Você está na página 1de 14

LAPORAN KOMUDA KEPERAWATAN JIWA

SEMESTER 6
RUMAH SAKIT JIWA GRAHASIA DAERAH ISTIMEWA
YOGYAKARTA

Disusun Oleh :

IWAN

20150320024

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA

2018
FORMAT REFLEKSI KASUS

NAMA : IWAN

NIM : 20150320024

NO KOMPONEN Deskripsi
1 Deskripsi Kejadian Assalamualaikum wr.wb.Perkenalkan saya Iwan
mahasiswa PSIK FKIK UMY,yang sekarang
sedang menempuh perkuliahan di semester empat
ini.Saya akan berbagi pengalaman selama
menjalankan komuda yang kedua kalinya di setiap
semester genap.Dimana semester 2 tahun lalu saya
melakukan komuda di PSTW BUDI LUHUR dan
di semeseter 4 ini saya melakukan komuda di RS
PKU 1 Muhammadiyah Yogyakarta yang
beralamat di Jl.KH.Ahmad Dahlan No.20
Gondomanan,Daerah Istimewa Yogyakarta.
Banyak pengalaman yang saya dapatkan
selama berada rumah sakit baik itu pengalaman
positif maupun negative,dan saya sangat senang
sekali karena ini adalah pengalaman pertama saya
bertemu langsung dengan pasien dan keluarga
pasien untuk melakukan tindakan di rumah sakit
tersebut.
Dihari pertama kami datang ke RS PKU 1
Muhammadiyah Yogyakarta pada pukul 07.30
dan di waktu itu kami melakukan orientasi
bersama pihak rumah sakit tersebut dengan
diberikan 4 materi oleh pihak rumah sakit.Empat
materi tersebut meliputi : Safety Pasien dan
perawat beserta team medis lainya,Pencegahan dan
pengendalian infeksi,cara cuci tangan yang baik
dan benar dengan 5 momen cuci tangan dan
peraturan,prosedur maupun tata tertib.Setelah
orientasi bersama pihak rumah sakit selesai sekitar
jam 12.15,kami dari 23 mahasiswa kloter 1 dibagi
dibeberapa bangsal dan saya mendapatkan bangsal
marwah bersama teman saya puji ,zikri dan
aspia.Setelah selesai pembagian kelompok di
masing-masing bangsal saya dan teman teman
menunaikan sholat dzuhur bersama-sama di masjid
rumah sakit.Setelah selesai sholat saya langsung
menuju ke bangsal marwah untuk menemui ibu sri
hartati selaku pemimbing saya di rumah sakit.Pada
saat bertemu dengan bu sri hartati saya menyapa
perawat yang sedang berjaga di bangsal tersebut
beserta teman-teman dari Stikes Muhammadiyah
Klaten dan kaka-kaka yang sedang profesi yang
berasal dari Universitas Aisyah Yogyakarta.Saya
dan teman-teman satu bangsal langsung di berikan
jadwal shift untuk hari kedua dan ketiga.di hari
pertama saya dan teman-teman belum melakukan
pengkajian terhadap pasien dikarenakan waktu
yang sudah mau habis untuk shift pagi.\
Di hari yang kedua dan ketiga saya sudah mulai
melakukan tindakan bersama perawat yang ada di
rumah sakit mulai dari pemeriksaan
TTV,memberikan obat,injeksi melalui
infuse,penggantian linen,penggantian infuse dan
melepas infuse pada pasien yang sudah
diperbolehkan pulang,mengambil obat di
apoteker,menyuntik insulin,perawatan
kateter,WSD dan NGT sekaligus mengantarkan
pasien yang saya lakukan pengkajian untuk
melakukan tes laboratorium dan foto pada bagian
abdomen.
Selama hari kedua dan ketiga kami ditugaskan
untuk melakukan pengkajian dan saya bertemu
dengan dengan Nn.KAD.beliau adalah seorang
pasien yang saya ambil datanya untuk dilakukan
pengkajian.Setelah saya selesai melakukan
pengkajian ,saya mulai menganalisa tiap data yang
telah saya dapatkan dan akhirnya saya menemukan
masalah keperawatan yang nantinya saya olah data
dalam asuhan keperawatan. Bagi saya tidaklah
mudah untuk menganalisa suatu data untuk
menegakan masalah keperawatan ,karena
selainketelitian dalam mengelola data tersebut
menjadi asuhan keperawatan sampai dilakukanya
intervensi yang sesuai dubutuhkan oleh pasien.
Tidak hanya mengambil data untuk kami olah
menjadi asuhan keperawatan,tetapi kami juga
melakukan skill yang sudah kami capai mulai dari
blok5,6,7,8,910,11 dan 12.Kami melakukan
tindakan sesuai dengan apa yang diperintahkan di
Buku Panduan Pelaksanaan Komuda,dimana dari
53 skill yang tertera tidak semuanya kami lakukan
secara mandiri,melainkan terdapat skill yang kami
lakukan harus dengan bimbingan atau suprvisi dan
ada juga skill yang tidak kami lakukan melainkan
kami hanya melihat dari perawat rumah sakit yang
melakukan tindakan tersebut
Banyak pembelajaran yang dapat saya ambil dari
komuda semester 4 ini,mulai dari skill yang saya
lakukan secara mandiri ke pasien sampai skill
dilakukan harus bersama bimbingan.Saya
menyadari menjadi perawat bukanlah pekerjaan
yang mudah,aapa yang dibayangkan tidaklah
semua berjalan sesuai dengan rencana kita.Saya
sangat setuju pada sebuah kalimat yang
menyatakan bahwa “perawat adalah malaikat tanpa
sayap”dan saya berharap masyarakat diluar sana
tidak memamandang pekerjaan perawat hanya dari
sebelah mata saja melainkan lihatlah dari mata hati
dan mata batin,begitu mulianya seorang perawat
dalam merawat pasien
Dihari kedua dan ketiga saat kami melakukan
tindakan bersama perawat,saya melihat ada suatu
kejanggalan yang dilakukan salah satu perawat
saat melakukan tindakan ke pasien,yaitu
pemasangan infuse tidak menggunakan sarung
tangan bersih . Mungkin kesalahan tersebut
dikarenakan beliau yang lupa menggunakan
handscon,tetapi untuk lebih pastinya saya tidak
menanyakan mengapa perawat tersebut tidak
menggunakan handscon.Dalam tindakan
pemasangan infus tersebut saya hanya menemukan
kejanggalan pada persiapan alat saja.Selanjutnya
juga untuk cara mengganti linen tersebut ada yang
berbeda dengan diteori dengan yang dirumah sakit
saat saya lihat seperti mengganti sprai tersebut
tidak dengan rapi melainkan sisi ujung di tali.
sedangkan pada prosedur pelaksanaanya sama
dengan teori dan praktek yang diajarkan pada saat
perkuliahaan
Berdasarkan teori yang dipelajari saat kuliah jika
melakukan pemasangan infuse tidak menggunakan
handscoon dikhawatirkan seorang tenaga
kesehatan dapat tertular atau menularkan infeksi
yang akan merugikan pasien ,para medislainya dan
bahkan perawat itu sendiri
2 Eksplorasi Perasaan Perasaan yang saya alami selama komuda di
semester 4 ini yaitu :
1. Senang
Saya merasakan senang karena ini
merupakan pengalaman pertama bagi saya
menjalani praktik di rumah sakit dan
bertemu langsung dengan pasien dan
keluarga pasien.Saya senang berada di
bangsal marwah yang dulu hanya bisa
melihat dari kejauhan dan hanya berjalan di
depan ruangan tersebut,sekarang saya
sudah mengetahui bagaimana kondisi di
dalam ruangan tersebut dan apa saja yang
dilakukan oleh perawat di dalam ruangan
tersebut.
Tidak hanya itu saja,saya pun sangat
senang karena bisa menerapkan skill-skill
secara langsung kepasien yang sudah saya
dapatkan di kampus sampai di semester 4
ini,meskipun ada beberapa skill yang harus
dilakukan bersama bimbingan atau
supervise dan bisa menambah pengalaman
serta ilmu yang telah didapatkan di dalam
kampus,hal ini sangat berguna bagi kami
para mahasiswa keperawatan yang masih
belajar untuk menjadi seorang perawat
professional sebelum masuk ke dalam
praktik lapangan kerja yang sebenarnya.
2. Sedih
Saya merasakan sedih karena bagi saya
melihat seseorang yang sedang sakit untuk
berjuang melawan sakitnya yang sedang
dialami tidaklah mudah dan
gampang.Selain dari bantuan team medis
yang sedang berusaha semaksimal
mungkin dalam proses kesembuhan
seorang pasien,hal tersebut tidaklah lepas
dari sebuah Do’a yang mengiringi disetiap
langkah dan tindakan yang dilakukan.Do’a
itu sangat bermanfaat untuk kesembuhan
pasien dan do’a bisa dilakukan oleh
keluarga,tetangga,sahabat dan para team
medis yang ada di rumah sakit
3. Kecewa
Saya merasa kecewa karena setelah saya
melihat langsung tindakan oleh salah satu
perawat terhadap pasien tidaklah sesuai
dengan apa yang saya bayangkan disaat
praktek di kampus.Ternyata apa yang
sudah dipelajari oleh lulusan perawat
belum sepenuhnya diterapkan di
lapangan,sehingga peristiwa tersebut dapat
memberikan dampak negative terhadap
pasien,keluarga dan tenaga medis lainya
3 Hal positif dan negative dari Hal positif yang saya dapatkan dari komuda yaitu :
kejadian - Saya mendapatkan ilmu dan pengalaman
dari perawat yang sudah bekerja dan para
kaka kaka yang sedang melakukan profesi
ners yang bisa di terapkan untuk kemudian
hari jika saya akan menemukan orang yang
memerlukan bantuan maupun melakukan
tindakan ke pasien
- Saya mendapatkan pelajaran dari perawat
mulai dari hal kecil hingga hal besar seperti
melatih
kesabaran,kepedulian,kedisiplinan,ketelitia
n serta ketangkasan saat di lapangan
pekerjaan
4 Analisa Dari pengalaman yang saya dapatkan selama
menjalani komuda di semester 4 ini,saya sangat
tertarik pada kejadian pemasangan infuse tanpa
menggunakan handscoon,hal tersebut menurut
saya jika tidak ditindaklanjuti akan menjadi
kebiasaan buruk yang akan dilakukan
perawat,karena saya juga menemukan masalah
yang sama dijurnal penelitian yang diterbitkan oleh
Mutiara Medika Volume 14 Nomor 1,Januari 2014
yang berjudul “Kepatuhan perawat dalam
melaksanakan standar prosedur operasional
pemasangan infuse di Rumah Sakit PKU
Muhammadiyah Gombong” yang di tulis oleh
Mutiara Muspita Jeli dan Maria Ulfah selaku
mahasiswa Program Studi Manajemen Rumah
Sakit,Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
Dari data yang dikumpulkan dengan cara
observasi lembar chek list SOP pemasangan infuse
dan wawancara mendalam,hasil observasi
menunjukan bahwa seluruh perawat tidak patuh
dalam melaksanakan SOP pemasangan
infuse.Hasil wawancara mendalam menunjukan
bahwa komitmen,hubungan
social,kelangkaan,resipositas,validasi social dan
otoritas terkait kepatuhan perawat belum terwujud
dengan baik dalam hal pelaksanaan SOP
pemasangan infus.Hal ini disebabkan karena
kurangnya sosialisasi dan evaluasi SOP
pemasangan infuse.
Dari hasi penelitian yang dijelaskan pada jurnal
tersebut mencerminkan hal yang hamper sama
terhadap kejadian yang saya temukan pada saat
komuda,hal ini sebaiknya ditindak lanjuti untuk
mengurangi kejadian yang tidak diinginkan oleh
pasien dan tenaga kesehatan lainya.Maka dari itu
kita sebagai perawat harus memberikan yang
terbaik dan safety pasien,
5 Kesimpulan Berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan
selama menjalani komuda pada semester 4 ,saya
menyadari bahwa betapa pentingnya menjalani
suatu kewajiban dan komitmen yang telah
diberikan kepada kita sebagai calon tenaga
kesehatan,karena tindakan apapun yang kita
berikan kepada pasien merupakan suatu tanggung
jawab besar bagi kita terhadap perkembangan
kesehatan pasien.
Maka dari itu kita tidak bisa lalai dalam
memberikan tindakan apapun yang memiliki
dampak besar pada pasien,salah satunya tindakan
pemasangan infuse.Karena kita tahu ,pemasangan
infuse merupakan suatu tindakan memasukan
cairan atau obat langsung ke dalam pembuluh
darah vena dalam jumlah dan waktu tertentu
dengan menggunakan infus set,Tujuanya untuk
mengganti dan mempertahankan keseimbangan
cairan dan elektrolit tubuh sebagai akses
pemberian obat dan setelah diberikan ciran
infuse,pasien akan merasa lebih segar karena
cairan yang hilang telah digantikan.
6 Rencana Tidak Lnajut Menurut saya ,rencana tidak lanjut yang dapat
dilakukan berdasarkan kejadian yang saya
temukan saat komuda yaitu :
1. Bagi manajemen rumah sakit ,diharapkan
memberikan media pendidikan kesehatan
seperti poster untuk mempermudah perawat
mengingat SOP pemasangan infuse.
2. Meningkatkan komitmen yang tegas terkait
kepatuhan penerapan SOP pemasangan
infuse sebagai upaya pencegahan infeksi
3. Bagi pihak rumah sakit diharapkan
meningkatkan motivasi perawat agar
tumbuh kesadaran untuk meningkatkan
kepatuhan dalam melaksanakan SOP yang
berlaku salah satunya SOP pemasangan
infuse ,mungkin bisa melalui dukungan
seperti pemberian reward bagi perawat
yang dapat melaksankan kepatuhan.
Dengan adanya hal-hal diatas,insyallah bisa
mengurangi adanya kejadian yang tidak
diinginkan pada saat melakukan tindakan ke
pasien.

Referensi

Jurnal Penelitian : “Kepatuhan Perawat dalam Melaksanakan Standar Prosedur Operasional


Pemasangan Infus di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong

Penerbit : Mutiara Medika Vol.14 No.1

Tanggal Terbit : Januari 2014

Peneliti : Mutiara Muspita dan Maria Ulfa,Program Studi Manajemen Rumah


Sakit,Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
No Data Masalah
DO : Ketidakpatuhan
- Pada RM pasien pernah mengalami
gangguan jiwa dimasa lalu pada tanggal
08 Februari 2009
- Pada RM keluarga pasien mengatakan
tidak teratur minum obat
- Pada RM keluarga pasien mengatakan
klien pernah berhasil melakukan
pengobatanya namun kambuh lagi
karena klien tidak patuh minum obat.
DS :
- Klien mengatakan tidak bersedia minum
obat

No Masalah Diganosa NOC NIC


Ketidakpatuhan Ketidakpatuhan Setelah dilakukan asuhan Dukungan Pengasuh
d/d (rencana keperawatan selama 3x24 (Care Giver Support):
pelayanan jam diharapkan pasien dapat - Mengkaji tingkat
kesehatan) b/d memenuhi criteria hasil : pengetahuan
perilaku tidak Perilaku Patuh : Pengobatan caregiver
taat yang disarankan - Mengkaji tingkat
- Membuat daftar penerimaan
semua obat-obatan caregiver terkait
dengan dosis dan peranya (untuk
frekuensi pemberian menyediakan
- Memperoleh obat- perawatan)
obatan yang - Membuat
dibutuhkan pernyataan
- Minum obat sesuai positif pada
dengan dosis caregiver
- Memantau efek - Mengajarkan
teraupetik obat caregiver
- Memantau efek strategi untuk
samping obat dapat optimal
- Melakukan respon Akses pelayanan
terapi kepada kesehatan dari
professional pelayanan
kesehatan kesehatan
- Mempertahankan
persediaan yang Bantuan :
dibutuhkan Modifikasi diri
- Bantu pasien
untuk
mengidentifikasi
pewrilaku
sasaran yang
akan dirubah

Pengajaran
peresepan obat
–obatan
- Instruksikan
pasien untuk
mengenali
karakteristik
obat-obatan
sesuai
kebutuhan
- Instruksikan
pasien mengenai
tujuan dan kerja
obat
- Instruksikan
pasien mengenai
dosisi,rute.duras
i setiap obat
- Evaluasi
kemampuan
pasien untuk
memberikan
obat secara
mandiri
No Masalah Diagnosa NOC NIC