Você está na página 1de 4

TUGAS PENGAUDITAN 1

NAMA : HELSY RAMADHANI

NIM : 041611333151

KELAS : L1

RESUME

BAB 7 AUDIT EVIDENCE

SIFAT BUKTI AUDIT

Bukti yaitu segala informasi yang digunakan oleh auditor untuk menentukan apakah
informasi yang sedang di audit telah dinyatakan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Bukti
audit yang pastinya berbeda dengan bukti hukum atau pun bukti ilmiah. Dalam
penggunannya memang bukti tidak hanya digunakan oleh auditor. Bahan bukti digunakan
secara meluas oleh para ilmuan, pengacara,dan ahli sejarah.

KEPUTUSAN BUKTI AUDIT

Ada empat keputusan mengenai bukti apa yang harus dikumpulkan dan berapa banyak :

1. Prosedur audit yang akan digunakan. Sebuah prosedur audit merupakan instruksi-
instruksi terperinci yang menjelaskan bahan bukti audit yang harus diperoleh selama
melaksanakan pengauditan.
2. Berapa ukuran sampel yang akan dipilih untuk prosedur tersebut. Setelah proses audit
ditentukan, auditor dapat membedakan ukuran sampel dari satu ke seluruh unsur
dalam populasi yang sedang diuji.
3. Item-item mana yang akan dipilih dari populasi. Setelah menentukan ukuran sampel
untuk suatu prosedur audit, auditor harus menentukan unsur yang mana dalam
populasi yang akan diuji.
4. Kapan melaksanakan prosedur tersebut. Penetapan audit atas laporan keuangan
biasanya mencangkup suatu periode. Sebuah pengauditan tidak akan selesai hingga
beberapa minggu atau beberapa bulan setelah akhir tahun.
5. Program audit adalah daftar prosedur audit untuk sebuah area audit atau keseluruhan
audit. Program audit mencangkup ukuran sampel, unsur-unsur yang akan dipilih dan
waktu untuk melaksanakan pengujian tersebut.

PERSUASIVITAS BUKTI

Dua penentu persuasivitas bukti audit adalah ketepatan dan kecukupan.

Ketetapan Bukti adalah ukuran mutu bukti, yang berarti relevansi dan reliabilitasnya
memenuhi tujuan audit untuk kelas transaksi, saldo akun, dan pengungkapan yang berkaitan.
Jika suatu bukti dianggap sangat tepat maka akan sangat membantu dalam meyakinkan
auditor bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar.
Relevansi bukti

Bukti audit harus berkaitan atau relevan dengan tujuan audit yang akan diuji oleh auditor
sebelum bukti tersebut dianggap tepat. Relevansi hanya dapat dipertimbangkan dalam tujuan
audit khusus, karena bukti audit mungkin relevan untuk satu tujuan audit, tetapi tidak relevan
untuk tujuan audit lainnya.

Reliabilitas bukti (reliability of evidence) mengacu pada tingkat di mana bukti tersebut
dianggap dapt dipercaya atau layak dipercaya. 6 karateristik bukti yang dapat diandalkan :
independensi penyedia bukti, efektivitas pengendalian internal klien, pengetahuan langsung
auditor, kualifikasi individu yang menyediakan informasi, tingkat objektivitas, ketepatan
waktu.

Kecukupan Bukti diukur terutama oleh ukuran sampel yang dipilih auditor .

JENIS-JENIS BUKTI AUDIT


Jenis-Jenis Bahan Bukti Audit

Setiap prosedur audit mendapat satu atau lebih jenis-jenis bukti berikut :

1. Pemeriksaan fisik (physical examination) adalah inspeksi atau perhitungan yang


dilakukan auditor atas aktiva berwujud.
2. Konfirmasi (confirmation) menggambarkan penerimaan respon tertulis atau lisan dari
pihak ketiga yang independen yang memverifikasi keakuratan informasi yang
diajukan oleh auditor.
3. Dokumentasi (documentation) adalah inspeksi oleh auditor atas dokumen dan catatan
klien untuk mendukung informasi ynag tersaji, atau seharusnya tersaji, dalam laporan
keuangan. Dokumen diklasifikasikan menjadi : dokumen internal dan dokumen
eksternal.
4. Prosedur analitis (analytical procedures) mneggunakan perbandingan dan hubungan
untuk menilai apakah saldo akun atau data lainnya tampak wajar dibandingkan
dengan harapan auditor.
 Memahami industry dan bisnis klien
 Menilai kemampuan entitas untuk terus going concern
 Menunjukkan kemungkinan adanya salah saji dalam laporan keuangan
 Mengurangi pengujian audit yang terperinci
5. Tanya jawab dengan klien (inquiry) adalah upaya untuk memperoleh informasi secara
lisan maupun tertulis dari klien sebagai respons atas pertanyaan yang diajukan
auditor.
6. Rekalkulasi (recalculation) melibatkan pengecekan ulang atas sampel kalkulasi yang
dilakukan oleh klien.
7. Pelaksanaan-ulang (reperformance) adalah pengujian independen yang dilakukan
auditor atas prosedur atau pengendalian akuntansi klien, yang semula dilakukan
sebagai bagian dari system akuntansi dan pengendalian internal klien.
8. Observasi (observation) adalah penggunaan indra untuk menilai aktivitas klien.
DOKUMENTASI AUDIT

Dokumentasi audit adalah catatan utama tentang prosedur auditing yang diterapkan, bukti
yang diperoleh, dan kesimpulan yang dicapai auditor dalam melaksanakan penugasan.

Tujuan dokumentasi audit secara keseluruhan adalah untuk membantu auditor dalam
memberikan kepastian yang layak bahwa audit yang memadai telah dilakukan sesuai dengan
standar audit. Dokumentasi audit yang lebih spesifik dan terkait dengan audit periode
berjalan akan memberikan hal-hal sebagai berikut :

a. Dasar bagi Perencanaan Audit. Jika auditor akan merencanakan audit yang
memadai, informasi tentang referensi yang diperlukan harus tersedia dalam file audit.
b. Catatan Bukti yang Dikumpulkan dan Hasil Pengujian. Dokumentasi audit adalah
sarana utama untuk mendokumentasikan bahwa audit yang memadai telah
dilaksanakan sesuai standar auditing. Jika muncul kebutuhan, auditor harus mampu
memperlihatkan kepada lembaga pembuat peraturan dan pengadilan bahwa audit telah
direncanakan dengan baik dan diawasi secara memadai.
c. Data untuk menentukan Jenis Laporan Audit yang Tepat. Dokumentasi audit
menyediakan sumber informasi yang penting untuk membantu auditor dalam
memutuskan apakah bukti yang tepat dan mencukupi telah dikumpulkan guna
menjustifikasi laporan audit berdasarkan situasi tertentu. Data yang ada dalam file
memiliki kegunaan yang sama untuk mengevaluasi bukti bahwa audit telah diawasi
secara memadai.
d. Dasar bagi Review oleh Supervisor dan Partner. File audit adalah kerangka
referensi utama yang digunakan oleh supervisor untuk mereview pekerjaan asisten.
Review yang cermat oleh supervisor juga memberikan bukti bahwa audit telah
diawasi secara memadai.

Dokumentasi audit dapat dianggap sebagai kertas kerja, meskipun semakin banyak
dokumentasi audit yang diselenggarakan dalam file komputerisasi. Dokumentasi yang
berupa kertas kerja audit merupakan milik kantor akuntan publik walaupun kertas kerja
tersebut berisi informasi mengenai perusahaan. Kantor akuntan publik diharuskan untuk
menjaga kerahasiaan mengenai informasi perusahaan tersebut, kecuali jika ada izin dari
perusahaan yang diaudit tersebut atau ada perkara pengadilan.

Setiap kantor akuntan publik menetapkan pendekatannya sendiri untuk menyiapkan serta
mengatur file audit dan auditor pemula harus menggunakan pendekatan kantornya. Ada
dasar pemikiran mengenai jenis dokumentasi audit yang disiapkan untuk suatu audit dan
cara dokumentasi itu diatur dalam file.

Persyaratan Retensi untuk Dokumentasi Audit

 Kertas kerja atau dokumen lain


 Memo
 Korespondensi, komunikasi, dokumen dan catatan lain,catatan elektronik
Isi dan Organisasi File Audit

1. Laporan keuangan dan laporan audit 9. Pengujian pengendalian dan


2. Neraca saldo berjalan pengujian substantif
3. Ayat jurnal penyesuaian 10. Pengendalian internal
4. Kewajiban Kontinjen 11. Informasi umum
5. Operasi 12. Program Audit
6. Kewajiban dan ekuitas 13. File Permanen
7. Aset
8. Prosedur Analitis

File Permanen

1. Kutipan atau salinan dari dokumentasi perusahaan yang terus penting


2. Analisi akun tahun-tahun sebelumnya yang tetap penting
3. Informasi yang berhubungan dengan pemahaman atas pengendalian internal dan
penilaian risiko pengendalian
4. Hasil prosedur analitis dari audit tahun sebelumnya

File Tahun Berjalan

1. Program audit
2. Informasi umum
3. Neraca saldo berjalan
4. Ayatjurnal penyesuaian dan reklasifikasi
5. Skedul pendukung : Analisi, Neraca saldo, rekonsiliasi jumlahm pengujian
kealayakan, ikhtisar prosedur, pemeriksaan dokumen pendukung, informasional,
dokumentasi dari luar.

Penyusunan Dokumentasi Audit

 Setiap file audit harus diidentifikasi secara wajar.


 Dokumentasi audit harus memiliki indeks dan referensi silang.
 Dokumentaso audit yang lengkap haris dengan jelas menunjukkan pekerjaan audit
yang dilakukan.
 Dokumentasi audit harus meliputi informasi yang cukup memenuhi tujuan yang telah
dirancang.
 Kesimpulan yang dicapai tentang segmen audit yang dipertimbangkan harus
dinyatakan dengan jelas.