Você está na página 1de 3

Investasi awal pada Persekutuan

Investasi awal pada persekutuan bisa dilakukan oleh sekutu dalam bentuk kas dan non kas.
Investasi ini dicatat dalam akun “Modal Sekutu” yang dibuat untuk tiap-tiap sekutu. Misalnya,
setoran modal awal pada Persekutuan Al Amin yang dilakukan oleh Andina dan Mahatma
@Rp.2.000.000,- dicatat sebagai berikut:

Kas (+A) Rp2.000.000


Modal Andina (+E) Rp2.000.000
Investasi awal Andina dalam bentuk kas
Kas (+A) Rp2.000.000
Modal Mahatma (+E) Rp2.000.000
Investasi awal Mahatma dalam bentuk kas

Apabila sekutu menyetorkan modal awal pada persekutuan dalam bentuk aktiva non kas, maka
nilai aktiva non kas tersebut diukur berdasarkan nilai wajarnya pada saat investasi dilakukan.
Secara teoritis, nilai wajar harus ditentukan oleh penilai independen, namun untuk praktisnya, nilai
wajar dari aktiva non kas tersebut ditentukan oleh kesepakatan semua sekutu. Nilai yang disepakati
harus dicantumkan secara tertulis dalam perjanjian persekutuan. Misalnya, Andina dan Mahatma
membentuk persekutuan dengan menyetorkan modal awal dalam bentuk aktiva non kas sebagai
berikut:

Harga Beli Nilai Wajar


Andina:
Tanah Rp10.000.000 Rp15.000.000
Bangunan Rp35.000.000 Rp50.000.000
Mahatma:
Kas Rp10.000.000 Rp10.000.000
Persediaan Rp30.000.000 Rp25.000.000

Berdasarkan setoran awal tersebut, investasi dari kedua sekutu di atas dijurnal sebagai berikut:

Tanah (+A) Rp15.000.000


Bangunan (+A) Rp50.000.000
Modal Andina (+E) Rp65.000.000
Investasi awal dalam bentuk aktiva non kas berupa tanah dan bangunan.
Kas (+A) Rp10.000.000
Persediaan (+A) Rp25.000.000
Modal Mahatma (+E) Rp35.000.000
Investasi awal dalam bentuk kas dan aktiva non kas berupa persediaan.

Selain setoran dalam bentuk kas dan aktiva non kas, hal lain yang perlu diperhatikan adalah ketika
para sekutu sepakat atas “kepemilikan modal relatif “ yang tidak sesuai dengan investasi awal
sekutu dalam bentuk aktiva yang dapat diidentifikasi. Misalnya, Andina dan Mahatma sepakat
membagi kepemilikan modal relatif sama rata (50%:50%), walaupun keduanya menyetorkan
modal awal dengan jumlah yang tidak sama (Andina menyetorkan modal awal sebesar
Rp.65.000.000,- sedangkan Mahatma menyetorkan sebesar Rp.35.000.000,-). Kesepakatan
tersebut mengindikasikan bahwa Andina menyetujui Mahatma menginvestasikan suatu aktiva
yang tidak teridentifikasi misalnya kemampuan individual, koneksi dengan bank, atau kemampuan
lain yang memberikan manfaat bagi persekutuan.

Sebagai akibat dari kesepakatan tersebut diatas, maka penyesuaian terhadap saldo masing-masing
sekutu perlu dilakukan guna memenuhi persyaratan tersebut. Ada 2 (dua) pendekatan yang dapat
digunakan untuk melakukan penyesuaian tersebut, yakni: Pendekatan Bonus dan Pendekatan
Goodwill.

Dengan pendekatan bonus, aktiva yang tidak teridentifikasi tidak dicatat dalam buku persekutuan
dan yang diperlukan hanya ayat jurnal berikut:

Modal Andina (-E) Rp15.000.000


Modal Mahatma (+E) Rp15.000.000
Membentuk kepemilikan modal yang sama besar Rp.50.000.000,-
dengan mencatat bonus untuk Mahatma sebesar Rp.15.000.000,- dari
Andina.

Apabila pendekatan goodwill yang digunakan, maka aktiva tidak teridentifikasi yang
disumbangkan oleh Mahatma diukur sesuai dengan dasar investasi Andina sebesar
Rp.65.000.000,- untuk kepemilikan 50%. Investasi Andina mengimplikasikan total modal
persekutuan sebesar Rp.130.000.000,- (Rp.65.000.000,- : 50%) dan goodwill diakui sebesar Rp
30.000.000,- (total modal Rp.130.000.000,- – Rp.95.000.000,-). Oleh karena itu, jurnal yang
diperlukan untuk goodwill ini adalah sebagai berikut:

Goodwill (+A) Rp30.000.000


Modal Mahatma (+E) Rp30.000.000
Membentuk kepemilikan modal yang sama besar Rp.65.000.000,-
dengan mencatat goodwill untuk Mahatma sebesar Rp.30.000.000,-
Kedua pendekatan tersebut diatas sama-sama efektif dalam mencocokkan akun modal dengan
perjanjian dan sama rata dalam mengalokasikan kepemilikan modal kepada sekutu individual.
Keputusan untuk menggunakan satu pendekatan dibanding pendekatan yang lain tergantung pada
sikap sekutu terhadap pencatatan goodwill sebesar Rp.30.000.000,- (menurut pendekatan
goodwill) atau kemauan dari Andina untuk menerima bahwa nilai modalnya hanya sebesar
Rp.50.000.000,- untuk investasinya yang sebesar Rp.65.000.000,- (menurut pendekatan bonus).