Você está na página 1de 2

Mencari 1-2 jurnal per orang tentang

1. Tatalaksana diare anak


Di indonesia prinsip tatalaksanan diare telah ditetapkan oleh Kementerian
Kesehatan yaitu Lima Langkah Tuntaskan Diare ( Lintas Diare) yaitu : rehidrasi dengan oralit
osmolaritas rendah, pemberian zinc selama 10 hari berturut – turut , teruskan pemberian
ASI dan makanan, antibiotok selektif, serta nasehat kepada orangtua atau pengasuh.
Rehidrasi yang dilakukan pada pasien disesuaikan dengan derajat dehidrasi yang
dialaminya. Pemberian oralit sebanyak 75 ml/kg berat badan dapat diberikan secara oral
pada pasien dengan dehidrasi ringan-sedang, pemberian dilakukan dalam 3 jam pertama di
layanan kesehatan. Pemberian oralit dapat di ganti dengan air tajin, kuah sayur, sari buah ,
air teh , dan air matang, jika tidak tersedia. Setelah 3 jam rehidrasi oral, keadaan umum anak
kembali di cek. Terapi dilanjutkan dengan pemberiaan ASI, sari buah dan makanan jika
keadaan umum anak sudah membaik , anak mulai mengantuk dan tertidur. Namun jika anak
masih dalam keadaan dehidrasi ringan-sedang, maka terapi oralitnya diulangi, tetapi jika
keadaan anak semakin memburuk menjadi dehidrasi berat maka anak segera di rehidrasi
sesuai terapi dehidrasi berat yaitu pemberian dairan resusitasi secara intravena sebanyak 30
ml/ kg berat badan ½ jam pertama dilanjutkan 70 ml/kg berat badan 2 ½ jam berikutnya.
Pemberian per oral diberikan larutan oralit yang hipotonik dengan komposisi 3,5 g NaCl, 29 g
glukosam 2,5 g Natrium bikarbonat, dan 1,5 g KCL setiap liter. Pada dehidrasi ringan dan
sedang, bila diare profus dengan pengeluaran air tinja yang hebat ( >100 ml/kg/hari ) atau
muntah hebat ( severe vomiting ) dimana penderita tak dapat minum sama sekali, atau
kembung yang sangat hebat ( violent meteorism ) sehingga rehidrasi oral tetap akan terjadi
defisit maka dapat dilakukan rehidrasi parenteral walaupun sebenarnya rehidrasi parenteral
dilakukan hanya untuk dehidrasi berat dengan gangguan sirkulasi.
Lama dan tingkat keparahan diare dapat dikurangi dengan pemberian zinc. Selain itu
zing juga dapat mengurangi frekuensi buang air besar, mengurangi volume tinja, dan
menurunkan kekambuhan kejadian diare 3 bulan berikutnya. Anak yang menderita diare
direkomendasikan untuk diterapi zinc dengan dosis 20 mg per hari selama 10 hari . Dosis
untuk bayi kurang dari 6 bulan diberikan 10 mg zinc per hari selama 10 hari.
Antibiotik tidak diberikan pada anak yang menderita diare, kecuali jika terdapat
indikasi seperti kolera, diare berdarah. Anti diare akan menghambat gerakan peristaltik usus
sehingga kotoran yang seharusnya dikeluarkan, justru dihambat keluar, untuk itu anti diare
tidak perlu diberikan pada anak. Selain itu anti diare bisa menyebabkan komplikasi yang
disebut prolapsus pada usus ( terlipat / terjepit ).

Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan yaitu pemberian nasihat kepada


orangtua/pengasuh anak . hal ini untuk mencegah diare berulang. Orangtua/pengasuh diberi
pemahaman bagaimana pengobatan diare di rumah, pemberain oralit dan zinc serta
menjada kebersihan anak dan lingkungan.
Pasien diare dapat pula diberiakan terapi tambahan probiotik dan terapi simtomatik
seperti antipiretik. Lacto B sebagai probiotik diberi bagtas sebagai mikroorganisme hidup
dalam makanan yang difermentasi yang menunjang kesehatan melalui terciptanya
keseimbangan mikroflora intestinal yang lebih baik.

Perangin-angin, Hema Meliny Junita. Acute Diarrhea With Mild to Moderate Dehydration e.c
Viral Infection. J Agromed Unila. 2014 ; 1(1) : 47-53
2. Pemakaian obat anti diare di anak apakah bisa menimbulkan efek bahaya (literatur jurnal asing
dan indonesia)

3. Pemakaian antibiotik merepenem pada diare anak