Você está na página 1de 48

KARYA TULIS ILMIAH

PENDIDIKAN KESEHATAN PERAWATAN PERIANAL BERDASARKAN


STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) UNTUK MENCEGAH
RUAM POPOK PADA BAYI DI BPM SUGIYATI PETANAHAN
KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2017

Diajukan untuk Memenuhi Jenjang Pendidikan


Diploma III Kebidanan

Disusun oleh :

ASTRIN SAFALIA
B1401151

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
MUHAMMADIYAH GOMBONG
TAHUN 2017
KARYA TULIS ILMIAH

PENDIDIKAN KESEHATAN PERAWATAN PERIANAL BERDASARKAN


STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) UNTUK MENCEGAH
RUAM POPOK PADA BAYI DI BPM SUGIYATI PETANAHAN
KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 2017

Diajukan untuk Memenuhi Jenjang Pendidikan


Diploma III Kebidanan

Disusun oleh :

ASTRIN SAFALIA
B1401151

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
MUHAMMADIYAH GOMBONG
TAHUN 2017

i
ii
iii
iv
KARYA TULIS ILMIAH

PENDIDIKAN KESEHATAN PERAWATAN PERIANAL BERDASARKAN


STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) UNTUK MENCEGAH
RUAM POPOK PADA BAYI DI BPM SUGIYATI PETANAHAN
KABUPATEN KEBUMEN TAHUN 20171
Astrin Safalia2, Hastin Ika Indriyastuti, S.SiT., MPH3

INTISARI

Latar Belakang: Semua bayi memiliki kulit yang sangat peka, kondisi kulit pada
bayi yang relatif tipis menyebabkan bayi lebih rentan terhadap infeksi, iritasi, dan
alergi, sehingga diperlukan perawatan yang lebih menekankan pada perawatan
kulit. Selain perawatan kulit rutin, para orang tua juga perlu memperhatikan
perawatan kulit pada daerah yang tertutup popok agar tidak terjadi gangguan.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah gangguan kulit tersebut
adalah dengan perawatan perianal.
Tujuan: Memberikan pendidikan kesehatan perawatan perianal terhadap
pencegahan ruam popok pada bayi dengan Standar Prosedur Operasional (SPO).
Metode Penelitian: Penerapan asuhan menggunakan pendekatan deskriptif
analitik dengan melakukan pemeriksaan dan observasi langsung, dengan
pendekatan studi kasus (case study) yang menggunakan berbagai macam sumber
data yang digunakan secara sistematis.
Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan ibu bayi tentang perawataan perianal,
dan pendidikan kesehatan perawatan perianal pada bayi dengan Standar Prosedur
Operasional (SPO) terbukti efektif untuk mencegah terjadinya ruam popok pada
bayi.
Kesimpulan: Setelah diberikan pendidikan kesehatan perawatan perianal dengan
Standar Prosedur Operasional (SPO) yang dibuat oleh penulis memudahkan
penulis dan bidan dalam memberikan pendidikan kesehatan.

Kata kunci : Ruam popok, perawatan perianal, pendidikan


kesehatan, Standar Prosedur Operasional (SPO)
Kepustakaan : 25 Literatur (2007-2014)
Jumlah halaman : xi + 61 halaman

1
Judul
2
Mahasiswa Prodi DIII Kebidanan
3
Dosen STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG

v
SCIENTIFIC PAPER

HEALTH EDUCATION OF PERIANAL CARE BASED ON


OPERATIONAL PROCEDURE STANDARD (SPO) IN
PREVENTING DIAPER RASH ON A BABY IN
INDEPENDENT MIDWIFERY CLINIC OF
MIDWIFE SUGIYATI PETANAHAN
KEBUMEN 20171
Astrin Safalia2, Hastin Ika Indriyastuti, S.SiT., MPH3

ABSTRACT

Background: A baby has very sensitive skin. This relatively thin skin of the baby
(infant) may cause the infant to be more susceptible to infection, irritation, and
allergies. Therefore the skin needs more carefully treatment. Except doing the
routine car for the skin, parents also need to pay attention to skin care for the areas
covered with diapers not to cause the baby get problems. One of the efforts to
prevent skin disorders is by giving perianal treatment.
Objective: Providing health education of perianal care in preventing diaper rash
on infants by using Operational Procedure Standard (SPO).
Method: This scientific paper uses analytical descriptive approach by conducting
examination and direct observation, with a case study approach (case study) by
systematically using various data sources.
Result: There is an increase of knowledge of infant mothers on perianal care, and
the health education of perianal care for infants using Operational Procedure
Standard (SPO) is effective to prevent the occurrence of diaper rash of infants.
Conclusion: After being given health education of perianal care using
Operational Procedure Standard (SPO) made by the writer, the midwife and the
writer can give health education easily.

Keywords : Diaper rash, perianal treatment, health


education,operational procedure standard (SPO)
Literature : 25 references (2007-2014)
Number of pages : xi + 61 pages

1
Title
2
The student of DIII Program of Midwifery Dept.
3
Lecturer of Muhammadiyah Health Science Institute of Gombong

vi
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Puji syukur kehadirat Allah subhanahuwata’ala (SWT), yang senantiasa
melimpahkan taufiq dan hidayah-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat
menyelesaikan Proposal KaryaTulis Ilmiah dengan judul “Pendidikan Kesehatan
Perawatan Perianal Berdasarkan Standar Prosedur Operasional (SPO) Untuk
Mencegah Ruam Popok Pada Bayi di BPM Sugiyati Petanahan Kabupaten
Kebumen Tahun 2017”. Karya Tulis Ilmiah ini disusun sebagai syarat
memperoleh gelar ahli madya kebidanan.
Selama penyusunan Proposal Karya Tulis Ilmiah ini penulis mendapat
bimbingan, masukan dan dukungan dari beberapa pihak, sehingga Proposal Karya
Tulis Ilmiah ini dapat terselesaikan dengan baik, untuk itu penulis menyampaikan
terima kasih kepada:
1. Hj. Herniyatun, S.Kep.Ners, Sp. Mat selaku Ketua Sekolah Tinggi Ilmu
Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Gombong,
2. Eka Novyriana, S.ST., M.P.H selaku Ketua Program Studi D III Kebidanan
STIKes Muhammadiyah Gombong.
3. Siti Mutoharoh, S.SiT., M.P.H selaku penguji satu Karya Tulis Ilmiah.
4. Hastin Ika Indriyastuti, S.Si.T., M.P.H selaku pembimbing Karya Tulis
Ilmiah yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan laporan ini.
5. Orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan baik materil
maupun moril, dorongan semangat dan doa yang tiada henti.
6. Semua teman-teman seangkatan.
7. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah
membantu dalam penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini.
Menyadari adanya berbagai keterbatasan yang dimiliki oleh penulis, baik
pengetahuan maupun pengalaman tentunya Proposal Karya Tulis Ilmiah ini masih
terdapat banyak kekurangan. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun
sangat diharapkan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan
hidayah yang tidak berkesudahan dan semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Gombong, 9 Juni 2017

Penulis

vii
DAFTAR ISI

Halaman Sampul
Halaman Judul........................................................................................................ i
Halaman Persetujuan ............................................................................................. ii
Halaman Pengesahan ........................................................................................... iii
Halaman Pernyataan............................................................................................. iv
Intisari ................................................................................................................... v
Abstrak ................................................................................................................. vi
Kata Pengantar .................................................................................................... vii
Daftar Isi............................................................................................................. viii
Daftar Bagan ........................................................................................................ ix
Daftar Tabel .......................................................................................................... x
Daftar Lampiran ................................................................................................... xi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ................................................................................... 1
B. Tujuan................................................................................................. 5
C. Manfaat............................................................................................... 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. TinjauanTeori
1. Teori Pendidikan Kesehatan .......................................................... 7
2. Teori Pengetahuan ....................................................................... 12
3. Teori Bayi .................................................................................... 13
4. Teori Ruam Popok ....................................................................... 24
5. Teori Popok Bayi ......................................................................... 28
6. Teori Perawatan Perianal ............................................................. 31
7. Teori Standar Prosedur Operasional ............................................ 33
8. Standar Prosedur Operasional ..................................................... 34
B. Kerangka Teori ................................................................................. 37
BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ................................................................................. 38
B. Partisipan .......................................................................................... 39
C. Tempat Dan Waktu Penelitian ......................................................... 40
D. Instrumen .......................................................................................... 41
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. MANAJEMEN KASUS................................................................... 42
B. HASIL .............................................................................................. 45
C. PEMBAHASAN .............................................................................. 51
BAB V PENUTUP
A. KESIMPULAN ................................................................................ 59
B. SARAN ............................................................................................ 60
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

viii
DAFTAR BAGAN

Bagan 1. Kerangka Teori…………………………………………………..37

ix
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Standar Prosedur Operasional ............................................................. 34


Tabel 2. Alat pengumpulan data ....................................................................... 41
Tabel 4.1 Hasil kuesioner sebelum diberikan pendidikan kesehatan .................. 48
Tabel 4.2 Hasil kuesioner sesudah diberikan pendidikan kesehatan .................. 49

x
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Lembar konsultasi bimbingan KTI


Lampiran 2. Lembar Standar Prosedur Operasional
Lampiran 3. Lembar Informed Consent
Lampiran 4. Lembar Kuesioner
Lampiran 5. Lembar Observasi
Lampiran 6. Lembar Dokumentasi

xi
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Masa bayi dimulai dari usia 0-12 bulan yang ditandai dengan

pertumbuhan dan perubahan fisik yang cepat disertai dengan perubahan dalam

kebutuhan zat gizi (Notoatmojo, 2007). Masa bayi merukan masa peralihan

dari lingkungan dalam kandungan ke lingkungan luar kandungan. Seperti

halnya masa peralihan, masa bayi juga memerlukan penyesuaian. Bagi

beberapa bayi penyesuaian mudah dilakukan, namun bagi bayi lain terasa

sulit dan terkadang mengalami kegagalan (Herawati, 2011).

Pada waktu kelahiran, sejumlah adaptasi fisiologis mulai terjadi pada

tubuh bayi baru lahir. Karena perubahan bayi memerlukan pemantauan ketat

untuk menentukan bagaimana ia membuat suatu transisi yang baik terhadap

kehidupannya diluar uterus. Bayi baru lahir juga membutuhkan perawatan yang

dapat meningkatkan kesempatan menjalani masa transisi dengan berhasil. Pada

masa transisi ini bayi mengalami berbagai proses penyesuaian dalam dirinya

seperti penyesuainnya tehadap suhu tubuh, sistem pernafasan, sistem

kardiovaskuler, metabolisme, ginjal, pencernaan, hati, sistem imun, dan kulit

bayi (Muslihatun, 2010).

Semua bayi memiliki kulit yang sangat peka, berbeda dengan kulit

orang dewasa yang tebal dan mantap, kondisi kulit pada bayi yang relatif tipis

menyebabkan bayi lebih rentan terhadap infeksi, iritasi, dan alergi. Secara

1
2

struktural, kulit bayi dan balita belum berkembang dan berfungsi secara

optimal, sehingga diperlukan perawatan yang lebih menekankan pada

perawatan kulit, sehingga bisa meningkatkan fungsi utama kulit sebagai

pelindung dari pengaruh luar tubuh. Selain perawatan kulit rutin, para orang

tua juga perlu memperhatikan perawatan kulit pada daerah yang tertutup popok

agar tidak terjadi gangguan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk

mencegah gangguan kulit tersebut adalah dengan perawatan perianal

(Manulang, 2010).

Perawatan kebersihan pada bayi, hingga saat ini memakaikan popok

pada bayi merupakan cara yang paling praktis, efektif, dan higienis untuk

menampung urine (air seni) dan feses (tinja) agar tidak menyebar pada saat

buang air kecil maupun buang air besar. Namun sesungguhnya, kulit bayi tidak

siap untuk mengatasi keadaan yang dapat timbul akibat kontak lama dengan

urine dan feses yang disebabkan oleh pemakaian popok. Pemakaian popok

pada kulit bayi yang masih sensitif dapat menyebabkan bayi mengalami ruam

popok (Manulang, 2010).

Maryunani (2010), mengatakan penyebab ruam popok yaitu kontak

yang lama dan berulang dengan bahan iritan, terutama urine dan feses atau

bahan kimia pencuci popok seperti sabun, detergen, pemutih, pelembut pakaian

dan bahan kimia yang dipakai oleh pabrik pembuat popok. Akibat kontak

dengan bahan iritan dalam waktu yang cukup lama maka ruam akan terjadi

pada alat genetalia bayi. Ruam yang terjadi dapat berupa kemerahan yang
3

ringan, lepuhan kecil yang terasa gatal (vesikel) dari yang kecil hingga

menutupi area tubuh yang luas (Susanto dan Ari, 2013).

Lebih dari 30% bayi dan balita di Indonesia mengalami ruam popok. Ini

terjadi karena orang tua tidak peduli dengan jenis popok, popok yang

dipakai sepanjang hari dan jarang diganti dan popok kain dicuci asal bersih

(Marta Fitria, 2014). Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh badan Kesehatan

Dunia (WHO) pada tahun 2012 pravalensi iritasi kulit (ruam popok) pada bayi

cukup tinggi 25% dari 6.840.507.000 bayi yang lahir di dunia kebanyakan

menderita iritasi kulit (ruam popok) akibat penggunaan popok. Insiden ruam

popok di Indonesia mencapai 7-35% yang menimpa bayi laki-laki dan

perempuan dibawah usia tiga tahun (Budi Arja Sita A, 2009). Ahli Menteri

Kesehatan Bidang Peningkatan Kapasitas dan Desentralisasi, dr. Krisnajaya,

MS memperkirakan jumlah anak balita (bawah lima tahun) Indonesia mencapai

10% dari populaso penduduk. Jika jumlah penduduknya 220-240 juta jiwa,

maka setidaknya ada 22 juta balita di Indonesia dan sepertiga dari jumlah bayi

di Indonesia mengalami ruam popok ( Rahmat H, 2011).

Selain pengetahuan, kemampuan ibu dalam merawat perianal bayi juga

diperlukan. Kemampuan ibu dalam perawatan daerah perianal sama halnya

dengan merawat kulit bayi dari kegiatan sehari-hari, misalnya seperti

memandikan secara teratur, mengganti popok atau baju pada saat yang tepat,

memilih bahan pakaian yang lembut, memilih kosmetik berupa sabun mandi,

sampo dan minyak khusus bayi dipilih dengan tepat dan disesuaikan dengan

keadaan kulit bayi (Sudilarsih, 2010).


4

Pemberian asuhan kesehatan pada anak yang tidak terpecahkan dari

keluarga dan masyarakat, berbagai peran yang terdapat dalam keluarga adalah

peranan ayah, peranan ibu, peranan anak dimana fungsi pokok keluarga

terhadap anggota keluarga adalah asah, asih, asuh sehingga dibutuhkan peranan

ibu dalam pengasuh dan perawatan yang baik untuk bayinya. Ketepatan dalam

perawatan daerah perianal memerlukan pengetahuan ibu dalam menjaga

kesehatan kulit bayi. Kurangnya pengetahuan ibu saat terjadi ruam popok pada

bayi, mengakibatkan ibu merasa gugup, ketakutan, dan merasa bersalah atas

keteloderannya terhadap bayinya. Seolah-olah ibu beranggapan bahwa kurang

memperhatikan bayinya tersebut. Pengetahuan ibu dalam pemakaian popok

pada bayi di Indonesia ternyata masih rendah. Peneliti terdahulu menunjukkan

bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 30

orang (45,5%), terdapat tindakan yang salah dalam perawatan perianal

terhadap pencegahan ruam popok pada neonatus yaitu sebanyak 30 orang

(45,5%) (Manulang, 2010).

Para orang tua modern sudah merasa nyaman dengan penggunaan diaper

atau popok bayi sekali pakai, karena mereka tidak perlu bersusah payah untuk

mencuci dan menjemur tumpukan popok bayi seperti pada masa orang tua

mereka dulu. Namun, ada beberapa orang tua jaman sekarang yang lebih

memilih menggunakan popok kain untuk bayi mereka dengan alasan kesehatan

dan kenyamanan bayi. Salah satu masalah kesehatan kulit yang sering terjadi

pada bayi adalah diaper rash (ruam popok). Karena kepraktisannya saat

penggunaan dan kelalaian saat menggantinya sang bayilah yang mendapatkan


5

dampak buruknya, seperti iritasi pada kulit bayi, sehingga mengakibatkan bayi

menjadi rewel. Ruam popok pada bayi membuat kulit kemerahan, agak

membentol. Bayi yang terkena ruam popok biasanya akan rewel, selain itu

proses menyusui menjadi terganggu karena bayi merasa tidak nyaman sehingga

berat badan tidak meningkat (Handy, 2011).

Mengingat banyaknya kasus terjadinya ruam popok pada bayi karena

kurangnya pengetahuan ibu dalam mengurus bayinya sehingga bayi mengalami

ruam popok, maka penulis tertarik untuk Memberikan pendidikan kesehatan

perawatan perianal berdasarkan Standar Prosedur Operasional (SPO) yang

benar untuk mencegah ruam popok pada bayi di BPM Sugiyati Petanahan

Kabupaten Kebumen tahun 2017.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Memberikan Pendidikan Kesehatan perawatan perianal untuk mencegah

ruam popok pada bayi dengan menggunakan Standar Prosedur Operasional

(SPO).

2. Tujuan Khusus

a. Mengetahui pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan

perawatan perianal untuk mencegah ruam popok pada bayi.

b. Mengetahui pengetahuan sesudah diberikan pendidikan kesehatan

perawatan perianal untuk mencegah ruam popok pada bayi.

c. Mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan perawatan perianal untuk

mencegah ruam popok pada bayi.


6

d. Mempermudah penyampaian pendidikan kesehatan perawatan perianal

untuk mencegah ruam popok pada bayi.

C. Manfaat

1. Manfaat Teoritis

a. Bagi Penulis

Diharapkan dapat menambah pengetahuan bagi penulis khususnya

perawatan perianal pada bayi untuk mengaplikasikan pendidikan

kesehatan perawatan perianal pada bayi sebagai salah satu metode

alternatif untuk mencegah ruam popok pada bayi.

b. Bagi Institusi pendidikan

Diharapkan dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan dan

memberikan sumbangan ilmu pengetahuan serta pemikiran mengenai

perawatan perianal untuk mencegah ruam popok pada bayi.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi Pasien

Diharapkan dapat bermanfaat pada umumnya sebagai informasi

mengenai penatalaksanaan perawatan perianal untuk mencegaha ruam

popok pada bayi.

b. Bagi Pelayanan Kesehatan

Diharapkan dapat menjadi bahan masukan terhadap petugas kesehatan

dalam meningkatkan program pendidikan kesehatan perawatan perianal

untuk mencegah ruam popok pada bayi.


DAFTAR PUSTAKA

Anwar. (2011). Ilmu Kandungan. Jakarta : PT. Bina Pustaka Sarwono


Prawirohardjo.

Arikunto, S. (2007). Manajemen Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.

Darsana. (2009). Perawatan Perianal Dengan Baby Oil Menurunkan Kejadian


Diaper Dermatitis Pada Neonatus. Available online on
http://journal.unusa.ac.id. Acessed 3 Februari 2017.

Deslidel dkk. (2011). Asuhan Neonatus, Bayi, dan Balita. Jakarta : EGC.
Dewi, V. (2010). Asuhan Neonatus Bayi dan Balita.Jakarta : Salemba Medika.
dr. Iwan. (2008). Popok Bayi. http://www.dokteranakku.com Accesed 3 Februari
2017.
Handy, Fransisca. (2011). Pengetahuan dan Kemampuan Ibu Dalam Perawatan
Daerah Perianal Pada Bayi Usia 0-12 Bulan. Available online on.
http://download.portalgaruda.org/ Acessed 3 Februari 2017.

Hartatik, Indah Puji. (2014). Buku Pintar Membuat S.O.P. Yogyakarta :


FlashBooks.

JNPK-KR, (2012). Asuhan Persalinan Normal dan Inisiasi Menyusui Dini,


JHPIEGO Kerja Sama Save The Children Federation Inc-US, Modul.
Jakarta. Available online on http://repository.usu.ac.id/ Acessed 18
Februari 2017.

Kriyantono, Rachmat, 2007. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta.avalaible


online on http://elib.unikom.ac.id/ . Acessed 20 Februari 2017.

Mansur, Herawati. (2011). Psikologi Ibu dan Anak Untuk Kebidanan. Jakarta :
Salemba Medika.

Manulang, Yessi. (2010). Pengetahuan Dan Tindakan Ibu Dalam Perawatan


Perianal Pada Neonatus. Jakarta : Balai Pustaka.

Marmi, Kukuh & Rahardjo. (2012). Asuhan Neonatus Bayi, Balita dan Anak
Prasekolah. Jogjakarta: Pustaka Pelajar.

Maryanti, dkk. (2011). Buku Ajar Neonatus Bayi dan Balita. Jakarta :Penerbit
Trans Info Media.
Maryunani, Anik. (2010). Pengaruh Pemberian Minyak Zaitun (Olive Oil)
Terhadap Derajat Ruam Popok Pada Anak Diare Pengguna
Diapers.available online on.http://pmb.stikestelogorejo.ac.id/ Acessed 3
Februari 2017.

Moekijad. (2008). Adminitrasi Perkantoran. Bandung : Mandar Maju. Available


online on. http://digilib.polban.ac.id Accesed 20 Februari 2017.

Mubarak & Chayatin. (2009). Sikap Manusia Teori dan Pengukur. Edisi kedua.
Yokyakarta : Pustaka Pelajar. Available online on. http://eprints.ums.ac.id/
Acessed 17 Februari 2017.

Muslihatun. (2010). Asuhan Neonatus Bayi dan Balita. Yogyakarta :


Fitramaya.http://www.ejournal.stikesmucis.ac.id/ Acessed 20 Februari
2017.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan . Jakarta : Rineka Cipta


Tersedia di http://eprints.ums.ac.id/ Acessed 20 Februari 2017.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan Dan Perilaku Kesehatan Edisi


1.Jakarta :Rineka Cipta. Available online on http://eprints.ums.ac.id/
Acessed 17 Februari 2017.

Putra, Sitiava R. (2012). Asuhan Neonatus Bayi dan Balita Untuk Keperawatan
dan Kebidanan. Jogjakarta : D-Medika.

Rahmah, S. (2012). Pengaruh Kompetensi Bidan Terhadap Kinerja Pelaksanaan


Manajemen Aktif Kala III di Bidan Praktek Swasta (BPS) Kabupaten
Biereuen.Tesis S2 FKM USU. Medan. http://repository.usu.ac.id/ Acessed
18 Februari 2017.

Sudarti, Khoirunnisa. ( 2010). Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi, Dan Anak


Balita. Yogyakarta : Nuha Medika.

Sudilarsih, Feni. (2010). Pengetahuan dan Kemampuan Ibu Dalam Perawatan


Daerah Perianal Pada Bayi Usia 0-12 Bulan. Available online on.
http://download.portalgaruda.org/ Acessed 3 Februari 2017.

Sukmadinata. (2007). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung; Remaja Rosda


Karya. Available online on http://elib.unikom.ac.id/ Acessed 20 Februari
2017.
LAMPIRAN
Lampiran 2

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PERAWATAN PERIANAL


UNTUK MENCEGAH RUAM POPOK PADA BAYI

STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL PERAWATAN


PERIANAL UNTUK MENCEGAH RUAM
POPOK PADA BAYI

Pengertian Membantu perawatan pada area genitalia, area sekitar anus,


lipatan paha serta pantat bayi.
Tujuan Menjaga kebersihan pada bayi, memberikan rasa nyaman pada
bayi, dan mencegah terjadinya ruam popok pada bayi.
Kebijakan Bayi 0-12 bulan.
Peralatan 1. Handuk
2. Sabun Bayi
3. Washlap
4. Kapas DTT
5. Baskom
6. Air
7. Bengkok
8. Popok kain bersih atau popok sekali pakai
9. Baju bersih
Prosedur A. Tahap Pra interaksi
Pelaksanaan
1. Mengecek kembali kelengkapan alat dan bahan
2. Hand hygiene (Hand Wash/ Hand Scrub)
B. Tahap Orientasi
1. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada ibu
/keluarga.
2. Menanyakan kesiapan ibu dan bayi.
C. Tahap Kerja
1. Menjelaskan kepada ibu pengertian perawatan perianal
pada bayi adalah perawatan daerah yang tertutup oleh
popok atau daerah kemaluan dan sekitarnya yaitu dengan
membersihkan area genitalia, area sekitar anus, lipatan
paha serta pantat bayi.
2. Menjelaskan kepada ibu tentang tujuan perawatan
perianal pada bayi antara lain: menjaga kebersihan,
memberikan rasa nyaman pada bayi, dan mencegah
terjadinya ruam popok pada bayi.
3. Mengajari ibu cuci tangan.
4. Menggunakan sarung tangan.
5. Memastikan bayi dalam posisi nyaman (terbaring).
6. Membuka popok bayi dengan hati-hati.
7. Membersihkan dengan kapas DTT pada bagian kulit dan
perianal bayi setelah BAB dengan cara mengusap dari
depan ke belakang untuk membersihkankotoran agar
mencegah infeksi..
8. Membersihkan menggunakan washlap dengan air dan
sabun.
9. Mengeringkan dengan handuk atau kain yang lembut
dengan cara menepuk-nepuknya.
10. Mengangin-anginkan area genetalia sebentar supaya
benar-benar kering.
11. Memakaikan popok kain atau popok sekali pakai.
Apabila menggunakan popok sekali pakai :
a. Kendorkan perekat popok supaya tidak tampak
membekas di dekat pangkal paha bayi, ada beberapa
bayi yang sensitif terhadap jenis merek popok
tertentu.
b. Pada bayi laki-laki, saat akan menutup popok,
posisikan penis ke arah bawah.Jika tali pusat bayi
belum lepas, pastikan bagian atas popok tidak
mengenai tali pusat.
12. Menganjurkan ibu untuk tidak menggunakan bedak bayi
atau talk karena dapat menyebabkan pori-pori tertutup
oleh bedak.
13. Menjelaskan pada ibu cara perawatan perianal yang benar
yaitu :
a. Menganjurkan ibu untuk segera mengganti popok
bayi jika bayi setelah BAK dan BAB.
b. Menganjurkan ibu untuk mengganti popok sekali pakai
setelah 3-4 jam pemakaian.
c. Memelihara kebersihan pakaian dan alat-alat untuk
bayi.
14. Memberitahu ibu apabila pada bayi mengalami tanda dan
gejala ruam popok seperti kemerahan ringan dikulit pada
daerah genetelia bayi disertai dengan lecet atau luka
ringan pada kulit, berkilat, kadang mirip luka bakar,
timbul bintik-bintik merah dan kadang bengkak pada
daerah yang paling lama berkontak dengan popok seperti
paha maka menganjurkan ibu untuk segera datang ke
tenaga kesehatan.
15. Melakukan evaluasi
16. Mencuci tangan
Lampiran 4

KUESIONER

A. Identitas Responden
1. Nama Bayi : Muhammad Rava Ar Rasyid
2. Umur Bayi : 2 hari
3. Nama Ibu : Nevi Kurnia
4. Umur Ibu : 21 tahun
5. Alamat : Jogomertan RT 01 RW 04
6. Pertemuan ke : Ke 1

B. Kuesioner

Petunjuk Pengisian:

1. Baca dan pahami setiap butir kuesioner dengan baik.


2. Isilah jawaban sesuai dengan pendapat dan keadaan yang sebenarnya.
3. Tanyakan jika ada hal yang kurang jelas.
4. Beri tanda “√” pada pilihan yang anda anggap sesuai pada kolom yang

tersedia (S=SETUJU, TS =TIDAK SETUJU )

5. Jika responden menjawab B>8 = Pengetahuan Ibu Baik.

Jika responden menjawab S>5 = Pengetahuan Ibu Kurang.

6. Kuesioner ini hanyalah untuk keperluan asuhan dan tidak ada kaitannya

dengan apapun.
LEMBAR KUESIONER

PILIHAN
NO PERTANYAAN
B S
1 Untuk membersihkan daerah genetalia bayi
dapat digunakan sabun khusus agar tidak √
menimbulkan iritasi pada kulit
2 Sebaiknya bayi tidak menggunakan popok /
celana yang terbuat dari plastik atau bahan lain

yang tidak menyerap cairan karena dapat
menyebabkan terjadinya ruam popok.
3 Ibu sebaiknya membersihkan pantat bayi dengan
mengusap dari depan ke belakang, ini akan

menjauhkan kotoran dari daerah kemaluan dan
mencegah infeksi
4 Sesekali biarkan daerah alat kelamin terkena

udara bebas untuk beberapa saat lamanya
5 Bayi yang baru mengompol harus segera
dibersihkan dengan air menggunakan waslap dan √
dikeringkan dengan kain yang lembut
6 Ibu perlu menaburkan bedak pada daerah popok

setiap mengganti popok setelah bayi mengompol
7 Perawatan Perianal pada bayi adalah perawatan

pada daerah yang tertutup oleh popok pada bayi
8 Perawatan perianal meliputi perawatan pada area
genetalia, area sekitar anus, lipatan paha serta √
pantat bayi
9 Mengganti popok segera setelah bayi
mengompol merupakan salah satu perawatan √
perianal pada bayi
10 Pemakaian popok sekali pakai harus diganti 4-5

jam sekali atau segera jika bayi BAK dan BAB
Lampiran 4
KUESIONER

C. Identitas Responden
7. Nama Bayi : Muhammad Rava Ar Rasyid
8. Umur Bayi : 6 hari
9. Nama Ibu : Nevi Kurnia
10. Umur Ibu : 21 tahun
11. Alamat : Jogomertan RT 01 RW 04
12. Pertemuan ke : Ke 2

D. Kuesioner

Petunjuk Pengisian:

1. Baca dan pahami setiap butir kuesioner dengan baik.


2. Isilah jawaban sesuai dengan pendapat dan keadaan yang sebenarnya.
3. Tanyakan jika ada hal yang kurang jelas.
4. Beri tanda “√” pada pilihan yang anda anggap sesuai pada kolom yang

tersedia (S=SETUJU, TS =TIDAK SETUJU )

5. Jika responden menjawab B>8 = Pengetahuan Ibu Baik.

Jika responden menjawab S>5 = Pengetahuan Ibu Kurang.

6. Kuesioner ini hanyalah untuk keperluan asuhan dan tidak ada kaitannya

dengan apapun.
LEMBAR KUESIONER

PILIHAN
NO PERTANYAAN
B S
1 Untuk membersihkan daerah genetalia bayi
dapat digunakan sabun khusus agar tidak √
menimbulkan iritasi pada kulit
2 Sebaiknya bayi tidak menggunakan popok /
celana yang terbuat dari plastik atau bahan lain

yang tidak menyerap cairan karena dapat
menyebabkan terjadinya ruam popok.
3 Ibu sebaiknya membersihkan pantat bayi dengan
mengusap dari depan ke belakang, ini akan

menjauhkan kotoran dari daerah kemaluan dan
mencegah infeksi
4 Sesekali biarkan daerah alat kelamin terkena

udara bebas untuk beberapa saat lamanya
5 Bayi yang baru mengompol harus segera
dibersihkan dengan air menggunakan waslap dan √
dikeringkan dengan kain yang lembut
6 Ibu perlu menaburkan bedak pada daerah popok

setiap mengganti popok setelah bayi mengompol
7 Perawatan Perianal pada bayi adalah perawatan

pada daerah yang tertutup oleh popok pada bayi
8 Perawatan perianal meliputi perawatan pada area
genetalia, area sekitar anus, lipatan paha serta √
pantat bayi
9 Mengganti popok segera setelah bayi
mengompol merupakan salah satu perawatan √
perianal pada bayi
10 Pemakaian popok sekali pakai harus diganti 4-5

jam sekali atau segera jika bayi BAK dan BAB
Lampiran 4
KUESIONER

E. Identitas Responden
13. Nama Bayi : Abizar Alfarizki Ismail
14. Umur Bayi : 2 hari
15. Nama Ibu : Umi Safitri
16. Umur Ibu : 25 tahun
17. Alamat : Petanahan RT 02 RW 01
18. Pertemuan ke : Ke 1

F. Kuesioner

Petunjuk Pengisian:

1. Baca dan pahami setiap butir kuesioner dengan baik.


2. Isilah jawaban sesuai dengan pendapat dan keadaan yang sebenarnya.
3. Tanyakan jika ada hal yang kurang jelas.
4. Beri tanda “√” pada pilihan yang anda anggap sesuai pada kolom yang

tersedia (S=SETUJU, TS =TIDAK SETUJU )

5. Jika responden menjawab B>8 = Pengetahuan Ibu Baik.

Jika responden menjawab S>5 = Pengetahuan Ibu Kurang.

6. Kuesioner ini hanyalah untuk keperluan asuhan dan tidak ada kaitannya

dengan apapun.
LEMBAR KUESIONER

PILIHAN
NO PERTANYAAN
B S
1 Untuk membersihkan daerah genetalia bayi
dapat digunakan sabun khusus agar tidak √
menimbulkan iritasi pada kulit
2 Sebaiknya bayi tidak menggunakan popok /
celana yang terbuat dari plastik atau bahan lain

yang tidak menyerap cairan karena dapat
menyebabkan terjadinya ruam popok.
3 Ibu sebaiknya membersihkan pantat bayi dengan
mengusap dari depan ke belakang, ini akan

menjauhkan kotoran dari daerah kemaluan dan
mencegah infeksi
4 Sesekali biarkan daerah alat kelamin terkena

udara bebas untuk beberapa saat lamanya
5 Bayi yang baru mengompol harus segera
dibersihkan dengan air menggunakan waslap dan √
dikeringkan dengan kain yang lembut
6 Ibu perlu menaburkan bedak pada daerah popok

setiap mengganti popok setelah bayi mengompol
7 Perawatan Perianal pada bayi adalah perawatan

pada daerah yang tertutup oleh popok pada bayi
8 Perawatan perianal meliputi perawatan pada area
genetalia, area sekitar anus, lipatan paha serta √
pantat bayi
9 Mengganti popok segera setelah bayi
mengompol merupakan salah satu perawatan √
perianal pada bayi
10 Pemakaian popok sekali pakai harus diganti 4-5

jam sekali atau segera jika bayi BAK dan BAB
Lampiran 4
KUESIONER

G. Identitas Responden
19. Nama Bayi : Abizar Alfarizki Ismail
20. Umur Bayi : 6 hari
21. Nama Ibu : Umi Safitri
22. Umur Ibu : 25 tahun
23. Alamat : Petanahan RT 02 RW 01
24. Pertemuan ke : Ke 2

H. Kuesioner

Petunjuk Pengisian:

1. Baca dan pahami setiap butir kuesioner dengan baik.


2. Isilah jawaban sesuai dengan pendapat dan keadaan yang sebenarnya.
3. Tanyakan jika ada hal yang kurang jelas.
4. Beri tanda “√” pada pilihan yang anda anggap sesuai pada kolom yang

tersedia (S=SETUJU, TS =TIDAK SETUJU )

5. Jika responden menjawab B>8 = Pengetahuan Ibu Baik.

Jika responden menjawab S>5 = Pengetahuan Ibu Kurang.

6. Kuesioner ini hanyalah untuk keperluan asuhan dan tidak ada kaitannya

dengan apapun.
LEMBAR KUESIONER

PILIHAN
NO PERTANYAAN
B S
1 Untuk membersihkan daerah genetalia bayi
dapat digunakan sabun khusus agar tidak √
menimbulkan iritasi pada kulit
2 Sebaiknya bayi tidak menggunakan popok /
celana yang terbuat dari plastik atau bahan lain

yang tidak menyerap cairan karena dapat
menyebabkan terjadinya ruam popok.
3 Ibu sebaiknya membersihkan pantat bayi dengan
mengusap dari depan ke belakang, ini akan

menjauhkan kotoran dari daerah kemaluan dan
mencegah infeksi
4 Sesekali biarkan daerah alat kelamin terkena

udara bebas untuk beberapa saat lamanya
5 Bayi yang baru mengompol harus segera
dibersihkan dengan air menggunakan waslap dan √
dikeringkan dengan kain yang lembut
6 Ibu perlu menaburkan bedak pada daerah popok

setiap mengganti popok setelah bayi mengompol
7 Perawatan Perianal pada bayi adalah perawatan

pada daerah yang tertutup oleh popok pada bayi
8 Perawatan perianal meliputi perawatan pada area
genetalia, area sekitar anus, lipatan paha serta √
pantat bayi
9 Mengganti popok segera setelah bayi
mengompol merupakan salah satu perawatan √
perianal pada bayi
10 Pemakaian popok sekali pakai harus diganti 4-5

jam sekali atau segera jika bayi BAK dan BAB
KUNCI JAWABAN KUESIONER

NO PERTANYAAN JAWABAN
1 Untuk membersihkan daerah genetalia bayi dapat B
digunakan sabun khusus agar tidak menimbulkan iritasi
pada kulit
2 Sebaiknya bayi tidak menggunakan popok / celana yang B
terbuat dari plastik atau bahan lain yang tidak menyerap
cairan karena dapat menyebabkan terjadinya ruam popok.
3 Ibu sebaiknya membersihkan pantat bayi dengan B
mengusap dari depan ke belakang, ini akan menjauhkan
kotoran dari daerah kemaluan dan mencegah infeksi
4 Sesekali biarkan daerah alat kelamin terkena udara bebas B
untuk beberapa saat.
5 Bayi yang baru mengompol harus segera dibersihkan B
dengan air menggunakan waslap dan dikeringkan dengan
kain yang lembut
6 Ibu perlu menaburkan bedak pada daerah popok setiap S
mengganti popok setelah bayi mengompol
7 Perawatan Perianal pada bayi adalah perawatan pada B
daerah yang tertutup oleh popok pada bayi
8 Perawatan perianal meliputi perawatan pada area genetalia, B
area sekitar anus, lipatan paha serta pantat bayi
9 Mengganti popok segera setelah bayi mengompol B
merupakan salah satu perawatan perianal pada bayi
10 Pemakaian popok sekali pakai harus diganti 4-5 jam sekali S
atau segera jika bayi BAK dan BAB
Lampiran 6

DOKUMENTASI

Partisipan 1 Ny. N umur 21 tahun P1A0

Gambar 1. Pelaksanaan pendidikan kesehatan perawatan perianal partisipn 1

Gambar 2. Pelaksanaan observasi partisipan 1


Partisipan Ny. U umur 25 tahun P1A0

Gambar 3. Pelaksanaan pendidikan kesehatan perawatan perianal partisipan 2

Gambar 4. Pelaksanaan observasi partisipan 2