Você está na página 1de 4

Tahun 2045, Wujudkan Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Dunia

Pangan tidak hanya merupakan komoditas dan kebutuhan pokok dalam


kehidupan setiap orang, tetapi pangan juga menjadi kepentingan nasional bagi sebuah
negara. Pangan memiliki peran dan fungsi vital bagi bangsa dan negara Indonesia.
Tanpa terjaminnya dan ketersediaan pangan yang memadai, tidak mungkin suatu
bangsa akan mampu mempertahankan keberlangsungannya. Berbicara mengenai
pangan, sektor yang berhubungan erat dengan hal ini adalah sektor pertanian.
Pertanian merupakan roda penggerak ekonomi nasional. Selain bertujuan untuk
memenuhi kehidupan masyarakat, sektor ini juga berguna untuk membangkitkan
citra Indonesia di mata dunia. Posisi sektor pertanian berada di peringkat kedua yang
paling berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, setelah industri pengolahan. Hal
ini membuktikan bahwa sektor pertanian bisa membuat ekonomi Indonesia bersaing
di kancah internasional.

Salah satu target untuk membangun dan meningkatkan kualitas pertanian di


Indonesia adalah visi untuk mewujudkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia
pada tahun 2045. Progam ini telah dicanangkan pemerintah sebagai upaya untuk
memajukan pertanian di Indonesia sekaligus sebagai upaya meningkatkan
kesejahteraan rakyat Indonesia.

Pada mulanya lumbung pangan dipahami sebagai penyimpan hasil panen


padi. Namun dewasa ini konsep lumbung pangan berkembang seiring dengan
dinamika permasalahan pangan dan berbagai kebijakan yang diimplementasikan.
Dalam konteks Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045, konsep lumbung
pangan merupakan pengembangan dari konsep swasembada pangan yang pernah
dijalankan di Indonesia.

Pada tahun 1984, sebenarnya Indonesia sudah menjadi negara


berswasembada beras. Namun, tidak lama setelah tercapainya swasembada beras
pada tahun 1984, Indonesia kembali mengandalkan pangan impor untuk memenuhi
kebutuhan dalam negeri. Kondisi ini berlangsung hingga tahun 2014. Namun, di era
Pemerintahan Presiden Joko Widodo, Indonesia berhasil kembali meningkatkan
produksi pangan strategis sehingga berhasil pula mengendalikan impor pangan,
bahkan tidak ada impor untuk komoditas beras, cabai, dan bawang merah. Untuk
memperkuat kedaulatan pangan di Indonesia, Presiden Joko Widodo kembali
menerapkan konsep swasembada pangan sebagai langkah awal untuk mencapai
keberhasilan menuju Lumbung Pangan Dunia 2045. Menurut Presiden Joko Widodo,
konsep swasembada pangan direfleksikan sebagai upaya penyediaan pangan melalui
peningkatan kapasitas produksi di dalam negeri untuk memperkuat ketahanan pangan
dan daya saing pangan nasional sehingga mampu memanfaatkan peluang ekspor
pangan ke pasar global dalam rangka mencapai kedaulatan pangan. Adanya konsep
ini diharapkan dapat mewujudkan visi Indonesia untuk menjadi Lumbung Pangan
Dunia 2045.

Pada tahun 2016, Indonesia tercatat sebagai salah satu negara yang meraih
peningkatan ketahanan pangan terbesar di antara negara yang diobservasi.
Peningkatan ketahanan pangan tersebut dilihat dari tiga aspek, yakni keterjangkauan
(affordability), ketersediaan (availability), kualitas dan keamanan (quality and
safety). Dari aspek ketersediaan pangan, Indonesia menduduki peringkat 66, di atas
peringkat keseluruhan ketahanan pangan. Dari aspek keterjangkauan, Indonesia
memperoleh nilai 50,3 naik dari sebelumnya 46,8. Ketersediaan pangan juga
meningkat menjadi 54,1 dari sebelumnya 51,2. Sementara kualitas dan keamanan
pangan naik tipis ke angka 42 dari sebelumnya 41,9. Dari paparan di atas jelas
menandakan bahwa Indonesia sudah mempersiapkan diri untuk menjadi lumbung
pangan dunia 2045.

Konsep lumbung pangan ini tidak hanya komoditas padi yang akan menjadi
konsep unggulannya, tetapi berbagai komoditas lain seperti kedelai, bawang merah,
gula, cabai, bawang putih, dan daging sapi juga merupakan komoditas-komoditas
yang akan diunggulkan sebagai visi untuk mewujudkan Indonesia menjadi Lumbung
Pangan Dunia 2045. Pengembangan komoditas strategis tersebut secara nasional
diharapkan akan memberikan dampak nyata dan dirasakan manfaatnya oleh petani
dan masyarakat konsumen. Dengan demikian kesejahteraan masyarakat juga akan
meningkat.

Dalam mewujudkan visi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia, hal ini
tidak dapat terlepas dari konsep pertanian modern dan terpadu. Untuk itu Menteri
Pertanian, Dr. Andi Amran Sulaiman dalam konsep mewujudkan lumbung pangan
dunia menerapkan konsep pertanian modern terpadu dan berkelanjutan yang tetap
memperhatikan keseimbangan alam. Secara konsepsi, pengembangan pertanian
modern terpadu dan berkelanjutan merupakan upaya dalam mewujudkan
keseimbangan di alam dengan membangun pola hubungan yang saling
menguntungkan dan berkelanjutan di antara setiap komponen ekosistem pertanian
yang terlibat, dengan meningkatkan keanekaragaman hayati dan memanfaatkan
limbah organik. Hasil yang beragam dari tiap komoditas pertanian diolah kembali
menjadi sumber energi yang dapat digunakan bagi aktivitas pertanian lainnya.

Untuk mewujudkan lumbung pangan dunia tidak terlepas dari berbagai


dukungan. Dukungan tersebut diantaranya dari infrastruktur dan inovasi teknologi
yang terus berkembang. Sumber daya pertanian yang ada perlu dimanfaatkan secara
optimal dengan memanfaatkan inovasi teknologi. Saat ini sudah tersedia berbagai
paket teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan untuk menggali potensi sumber
daya pertanian dalam upaya peningkatan produktivitas, kualitas, dan kapasitas
produksi. Berbagai varietas dan kloning tanaman serta ternak unggul, teknologi
pupuk, alat dan mesin pertanian, bioteknologi, nanoteknologi, aneka teknologi budi
daya, pascapanen, dan pengolahan hasil pertanian sudah banyak dihasilkan oleh
Badan Litbang Pertanian. Perguruan tinggi dan lembaga penelitian lainnya juga telah
menghasilkan inovasi teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan
produktivitas pertanian. Meskipun demikian, aneka paket teknologi yang telah
dihasilkan belum semuanya dapat diadopsi petani karena berbagai kendala, seperti
terbatasnya permodalan, lemahnya kelembagaan, skala usaha yang relatif kecil,
terbatasnya keterampilan, dan belum meratanya kegiatan diseminasi teknologi di
tingkat petani. Hal ini menunjukkan kualitas SDM pertanian Indoneaia masih rendah.
Untuk mewujudkan visi Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Dunia ini
diharapkan seluruh lapisan masyarakat juga ikut berpartisipasi. Tidak hanya
pemerintah yang akan turun tangan sendiri, melainkan petani-petani khususnya di
daerah perbatasan pun juga harus ikut aktif dalam mewujudkan visi ini. Selain itu,
diperlukan juga komitmen dan dukungan perundangan/peraturan pemerintah yang
dapat dijadikan pijakan dan arahan bagi para pihak dalam melaksanakan berbagai
program dan kegiatan yang mendukung pencapaian Lumbung Pangan Dunia 2045.
Mengingat SDM pertanian kita masih rendah diharapkan kepada pemerintah
Indonesia agar bisa meningkatkan kualitas SDM pertanian kita. Berbagai kegiatan
seminar pertanian kepada petani-petani daerah juga harus lebih ditingkatkan. Selain
itu, bangsa Indonesia juga harus bisa menyiapkan lulusan-lulusan bidang pertanian
yang memiliki kompetensi tinggi yang dapat mengatasi persoalan-persoalan
khususnya di bidang pertanian. Dengan demikian, sejalan dengan mewujudkan visi,
Indonesia juga sudah memiliki sistem pertanian yang unggul yang nantinya akan
meningkatkan perekonomian Indonesia dan dapat bersaing di dunia internasional.

Sumber penulisan :

https://www.google.co.id/amp/s/m.suara.com/amp/bisnis/2018/05/24/152003/indones
ia-menuju-lumbung-pangan-dunia-2045

https://zalamsyah.files.wordpress.com/2018/02/seri-01-sukses-swasembada-
indonesia-menjadi-lumbung-pangan-dunia-2045.pdf

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/10/03/tahun-2045-wujudkan-
indonesia-menjadi-lumbung-pangan-dunia

Nama : Risna Candra Rinanda

NIM : C24180017

Nama Saga : Baswara

Nama legiun : Musi