Você está na página 1de 3

PENDAHULUAN

Latar belakang

Kemajuan teknologi dalam bidang kedokteran estetik tidak dapat dipungkiri lagi telah mendatangkan
devisa maupun pendapatan perkapita yang sangat besar untuk Negara Indonesia.

Semakin banyak klinik kecantikan maupun praktek mandiri yang bergerak di bidang kecantikan
hendaknya memiliki standarisasi dalam pelaksanaan prakteknya,mengingat tidak sedikit yang
merupakan salon kecantikan namun mengatasnamakan praktisi medis.

Hal ini sangat penting mengingat kebutuhan estetik dan anti penuaan yang sudah semakin disadari oleh
masyarakat.

Perumusan masalah

Dari berbagai masalah estetik maupun antipenuaan di lingkungan masyarakat,pada intinya ada
3(tiga)masalah utama yang akan dibahas dalam makalah ini.

Adapun ketiga hal tersebut diatas adalah:

1. Acne vulgaris
Bahasa awamnya adalah jerawat. Merupakan kelainan miliaris,komedonal, popular, pustular,
nodular yang terjadi atau predileksinya di wajah, dada, maupun punggung.
2. Melasma
Bahasa awamnya adalah flek. Merupakan kelainan di wajah yang berbentuk plak
hiperpigmentasi, biasanya hitam kebiruan yang terdapat didaerah dahi,hidung, dan pipi pada
umumnya.
3. Wrinkle
Bahasa awamnya adalah kerutan. Merupakan kelainan akibat defisiensi kolagen dan elastin
dalam kulit lapisan dermis.

Berbagai modalitas terapi yang sedang trend maupun sedang diteliti sebagian besar adalah untuk
mengatasi ketiga masalah diatas.

Acne Vulgaris

Patogenesis terjadinya acne vulgaris ada 4, yaitu:

1. Hiperkeratinisasi epidermis, yakni penebalan epidermis akibat factor eksogen maupun endogen,
yaitu debu, kosmetik, kurangnya kebersihan wajah, hormonal, dsb.
2. Hipersekresi kelenjar minyak, yaitu meningkatnya produksi minyak diwajah oleh kelenjar
sebasea, dapat disebabkan oleh pembersih yang tidak tepat, pola makan yang salah, factor
hormonal(pada pubertas atau saat menstruasi), dan sebagainya.
3. Bertumbuhnya organisme P.acnes, merupakan bakteri yang sangat sering dijumpai pada
kolonisasinya di jerawat yang sedang meradang.
4. Terjadinya peradangan pada kulit wajah, dapat disebabkan factor hormonal, makanan,
lingkungan, dan sebagainya.

Prinsip penanganan acne vulgaris pada dasarnya adalah mengatasi patogenesisnya, antara lain:

1. Topikal krim yakni erythromycin gel, clindamycin gel, asam retinoat 0,025-0,1 %, adapalene gel
2. Chemical peeling antara lain Jessner, glycolic acid, dan kombinasi cairan peeling dari farmasi
tertentu dengan kombinasi tertentu.
3. Laser,IPL, PDT terapi. Laser terbaru adalah dengan panjang gelombang 1450 nm.
4. Obat oral antara lain zinc, isotretinoin oral, antibiotic oral seperti clindamycin atau doxycycline.
5. Obat hormonal, biasanya obat KB untuk mengatur keseimbangan hormonal dalam tubuh.
6. Berbagai modalitas lainnya

Melasma

Merupakan kelainan hiperpigmentasi diwajah yang penyebabnya antara lain sinar ultraviolet,
pemakaian krim topical yang tidak tepat, factor hormonal, pemakaian obat-obatan oral, dan lain
sebagainya.

Prinsip penanganan melasma antara lain adalah mengatasi factor penyebabnya. Adapun modalitas
terapi yang lazim digunakan dan menghasilkan output yang baik antara lain;

1. Krim topical yang tepat yakni, tabir surya, krim pencerah baik yang mengandung hydroquinone
maupun turunannya yakni alfa arbutin, atau preparat lain misalnya kojic acid, lycopene, dan lain
sebagainya baik tunggal maupun kombinasi beberapa macam zat aktif didalamnya.
2. Chemical peeling antara lain misalnya Glycolic acid 20-70%, berfungsi untuk regenerasi sel epitel
baru, lalu TCA (Tri Chloro Acetic) yakni preparat yang menyebabkan pelepasan kullit epitel dari
konsentrasi 10-50% digunakan untuk berbagai kondisi kulit, lalu ada juga turunan alfa hidroxy
acid antara lain lactic acid, mandelic acid dan berbagai kombinasi zat aktif.
3. Laser yakni biasanya yg dipakai adalah qs nd yang, alexandrite sampai yellow laser dari panjang
gelombang 530 nm-1064 nm biasa dipakai untuk kasus melasma.
4. Obat oral yang digunakan antara lain yang mengandung lycopene, grape seed ektrak,
astaxanthin sudah sangat banyak yang beredar.

Wrinkle(kerutan)

Adalah terbentuknya garis dinamik maupun static di wajah yang biasanya disebabkan factor usia,
garis ekspresi, maupun factor kesehatan kulit, atau efek samping pemakaian krim yang eksfoliasi
berlebihan.

Modalitas terapi untuk wrinkle antara lain :

1. Radio frequency untuk merangsang pembentukan kolagen di wajah


2. Botulinum toxin A untuk menghilangkan sementara kerutan dinamik di wajah, dengan cara
menghambat asetil kolin bekerja pada neuromuscular junction sehingga terjadi relaksasi kulit.
3. Threadlift (tanam atau Tarik benang) dapat digunakan untuk memperbaiki sagging di kulit wajah
sehingga memperbaiki kerutan statis di wajah yang oleh botulinum toxin A tidak dapat
dihilangkan
4. Krim topical
5. Microneedling
6. Chemical peeling TCA

KESIMPULAN

Beredarnya begitu banyak produk maupun alat/ mesin/ laser baik produksi dari dalam maupun luar
negeri, paling sering adalah Cina, Korea, Eropa dan USA, menuntut praktisi estetik lebih jeli dalam
menerapkan kepada pasien. Mengingat tuntutan kemajuan zaman dan era MEA hendaknya pemerintah
maupun swasta melalui berbagai organisasi misalnya IDI, IKLASI, PERDAWERI dapat menjadi jembatan
untuk memfasilitasi pembelajaran para praktisi estetik dan melakukan regulasi yang sangat baik utk
pelaksanaannya. Diharapkan juga untuk sesama praktisi estetik hendaknya sering melakukan
pembelajaran baik terhadap kompetensi diri sendiri maupun perhimpunan dimana dia bernaung.

Pendekatan sosial dan kedekatan emosional sangat penting dilakukan antara praktisi estetik dan pasien,
mengingat semakin menjamurnya klinik estetik dan modalitas yang semakin bertambah, untuk
menghindari tuntutan maupun ketidakpuasan dari pasien. Hal ini ditekankan oleh karena, untuk semua
kelainan kulit diatas yang telah dibahas, tidak ada standar baku penanganan yang bias dibakukan,
karena fisiologi, patologi kelainan diatas berbeda berdasarkan umur, penyebab, lingkungan, factor sosial
ekonomi, pengetahuan, dan masih banyak lagi.