Você está na página 1de 2

Artikel Toleransi Dalam Sila Ketiga Pancasila Persatuan Indonesia

ARTIKEL
Artikel Toleransi Dalam Sila Ketiga Pancasila Persatuan Indonesia
( Dosen Pembingbing : Lisma, SH., MH. )
Tema : toleransi Dan Pancasila

Oleh :

AHMAD IMADUL ADLHA


182121003
HUKUM KELUARGA ISLAM
FAKULTAS SYARIAH

Pancasila adalah dasar falsafah negara indonesia, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa
Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan
hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai
pertahanan bangsa dan negara Indonesia.

Menurut KBBI definisi toleransi adalah sifat atau sikap toleran; batas ukur untuk
penambahan atau pengurangan yang masih diperbolehkan; penyimpangan yang masih bisa
diterima dalam pengukuran kerja. Jadi bias disimpulkan toleransi adalah suatu sikap saling
menghormati dan menghargai antar kelompok atau individu dalam masyarakat atau dalam
lingkup kehidupan lainnya. Yaitu memberi kebebasan kepada individu/kelompk lain untuk
menjalankan keyakinannya, mengatur hidupnya hingga menentukan nasibnya masing masing,
asalkan semuanya masih dalam suatu koridor yang tidak bertentangan dengan syarat-syarat
terciptanya ketertiban dan kedamaian dalam masyarakat.
Didalam sila ketiga pancasila telah diatur tentang persatuan Indonesia, dengan demikian
dapat diartikan bahwa sila ini tidak menghendaki adanya perpecahan baik sebagai bangsa,
maupun sebagai negara.hal ini telah dinyatakan sebagai karunia tuhan,sehingga bagi bangsa
Indonesia telah menjadi suatu kenyataan yang memang sudah seharusnya. Oleh karena itu
walaupun Indonesia terdiri dari 17 ribu pulau 360 etnis 250 bahasa 560 suku bangsa, tetapi
karena karena sifat kesatuan ini maka tidak dapat dibagi – bagi,jadi utuh,satu dan tidak terpecah
utuh menyeluruh.
Persatuan Indonesia ini bukanlah suatu factor yang statis,tetapi merupakan suatu factor yang
dinamis dalam kehidupan ke arah pematangan persatuan nasional. Sebab tingkat pematangan
dari persatuan nasional atau bangsa tersebut, barulah mencapai puncaknya dan wujudnya yang
kongrit dalam bentuk proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia pada tanggal 17 agustus 1945.
Adapun makna dari proklamasi kemerdekaan tersebut :
a) Kemerdekaan adalah hak segala bangsa
b) Bangsa Indonesia mendirikan NKRI
c) Bangsa Indonesia akan mewujudkan kesejahteraan hidupdan turut serta dalam
menyelenggaraan perdamaian dunia
Nasionalisme sebagai salah satu aspek atau segi persatuan Indonesia, dinyatakan dalam
penjelasan umum UUD 1945 dengan kata – kata, bahwa “Negara mengatasi segala paham
golongan, mengatasi segala paham perseorangan, negara menurut pengertian pembukaan itu
Menghendaki persatuan. meliputi segenap bangsa Indonesia seluruhnya. Nasionalisme Indonesia
Tidak saja mengatasi paham,golongan,suku bangsa dan lain –lain,tetapi juga membina
tumbuhnya persatuan dan kesatuan, sebagai suatu bangsa yang utuh dan tidak terpecah – pecah
Nasionalisme Indonesia bukan merupakan suatu nasionalisme yang sempit, yang sering
dinamakan chauvinisme, yang sempit, yang selalu mengagungkan bangsanya sendiri. Sikap
demikian ini menyebabkan sikap agresif dan sifat menjajah, suka memandang rendah bangsa lain
yang akhirnya menumbuhkan sifat rasialisme, jadi nasionalisme Indonesia bukanlah
nasionalisme yang sempit, tetapi nasionalisme yang dijiwai oleh sila ketuhanan YME dan
kemanusiaan yang adil dan beradab