Você está na página 1de 7

TUGAS INDIVIDU MATA KULIAH ELEKTIF

“EVIDENCE BASED NURSING PERAWATAN LUKA”

DISUSUN OLEH :

RIFKA ANGGRAYNY

141.0083

PROGRAM STUDI S-1 KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HANG TUAH SURABAYA

TAHUN 2018
KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena

berkat rahmat dan kasih karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas

makalah ini. Dalam makalah ini kami membahas mengenai “EVIDENCE

BASED NURSING PERAWATAN LUKA”

Makalah ini kami buat berdasarkan hasil diskusi kami dan tidak lepas dari

bantuan, bimbingan, dan arahan dari beberapa pihak. Oleh karena itu dalam

kesempatan ini kami ingin berterima kasih kepada ibu Imroatul Farida M.Kep.

CWCS selaku dosen pembimbing selama pembuatan makalah ini.

Kami menyadari bahwa dalam menyelesaikan tugas makalah ini masih

terdapat banyak kekurangan. Oleh sebab itu, kami mengharapkan kritik dan saran

dari berbagai pihak untuk perbaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima

kasih.

Surabaya, 28 April 2018

Penulis
ANALISA JURNAL

Judul penelitian:

Penatalaksanaan Ulkus Kaki Diabetes Secara Terpadu

Penulis : Yuanita A. Langi

Penerbit : Jurnal Biomedik

Tahun : 2011

Instsnsi : Universitas Sam Ratulangi Manado

Masalah penelitian:

Ulkus kaki diabetes di negara berkembang masih menjadi masalah

kesehatan yang rumit dan belum bisa dikelola dengan benar. Kesintasan (survival

rate) setelah am-putasi ekstremitas bagian bawah pada indi-vidu diabetes lebih

rendah dibandingkan in-dividu nondiabetes. Di Indonesia angka kematian dan

angka amputasi masih tinggi, masing-masing sebesar 16% dan 25% (RSUPCM

tahun 2003). Patogenesis utama UKD yaitu neuro-pati, kemudian iskemia

pembuluh darah pe-rifer.

Terapi lanjutan yang sering digunakan dalam pengelolaan UKD ialah

terapi oksi-gen hiperbarik (TOH). TOH merupakan pemberian oksigen untuk

pasien dengan tekanan yang lebih tinggi dari tekanan at-mosfer normal.

Pengelolaan UKD terinfeksi terbagi atas infeksi yang tidak mengancam tungkai

dan yang meng-ancam tungkai. Pemilihan antibiotik sesuai dengan hasil uji kultur
dan sensitivitas, sedangkan lamanya pemberian tergantung pada keadaan klinis

dan beratnya infeksi.

PRINSIP PENATALAKSANAAN UL-KUS KAKI DIABETES

1. Penanganan iskemia

2. Debridemen

3. Perawatan luka

4. Menurunkan tekanan pada plantar pe-dis (off-loading)

5. Penanganan komorbiditas

6. Mencegah kambuhnya ulkus

7. Penanganan bedah

8. Pengelolaan infeksi
ANALISA JURNAL

Judul penelitian:

Ulkus Kaki Diabetik Kanan dengan DiabetesMellitus Tipe 2

Penulis : Muhartono, I.Ratna Novalia Sari

Penerbit : J AgromedUnila

Tahun : 2017

Instsnsi : Universitas Lampung

Masalah penelitian:

Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan

hiperglikemia dan intoleransi glukosa yang terjadi karena kelenjar pankreas tidak

dapat memproduksi insulin secara adekuat yang atau karena tubuh tidak dapat

menggunakan insulin yang diproduksi secara efektif atau keduaduanya. Diabetes

Melitus diklasifikasikan menjadi DM tipe 1, yang dikenal sebagai insulin

dependent, dan DM tipe 2 yang dikenal dengan non insulin dependent. Beberapa

etiologi yang menyebabkan ulkus/gangren diabetik meliputi neuropati, penyakit

arterial, tekanan dan deformitas kaki. Ulkus kaki diabetik merupakan komplikasi

akibat gejala neuropati yang menyebabkan hilang atau berkurangnya rasa nyeri

dikaki, sehingga apabila penderita mendapat trauma akan sedikit atau tidak

merasakan nyeri sehingga mendapatkan luka pada kaki.

Penentuan derajat infeksi menjadi sangat penting. Menurut The Infectious

Diseases Society of America membagi infeksi menjadi 3 kategori, yait Infeksi


ringan apabila didapatkan eritema <2 cm, Infeksi sedang apabila didapatkan

eritema >2 cm, Infeksi berat apabila didapatkan gejala sistemik. Selain dari

pemberian terapi farmakologis, pasien juga memerlukan terapi non farmakologik

berupa edukasi agar komplikasi lain dari DM dapat dicegah dan agar pasien dapat

memahami pentingnya keteraturan mengonsumsi obat dan pengontrolan gula

darah. Penilaian tatalaksana jangka panjang yang dilakukan meliputi debridement

secara regular dari kalus atau jaringan nekrotik untuk mengurangi tekanan dan

resiko ulkus.

Komponen penting dalam manajemen kaki diabetik dengan ulkus adalah

1. Kendali metabolik

2. Kendali vaskular

3. Kendali infeksi

4. Kendali luka

5. Kendali tekanan

6. Penyuluhan
DAFTAR PUSTAKA

https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/biomedik/article/view/864

Penatalaksanaan Ulkus Kaki Diabetes Secara Terpadu

http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/agro/article/view/1563

Ulkus Kaki Diabetik Kanan dengan DiabetesMellitus Tipe 2