Você está na página 1de 3

Pengaruh Obat-Obatan

Obat sering digunakan untuk meredakan rasa sakit,


bukan hanya meredakan bahkan digunakan untuk
menyembuhkan sebuah penyakit. Pada zaman dulu obat
diproduksi dengan cara manual yang beragam, seperti
ditumbuk, dijemur, dan diperas. Obat yang diproduksi
sepenuhnya berasal dari tumbuhan asli, dan sangat minim zat
kimia. Namun dewasa ini obat-obatan diproduksi
menggunakan mesin dan telah dicampur dengan zat kimia
untuk lebih mendukung manfaat dari obat tersebut. Hal itu
dilakukan karena tidak tersedianya lagi tumbuhan-tumbuhan
yang dulunya digunakan untuk mendukung manfaat dari obat
tersebut. Namun permintaan terhadap obat tersebut semakin
hari semakin meningkat sehingga tumbuhan langka itu harus
digantikan dengan zat kimia demi menjaga kelangsungan
produksi obat tersebut.

Zat kimia yang terkandung obat pasti menyebabkan


efek samping. Efek samping adalah segala pengaruh buruk
yang terjadi dalam mencapai manfaat obat tersebut. Obat
zaman dulu yang tidak mengandung zat kimia sangat minim
akan efek samping, sedangkan obat-obatan saat ini selalu
diproduksi dengan manfaat dan efek samping sekaligus. Efek
samping yang sering timbul dari sebuah obat ialah
mengakibatkan susah tidur. Efek samping lainnya yaitu mual,
gangguan saluran pernapasan, pusing, mulut kering, dan
vertigo. Bisa dibayangkan apabila semua efek samping di atas
terdapat dalam satu obat dan harus mengonsumsi obat
tersebut, bisa dipastikan yang mengomsumsi obat tesebut
tidak akan bisa tidur hingga obat selesai bereaksi dalam tubuh,
Banyak zat kimia yang terkandung dalam obat dan
sering dikonsumsi manusia seperti caffeine. Caffeine terbukti
mengakibatkan susah tidur namun dalam studi yang dilakukan
oleh Smith dan Rogers (2000) yang tertulis dalam laporan
program studi Fakultas Kedokteran Universitas UDAYANA
dikatakan bahwa penggunaan caffeine dalam dosis rendah
antara 12,5-100 mg bisa memberikan manfaat dan jarang
menimbulkan efek samping.

Pada gambar di atas jelas tertulis bahwa obat tersebut


mengandung caffeine dengan kadar 50 mg sehingga obat
tersebut masih dalam keadaan normal. Kasusnya yang sering
terjadi saat ini ialah banyak obat yang beredar dan
mengandung caffeine namun tidak memberikan penjelasan
akan kadar caffeine yang terdapat alam obat dan orang
cenderung beranggapan apabila demikian maka obat tersebut
tidak mengandung caffeine sehingga aman untuk dikonsumsi.
Sesungguhnya tidak ada yang mengetahui pasti obat itu
mengandung caffeine atau tidak, atau bahkan mengandung
caffeine dengan kadar yang sangat tinggi, yang mengetahui
pasti hanya mereka yang mau meneliti dan yang memproduksi
obat itu sendiri. Penggunaan caffeine dengan kadar yang
tinggi dapat menyebabkan susah tidur bahkan bisa
menyebabkan kecanduan. Inilah salah satu penyebab orang
susah tidur dan mereka tidak bisa mengatasinya karena
mereka tidak mengetahui penyebab mereka susah tidur.
Seandainya mereka mengetahui kadar caffeine tersebut, calon
pengonsumsi bisa bertindak terlebih dahulu seperti mencari
obat lain dengan kadar caffeine yang rendah atau belajar
terlebih dahulu cara mengatasi efek caffeine tersebut.