Você está na página 1de 2

Artikel :Terampil berorganisasi

Berorganisasi merupakan aktivitas yang penting dan perlu kita lakukan. Karena dengan
berorganisasi, kita mendapatkan wawasan yang lebih dan ilmu yang lain selain yang kita dapatkan dari
pelajaran di sekolah. Selain untuk mendapatkan wawasan dan ilmu yang lain, berorganisasi juga
merupakan bentuk aktualisasi diri kita, menunjukkan eksistensi kita dalam bidangnya. Karena setiap
orang juga butuh beraktualisasi diri. Masa depan kita tidak bisa dibiarkan dengan berpangku tangan saja,
tanpa berusaha. Untuk itu, berorganisasi merupakan suatu bentuk apresiasi kita yang lain selain dalam
bidang akademik. organisasi merupakan sarana yang baik untuk kita dapat melatih dan mengembangkan
kompetensi-kompetensi tersebut. Banyak pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan yang bisa
dipelajari di organisasi. Contoh:
1. Mau bekerja keras.
Di dalam kinerja organisasi kita biasa untuk melaksanakan suatu program/ kegiatan baik skala besar
maupun kecil. Semua itu memerlukan banyak pengorbanan, terutama waktu, pikiran, tenaga, bahkan
uang. Orang-orang yang aktif di organisasi, telah terbiasa untuk bekerja keras mencapai target organisasi
atau target kegiatan.
2. Kepercayaan diri tinggi.
Bergabung di organisasi akan membuat kita menemui beragam orang, karena organisasi memang terdiri
dari banyak orang. Mereka adalah orang-orang yang mempunyai latar belakang, karakter, dan
kemampuan yang berbeda, akan tetapi dalam organisasi mereka harus mewujudkan satu tujuan yang
sama. Ada yang cerdas, kaya, pandai berbicara, pintar mengorganisir, tapi ada juga yang biasa-biasa saja.
Mau tidak mau kita akan berinteraksi dengan mereka semua. Aneh, jika kita ikut suatu organisasi tapi
hanya mengenal atau dikenal satu dua orang. Untuk dapat bergaul dengan beragam orang ini, pastinya
diperlukan kepercayaan diri tinggi. Rasa minder hanya akan menghambat perkembangan kita di
organisasi. Bayangkan kalau kita selalu malu atau takut bergaul dengan teman-teman atau takut
melakukan suatu hal, maka kita akan sulit berkembang dan mengembangkan potensi.
3. Mempunyai visi ke depan.
Suatu organisasi pasti memiliki visi ke depan, tujuan yang ingin dicapai, dan para anggotanya sekaligus
membawa visi tersebut dalam kinerjanya. Sehingga orang yang terbiasa ikut organisasi terbiasa juga
untuk mempunyai visi ke depan, target-target atau tujuan apa saja yang ingin dicapainya.
4. Bisa bekerja dengan tim.
Bekerja di organisasi, berarti bekerja dengan banyak orang. Kita tidak bisa menghindari kerja sama atau
gotong royong dengan teman atau pihak lain, karena itu merupakan ciri khas dari organisasi. Orang yang
berorganisasi, akan terbiasa bekerja dalam sebuah tim. Mensinkronkan kinerja dengan teman lain,
mengatasi perbedaan untuk mencapai satu tujuan, mengatasi konflik dalam tim, bukan merupakan hal
yang mudah untuk orang yang tidak terbiasa. Dan ketika bekerja dalam karir kita nanti, tidak bisa lepas
dari kerja tim, pasti ada saatnya kita harus bekerja dengan orang lain.
5. Memiliki perencanaan matang.
Dalam kerja organisasi, seseorang terbiasa merencanakan sesuatu dengan matang dan detail sebelum
melakukannya. Misalnya: akan menyelenggarakan kegiatan, maka terlebih dulu menyusun. Kepanitiaan,
format acara, dan run down teknis pelaksanaan beberapa waktu sebelum pelaksanaan kegiatan. Dari situ
kita bisa berlatih merencanakan sesuatu dengan matang dan penuh pertimbangan, yang merupakan
kompetensi yang dibutuhkan juga dalam pekerjaan karir kita.
6. Mampu berpikir analitis. Seiring perkembangannya, organisasi juga mengalami perubahan dan
masalah. Seorang organisatoris akan terbiasa berpikir analitis untuk memikirkan perkembangan
organisasi, bagaimana prospeknya ke depan, dan bagaimana meningkatkan atau mempertahankan
eksistensi organisasi. Orang yang tidak berorganisasi, bisa jadi masalah yang dihadapinya terbatas pada
masalah yang terkait dengan dirinya sendiri, sehingga kurang terampil menganalisis masalah dalam skala
yang lebih luas.
7. Mudah beradaptasi.
Organisasi merupakan sarana bersosialisasi yang bagus. Kita bisa berlatih bersosialisasi dan
menyesuaikan diri dengan banyak orang dan dengan kinerja baru dlaam organisasi. Kemampuan
beradaptasi ini sangat dipertimbangkan dalam penerimaan kerja.
8. Mengembangkan bakat dan minat. Pembagian job/ tugas dalam organisasi bisa menjadi sarana
kita mengembangkan potensi atau bakat. Misal, ada bidang kesenian, kita bisa lebih mengasah bakat kita
di situ. Dengan semakin banyak latihan, bakat kita akan semakin terasah dan berkembang.
Itu tadi beberapa hal yang dapat dilatih dan dikembangkan dalam berorganisasi. Beragam
aktivitas yang kita jalani dalam organisasi di sekolah dapat memberikan pembelajaran tentang
bagaimana bekerja dalam tim, bertanggungjawab, dan membuat perencanaan yang baik. Banyak cerita
nyata bahwa orang yang punya pengalaman organisasi lebih banyak dan lebih baik, mendapatkan
pekerjaan/karir yang lebih tinggi dari orang yang hanya mengandalkan kemampuan akademisnya. Benar
memang logikanya, sayang sekali jika kita pandai tetapi tidak bisa/kurang bisa bekerja sama dengan
orang lain, kurang bisa beradaptasi, kurang piawai dalam bernegosiasi atau mempengaruhi orang, dan
kurang cakap menghadapi masalah atau konflik yang terjadi. Jadi untuk membentuk diri menjadi lulusan
yang berkualitas, harus mampu menjalankan aktivitas akademis dan non akademis secara seimbang,
juga banyak melibatkan diri dalam mengikuti perkembangan informasi, serta perlu mengasah
kemampuan teknis seperti berbahasa Inggris dan aplikasi computer. Untuk itu, perlu dipersiapkan mulai
sekarang untuk turut serta aktif dalam organisasi. Bisa karangtaruna, OSIS, Pramuka, UKS, Basket, dll.