Você está na página 1de 21

Makalah

SISTEM INFORMASI KEPERAWATAN


FLORENCE NIGHTINGALE

OLEH : KELOMPOK 1

1. MUH. FARID ABIDIN : 70300114054

2. NURUL FAJRIAH : 70300117044

3. NUR HIDAYANTI : 70300117043

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

2018

1
KATA PENGANTAR

Assalamu alaikum Wr.Wb

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah.SWT karena atas berkah,rahmat


dan limpahan hidayahNya sehingga makalah dengan judul “ Analisis Sistem
informasi Dalam Konsep Teori Keperawatan Menurut Florence nightingale” dapat
diselesaikani

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan makalah ini tidak mudah,


olehnya itu tidak menutup kemungkinan dalam penulisan makalah ini terdapat
banyak kekurangan dan jauh dari kesemprnaan sehingga penulis sangat
mengharapkan saran dan kritikan untuk menyempurnakan penulisan makalah ini

Dalam penulisan makalah ini ada banyak hal halangan mulai dari pencarian
literature sampai dalam penyusunan makalah namun dengan sikap ketekunan yang
dilandasi rasa tanggung jawab akhirnya makalah ini dapat diselesaikan

Akhirnya penulis berharap apa yang disajikan dalam makalah ini bisa
memberikan manfaat sebagai sumber pengetahuan sistem informasi dalam konsep
teori keperawatan menurut Florence Nightingale, semoga bernilai ibadah disisi Allah
SWT.

Sekian dan terima kasih

Makassar, September 2018

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................2

DAFTAR ISI...……………….....……………………………………………………3

BAB I : PENDAHULUAN ……........……………………………………………….4

1. Latar Belakang…......………………………………………………………...4

2. Rumusan Masalah...........................................................................................5

3. Tujuan...............................................................................................................5

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA ……………………………………………......…6

1. Sejarah Florence Nightingale.........................................................................6

2. Konsep Teori Florence Nightingale.............................................................12

3. Sistem Informasi keperawatan.....................................................................17

BAB III : PENUTUP……………………………………………………….............19

1. Kesimpulan.....................................................................................................19

2. Saran...............................................................................................................20

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………........21

3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Florence Nightingale lahir pada tanggal 12 Mei 1820 di Firenze Italia dan

meninggal dunia pada tanggal 13 Agustus 1910 di London Inggris pada usianya yang

ke-90 tahun. Florence Nightingale dibesarkan dalam keluarga yang berada, namanya

diambil dari kota tempat ia lahir. Semasa kecilnya ia tinggal di Lea Hurst sebuah

rumah besar dan mewah milik ayahnya yang bernama William Nightingale yang

merupakan seorang tuan tanah terkaya di Derbishire dan ibunya adalah keturunan

ningrat dan terpandang. Florence Nightingale memiliki seorang saudara perempuan

yang bernama Parthenope.

Pada masa remajanya Florence Nightingale lebih banyak keluar rumah dan

membantu warga sekitar yang membutuhkan. Ia jatuh cinta pada pekerjaan sosial

keperawatan, hingga akhirnya pada usianya yang cukup muda ia hanya menghabiskan

waktu untuk merawat orang-orang yang sakit, Florence Nightingale menghidupkan

konsep penjagaan kebersihan rumah sakit dan kiat-kiat juru rawat. Kemudian,

Florence Nightingale dikenal dengan nama „‟Bidadari Berlampu (The Lady With The

Lamp) atas jasanya yang tanpa kenal takut mengumpulkan korban perang pada

perang Krimea.

Florence Nightingale adalah perawat yang pertama kali ada di dunia dan

beliau di kenal sebagai wanita yang pantang menyerah dalam merawat pasien dan

4
memiliki jiwa penolong serta sangat berperan penting dalam perkembangan ilmu

keperawatan. Teori Florence Nightingale lebih mengemukakan tentang lingkungan.

Pandangan model konsep dan teori ini merupakan gambaran dari bentuk

pelayanan keperawatan yang akan diberikan dalam memenuhi kebutuhan dasar

manusia berdasarkan tindakan dan lingkup pekerjaan dengan arah yang jelas dalam

pelayanan keperawatan. Dalam keperawatan terdapat beberapa model konsep

keperawaratan berdasarkan pandangan ahli dalam bidang keperawatan, yang

memiliki keyakinan dan nilai yang mendasarinya, tujuan yang hendak dicapai serta

pengetahuan dan keterampilan yang ada. Salah satunya adalah “Model Konsep dan

Teori Keperawatan Florence Nigthingale”.

Sejalan dengan perkembangan kebudayaan, sosial, politik, ekonomi dan

teknologi umat manusia, teori – teori tersebut makin berkembang baik kualitas

maupun maupun kuantitasnya, seperti apa yang telah kita rasakan dewasa ini. Apa

yang tertulis dalam makalah ini sangat bermanfaat dan berguna terutama bagi seorang

perawat.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, rumusan masalah yang menjadi pokok

bahasan makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Bagaimana Sejarah Florence Nightingale dalam dunia keperawatan ?

2. Bagaimana teori keperawatan menurut Florence Nightingale ?

5
3. Bagaimana Sistem Informasi keperawatan menurut Florence Nightingale ?

1.3 Tujuan Penulisan

1.3.1 Tujuan Umum

Tujuan umum dalam penulisan dalam makalah ini adalah agar mahasiswa

dapat membaca dan mempelajari tentang konsep keperawatan dan informasi

keperawatan menurut Florence Nightingale.

1.3.2 Tujuan Khusus

1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Informasi Keperawatan ( SIK )

2. Sebagai bahan diskusi pada mata kuliah Konsep Dasar Keperawatan ( SIK )

3. Sebagai bahan bacaan bagi mahasiswa perawat dan masyarakat umum

4. Untuk mengetahui model konsep dan informasi keperawatan menurut Florence

Nightingale

5. Menambah pengetahuan kita sebagai mahasiswa perawat tentang teori Florence

Nightingale

6. Menjadi penyemangat dan menambah kinerja kita sebagai perawat agar seperti

Florence Nightingale yang tidak pantang menyerah dalam merawat pasien dan

memperjuangkan nasib perawat.

7. Dapat menjadi inspirasi kita dalam praktik keperawatan

8. Menjadi dasar bagi mahasiswa perawat

6
9. Untuk puskesmas, rumah sakit, posyandu dan lain- lain, makalah ini sangatlah

bermanfaat karena lingkungan merupakan hal yang harus di perhatikan dalam

perawatan pasien.

7
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sejarah Florence Nightingale

Florence Nightingale lahir tanggal 12 Mei 1820 di Florence, Italia, dalam

suatu perjalanan panjang keliling Eropa. Nama depannya, Florence merujuk kepada

kota kelahirannya, Firenze dalam bahasa Italia atau Florence dalam bahasa Inggris.

Florence Nightingale memiliki seorang kakak perempuan bernama Parthenope. anak

pertama, lahir di Napoli, Yunani. Beliau adalah seorang anak bangsawan Inggris yang

kaya, beradab dan bercita-cita tinggi yang bernama William Edward Nightingale.

Semasa kecilnya ia tinggal di Lea Hurst, sebuah rumah besar dan mewah

milik ayahnya, William Edward Nightingale yang merupakan seorang tuan tanah

kaya di Derbyshire, London, Inggris. Sementara ibunya adalah keturunan ningrat dan

keluarga Nightingale adalah keluarga terpandang. Pendidikan didapat dari ayahnya, ia

belajar bermacam-macam bahasa yaitu bahasa Latin, Yunani, Perancis, dan lain-lain.

Ia senang memelihara binatang yang sakit, selain itu ia senang bersama ibunya

mengunjungi orang miskin yang sakit serta rajin beribadah.

Pada masa remaja mulai terlihat perilaku Florence dan kakaknya yang

kontras, Parthenope hidup sesuai dengan martabatnya sebagai putri seorang tuan

tanah. Pada masa itu wanita ningrat, kaya, dan berpendidikan aktifitasnya cenderung

bersenang-senang saja dan malas, sementara Florence sendiri lebih banyak keluar

8
rumah dan membantu warga sekitar yang membutuhkan. Pada suatu ketika, pada saat

Florence berdoa dengan hikmat ia mendengar suara Tuhan bahwa dalam hidupnya

menanti sebuah tugas, saat itu usianya tujuh belas tahun. Akhirnya Pada tanggal 7

Februari 1837 dia menulis di buku hariannya tentang pengalamannya itu dengan

judul “Tuhan berbicara kepadaku dan memanggilku untuk melayani-Nya. Tetapi

pelayanan apa?”

Dia menyadari bahwa dirinya merasa bersemangat dan sangat bersukacita

bukan karena status sosial keluarganya yang kaya tetapi merasa bersemangat disaat ia

merawat keluarga-keluarga miskin yang hidup di gubuk gubuk sekitar rumah

keluarganya serta ia sangat gemar mengunjungi pasien-pasien di berbagai klinik dan

rumah sakit.

Sebagai keluarga yang berasal dari kalangan mapan, keinginan Florence untuk

berkarier sebagai perawat mendapat tantangan keras. Ibu dan kakaknya sangat

keberatan dengan jalur yang hendak ditempuh Florence. Sedangkan ayahnya, meski

mendukung kegiatan kemanusiaan yang dilakukan putrinya ini, juga tidak ingin

Florence menjadi perawat.

Pada masa itu, pekerjaan sebagai perawat memang dianggap pekerjaan yang

hina, alasannya:

 perawat disamakan dengan wanita tuna susila atau “buntut” (keluarga tentara

yang miskin) yang mengikuti ke mana tentara pergi;

9
 profesi perawat banyak berhadapan langsung dengan tubuh dalam keadaan

terbuka sehingga profesi ini dianggap sebagai profesi yang kurang sopan untuk

wanita baik-baik, selain itu banyak pasien memperlakukan wanita yang tidak

berpendidikan yang berada di rumah sakit dengan tidak senonoh;

 perawat di Inggris pada masa itu lebih banyak laki-laki daripada perempuan

karena alasan-alasan tersebut di atas;

 perawat masa itu lebih sering berfungsi sebagai tukang masak.

Namun hasrat Florence adalah tetap menjadi perawat. Ketika berumur 20

tahun ia meminta ijin kepada orang tuanya untuk memasuki rumah sakit dan

mempelajari keperawatan, tetapi orang tuanya tetap tidak mengijinkan karena rumah

sakit pada saat itu keadaannya sangat memprihatinkan. Walaupun dilarang, semangat

Florence untuk menjadi perawat tidak pupus.

Pada suatu saat neneknya sakit, disinilah ia mendapat kesempatan untuk

merawatnya sampai neneknya meninggal. Dengan pengalaman tersebut bertambahlah

pengalaman Florence dalam merawat orang sakit. Florence berpendapat bahwa ia

perlu menuntut ilmu agar dapat menjalankan pekerjaan perawat dengan baik.

Pendapatnya yang lain adalah dengan menolong sesama manusia pula mengabdikan

diri kepada Tuhan.

Dia bertanya kepada seorang dokter tamu dari Amerika, Dr. Samuel Howe,

“Apakah pantas bagi seorang gadis Inggris mencurahkan hidupnya untuk menjadi

10
seorang perawat?” Dr. Samuel Howe menjawab, “Di Inggris, semua yang tidak biasa

dianggap tidak layak. Tetapi bukanlah sesuatu yang tidak mungkin terjadi atau tidak

wajar bagi seorang wanita terhormat bila melakukan suatu pekerjaan yang membawa

kebaikan bagi orang lain.”

Florence sering bertanya-tanya, mengapa gereja Protestan tidak

sepertiCatholic Sisters of Charity suatu jalan bagi para wanita untuk mencurahkan

hidupnya dengan melayani orang lain. Dr. Howe menceritakan kepadanya tentang

Kaiserworth di Jerman, didirikan oleh Pendeta Theodor Fliedner. Tempat itu

mempunyai rumah sakit yang dilengkapi ratusan tempat tidur, sekolah perawatan

bayi, sebuah penjara berpenghuni dua belas orang, sebuah rumah sakit jiwa untuk

para yatim, sekolah untuk melatih para guru, dan sekolah pelatihan untuk para

perawat disertai ratusan diaken. Setiap kegiatan selalu diikuti dengan doa, dengan

semangat tinggi Florence menanggapi cerita Dr. Howe bahwa Kaiserworth adalah

tujuannya.

Pada bulan Juli 1850, di usianya yang ke-30, akhirnya Florence pergi ke

Kaiserworth di Jerman. Setahun kemudian, dia pulang ke rumah dan tinggal selama

tiga bulan. Dia pulang dengan sikap baru. Sekarang dia tahu bahwa dirinya harus

membebaskan diri dari kehidupannya yang terkekang.

Tiga tahun kernudian, dia melaksanakan pekerjaan keperawatannya yang

pertama sebagai pengawas di Institute for the Care for Sick Gentle Woman in

11
Distressed Circumstances. Dia memasukkan pemikiran-pemikiran baru ke dalam

institusi itu dan menerapkan beberapa ide yang revolusioner, seperti pipa air panas ke

setiap lantai, elevator untuk mengangkut makanan pasien, dan para pasien dapat

langsung memanggil para perawat dengan menekan bel.

Dia juga menetapkan bahwa institusi tersebut bukan institusi sekte, institusi

tersebut menerima semua pasien dari semua denominasi dan agama. Di sini ia

beragumentasi sengit dengan Komite Rumah Sakit karena mereka menolak pasien

yang beragama Katolik. Florence mengancam akan mengundurkan diri, kecuali bila

komite ini merubah peraturan tersebut dan memberinya izin tertulis berbunyi;“rumah

sakit akan menerima tidak saja pasien yang beragama Katolik, tetapi juga Yahudi

dan agama lainnya, serta memperbolehkan mereka menerima kunjungan dari

pendeta-pendeta mereka, termasuk rabi, dan ulama untuk orang Islam” Komite

Rumah Sakit pun merubah peraturan tersebut sesuai permintaan Florence.

Ternyata, Florence harus menanti cukup lama hingga ia bisa menjadi seorang

perawat, yaitu sekitar lima belas tahun. Waktu yang sedemikian ini belakangan

diyakini Florence sebagai kehendak Tuhan yang menyatakan bahwa dirinya harus

dipersiapkan terlebih dahulu sebelum terjun sebagai seorang perawat.

2.2 Konsep Teori Florence Nightingale

Pasien/Klien Seseorang dengan preses vital penyembuhan yang berhadapan

dengan penyakit dan memulihkan kesehatan tetapi pasif terhadap pengaruh dari usaha

12
keperawatan. Lingkungan Konsep utama bagi kesehatan adalah ventilasi, kehangatan,

cahaya, diet, kebersihan dan ketenangan. Walaupun lingkungan mempunyai

kehidupan sosial, emosional, dan aspek fisikal, Nightingale menekankan pada aspek

fisiknya. Kesehatan Tetap sehat dan menggunakan stamina tubuh untuk kebutuhan

yang luas. Kesehatan merupakan usaha menjaga agar tetap sehat sebagai upaya

menghindari penyakit yang berasal dari faktor kesehatan lingkungan. Wabah penyakit

adalah proses menyebaran secara alami karena adanya sesuatu yang kurang

diperhatikan. Keperawatan Merupakan gambaran jelas dari kondisi optimal guna

membantu proses penyembuhan pasien dan proses pencegah dari proses penyebaran

melalui suatu tindakan. Subsistem kedua adalah merupakan sistem yang memiliki

pengaruh besar yang merupakan manifestasi dari kemampuan dan kegiatan reguler.

Hal ini berisikan empat gaya adaptip :

1. Gaya Psikologik

Mengembangkan kebutuhan psikologi dasar tubuh dan bagaimana cara tubuh

memperoleh cairan dan elektrolit, akitivitas dan istirahat, sirkulasi dan oksigen,

nutrisi dan penyerapan makanan, perlingdungan, perasaan dan neurologi serta fungsi

endokrin.

2. Gaya konsep diri.

13
Termasuk di dalamnya dua komponen yritu : fisik diri, yang mengembangkan

indra peraba dan gambaran tubuh serta personal diri yang melibatkan ideal diri,

konsistensi diri dan etika moral diri

3. Gaya aturan fungsi

Adalah yang ditentukan oleh kebutuhan akan interaksi sosial dan mengacu

pada performa dalam melakukan aktivitas berdasarkan posisinya dalam kehidupan

sosial.

4. Gaya interdependen

Mencakup suatu hubungan dengan orang lain yang bertentang dan

mendukung sistem yang membutuhkan pertolongan, kasih sayang dan perhatian.

Teori Environmental Nightngale yang dicetuskan oleh Florence Nightingale

“Ibu dari keperawatan modern” meletakkan keperawatan menjadi sesuatu yang sakral

untuk dipenuhi oleh seorang wanita. Teorinya difokuskan pada lingkungan

keperawatan, walaupun tema ini tidak pernah dimunculkan di tiap tulisannya, ia

menghubungkan kesehatan dengan lima faktor lingkungannya.

1. Lima (5) komponen pokok lingkungan sehat menurut Florence Nightingale

1) Peredaran hawa baik.

Maksudnya adalah suatu keadaan dimana suhu berada dalam keadaan normal.

2) Cahaya yang memadai

14
Cahaya yang cukup dalam pemenuhan kesehatan pasien.

3) Kehangatan yang cukup

Kehangatan yang diperlukan untuk proses pemulihan.

4) Pengendalian kebisingan

Suatu cara agar pasien merasa nyaman dan tidak terganggu oleh kebisingan

(keributan).

5) Pengendalian effluvia (bau yang berbahaya)

Menjauhkan pasien dari bau yang menyebabkan gangguan dalam kesehatan.

2. Ada 12 macam Komponen Lingkungan dalam Teori Florence Nightingale

1) Kesehatan rumah

Rumah yang sehat adalah rumah yang bersih, sehingga seseorang merasa

nyaman.

2) Ventilasi dan pemanasan

Ventilasi merupakan perhatian utama dari teori Nightingale. Ventilasi

merupakan indikasi yang berhubungan dengan komponen lingkungan yang

menjadi sumber penyakit dan dapat juga sebagai pemulihan penyakit.

3) Cahaya

Pengaruh nyata terhadap tubuh manusia. Untuk mendapatkan manfaat dari

pencahayaan konsep ini sangat penting dalam teori Florence, dia

mengidentifikasi secara langsung bahwa sinar matahari merupakan kebutuhan

15
pasien. Menurutnya pencahayaan mempunyai sinar matahari, perawat

diinstruksikan untuk mengkondisikan agar pasien terpapar dengan sinar

matahari.

4) Kebisingan

Kebisingan ditimbulkan oleh aktivitas fisik di lingkungan atau ruangan. Hal

tersebut perlu dihindarkan karena dapat mengganggu pasien.

5) Variasi/keanekaragaman

Berbagai macam faktor yang menyebabkan penyakit bagi sesorang, misalnya

makanan.

6) Tempat tidur

Tempat tidur yang kotor akan mempengaruhi kondisi kesehatan seseorang dan

juga pola tidur yang kurang baik akan menyebabkan gangguan pada kesehatan.

7) Kebersihan kamar dan halaman

Kebersihan kamar dan halaman sangat berpengaruh bagi kesehatan. Oleh

karena itu, pembersihan sangat perlu dilakukan pada kamar dan halaman.

8) Kebersihan pribadi

Kebersihan pribadi sangat mendukung kesehatan seseorang karena merupakan

bagian dari kebersihan secara fisik.

9) Pengambilan nutrisi dan makanan

Pengambilan nutrisi sangat perlu dalam hal menjaga keseimbangan tubuh.

Adanya nutrisi dan pola makan yang baik sangat berpengaruh bagi kesehatan.

10) Obrolan, harapan dan nasehat

16
Dalam hal ini, komponen tersebut menyangkut kesehatan mental seseorang

dalam menyikapi lingkungannya. Komunikasi sangat perlu dilakukan antara

perawat, pasien dan keluarga. Mental yang yang terganggu akan mempengaruhi

kesehatan pasien.

11) Pengamatan orang sakit

Pengamatan sangat perlu dilakukan oleh seorang perawat, dimana seorang

perawat harus tahu sebab dan akibat dari suatu penyakit.

12) Pertimbangan sosial

Tidak melihat dari suatu aspek, untuk mengambil suatu keputusan tetapi dari

berbagai sisi.

2.3. Sistem Informasi Keperawatan dalam Konsep Teori Florence Nightingale

Sistem Informasi Keperawatan yang di gunakan dalam konsep teori Florence

Nightingale berdasarkan Diskusi Kelompok, dapat di simpulkan bahwa Florence

Nightingale dalam memberikan asuhan keperawatan lebih memfokuskan faktor

lingkungan sebagai fokus asuhan keperawatan. Florence memandang pasien dalam

konteks lingkungan secara keseluruhan, terdiri dari lingkungan fisik, lingkungan

pisikologis, dan lingkungan sosial.

Florence beranggapan bahwa pasien di ibaratkam sebuah lingkungan yang

harus berada dalam kondisi yang baik, florence melihat pasien harus terpenuhi semua

kebutuhannya dasarnya untuk menunjang proses kesembuhan pasien itu sendiri.

Florence lebih mengarahkan kita kepada semua aspek khususnya aspek lingkungan

17
dari pasien itu sendiri, bukan hanya berfokus pada tubuh individu yang sakit untuk

kesembuhan pasien itu sendiri melainkan dari semua aspek.

18
BAB III

PENUTUP

3.1.Kesimpulan

Florence Nightingale “Ibu dari keperawatan modern” merupakan salah satu

pendiriyang meletakan dasar-dasar teori keperawatan yang melalui model konsep dan

teorikeperawatan yaitu dengan mengidentifikasi peran perawat menemukan kebutuhan

dasarmanusia pada klien serta pentingnya pengaruh lingkungan di dalam perawatan orang yangsakit

yang dikenal dengan teori lingkunganya.

Selain itu Florence Nightingale juga membuat standar pada pendidikan keperawatanserta

standar pelaksanaan asuhan keperawatan yangefesien. Florence nightingalememandang pasien

dalam konteks keseluruhan lingkungan yaitu lingkungan fisik,psikologis, sosial.

Florence Nightingale memandang perawat tidak hanya sibuk dengan masalah pemberian obat

dan pengobatan saja, tetapi lebih berorientasi pada pemberian udara,

lampu, kenyamanan lingkungan, kebersihan, ketenangan, dan nutrisi yang kuat. Pengkajian atau

observasi (pengamatan) bukan demi berbagai informasi atau fakta yang mencurigakan, tetapi demi

penyelamatan hidup dan meningkatkan kesehatan dankeamanan.

3.2.Saran

Florence Nigtingale merupakan seorang perawat yang perlu ditiru dalam

proseskeperawatan dan proses penyembuhan penyakit. Dia merupakanLady With The

19
Lampbagipasien yang sakit.Maka kita sebagai perawat haruslah sebagai penerang bagi pasien

yangkita rawat.Marilah kita sebagai perawat berusaha untuk meringankan penderitaan pasienyang

kita rawat.Rawatlah pasien seperti kita merawat orang yang paling kita sayang.

Agar pasien merasa nyaman pada saat di sakit bukan menderita lagi.jangan

pantangmenyerah dan berputus asa dalam merawat pasien. Menjadi perawat bukanlah

pekerjaanyang mudah, tetapi kalau kita tidak menacoba kita tidak akan pernah bisa. Di dunia initidak

ada yang tidak mungkin kalau kita mempunyai tekad untuk melakukannya dengangigih dan rajin.

20
DAFTAR PUSTAKA

Azis Alimul Hidayat.2009,Pengantar Dasar Konsep Keperawatan,Edisi 2,Salemba


Medika,Jakarta

Keperawatan Universitas Borneo Tarakan. [Akses : 12 September 2018 pukul: 22:12].

Kusnanto(2004)Pengantar Profesi dan Praktik Keperawatan Profesional,EGC.Jakarta

Merriner, Ann. 1986. Nursing Theory and Their Work. Masby Company.

Mubarak, Iqbal Wahit. 2005. Pengantar Keperawatan Komonitas 1. Cv Sagung Seto.


Jakarta.

Potter & perry (1999)Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep,Proses dan Praktik

EGC. Jakarta

Sartono. 2011.Aplikasi Florence Nightingale dalam Pelayanan Keperawatan

dan AplikasiKasus yang Relevan.Available From: http://enoe2007-

berbagi.blogspot.com

Wahid Iqbal Mubarak & Nurul chayatin (2009) Ilmu kesehatan Masyarakat: Teori dan

Aplikasi, Salemba Medika.Jakarta

21