Você está na página 1de 4

GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN/HIPERAKTIF (GPPH) /

ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER (ADHD)

A. Definisi
Anak dengan gangguan pemusatan perhatian secara umum disebut
sebagai anak hiperaktif. Secara medis, gangguan ini dinamakan attention
deficit hyperactivity disorder (ADHD). Anak-anak yang memiliki
gangguin ini sulit untuk berkonsentrasi pada satu hal dan cenderung tidak
bisa duduk diam. Mereka bertindak secara impulsive, yakni melakukan hal
sesuai dengan keinginannya tanpa memikirkan akibat yang
ditimbulkannya. Hal tersebut bisa menjadi masalah serius, apabila anak-
anak melakukan halyang berbahaya dan melukai diri mereka sendiri.
Beberapa anak dengan gangguan ini juga kesulitan membuat hubungan
pertemanan.
ADHD merupakan sindrom bawaan lahir. Anak yang lahir dari
keluarga pemilik riwayat ADHD memiliki resiko tinggi menderita
ganguan ini.
B. Tanda-tanda GPPH/ADHD
ADHD dapat menyebabkan anak-anak untuk bertindak dengan cara yang
berbeda. Kebanyakan anak-anak dengan ADHD memiliki masalah
berkonsentrasi dan memperhatikan. Beberapa juga mungkin akan kesulitan
duduk diam di kelas dan menunggu giliran mereka. Mereka mungkin
meneriakanjawaban sebelum anak-anak lain memiliki kesempatan untuk
mengangkat tangan mereka.
Kadang-kadang mereka bisa teratur, terganggu, atau menjadi pelupa.
Mereka cenderung sering melamun dikelas. Mereka sering kehilangan
beberapa benda dan mengalami kesulitan menyelesaikan tgas. Anak-anak
dengan gangguan ini sering menggoyangkan tempat duduk mereka, sering
bergerak, terlalu banyak bicara, atau mengganggu percakapan orang lain.
Hal ini dapat menyebabkan mereka untuk memiliki masalah baik di rumah
maupun ddi sekolah. Anak-anak dengan ADHD bisa menjadi cemas,
frustasi, marah dan sedih.
C. Penanganan GPPH/ADHD
Ketika orang tua dan guru menduga bahwa ada anak yang memiliki
ADHD, langkah pertama adalah berkonsultasai dengan dokter. Dokter
akan merujuk anak ke spesialis seperti psikolog, psikiater, atau dokter
perilaku anak. Mereka adalah ahli yang tahu tentang anak-anak yang
memiliki ADHD dan jenis lain dari masalah perilaku. Bagian dari
pekerjaan dokter adalah untuk memeriksa penyakit lainnya yang terlihat
seperti ADHD tetapi perlu berbagai jenis pengobatan.
Jika dokter menentukan menentukan bahwa seorang anak memiliki
ADHD, maka dokter dan orang tua dapat mulai bekerja sama untuk
menemukan cara terbaik umtuk membantu. Bagi banyak anak-anak, ini
berarti mengambil obat untuk membantu mereka memiliki control yang
lebih baik dari perilaku mereka dan pergi ke terapi (konseling).
Ada banyak obat ADHD yang berbeda. Obat tidak akan
menyembuhkan ADHD, tapi itu akan membantu mengontrol gejala
ADHD dan mebuat anak merasa lebih baik. Obat dapat membantu anak-
anak memperhatikan, lebih focus, dan bergerak secara berlebihan.
Anak-anak yang memiliki ADHD mebutuhkan lebih dari sekedar
oabat. Mereka membutuhkan bantuan belajar bagaimana mengubah cara
mereka bertindak. Beberapa mungkin juga perlu bantuan berurusan dengan
perasaan marah, sedih, dan cemas.
Seorang terapis (atau konselor) dapat membantu dalam proses
penyembuhan ini. Terapis bekerja dengan anak-anak dan orang tua mereka
sesuai dengan rencana yang telah disepakati sebelumnya. Mereka akan
memberi oaring tua ide-ide tentang bagaimana mambuat perubahan di
rumah yang akan membantu untuk anak-anak dengan ADHD. Jika
diperlukan, terpais juga dapat membantu anak-anak belajar untuk
membangun persahabatan yang lebih baik.
Seorang terapis atau konselor dapat merekomendasikan relaksasi
dan terapi perilaku. Dalam terapi relaksasi, konselor mengajari anak-anak
bagaimana bersantai dan tetap tenang dengan melakukan latihan
pernapasan dan kelompok otot yang berbeda. Sementara itu, terapi
perilaku mengajarkan anak-anak dan rang tua untuk menetapkan tujuan
dan menggunakan imbalan untuk membantu anak-anak mancapai tujuan
tersebut. Guru juga dapat hadiah anak-anak yang memiliki ADHD saat
mereka menunjukan control yang baik, seperti mampu untuk duduk diam
selama dikelas. Orang tua dapat menawarkan hadiah di rumah ketika anak
mampu memperhatikan atau menyelesaikan tugas.
D. Penatalaksanaan Keperawatan
1. Pengkajian
a) Kaji riwayat keluarga melalui wawancara atau genogram
1) Apakanak tersebut lahir premature.
2) Apakah anak mengalami berat badan lahir rendah (BBLR),
anoksia, asphyxia dan lain-lain.
3) Adakah factor genetic yang diduga sebagai pengabab dari
gangguan ini.
b) Kaji riwayat perilaku anak
1) Riwayat perkembangan.
2) Laporan guru tentang permasalahan-permasalahan akademis
serta tingkah laku di dalam kelas.
2. Diagnose Keperawatan
a) Kerusakan interaksi social.
b) Gangguan konsentrasi diri.
c) Risiko tinggi penatalaksanaan program terapeutik tidak efektif.
d) Risiko tinggi perubahan peran menjadi orang tua.
e) Resiko tinggi kekerasan.
f) Resiko tinggi mencederai diri sendiri.
3. Intervensi Keperawatan
a) Bantu orang tua dalam mengimplementasikan program perilaku
agar mencakup penguatan yang positif.
b) Sediakan struktur kegiatan harian.
Anak hendaknya mempunyai daftar kegiatan harian yang bejalan
teratur,.
c) Bero obat stimulasi sesuai intruksi.