Você está na página 1de 13

TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.

09
Halaman : 1 / 13
JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST)
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
SUB JUDUL : Analisa Kualitatif Hasil UKL (DST)

ANALISA KUALITATIF HASIL UKL (DST)

1. TUJUAN

Analisa kualitatif hasil UKL (Uji Kandung Lapisan) bertujuan untuk menentukan :
1. kejadian mekanis di dalam sumur selama UKL.
2. karakteristik reservoir yang diuji.
3. tindak lanjut perlu tidaknya dianalisa hasil UKL secara kuantitatif.

2. METODE DAN PERSYARATAN

Tidak diperlukan persyaratan maupun metode khusus.

3. LANGKAH KERJA

1. Siapkan chart hasil UKL untuk diamati di chart-reader.


2. Periksa garis dasar tekanan (pressure base line); garis itu harus lurus dan jelas.
3. Bandingkan IHP dan FHP; keduanya harus sama besar dan sesuai dengan kedalaman dan berat
jenis lumpur yang digunakan.
4. Periksa rekaman kurva periode aliran dan penutupan; kedua kurva harus terekam sebagai kurva
yang jelas dan menerus (smooth).
5. Cocokkan kurva hasil rekaman dengan contoh terlampir untuk memperoleh diagnosa yang tepat.

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.09
Halaman : 2 / 13
JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST)
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
SUB JUDUL : Analisa Kualitatif Hasil UKL (DST)

4. DAFTAR PUSTAKA

1. Alien, T. O. dan Robert, A. P., : “Production Operation”, OGCI, Tulsa, 1978.


2. Timmerman, E. H., : “Practical Reservoir Engineering”, Vol.1 PennWell Books, PennWell
Publishing Co., Tulsa, OK.

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.09
Halaman : 3 / 13
JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST)
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
SUB JUDUL : Analisa Kualitatif Hasil UKL (DST)

5. DAFTAR SIMBOL

b = kapasitas pipa bor, bbl/ft


Bo = faktor volume minyak, bbl/STB
ct = kompresibilitas total, psi-1
d = diameter dalam pipa bor, in
h = kedalaman dari pengujian yang diukur sampai pertengahan interval formasi yang diuji, ft
k = permeabilitas, mD
L = kedalaman permukaan cairan, ft
m = kemiringan garis lurus, psi/cycle
t p + ∆t
P* = tekanan ekstrapolasi sampai log = 1, psia
∆t
P1hr = tekanan Pws setelah penutupan berjalan 1 jam, psia
Pm = tekanan hidrostatik lumpur, psi
Pwf = Pws pada saat t = 0, psi
qo = laju produksi dalam periode alir, STB/hari
t = waktu pengujian, menit
∆t = waktu penutupan, menit
tp = waktu produksi sebelum pengujian, menit
Vo = volume minyak yang diperoleh, bbl
ρm = density lumpur, ppg
µo = viskositas minyak, cp

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.09
Halaman : 4 / 13
JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST)
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
SUB JUDUL : Analisa Kualitatif Hasil UKL (DST)

6. LAMPIRAN
6.1. GAMBAR - GAMBAR YANG DIGUNAKAN

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.09
Halaman : 5 / 13
JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST)
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
SUB JUDUL : Analisa Kualitatif Hasil UKL (DST)

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.09
Halaman : 6 / 13
JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST)
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
SUB JUDUL : Analisa Kualitatif Hasil UKL (DST)

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.09
Halaman : 7 / 13
JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST)
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
SUB JUDUL : Analisa Kualitatif Hasil UKL (DST)

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.09
Halaman : 8 / 13
JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST)
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
SUB JUDUL : Analisa Kualitatif Hasil UKL (DST)

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.09
Halaman : 9 / 13
JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST)
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
SUB JUDUL : Analisa Kualitatif Hasil UKL (DST)

6.2. INTERPRETASI KUALITATIF GAMBAR HASIL REKAMAN


Gambar : Keterangan :
2 Fluida hilang sebelum penyekat (packer) didudukan. Tekanan turun waktu alat
masih ke dalam sumur. Arus cairan di anulus turun. Mungkin fluida, mengalir
ke formasi atau ke dalam pipa bor. UKL ini dapat dikatakan normal.
3 Kebocoran pada pipa bor. Terlihat tekanan awal yang tinggi ketika alat dibuka
pertama kali. Perolehan terutama berupa lumpur bor dan sedikit fluida reservoir
karena tekanan balik dari lumpur.
4 Pengaruh bantalan air yang kecil. Bantalan air menyebabkan bertambahnya
tekanan awal pada saat aliran terjadi. Perolehan terdiri dari bantalan air dan
fluida reservoir yang banyaknya tergantung pada bantalan air, karakteristik
batuan dan fluida formasi, operasi di permukaan, dan lain-lain.
5 Gambar kurva yang tidak rata sebagai akibat getaran jarum pencatat (stylus).
Getaran ini dapat disebabkan oleh gelombang laut, pergerakan kapal dan lain-
lain. UKL ini dapat dikatakan normal, kecuali bagian-bagian kurva yang tidak
rata.
6 Akibat terproduksinya bantalan air di sumur gas:
a. Bantalan air naik ke permukaan.
b. Bantalan air sedang diproduksikan.
c. Gas kering mengalir melalui jepitan.
7 Sumur dengan transmissibility sedang. Fluida reservoir mengalir ke permukaan.
Bentuk kurva dan lamanya fluida mencapai permukaan tergantung pada
permeabilitas, viskositas, volume dan panjang pipa bor, gesekan, tekanan,
massa jenis fluida, dan lain-lain
8 Alat pencatat tekanan tersumbat ketika perkakas di dasar sumur sebelum
penyekat dipasang. Sumbat terlepas pada tekanan yang sama sewaktu keluar
dari lubang. Fluida reservoir diperoleh dalam jumlah yang normal.
9 Alat pencatat tekanan tersumbat setelah penyekat didudukkan sebelum perkakas
dibuka. Sumbat terlepas pada tekanan lebih rendah ketika keluar dari sumur.
Fluida reservoir diperoleh dalam jumlah yang normal.
10 Adanya kelebihan fluida didalam pipa. Tekanan alir di bagian hulu baik jepitan
di permukaan atau di bawah permukaan akan tetap sampai tekanan balik sebagai

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.09
Halaman : 10 / 13
JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST)
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
SUB JUDUL : Analisa Kualitatif Hasil UKL (DST)

akibat akumulasi fluida menjadi sangat besar, sehingga laju aliran berkurang.
11 Pengaruh dua lapisan. Disebabkan oleh dua zone lensa pasir yang tidak
berhubungan dengan baik, patahan, discontinuity, batas fluida, dan lain-lain.
Kurva berubah sudut kemiringannya sering terjadi pada saat pengaliran dan
penutupan dan perubanan mungkin terjadi dalam arah yang berlawanan,
tergantung pada keadaan.
12 Pencatat tekanan berangsur-angsur tersumbat selama periode pengaliran.
Terbuka ketika keluar dari lubang baru. Perolehan fluida reservoir normal.
13 Pencatat tekanan tersumbat selama pengaliran dan terbuka pada saat penutupan
lanjut (buildup). Perolehan fluida reservoir normal.
14 Perubahan ukuran rangkaian pipa. Perubanan kemiringan selama pengaliran
tergantung pada letak pipa yang lebih besar di dalam rangkaian. Perolehan
fluida reservoir normal.
15 Pencatat tekanan tersumbat ketika alat diturunkan ke lubang sumur.
Penyumbatan ini terjadi ketika berat fluida sama dengan tekanan yang direkam.
Kemudian terbuka pada tekanan yang lebih rendah, ketika alat tersebut diangkat
dari lubang sumur. Perolehan fluida reservoir normal.
16 Jarum pencatat merobek chart dan tidak dapat bergerak. Perolehan fluida
reservoir normal.
17 Interferensi sumur. Waktu UKL biasanya terlalu pendek untuk mengetahui
interferensi dengan spasi sumur saat ini. Tekanan menurun pada waktu lanjut.
Perolehan fluida reservoir dapat dikatakan normal.
18 Dua pengujian dengan alat pencatat tekanan yang sama. Tekanan ekstrapolasi
buildup kedua lebih kecil dari buildup pertama. Mungkin juga reservoir kecil
dengan tekanan yang terus menerus (depletion).
19 & 20 Satu pengujian menggunakan dua pencatat tekanan. Pencatat tekanan sebelah
kiri menandakan formasi berpermeabilitas tinggi dengan skin kecil, nol, bahkan
mungkin negatif. Kurva sebelah kanan memperlihatkan pencatat tekanan yang
tersumbat ketika sampai di dasar sumur, kemudian terbuka kembali ketika mulai
diangkat dari dasar sumur. Apabila pencatat tekanan (untuk kasus alat di
sebelah kanan) ada dasar sumur, kemungkinan tersumbat oleh partikel.
21 Dua pengujian menggunakan alat pencatat tekanan yang sama. Karakteristik

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.09
Halaman : 11 / 13
JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST)
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
SUB JUDUL : Analisa Kualitatif Hasil UKL (DST)

kurva uji yang kedua berbeda dengan yang pertama. Skin atau parameter lain
pada persamaan aliran atau buildup yang sensitif terhadap perubahan pengaliran
atau penutupan, telah berubah diantara kedua pengujian ini. Tekanan awal
pengujian kedua lebih tinggi (sebesar berat kolom cairan) dari pengujian
pertama karena masuknya fluida kedalaman rangkaian pipa selama pengujian
pertama.
22 & 23 Satu pengujian menggunakan dua alat pencatat tekanan. Gambar 22
menunjukkan penyumbatan yang berangsur-angsur dari arah bawah alat
pencatat. Gambar 22 menunjukkan karakteristik reservoir yang sesungguhnya.
Pencatat (Gambar 22) mengukur berat fluida di atas alat bukannya sifat
reservoir. Kedua gambar tidak identik sebab penyumbatan pada pipa
menyebabkan tekanan yang berbeda.
24 & 25 Satu pengujian menggunakan dua perekam tekanan. Kedua kurva identik
(kecuali perbedaan kecil yang disebabkan oleh beda letak kedua perekam
tersebut). Kedua kurva ini normal karena alat bekerja baik, tidak ada
penyumbatan atau hal lainnya.
26 & 27 Satu pengujian menggunakan dua perekam tekanan. Gambar 26 menunjukkan
karakteristik reservoir sedangkan Gambar 26 menunjukkan perekam tersumbat
ketika diturunkan ke dasar lubang dan tetap tersumbat ketika diperiksa di
permukaan.
28 Jam berhenti ketika penutupan sumur. UKL normal. Perolehan fluida normal.
29 Jarum perekam terhambat jalannya (terseret-seret). Tekanan yang terekam me-
nunjukkan karakteristik tangga (stair-step character). Jarum pencatat perlu
diatur kembali kedudukannya. UKL normal.
30 Rangkaian pipa tepat di atas alat pencatat tersumbat. Perolehan fluida sedikit,
terutama lumpur. Tekanan naik dengan cepat mencapai tekanan reservoir.
31 Produksi air dan sumur mati. Berat air dan sedikit lumpur pada rangkaian pipa
melebihi tekanan reservoir sehingga sumur tersebut mati.
32 Pengaruh dari tekanan yang sangat tinggi. Kenaikan tekanan selama periode
pengaliran dan periode buildup lebih cepat dari biasanya. Perolehan lumpur juga
mungkin lebih besar. Tekanan tertingi kemungkinan melebihi atau tidak
melebihi tekanan reservoir normal.

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.09
Halaman : 12 / 13
JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST)
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
SUB JUDUL : Analisa Kualitatif Hasil UKL (DST)

33 Pelarutan kembali gas dalam pipa bor ketika sumur ditutup di permukaan.
Pengujian ini mungkin normal.
34 Lapisan tidak permeabel. Sejumlah kecil lumpur dan fluida formasi mungkin
diperoleh.
35 Lapisan berpermeabilitas rendah. Diperoleh sejumlah kecil lumpur dan fluida
formasi.
36 Aliran tersumbat kemudian terbuka kembali pada beberapa lokasi di atas alat
pencatat tekanan. Perolehan fluida reservoir dalam jumlah yang berkurang.
37 Penyumbatan aliran secara berangsur-angsur di bawah alat pencatat. Tekanan
turun ke harga yang sama dengan berat fluida di atas pencatat ketika laju aliran
berkurang. Diperoleh sedikit lumpur dan fluida reservoir.
38 Dipengaruhi oleh skin. Diperoleh sejumlah fluida formasi; tekanan bertambah
selama pengaliran. Laju kenaikan tekanan (buildup) tergantung pada
permeabilitas, tekanan dan perbedaan tekanan kompresibilitas fluida, volume
yang dipengaruhi, derajat kerusakan karena padatan atau invasi filtrat lumpur,
perforasi, penetrasi parsial dan lain-lain. Skin yang tinggi dapat mengurangi laju
aliran secara nyata dan menyebabkan perbedaan tekanan oleh skin yang sangat
besar.
39 Aliran dalam jepitan berasal dari lapisan berpermeabilitas tinggi. Tekanan alir
(dasar sumur atau permukaan, Pwf) dan laju aliran tergantung pada
transmissibility, tekanan reservoir, perbedaan tekanan, ukuran jepitan dan
berbagai karakteristik fluida, formasi dan sistem aliran. Peningkatan tekanan
selama penutupan dan pengaliran terjadi sangat cepat, ``sehingga sulit
memperoleh harga skin dan permeabilitas yang dapat dipertanggung jawabkan.
40 Aliran disebabkan oleh heads, swabbing, dan lain-lain. Terdapat berbagai
macam variasi disebabkan oleh swabbing. Perolehan termasuk fluida reservoir.
Swabbing menyebabkan pengurangan tekanan apabila arus cairan diturunkan.
41 Kurva berbentuk “S”. Penutupan terjadi di permukaan, gas pelarutan ke dalam
cairan, zona berpermeabilitas rendah terletak di dalam lapisan yang ketat, dan
lain-lain menghasilkan bentuk kurva seperti itu selama peningkatan tekanan.
Yang diperoleh termasuk fluida reservoir dalam jumlah normal.
42 Penyekat gagal bekerja dengan baik, dipasang kembali dan berhasil. Diperoleh

Manajemen Produksi Hulu


TEKNIK RESERVOIR NO : TR 05.09
Halaman : 13 / 13
JUDUL : UJI SUMUR (WELLTEST)
Revisi/Thn : 2/ Juli 2003
SUB JUDUL : Analisa Kualitatif Hasil UKL (DST)

lumpur dan fluida reservoir dengan jumlah yang berkurang.


43 Jam mengalami kerusakan. Pegas jam terlepas ketika alat dibuka. Perolehan
termasuk fluida reservoir dalam jumlah normal.
44 Alat gagal ditutup. Tidak didapat buildup. Perolehan termasuk fluida formasi.
45 Alat gagal dibuka. Tidak ada perolehan fluida kecuali sejumlah kecil lumpur
bor. Tekanan yang diukur cenderung berkurang mendekati harga tekanan
reservoir.
46 Jam tidak berfungsi. Diperoleh fluida reservoir dalam jumlah normal.
47 Jam berhenti pada saat alat dibuka dan berjalan kembali ketika alat ditutup.
Diperoleh fluida reservoir dalam jumlah normal.
48 Penyekat tidak bekerja dan tidak dapat dipasang. Perolehan lumpur dan
sejumlah kecil fluida formasi.
49 Penyekat tidak bekerja pada saat penutupan. Perolehan fluida reservoir dalam
jumlah normal dan lumpur sebanyak yang diperlukan untuk mengimbangi
tekanan.
50 Adanya kerusakan pada peralatan jam. Skala waktu tidak benar. Diperoleh
fluida reservoir dalam jumlah normal.
51 Jam berhenti ketika alat mencapai dasar dan bekerja kembali pada saat alat
diangkat keluar dari lubang. Diperoleh fluida reservoir dalam jumlah normal.

Manajemen Produksi Hulu