Você está na página 1de 6

ASAS KOTA BERKELANJUTAN

DAN PENERAPANNYA DI INDONESIA


Tjuk Kuswartojo

Abstract

Cities percieved having strategic role for implementing global program on


sustainable development as established through Earth Summit at Rio de Janeiro
by 1992. It is realized that cities are fundamental for economic opportunities and
social interaction, as well as cultural and spiritual enrichment. However, cities also
damage the natural environment and exploit natural resources in an unsustainable
manner, which can jeopardize long-term prosperity and social wellbeing. This is of
global concern, as more than half of the world’s population lives in cities and trends
indicate that this will increase. Based on this understanding by 1994 European
cities declared Aalborg principles and by 2002 several cities of the world
declared Melbourne principles on sustainable cities. The principles are intended to
guide thinking and provide a strategic framework for action and allow cities to
develop sustainable solutions that are relevant to their particular circumstances.
Despite there were Indonesian cities participate in Melbourne conference,
sustainable cities is still aliens for most of city governance. Therefor there was
initiative to formulate sustainable cities principles that assumed more relevance
and appropriate to Indonesian situation.

Kata Kunci: berkelanjutan, kota, asas, kota berkelanjutan

1. PENDAHULUAN berkualitas sesuai dengan nilai yang diyakini.


Kehidupan yang layak dan berkualitas ini
Konsep maupun asas kota diharapkan tidak diperuntukan hanya bagi
berkelanjutan adalah suatu keniskalaan, generasi sekarang tetapi juga bagi generasi
sesuatu yang hanya ada dalam dunia pikiran yang akan datang. Sering diungkapkan
atau imajinasi kita. Dalam pikiran tersebut bahwa alam tempat kita hidup ini bukan
keduanya mempunyai sifat dan kedudukan warisan tetapi apa yang dititipkan untuk para
berbeda. Konsep adalah suatu rekonstruksi anak cucu. Kesadaran dan keyakinan inilah
yang boleh jadi peniskalaan suatu realita atau yang kemudian membuahkan asas dan
fenomena, bisa juga suatu imajinasi murni konsep pembangunan berkelanjutan, yang
yang dibangun oleh dan dalam pikiran guna melalui sidang umum PBB tahun 1987
memberi gambaran menyeluruh tentang disepakati sebagai asas bersama seluruh
suatu wujud atau proses. Konsep ini yang negara di dunia. Asas keadilan antara
kemudian digunakan kembali oleh akal untuk generasi ini, intinya adalah bahwa segala
memahami, menerangkan atau bahkan upaya pemenuhan kebutuhan sekarang tidak
melakukan suatu tindak terhadap realita atau menghalangi pemenuhan kebutuhan generasi
fenomena tersebut. Konsep kota yang yang akan datang. Selanjutnya melalui
berkelanjutan adalah konstruksi dalam KTT Bumi di Rio de Janeiro 1992 asas dan
pikiran yang didasarkan pada suatu konsep tersebut dituangkan dalam program
keyakinan tentang wujud dan proses yang dunia yang disebut Agenda 21. Dalam
terjadi dalam kota. Keyakinan yang dianut konteks inilah kemudian asas dan konsep
inilah yang dimaksud sebagai asas yang kota berkelanjutan dikembangkan, meskipun
memang menjadi dasar dan panduan segala diluar kesepakatan tersebut masih terus
tindak. berkembang upaya mencari makna
Kota berkelanjutan adalah konsep yang pembangunan berkelanjutan.
dibangun atas keyakinan bahwa kehidupan
manusia di dunia mesti berlanjut. Tidak ada 1.1. MENGAPA KOTA
manusia yang mau menjadi generasi terakhir
dan punah seperti dinosaurus. Bahkan Berkelanjutan kemudian menjadi asas
kehidupan itu sendiri selalu diupayakan makin yang dianut dalam hampir segala tindak dan

1 Kuswartojo.T. 2006: Asas Kota Berkelanjutan…..J, Tek. Ling. P3TL – BPPT. 7.(1): 1 - 6
upaya manusia, sehingga kita menjumpai penghasil limbah dan produsen pencemaran
istilah ekonomi berkelanjutan, bisnis yang terbesar di setiap negara. Begitulah,
berkelanjutan, pertanian berkelanjutan, akhirnya kota menjadi perhatian dunia untuk
permukiman berkelanjutan dan juga arsitektur dapat didorong fungsi dan peranan
berkelanjutan. Begitu meluasnya posisitfnya dan dikendalikan akibat
penggunaan istilah berkelanjutan sampai negatifnya. Karena itu kota mendapatkan
akhirnya terlepas dari asasnya sendiri. perhatian khusus dalam upaya mewujudkan
Diantara hiruk pikuk penggunaan istilah konsep dan menerapkan asas pembangunan
berkelanjutan, kota berkelanjutan adalah berkelanjutan.
diantara konsep yang secara taat asas Kota merupakan wujud budaya yang
diterapkan diberbagai penjuru dunia. kompleks, bersegi banyak dan berdimensi
Mengapa, karena kota merupakan jamak. Oleh karena itu dapat kita pahami
ruang tempat terkonsentrasinya kehidupan apabila tidak ada kesatuan pandangan
manusia. Saat ini setengah penduduk dunia tentang konsep dan asas kota berkelanjutan.
tinggal di kota dan akan terus meningkat
sampai mungkin sekitar 70-80 persennya. 2. WACANA MENGENAI KONSEP DAN
Di negara industri maju konsentrasi KESEPAKATAN TENTANG ASAS:
penduduk kota ini telah mencapai tingkat KOTA BERKELANJUTAN
kejenuhannya dan telah mencapai sekitar 70
sampai 90 persen. Sedang di negara sedang Laporan The World Commission on
berkembang penduduk kota baru sekitar 20 - Environment and Development(1) atau lebih
30 persen dan dengan cepatnya menuju dikenal sebagai laporan Brundtland
kondisi 50 persen untuk kemudian akan menyebutkan bahwa kota yang berkelanjutan
menyamai penduduk kota di negara maju. adalah kota yang dapat menjalankan fungsi
Ada upaya untuk menahan pertumbuhan kota dan peranan dalam pembangunan
seperti yang dilakukan di RRC pada zaman berkelanjutan . Kota itu harus mampu
Mao Zedong atau de-urbanisasi yang melindungi dan memelihara sumber daya
dilaksanakan dengan kejam oleh rezim Pol alam di kota dan di wilayah sekitarnya agar
Pot di Kamboja, tetapi kesemuanya tidak dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Ini
dapat menghentikan proses ”mengkota”. artinya bukan hanya kota itu sendiri yang
Kota merupakan wujud nyata berlanjut tetapi juga fungsi dan peranan
perkembangan dan kemajuan, ciri-ciri regionalnya.
perkembangan dan kemajuan bangsa dapat Dalam terbitan berkalanya tentang
ditengarai dari kondisi kotanya. Kota adalah sumberdaya dunia (World Resources) tahun
pusat komunikasi, pusat percaturan politik, 1997, secara khusus World Resources
pusat kekuasaan dan adminisitrasi. Dari kota Institute menyoroti masalah perkotaan dan
pula terjadi pengembangan nilai baru dan menyatakan bahwa kota berkelanjutan
kebudayaan baru. Banyak produk budaya adalah kota yang mampu memenuhi
yang mandeg tiba-tiba muncul kembali kebutuhan kaum miskin kota sekarang(2).
berkembang karena dorongan kota. Kota Artinya kemampuan menanggulangi
kemudian juga diakui sebagai mesin kemsiskinan adalah kunci berlanjutnya kota.
pembangkit pertumbuhan ekonomi, penentu Lebih luas dari hanya kemiskinan , Seregaldin
pola konsumsi dan produksi. Kota memandang bahwa kota yang berkelanjutan
menawarkan aneka lapangan kerja dan adalah Kota yang berfungsi bagi rakyat untuk
bahkan perkembangan pertanian banyak melindungi kesehatannya, menyediakan
ditentukan oleh kota. Di sisi lain, meski kota lindungan (shelter), dan manawarkan
menjadi agen pembaruan dan perkembangan, kesempatan untuk bekerja dan
tetapi juga dapat menjadi agen kapital global mengekspresikan budidayanya (3). Sedang
yang agresif dan eksploitatif. Harus diakui bagi Badshah proses pengambilan
bahwa kota adalah penyebab terjadinya keputusan lah yang menjamin kota yang
eksploitasi sumberdaya alam. Kota adalah berkelanjutan. Kota berkelanjutan adalah kota
konsumen air bersih yang besar yang dapat dengan program perumahan dan pelayanan
menyebabkan terganggunya alokasi air bagi kota yang didasarkan pada konsensus (4)
pertanian. Kota yang terus melebar Berdasarkan kosep yang dinamakan
mengkonsumsi tanah pertanian yang model metabolisme permukiman, Paul
produktif. Rusaknya lingkungan oleh Newman menempatkan transportasi sebagai
misalnya galian pasir dan batu karena faktor terpenting untuk mewujudkan kota
permintaan kota. Kota juga menjadi berkelanjutan(5). Model metabolisme

Kuswartojo. T. 2006: Asas Kota Berkelanjutan…..J, Tek. Ling. P3TL – BPPT. 7.(1): 1- 6 2
permukiman merupakan suatu siklus tertutup • ASAS MELBOURNE TENTANG KOTA
dan proses terbuka yang menggambarkan BERKELANJUTAN (Mei 2002) .
masukan sumberdaya yang diproses oleh Pendeklarasian asas ini diorganisasikan
dinamika mukiman menjadi kehidupan yang oleh ICLEI, UNEP, dan EPA Victoria. Asas
layak dan nyaman dan juga limbah. Dalam ini menyediakan seperangkat pernyataan
dinamika mukiman inilah transporatsi sederhana tentang bagaimana kota yang
merupakan komponen penting. Dalam berkelanjutan berfungsi. Asas Melbourne
kaitannya dengan transportasi tersebut diniatkan unuk memandu pemikiran dan
adanya ketergantungan pada mobil menurut menyediakan suatu kerangka strategis
Newman menjadi penyebab ketidak untuk bertindak walaupun demikian asas
berlanjutnya kota. ini bukan resep. Asas ini membolehkan
Adanya niat kuat untuk mewujudkan kota mengembangkan solusinya sendiri
konsep dan menerapkan asas pembangunan sesuai dengan keadaan yang khusus.
berkelanjutan dan memahami adanya Asas Melbourne ini akan membantu warga
berbagai pandangan, muncul berbagai upaya kota maupun pengambil keputusan untuk
untuk mendapatkan titik temu tentang apa bekerjasama menetapkan hal penting
kota berkelanjutan tersebut. Upaya ini antara untuk menjadikan kota berkelanjutan.
lain terkejawantahkan dalam: Menurut asas ini kota yang berlanjut
• Deklarasi Aalborg 1994, ASAS adalah kota yang mampu:
SUSTAINABLE CITY bagi KOTA EROPA . 1. Merumuskan visi jangka panjang kota
Dalam deklarasi tersebut antara lain berdasarkan keberlanjutan; keadilan
diungkapkan perlunya upaya mencapai sosial, ekonomi dan politik dan ciri
keadilan, ekonomi yang berkelanjutan dan khas mereka
berkelanjutannya lingkungan. Keadilan 2. Mencapai keamanan sosial ekonomi
sosial perlu didasarkan pada keberlanjutan jangka panjang.
dan keadilan ekonomi dan ini memerlukan 3. Mengenali nilai hakiki
berkelanjutannya lingkungan. Hal ini keanekaragaman hayati dan
dapat diartikan bahwa pemeliharaan ekosistem alami, melindungi dan
kekayaan alam sangat diperlukan. Ini memulihkan kembali.
menuntut agar tingkat konsumsi material 4. Memampukan komunitas agar dapat
yang dapat diperbaharui seperti air dan memperkecil tapak ekologisnya.
sumber daya energi, tidak melebihi 5. Membangun karakteristik ekosistem
kemampuan sistem alami untuk dalam pengembangan dan
memperbaharuinya. Sedang tingkat memelihara kesehatan dan
konsumsi sumber daya yang tak keberlanjutan kota.
terbarukan tidak melebihi penggantian 6. Mengenali dan membangun
sumber daya secara berkelanjutan. karakteristik khas kota termasuk nilai-
Keberlanjutan lingkungan juga berarti nilai kemanusiaan dan budayanya,
bahwa tingkat pencemar yang dibuang sejarah dan sistem alaminya
tidak melebihi kapasitas udara, air, dan 7. Memberdayakan masyarakat dan
tanah untuk menyerap dan mempercepat peran sertanya.
memprosesnya. Kalau kita simak dari 8. Memperluas dan memampukan
sebagian asas yang dideklarasikan jaringan kerjasama untuk mencapai
tersebut, tampak bahwa tidak ada sesuatu masa depan bersama yang
yang baru, kesemuanya merupakan asas berkelanjutan
yang sudah dikenal dan diterima oleh 9. Meningkatkan konsumsi dan produksi
masyarakat lingkungan. Tetapi yang mendukung keberlanjutan,
sesungguhnya komitmen untuk melalui penggunaan teknologi
menerapkannya di masing-masing kota berwawasan lingkungan dan
yang menandatangani deklarasi yang lebih manajemen permintaan yang efektif.
penting. Deklarasi ini ditindak lanjuti 10. Meningkatkan kemampuan untuk
dengan kampanye dan penyusunan melakukan perbaikan secara terus
agenda bersama. Kompetisi antar kota di menerus, berdasarkan pertanggung
Eropa untuk mendapatkan sustainable city jawaban, keterbukaan dan
award yaitu kota yang paling taat asas, penyelenggaraan yang baik
berlangsung sampai kini.
Ada pemerintah kota di Indonesia yang
ikut hadir dan menanda tangani deklarasi

3 Kuswartojo.T. 2006: Asas Kota Berkelanjutan…..J, Tek. Ling. P3TL – BPPT. 7.(1): 1 - 6
Melbourne tersebut, tetapi apakah yang Secara fisik kita bisa menandai keberadaan
bersangkutan benar berjanji untuk kota dari jumlah dan kualitas konstruksi
menerapkan asas tersebut, tidak kita ketahui. bangunan gedung dan prasarananya. Juga
dari angka-angka statistik pemukiman
2.1. ARTI KOTA BAGI INDONESIA tersebut dapat diindikasikan kehadiran kota,
tetapi kesemuanya belum tentu bisa
Sekiranya kita akan mengembangkan
menandai sifat kekotaan tata nilai dan
dan menerapkan asas kota berkelanjutan di
perilaku masyarakatnya. Badan pusat statistik
Indonesia, persoalan yang kita hadapi adalah
(Indonesia) menggolongkan suatu wilayah
apa arti kota itu sendiri masih harus
desa atau kelurahan sebagai wilayah
disepakati. Setiap hari orang menggunakan
perkotaan apabila kepadatan penduduknya
istilah kota tetapi apa arti istilah itu bagi orang
mencapai 500 orang/km2 atau lebih, kurang
Indonesia, sesungguhnya tidak sederhana.
dari 25 % penduduknya hidup dari pertanian
Istilah kota itu bisa diartikan city, town,
dan sekurang-kurangnya mempunyai
municipal atau urban. Kerancuan semacam
delapan fasilitas pelayanan umum seperti
ini tidak pernah dicoba dijelaskan, bahkan
pasar, sekolah, pusat kesehatan dan
dibakukan dengan undang-undang sehingga
sebagainya. Berdasarkan definisi inilah suatu
untuk municipal digunakan istilah Kota.
satuan wilayah desa dinyatakan tergolong
Memang ada upaya untuk menggunakan
kawasan perkotaan dan penduduknya disebut
istilah perkotaan untuk istilah urban, misalnya
sebagai penduduk perkotaan. Tentu saja
seperti yang dapat kita jumpai dalam statistik.
dimensi sosio kultural perkotaan tidak dapat
Dalam berbagai peraturan juga digunakan
dikenali dengan penggolongan ini. Ini
istilah kawasan perkotaan untuk menandai
membuat analisis perkembangan perkotaan
urban area, tetapi urban culture biasanya
yang hanya didasarkan pertumbuhan
diterjemahkan dengan istilah kebudayaan
penduduk bisa jadi bersifat semu. Banyak
kota dan urban economic menjadi ekonomi
kota yang meski jumlah dan kepadatan
kota. Bukan kebudayaan perkotaan dan
penduduknya memenuhi kriteria sebagai
ekonomi perkotaan. Kerancuan ini
perkotaan (urban) tetapi karakteristik
nampaknya tidak pernah dipersoalkan,
kehidupan dan pengelolaannya belum dapat
mungkin karena dianggap sudah merupakan
digolongkan perkotaan.
hal yang bisa dipahami oleh semua orang
yang berbahasa Indonesia. Sekiranya ada
2.2. KERANGKA UNTUK MENELAAH
istilah kota dalam suatu peraturan
BERLANJUTNYA KOTA DI
perundangan atau kebijakan, kita bisa
INDONESIA
menafsirkan sendiri apakah istilah “kota” yang
digunakan tersebut berarti city, town, Meski arti kota itu sendiri masih
municipal atau urban, karena ada dapat diperdebatkan dan bagaimana
kemungkinan perumusnya sendiri tidak mendeliniasi satuan mukiman agar dapat
menyadari apa bedanya. disebut kota masih merupakan suatu
Dalam makalah ini digunakan istilah kesukaran, suatu kerangka pikir untuk
perkotaan untuk urban, dan kota ( k kecil) menelaah keberlanjutan kota akan kita coba
untuk city atau town dan Kota (K besar) untuk kembangkan. Mengkaji berbagai pandangan
municipal. Urban adalah suatu sifat, bahkan dan kesepakatan tentang kota berkelanjutan,
secara khusus ditujukan untuk menandai dapat disimpulkan bahwa apa yang dimaksud
sifat-sifat sosio-kultural karena itu mungkin bukan keberlanjutan eksistensi fisiknya.
lebih tepat apabila untuk urban tersebut Kota yang lenyap secara fisik seperti
digunakan istilah kekotaan. Tetapi karena Pompei, Majapahit atau Sriwijaya, tidak lagi
istilah perkotaan telah meluas dan secara dijumpai pada kehidupan modern ini. Bahkan
formal digunakan dalam peraturan Hiroshima yang hancur lebur oleh bom
perundangan, apa boleh buat disini kita atompun ternyata dapat mempertahankan
gunakan istilah perkotaan tersebut. Istilah eksistensinya. Berbagai pemikiran tentang
kota (k kecil) dimengerti sebagai suatu entitas keberlanjutan kota justru ditujukan pada
atau satuan pemukiman yang mempunyai permasalahan bagaimana menjadikan kota
sifat perkotaan sedangkan Kota (K besar) terus berkembang secara kualitatiff maupun
merupakan satuan wilayah administrasi. kuantitatif. Bagaimana membuat kota makin
Bagaimana ciri-ciri-ciri satuan nyaman dalam kondisi jumlah penduduk
pemukiman agar dapat dianggap telah makin terus bertambah , antara lain
mempunyai sifat kekotaan tidaklah mudah. merupakan persoalan yang tidak hentinya

Kuswartojo. T. 2006: Asas Kota Berkelanjutan…..J, Tek. Ling. P3TL – BPPT. 7.(1): 1- 6 4
ditelaah. Dengan demikian dapat apabila ada pemerintahan kota yang baik,
dikembangkan konsep dan asas kota warga kota yang baik dan juga pengguna kota
berkelanjutan berdasarkan kerangka pikir yang baik. Bukti sejarah dan perkembangan
sebagai berikut : kota-kota di Indonesia dirasakan masih jauh
dari harapan. Berbagai upaya untuk
1. Kota berkelanjutan adalah kota yang
mendorong terwujudnya tata
secara berkelanjutan menjamin
penyelenggaraan yang baik memang telah
peningkatan kualitas hidup warga
dilakukan oleh banyak pihak, namun
kotanya dan kenyamanan pengguna
berbagai upaya tersebut masih lebih banyak
kota lainnya.
bersifat simbolik atau formalisme. Mungkin
2. Untuk menjamin kondisi yang demikian
perjalanan sejarah kota di Indonesia memang
kota harus dapat terus menerus
belum sampai pada taraf bisa menerapkan
menyediakan, memelihara dan
tata penyelenggaraan kota yang baik.
mengembangkan berbagai fasilitas yang
memadai dan sumberdaya yang
3. CATATAN PENUTUP: UPAYA
mencukupi untuk kebutuhan.warga dan
MERUMUSKAN ASAS KOTA
pengguna kota lainnya.
BERKELANJUTAN.
3. Penyediaan, pemeliharaan dan
pengembangan fasilitas serta
Kota mana di Indonesia yang dapat
sumberdaya lainnya dapat dilakukan
disebut sebagai kota
secara memadai dan berkelanjutan
berkelanjutan,merupakan pertanyaan yang
apabila kota diselanggarakan secara
tidak mudah dijawab, karena kita belum
baik. Tata penyelenggaraan (governance)
mempunyai konsep dan asas yang disepakati
kota yang baik hanya dapat dilakukan
bersama tentang kota berkelanjutan. Urban
oleh pemerintahan, warga kota dan
and Regional Development Intitute (URDI)
pengguna kota yang baik.
bekerja sama dengan Indonesia
Decentralized Environment and Resource
Dengan kerangka pikir tersebut
Management (UNDP), melakukan lokakarya
kemudian memang ada berbagai soal yang
untuk merumuskan asas kota yang
harus dijawab. Apa kualitas hidup dan kondisi
berkelanjutan Indonesia. Hasilnya adalah
bagaimana yang disebut nyaman masih
bahwa kota yang berkelanjutan adalah kota
harus diperjelas ukurannya. Oleh karena
yang:
warga dan pengguna kota beraneka ragam,
muncul pertanyaan untuk siapa kenyamanan 1. Memiliki visi, misi dan strategi jangka
itu harus disediakan. Apa dan berapa besar panjang (secara partisipatif) yang
sumberdaya serta fasilitas yang harus diupayakan keterwujudannya secara
disediakan. berkaitan dengan pola konsumsi. terus-menerus dan konsisten melalui
Diantara sumberdaya yang harus tersedia, rencana, anggaran, program dan
sumberdaya alam, terutama tanah, tidak pelaksanaan yang bersifat jangka pendek
dapat terus menerus disediakan oleh karena dan menengah disertai mekanisme
harus dihemat diupayakan penggantinya. insentif-disentif.
Oleh karena itu kota berkelanjutan antara lain 2. Mengintegrasikan upaya pertumbuhan
harus dapat menghemat sumberdaya ekonomi dengan upaya perwujudan
alamnya terutama tanah. Konsumsi ruang keadilan sosial, kelestarian lingkungan,
atau bidang tanah ini, yang dikenal dengan partisipasi masyarakat serta keragaman
istilah tapak ekologis (ecological footprint), budaya.
di berbagai kota di Eropa telah digunakan 3. Mengembangkan dan mempererat
sebagai ukuran berlanjutnya kota. Konsumsi kerjasama/kemitraan (dan komunikasi)
tanah ini tidak hanya yang digunakan untuk antara pemangku kepentingan, antar-
konstruksi tetapi juga dibutuhkan untuk alat sektor dan antar-daerah.
transportasi, pelestarian air, penyerapan 4. Memelihara, mengembangkan dan
karbon, menampung limbah, memproduksi menggunakan secara bijak sumberdaya
pangan dan sebagainya lokal serta mengurangi secara bertahap
Untuk kota di Indonesia, tata ketergantungan akan sumberdaya dari
penyelenggaraan kota yang baik (good city luar (global) maupun sumberdaya yang
governance) dapat dianggap sebagai kunci tak-tergantikan.
bagi kota berkelanjutan. Sedangkan tata 5. Meminimalkan “tapak ekologis” yang
penyelenggaraan yang baik dapat terjadi ditimbulkan oleh kota dan

5 Kuswartojo.T. 2006: Asas Kota Berkelanjutan…..J, Tek. Ling. P3TL – BPPT. 7.(1): 1 - 6
kegiatan/kehidupan di dalamnya serta DAFTAR PUSTAKA
memelihara dan bahkan meningkatkan
“daya dukung ekologis” lokal. 1. WCED, 1987, Our Common Future, Oxford
6. Menerapkan manajemen kependudukan University Press, New York
yang berkeadilan sosial disertai dengan 2. World Resources Institute, 1996, WORLD
pengembangan kesadaran masyarakat RESOURCES 1996-1997
akan pola konsumsi/gaya hidup yang 3. Serageldin, Ismail ect ,1995, TheBusiness
ramah lingkungan serta memperhatikan of Sustainable Cities, ESD Proceeding,
kepentingan generasi yang akan datang. The World Bank
7. Memberikan rasa aman bagi warganya 4. Badshah, Akhtar A., 1996, OUR URBAN
sekaligus memberikan perlindungan FUTURE: New Pradigm for Equity and
terhadap hak-hak publik. Sustanibility, Zed Books London
8. Pentaatan hukum yang berkeadilan dan 5. Newman, Peter and Kenworthy, Jeffrey
didukung oleh komitmen dan konsistensi 1999, Sustainability and Cities,Island
dari aparat penegak hukum. Press
9. Mendorong terciptanya lingkungan yang 6. Tjuk Kuswartojo 2005, Perumahan dan
kondusif bagi terciptanya masyarakat Pemukiman Indonesia, Penerbit ITB
belajar yang dicirikan dengan adanya Bandung
perbaikan yang menerus.
RIWAYAT PENULIS

Tjuk Kuswartojo, saat ini bekerja di UNDP


sebagai Environmental Poling Advisor
pada project Capacity 2015

Kuswartojo. T. 2006: Asas Kota Berkelanjutan…..J, Tek. Ling. P3TL – BPPT. 7.(1): 1- 6 6