Você está na página 1de 3

DINAS KESEHATAN KOTA PALANGKA RAYA

UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT)


PUSKESMAS MARINA PERMAI
Jl. Marina Permai No. 65 Kel. Langkai, Kec. Pahandut Telp. (0536) 3241923, Palangka Raya
Email : upt.puskesmasmarinapermai@gmail.com

KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS MARINA PERMAI


NOMOR : 445 / / I– 1/ UPT – MP / / 2018

TENTANG

KEBIJAKAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN


PUSKESMAS MARINA PERMAI

KEPALA UPT PUSKESMAS MARINA PERMAI

Menimbang : a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan


pasien di Puskesmas Marina Permai maka perlu disusun kebijaka mutu
dan keselamatan pasien;
b. bahwa untuk maksud pada huruf (a) perlu dikeluarkan Surat Keputusan
Kepala Puskesmas tentang Kebijakan Mutu dan Keselamatan Pasien.

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang


Kesehatan;
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan
Pasien;
3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
228/MENKES/SK/III/2003 tentang Pedoman Penyusunan Standar
Pelayanan Rumah Sakit Yang Wajib Dilaksanakan Daerah;
4. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
741/MENKES/PER/VII/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal
Bidang Kesehatan di Kabupaten/Kota.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS MARINA PERMAI


TENTANG KEBIJAKAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN
PUSKESMAS MARINA PERMAI

KESATU : Memberlakukan Kebijakan Mutu dan Keselamatan Pasien Puskesmas Marina


Permai.

KEDUA : Keputusan ini berlaku mulai tanggal ditetapkannya Surat Keputusan dan bila
di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapan ini akan diadakan
perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Palangka Raya


Pada tanggal 2018
Plh. Kepala UPT Puskesmas Marina Permai

MUHAMMAD RUSLI
LAMPIRAN
KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS
MARINA PERMAI
NOMOR : 445 / / I- 1 / UPT–MP/ / 2018
TENTANG
KEBIJAKAN MUTU DAN KESELAMATAN
PASIEN PUSKESMAS MARINA PERMAI

KEBIJAKAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN


PUSKESMAS MARINA PERMAI

1. Kepala Puskesmas dan seluruh penanggung jawab pelayanan klinis dan penanggung
jawab Upaya Puskesmas wajib berpartisipasi dalam program mutu klinis dan
keselamatan pasien mulai dari perencanaan berupa pemilihan dan penetapan mutu,
pelaksanaan, monitoring dan evaluasi serta menentukan sasaran mutu klinis dan
keselamatan pasien .
2. Kepala puskesmas dan seluruh karyawan wajib melakukan kolaborasi dalam
Pelaksanaan Program mutu dan keselamatan pasien yang di selenggarakan di puskesmas.
3. Perencanaan mutu berupa pemilihan dan penetapan mutu disusun oleh seluruh jajaran
Puskesmas dengan pendekatan multidisiplin, dan dikoordinasikan oleh Wakil Manajemen
Mutu
4. Pelaksanaan program mutu dan keselamatan pasien:
 Perencanaan Pelaksanaan pelayanan klinis dan non klinis sesuai standar
akreditasi
 Pelaksanaan pelayanan klinis sesuai akreditasi
 Tindakan pencegahan kesalahan dan penanganan sesuai akreditasi
 Evaluasi sesuai akreditasi
 Kegiatan-kegiatan pengukuran dan pengendalian mutu dan keselamatan
pasien yang terkoordinasi dari semua unit kerja dan unit pelayanan.
 Pengukuran mutu dan keselamatan pasien dilakukan dengan pemilihan
indikator, pengumpulan data, untuk kemudian dianalisis dan ditindak lanjuti dalam
upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien
 Indikator meliputi indikator manajerial, indicator kinerja upaya Puskesmas,
dan indikator klinis, yang meliputi indikator struktur, proses, dan outcome, dan
indikator-indikator Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
 Upaya-upaya perbaikan mutu dan keselamatan pasien melalui standarisasi pelayanan
klinis yang mengacu pada acuan yang jelas, perancangan sistem, rancang ulang sistem
untuk peningkatan mutu dan keselamatan pasien
 Penyusunan standart menggunakan acuan dokumen ekternal yang
didokumentasi dalam masterlist dokumen eksternal puskesmas.
 Penerapan manajemen risiko pada semua lini pelayanan baik pelayanan
klinis maupun penyelenggaraan upaya puskesmas
 Manajemen risiko klinis berupa identifikasi, dokumentasi, dan pelaporan serta
penanganan kasus untuk mencegah dan mengelola kejadian tidak diharapkan,
kejadian nyaris cedera, dan keadaan potensial cedera dilakukansecara
berkesinambungan berdasarkan sistem akreditasi.
 Program dan kegiatan-kegiatan peningkatan mutu pelayanan klinis dan
keselamatan pasien, termasuk di dalamnya program pencegahan dan
pengendalian infeksi.
 Program pelatihan yang terkait dengan peningkatan mutu dan keselamatan pasien
 Sosialisasi dan evaluasi perbaikan perilaku petugas yang mencerminkan
budaya keselamatan dan perbaikan dilakukan secara berkesinambungan .
 Menunjuk Ka. TU sebagai penanggung jawab evaluasi perilaku pelayanan klinis
 Membentuk dan menunjuk tim pelaksana kegiatan peningkatan mutu
pelayanan klinis dan keselamatan pasien beserta petugas yang berkewajiban
melakukan pemantauan kegiatan.
5. Rencana monitoring dan evaluasi program mutu dan keselamatan pasien,disepakati
bersama oleh kepala puskesmas penanggung jawab klinis dan penanggung jawab upaya.
6. Informasi hasil mutu layanan klinis dan keselamatan pasien di sosialisasikan dan
dikomunikasikan kepada seluruh pemberi layanan klinis di puskesmas oleh kepala
puskesmas lewat rapat puskesmas.

Ditetapkan di Palangka Raya


Pada tanggal 2018
Plh. Kepala UPT Puskesmas Marina Permai

MUHAMMAD RUSLI