Você está na página 1de 12

Pendidikan Agama Islam

Tentang Khmr, Berjudi, Zina, Narkoba,


Minuman keras, Berkurban untuk berhala,
Mengundi nasib dengan anak panah.

Disusun oleh:

NAMA : MARYAM SEYASKI FITRIA


KELAS : X.IPA.4

SMA NEGERI 3 PALEMBANG


TAHUN PELAJARAN 2013/2014
A. Pengertian khamr
‫س ِك ٍر َخ ْم ٌر‬
ْ ‫س ِك ٍر ح ََرا ٌم َو ُك ُّل ُم‬
ْ ‫ ُك ُّل ُم‬-

“Semua yang memabukkan adalah haram, dan semua yang memabukkan adalah khamr.”
(HR. Muslim melalui Ibnu Umar)

Di sisi lain Imam At-Tirmidzi, AN-Nasa’I, dan Abu Dawud meriwatkan melalui sahabat
Jabir bin Abdillah bahwa Nabi saw. bersabda:

‫سك ََر َكثِي ُْرهُ َفقَ ِل ْيلُهُ ح ََرا ٌم‬


ْ َ ‫ما َ ا‬

“sesuatu yang memabukkan bila banyak, maka sedikit pun tetap haram”. (HR. Imam At-
Tirmidzi, AN-Nasa’I, dan Abu Dawud)

Dari pengertian kata khamr dan esensinya seperti yang dikemukakan di atas, maka segala
macam makanan dan minuman yang terolah atau tidak, selama mengganggu pikiran maka dia
adalah haram.

Rasulullah saw. bersabda:

ٌ ‫ض ِر ْب ِبهذَا ا ْلحَا ِئ ِط َف ِإنَّ َهذَا ش ََر‬


.‫اب َم ْن ََل يُؤْ ِمنُ ِباهللِ َو ََل ِبا ْليَ ْو ِم ْاْل ِخ ِر‬ ْ ِ‫إ‬

“Pukulah dia dengan pagar ini sebab minuman ini minuman orang yang tidak beriman
kepada Allah dan hari akhir.”

Minuman keras dapat membangkitkan kangker tenggorokan, di samping menyebabkan


pendarahan di tenggorokan, pembengkakan pembulu darah di pangkal tenggorokan, radang
pangkreas, dan lain-lainya, ada kalanya dapat menyebabkan kematian.

Khamr mempunyai arti setiap minuman yang dihasilkan dari perasan anggur, namun berarti
pula setiap yang memabukkan disebut khamr, karena dapat menutupi dan merusak akal.
Rasulullah mendera peminum khamr sebanyak 40 kali deraan. Umar bin Khattab
mencambuknya dengan 80 kali cambukan, menurut hadits yang diriwayatkan dari Ibnu
Umar, bahwa Rasulullah pernah bersabda: “Setiap yang memabukkan itu khamr, dan setiap
khamr itu haram”.

 Dihalalkannya khamer

َّ ‫صلَّى‬
‫َّللاُ َعلَ ْي ِه‬ َّ ‫سو ُل‬
َ ِ‫َّللا‬ ِ ‫س َرة َ قَا َل َحدَّثَنَا َع ْبد ُ ْال َو ِار‬
ُ ‫ث َع ْن أَ ِبي التَّيَّاحِ َع ْن أَن َِس ب ِْن َمالِكٍ قَا َل قَا َل َر‬ َ ‫ – َحدَّثَنَا ِع ْم َرانُ ْبنُ َم ْي‬78
.… ‫ب ال َخ ْم ُر‬ ْ ْ
َ ‫ َويُش َر‬.… ‫ع ِة‬ ِ ‫سلَّ َم إِ َّن ِم ْن أ َ ْش َر‬
َ ‫اط السَّا‬ َ ‫َو‬

“Diantara tanda-tanda kiamat adalah …(lalu beliau menyebutkan diantaranya).. dan di


minumnya khamr..’

Khamr pada saat zaman jahiliyah di daerah mekah menjadi minuman kegemaran. Tidak ada
yang tak meminumnya. Bahkan ada sebagian orang ketika mandi mereka ada yang
nggunakan air khamr untuk mandi. Dalam perta khamr adalah minuman wajib dihidangkan.
Hingga Islam datang dan tahap demi tahap Islam mulai mengharamkan khamr ini. Karena
lebih banyaknya mudzaratnya daripada khasiatnya. Seperti tercantum dalam Al-Quran Surat
Al-Maidah : 90-91).

ُ‫﴾ إِنَّ َما ي ُِريد‬٩٠﴿ َ‫ط ِن فَٱجْ تَنِبُوهُ لَعَلَّ ُك ْم ت ُ ْف ِلحُون‬ َ ‫ش ْي‬
َّ ‫س ِم ْن َع َم ِل ٱل‬ٌ ْ‫صابُ َو ْٱل َ ْزلَ ُم ِرج‬ َ ‫َٰٓيَأَيُّ َها ٱلَّذِينَ َءا َمنُ َٰٓو ۟ا إِ َّن َما ْٱل َخ ْم ُر َو ْٱل َم ْيس ُِر َو ْٱل َن‬
َ
﴾٩١﴿ َ‫صلَوةِ فَ َه ْل أنتُم ُّمنتَ ُهون‬ َّ ‫صدَّ ُك ْم َعن ِذ ْك ِر‬
َّ ‫ٱَّللِ َو َع ِن ٱل‬ ُ َ‫ضا َٰٓ َء فِى ْٱل َخ ْم ِر َوٱل َم ْي ِس ِر َوي‬
ْ َ ‫طنُ أَن يُوقِ َع بَ ْينَ ُك ُم ْٱل َعدَ َوة َ َو ْٱل َب ْغ‬ َ ‫ش ْي‬
َّ ‫ٱل‬

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya minuman keras, berjudi,


(berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji
dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu
beruntung. Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan
permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat
Allah dan melaksanakan salat, maka tidakkah kamu mau berhenti.(QS.Al-Maidah: 90-91).

Itu adalah sekilas kisah orang dahulu tentang khamr, untuk zaman sekarang nabipun
memberitahukan bahwa kelak khamr akan menjadi pilihan favorit banyak orang. Bahkan di
akhir zaman (dan di zaman kita saat ini) bisa dipastikan bahwa meja-meja hiburan dan
panggung-panggung pertunjukan dilengkapi dengan minuman haram ini. zaman sekarang
khususnya generasi muda Islam meminum khamr bukanlah perkara yang sulit. Khamr bisa
didapatkan diwarung-warung pinggir jalan. Di televisi kita bisa lihat, sering diadakan razia
khamr dan aparat yang berwenang dengan gampang menemukan khamr ditempat-tempat
umum. Ini menunjukan bahwa jarak kita dengan kiamat sudah semakin dekat.

B. BERJUDI

Firman Allah dalam Al qur’an surat Al Maidah ayat 90-91:


Artinya : (90). Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi,
(berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah[434], adalah Termasuk perbuatan
syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.
(91). Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian
di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari
mengingat Allah dan sembahyang; Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan
itu).

Pada ayat tersebut kata al maisir yang artinya mudah, yakni mengambil harta orang
lain dengan mudah tanpa susah payah, dan secara spesifik hal ini disebut dengan berjudi.
Atau diambil dari kata al yasaraa yang berarti merampas harta temannya.
Ibnu Abbas berkata : al maisir disebut juga al qimaar artinya taruhan atau judi. Sedang
menurut Imam Syaukani : setiap permainan yang tidak lepas dari merampas harta orang lain
atau merugikan orang lain dinamakan almaisir atau berjudi. Sehingga dari keterangan diatas
dapat disimpulkan bahwa berjudi adalah suatu aktifitas yang direncanakan ataupun tidak
dengan melakukan spekulasi ataupun rekayasa untuk mendapatkan kesenangan dengan
menggunakan jaminan atau taruhan, sehingga yang menang akan diuntungkan dan yang kalah
akan merasa dirugikan. Dinyatakan oleh ibnu abbas bahwa “orang laki-laki pada zaman
jahiliyyah berjudi dengan taruhan istri dan hartanya, sehingga bagi yang menang berhak
mengambil istri dan harta orang yang kalah, kemudian turun surat al Baqoroh ayat 12 yang
membahas tentang perjudian. Ibnu menyatakan apabila kita ragu-ragu atas suatu hukum
sebuah perkara itu halal atau haram maka lihatlah aspek mudhorot dan manfaatnya. Jika
mudhorotny alebih banyak, mustahil Allah memerintahkannya atau menghalalkannya.
Selain memberi hukum terhadap perbuatan judi, para ulama juga memberi ketentuan
sanksi bagi penjudi atau pelaku perjudian yakni :
a. Tidak diterima persaksiannya
b. Di had ( didera )dan alat perjudiannya dihancurkan
c. Tidak boleh diberi ucapan salam ketika bertemu dengannya
d. Mendapat laknat dari Allah
e. Secara Syariat boleh diusir dari rumah tinggalnya
f. Pemain judi diibaratkan sebagai penyembah berhala karena mereka mementingkan
berjudi ketimbang beribadah
g. Penjudi dihukum menurut hukum syara’ dan atau Negara yang berlaku
h. Hak penguasaan hartanya boleh diambil oleh pejabat yang berwenang untuk
mengamankan harta dan keluarganya.

Bahaya besar perjudian bagi kehidupan pribadi dan social, diantaranya :


a. Masuk dalam lingkaran syaiton yang merugikan pribadi dan orang lain
b. Merugikan ekonomi karena ketidak pastian usaha yang dilakukan
c. Menimbulkan permusuhan dan kedengkian
d. Menyebabkan kelalaian terhadap melaksanakan kewajiban
e. Menutup kepekaan rasa manusiawi
f. Menjadikan orang malas bekerja
g. Menjadi penyebab terjadinya perbuatan yang dilarang agama
h. Menghancurkan kestabilan, kerukunan, dan keharmonisan keluarga
i. Menghilangkan rasa malu dan kasih saying
j. Menimbulkan kesedihan dan penyesalan.

Mengingat besarnya bahaya perjudian perlu diupayakan pencegahan yang integral dari
berbagai pihak, diantaranya :
a. Senantiasa beramar ma’ruf nahi mungkar disetiap saat
b. Umaro’ hendaknya menyosialisasikan dengan jelas ,dan menindak secara tegas para
pelaku perjudian.
c) Setiap orang berusaha menghindari pergaulan dengan penjudi
d) Lebih banyak bergaul dengan orang yang jelas-jelas baik
e) Setiap pelaku perjudian harus sadar perbuatan dengan segera bertobat dan memperbaiki
diri dengan amal sholih.
f) Berusaha mencari rizki yang halal dan qona’ah akan pemberian Allah.
g) Senantiasa beristighfar dan mohon ampunan serta perlindngan dari Allah agar tidak
terjerumus perjudian
h) Senantiasa berjuang untuk menunaikan kewajiban secara istiqomah baik terhadap
keluarga, lingkungan dan kepada Pencipta

Hikmah Menghindari Perjudian adalah :


a) Orang akan dapat istiqomah menjalankan tanggung jawab yang diemban dalam kaitannya
dengan Allah ataupun sesama manusia.
b) Perekonomian keluarga akan dapat distabilkan dengan berbagai usaha yang nyata-nyata
halal dan menghasilkan rizqi yang barokah
c) Melatih diri untuk sabar dan tenang dalam menghadapi berbagai tipuan dunia
d) Mantap dan khusyu’ dalam berdzikir dan beribadah kepada Allah
e) Menyebabkan orang konsisten menjalankan kewajiban terhadap diri, orang lain dan
Penciptanya
f) Menjadikan orang tekun dan bersemangat untuk terus berusaha sesuai dengan kebenaran
yang diyakini
g) Meninggalkan perbuatan berjudi menjadi motivasi untuk mengamalkan agama atau
berkarya bagi nusa dan bangsa
h) Bangunan kehidupan keluarga yang menjadi tanggung jawabnya menjadi kokoh dan
mandiri karena jauh dari persengketaan
i) Memupuk perasaan malu dan kasih sayang terhadap sesama manusia.
j) Menumbuhkan kedamaian dan kebahagiaan sebab meninggalkan perbuatan judi dapat
meningkatkan kepemilikan harta benda dan menjaga diri seseorang. (Roli A.Rahman, dan M.
Khamzah, 2008 : 52-56)

C. Berzina
1) Pengertian Zina
Berdasarkan pendapat berbagai ulama,
ُّ ‫اِ ْيالَ ُج الذَّك َِر بِفَ ْرجٍ ُم َح َّر ٍم ِبعَ ْينِ ِه خَا ِل َع ِن ال‬
ٍ ‫ش ْب َه ِة ُم ْشتَ ِهي‬
Zina adalah memasukkan alat kelamin laki-laki ke dalam alat kelamin perempuan
(dalam persetubuhan) yang haram menurut zat perbuatannya, bukan karena subhat dan
perempuan itu mendatangkan sahwat.
Adapun yang dimaksud dengan persetubuhan yang haram menurut zat
perbuatannya dalam pengertian di atas ialah bercampur dengan peremuan yang bukan istrinya
dan bukan pula budaknya. Dengan demikian persetubuhan antara suami istri atau antara laki-
laki dengan budaknya tidak termasuk zina, walaupun dilakukan apda waktu-waktu yang
haram, seperti dalam keadaan haid, pada siang hari bulan puasa atau sedang ihram. Dalam
waktu-waktu tersebut persetubuhan antara suami istri atau antara laki-laki dan budak
perempuan hukumnya adalah haram, tetapi disini bukan lantaran zat perbuatannya, melainkan
karena sebab lain. Oleh karena itu tidak termasuk kategori zina, walaupun pelakunya berdosa.
Begitu juga, tidak termasuk kategori zina, persetubuhan yang terjadi karena subhat
(karena khilaf atau dipaksa), sebab persetbuhan demikian itu tidak haram. Adapun yang
dimaksud dengan perempuan yang mendatangkan syahwat adalah manusia yang masih hidup
dan berjenis kelamin perempuan baik yang masih kecil maupun sudah dewasa. Dengan
demikian tidak termasuk kategori zina persetubuhan dengan mayat atau dengan binatang,
walaupun hukumnya haram.
Berdasarkan ijma’ ulama’ perbuatan zina itu hukumnya haram dan merupakan
salah satu bentuk dosa besar. Firman Allah SWT :
)32( ً‫س ِب ْيال‬ َ ‫شةً َو‬
َ ‫سا َء‬ َ ‫نى ِإنَّهُ َكانَ فَ ِح‬ ِ ‫َوالَ تَ ْق َرب‬
َ ‫ُوالز‬
Artinya : “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu perbuatan keji, dan
suatu jalan yang buruk” (QS Al-Isra : 32)
Hukuman bagi orang yag berzina dapat dilanjutkan apabila yang bersangkutan
benar-benar melakukannya. Untuk memastikan yang bersangkutan benar-benar melakukan
perbuatan zina, maka diperlukan penetapan hukum secara syara’. Rasululloh sangat berhati-
hati melaksanakan hukuman bagi pelaku zina. Beliau tidak menjatuhkan hukuman sebelum
yakin bahwa yang dituduh atau yang mengaku berzina itu benar-benar bebuat.
Secara garis besar, hukuman zina ada dua macam, yaitu : (a) Rajam, jenis hukuman
mati dengan cara dilempari batu sampai terhukum meninggal dunia, (b) Dera atau taghrib.
Dera yang disebut dengan jilidm adalah jenis hukuman yang berupa pencambukan terhadap
pelaku kejahatan, sedangkan taghrib ialah jenis hukuman yang berupa pengasingan ke suatu
tempat terasing yang jauh dari jangkauan. Bentuknya yang sekarang adalah hukuman penjara.
Menuduh berzina (qadzaf) adalah salah satu kejahatan yang hukumnya haram,
bahkan merupakan salah satu dosa besar. Penegasan bahwa qadzaf adalah dosa besar terdapat
dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasul. Firman Allah SWT :
)23(
ِ ‫ت ْال ُمؤْ ِم َن‬
‫ت لُ ِعنُ ْوا فِى الدُّ ْنيَا َواْل َ ِخ َرةِ َولَ ُه ْم َعذَابٌ َع ِظ ْي ٌم‬ ِ َ‫ت ْالغَ ِفل‬ َ ْ‫ِإ َّن الَّ ِذيْنَ يَ ْر ُم ْونَ اْل ُمح‬
ِ َ‫صن‬
Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita baik-baik, yang lengah
(dari perbuatan keji) lagi beriman (berzina), mereka kena laknat di dunia dan di akhirat, dan
bagi mereka adzab yang besar”(QS An-Nur: 23)
Perbuatan menuduh zina, diancam dengan sangsi hukum berupa jilid (dera)
sebanyak delapan puluh kali jika pelaku penuduh zina itu merdeka dan setengahnya (empat
puluh kali jika pelakunya budak hamba sahaya). Hukuman menuduh berzina dapat gugur,
dalam arti si penuduh dibebaskan dari hukuman qadzaf, jika terjadi tiga keadaan sebagai
berikut : a) penuduh dapat mengemukakan empat orang saksi bahwa tertuduh betul-betul
berzina, b) li’an, jika tertuduh adalah istri penuduh. Jika seseorang suami menudh istrinya
berzina tetapi tidak dapat mengemukakan empat orang saksi, ia dapat bebas dari had qadzaf
dengan jalan meli’ankan istrinya, c) tertuduh memaafkan.
AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan penyakit kelamin yang
menyengsarakan fisik, mental, dan sosial. Secara fisik biologis seseorang yang terinfeksi oleh
virus HIV (Human Immunoedeficiency Virus) akan kehilangan sistem kekebalan tubuh untuk
melawan penyakit secara berlahan. Seolah-olah tubuhnya dibiarkan trebuka oleh berbagai
bentuk serangan kanker yang berasal dari beberapa sel abnormal yang ikut memanfaatkan
peluang ini untuk memperbanyak diri maupun terhadap infeksi biasa, yang ada dalam
keadaan normal sebelumnya tidak terlalu membahayakan. Penderita HIV, pada umumnya
dijauhi oleh masyarakat, kehadirannya dipandang merugikan dan membahayakan kesehatan
orang banya. Sikap masyarakat yang seperti itu menjadikan mentalitas HIV rapuh, tiada
gairah hidup lagi.
Sebenarnya kalau dicermati hadist Nabi Muhammad SAW, berikut ii merupakan
peringatan keras bagi orang yang berperilaku menyimpang dan bahayanya zina. “Apabila
perbuatan zina (pelacuran, pergaulan bebas) sudah meluas di masyarakat dan dilakukan
secara terang-terangan (dianggap biasa), maka infeksi dan penyakit yang mematikan yang
sebelunya tidak terdapat pada zaman nenek moyang akan menyebar diantara mereka”
2) Hikmah diharamkannya Zina
Zina merupakan sumber kejahatan dan penyebab pokok kerusakan dan termasuk
dosa besar. Hikmah diharamkannya antara lain :
a. Memelihara dan menjaga keturunan dengan baik. Karena adanya anak dari hasil zina,
umumnya tidak dikehendaki dan kurang disenangi.
b. Menjaga dari jatuhnya harga diri dan rusaknya kehormatan keluarga
c. Menjaga tertib dan teraturnya urusan rumah tangga. Biasanya seorang istri, apabila suaminya
cenderung melakukan perbuatan zina timbul rasa benci dan ketidak harmonisan dalam rumah
tangga.
d. Timbulnya rasa kasih sayag terhadap anak yang dilahirkan dari pernikahan yang sah
e. Terjaganya akhlak islamiyah yang akan mengangkat harkat dan martabat manusia dihadapan
sesame dan sang Kholik (Roli A. Rahman, dan M. Khamzah, 2008 : 56-59) .

D. Mabuk-mabukan dan mengkonsumsi


narkoba
1) Mabuk-mabukan
Minuman keras adalah minuman yang memabukkan dan menghilangkan kesadaran
dalam semua jenisnya. Dalam bahasa Arab, minuman keras iin disebut khamar seperti
ditegaskan dalam hadist Nabi :

‫ ُك ُّل ُم ْس ِك ٍر خ َْم ٌر َو ُك ُّل خ َْم ٍر‬: ‫ َوالَ أ َ ْعلَ ُمهُ ِإالَّ َع ِن النَّ ِبي ِ ص م قَا َل‬: ‫عن ابن عمر قال‬
)‫َح َرا ٌم (رواه مسلم‬
Artinya : “Dari Umar ra, ia berkata : “Saya tidak mau kecuali berasal dari Nabi SAW.
Beliau bersabda : “Tiap-tiap yang memabukkan disebut khamar dan tiap-tiap khamar
hukumnya haram” (HR Muslim)
Berdasarkan hadist di atas, jelaslah bahwa khamar tidak hanya berarti minuman
keras yang terbuat dari anggur, tetapi juga minum-minuman keras lainnya. Bahkan zhahir
sabda Nabi SAW tersebut menjelaskan bahwa tiap-tiap yang memabukkan itu disebut
khamar. Jadi tidak terbatas kepada minuman keras melainkan mencakup segala sesuatu yang
memabukkan apakah iaberbentuk minuman ataukah dalam bentuk lain seperti makanan,
tablet, sigaret (diisap), cairan yang disuntikkan, dan sebagainya semuanya termasuk dalam
pengertian khamar.
Pemberian nama pada bermacam-macam miras, dapat dibagi menjadi beberapa
golongan sesuai dengan bahan baku yang digunakan sebagai bahan dasarnya :
1. Jika bahan dasarnya dari sari buah-buahan seperti : anggur, nanas, apel dll. Maka disebut
wine.
2. Jika miras itu dubuat dari pati disebut Bir. Bir yang paling banyak diperdagangkan adalah
bir yang dibuat dari malt (barley). Jenis bir lainnya adalah sake yang dibuat dari beras
kuning.
3. Nama-nama lain seperti rum, wisky, cognac drai Perancis, gin dari Irlandia, vodka dari
Rusia, merupakan miras yang diperoleh dengan cara distilasi (penyulingan) prodak
fermentasi alkoholik, sehingga kadar alkoholnya tinggi, hingga bisa mencapai 35-40 %.
4. Secara tradisional, orang telah mengetahui bahwa nira aren atau nira kelapa dapat
dijadikan miras dengan nama tuak, dengan cara membiarkan (inkubasi) selama satu hari atau
lebih. Selama inkubasi terjadilah proses fermentasi nira oleh saccharomycs. Bibit
saccharomycs ini sudah secara alami terdapat dalam nira sendiri, dam bercampur bersama
mikroba-mikroba lain yang turut melakukan fermentasi, sehingga rasanya bisa bermacam-
macam. Sedangkan bibit yang digunakan dalam fermentasi industrial adalah bibit murni.
Sudah menjadi ijma’ ulama bahwa minuman keras (khamar) itu hukumnya haram,
meminumnya termasuk salah satu dosa besar. Haramnya minuman keras ini didasarkan
kepada dalil nash yang qath’I (pasti) yaitu ayat Al-Qur’an.
)9٠( َ‫ط ِن فَاجْ تَ ِنب ُْوهُ لَ َعلَّ ُك ْم ت ُ ْف ِل ُح ْون‬
َ ‫ش ْي‬ َ ‫َياا َ ُّي َها الَّ ِذيْنَ أ َ َمنُوا ِإنَّ َما اْل َخ ْم ُر َو ْال َم ْيس ُِر َواْل َ ْن‬
ٌ ْ‫صابُ َواْل َ ْزلَ ُم ِرج‬
َّ ‫س ِم ْن َع َم ِل ال‬
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (minuman) khamar, berjudi,
(berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji
termasuk perbuatan syaithan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat
keberuntungan “(Al-Maidah : 90)
2) Pengertian Konsumsi Narkoba
Konsumsi narkoba dalam Bahasa Arab disebut dengan kata ( ٌ‫ ُم َخ ِذ َرات‬,‫) ُم َخ ِذ ٌر‬
“Mukhaddirun, Mukhaddiraatun”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konsumsi
Narkoba diartikan : “obat untuk menenangkan saraf, menghilangkan rasa sakit, menimbulkan
rasa mengantuk atau merangsang”. Perkataan narkotika berasal dari perkataan Yunani
“narke” yang berarti terbius sehingga tidak merasakan apa-apa. Narkotika dapat dimafaatkan
untuk pengobatan, asal sesuai petunjuk ilmu kedokteran dan dalam keadaan terpaksa, karena
obat halal tidak didapat. Namun, jika digunakan untuk mendatangkan kerusakan pada mental
dan fisik pemakainya, maka hal ini dianggap penyalahgunaan narkotika.
Narkotika sebagai zat perusak jasmani dan rohani manusia. Narkotika dapat
merusak akal dan menghilangkan stabilitas diri. Narkotika dan khamar merupakan saudara
kembar dalam menimbulkan kejahatan dan kerusakan pada masyarakat serta merusak
kesehatan pelakunya. Penyalahgunaan Narkoba merupakan pola penggunaan yang bersifat
Phatologik, yang berlangsung pada jangka waktu tertentu dan menimbulkan gangguan fungsi
moral dan fungsi sosial. Narkoba sangat membahayakan hidup manusia, karena akan
berpengaruh pada kondisi fisik dan mental emosional penderita. Islam terhadap khamar dan
Narkotika atau yang sejenisnya semuanya diharamkan, dan memberi sangsi hukuman
terhadap pemakainya.
Islam telah menetapkan undang-undang yang menghukum orang yang suka minuman
khamar ataupun mengkonsumsi Narkoba, demi untuk menjaga masyarakat dari bahaya yang
ditimbulkan. Undang-undag non-Islam juga menyadari bahaya yang ditimbulkan akibat
terganggunya akal. Oleh karena itu, undang-undang tersebut menghukum siapa saja yang
mengkonsumsi ganja atau Narkotika. Karena bahaya yang ditimbulkan Narkotika dapat
merusak akal dan menghilangkan stabilitas diri. Khamar dan ganja adalah saudara kemba
dalam menimbulkan kejahatan dan kerusakan pada masyarakat di samping merusak
kesehatan pelakunya.
Menurut tinjauan medis, Narkoba akan menimbulkan gangguan fisik manusia mulai
dari gangguan menstruasi,impotensi, kontipasi kronik, mudah terserang infeksi,
memperburuk aliran darah koroner dan dalam jangka panjang akan berakibat pada anemia,
timbulnya komlikasi seperti gangguan lambung, kanker usus, gangguan usus, gangguan liver,
gangguan pada otot jantung dan saraf, cacat janin, gangguan seksual, dan bisa terjadi
pendarahan pada otak. Kesemuanya menjadi penyebab kematian dini. Na'uzubillahi
mindzalik.
Bahaya Narkotika terutama menimpa pada orang yang menyalahgunakan bahkan
dapat pula menimpa keluarga pemakai, masyarakat, bangsa dan negara. Bahaya Nakotika
terhadap pemakainya anatara lain sebagai berikut :
Meninggalkan Minuman Keras dan Narkotika banyak mengandung hikmah antara
lain :
a. Masyarakat terhindar dari kejahatan yang dilakukan seseorang yang diakibatkan
pengaruh minuman keras dan Narkotika.
b. Menjaga kesehatan jasmani dan rohani dari penyakit yang disebabkan pengaruh
minuman keras dan Nakotika.
c. Masyarakat terhindar dari sikap kebencian dan permusuhan akibat pengaruh minuman
keras dan Narkotika.
d. Menjaga hati agar tetap taqorrub kepada Allah dan mengerjakan sholat sehingga selalu
memperoleh cahaya hikmat. Minuman keras dan Narkotika yang mengganggu kestabilan
jasmani dan rohani menyebabkan hati seseorang bertambah jauh dari mengungat Allah, hati
menjadi gelap dan keras sehingga mudah sekali berbuat apa yang menjadi larangan Allah.
(Roli A. Rahman dan M. Khamzah, 2008 : 63-66)

ِّ َّ ‫ير َو َما أ ُ ِّه َّل ِّلغَي ِّْر‬


ُ ‫َّللا ِّب ِّه َو ْال ُم ْن َخنِّقَةُ َو ْال َم ْوقُوذَة‬ ِّ ‫علَ ْي ُك ُم ْال َم ْيتَةُ َوالدَّ ُم َولَ ْح ُم ْال ِّخ ْن ِّز‬
َ ‫ت‬ ْ ‫ُح ِّر َم‬
َّ ‫ب على َو ْال ُمت َ َر ِّديَةُ َوالنَّ ِّطي َحةُ َو َما أ َ َك َل ال‬
َ‫سبُ ُع إِّ ََّّل َما ذَ َّك ْيت ُ ْم َو َما ذُبِح‬ َِ ‫ص‬ُ ُّ‫تستق ِس ُموا وأنَ الن‬
‫ن تخشو ُهمَ فلَ دِي ِن ُكمَ ِمنَ كف ُروا الَّذِينَ ي ِئسَ اليومَۚ ِفسقَ َٰذ ِل ُكمَۚ ِباْلزَل َِم‬ َِ ‫اليومَۚ واخشو‬
َُ‫ن ل ُكمَ أكملت‬ َِ ‫اْلس ََْل َم دِّينًا ۚفم‬ ِّ ْ ‫ضيتُ َل ُك ُم‬ ِّ ‫علَ ْي ُك ْم ِّن ْع َمتِّي َو َر‬َ ُ‫ط ََّر دِين ُكمَ َوأَتْ َم ْمت‬ ُ ‫فِي اض‬
َ‫ور َر ِّحي ٌمۚ ِ ِِلثمَ ُمتجانِفَ غيرَ مخمصة‬ ٌ ُ‫غف‬ َّ ‫ن‬
َ َ‫َّللا‬ ََّ ِ ‫فإ‬
Arti :»(3). Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging
hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekek, yang dipukul, yang jatuh,
yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu
menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan
(diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah
itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan)
agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari
ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-
Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa karena
kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.
Tafsir » 003. (Diharamkan bagimu bangkai) yakni memakannya (darah) yang
mengalir seperti pada binatang ternak (daging babi, hewan yang disembelih karena selain
Allah) misalnya disembelih atas nama lain-Nya (yang tercekik) yang mati karena tercekik
(yang dipukul) yang dibunuh dengan jalan memukulnya (yang jatuh) dari atas ke bawah lalu
mati (yang ditanduk) yang mati karena tandukan lainnya (yang diterkam oleh binatang buas
kecuali yang sempat kamu sembelih ) maksudnya yang kamu dapati masih bernyawa dari
macam-macam yang disebutkan itu lalu kamu sembelih (dan yang disembelih atas) nama
(berhala) jamak dari nishab; artinya patung (dan mengundi nasib) artinya menentukan bagian
dan keputusan (dengan anak panah) azlaam jamak dari zalam atau zulam; artinya anak panah
yang belum diberi bulu dan ujungnya tidak bermata. Anak panah itu ada tujuh buah disimpan
oleh pengurus Kakbah dan padanya terdapat tanda-tanda. Maka tanda-tanda itulah yang
mereka ambil sebagai pedoman, jika disuruh mereka lakukan dan jika dilarang mereka
hentikan. (Demikian itu adalah kefasikan) artinya menyimpang dari ketaatan. Ayat ini turun
pada hari Arafah masa haji wadak, yaitu haji terakhir yang dilakukan oleh Nabi Muhammad
saw. (Pada hari ini orang-orang kafir telah putus-asa terhadap agamamu) untuk
mengembalikan kamu menjadi murtad setelah mereka melihat kamu telah kuat (maka
janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah pada-Ku. Pada hari ini telah
Kusempurnakan untukmu agamamu) yakni hukum-hukum halal maupun haram yang tidak
diturunkan lagi setelahnya hukum-hukum dan kewajiban-kewajibannya (dan telah
Kucukupkan padamu nikmat karunia-Ku) yakni dengan menyempurnakannya dan ada pula
yang mengatakan dengan memasuki kota Mekah dalam keadaan aman (dan telah Kuridai)
artinya telah Kupilih (Islam itu sebagai agama kalian. Maka siapa terpaksa karena kelaparan)
untuk memakan sesuatu yang haram lalu dimakannya (tanpa cenderung) atau sengaja
(berbuat dosa) atau maksiat (maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun) terhadapnya atas
perbuatan memakannya itu (lagi Maha Pengasih) kepadanya dalam memperbolehkannya.
Berbeda halnya dengan orang yang cenderung atau sengaja berbuat dosa, misalnya penyamun
atau pemberontak, maka tidak halal baginya memakan itu.