Você está na página 1de 7

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Peran Bahasa Indonesia sebagai Alat untuk Mengembangkan Ilmu


Pengetahuan

Menurut Sunaryo (2000 : 6), tanpa adanya bahasa (termasuk bahasa


Indonesia) IPTEK tidak dapat tumbuh dan berkembang. Selain itu bahasa
Indonesia di dalam struktur budaya, ternyata memiliki kedudukan, fungsi, dan
peran ganda, yaitu sebagai akar dan produk budaya yang sekaligus berfungsi
sebagai sarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tanpa peran bahasa serupa
itu, ilmu pengetahuan dan teknologi tidak akan dapat berkembang.
Implikasinya di dalam pengembangan daya nalar, menjadikan bahasa sebagai
prasarana berpikir modern. Oleh karena itu, jika cermat dalam menggunakan

1
bahasa, kita akan cermat pula dalam berpikir karena bahasa merupakan
cermin dari daya nalar (pikiran).

Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan yaitu sebagai bahasa


nasional dan sebagai bahasa negara sesuai dengan Undang-Undang Dasar
1945. Selain itu bahasa Indonesia juga mempunyai empat fungsi sebagai
berikut :

1. Sebagai lambang kebangsaan negara


2. Lambang identitas negara
3. Alat penghubung antarwarga, antardaerah, antarbudaya
4. Alat yang menyatukan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial
budaya yang berbeda
Bahasa Indonesia merupakan alat yang digunakan sebagai bahasa
media massa untuk menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Bahasa Indonesia yang benar adalah bahasa yang menerapkan
kaidah dengan konsisten. Sedangkan bahasa yang baik adalah bahasa yang
mempunyai nilai rasa yang tepat dan sesuai dengan situasi pemakaiannnya.
Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar akan menghasilkan
pemikiran yang baik dan benar pula. Kenyataan bahwa bahasa
Indonesia sebagai wujud identitas bahasa Indonesia menjadi sarana
komunikasi di dalam masyarakat modern. Bahasa Indonesia bersikap terbuka
sehingga mampu mengembangkan dan menjalankan fungsinya sebagai sarana
komunikasi masyarakat modern.
Semakin berkembangnya teknologi di dalam kehidupan kita akan
berdampak juga pada perkembangan dan pertumbuhan bahasa sebagai sarana
pendukung pertumbuhan dan perkembangan budaya, ilmu pengetahuan dan
teknologi. Di dalam era globalisasi itu, bangsa Indonesia harus ikut berperan
di dalam dunia persaingan bebas, baik di bidang politik, ekonomi, maupun
komunikasi. Konsep-konsep dan istilah baru di dalam pertumbuhan dan
perkembangan ilmu pengetahuan secara tidak langsung memperkaya
khasanah bahasa Indonesia. Dengan demikian, semua produk budaya akan
tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan

2
ilmu pengetahuan dan teknologi itu, termasuk bahasa Indonesia, sekaligus
berperan sebagai prasarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan
perkembangan IPTEK itu.

2.2 Peran Bahasa Indonesia dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi


Dunia tempat kita tinggal ini tidak bisa melepaskan diri dari kemajuan
teknologi informasi dan komunikasi. Perkembangan terkini, dunia pendidikan
memiliki e-learning; dunia bisnis sibuk dengan e-commerse; dan pemerintah
memulai e-government-nya.
Istilah teknologi informasi dan komunikasi diterjemahkan dari bahasa
Inggris information and communication technology yang lazim disingkat
ICT. Kemajuan teknologi ini memang dimulai dari negeri barat sana. Oleh
karena itu, wajarlah jika istilah yang banyak dipakai dibidang teknologi
informasi dan komunikasi ini berasal dari bahasa Inggris.
Kemajuan itupun menjalar ke bagian bumi yang lain, termasuk ke
negara-negara yang bukan penutur bahasa Inggris. Hanya saja, istilah-
istilahnya tidak segera disesuaikan dengan bahasa setempat. Istilah dari
bahasa Inggris itu, tampaknya dipakai begitu saja, lama kelamaan menjadi
terbiasa, sehingga tiba saatnya terasa sulit mencari padanannya dalam bahasa
setempat. Selain itu, ada semacam perasaan lebih keren jika bertutur dengan
memakai bahasa asing tersebut.
Pembahasan tentang istilah teknologi informasi dan telekomunikasi
ini, selayaknya dimulai dari peristilahan di bidang komputer. Selain karena
keduanya berkaitan erat, kemajuan teknologi ini boleh dikata kelanjutan saja
dari kemajuan bidang komputer. Tulisan ini lebih fokus pada peristilahan di
bidang teknologi informasi dan telekomunikasi. Dalam paragraf-paragraf
tulisan ini diperkenalkan beberapa istilah bahasa Indonesia yang sudah
dipadankan dengan menebalkan tulisannya. Istilah-istilah tersebut
berdasarkan senarai yang dikeluarkan oleh Pusat Bahasa Departemen
Pendidikan Nasional R.I. dalam Glosarium Istilah Asing-Indonesia yang
diterbitkan dalam bentuk salinan lunak pada akhir Oktober 2006.

3
Himpunan istilah dalam Glosarium ini merupakan hasil pembakuan
istilah bersama Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia dalam wadah
Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (Mabbim).
Pengembangan istilah itu melibatkan ratusan pakar bidang ilmu dari berbagai
lembaga pemerintah ataupun swasta, bersama pakar bahasa, dalam
memadankan istilah asing setiap bidang ilmu ke dalam bahasa Indonesia.
Semua istilah dalam berbagai bidang ilmu tersebut disatukan dan
diselaraskan. Penyelarasan itu dilakukan antar sub bidang ilmu dalam satu
bidang ilmu dan antar ilmu. Dari hasil penyelarasan itu terjadi penyusutan
sehingga glosarium pada edisi ini hanya memuat 182.415 istilah
Upaya-upaya pengenyebarluasan informasi juga tidak mungkin
dilaksanakan tanpa bahasa sebagai media komunikasi. Setiap forum ilmiah
pasti menggunakan bahasa sebagai sarana utama. Aktifitas yang diarahkan
untuk memahami, mengeksplorasi, mendiskusikan konsep-konsep ilmu tidak
dapat di selenggaraan tanpa melibatkan bahasa sebagai sarana. Dengan
menggunaakan wujud bahasa manusia saling berkomunikasi satu sama lain,
sehingga dapat saling berbagi pengalaman dan saling belajar untuk
meningkatkan intelektual. Dengan bahasa, segala informasi yang diciptakan
atau ditemukan manusia dapat disebarluaskan kepada orang lain, ke daerah
lain untuk kepentingan kesejahteraan manusia secara umum.
Bahasa Indonesia berfungsi sebagai bahasa pendukung ilmu
pengetahuan dan teknologi (iptek) untuk kepentingan pembangunan nasional.
Peranan lain yang telah dibuktikan oleh bahasa Indonesai adalah dalam
kedudukannya sebagai wahana transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi.
Penyarapan ilmu pengetahuan dan teknologi dari berbagai sumber melalui
proses belajar mengajar, dari jenjang sekolah dasar sampai pendidikan tinggi,
dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Bahasa Indonesia mampu
menyesuaikan diri dengan berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang terjadi di dunia luar.

2.3 Peran Bahasa Indonesia dalam Kaitannya dengan Dunia Kesenian

4
Dalam rangka perbincangan tentang seni terdapat dua perkara yang
dapat dikategorikan daripada bidang tersebuat, yaitu seni rupa dan seni
persembahan. Secara prinsipya seni rupa merujuk kepada sebarang
hasil seni visual atau tampak manakala seni persembahan merujuk kepada
hasil karya yang dipamerkan untuk tontonan khalayak ramai.
Bahasa dapat dirtikan sebagai sebuah perlambangan yang memberikan
makna terhadap suatu konsep. Menurut Bloch dan Tragger (1942), bahasa
merupakan sebuah kumpulan simbol vokal yang digunakan
masyarakat sosial untuk berkomunikasi. Secara asas bahasa digunakan
manusia untuk berhubungan antara satu sama lain. Meskipun begitu, lewat
sistem bahasa para pengkaji berupaya untuk mengenal sistem kehidupan
budaya, adab, adat dan kosmologi masyarakat tersebut.
Seni dan bahasa memainkan peranan yang besar dan signifikan dalam
perkembangan satu sama lain. Bahkan kedua bidang itu saling mempengaruhi
dan menyumbang terhadap perkembangan satu sama lain. Atas dasar itu,
tidak terlalu berlebihan jika mengatakan bahwa kemunduran salah satu
bidang tersebut akan berpengaruh pada bidang yang lain.
Kendati begitu, terdapat kecenderungan bagi masyarakat secara
umumnya untuk mengaitkan hubungan antara seni dan bahasa. Tanggapan
tersebut biarpun benar, sebenarnya kurang tepat. Secara umum, seni sebagai
hasil pantulan adab, adat dan budaya mengguakan bahasa sebagai wadah
menyampaikan gagasan, teknik serta falsafah seni. Namun begitu, sebagai
sebuah bidang yang bersifat figurative dan abstrak, seniman memerlukan
sebuah wahana yang bersifat non-figuratif untuk mendukung hasil karya
mereka. Bahasa menyumbang terhadap perkembangan seni melalui
keupayaannya untuk melaksanakan tugas utama yang diperlukan seni, yakni
sebagai pendukung konsep dan makna terhadap gambaran abstrak seni.
Bahasa memainkan peranan utama dalam perkembangan seni sebagai
penghujah konsep dan makna. Dalam hal ini, peranan bahasa sangat penting,
dalam memberikan pengertian dan pemahaman yang mendalam terhadap
suatu karya seni.

5
BAB III

PENUTUP

1.1 Simpulan
1 Tanpa adanya bahasa (termasuk bahasa Indonesia) IPTEK tidak
dapat tumbuh dan berkembang, selain itu jika cermat dalam
menggunakan bahasa, kita akan cermat pula dalam berpikir karena
bahasa merupakan cermin dari daya nalar (pikiran).
2 Dengan bahasa, segala informasi yang diciptakan atau ditemukan
manusia dapat disebarluaskan kepada orang lain, selain itu bahasa
Indonesia berfungsi sebagai bahasa pendukung ilmu pengetahuan
dan teknologi (iptek) untuk kepentingan pembangunan nasional dan

6
dalam kedudukannya sebagai wahana transformasi ilmu
pengetahuan dan teknologi.
3 Seni dan bahasa memainkan peranan yang besar dan signifikan
dalam perkembangan satu sama lain. Bahkan kedua bidang itu
saling mempengaruhi dan menyumbang terhadap perkembangan
satu sama lain.
1.2 Saran
Dari pemaparan materi di atas saran yang dapat penulis sampaikan
adalah melestarikan bahasa Indonesia sesuai dengan kedudukan dan
perannya karena diperlukannya satu bahasa yang dapat menjadi titik
temu dari berbagai ragam bahasa yang ada di Indonesia agar terjadinya
keselarasan dalam interaksi dalam kehidupan manusia.