Você está na página 1de 11

Nn.

S berumur 18 tahun sudah 1 hari berada diruang penyakit dalam


RS.Mawar. Ny.S dibawa keluarganya ke rumah sakit UNAIR pada tanggal 1
April 2018 dengan keluhan nyeri dengan skala 6 dari 1 – 10, dirasakan sekitar 2
minggu yang lalu. Nyeri dirasakan seperti tertusuk-tusuk dan hilang timbul sejak
setahun terakhir pada lokasi yang sama namun klien mampu mengatasinya dengan
analgesik. Setelah dilakukan pengkajian didapatkan data Ny. S mengalami disuria.
Disuria juga sudah dialami sejak 1 minggu yang lalu. Hasil pemeriksaan urin
didapatkan protein +2, Ny. S sering meminta minum karena merasa haus baik
siang maupun malam. Klien tidak ada riwayat penyakit dahulu seperti (hipertensi
maupun infeksi lain), klien merasakan nyeri sudah sejak 2 minggu yang lalu dan
mengalami demam serta disuria sejak 1 minggu yang lalu sebelum masuk Rumah
Sakit. Tanda – tanda Vital TD : 160/100mmHg, Suhu : 38,5o C dan Nadi : 105
x/menit.
Pada sistem perkemihan didapatkan Inspeksi : Didapatkan disuria, pada
pielonefritis yang mengenai kedua ginjal sering didapatkan penurunan urine
output karena terjadi penurunan dari fungsi ginjal; Palpasi : Didapatkan perasaan
tidak nyaman nyeri dan mungkin didapatkan adanya massa dari pembesaran ginjal
akibat infiltrasi interstisial sel-sel inflamasi pada palpasi ginjal; Perkusi : perkusi
pada sudut kostovertebra memberikan stimulus nyeri lokal disertai suatu
penjalaran ke nyeri ke pinggang dan perut; Auskultasi : tidak didapatkan adanya
bruit ginjal. Hasil pemeriksaan laboratorium tanggal 2 April 2018 didapatkan
Hemoglobin: 12,8 g/dl, Hematokrit : 33,7 %, Leukosit : 2.740 /mikroL, Trombosit
: 146.000/mikroL. Lakukan asuhan keperawatan pada Ny.S tersebut.

1. Pengkajian
A. Identitas
Nama : Nn S
Usia : 18 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat : Surabaya

B. Keluhan Utama
Klien merasakan nyeri sudah sejak 2 minggu yang lalu dan mengalami
disuria sejak 1 minggu yang lalu.

C. Riwayat Kesehatan
 Riwayat Kesehatan Sekarang
Ny.S dibawa keluarganya ke rumah sakit UNAIR pada tanggal 1
April 2018 dengan keluhan nyeri dirasakan sekitar 2 minggu yang
lalu. Nyeri dirasakan hilang timbul sejak setahun terakhir pada
lokasi yang sama namun klien mampu mengatasinya dengan
analgesik. Disuria juga sudah dialami sejak 1 minggu yang lalu.
Serta sering meminta minum karena merasa haus baik siang
maupun malam
 Riwayat Kesehatan Dahulu
Klien tidak ada riwayat penyakit dahulu seperti (hipertensi maupun
infeksi lain),
 Riwayat Kesehatan Keluarga
Tidak dijelaskan dalam kasus
 Riwayat Pembedahan
Tidak dijelaskan dalam kasus

D. TTV
 TD : 160/100mmHg,
 Suhu : 38,5o C
 Nadi : 105 x/menit.

E. Pemeriksaan Fisik Persistem


 B1 (Pernafasan)
Tidak ada masalah
 B2 (Kardiovaskuler)
Tidak ada masalah
 B3 (Persyarafan)
Tidak ada masalah
 B4 (Perkemihan)
a. Inspeksi : Didapatkan disuria, pada pielonefritis yang
mengenai kedua ginjal sering didapatkan penurunan urine
output karena terjadi penurunan dari fungsi ginjal;
b. Palpasi : Didapatkan perasaan tidak nyaman nyeri dan
mungkin didapatkan adanya massa dari pembesaran ginjal
akibat infiltrasi interstisial sel-sel inflamasi pada palpasi
ginjal;
c. Perkusi : perkusi pada sudut kostovertebra memberikan
stimulus nyeri lokal disertai suatu penjalaran ke nyeri ke
pinggang dan perut;
d. Auskultasi : tidak didapatkan adanya bruit ginjal
 B5 (Pencernaan)
Ny. S sering meminta minum karena merasa haus baik siang
maupun malam
 B6 (Muskuloskeletal dan Integumen)
Tidak ada masalah

F. Pemeriksaan Laboratorium
Hemoglobin: 12,8 g/dl,
Hematokrit : 33,7 %,
Leukosit : 2.740 /mikroL,
Trombosit : 146.000/mikroL.

2. Analisa Data
Data Etiologi Masalah Keperawatan
DO : Pyelonefritis Nyeri Akut
Pengkajian nyeri ↓
P : Peradangan pada pelvis Peradangan pada pelvis ginjal
ginjal ↓
Q: Nyeri dirasakan seperti
Terjadi reaksi inflamasi
tertusuk

R: Nyeri dirasakan pada
pinggang dan perut Pembengkakan pada pelvis
S : Skala nyeri 6 dari 10 ginjal
T : Klien merasakan nyeri dan ↓
hilang timbul dan sudah sejak 2 Pelepasan mediator
minggu yang lalu bradykinin dan prostaglandin

DS :
Merangsang pusat sensori
- Klien mengatakan nyeri saat
berkemih nyeri
- Klien mengatakan perasaan ↓
tidak nyaman nyeri Nyeri menyebar ke pinggang

Nyeri Akut
DO : Pyelonefritis Gangguan eliminasi
- Hasil pemeriksaan urin ↓ urin
didapatkan protein +2 Peradangan pada pelvis ginjal
- Didapatkan penurunan urine ↓
output
Terjadi reaksi inflamasi

DS :
- Ny. S mengatakan sering Pembengkakan pada pelvis
merasa haus baik siang maupun ginjal
malam. ↓
Gangguan pada fungsi ginjal

Penurunan urine output

Gangguan eliminasi urin
DO : Pyelonefritis Hipertermia
- Suhu : 38oC ↓
- RR : 105x/menit Peradangan pada pelvis ginjal
- Leukosit : 2.740 /mikroL, ↓
Terjadi reaksi inflamasi
DS : ↓
- Klien mengatakan demam Pembengkakan pada pelvis
sejak 1 minggu yang lalu ginjal

Terjadi reaksi inflamasi

Pelepasan mediator inflamasi

Pengaktifan prostaglandin

Perangsangan pusat thermostat
di hipotalamus

Metabolisme tubuh meningkat

Suhu tubuh meningkat

Hipertermia

1. Diagnosa Keperawatan
a. Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologis (infeksi) [Domain
12. Kenyamanan; Kelas 1. Kenyamanan Fisik; Kode 00132]
b. Gangguan eliminasi urin berhubungan dengan infeksi saluran kemih
[Domain 3. Eliminasi dan Pertukaran; Kelas 1. Fungsi Urinarius; Kode
00016]
c. Hipertermia berhubungan dengan proses infeksi [Domain 11.
Keamanan/Perlindungan; Kelas 6. Termoregulasi; Kode 00007]
Intervensi
N Hari/Tgl Diagnosa NOC NIC Jam Implementasi Paraf Jam Evaluasi Pa
O
Keperawatan raf
1 Senin, 1 Nyeri akut Setelah dilakukan 1. Tentukan lokasi, 08.00 1. Mengobservasi 12.00 S:
. April berhubungan tindakan keperawatan karakteristik, kualitas keluhan dan lokasi - Klien
2018 dengan agen cidera selama 1 x 24 jam, dan keparahan nyeri nyeri klien mengatakan
biologis (infeksi) diharapkan nyeri klien sebelum pengobatan Respon: nyeri seperti
[Domain 12. dapat teratasi, dengan 2. Berikan penggunaan Klien mengatakan ditusuk-tusuk
Kenyamanan; kriteria hasil: tehnik non nyeri seperti - Klien
Kelas 1. - Melaporkan farmakologi ditusuk-tusuk dan mengatakan
Kenyamanan Fisik; gejala yang tidak (relaksasi, terapi hilang timbul pada periode nyeri
Kode 00132] terkontrol pada musik, dll) pinggang dan perut berkurang
profesional 3. Kendalikan faktor 08.05 2. Menanyakan
kesehatan lingkungan yang tingkat keparahan O:
- Menggunakan dapat mempengaruhi nyeri klien dengan - Nyeri pada
tindakan repon pasien Wong Baker Scale pinggang dan
pengurangan terhadap Respon: perut saat
nyeri tanpa ketidaknyamanan Skala nyeri : 6 berkemih
analgesik 4. Kolaborasi dengan 08.10 3. Mengajarkan klien - Skala nyeri: 5
- Menggunakan tenaga kesehatan lain teknik relaksasi - Nyeri klien
analgesik yang (dokter) pemberian nafas dalam berkurang
direkomendasikan analgesik sesuai Respon : setelah minum
- Nyeri yang dosis yang Klien mengikuti obat analgesik
dilaporkan dibutuhkan teknik nafas dalam profenid supp 1x
berkurang dan melakukannya pada pukul
- Panjangnya secara rutin 08.30
episode nyeri 08.20 4. Menjaga - Klien
berkurang lingkungan sekitar menggunakan
klien agar tetap teknik nafas
tenang dengan dalam untuk
mengurangi menahan nyeri
kebisingan
Respon: A:
Klien terlihat Masalah belum
tenang dengan teratasi
lingkungannya
08.30 5. Kolaborasi: P:
profenid supp 3 Intervensi
kalo 50mg perhari dilanjutkan no
Respon: 1,2,3,4
Klien
menyampaikan
nyeri berkurang
setelah minum obat
2 Senin, 1 Gangguan Setelah dilakukan 1. Lakukan pengkajian 09.00 1. Mengobservasi 12.00 S:
. April eliminasi urin tindakan keperawatan komprehensif sistem karakteristik urine - Klien
2018 berhubungan selama 2 x 24 jam, perkemihan dan berkemih mengatakan
dengan infeksi tidak ada gangguan (misalnya; urine Respon: dysuria (rasa
saluran kemih eliminasi urine pada output, pola Terdapat disuria terbakar saat
[Domain 3. klien, dengan kriteria berkemih, fungsi 09.15 2. Memotivasi klien berkemih) sudah
Eliminasi dan hasil : kognotif, masalah untuk minum 2,5 tidak ada
Pertukaran; Kelas - Pola eliminasi saluran berkemih Liter air per hari
1. Fungsi klien teratur sebelumnya) Respon: O:
Urinarius; Kode - Intake cairan 2. Berikan privasi Klien dapat - Klien minum
00016] klien seimbang dalam melakukan menghabiskan 600 liter air
sama dengan eliminasi minum sebanyak putih sejak
output urin, 3. Monitor status 2,5 liter per hari pukul 07.00-
minimal input hidrasi (misalnya., 09.30 3. Mengobservasi 11.00. output
2,5 liter air per membran mukosa tingkat kesadaran 900 cc urin saat
hari lembab, denyut nadi klien berkemih
- Frekuensi adekuat, dan tekanan Respon: A:
berkemih darah ortostatik) Kesadaran Masalah belum
minimal 3x 4. Monitor hasil Composmentis, teratasi
sehari dengan laboratorium yang GCS 456
volume sesuai relevan dengan 09.45 4. Monitor berkemih P:
dengan intake retensi cairan klien serta output Lanjutkan intevensi
cairan (misalnya., urine klien no. 1,3,4,7
- Tidak ada retensi peningkatan berat Respon:
urine, kandung jenis, peningkatan Urin dapat
kemih tidak BUN, penurunan mengalir normal,
penuh hematokrit, dan balance cairan yang
peningkatan kadar dimasukkan = yang
osmolalitas urin) dikeluarkan
5. Monitor perubahan 10.00 5. Kolaborasi
berat badan pasien pemberian
sebelum dan sesudah antibiotik
dialisis ceftriaxone 1x 2
6. Tentukan jumlah dan gr/hari
jenis intake/asupan Respon:
cairan serta Tidak muncul
kebiasaan eliminasi tanda-tanda infeksi
7. Monitor asupan dan lebih parah
pengeluaran
8. Monitor kadar serum
dan elektrolit urin
9. Monitor warna,
kuantitas dan berat
jenis urin
10. Berikan cairan
dengan tepat
11. Batasi dan
alokasikan asupan
cairan
3 Senin, 1 Hipertermia Setelah dilakukan 1. Monitor suhu dan 10.10 1. Memeriksa tanda- 12.00 S:
. April berhubungan asuhan keperawatan tanda-tanda vital tanda vital - Klien tidak
2018 dengan proses selama 1x24 jam secara berkala Respon: merasakan
infeksi [Domain diharapkan hipertermi 2. Monitor warna kulit TD: 130/80 mmHg demam lagi
11. dapat diatasi, dengan dan suhu secara S: 37,5 - Suhu klien
Keamanan/Perlindu kriteria hasil : berkala N: 90x/menit sudah kembali
ngan; Kelas 6. - Tanda-tanda 3. Fasilitasi istirahat, RR: 20x/menit normal
Termoregulasi; vital, terutama terapkan pembatasan 10.20 2. Menganjurkan
Kode 00007] suhu tubuh dalam aktivitas: jika untuk istirahat yang O:
rentang normal diperlukan cukup - Suhu 370C
(36,5-37,50C) 4. Monitor dan Respon: - TD 120/80
- Tidak ada laporkan jika ada Klien tidur selama mmhg
peningkatan suhu tanda dan gejala 7 jam per hari - Nadi 88 x/menit
kulit hipertermi 10.30 3. Memberikan klien - RR : 20x/menit
- Irama pernafasan 5. Identifikasi selimut
normal (normal kemungkinan Respon: A:
16-20x/menit) penyebab perubahan Klien merasa Masalah teratasi
- Tekanan darah tanda-tanda vital nyaman dan tidak
sistolik (TD 6. Instruksikan pada menggigi P:
sistolik normal : pasien bagaimana 10.40 4. Mengajarkan klien Hentikan intervensi
<120) mencegah keluarnya serta keluarga
- Tekanan darah panas dan serangan tentang menangani
diastolik (TD panas hipertermi
diastolik normal : Respon:
<80) Klien dan keluarga
- Tekanan nadi paham apa yang
normal {nadi diinstruksikan
normal : 60- perawat
100x/menit)