Você está na página 1de 18

TUGAS KEPERAWATAN KELUARGA

LAPORAN ANALISIS FILM KELUARGA “The Diving Bell and The Butterfly”

oleh
Karolina Korindo NIM 162310101105
Puspa Cintia Dewi NIM 162310101107
Yeti Novitasari NIM 162310101193
Jaya Anggara NIM 162310101209
Durrotul Qomariyah NIM 162310101290

PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2018
Format pengkajian keperawatan keluarga menurut Friedman :

1. Gambaran singkat tentang film The Diving Bell and The Butterfly
Jean Dominique Bauby, dengan nama panggilan Tn.Bauby adalah seorang
Kepala editor sukses dan terkenal disebuah majalah fashion terkemuka (Elle
Magazine) di Paris. Dalam film diceritakan bahwa Tn. Bauby terkena stroke dengan
syndrome lock. Saat Tn.Bauby bersama anak pertamanya yang bernama Thiophile
akan menuju ke rumah saudaranya, tiba-tiba ditengah jalan Tn.Bauby mengalami
stroke, seluruh tubuhnya tidak bisa digerakkan, kecuali mata kirinya. Namun hanya
bisa untuk berkedip. Setelah itu, Tn.Bauby di rawat di Paris dan mengalami koma
selama 3 minggu. Dan sampai pada akhirnya Tn.Bauby di pindahkan perawatannya ke
RS Angkatan Udara (Berk-Sur-Mer), pantai Calais. Di Rumah sakit ini banyak tenaga
medis yang berkolaborasi untuk perawatan Tn.Bauby diataranya ada Perawat,
Dr.Alain Lepage (Dokter ahli saraf), Dr.Henrite Dr. Marie (Terapis Bicara, dan
menelan). Setelah tersadar dari komanya, awalnya kaget dengan kondisinya tetapi
lama kelamaan dapat mengerti akan keadaanya sekarang.
Suatu hari Tn.Bauby diberi kejutan dengan kedatangan istrinya. Ny. Celine
memberikan motivasi dan dukungan kepada suaminya, Ny. Celine juga bercerita
tentang Cileste (Anak ke 2) yang selalu berdoa tiap malam untuk kesembuhan
papanya. Seorang temannya yang bernama Piere Rausin, juga datang memberikan
motivasi kepada Tn.Bauby, tidak hanya itu, Dr. Henriate setiap hari dengan sabar
mengajarkan dan mendukung Tn.Bauby untuk melakukan terapi bicara. Tn.Bauby
sempat mengungkapkan keinginannya kepada Dr. Henriate keinginannya yaitu ingin
mati, tetapi dokter menguatkan dan memberi motivasi bahwa ada keluarga yang
peduli dan menyayangi sehingga berharap untuk kesembuhan Tn.Bauby. Seiring
berjalannya waktu Tn.Bauby mulai menerima keadaanya sekarang dan mencoba
belajar berkomunikasi dengan orang lain menggunakan kedipan mata.
Pada suatu hari, Tn.Bauby diberikan kejutan oleh istri dan ke 3 anaknya, yaitu
diajak bermain di pantai dan memberikan ucapan selamat hari ayah untuk Tn.Bauby,
disini terlihat bahwa betapa besarnya kasih sayang istri dan ketiga anaknya terhadap
Tn. Bauby, sampai Thiophile menangis melihat kondisi papanya yang sekarang. Dari
sinilah Tn.Bauby mulai bangkit dan memutuskan untuk meneruskan keinginannya
untuk membuat sebuah buku meskipun kemampuannya tidak seperti dahulu lagi.
Kemudian Dr.Henrite menghubungi seorang wanita yang sudah memiliki kontrak
buku untuk Bauby dan wanita tersebut menyetujui dan menyarankan untuk terus
melanjutkan tulisnya meskipun dengan bantuan orang lain.
Dalam bukunya Tn. Bauby mengatakan bahwa ia terjebak dalam tubuhnya
yang tidak bisa bergerak. Tapi disisi lain, Ia melihat banyak hal yang berbeda (melalui
imajinasinya), dan melihat bahwa jiwanya masih hidup layaknya seperti kupu-kupu.
Isi dari buku itu adalah cerita tentang keadaanya mulai saat ia sehat sampai terkena
stroke. Tidak hanya itu, Tn. Bauby juga menceritakan tentang seorang wanita yang
pernah dinikahinya dan mereka memiliki 3 orang anak, dengan kondisi keluarga yang
bahagia. Dia juga berpesan kepada Thiophile, Cileste, dan Hortense (ke 3 anaknya),
berharap mereka mempunyai kupu-kupu. Dan ucapan terimakasih kepada Claude
Mendibil tanpa pengertiannya buku ini mungkin tidak ditulis.

2. Identitas Umum Keluarga


a) Nama Kepala Keluarga :Tn. Jean - Domineque Bauby
b) Usia :43 Tahun
c) Pendidikan :-
d) Pekerjaan :Kepala Editor di Majalah Elle
e) Agama :Kristen
f) Alamat :-
g) No. Telp. :-
h) Komposisi Anggota Keluarga :
Hub
Jenis Umur
No Nama dengan Pendidikan Pekerjaan
Kelamin (tahun)
KK
Jean-Do Kep.Editor
1. L KK 43 th -
Bauby Majalah
2. Celine P Istri - - -
3. Thiophile L Anak 1 - - -
4. Cileste P Anak 2 - - -
5. Hortense L Anak 3 - - -

3. Genogram
Keterangan :
: Laki- laki

: Perempuan

: Garis Pernikahan

: Garis Keterunan

Berdasarkan gambar genogram keluarga Tn. Jean Dominique Bauby dengan Ny.
Celine menikah dan mempunyai ke 3 anak, anak pertama berjenis kelamin laki-laki,
kedua perempuan, ketiga laki-laki.
4. Tipe Keluarga
Keluarga Tn. Bauby dan Ny. Celine termasuk dalam tipe keluarga Nuclear Family
yang terdiri dari keluarga inti yaitu suami, istri dan ketiga anaknya.
5. Latar Belakang Kebudayaan
5.1 Asal suku bangsa
Keluarga Tn. Bauby berlatar belakang bersuku bangsa Perancis.
5.2 Bahasa yang digunakan
Bahasa yang digunakan adalah bahasa perancis. Namun saat Tn. Bauby
mengalami stroke dan kelumpuhan seluruh tubuhnya, gaya komunikasi yang
digunakan adalah dengan mengeja huruf satu persatu untuk dirangkai menjadi
suatu kalimat. Tidak hanya itu, untuk berkomunikasi dengan Tn. Bauby harus
dengan pertanyaan yang jawabannya “Iya” dan “Tidak”, untuk jawaban iya
Tn.Bauby akan mengedipkan mata 2 kali, dan untuk jawaban tidak akan
mengedipkan mata 1 kali.
5.3 Negara asal dan lama tinggal
Tidak digambarkan pada film.
5.4 Jaringan sosial keluarga (dari kelompok etnik yang sama)?
Semua anggota keluarga merupakan satu etnik, meskipun tidak dijelaskan
dalam film tapi jika diamati dengan teliti, mereka memiliki etnik yang sama.
5.5 Tempat tinggal keluarga
Tidak digambarkan pada film.
5.6 Aktivitas keagamaan, sosial, kebudayaan, rekreasi, pendidikan
Aktivitas keagamaan dan yang lainnya tidak digambarkan dengan detail. Pada
film di gambarkan saat hari minggu Dr. Marie mengajak Tn.Bauby ke Misa
pagi, meskipun Tn. Bauby sudah menjelaskan bahwa dia tidak religious
Dr.Marie tetap mengajaknya kesana. Menurut Tn. Bauby itu tidak sia-sia.
Disana bertemu dengan pendeta, sang pendeta mendoakan Tn. Bauby
diampuni dosanya, lekas sembuh dari penyakitnya, meminta untuk dijaga
jiwanya agar tetap bercahaya dan bantu untuk menemukan takdirnya. Tn.
Bauby juga sempat menceritakan tentang ayahnya yang juga seorang pendeta.
Ayahnya seorang pendeta di Bordeaux yang selalu mendoakannya. Untuk
kegiatan rekreasi Tn. Bauby diajak oleh istri dan ketiga anaknya ke pantai
bertepattan saat hari ayah. Disana mereka terlihat bahagia, mereka saling
menyayangi satu sama lain, tidak ada perubahan meskipun Tn. Bauby sedang
sakit. Sebelum sakit juga digambarkan dalam film Tn. Bauby mengajak anak
pertamanya (Thiophile) pergi kerumah bibinya.
5.7 Kebiasaan diet dan berpakaian (tradisional atau barat)?
Cara berpakaian mereka biasa saja, tidak menggunakan baju tradisional tetapi
ada juga yang menggunakan baju tradisional prancis. Untuk kebiasaan diet
tidak ditunjukkan di film.
5.8 Dekorasi rumah (tanda pengaruh kebudayaan)?
Dekorasi rumah tidak ditunjukkan diflim, karena Tn. Bauby hidup di rumah
sakit. Sekala kegiatannya dibantu oleh orang lain.
5.9 Keberadaan peran dan struktur kekuaasaan keluarga tradisional atau modern?
Tidak ditunjukkan di film, karena difilm hanya menceritakan mulai dari
kondisi saat Tn. Bauby mengalami stroke
5.10Porsi komunitas yang umum bagi keluarga-kompleks teritorial keluarga
Tn. Bauby dibantu oleh Dr. Henrite untuk menghubungi seorang wanita yang
dulu sudah memiliki kontrak menerbitkan buku. Dan wanita itu menyetujui
dan menyarankan untuk terus melanjutkan tulisannya meskipun dengan
bantuan orang lain. Dalam buku menceritakan tentang kehidupannya, mulai
sehat sampai terkena stroke. Tidak hanya itu, Tn. Bauby juga menceritakan
tentang seorang wanita yang dinikahinya dan mereka memiliki 3 orang anak,
dengan kondisi keluarga yang bahagia. Dia juga berpesan kepada Thiophile,
Cileste, dan Hortense (ke 3 anaknya), berharap mereka mempunyai kupu-
kupu. Dan ucapan terimakasih kepada Claude Mendibil tanpa pengertiannya
buku ini mungkin tidak ditulis.
5.11 Penggunaan praktisi dan jasa perawatan kesehatan keluarga
Tn. Bauby dibantu oleh tenaga medis yang berkolaborasi untuk perawatan
pengoptimalan kesehatan diataranya ada Perawat, Dr.Alain Lepage (Dokter
ahli saraf), Dr.Henrite ,Dr. Marie (Terapis Bicara, dan menelan). Selama
menjalani perawatan Tn. Bauby selalu kooperatif dan ada kemajuan yang
ditunjukkan.
6. Identifikasi Religius
6.1 Apa agama keluarga
Kristen
6.2 Apakah anggota keluarga berbeda keyakinan dan praktik religius
Tidak. Semua anggota keluarga berkeyakinan sama. Terlihat dari kalung
Ny. Celine yang berbentuk salip.
6.3 Sejauh mana keluarga aktif terlibat dalam mesjid, gereja, kuil, atau
organisasi keagamaan?
Hal ini terlihat bahwa Tn .Bauby pernah mengatakan bahwa ayahnya
adalah seorang pendeta di Bordeaux yang selalu mendoakannya. Dan
istrinya juga terlihat mengenakan kalung salip. Saat sakit tepat di hari
minggu Tn. Bauby dibawa oleh Dr. Marie untuk ke gereja disana bertemu
dengan pendeta dan Tn. Bauby didoakan.
6.4 Apa praktik keagamaan yang diikuti keluarga
Didalam film tidak digambarkan apa saja praktik keagamaan yang diikuti
anggota keluarganya.
6.5 Apa keyakinan dalam nilai keagamaan yang berpusat dalam kehidupan
keluarga?
Tidak ditunjukkan dalam film.
7. Status Kelas Sosial (berdasarkan pekerjaan, pendidikan, pendapatan)
7.1 Identifikasi kelas sosisal keluarga berdasarkan pada 3 indikator diatas
Keluarga Tn. Bauby memiliki status sosial yang tinggi.
7.2 Status ekonomi
Keluarga Tn. Bauby merupakan keluarga yang mampu, terlihat dari
pekerjaan Tn.Bauby sebagai seorang Kepala editor sukses dan terkenal
disebuah majalah fashion terkemuka (Elle Magazine) di Paris dan
memiliki mobil pribadi untuk transportasinya. Selain itu, untuk perawatan
medis yang diperoleh Tn. Bauby juga terlihat sangat bagus. Nampak dari
pemilihan rumah sakitnya, fasilitas pelayanan perawatannya, alat-alat
terapi yang digunakan dan dokter spesialis yang membantu dalam
pengoptimalan kesembuhan Tn. Bauby.
7.3 Siapa pencari nafkah dalam keluarga
Tidak dijelaskan dalam film
7.4 Apakah keluarga menerima bantuan atau dana pengganti?
Tidak
7.5 Apakah keluarga mengangap pendapatan mereka memadai
Dalam film tidak digambarkan dengan jelas.

8. Mobilitas Kelas Sosial


Sedikit ditampilkan di film bahwa Tn. Bauby saat berpergian ke Laurdex untuk
rekreasi menggunakan mobil untuk transportasinya.

Fungsi Keluarga
9. Fungsi Afektif
Keluarga Tn. Bauby saling menyayangi satu sama lain. Meskipun Tn. Bauby dalam
kondisi sakit istri dan anak selalu menunjukkan dukungan dan menghargai kehadiran
dijelaskan dalam film saat Ny. Celine bercerita tentang Cileste (Anak ke 2) yang
selalu berdoa tiap malam untuk kesembuhan papanya. Ada juga saat Tn. Bauby di
ajak ke pantai bersama istri dan ketiga anaknya yang bertepattan saat hari ayah.
Ketiga anaknya mengucapkan selamat hari ayah dan mencium, disini Tn. Bauby
terharu, selain itu juga mereka membantu mengusap air liur dibibir Tn. Bauby dan
mereka semua bermain kata bersama.
10. Fungsi Sosialisasi
Dalam keluarga Tn. Bauby dukungan dan motivasi tidak hanya muncul di keluarga
saja tetapi, juga muncul dari ayah dan teman – temannya hal ini terlihat dari
kunjungan yang telah dilakukan, biasanya juga berkomunikasi dengan menelfon.
Selain itu, tenaga kesehatan juga peduli pada Tn. Bauby terlihat saat Tn. Bauby
merasa putus asa dan ingin mati.
11. Fungsi Perawatan Kesehatan
Tn. Bauby yang dibantu oleh tenaga dengan berkolaborasi untuk perawatan
pengoptimalan kesehatan diataranya ada Perawat, Dr.Alain Lepage (Dokter ahli
saraf), Dr.Henrite ,Dr. Marie (Terapis Bicara, dan menelan). Selama menjalani
perawatan Tn. Bauby selalu kooperatif dan ada kemajuan yang ditunjukkan.
12. Stress, Koping dan Adaptasi Keluarga
Karena Tn. Bauby terkena Stroke dengan syndrome lock secara tiba-tiba sempat
membuat Tn. Bauby merasa putus asa dan berkeinginan untuk mati saja dan hal itu
diungkapkannya secara lansung kepada dokter. Tn. Bauby merasa dirinya terjebak
dalam tubuhnya yang tidak bisa bergerak. Tapi disisi lain, Ia melihat banyak hal yang
berbeda (melalui imajinasinya), dan melihat bahwa jiwanya masih hidup layaknya
seperti kupu-kupu. Tn. Bauby perlahan tapi pasti selalu mengikuti terapi yang
diberikan, harapan dan keinginan untuk sembuh muncul pada dirinya. Satu demi satu
pergerakkan muncul, ini bisa dijadikan kemajuan yang Tn, Bauby tunjukkan.

Tahap Perkembangan dan Riwayat Keluarga


13. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Tahap perkembangan keluarga tidak dijelaskan dalam film
14. Sejauh mana Keluarga Memenuhi Tugas Perkembangan yang Sesuai Dengan Tahap
Perkembangan Saat Ini
Tidak dijelaskan dalam film
15. Riwayat keluarga dari lahir hingga saat ini, termasuk riwayat perkembangan dan
kejadian pengalaman kesehatan yang unik atau berkaitan dengan kesehatan
(perceraian, kematian, kehilangan, dll) yang terjadi dalam kehidupan keluarga
Dalam film tidak dijelaskan detail tetapi, ada scene tertentu yang menunjukkan bahwa
Tn. Bauby bersama wanita lain selain istrinya dan mereka melakukan hubungan
intim. Diketahui Tn. Bauby juga mempunyai wanita lain yang dia selalu tunggu untuk
datang menjenguknya di rumah sakit. Sempat wanita itu menelfon da nada Ny. Celine
sebagai penghubung mereka berdua. Ny. Celine nampak sedih dan menahan air
matanya. Meski demikian hubungan Ny. Celine dan ketiga anaknya dengan Tn.
Bauby baik-baik saja, terlihat saling menyayangi dan mendukung satu sama lain.
16. Keluarga asal kedua orang tua dari orang tua mereka (kakek-nenek)
Dalam film tidak dijelaskan secara detail, ayah dari Tn. Bauby adalah seorang pendeta
di Bordeaux untuk yang lainnya tidak dijelaskan.

Data Lingkungan
17. Karakteristik Rumah
Tidak digambarkan dalam film dengan jelas, rumah terlihat besar dengan pekarangan
yang luas dipenuhi dengan tanaman disekitarnya seperti bunga dan pepohonan.
18. Karakteristik Lingkungan Sekitar dan Komunitas yang Lebih Besar
18.1 Rumah keluarga Tn. Bauby terletak di kota ,tipe tempat tinggal keluarga tersebut
adalah tipe hunian, kondisi lingkungan berada di pusat perkotaan, akses jalan
bagus, tidak ada kemacetan yang terjadi dijalan sekitar lingkunggan tersebut.
18.2 Karakteristik demografi dari lingkungan tersebut tidak terkaji, karakteristik etnik
adalah etnik kulit putih
18.3 Keluarga menggunakan kendaraan pribadi saat berpergian
18.4 Lingkungan rumah sangat nyaman sehingga bisa dibuat untuk tempat rekreasi
18.5 Tidak ada transportasi umum yang melewati rumah atau pun disekitar rumah
19. Mobilitas Geografis Keluarga
Tidak dijelaskan dalam film
20. Asosiasi Transaksi
Tidak dijelaskan dalam film

Yeti
I. IDENTIFIKASI PERMASALAHAN KELUARGA
DATA DIAGNOSA RENCANA TINDAKAN JURNAL
MALADAPTIF KEPERAWATAN KEPERAWATAN KEPERAWATAN / RUJUKAN
TERAPI KELUARGA
1. Tn. Jean-Do Hambatan Setelah diberikan asuhan Peningkatan Komunikasi:
tidak bisa komunikasi verbal keperawatan diharapkan klien Kurang Bicara (4976)
1. Kenali emosi dan
berbicara dan pada Tn. Jean-Do b.d mampu :
a. Komunikasi perilaku fisik [Pasien]
berkomunikasi gangguan fisiologi
Mengekspresikan sebagai bentuk
dengan kedipan karena mengalami
(0903) dengan kriteria komunikasi mereka.
mata penyakit Locked
2. Sediakan metode
hasil
Syndrome yang d.d
1. Menggunakan bahasa alternatif untuk
kesulitan
yang tertulis tidak berkomunikasi dengan
mengkespresikan
terganggu berbicara (misalnya
pikiran secara verbal, 2. Menggunakan bahasa
kedipan mata dan papan
sulit bicara, lisan: vokal sedikit
komunikasi dengan
berkomunikasi terganggu
huruf).
3. Kejelasan berbicara
dengan kedipan mata 3. Jaga lingkungan yang
sedikit terganggu
dan terstruktur dan
4. Menggunakan bahasa
ketidakmampuan pertahankan rutinitas
non verbal tidak
menggunakan [klien] (misalnya.,
terganggu
ekspresi wajah menjamin daftar harian
yang konsisten,
menyediakan pengingat
dengan sering, dan
menyediakan kalender
dan tanda-tanda lain
yang ada dilingkungan).
4. Kolaborasi bersama
keluarga dan ahli/terapis
bahasa patologis untuk
mengembangkan
rencana agar bisa
berkomunikasi secara
efektif.
5. Koordinasikan aktivitas-
aktivitas tim rehabilitasi.

Peningkatan Sistem
Dukungan (5424)
1. Identifikasi respon
psikologis terhadap
situasi dan
ketersediaan sistem
dukungan
2. Sediakan layanan
dengan sikap peduli
dan mendukung.
3. Libatkan keluarga,
orang terdekat, dan
teman-teman dalam
perawatan dan
perencanaan.
4. Jelaskan pada pihak
penting lain
bagaimana cara
mereka dapat
membantu.
2. Tubuh Tn. Hambatan mobilitas Setelah diberikan asuhan Peningkatan Mekanika
Jean-Do fisik pada Tn. Jean- keperawatan diharapkan klien Tubuh (0140)
1. Kolaborasikan
tidak bisa Do b.d gangguan mampu:
a. Pergerakan (0208) dengan fisioterapi
bergerak dan neurologis pada
dengan kriteria hasil dalam
hanya mata batang otak yang d.d
1. Koordinasi sedikit
mengembangkan
kanannya Tn. Jean-Do hanya
terganggu.
peningkatan
yang dapat bisa menggerakkan 2. Kinerja pengaturan
mekanika tubuh,
bergerak. mata kananya, Tn. tubuh sedikit
sesuai indikasi.
Jean-Do tidak dapat terganggu.
2. Kaji kesadaran pasien
3. Berjalan sedikit
berpindah posisi
tentang normalitas
terganggu.
karena penyakitnya ,
4. Bergerak dengan muskuloskeletalnya
dan Tn. Jean-Do
hanya bisa terbaring mudah sedikit dan efek yang
lemas di tempat terganggu. mungkin timbul pada
tidurnya. jaringan otot dan
postur.
3. Bantu
pasien/keluarga untuk
mengdientifikasi
latihan postur yang
sesuai.
4. Edukasi
pasien/keluarga
tentang frekuensi dan
jumlah pengulangan
dari setiap latihan.
5. Berikan informasi
tentang kemungkinan
posisi penyebab nyeri
otot dan sendi.
Bantu perawatan diri
(1800)
1. Pertimbangkan
budaya pasien ketika
meningkatkan
aktivitas perawatn
diri.
2. Monitor kemampuan
perawatan diri secara
mandiri.
3. Monitor kebutuhan
pasien terkait dengan
alat-alat kebersihan
diri, alat bantu untuk
berpakaian,
berdandan, eliminasi,
dan makan.
4. Berikan lingkungan
yang terapeiutik
dengan memastikan
[lingkungan] yang
hangat, santai,
tertutup, dan
[berdasarkan]
pengalaman individu.
5. Berikan bantuan
sampai pasien
mampu melakukan
perawatan diri
mandiri.
6. Bantu pasien
menerima kebutuhan
[pasien] terkait
dengan kondisi
ketergantungannya.
7. Ajarkan orang
tua/keluarga untuk
mendukung
kemandirian dengan
membantu hanya
ketika pasien tak
mampu melakukan
[perawatan mandiri].
yolin
E. CRITICAL OF APPRAISAL

No. Pokok Bahasan Substansi


1. Judul Improvement of spontaneous language in stroke patients with
chronic aphasia treated with music therapy: a randomized
controlled trial
2. Penulis dan Alfredo, Osmano, Marta, Agnese, Karine, Marco
Penerbit diterbitkan Informa Healthcare
3. Abstrak Stroke adalah salah satu penyebab utama kematian, cacat dan
penurunan kognitif. Di antara pasien yang mengalami stroke sekitar
sepertiga mengalami aphasia, yang dapat mempengaruhi satu atau
lebih bidang komunikasi seperti berbicara, memahami kata-kata
lisan, membaca dan menulis). review terbaru dari uji coba acak
menunjukkan bahwa meskipun mungkin ada manfaat dari pidato
dan terapi bahasa, bukti tidak cukup untuk menunjukkan pendekatan
terbaik. Tujuan utama dari terapi bicara dan bahasa adalah untuk
meningkatkan kemampuan pasien untuk berkomunikasi. Telah
disarankan juga bahwa terapi musik dan musik sebelumnya dapat
membantu dalam peningkatan komunikasi dalam berbagai kondisi
klinis.
4. Tujuan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efek dari
terapi musik (MT) dengan improvisasi-bebas sebagai tambahan
untuk terapi berbicara bahasa (SLT) dibandingkan dengan pasien
yang hanya menerima terapi berbicara bahasa saja dilakukan pada
pasien stroke dengan aphasia kronis.
5. Metode Metode yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan 20 orang
Penelitian pasien stroke yang mendapat perawatan jalan 10 peserta di terapi
berbicara Bahasa dan terapi music sedangkan klompok control
terdiri dari 10 peserta yang hanya diterapi bebicara bahsa saja tanpa
terapi musik..
6. Hasil Penelitian acak saat ini tidak menunjukkan peningkatan komunikasi
Pembahasan yang signifikan. Tidak ada peningkatan kesulitan, gejala psikologis
atau kualitas hidup dengan perawatan rehabilitasi pada pasien yang
diberikan terapi bicara dan bahasa saja. Sebaliknya, pada pasien
yang diberikan terapi berbicara dan terapi bahasa dan diberikan
terapi musik terdapat peningkatan peningkatan skor bahasa dan
vitalitas spontan (SF36 subtest) diamati.
7. Hasil Analisa
Data

Hasil
Demografi dan karakteristik klinis pasien yang menjalani MT
(terapi musik) + SLT (terapi bicara bahasa) dari hasil tidak
menunjukkan perbedaan yang signifikan. Dari catatan, tidak ada
perbedaan dalam tingkat kecacatan antara pasien yang menjalani
MT + SLT dan mereka yang diobati dengan SLT saja. Faktanya,
2/10 dari kedua kelompok memiliki modifikasi. Waktu dari
serangan stroke akut pada ke 2 klompok adalah serupa sama: 3,4 -
4,1 tahun di klompok MT + SLT pasien dan 3,8 - 3,3 tahun pada
klompok control atau SLT saja.
Hasil utama dari studi dirangkum dalam Tabel 3.
8. Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan terapi musik aktif
dapat meningkatkan vitalitas dan produksi ujaran spontan dan dapat
diusulkan sebagai komponen rehabilitasi setelah stroke untuk
pengobatan afasia terkait stroke di samping terapi bahasa ujaran.