Você está na página 1de 8

Amalan yang bisa diamalkan saat sedang hamil

Kehamilan merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap wanita yang


sudah menikah. Selain itu wanita akan terasa sempurna ketika mendapati
dirinya sedang mengandung hasil cinta kasihnya dengan suami yang ia
idam-idamkan. Dalam hukum islam ibu hamil pun dianjurkan untuk
melakukan amalan-amalan sholeh agar semasa hamil tidak terjadi hal-hal
yang buruk serta diberikan kelancaran.

Di dalam masa kehamilan wanita cenderung mengalami perubahan sikap


seperti halnya menjadi lebih hati-hati, perasaan menjadi lebih sensitive,
tingkat kecemasan terlihat berlebihan. Namun semua itu memang wajar
karena adanya perubahan hormon saat hamil. Dalam Al-Qur’an dijelaskan
mengenai hal-hal seputar masa kehamilan :

“Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami
meminta pertolongan.” (QS. Al-Fatihah : 5)

“Wahai putraku, sesungguhnya sekalipun terdapat (kebaikan) seberat biji


sawi yang berada di dalam batu atau di langit atau di bumi, Allah akan
menghadirkannya. Sesungguhnya Allah Maha Teliti, Maha Memahami.
Wahai putraku, dirikanlah shalat dan tekunilah kebaikan dan hindarilah
kejahatan serta bersabarlah (tenang) terhadap yang menimpa dirimu,
sesungguhnya yang demikian termasuk hal-hal yang diharuskan. Dan jangan
memalingkan wajahmu terhadap manusia dan jangan berlaku sembarangan
di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai setiap orang yang congkak, berkeras
diri. Dan berjalanlah secara berhati-hati dan rendahkan suaramu.
Sesungguhnya suara paling kasar adalah suara keledai.” (QS. Al-Lukman :
12 sampai 19).

1. Banyak Memanjatkan Do’a Kepada Allah

Setiap calon orang tua selalu mempunyai harapan besar terhadap calon
anak-anaknya di masa depannya. Orang tua selalu berharap anak-anaknya
akan menjadi hamba yang sholeh dan sholehah. Hal ini dijelaskan dalam
Al-Qur’an surat Al-Imran ayat 35, 36, 38, penjelasannya sebagai berikut :

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang


dalam kandunganku menjadi hamba yang shaleh dan berkhidmat karena itu
terimalah (nazar) itu daripadaku. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha
Mengetahui dan aku mohon perlindungan untuknya dan keturunannya
kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk.” (QS. Al-Imran :
35 sampai 36)

“Ya Allah berikanlah kepadaku dari sisi-Mu keturunan yang baik.


Sesungguhnya Engkau adalah pendengar permohonan (do’a).” (QS.
Al-Imran : 38)

2. Tidak Meninggalkan Shalat Wajib Dan Memperbanyak


Melaksanakan Shalat Sunah

Shalat merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Menjadi pribadi yang taat
pastinya menjadi keinginan bagi setiap orang tua untuk anak-anaknya.

“Ya Tuhanku jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap
mendirikan shalat. Ya Tuhan kami perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim :
40)

3. Perbanyak Bertaubat Dan Tidak Lupa Untuk Selalu Beristighfar


Kepada Allah

Sebagai manusia tentunya kita tidak lepas dari dosa yang disengaja ataupun
tidak disengaja. Untuk itu senantiasa kita harus memperbanyak taubat dan
memohonkan ampun atas dosa-dosa kita yang telah lalu agar semua yang
kita lakukan mendapatkan keridhoan dari-Nya. Berikut penjelasan yang
diambil dari sumber Al-Qur’an :
“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada
Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh
kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat
ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang
Maha Penerima taubat lagi Maha Penyanyang.” (QS. Al-Baqarah : 128)

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai


orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah : 222)

4. Senantiasa Melaksanakan Puasa Sunat (Senin Dan Kamis)

Puasa senin dan kamis yang kita lakukan secara rutin akan membuat kita
semakin dekat dengan Allah. Selain itu, hal ini berguna untuk melatih calon
anak kita sejak dalam lahir untuk melaksanakan kewajibannya sebagai
muslim yakni dengan melaksanakan ibadah puasa. Perkataan Abu Hurairah
berdasarkan riwayat dari HR. Tirmidzi, penjelasannya sebagai berikut :

“Berbagai amalan dihadapkan (pada Allah) pada hari Senin dan Kamis,
maka aku suka jika amalanku dihadapkan sedangkan aku sedang berpuasa.”
(HR. Tirmidzi no. 747)

5. Memperbanyak Melantunkan Ayat-Ayat Suci Al-Qur’an

Melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an selain membuat hati kita menjadi


tenang, tentram dan damai, hal ini juga dimaksudkan untuk
memperkenalkan dan membiasakan anak kita sejak ia masih di dalam
Rahim, agar kelak setelah ia lahir ke dunia bisa menjadi anak yang
bermanfaat untuk agamanya. Selain itu melantunkan ayat-ayat suci
Al-Qur’an bisa dikatakan melakukan perniagaan yang tidak akan
mengalami kerugian dalam segi apapun. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qu’an
surat Fathir ayat 29 sampai 30.
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan
mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami
anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan,
mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah
menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada
mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha
Mensyukuri.” (QS. Fathir : 29 sampai 30).

6. Memperbanyak Melakukan Dzikir

Dzikir bisa dilakukan kapan saja tidak harus setelah selesai sholat saja.
Dzikir akan membuat kita senantiasa lebih bersyukur dan mendekatkan diri
kepada Allah. Di Al-Qur’an dijelaskan pada surat Qaf ayat 39 dan Ar-Rum
ayat 17, penjelasannya sebagai berikut :

“Maka bersabarlah kamu terhadap apa yang mereka katakan dan


bertasbihlah sambil memuji Tuhanmu sebelum terbit matahari dan sebelum
terbenam.” (QS. Qaf : 39)

“Maka bertasbilah kepada Allah di waktu kamu berada di sore hari dan
waktu kamu berada di waktu pagi hari.” (QS.Ar-Rum : 17)

7. Memperhatikan Adab Dan Akhlak Keseharian

Berperilaku baik tentunya menjadi hal yang diinginkan oleh setiap orang.
Berperilaku baik ataupun tidak akan sangat mempengaruhi terhadap akhlak
anak kita nantinya. Hal ini dijelaskan di Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 55
sampai 56.

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan merendah diri dan suara yang lembut.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah)
memperbaikinya dan berdoalah kepadaNya dengan rasa takut (tidak akan
diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat
dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf : 55 sampai
56)

8. Makan Dan Minumlah Yang Baik

Yang dimaksud makan dan minum yang baik adalah mengkonsumsi


makanan dan minuman yang sewajarnya dan tentunya terjamin
kehalalannya. Hal ini dijelaskan di Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 168,
penjelasannya sebagai berikut :

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang
terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan,
karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS.
Al-Baqarah : 168)

9. Hindari Diri Kita Dari Penyakit Hati Seperti Dendam Dan Dengki

Penyakit hati yang kita simpan berlarut-larut dalam jangka waktu lama
hanya akan membuat dada kita menjadi sesak dan hanya melakukan hal-hal
yang tidak terasa sia-sia saja. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat
Yunus ayat 57, penjelasannya sebagai berikut :

“Hai Manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari


Tuhanmu dan Penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada
dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus:
57)

10. Perbanyaklah Senyum Untuk Menebar Kebaikan

Dalam islam, senyum saja sudah termasuk ibadah. Senyum yang kita
perlihatkan ke orang lain sama saja kita menebar kebahagiaan dan kebaikan.
Hal ini dijelaskan Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai)
sedekah bagimu“

11. Perbanyaklah Hadir Di Majlis Untuk Menambah Ilmu

Dengan kita rajin menghadiri majlis akan merangsang dan membiasakan


anak kita untuk bersilaturahmi, berkumpul dengan orang-orang sholeh serta
menuntut ilmu. Hal ini dijelaskan sebagai berikut :

“Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah
memudahkan untuknya jalan menuju Surga.” (HR. Muslim no.2699)

12. Jangan Bermalas-Malasan Agar Proses Kelahiran Menjadi Lebih


Lancar

Dengan kita melakukan aktivitas dan rutinitas sehari-hari dengan catatan


masih dalam kategori aman, maka nantinya akan membantu memperlancar
proses persalinan. Bermalas-malasan juga perbuatan yang tidak disukai oleh
Allah. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qur’an surat At Taubah ayat 54,
penjelasannya sebagai berikut :

“Dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas.” (QS. At


Taubah : 54).

13. Buatlah Diri Kita Seenjoy Mungkin Agar Tidak Mudah Stres
Ataupun Tertekan

Jika kita berpikir terlalu berat mengenai pekerjaan ataupun hal lain akan
mempengaruhi perkembangan janin pada kandungan sehingga membuat
bayi ikut stress. Sebaiknya disarankan anda melakukan aktivitas yang
sewajarnya saja dan tidak berlebihan.

14. Memperbanyak Membaca Buku


Dengan membaca buku maka kita akan mendapatkan
pengetahuan-pengetahuan yang baru dan membiasakan anak kita sejak
dalam kandungan untuk memperbanyak ilmu. Banyaklah membaca buku
khususnya mengenai kisah para nabi ataupun para sahabat nabi.

15. Membiasakan Untuk Membiasakan Mengajak Komunikasi Bayi


Sejak Masih Di Dalam Rahim

Fungsi berkomunikasi sangatlah penting. Dengan membiasakan komunikasi


bayi sejak masih di dalam kandungan berarti kita mengajarkan hubungan
baik antara anak dengan orang tua sehingga setelah anak kita lahir nanti ia
sudah tidak asing dengan suara kedua orang tuanya.

Nah beberapa penjelasan mengenai amalan ibu hamil menurut islam yang
sudah saya ulas di atas mungkin bias anda jadikan sebagai referensi untuk
menambah pengetahuan dan wawasan baru sehingga pada saat mengalami
proses kehamilan, anda bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sampai disini dulu artikel kali ini yang membahas mengenai amalan ibu
hamil menurut islam. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Dikutip dari laman Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama, terdapat amalan yang
dianjurkan dijalankan saat wanita hamil tua. Amalan tersebut berupa
membaca ayat Kursi, ayat 54 Surat Al A'raf, Surat Al Falah dan An Nas.

Amalan ini tercantum dalam riwayat yang dikutip pada kitab Muhyiddin
Syaraf An Nawawi, dari kitab Ibnus Sinni. Riwayat itu menyebutkan ketika
putri Rasulullah Muhammad SAW, Fatimah RA akan melahirkan,
Rasulullah meminta Ummu Salamah RA dan Zainab bin Jahsy RA
mendatangi Fatimah dan membacakan ayat Kursi, ayat 54 Surat Al A'raf,
Surat Al Falah dan Surat An Nas.

" Kami telah meriwayatkan dalam kitab Ibnus Sinni dari Fathimah RA,
bahwa ketika waktu kelahiran (Fathimah RA) sudah dekat, beliau meminta
kepada Ummu Salamah RA dan Zainab binti Jahsy RA untuk mendatangi
Fathimah RA dan dibacakan di sampingnya ayat Kursi, ayat 54 Surat
Al-A’raf, dan surat mu’awwidztain (surat Al-Falaq dan An-Nas),"