Você está na página 1de 2

Analisa agama:

a. Pandangan agama islam mengenai aborsi:


Dalam hukum islam, pada ulama mazhab tidak mendapatkan kesatuan pendapat
mengenai boleh tidaknya aborsi. Adanya perbedaan tersebut menunjukkan tidak ada dalil
yang benar-benar kuat tentang aborsi. Namun suatu pandangan yang mengarah pada
pengharaman aborsi dapat kita lihat dari hasil Munas Majelis Ulama Indonesia yang
mengatakan bahwa kehidupan dalam konsep Islam adalah suatu proses yang sudah
dimulai sejak terjadinya pembuahan oleh sebab itu pengguguran sejak adanya pembuahan
adalah haram.
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan.
Kamilah yang akan memberi rezki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya
membunuh mereka adalah suatudosa yang besar”. (QS al-Isro’:31).
Larangan aborsi sesungguhnya merupkan larangan untuk membunuh manusia,
dimana hal ini merupakan dosa besar. Dalam Quran sendiri disebutkan hal mengenai al-
ruh yaitu peniupan ruh. Maka dari itu apabila pengguguran dilakukan setelah adanya
peniupan ruh merupakan suatu pembunuhan. Beberapa ulama pun menyebutkan dalam
tulisan mereka bahwa aborsi diperbolehkan sebelum 4 bulan, ada juga yang menyebutkan
sebelum 40 hari. Namun demikian Imam Ghazali, yang juga merupakan seorang ulama
dari tradisi Syafii, menyebutkan bahwa pembuahan terjadi setelah bertemunya ovum dan
sperma, karenanya pengguguran yang dilakukan setelah masa pembuahan sama dengan
pembunuhan.
Islam menegaskan keharaman praktek aborsi, termasuk di dalamnyapihak-pihak
yang ikutsertamelakukannya, membantu,
ataumengizinkanaborsi.Namundemikianterdapatkebolehanaborsiapabilamemenuhibebera
paunsur: pertama, melakukanaborsisebelumditiupkanruh (nafkh al-ruh); kedua,
melakukanaborsisetelahditiupkanruh (nafh al-ruh) hanyabolehdilakukanapabila: (1)
jikaadaalasanmedis, sepertiuntukmenyelamatkanjiwasiibu; dan (2) alasan yang lain yang
dibolehkansyariat Islam. Perludingatbahwa Islam
memilikiprinsipbahwapencegahanlebihdiutamakan.Olehkarenaitu,
melarangaborsilebihdiutamakan, karenajikaaborsidibolehkan,
samaartinyadenganmemberikankesempatanuntukmelakukanperzinahandanseksbebas.

b. Pandangan agama katolik:


Agama katolikdenganjelasmelarangadanyaaborsi.Hal
inikarenakatolikpercayabahwajaninsudahberpotensimenjadimanusiasejakterjadinyapemb
uahan.Allah mencipatakanmanusia, dantidakpernahmemerintahkanuntukkematian. Hal
iniditulisdalamKitabKejadian 2:7 "Utusan Allah
membentukmanusiaitudaridebudanmenghembuskannafashidupkedalamhidung-Nya,
demikianlahmanusiaitumenjadimahluk yang hidup.
Perkembangbiakanuntukmelanjutkanhidup, tidakpernah Allah
membuatperintahmati”

c. Pandangan agama protestan:


Laranganmengenaiaborsijugakitatemukanmenurutcarapandang agama protestan.
Dasarpandangan agama protestanmenolakaborsikarena : a). Kehidupan (sejak ovum
dibuahi) bernilaidihadapanTuhan, yang ternyataadalah kudus
danharusdiselamatkandenganhargaapapun, b).
Kematiandankehidupanharusditinjaudarisudutrohani,
c).Aborsimempunyaidampakemosional, spiritual danjasmani,
d).AborsibertentangandenganpandanganAIkitab. Yer
1:5 “SebelumAkumembentukengkaudalamrahimibumu, Akutelahmengenalengkau,
dansebelumengkaukeluardarikandungan, Akutelahmenguduskanengkau,
Akutelahmenetapkanengkaumenjadinabibagibangsa-
bangsa.”Dalamayatinijelasdikatakanbahwa Allah
telahmengenalmerekabahkansebelummerekaberadadalamkandunganibunya,
haliniberartimenurut agama protestanpengguguranjanin yang
adadalamkandunganibujelasmerupakansuatupembunuhan.

Sumber:

Ganecswara Vol. 4 No. 2, September 2010 diaksesvia http://unmasmataram.ac.id/wp/wp-


content/uploads/18.-Wayan-Rasmini.pdf

Aborsidalamperspektif hokum Islam, Nelly Yusra, FakultasTabiyahdanIlmuKeguruan UIN


Suska Riau, diakses via http://ejournal.uin-
suska.ac.id/index.php/marwah/article/viewFile/496/476

Pendidikan agama katolikuntukperguruantinggi, cetakanpertama, 2016, diakses via


https://luk.staff.ugm.ac.id/atur/mkwu/5-PendidikanAgamaKatolik.pdf

Pandangan agama Kristen tentangaborsi, 2012