Você está na página 1de 5

ANALISA JURNAL

Jurnal 1 : Hubungan Karakteristik Perawat Dengan Penanganan Pertama Pada Pasien Kegawatan Muskuloskeletal Di Rsup Prof. Dr. R. D.
Kandou Manado
Judul Jurnal
Tujuan Sampel Metode Hasil
Peneliti
Hubungan Penelitian ini 1. Jumlah Sampel : Metodologi penelitian Berdasarkan hasil peneliti setelah
Karakteristik bertujuan untuk 47 perawat menggunakan penelitian dilakukan penelitian menggunakan
Perawat Dengan mengetahui 2. Cara kualitatif dengan jenis peneliti metode penelitian kualitatif didapatkan
Penanganan hubungan Pengambilan survey analitik, dan hasil bahwa :
Pertama Pada karakteristik Sampel : menggunakan pendekatan a. Untuk responden yang berdasarkan
Pasien perawat (umur, peneliti cross sectional dimana umur didapatkan hasil paling banyak
Kegawatan jenis kelamin, menggunakan pengumpulan data, baik responden ber umur 26-35 tahun
Muskuloskeletal tingkat metode total variabel independen maupun (dewasa awal)
Di Rsup Prof. pendidikan, dan sampling variabel dependen, dilakukan b. Untuk responden berdasarkan jenis
secara bersama-sama atau
Dr. R. D. masa kerja) kelamin didapatkan hasil bahwa
sekaligus.
Kandou dengan jenis kelamin perempuan lebih
Manado penanganan banyak daripada laki-laki
Penelitian kualitatif adalah
pertolongan c. Untuk responden berdasarkan
penelitian tentang riset yang
pertama pada jenjang pendidikan didapatkan hasil
pasien kegawatan bersifat deskriptif dan bahwa perawat dengan lulusan D3
muskuloskeletal. cenderung menggunakan lebih dominan disbandingkan
analisis. Proses dan makna perawat S1(Ns) dalam
lebih ditonjolkan dalam penanganannya
penelitian kualitatif. Landasan d. Untuk responden berdasarkan
teori dimanfaatkan sebagai hubungan masa kerja/seseorang
pemandu agar focus penelitian yang telah lama bekerja di instalasi
sesuai dengan fakta
gawat darurat didapatkan hasil
dilapangan. (Wikipedia)
bahwa pegawai lama lebih dominan
dibandingkan pegawai yang masi
baru
Dapat disimpulkan bahwa karakteristik
perawat yang berhubungan dengan
penanganan pertolongan pertama pada
pasien musculoskeletal hanya terletak
pada lamanya masa kerja atau perawat
yang memang sudah lama bekerja
menangani pasien musculoskeletal,
sedangkan umur, jenis kelamin, tingkat
pendidikan tidak ada hubungannya
dengan pertolongan pertama pada pasien
musculoskeletal.

Jurnal 2 : Pengaruh Terapi Oksigenasi Nasal Prong Terhadap Perubahan Saturasi Oksigen Pasien Cidera Kepala Di Instalasi Gawat
Darurat RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado
Judul Jurnal
Tujuan Sampel Metode Hasil
Peneliti
Pengaruh Tujuan penelitian 3. Jumlah Sampel : Metodologi penelitian Berdasarkan hasil peneliti setelah
Terapi ini adalah untuk 16 orang (pasien menggunakan Quasi dilakukan menggunakan metode Quasi
Oksigenasi mengetahui cedera kepala) eksperimen atau eksperimen eksperimen dengan rancangan Time
Nasal Prong pengaruh 4. Cara semu dengan rancangan Time series didapatkan hasil bahwa :
Terhadap oksigenasi nasal Pengambilan series. a. Dengan terapi oksigenasi nasal
Perubahan prong terhadap Sampel : prong dapat mengembalikan saturasi
Saturasi perubahan peneliti Quasi eksperimen adalah oksigen dari kondisi hipoksia
Oksigen Pasien saturasi oksigen menggunakan eksperimen yang memiliki sedang-berat ke hipoksia ringan-
Cidera Kepala pasien cedera metode non perlakuan (treatments), sedang dan hipoksia ringan sedang
Di Instalasi kepala di Instalasi probability pengukuran-pengukuran ke kondisi normal secara bermakna.
Gawat Darurat Gawat Darurat sampling yaitu dampak (outcome measures), b. Berdasarkan analisa menggunakan
RSUP Prof. RSUP Prof. Dr. consecutive dan unit-unit eksperiment uji t paired sample pada variabel-
DR. R. D. R. D. Kandou sampling (experimental units) namun variabel tersebut maka dapat
Kandou Manado tidak menggunakan disimpulkan bahwa ada pengaruh
Manado penempatan secara acak. terapi oksigenasi nasal prong
terhadap perubahan saturasi oksigen
pasien cedera kepala.
c. Berdasarkan hasil uji repeated
ANOVA dapat disimpulkan terdapat
perbedaan yang signifikan antara
nilaisaturasi oksigen pada 10 menit
pertama, 10 diberikan terapi
oksigenasi nasal prong pada pasien
cedera kepala
Dapat disimpulkan bahwa sebagian
besar responden datang ke rumah sakit
dengan keadaan hipoksia ringan–sedang
dengan SaO2 90%
- < 95%. Setelah pemberian oksigenasi
nasal prong selama 30 menit berada
dalam kondisi normal dengan saturasi
oksigen 95% - 100%. Semakin lama
pemberian oksigenasi nasal prong
semakin meningkatkan saturasi oksigen.