Você está na página 1de 17

http://berbagiyangbisadibagi.blogspot.co.

id/2013/01/anat
omi-fisiologi-biokimia-sistem.html

ANATOMI, FISIOLOGI, BIOKIMIA SISTEM PENCERNAAN

Sistem pencernaan atau sistem gastroinstestinal (mulai dari mulut


sampai anus) adalah sistem organ dalam manusia yang berfungsi untuk
menerima makanan, mencernanya menjadi zat-zat gizi dan energi, menyerap
zat-zat gizi ke dalam aliran darah serta membuang bagian makanan yang
tidak dapat dicerna atau merupakan sisa proses tersebut dari tubuh.
Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan (faring),
kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus. Sistem
pencernaan juga meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran
pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu.

A. Mulut

Merupakan suatu rongga terbuka tempat masuknya makanan dan air


pada hewan. Mulut biasanya terletak di kepala dan umumnya merupakan bagian
awal dari sistem pencernaan lengkap yang berakhir di anus.
Mulut merupakan jalan masuk untuk sistem pencernaan. Bagian
dalam dari mulut dilapisi oleh selaput lendir. Pengecapan dirasakan oleh
organ perasa yang terdapat di permukaan lidah. Pengecapan relatif
sederhana, terdiri dari manis, asam, asin dan pahit.
Saliva (air liur), sekresi yang berkaitan dengan mulut yang diproduksi
oleh tiga kelenjar saliva utama yaitu parotis, submandibula, sublingual yang
terletak di rongga mulut yang dikeluarkan melalui duktus didalam mulut.
Saliva terdiri atas 99,5% air serta 0,5% protein dan elektrolit. Protein
saliva yang terpenting adalah amilase, mukus, dan lisozim.
Fungsi dari saliva dapat disimpulkan sebagai berikut:
· Air liur memulai proses pencernaan karbohidrat di mulut
melalui kerja amilase liur, suatu enzim yang memecah polisakarida
menjadi disakarida.
· Air liur mempermudah proses menelan dengan membasahi
partikel-partikel makanan, sehingga mereka saling menyatu serta
menghasilkan pelumasan karena adanya mukus yang kental dan
licin
· Air liur memiliki efek antibakteri melalui efek ganda, pertama
oleh lisozim suatu enzim yang melisiskan atau menghancurkan
bakteri tertentu kedua dengan membilas bahan makanan yang
mungkin digunakan oleh bakteri.
· Air liur berfungsi sebagai pelarut untuk molekul-molekul yang
merangsang papil pengecap, sehingga kita dapat merasakan rasa
makanan.
· Air liur membantu kita dalam berbicara dengan membasahi
lidah dan bibir.
· Air liur berperan penting dalam higiene mulut dengan
membantu kebersihan mulut dan gigi. Karena air liur terus
menerus membilas sisa makanan yang tersisa di mulut.
· Air liur memiliki senyawa penyangga bikarbonat yang
menetralkan asam di makanan dan asam yang dihasilkan oleh
flora normal yang ada di mulut, untuk mencegah karies gigi.
Walaupun memiliki banyak fungsi namun enzim amilase saliva tidaklah
esensial karena walau tidak adanya enzim tersebut enzim amilase pankreas
dapat menyelesaikan pencernaannya, serta waktu kontak antara substrat
dengan enzim amilase saliva tidaklah optimum dikarenakan cepatnya waktu
mengunyah dan menelan makanan.
Makanan dipotong-potong oleh gigi depan (incisivus) dan di kunyah
oleh gigi belakang (molar, geraham), menjadi bagian-bagian kecil yang lebih
mudah dicerna. Ludah dari kelenjar ludah akan membungkus bagian-bagian
dari makanan tersebut dengan enzim-enzim pencernaan dan mulai
mencernanya. Ludah juga mengandung antibodi dan enzim (misalnya
lisozim), yang memecah protein dan menyerang bakteri secara langsung.
Proses menelan dimulai secara sadar dan berlanjut secara otomatis.
Palatum terdiri atas 2 bagian yaitu :
a. Palatum durum ( palatum keras ) yang tersusun atas tajuk –
tajuk palatum dan sebelah depan tulang maksilaris dan lebih
kebelakang terdiri dari dua tulang palatum.
b. Palatum mole ( palatum lunak ) terletak dibelakang yang
merupakan lipatan menggantung yang dapat bergerak, terdiri atas
jaringan fibrosa dan selaput lendir.

Kerongkongan (esofagus) merupakan saluran berotot yang


berdinding tipis dan dilapisi oleh selaput lendir.
Kerongkongan menghubungkan tenggorokan dengan lambung.
Makanan didorong melalui kerongkongan bukan oleh gaya tarik
bumi, tetapi oleh gelombang kontraksi dan relaksasi otot ritmik yang
disebut dengan peristaltik.

a. Gigi
Gigi manusia terdiri dari gigi seri, taring, dan geraham. Gigi seri terletak
di depan berbentuk seperti kapak yang mempunyai fungsi memotong
makanan. Di samping gigi seri terdapat gigi taring. Gigi taring berbentuk
runcing yang berguna untuk merobek makanan. Di belakang gigi taring
terdapat gigi geraham yang mempunyai fungsi menghaluskan makanan.
Setiap gigi tersusun atas bagian-bagian sbb ;
v Puncak gigi atau mahkota gigi, yaitu bagian yang tampak dari
luar.
v Leher gigi, yaitu bagian gigi yang terlindung di dalam gusi dan
merupakan batas antara mahkota dan akar gigi.
v Akar gigi, yaitu bagian gigi yang tertanam di dalam rahang.
Lapisan-lapisan gigi terdiri dari email, tulang gigi, semen gigi,
dan rongga gigi.
v Email
Email merupakan lapisan yang keras pada puncak gigi. Email
berfungsi melindungi tulang gigi. Jika email rusak, maka gigi
akan rusak pula.
v Tulang gigi
Di lapisan berikutnya terdapat tulang gigi yang terbuat dari
dentin. Dentin berupa jaringan berwarna kekuningan.
v Semen gigi
Di lapisan luar akar gigi terdapat semen gigi atau sementum.
v Rongga gigi
Di bagian dalam gigi terdapat rongga gigiatau pulpa. Rongga
gigi berisi saraf dan pembuluh darah. Lubang yang dalam pada
gigi dapat mencapai rongga gigi dan mengenai saraf sehingga
menimbulkan nyeri.
Susunan gigi
Gigi manusia mulai tumbuh pada bayi berumur kira-kira 6-7
bulan sampai 26 bulan. Gigi pada anak-anak di sebut gigi susu
atau sulung. Setelah anak berumur 6 sampai 14 tahun gigi susu
tanggal satu persatu dan digantikan dengan gigi tetap. Gigi
tersusun berderet pada rahang atas dan bawah. Gigi susu
berjumlah 20 buah terdiri atas gigi seri 8 buah, gigi taring 4
buah, dan gigi geraham 8 buah.
Gigi tetap pada orang dewasa berjumlah 32 buah yang terdiri
dari gigi seri 8 buah, gigi taring 4 buah, dan gigi geraham depan
8 buah, dan gigi geraham belakang 12 buah. Dengan demikian
kalian dapat menemukan perbedaan jumlah antara gigi susu
dan gigi tetap.
b. Lidah
Lidah berguna untuk membantu mengatur letak makanan di dalam
mulut mendorong makanan masuk ke kerongkongan. Selain itu lidah lidah
juga berfungsi untuk mengecap atau merasakan makanan. Pada lidah
terdapat daerah-daerah yang lebih peka terhadap rasa-rasa tertentu, seperti
asin, masam, manis, dan pahit.
Lidah terdiri dari otot serat lintang dan dilapisi oleh selaput lendir, kerja
otot lidah ini dapat digerakkan ke seluruh arah.
Lidah dibagi atas 3 bagian :
a. Radiks lingua = pangkal lidah
b. Dorsum lingua = punggung lidah
c. Apeks lingua = ujung lidah
Pada pangkal lidah yang belakang terdapat epiglotis yang berfungsi
untuk menutup jalan napas pada waktu kita menelan makanan, supaya
makanan tidak masuk ke jalan napas.
Punggung lidah ( dorsum lingua ) terdapat puting-puting pengecap
atau ujung saraf pengecap.
Frenulum lingua. Merupakan selaput lendir yang terdapat pada
bagian bawah kira-kira ditengah-tengah jika lidah digerakkan ke atas
nampak selaput lendir.
Flika sublingua. Terdapat disebelah kiri dan kanan frenulum linguadi
sini terdapat pula lipatan selaput lendir.
Pada pertengahan flika sublingua ini terdapat saluran dari glandula
parotis, sub maksilaris dan glandula sub lingualis.
Fungsi lidah yaitu mengaduk makanan, membentuk suara, sebagai
alat pengecap dan menelan, serta merasakan makanan.

c. Kelenjar ludah
Ludah dihasilkan oleh 3 pasang kelenjar ludah. Kelenjar ludah tersebut
adalah kelenjar ludah parotis, kelenjar ludah rahang bawah, kelenjar ludah
bawah lidah. Ludah yang dihasilkan dialirkan melalui saluran ludah yang
bermuara ke dalam rongga mulut.
Ludah mengandung air, lendir, garam, dan enzim ptialin.enzim ptialin
berfungsi mengubah amilum menjadi gula, yaitu maltosa dan glukosa.
Kelenjar Ludah
Merupakan kelenjar yang mempunyai duktus yang
Duktus wartoni dan duktus stensoni.
Kelenjar ludah ada 2, yakni :
1. Kelenjar ludah bawah rahang ( kelenjar submaksilaris ), yang
terdapat dibawah tulang rahang atas pada bagian tengah.
2. Kelenjar ludah bawah lidah ( kelenjar sublingualis ) yang terdapat
disebelah depan bawah lidah.
Di bawah kelenjar ludah bawah rahang dan kelenjar ludah bawah
lidah di antara bawah lidah bagian bawah dari lidah disebut korunkula
sublingualis serta hasil sekresinya berupa kelenjar ludah ( saliva ).
Kelenjar ludah ( saliva ) dihasilkan dalam rongga mulut. Di sekitar
rongga mulut terdapat 3 buah kelenjar luda :
1. Kelenjar Parotis
Letaknya di bawah depan dari telinga diantara prosesus mastoid
kiri dan kanan os mandibular, duktusnya duktus stensoni. Duktus
ini keluar dari glandula parotis menuju rongga mulut melalui pipi
( muskulus buksinator )
2. Kelenjar Submaksilaris
Terletak di bawah rongga mulut bagian belakang, duktusnya
bernama duktus wartoni, bermuara di rongga mulut dekat dengan
frenulum lingua.
3. Kelenjar Sublingualis
Letaknya di bawah selaput lendir dasar rongga mulut bermuara di
dasar rongga mulut.
Kelenjar ludah di sarafi oleh saraf-saraf tak sadar.

Otot Lidah
Otot-otot ekstrinsik lidah berasal dari rahang bawah ( M.
Mandibularis, os Hioid dan Prosesus stiloid ) menyebar ke dalam lidah
membentuk anyaman bergabung dengan otot intrinsik yang terdapat pada
lidah.
M. Genioglossus merupakan otot lidah yang terkuat berasal dari
permukaan
tengah bagian dalam yang menyebar sampai radiks lingua.

B. Tenggorokan ( Faring)
Merupakan penghubung antara rongga mulut dan kerongkongan.
Berasal dari bahasa yunani yaitu Pharynk.
Didalam lengkung faring terdapat tonsil ( amandel ) yaitu kelenjar
limfe yang banyak mengandung kelenjar limfosit dan merupakan
pertahanan terhadap infeksi, disini terletak bersimpangan antara jalan
nafas dan jalan makanan, letaknya dibelakang rongga mulut dan rongga
hidung, didepan ruas tulang belakang
Keatas bagian depan berhubungan dengan rongga hidung, dengan
perantaraan lubang bernama koana, keadaan tekak berhubungan dengan
rongga mulut dengan perantaraan lubang yang disebut ismus fausium
Tekak terdiri dari; Bagian superior =bagian yang sangat tinggi
dengan hidung, bagian media adalah bagian yang sama tinggi dengan
mulut dan bagian inferior adalah bagian yang sama tinggi dengan laring.
Bagian superior disebut nasofaring, pada nasofaring bermuara tuba
yang menghubungkan tekak dengan ruang gendang telinga,Bagian media
disebut orofaring,bagian ini berbatas kedepan sampai diakar lidah bagian
inferior disebut laring gofaring yang menghubungkan orofaring dengan
laring

C. Kerongkongan (Esofagus)
Kerongkongan adalah tabung (tube) berotot pada vertebrata yang
dilalui sewaktu makanan mengalir dari bagian mulut ke dalam lambung.
Makanan berjalan melalui kerongkongan dengan menggunakan proses
peristaltik. Di sebelah depan kerongkongan terdapat saluran pernapasan yang
disebut trakea. Trakea menghubungkan rongga hidung dengan paru-paru.
Pada saat kita menelan makanan, ada tulang rawan yang menutup lubang ke
tenggorokan. Bagian tersebut dinamakan epiglotis. Epiglotis mencegah
makanan masuk ke paru-paru.
Kerongkongan sering juga disebut esofagus(dari bahasa Yunani: οiσω,
oeso - "membawa", dan έφαγον, phagus - "memakan").
Esofagus bertemu dengan faring pada ruas ke-6 tulang belakang.
Menurut histologi.
Esofagus dibagi menjadi tiga bagian:
· bagian superior (sebagian besar adalah otot rangka)
· bagian tengah (campuran otot rangka dan otot halus)
· serta bagian inferior (terutama terdiri dari otot halus).

sekresi esofagus seluruhnya berkarakter mukus dan terutama memberi


fungsi pelumasan untuk menelan. Bagian utama dari esofagus dikelilingi
oleh beberapa kelenjar mukus sederhana. Pada bagian ujung lambung,
dan dalam jumlah kecil pada bagian awal esofagus, terdapat juga
beberapa kelenjar mukus campuran. Mukus yang disekresi oleh kelenjar
campuran pada esofagus bagian atas akan mencegah ekskoriasi mukosa
akibat makanan yang baru saja masuk, sedangkan kelenjar campuran
yang berada didekat sambungan esofagogastric akan melindungi dinding
esofagus dari pencernaan oleh asam getah lambung yang sering
mengalami refluks dari lambung kembali lagi kebagian bawah esofagus.

D. Lambung
Merupakan organ otot berongga yang besar dan berbentuk seperti
kandang keledai.
Terdiri dari 3 bagian yaitu
§ Kardia
§ Fundus
§ Antrum

Lambung adalah ruang berbentuk kantung yang berbentuk huruf j yang


terletak antara esofagus dan korpus (badan). Motilitas lambung bersifat
kompleks dan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:
Pengisian lambung jika kosong lambung memiliki volume 50 ml tetapi organ
ini dapat mengembang sampai dengan 1000 ml ketika makan. Ada dua faktor
yang menjaga motilitas lambung yaitu plastisitas yang mengacu pada
kemampuan otot polos dalam mempertahankan ketegangannya yang
konstan dalam rentang waktu yang lebar. Selanjutnya adalah relaksasi
reseptif yakni proses relaksasi otot polos untuk meningkatkan kemampuan
lambung dalam mengakomodasi volume makanan.

Lambung mempunyai dua otot lingkar, yaitu otot lingkar pardia dan
otot lingkar pilorus. Otot lingkar kardia terletak di bagian atas dan berbatasan
dengan bagian bawah kerongkongan. Fungsinya adalah untuk mencegah
makanan dari lambung agar tidak kembali ke kerongkongan dan mulut. Otot
lingkar pilorus hanya terbuka apabila makanan telah tercerna di lambung.

Di dalam lambung, makanan dicerna secara kimiawi. Dinding lambung


berkontraksi, menyebabkan gerak peristaltik. Gerak peristaltik dinding
lambung mengakibatkanmakanan di dalam lambung teraduk-aduk. Di bagian
dinding lambung sebelah dalam terdepat kelenjar yang menghasilkan getah
lambung.. getah lambung mengandung asam lambung, serta enzim-enzim
lain. Asam lambung berfungsi sebagai pembunuh mikroorganisme dan
mengantifkan enzim pepsinogen menjadi pepsin.pepsin merupakan enzim
yang dapat mengubah protein menjadi molekul yang lebih kecil.

Makanan masuk ke dalam lambung dari kerongkongan melalui otot


berbentuk cincin (sfinter), yang bisa membuka dan menutup. Dalam keadaan
normal, sfinter menghalangi masuknya kembali isi lambung ke dalam
kerongkongan.

Lambung berfungsi sebagai gudang makanan, yang berkontraksi


secara ritmik untuk mencampur makanan dengan enzim-enzim. Sel-sel
yang melapisi lambung menghasilkan 3 zat penting :
 Lendir

Lendir melindungi sel-sel lambung dari kerusakan oleh asam lambung.


Setiap kelainan pada lapisan lendir ini, bisa menyebabkan kerusakan
yang mengarah kepada terbentuknya tukak lambung.
 Asam klorida (HCl)

Asam klorida menciptakan suasana yang sangat asam, yang


diperlukan oleh pepsin guna memecah protein. Keasaman lambung
yang tinggi juga berperan sebagai penghalang terhadap infeksi dengan
cara membunuh berbagai bakteri.
 Prekursor pepsin (enzim yang memecahkan protein)

Selain sel-sel penyekresi mucus yang mengelilingi seluruh permukaan


lambung, mukosa lambung mempunyai dua tipe kelenjar tubula yang
penting : kelenjar oksintik (Kelenjar gastrik) dan kelenjar pilorik. Kelenjar
oksintik menyekresi asam hidroklorida, pepsinogen, dan mucus. Kelenjar
pilorik terutama menyekresi mucus untuk melindungi mukosa pylorus dari
asam lambung. Kelenjar tersebut juga menyekresi hormon gastrin.
E. Usus halus (usus kecil)
Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan
yang terletak di antara lambung dan usus besar. Dinding usus kaya akan
pembuluh darah yang mengangkut zat-zat yang diserap ke hati melalui
vena porta. Dinding usus melepaskan lendir (yang melumasi isi usus) dan
air (yang membantu melarutkan pecahan-pecahan makanan yang
dicerna). Dinding usus juga melepaskan sejumlah kecil enzim yang
mencerna protein, gula dan lemak. Di usus halus terdapat susunan yang
sangat rapat dari kelenjar mucus campuran, yang disebit kelenjar
brunner.Kelenjar ini menyekresi mucus yang alkalis dalam jumlah
besar.Fungsi dari mucus yang disekresikan oleh kelenjar brunner adalah
untuk melindungi dinding duodenum dari pencernaan oleh getah lambung
yang sangat asam, yang keluar dari lambung.
ENZIM-ENZIM PENCERNAAN PADA SEKRESI USUS HALUS
Bila sekresi usus halus dikumpulkan tanpa serpihan sel, sekresi
ini hampir tidak mengandung enzim.Enterosit mukosa, terutama yang
menutupi vili, mengandung enzim pencernaan yang mencerna zat-zat
makanan khusus ketika makanan diabsorbsi melalui epitel.Enzim-enzim
ini adalah sebagai berikut:

 Beberapa peptidase untuk memecah peptide kecil menjadi


asam amino
 Empat enzim sukrase, maltase, isomaltase, dam lactase untuk
memecah disakarida menjadi monosakarida.
 Sejumlah kecil lipase intestinum untuk memecah lemak netral
menjadi gliserol dan asam lemak.

Lapisan usus halus ; lapisan mukosa ( sebelah dalam ), lapisan otot


melingkar ( M sirkuler ), lapisan otot memanjang ( M Longitidinal ) dan
lapisan serosa ( Sebelah Luar )
Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum),
usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum).
1. Usus dua belas jari (Duodenum)
Usus dua belas jari atau duodenum adalah bagian dari usus halus
yang terletak setelah lambung dan menghubungkannya ke usus kosong
(jejunum). Bagian usus dua belas jari merupakan bagian terpendek
dari usus halus, dimulai dari bulbo duodenale dan berakhir di ligamentum
Treitz.
Usus dua belas jari merupakan organ retroperitoneal, yang tidak
terbungkus seluruhnya oleh selaput peritoneum. pH usus dua belas jari
yang normal berkisar pada derajat sembilan. Pada usus dua belas jari
terdapat dua muara saluran yaitu dari pankreas dan kantung empedu. Nama
duodenum berasal dari bahasa Latin duodenum digitorum, yang berarti
dua belas jari.
Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari
(duodenum), yang merupakan bagian pertama dari usus halus.
Makanan masuk ke dalam duodenum melalui sfingter pilorus dalam
jumlah yang bisa di cerna oleh usus halus. Jika penuh, duodenum
akan megirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti mengalirkan
makanan.

2. Usus Kosong (jejenum)


Usus kosong atau jejunum (terkadang sering ditulis yeyunum)
adalah bagian kedua dari usus halus, di antara usus dua belas jari
(duodenum) dan usus penyerapan (ileum). Pada manusia dewasa, panjang
seluruh usus halus antara 2-8 meter, 1-2 meter adalah bagian usus
kosong. Usus kosong dan usus penyerapan digantungkan dalam tubuh
dengan mesenterium.
Permukaan dalam usus kosong berupa membran mukus dan
terdapat jonjot usus (vili), yang memperluas permukaan dari usus.
Secara histologis dapat dibedakan dengan usus dua belas jari, yakni
berkurangnya kelenjar Brunner. Secara hitologis pula dapat dibedakan
dengan usus penyerapan, yakni sedikitnya sel goblet dan plak Peyeri.
Sedikit sulit untuk membedakan usus kosong dan usus penyerapan
secara makroskopis.
Jejunum diturunkan dari kata sifat jejune yang berarti "lapar" dalam
bahasa Inggris modern. Arti aslinya berasal dari bahasa Laton,
jejunus, yang berarti "kosong\

3. Usus Penyerapan (illeum)


Usus penyerapan atau ileum adalah bagian terakhir dari usus
halus. Pada sistem pencernaan manusia, ) ini memiliki panjang sekitar 2-4 m
dan terletak setelah duodenum dan jejunum, dan dilanjutkan oleh usus
buntu. Ileum memiliki pH antara 7 dan 8 (netral atau sedikit basa) dan
berfungsi menyerap vitamin B12 dan garam-garam empedu.
F. Usus Besar (Kolon)
Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus
buntu dan rektum. Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses.
Usus besar terdiri dari :
 Kolon asendens (kanan)
 Kolon transversum
 Kolon desendens (kiri)
 Kolon sigmoid (berhubungan dengan rektum)

Banyaknya bakteri yang terdapat di dalam usus besar berfungsi mencerna


beberapa bahan dan membantu penyerapan zat-zat gizi.
Bakteri di dalam usus besar juga berfungsi membuat zat-zat penting,
seperti vitamin K. Bakteri ini penting untuk fungsi normal dari usus.
Beberapa penyakit serta antibiotik bisa menyebabkan gangguan pada
bakteri-bakteri didalam usus besar. Akibatnya terjadi iritasi yang bisa
menyebabkan dikeluarkannya lendir dan air, dan terjadilah diare.

G. Usus Buntu (sekum)


Usus buntu atau sekum (Bahasa Latin: caecus, "buta") dalam istilah
anatomi adalah suatu kantung yang terhubung pada usus penyerapan serta
bagian kolon menanjak dari usus besar. Organ ini ditemukan pada mamalia,
burung, dan beberapa jenis reptil. Sebagian besar herbivora memiliki sekum
yang besar, sedangkan karnivora eksklusif memiliki sekum yang kecil, yang
sebagian atau seluruhnya digantikan oleh umbai cacing.

H. Umbai Cacing (Appendix)


Umbai cacing atau apendiks adalah organ tambahan pada usus buntu.
Infeksi pada organ ini disebut apendisitis atau radang umbai cacing.
Apendisitis yang parah dapat menyebabkan apendiks pecah dan
membentuk nanah di dalam rongga abdomen atau peritonitis (infeksi
rongga abdomen).
Dalam anatomi manusia, umbai cacing atau dalam bahasa Inggris,
vermiform appendix (atau hanya appendix) adalah hujung buntu tabung
yang menyambung dengan caecum.
Umbai cacing terbentuk dari caecum pada tahap embrio. Dalam
orang dewasa, Umbai cacing berukuran sekitar 10 cm tetapi bisa
bervariasi dari 2 sampai 20 cm. Walaupun lokasi apendiks selalu tetap,
lokasi ujung umbai cacing bisa berbeda - bisa di retrocaecal atau di
pinggang (pelvis) yang jelas tetap terletak di peritoneum.
Banyak orang percaya umbai cacing tidak berguna dan organ vestigial
(sisihan), sebagian yang lain percaya bahwa apendiks mempunyai fungsi
dalam sistem limfatik.
Operasi membuang umbai cacing dikenal sebagai appendektomi.
I. Rektum dan anus
Rektum (Bahasa Latin: regere, "meluruskan, mengatur") adalah sebuah
ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah kolon sigmoid) dan
berakhir di anus. Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan
sementara feses. Biasanya rektum ini kosong karena tinja disimpan di
tempat yang lebih tinggi, yaitu pada kolon desendens. Jika kolon
desendens penuh dan tinja masuk ke dalam rektum, maka timbul
keinginan untuk buang air besar (BAB). Mengembangnya dinding rektum
karena penumpukan material di dalam rektum akan memicu sistem saraf
yang menimbulkan keinginan untuk melakukan defekasi. Jika defekasi tidak
terjadi, sering kali material akan dikembalikan ke usus besar, di mana
penyerapan air akan kembali dilakukan. Jika defekasi tidak terjadi untuk
periode yang lama, konstipasi dan pengerasan feses akan terjadi.
Orang dewasa dan anak yang lebih tua bisa menahan keinginan ini,
tetapi bayi dan anak yang lebih muda mengalami kekurangan dalam
pengendalian otot yang penting untuk menunda BAB.
Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan, dimana
bahan limbah keluar dari tubuh. Sebagian anus terbentuk dari permukaan
tubuh (kulit) dan sebagian lannya dari usus. Pembukaan dan penutupan
anus diatur oleh otot sphinkter. Feses dibuang dari tubuh melalui proses
defekasi (buang air besar - BAB), yang merupakan fungsi utama anus.

J. Pankreas
Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi
utama yaitu menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting
seperti insulin. Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan
berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari).
Pankraes terdiri dari 2 jaringan dasar yaitu :
 Asini, menghasilkan enzim-enzim pencernaan
 Pulau pankreas, menghasilkan hormon

Pankreas melepaskan enzim pencernaan ke dalam duodenum dan


melepaskan hormon ke dalam darah. Enzim yang dilepaskan oleh
pankreas akan mencerna protein, karbohidrat dan lemak. Enzim proteolitik
memecah protein ke dalam bentuk yang dapat digunakan oleh tubuh dan
dilepaskan dalam bentuk inaktif. Enzim ini hanya akan aktif jika telah
mencapai saluran pencernaan. Pankreas juga melepaskan sejumlah
besar sodium bikarbonat, yang berfungsi melindungi duodenum dengan
cara menetralkan asam lambung.

ENZIM – ENZIM PENCERNAAN PANKREAS


Sekresi pankreas mengandung banyak enzim untuk mencerna tiga
jenis makanan utama : protein, karbohidrat, dan lemak. Enzim-enzim
pancreas yang paling penting untuk mencerna protein adalah tripsin,
kimotripsin, dan karboksipolipeptidase.
Tripsin dan kimotripsin memisahkan seluruh dan sebagian protein yang
dicerna menjadi peptide berbagai ukuran tetapi tidak menyebabkan
pelepasan asam-asam amino bentuk tunggal. Namun
karboksipolipeptidase ternyata memecah beberapa peptide menjadi asam-
asam amino bentuk tunggal, sehingga menyelesaikan pencernaan
beberapa protein menjadi bentuk asam amino.
Enzim pancreas untuk mencerna karbohidrat adalah amilase
pankreas, yang akan menghidrolisis pati, glikogen, dan sebagian besar
karbohidrat lain (kecuali selulosa) untuk membentuk sebagian besar
disakarida dan beberapa trisakarida.
Enzim pancreas untuk mencerna lemak adalah
1. lipase pancreas, yang mampu menghidrolisis lemak netral
menjadi asam lemak dan monogliserida.
2. Kolesterol esterase, yang menyebabkan hidrolisis ester
kolesterol.
3. Fosfolipase, yang memecah asam lemak dari fosfolipid.

K. Hati
Hati merupakan sebuah organ yang terbesar di dalam badan
manusia dan memiliki berbagai fungsi, beberapa diantaranya
berhubungan dengan pencernaan.
Organ ini memainkan peran penting dalam metabolisme dan memiliki
beberapa fungsi dalam tubuh termasuk penyimpanan glikogen, sintesis
protein plasma, dan penetralan obat. Dia juga memproduksi bile, yang
penting dalam pencernaan. Istilah medis yang bersangkutan dengan hati
biasanya dimulai dalam hepat- atau hepatik dari kata Yunani untuk hati,
hepar.
Zat-zat gizi dari makanan diserap ke dalam dinding usus yang kaya
akan pembuluh darah yang kecil-kecil (kapiler). Kapiler ini mengalirkan
darah ke dalam vena yang bergabung dengan vena yang lebih besar dan
pada akhirnya masuk ke dalam hati sebagai vena porta. Vena porta
terbagi menjadi pembuluh-pembuluh kecil di dalam hati, dimana darah
yang masuk diolah.
Hati melakukan proses tersebut dengan kecepatan tinggi, setelah
darah diperkaya dengan zat-zat gizi, darah dialirkan ke dalam sirkulasi
umum.

L. Kandung empedu
Kandung empedu (Bahasa Inggris: gallbladder) adalah organ berbentuk
buah pir yang dapat menyimpan sekitar 50 ml empedu yang dibutuhkan
tubuh untuk proses pencernaan. Pada manusia, panjang kandung empedu
adalah sekitar 7-10 cm dan berwarna hijau gelap - bukan karena warna
jaringannya, melainkan karena warna cairan empedu yang dikandungnya.
Organ ini terhubungkan dengan hati dan usus dua belas jari melalui saluran
empedu.
Empedu memiliki 2 fungsi penting yaitu:

 Membantu pencernaan dan penyerapan lemak , bukan karena enzim


dalam empedu yang menyebabkan pencernaan lemak, tetapi karena asam
empedu dalam empedu melakukan dua hal :
1. Asam empedu membantu mengemulsikan partikel-partikel
lemak yang besar dalam makanan menjadi banyak partikel kecil,
permukaan partikel tersebut dapat diserang oleh enzim lipase
yang disekresikan dalam getah pancreas.
2. Asam empedu membantu absorbs produk akhir lemak yang
telah dicerna melalui membran mukosa intestinal.
 Berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh, terutama
haemoglobin (Hb) yang berasal dari penghancuran sel darah merah
dan kelebihan kolesterol.

PROSES BIOKIMIAWI PADA MASING-MASING ORGAN DI SISTEM


PENCERNAAN
Pencernaan karbohidrat
 Pencernaan karbohidrat di dalam mulut dan lambung

Ketika makanan dikunyah, makanan bercampur dengan saliva,


yang terdiri atas enzim pencernaan ptialin yang terutama disekresikan
oleh kelenjar parotis.Enzim ini menghidrolisis tepung menjadi
disakarida maltosa dan polimer glukosa kecil lainnya yang
mengandung 3-9 molekul glukosa.Namun, makanan berada dalam
mulut hanya untuk waktu yang singkat, jadi mungkin tidak lebih dari 5%
dari semua tepung telah dihidrolisis pada saat makanan ditelan.
Tetapi, pencernaan tepung kadang berlanjut didalam
korpus dan fundus lambung selama satu jam sebelum makanan
bercampur dengan sekresi lambung. Kemudian aktivitas amilase saliva
dihambat oleh asam yang berasal dari sekresi lambung, karena
amylase pada dasarnya tidak aktif sebagai suatu enzim bila pH
medium turun dibawah sekitar 4,0. Meskipun demikian, rata-rata,
sebelum makanan dan saliva yang ada bersamanya menjadi
seluruhnya tercampur dengan sekresi lambung, sebanyak 30-40%
tepung telah dihidrolisis terutama membentuk maltosa.
 Pencermaan karbohidrat didalam usus halus

Pencernaan oleh amilase pankreas


Sekresi pankreas, seperti saliva, mengandung sejumlah besar
ptialin yang fungsinya hampir mirip dengan ptialin saliva tetapi
beberapa kali lebih kuat.Oleh karena itu, dalam waktu 15-30
menit setelah kimus dikosongkan dari lambung kedalam
duodenum dan bercampur dengan getah pankreas,
sebenarnya,semua karbohidrat telah dicernakan. Pada
umumnya, hampir semua karbohidrat diubah menjadi maltose
dan polimer-polimer glukosa yang sangat kecil lainnya sebelum
keduanya melewati duodenum atau jejenum bagian atas.
Pencernaan protein
 Pencernaan protein dalam lambung

Pepsin, enzim peptic lambung yang penting, paling aktif


pada pH 2-3 dan tidak aktif pada pH kira-kira diatas 5.
Akibatnya, agar enzim ini dapat melakukan kerja pencernaan
terhadap protein, getah lambung harus bersifat asam. Asam
hidroklorida ini disekresikan oleh sel-sel parietal (oksintik)
didalam kelenjar pada pH 0,8 tetapi pada saat asam hidroklorida
bercampur dengan isi lambung dan bersama dengan sekresi
dari sel-sel kelenjar non-oksintik lambung, pH lalu berkisar
antara 2-3 suatu batas asiditas yang cukup tinggi untuk aktifitas
pepsin. Salah satu gambaran penting pencernaan pepsin
adalah kemampuannya untuk mencerna protein kolagen, suatu
jenis protein albuminoid yang sangat sedikit dipengaruhi oleh
enzim-enzim pencernaan lainnya.
Kolagen merupakan unsur dasar utama dari jaringan ikat
antar sel daging. Oleh karena itu, agar enzim saluran
pencernaan dapat menembus daging dan mencerna protein
daging lain, hal yang terpenting adalah mencernakan serabut-
serabut kolagen tersebut lebih dulu. Akibatnya, orang yang
kekurangan pepsin didalam getah lambung, daging yang
dicerna kurang dapat ditembus oleh enzim-enzim pencernaan
lain. Oleh karena itu proses pencernaannya buruk.
 Pencernaan protein oleh sekresi pancreas

Kebanyakan pencernaan protein terjadi didalam usus halus


bagian atas, didalam duodenum dan jejunum, dibawah pengaruh enzim-
enzim proteolitik dari sekresi pancreas.Segera setelah masuk dari lambung
ke usus halus, produk yang sebagian sudah dipecahkan dari makanan
berprotein diserang oleh enzim-enzim proteolitik utama
pankreas:tripsin,kimotripsin, karboksifolipeptidase, dan proelastase.
Keduanya, baik tripsin dan kimotripsin memecah molekul-
molekul protein menjadi polipeptida-polipeptida kecil. Karboksifolipeptidase
kemudian memecahkan asam amino- asam amino tunggal dari ujung
karboksil polipeptida.Proelastase, kemudian diubah menjadi elastase, yang
kemudian mencernakan serabut-serabut elastin yang sebagian menahan
daging.
 Pencernaan peptida oleh peptidase didalam enterosit yang melapisi vili
usus halus

Tahap terakhir pencernaan protein didalam lumen usus dicapai


oleh eritrosit yang melapisi vili usus halus, terutama didalm duodenum dam
jejunum. Dua jenis enzim peptidase yang sangat penting adalah
aminopolipeptidase dan beberapa dipeptidase. Enzim-enzim tersebut
bertugas memecah sisa polipeptida-polipeptida yang besar menjadi betuk
tripeptida dan dipeptida serta beberapa menjadi asam-asam amino. Baik
asam amino ditambah dipeptida dan tripeptida dengan ludah ditranspor
memalui membran mikrovili kebagian dalam enterosit. Dalam beberapa menit,
semua dipeptida dan tripeptida yang masih tertinggal akan dicerna sampai
tahap akhir untuk membentuk asam amino tunggal dan kemudian dihantarkan
kesisi lain dari eritrosit dan dari tempat itu ke dalam darah.
Pencernaan lemak
 Pencernaan lemak didalam usus

Sejumlah kecil trigliserida dicerna didalam lambung oleh lipase lingual


yang disekresikan oleh kelenjar lingual didalam mulut dan ditelan
bersama dengan saliva.
 Emulsivikasi lemak oleh asam empedu dan lesitin.
Tahap pertama dalam pencernaan lemak adalah secara fisik
memecahkan gumpalan lemak menjadi ukuran yang sangat lecil,
sehingga enzim pencernaan yang larut-air dapat bekerja pada
pemukaan gumpalan lemak. Proses ini disebut emulsifikasi lemak, dan
dimulai melalui pergolakan didalam lambung untuk mencampur lemak
dengan produk pencernaan lambung. Lalu, kebanyakan proses
emulsifikasi tersebutterjadi didalam duodenum dibawah pengaruh
empedu, sekresi dari hati yang tidak mengandung enzim pencernaan
apapun. Akan tetapi, empedu mengandung sejumlah besar garam
empedu juga fosfolipid lesitin. Keduanya, tetapi terutama lesitin, sangat
penting untuk mengemulsi lemak.
 Pencernaan trigliserida oleh lipase pancreas

Sejauh ini enzim yang paling penting untuk pencernaan trigleserida


adalah lipase pankreas, terdapat dalam jumlah sangat banyak didalam
getah pankreas cukup untuk mencernakan dalan satu menit semua
trigliserida yang dicapainya.
 Produk akhir pencernaan lemak

Sebagian besar trigliserida dalam makanan dipecah oleh getah


pankreas menjadi asam lemak bebas dan 2-monogliserida.
DAFTAR PUSTAKA

Guyton, Arthur C, Hall,John E.2007.Fisiologi Kedokteran edisi 11.Jakarta :


EGC

Murray, Robert K, Granner, Daryl K, Mayes, Peter A, Rodwell, Victor


W.2003.Biokimia Harper edisi 25.Jakarta : EGC