Você está na página 1de 2

Mengikis Degradasi Moral Remaja dengan Berorganisasi

Degradasi secara sederhana dapat diartikan sebagai penurunan atau


kemerosotan dari suatu hal, sedangkan moral diartikan sebagai nilai atau norma.
Dengan demikian degradasi moral remaja adalah suatu bentuk penurunan nilai
atau norma seorang remaja karena adanya pengaruh perkembangan zaman.
Degradasi moral remaja pada umumnya disebabkan karena kurangnya perhatian
dari orang tua, lingkungan pergaulan yang bersifat negatif, dan teman pergaulan
yang salah.

Degradasi moral sangat rentan terjadi pada generasi milenial saat ini.
Pengaruh globalisasi dan makin berkembang pesatnya teknologi menjadi salah
satu penyebab terjadinya degradasi moral pada remaja. Berdasarkan hasil survey
Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), tahun 2013 di
jabodetabek menyatakan bahwa 51 dari 100 orang remaja perempuan tidak lagi
perawan, rentang usia remaja yang pernah melakukan hubungan seks di luar nikah
antara usia 13-18 tahun. Juga data survei yang dilakukan oleh BKKBN pada tahun
2010 di jabodetabek, bahwa sekitar 15% remaja sudah pernah atau terbiasa
berhubungan seks, dan 62% pernah melakukan aborsi yang dilakukan oleh remaja
putri yang pastinya belum menikah. Fakta tersebut hanyalah secuil fakta dibalik
kompleksitas degradasi moral remaja saat ini. Hal ini menunjukkan betapa
terkikisnya moral generasi milenial saat ini. Hal ini akan mengancam kehidupan
suatu bangsa, karena generasi yang seharusnya membangun dan memajukan
bangsanya justru akan menjadi penghancur bagi bangsanya sendiri. Mereka dapat
mengahancurkan bangsanya karena perbuatan-perbuatan mereka yang tidak
bermanfaat akibat terkikisnya moral mereka.

Degradasi moral sendiri dapat ditanggulangi apabila para remaja mau


melakukan berbagai kegiatan positif yang berguna bagi mereka. Salah satu contoh
kegiatan tersebut adalah berorganisasi. Berorganisasi sendiri merupakan suatu
kegiatan yang dapat membangun karakter dan jiwa seseorang menjadi lebih baik.
Dengan ikut organisasi akan banyak manfaat yang akan didapatkan remaja untuk
dirinya.

Berbagai manfaat berorganisasi antara lain, remaja akan lebih aktif


mengembangkan dirinya. Pengembangan diri yang dimakasud adalah
pengembangan diri secara emosional. Ikut sebuah organisasi akan cenderung
membentuk pribadi yang lebih bertanggung jawab kepada dirinya sendiri maupun
kepada orang lain. Dalam sebuah organisasi, seseorang akan dilatih bagaimana dia
akan menerima tanggung jawab besar. Tanggung jawab itu dapat berupa tugas
yang diamanahkan untuk dijalankan sebagaimana mestinya. Disinilah karakter
membentuk pribadi yang bertanggung jawab bagi seorang remaja akan dimulai.
Ikut sebuah organisasi juga akan menjadikan seorang remaja menjadi orang
yang lebih produktif, aktif, dan prestatif. Organisasi adalah sebuah wadah yang
mendidik seorang remaja untuk selalu melakukan kegiatan-kegiatan yang positif
yang berguna bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Dengan berbagai kegiatan
positif inilah, seorang remaja yang aktif dalam organisasi akan cenderung lebih
produktif dibandingkan mereka yang tidak mengikuti organisasi. Keproduktifan
mereka akan terlihat saat mereka mulai berpikir kritis untuk mengungkapkan
pendapat mereka di depan umum. Selain itu, di dalam sebuah organisasi, seorang
remaja juga akan dilatih untuk berkarya yang dapat berguna bagi dirinya sendiri
maupun orang lain.

Seorang remaja yang ikut berorganisasi mereka akan menjadi orang yang
lebih aktif. Mereka akan lebih berani berbicara di depan umum. Mereka juga akan
lebih percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya, sehingga mereka akan
cenderung menggunakan kemampuannya untuk mengeksplor dirinya.

Tidak dapat dipungkiri, seseorang yang ikut dalam sebuah organisasi, mereka
dituntut untuk lebih banyak bekerja daripada diam. Hal inilah sikap prestatif bagi
seorang remaja yang ikut dalam sebuah organisasi akan mulai ditunjukkan. Sikap
prestatif tersebut dapat berupa sikap dalam mengatur manajemen waktu. Dengan
banyaknya kegiatan yang harus diselesaikan, disinilah mengatur manajemen
waktu sangat dibutuhkaan. Seorang remaja harus pintar dalam membagi
waktunya, antara belajar dan berorganisasi. Mereka harus pandai dalam hal
memprioritaskan pekerjaan yang akan mereka kerjakan terlebih dahulu. Dalam hal
memanajemen waktu, memanfaatkan waktu luang adalah hal yang sangat penting
dilakukan untuk lebih maksimal dalam menyelesaikan pekerjaan yang belum
maksimal. Disinilah alasannya mengapa organisasi akan membentuk karakter dan
pribadi remaja menjadi lebih prestatif.

Begitu banyak manfaat yang dapat diambil dari mengikuti sebuah organisasi.
Dengan menyibukkan diri ikut dalam organisasi, remaja akan mengoptimalkan
waktunya ke kegiatan yang lebih positif dan bermanfaat. Sibuk dengan hal-hal
yang positif akan mencegah seorang remaja terjun ke dunia yang negatif. Inilah
alasan mengapa dengan berorganisasi dapat mengikis degradasi moral remaja.

Nama : Risna Candra Rinanda


NIM : C24180017
Kelas : P02