlukan makanan dan
cairan lainnya agar tak meningkatkan resiko alergi.

3. Bayi berisiko mengalami obesitas/kegemukan

Pemberian makanan pendamping asi sebelum bayi 6 bulan sering dihubungkan


dengan meningkatnya kandungan lemak dan berat badan pada anak-anak.
Termasuk jika bunda memberi tambahan susu formula di samping asi.

Meski terlihat lucu, bayi yang mengalami obesitas dikarenakan mengonsumsi


selain asi sesungguhnya belum tentu sehat. Maka sebaiknya percayakan asi saja
sebelum bayi memasuki usia 6 bulan.

4. Produksi ASI bunda dapat berkurang

Makin banyak makanan dan minuman selain asi yang diterima bayi maka
berpotensi bayi akan mengurangi permintaan untuk menyusu asi.

Hal ini berdampak pada produksi asi bunda yang bisa saja berkurang dan menurun
jumlahnya.

5. Persentasi keberhasilan KB alami menurun


Pemberian ASI eksklusif biasanya sangat efektif dalam mencegah kehamilan
secara alami.

Jika bayi sudah diberikan makanan dan minuman selain asi, biasanya bayi tidak
lagi menyusu secara eksklusif sehingga persentasi keberhasilan KB alami ini akan
menurun.

6. Bayi berisiko tidak mendapatkan nutrisi optimal seperti ASI

Umumnya makanan pendamping asi yang diberikan bentuknya bubur encer/cair


yang mudah ditelan bayi. MPASI seperti ini mengenyangkan bayi tapi sebenarnya
nutrisi yang dikandungnya tidak memadai.

Demikian juga pemberian susu formula di samping pemberian asi, sebenarnya tak
diperlukan lagi karena gizi yang dapat diserap dari susu formula tidak sebanyak
yang dapat diserap dari asi. Akhirnya bayi sebelum usia 6 bulan bisa jadi hanya
menimbun lemak dari makanan dan minuman yang diberikan selain asi.

E. 5 kiat-kiat untuk ibu bekerja agar tetap bisa memberikan ASI ekslusif:
1. Belajar memerah ASI

Ibu dapat memerah ASI dengan tangan, pompa ASI manual, atau pompa ASI
elektrik.

Pompa ASI manual dan elektrik cukup mudah untuk digunakan, apalagi karena
petunjuk pemakaiannya juga sudah tersedia. Namun jika tak ada, memerah ASI
dengan tangan juga tidak kalah praktis.

Berikut ini langkah-langkahnya:

a) Cuci kedua tangan sebelum memerah ASI

b) Siapkan wadah untuk menampung ASI, letakkan di bawah payudara


c) Letakkan jari tangan di payudara, ibu jari di bagian atas areola dan jari yang
lain di bawah areola

d) Lakukan gerakan mengurut ke arah puting hingga ASI keluar

e) Tampung ASI dalam wadah yang sudah disiapkan

f) Geser posisi jari sesuai arah jarum jam sambil terus memerah

g) Bila Anda ingin memerah kedua payudara, lakukan bergantian setiap 3-5
menit sampai kedua payudara terasa kosong.

Bila memerah ASI dengan tangan sulit dilakukan, pompa ASI manual maupun
pompa ASI elektrik dapat menjadi pilihan ibu bekerja karena dapat mengosongkan
ASI di payudara lebih cepat.

Saat ini dapat dijumpai berbagai model pompa ASI. Pilihlah metode perah ASI
yang paling nyaman dan cocok untuk Anda.

2. Belajar menyimpan ASI perah (ASIP)

Selain belajar memerah ASI, hal lain yang penting Anda pelajari adalah cara
menyimpan ASIP dengan benar. Cara penyimpanan ASIP yang salah akan
merusak kualitas ASIP dan perjuangan Anda mengumpulkan ASIP dapat menjadi
sia-sia.

Simpan ASIP dalam wadah yang aman, pasang label dan tulis tanggal pemerahan
ASI di label tersebut. Jika ASIP akan Anda simpan untuk sementara di fasilitas
bersama di kantor, jangan lupa tuliskan juga nama anak Anda di label supaya tidak
tertukar.

Simak panduan lama penyimpanan berikut ini:

a) Deep freezer (-20°C): 6-12 bulan

b) Freezer di kulkas 2 pintu (-18°C): 3-6 bulan


c) Freezer di kulkas 1 pintu (-15°C): 2 minggu

d) Kulkas (4°C): 5 hari

e) Insulated cooler bag dengan ice packs: 24 jam

f) Ruangan dengan suhu < 25°C: 2-4 jam

g) Ruangan dengan suhu > 25°C: 1 jam

Posisi penyimpanan ASIP di kulkas/freezer juga perlu diatur supaya bayi Anda
selalu minum stok ASIP yang lebih lama terlebih dahulu. Dari tabel di atas bisa
disimpulkan, bila di kantor tidak ada fasilitas kulkas/freezer untuk menyimpan
ASIP, ibu bekerja tetap bisa menyimpan ASIP dengan aman di insulated cooler
bag dengan ice packs.

3. Ketahui cara menggunakan ASI perah

ASIP yang disimpan di dalam freezer bisa diturunkan ke kulkas pada malam
sebelum digunakan. Saat hendak digunakan, keluarkan wadah ASIP dari kulkas
dan hangatkan dengan cara mengalirkan air hangat ke dinding wadah ASIP atau
merendamnya di air hangat.

Jangan memanaskan ASIP dengan microwave/kompor karena dapat merusak


antibodi yang terdapat dalam ASIP. Kocok ASIP sebelum diberikan pada bayi.
ASIP yang tidak habis dalam sekali konsumsi harus dibuang, tidak bisa digunakan
lagi.

4. Latihan memberikan ASI dari botol

Usahakanlah membangun jadwal menyusui rutin sejak bayi lahir, misalnya rutin
tiap 3 jam atau 4 jam. Lakukan proses memompa dan menyimpan ASIP jauh
sebelum Anda mulai bekerja, bersamaan dengan proses menyusui langsung (satu
payudara memberi ASI langsung, satu payudara dipompa).
Dua minggu sebelum ibu bekerja, ajarilah bayi dan pengasuh (yang akan ditinggal
menjaga bayi selama ibu bekerja) untuk memberikan ASIP pada jam-jam di mana
Anda akan bekerja. Berikan ASIP dengan gelas, hindari pemberian ASIP dengan
botol karena akan membuat bayi bingung. Hal-hal ini akan memudahkan bayi
mengonsumsi ASIP saat Anda kembali bekerja.

5. Dukungan dari lingkungan kerja

Hak ibu untuk menyusui dan hak anak untuk mendapatkan ASI dilindungi oleh
undang-undang.

Diskusikan kebutuhan Anda untuk memenuhi kebutuhan ASI anak kepada atasan
dan rekan kerja, seperti:

 Kebutuhan Anda untuk memompa ASI setiap 3-4 jam

 Kebutuhan akan area privasi yang memadai sebagai tempat Anda


memompa ASI

 Mencari informasi apakah ada tempat penitipan anak di area kantor

 Memastikan ada tidaknya fasilitas untuk menyimpan ASIP di kantor

DAFTAR PUSTAKA

http://asuhankebidanand3.blogspot.co.id/2013/01/pengertian-asi-
eksklusif.html
https://bidanku.com/manfaat-asi-ekslusif
https://mediskus.com/nutrisi/100-manfaat-asi-eksklusif-bagi-ibu-dan-bayi
http://www.ummi-online.com/bahayanya-tidak-memberikan-asi-eksklusif-
selama-6-bulan.html
https://www.rappler.com/indonesia/143540-5-cara-beri-asi-eksklusif-ibu-
bekerja