Você está na página 1de 17

RUMAH SAKIT UMUM RIZKY AMALIA

Jln. Ahmad Yani No.100 Cantel Wetan, Sragen Jawa Tengah


Telp. (0271) 8823814, Fax. (0271) 8823814

PEDOMAN PELAYANAN
UNIT RAWAT JALAN
RUMAH SAKIT UMUM RIZKY AMALIA
TAHUN 2018

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Rumah sakit adalah sebuah institusi pelayanan kesehatan profesional yang
pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya.
Sesuai dengan tipe dan kemampuan rumah sakit, Rumah Sakit Umum Rizky Amalia
mempunyai tugas dan fungsi melaksanakan pelayanan medis, pelayanan
penunjang medis, penyuluhan kesehatan, pelayanan rawat jalan atau rawat
darurat, pelayanan rawat inap serta melaksanakan pelayanan administratif.
Unit Rawat Jalan adalah salah suatu bagian pelayanan di rumah sakit yang
memberikan pelayanan pengobatan serta pemulihan terhadap penderita dengan
waktu kurang dari 24 jam, dimana dalam pelayanan terkait dengan kegiatan
penunjang lain seperti laboratorium, farmasi, radiologi, fisioterapi dan sebagainya .

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Terwujudnya penyelenggaraan pelayanan kesehatan di unit rawat jalan dengan
mutu tinggi serta mengutamakan keselamatan pasien.
2. Tujuan Khusus
a. Agar pelayanan kesehatan di unit rawat jalan dapat berjalan dengan
baik berdasarkan Standar Prosedur Operasional (SPO) sehingga
keselamatan pasien dapat di pertahankan.
b. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang merata, terjangkau dengan
mengutamakan upaya preventif dan kuratif.
c. Menciptakan unit rawat jalan dengan pelayanan yang nyaman dan
lingkungan yang aman.
d. Menjadi unit rawat jalan dengan SDM yang berbelas kasih, asertif,
profesional, tim dansejahtera.

C. RUANG LINGKUP

1
1. Ruang lingkup pelayanan rawat jalan memberikan pelayanan dengan lingkup
yang terbatas yaitu pasien dengan diagnosa yang ringan dan diperiksa oleh
dokter umum
2. Ruang lingkup pelayanan rawat jalan spesialistik memberikan pelayanan
kepada pasien yang memerlukan penanganan lebih lanjut dengan dilayani oleh
dokter spesialis.
3. Ruang lingkup pelayanan one day care memberikan pelayanan kepada pasien
yang memerlukan perawatan observasi selama sehari, setelah itu pasien bisa
dilihat lagi apakah sudah dapat diijinkan rawat jalan atau memerlukan rawat
inap.

D. BATASAN OPERASIONAL
1. Rumah Sakit adalah sebuah institusi pelayanan, perawatan kesehatan,
profesional yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat, dan tenaga ahli
kesehatan lainnya.
2. Unit Rawat Jalan adalah bagian dari pelayanan rumah sakit yang memberikan
pelayanan pencegahan, pengobatan serta pemulihan terhadap penderita
dengan waktu kurang dari 24 jam dimana dalam pelayanannya terkait dengan
kegiatan penunjang seperti laboratorium, farmasi, rehabilitasi medis
3. Poliklinik adalah unit yang melayani pelayanan rawat jalan yang meliputi
tindakan pencegahan, pengobatan dan pemulihan terhadap pasien umum atau
yang membutuhkan tindakan spesialistik.
a. Poliklinik Umum dimana didalamnya mencakup pelayanan pemeriksaan
dan penentuan diagnosa dan pemeriksa adalah dokter umum.
b. Poliklinik Kebidanan dan Kandungan dimana didalamnya mencakup
pelayanan pemeriksaan kehamilan, rawat luka pasien nifas, penentuan
diagnosa dan pemeriksa adalah dokter Spesialis Obgyn
c. Poliklinik Anak dimana di dalamnya mencakup pelayanan pemeriksaan,
penentuan diagnosa serta pelayanan imunisasi, dan dokter yang melayani
adalah dokter Spesialis Anak
d. Poliklinik Bedah dimana di dalamnya mencakup pelayanan pemeriksaan
penentuian diagnosa serta pelayanan bedah dan dokter yang melayani
adalah dokter Spesialis Bedah
4. Pelayanan Administrasi
a. Menerima pendaftaran dari bagian admisi untuk didata dan membagi
pendistribusian ke poli pelayanan yang di tuju.
b. Mendata jumlah pasien untuk setiap dokter.
c. Mencatat dan menerima pendaftaran, juga per telepon bagi pasien yang
kembali kontrol klinik yang selanjutnya akan didaftarkan ke petugas
pendaftaran.
2
E. LANDASAN HUKUM
1. Undang- Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
2. Undang- Undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
3. Undang – undang Nomor 29 tahun 2009 tentang Praktik Kedokteran
4. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 43 tahun 2012 tentang Standar
Pelayanan Minimal Rumah Sakit.

3
BAB II
STANDAR KETENAGAAN

A. KUALIFIKASI SUMBER DAYA MANUSIA


Sumber Daya Manusia (SDM) dilihat dari pendidikan masa kerja, kompetensi
dan pelatihan yang pernah diikuti. Untuk mengembangkan kualitas SDM sebagai
Perawat Pelaksana melalui peningkatan pengetahuan baik secara formal maupun
non formal berhubungan dengan pelayanan keperawatan dan memberikan dampak
yang sifatnya positif yang dapat menumbuhkan motivasi kerja yang tinggi.

N Nama Kualifikasi Masa Kerja Pelatihan Yang


O Pendidikan Diikuti
1. DIII Keperawatan 10 tahun APN, CTU
9 bulan
2. DIII Keperawatan 1 tahun APN
11 bulan
3. DIII Keperawatan 1 tahun APN
5 bulan
4. DIII Keperawatan 7 bulan APN

Perhitungan pola kebutuhan tenaga menggunakan metode Thailand & Philipina.


Metode ini memperhitungkan beberapa ketentuan antara lain :
- Jumlah jam perawat yang dibutuhkan tiap pasien / hari : 0,25 jam
- Hasil kerja efektif perawatan dalam 1 tahun : jumlah hari dalam 1 tahun dikurangi
hari libur dalam 1 tahun yang terdiri dari hari minggu, hari libur nasional dan cuti
tahunan, yaitu 365 – (52 + 12 + 12) = 289 hari
- Jumlah minggu efektif dalam 1 tahun yaitu 289 : 7 = 41 minggu
- Jumlah rata kunjungan per hari = 103 pasien

Berdasarkan ketentuan tersebut diatas dapat ditentukan dengan perhitungan


sebagai berikut :

Jumlah jam perawatan x 52 minggu x 7 hari x jumlah kunjungan


= +koreksi 10%
Jumlah minggu efektif dalam 1 tahun (41) x 40 jam

0,5 x 52 x 7 x 103 9.373


= +10% = + 10% = 5,8 = 6 orang
41 x 40 1.640

4
B. DISTRIBUSI TENAGA

DAFTAR NAMA PERAWAT UNIT RAWAT JALAN

STATUS
NO NAMA TMT JABATAN PENDIDIKAN
KEPEG
1 01/01/2005 Ka. Ruang DIII Keperawatan Kontrak
2 01/05/2016 Pelaksana DIII Keperawatan Kontrak
3 06/03/2017 Pelaksana DIII Keperawatan Kontrak
4 01/03/2017 Pelaksana DIII Keperawatan Kontrak

C. PENGATURAN JAGA
Dibuat oleh koordinator unit 1(satu) minggu sebelum bulan berikutnya dan di
input untuk data rumah sakit. Dibuat untuk jangka waktu 1 (satu) bulan yang dibagi
menjadi 2 (dua) shift pagi dan sore. Setiap shift terdiri dari perawat / bidan dengan
kemampuan berdasarkan tingkat kompetensi (dilihat dari masa kerja dan
pengalaman kerja sebelumnya).

5
BAB III
STANDAR FASILITAS

A. DENAH RUANGAN

Halaman dan Tempat Parkir

IGD Pintu masuk RSIA Ruang Ruang konsul tasi


tunggu dan periksa pasien
pasien Anak
Ruang Ruang Ruang Anak
Konsultasi Observasi tunggu Tangga
dan Periksa Pendaftaran
Apotik
Pasien
Obgyn Kasir

B. STANDAR FASILITAS
1. Rawat Jalan Paru
a. Alat Kesehatan
1) Tensi meter
2) Stetoskop
3) Termometer suhu badan
4) Spuit
5) Needle
6) Obat-obatan parental baik iv atau im
7) Timbangan badan
8) Senter
b. Alat Rumah Tangga
1) Meja Kerja
2) Kursi
3) Tempat Tidur Pasien
4) Sabun Cuci Tangan
5) Tempat sampah (Infeksius dan Medis)
6) AC
c. Bahan Habis Pakai:
1) Betadine
2) Kasa
3) Alkohol
4) Handscoon
5) Tuples
2. Rawat Jalan Anak
a. Alat Kesehatan
1) Stetoskop

6
2) Termometer suhu badan
3) Timbang dan pengukur tinggi badan
b. Alat Rumah Tangga
1) Meja Kerja
2) Kursi
3) Tempat Tidur Pasien
4) Sabun Cuci Tangan
5) Tempat sampah (Infeksius dan Medis)
6) AC
3. Rawat Jalan Obsgyn
a. Alat Kesehatan
1) Tensi meter
2) Stetoskop
3) Termometer suhu badan
4) Spuit
5) Needle
6) Obat-obatan parental baik iv atau im
7) USG
b. Alat Rumah Tangga
1) Meja Kerja
2) Kursi
3) Tempat Tidur Pasien
4) Sabun Cuci Tangan
5) Tempat sampah (Infeksius dan Medis)
6) AC
c. Bahan Habis Pakai
1) Betadine
2) Kasa
3) Alkohol
4) Handscoon
5) Tulpes
6) Tissu
4. Rawat Jalan Bedah
a. Alat Kesehatan
1) Tensi meter
2) Stetoskop
3) Termometer suhu badan
4) Spuit
5) Needle
6) Obat-obatan parental baik iv atau im
7
b. Alat Rumah Tangga
1) Meja Kerja
2) Kursi
3) Tempat Tidur Pasien
4) Sabun Cuci Tangan
5) Tempat sampah (Infeksius dan Medis)
6) AC
c. Bahan Habis Pakai
1) Betadine
2) Kasa
3) Alkohol
4) Handscoon
5) Tulpes
6) Tissu
5. Rawat Jalan Dalam
a. Alat Kesehatan
1) Stetoskop
2) Termometer suhu badan
3) Timbang dan pengukur tinggi badan
b. Alat Rumah Tangga
1) Meja Kerja
2) Kursi
3) Tempat Tidur Pasien
4) Sabun Cuci Tangan
5) Tempat sampah (Infeksius dan Medis)
6) AC
6. Rawat Jalan Saraf
a. Alat Kesehatan
1) Tensi meter
2) Stetoskop
3) Termometer suhu badan
4) Spuit
5) Needle
6) Obat-obatan parental baik iv atau im
7) USG
b. Alat Rumah Tangga
1) Meja Kerja
2) Kursi
3) Tempat Tidur Pasien
4) Sabun Cuci Tangan
8
5) Tempat sampah (Infeksius dan Medis)
6) AC
c. Bahan Habis Pakai
1) Betadine
2) Kasa
3) Alkohol
4) Handscoon
5) Tulpes
6) Tissu
7. Rawat Jalan Gigi
a. Alat Kesehatan
1) Tensi meter
2) Stetoskop
3) Termometer suhu badan
4) Spuit
5) Needle
6) Obat-obatan parental baik iv atau im
7) Peralatan gigi
c. Alat Rumah Tangga
1) Meja Kerja
2) Kursi
3) Meja pemeriksaan gigi
4) Sabun Cuci Tangan
5) Tempat sampah (Infeksius dan Medis)
6) AC
d. Bahan Habis Pakai
1) Betadine
2) Kasa
3) Alkohol
4) Handscoon
5) Tulpes
6) Tissu

BAB IV
TATA LAKSANA PELAYANAN

9
A. PENERIMAAN PASIEN
1. Pasien datang di Unit Rawat Jalan mendaftarkan identitas di tempat
pendaftaran pasien
2. Pendataan dilakukan dan tujuan poli yang dituju
3. Data pasien atau kartu pasien sudah berada di masing-masing tujuan poliklinik

B. TATA LAKSANA PELAYANAN


1. Poliklinik Paru
Pemeriksaan dan pengobatan layanan pemeriksaan dan pengobatan di
poliklinik umum dilakukan oleh dokter spesialis setiap hari kerja (Senin – Sabtu)
mulai pukul 07.00 – 14.00 WIB dan (Senin – Sabtu) mulai pukul 16.00 – 18.00
WIB kecuali hari libur.
Kegiatan layanan berupa anamnesa keluhan, pemeriksaan fisik, pemeriksaan
penunjang (laboratorium). Jika diperlukan pemberian resep dan edukasi
terhadap pasien mengenai masalah kesehatan yang akan atau sedang mereka
alami.
2. Poliklinik Kebidanan dan Kandungan
Pelayanan pasien di poliklinik kebidanan dan kandungan dilakukan oleh dokter
spesialis kebidanan dan kandungan setiap hari kerja mulai pukul 07.00 – 14
WIB, meliputi :
a. Pelayanan konseling pranikah, imunisasi tetanus toksoid bagi calon
mempelai wanita.
b. Pemeriksaan kehamilan rutin bagi ibu hamil meliputi : pencatatan keluhan,
penimbangan BB dan TB, pengukuran tanda vital, pemeriksaan fisik dan
kondisi kandungan. Pada kasus tertntu dapat dilakukan pemeriksaan
laboratorium dan USG.
c. Perawatan masa nifas bagi ibu post partum meliputi pencatatan keluhan,
pemeriksaan fisik, pemeriksaan luka episiotomi atau luka post operasi.
d. Senam hamil ?
e. Pemeriksaan trauma genital, fluor albus
f. Pemeriksaan gangguan mens / haid, infeksi organ reproduksi
g. Menopause
h. Papsmear, kolposkopi, USG dan laboratoris penanda tumor
i. Infertilitas
j. Pemeriksaan kelainan anatomi, infeksi organ reproduksi dan gangguan
hormonal
k. Pelayanan KB
3. Poliklinik Anak

10
Pelayanan pasien di poliklinik Anak dilakukan oleh dokter spesialisAnak setiap
hari kerja mulai pukul 07.00 – 14 WIB, meliputi :
a. Pelayanan Imunisasi : Imunisasi wajib dan imunisasi tambahan
b. Pemeriksaan rutin bayi baru lahir
c. Pemeriksaan dan pengobatan layanan pemeriksaan dan pengobatan di poli
anak dilakukan oleh dokter spesialis anak, meliputi : penimbangan BB,
pemantauan pemberian ASI dan kemampuan minum bayi
d. Pemeriksaan tumbuh kembang
4. Poliklinik Penyakit Dalam
Pelayanan pasien di poliklinik Dalam dilakukan oleh dokter spesialis penyakit
Dalam setiap hari kerja mulai pukul 07.00 – 14 WIB, meliputi :
a. ....................................
b. ....................................
c. Pemeriksaan dan pengobatan layanan pemeriksaan dan pengobatan di poli
penyakit Dalam dilakukan oleh dokter spesialis Penyakit Dalam, meliputi :
................................................
5. Poliklinik Bedah
Pelayanan pasien di poliklinik Bedah dilakukan oleh dokter spesialis Bedah
setiap hari kerja mulai pukul 07.00 – 14 WIB, meliputi :
d. ....................................
e. ....................................
f. Pemeriksaan dan pengobatan layanan pemeriksaan dan pengobatan di poli
Bedah dilakukan oleh dokter spesialis Bedah meliputi :
................................................
6. Poliklinik Penyakit Saraf
Pelayanan pasien di poliklinik Saraf dilakukan oleh dokter spesialis Saraf setiap
hari kerja mulai pukul 07.00 – 14 WIB, meliputi :
g. ....................................
h. ....................................
i. Pemeriksaan dan pengobatan layanan pemeriksaan dan pengobatan di poli
Saraf dilakukan oleh dokter spesialis Penyakit Saraf, meliputi :
................................................

7. Poliklinik Gigi
Pelayanan pasien di poliklinik Gigi dilakukan oleh dokter spesialis Gigi setiap
hari kerja mulai pukul 07.00 – 14 WIB, meliputi :
j. ....................................
k. ....................................

11
l. Pemeriksaan dan pengobatan layanan pemeriksaan dan pengobatan di poli
Gigi dilakukan oleh dokter spesialis Gigi, meliputi :
................................................

ALUR PELAYANAN RAWAT JALAN

Registrasi Menunggu Pemeriksaan Pengobatan


Pasien Pelayanan Pasien

Sistem
Penyuluhan
Pembayaran Jasa
Pasien dan Keluarga

Pengambilan obat
di Apotik

BAB V

12
LOGISTIK

A. PENGADAAN SARANA PRASARANA


Meliputi pengadaan sarana dan prasarana alat kesehatan dan obat yang
digunakan oleh pasien di unit rawat jalan.

B. TUJUAN
1. Mencegah kesalahan dalam pemberian obat dengan 7 (Tujuh) benar (benar
pasien, benar dosis, benar obat, benar waktu, benar cara pemberian/ rute,
benar informasi, benar dokumentasi).
2. Tetap menjaga kualitas dan kuantitas obat.
3. Memudahkan dalam penggunaan.

C. PROSEDUR PERMINTAAN ALAT KESEHATAN & OBAT


Dalam pengelolaan logistik di unit rawat jalan perlu adanya pencatatan dan
pelaporan agar dapat di ketahui kondisi barang atau alat tersebut serta selalu siap
pakai. Permintaan obat ditulis pada resep Dokter Penanggung Jawab Pelayanan
(DPJP) selain obat ditulis bidan / perawat pada buku catatan obat. Resep atau alkes
yang sudah diisi lengkap oleh perawat diserahkan kepada apotik.

BAB VI
KESELAMATAN PASIEN
13
Keselamatan pasien rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat
asuhan pasien lebih aman. Didalam unit rawat jalan ada beberapa standar yang harus
dilaksanakan dalam keselamatan pasien:
1. Ketepatan identitas.
2. Peningkatan komunikasi yang efektif.
3. Penggunaan obat high alert
4. Tepat lokasi, tepat prosedur, epat pasien operasi
5. Mencegah risiko pasien jatuh
6. Pengurangan resiko infeksi dengan cara mencuci tangan (hand hygiene)
menggunakan metode 5 momen

BAB VII
KESELAMATAN KERJA

14
Keselamatan kerja bagi karyawan di rumah sakit merupakan kewajiban bagi rumah
sakit atau perusahaan yang menyelenggarakannya. Kewajiban tersebut telah diatur dalam
Undang – Undang Ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2013 yang berbunyi pemberi kerja
dalam mempekerjakan tenaga kerja wajib memberikan perlindungan yang mencakup
kesejahteraan, keselamatan, dan kesehatan baik mental maupun fisik tenaga kerja
( DEPNAKER 2014 ).
Dalam hal kesehatan keselamatan kerja juga telah diatur secara internasional
Occupation Safety and Health Admnistration ( OSHA, 2014 ) yang merupakan agen federal
dalam bidang kesehatan mengemukakan misinya untuk merancang dan menjamin
keselamatan dan kesehatan kerja dari pekerja dengan menegakkan sesuai standar,
memberikan pelatihan, penyuluhan, dan pendidikan, serta membangun kemitraan dan
mendorong terus menerus peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja.
Keselamatan kerja adalah suatu kondisi dalam pekerjaan yang sehat dan aman baik
itu bagi pekerjanya, perusahaan maupun bagi masyarakat dan lingkungan disekitar tempat
kerjatersebut.
Mengacu pada pengertian tersebut maka diharapkan setiap petugas medis maupun non
medis dapat menerapkan sistem keselamatan kerja diantaranya ;
1. Tersedianya APD yang memenuhi standart serta dapat menggunakanya dengan
benar baik itu masker, penutup kepala, sarung tangan, skoret / apron, kacamata,
pelindung kaki dan sebagainya.
2. Tersedianya tempat pembuangan sampah yang dibedakan infeksius dan non
infeksius serta terdapatnya tempat khusus untuk pembuangan jarum ataupun spuit
bekas.
3. Aturan untuk tidak melakukan recaping jarum suntik setelah dipakai ke pasien.
4. Setiap petugas medis menganggap bahwa setiap pasien dapat menularkan penyakit
sehingga unsur keselamatan kerja dapat terus dilaksanakan.

BAB VIII
PENGENDALIAN MUTU

Upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan dilakukan kegiatan, antara lain:


15
1. Dokumentasi.
2. Adanya kotak saran.
3. Diadakan rapat rutin untuk pemecahan masalah.

spm

BAB IX
PENUTUP

16
Demikian telah disusun Pedoman Pelayanan Unit Rawat Jalan yang dapat dipakai
sebagai acuan di dalam pelayanan rawat jalan untuk meningkatkan kualitas pelayanan
secara keseluruhan di Rumah Sakit Umum Rizky Amalia. Pedoman ini akan selalu di
perbaiki dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan secara teratur dan berkelanjutan
dalam hal pemantauannya.
Dengan adanya pedoman pelayanan tersebut kegiatan pelayanan secara khusus di
Unit Rawat Jalan dapat mengutamakan kepuasan dan keselamatan pada setiap pasien.

17