Você está na página 1de 4

Seminar Nasional Biologi “Inovasi Pendidikan dan Penelitian Biologi 2018…

Teori Evolusi Darwin Dalam Perspektif Agama Islam dan Agama Kristen

Novita Lailatul Zuhriyah


(Universitas Negeri Surabaya) Surabaya
novitazuhriyah@mhs.unesa.ac.id

ABSTRAK
Evolusi merupakan salah satu teori maupun cabang dalam khasanah ilmu
pengetahuan. Teori tersebut menyatakan terjadinya sebuah perubahan pada makhluk hidup
atau spesies secara gradual (perlahan-lahan) yang saat ini masih menjadi bperdebatan antara
sains dan agama, menarik untuk dikaji beberapa aspek penting teori evolusi dan hubungannya
dengan agama. Pertentangan mengenai evolusi sangat sulit didamaikan karena luasnya
wilayah sengketa, yaitu sains, filsafat, dan teologi. Masing-masing kelompok berusaha
memandang dari bidang spesialisasinya sendiri tanpa merasa perlu mengetahui sudut pandang
atau keterkaitannya dengan bidang yang lainTulisan ini bertujuan untuk memaparkan
beberapa aspek penting dari teori evolusi dan beberapa keterkaitannya dengan pemahaman
agama. Diharapkan pemahaman yang tepat dari masyarakat tentang teori evolusi dapat
memberikan penilaian yang proporsional.
Kata kunci: Teori Darwin, Agama Islam, Agama Kristen

Pertama adalah spesies-spesies yang ada


sekarang ini merupakan keturunan dari spesies
PENDAHULUAN
moyangnya. Diedisi pertama bukunya, Darwin
Evolusi sampai saat ini masih menjadi
tidak menggunakan kata evolusi. Darwin
perdebatan di berbagai kalangan. Pangkal teori
menyebutnya modifikasi keturunan (descent with
evolusi adalah pengamatan fakta dan bukti
modifcation). Gagasan utama yang kedua adalah
berupa fosil yang umumnya tidak utuh dengan
seleksi alam sebagai mekanisme modifikasi
jumlah yang sangat sedikit yang kemudian
keturunan (Luthfi dan Khusnuryani, 2005: 6).
direkonstruksi. Proses rekonstruksi harus
Pertentangan mengenai evolusi sangat
dibantu dengan penentuan umur geologis, yang
sulit didamaikan karena luasnya wilayah
kemudian diikuti penentuan kedudukan
sengketa, yaitu sains, filsafat, dan teologi.
taksonomik dari individu hasil rekonstruksi itu.
Masing-masing kelompok berusaha memandang
Berbagai kendala dan perbedaan kemampuan
dari bidang spesialisasinya sendiri tanpa merasa
para pakar evolusi dalam merekonstruksi fosil
perlu mengetahui sudut pandang atau
sebagai bukti evolusi mengakibatkan interpretasi
keterkaitannya dengan bidang yang lain.
yang berbeda-beda di kalangan para ahli dalam
Tambahan lagi meskipun teori ini telah menarik
memaknai fosil. Perbedaan ini yang
minat masyarakat luas, masih banyak terjadi
menyebabkan terjadinya konflik opini tentang
miskonsepsi terhadap gagasan evolusi. Dewasa
teori evolusi (Prastiwi, 2009).
ini telah banyak dilakukan upaya untuk
Namun seiring dengan perjalanan waktu
merekonstruksi paradigma keterpaduan iptek
teori evolusi mengalami penyempurnaan atau
(sains) dan Islam. Karena evolusi merupakan
modifikasi hingga sampai saat ini. Seperti halnya
duri yang paling tajam bagi hubungan antara
teori evolusi Darwin menjadi teori evolusi
sains dan agama, menarik untuk dikaji beberapa
sintesis modern. Teori tersebut hingga sampai
aspek penting teori evolusi dan hubungannya
saat ini menjadi populer dikalangan masyarakat
dengan agama. Tulisan ini bertujuan untuk
umum. Didalam gagasan teori evolusinya yang
memaparkan beberapa aspek penting dari teori
Darwin jelaskan dalam bukunya The On the
evolusi dan beberapa keterkaitannya dengan
Origin of Species terdapat dua pokok gagasan
pemahaman agama. Diharapkan pemahaman
yang Darwin jelaskan dalam bukunya tersebut.

Prosiding Seminar Nasional Biologi 2017_ ISBN: 978.000.01 1


Seminar Nasional Biologi “Inovasi Pendidikan dan Penelitian Biologi 2018…

yang tepat dari masyarakat tentang teori evolusi menambah ini ke dalam kenyataan, bahwa mekanisme
dapat memberikan penilaian yang dapat arloji tersebut memiliki tujuan (yakni memberi tahu
diterima dengan logika. waktu), hal tersebut akan mendorong Anda untuk
mengambil kesimpulan bahwa arloji itu pasti memiliki
METODE PENELITIAN perancang. Demikian juga struktur rinci organisme
Penelitian ini sepenuhnya adalah riset hidup (mata, jantung, sendi, dan yang lainnya)
perpustakaan (library research). Penelitian pustaka menunjukkan betapa menakjubkan bagianbagian
merupakan penelitian yang menelusuri dan tersebut dirancang, betapa sempurna bagian-bagian
menelaah literature literature dan penelitian tersebut bekerja, dan begitu rumitnya bagian-bagian
yang memfokuskan pada bahan-bahan pustaka. tersebut dipadukan, persis seperti roda penggerak
Metode ini dilakukan karena tidak sebuah arloji. Jika arloji memiliki perancang, maka
memungkinkan untuk melakukan pembuktian struktur biologi juga tentunya memiliki perancang.
Kehidupan bukan merupakan suatu peristiwa
sehingga data yang diperoleh berasal dari studi
kebetulan. "(Campbell, 2003).
literature jurnal, buku maupun website.
Teori Evolusi Dalam Perspektif Kristen
Kesahihan teori evolusi hingga sampai saat ini
Mengenai teori evolusi, terjadi ketika
masih menjadi sebuah pembahasan yang belum
Vatikan mengakui bahwa teori Darwin sesuai
menemukan sebuah konklusi. Berbagai klaimpun
dengan iman Kristen. Pernyataan Paus Yohanes
terjadi diantara kubu yang menganggap bahwa
Paulus II itu disambut gembira oleh para
pendapat masing-masing yang paling benar.
ilmuwan, walaupun mungkin menimbulkan
Terutama dari kalangan evolusionis
ketidaksenangan di kalangan religius.
(pendukung) ataupun kreasionisme (penentang)
Pengakuan Paus bahwa evolusi itu lebih dari
dua arus yang mendominasi terkait asal usul
sekadar teori, tertuang dalam pesan tertulisnya
makhluk hidup.
yang disampaikan pada hari Rabu (23/10/96)
HASIL DAN PEMBAHASAN dalam sidang Akademi Ilmu Pengetahuan
Dalam pandangan Darwinisme, sejarah Kepausan, sebuah lembaga para pakar yang
kehidupan diibaratkan sebuah pohon dengan bertugas memberikan pertimbangan dan
banyak sekali cabang yang memunculkan masukan kepada Gereja Katolik Roma mengenai
banyak dahan dan ranting terus sampai ke ujung isu-isu ilmiah (Kompas 25/10/1996). Pernyataan
ranting yang paling muda, suatu simbol Paus ini merupakan sebuah terobosan baru dan
keanekaragaman makhluk hidup. Pada setiap menjadi berita utama di koran-koran Italia. "Paus
titik percabangan pohon evolusi itu terdapat mengatakan kita mungkin keturunan Kera" tulis
nenek moyang yang dimiliki bersama oleh harian konservatif "II Giornale" di halaman
semua garis cabang evolusi dari titik pertama. Harian La Republica menuliskan, "Paus
percabangan tersebut. Spesies yang erat sekali berdamai dengan Darwin" (Kompas,
hubungannya seperti simpanse dan gorilla, 25/10/1996).
memiliki banyak sifat-sifat dan ciri-ciri yang Dalam pandangan Kristen teorin evolusi
sama karena garis keturunan nenek moyangnya dibagi menjadi dua yaitu Makro evolusi,
sama sampai ke cabang terkecil pada pohon percaya bahwa makhluk hidup bisa
kehidupan itu. Argumen tersebut dikenal berubah menjadi species lain, danhal ini
dengan istilah "Watchmaker". Paley adalah tidak bisa dibuktikan. Mikro evolusi,
seorang ahli teologi abad ke 18 dan awal abad membuktikan bahwa mahluk hidup bisa
ke19. "Jika Anda sedang berjalan dan menemukan memodifikasi tubuhnya untuk menjadi lebih
sebuah arloji, kemudian Anda memungutnya dan sesuai dengan lingkunannya, namun tetap dalam
membongkarnya, Anda akan menyadari mekanisme jenis species masing-masing.
internal (bagaimana semuanya tersusun) merupakan Sedangkan kepercayaan dalam alkitab
kesempurnaan yang sangat terperinci. Dengan menurut agama Kristen yaitu Pandangan Al-

Prosiding Seminar Nasional Biologi 2017_ ISBN: 978.000.01 2


Seminar Nasional Biologi “Inovasi Pendidikan dan Penelitian Biologi 2018…

kitab tentang asal mula kehidupan islam dalam mendasari argumennya tentang
tumbuh-tumbuhan, hewan dan evolusi alam semesta.
manusiadiciptakan oleh Allah sendiri setelah Argumentasi Penentang Teori Evolusi
melalui pertimbangan dan perencanaan Respon penolakan teori evolusi
yang agung. Selanjutnya Allah membentuk dikalangan umat islam telah hadir sejak tahun
manusia dari tebu dan tanah dan 1876 bersamaan dengan kehadiraan Napoleon
menghembuskan nafas hidup kedalam yang membawa modernitas barat. Namun
hidungnya (Kej ,2:7) jadi manusia terdiri dari penolakan terhadap teori evolusi mulai gencar
unsur materi tubuh dan unsur bukan materi jiwa dikampayekan pada beberapa dasawarsa ini.
dan roh(Ibr. 4 : 12; Kor. 2:14- 3:4) Allah Pertama kali penolakan terhadap teori evolusi
menghendaki agar ketiga unsur ini (tubuh, jiwa, dikumandangkan oleh Jamaludin Al-Afghani
dan roh) dipelihara dengan sebaik-baiknya (1. melalui karyanya Refutation Of The Materialists
Tes 5:23) (1881). Didalam bukunya tersebut Al-Afghani
mengkritik pandangan Darwin maupun para
Teori Evolusi Dalam Perspektif Islam Darwinisme tentang teori evolusi. al-Afghani
Beragam respon yang bermunculan menyatakan, sudah tulikah Darwin sehingga
ditengah-tengah masyarakat islam dalam tidak mendengar fakta bahwa orang arab dan
menyikapi teori evolusi. Respon yang terjadi yahudi beberapa ratus tahun lamanya telah
dikalangan umat islam sendiri juga dipengaharui mempraktekkan khitan, dan sampai sekarang tak
oleh basis pengetahuan yang didapatkan. seorang pun dari mereka yang terlahir dalam
Diantara tanggapan yang muncul ditengah keadaan sudah dikhitan (Guessoum, 2011: 514-
masyarakat islam saat ini dalam menyikapi teori 515).
evolusi, dapat diklasifikasikan menjadi beberapa Para mufassirin tekstual percaya bahwa
golongan. Menurut Abdul Majid dalam Allah menciptakan makhluk hidup satu demi
artikelnya yang berjudul “The Muslim Respons to satu, spesies demi spesies. Tetapi sebaliknya para
Evolution” Darwin mengklasifikasikan menjadi mufassirin kontekstual yakin bahwa makhluk
tiga kelompok. (1) kelompok “literalis” yang hidup diciptakan secara evolusi tahap demi
melihat evolusi sepenuhnya bertentangan dan tahap. Semua ahli biologi kini sepakat bahwa air
tidak sejalan dengan ajaran islam; (2) kaum merupakan prasyarat untuk kehidupan di muka
“modernis” yang menyerukan penerimaan total planet bumi. Ini juga mengandung arti bahwa
terhadap evolusi; (3) kelompok “moderat” yang prasyarat yang sama berlaku bagi planet-planet
melihat sebagai tidak keseluruhan aspek teori lain dalam tata surya kita atau dalam cara
bisa diterima oleh islam (Guessoum, 2011 :518). bintang lain atau galaksi-galaksi lain di seluruh
Argumentasi Pendukung Teori Evolusi alam semesta. Upaya mencari makhluk luar
Para penganut evolusi meyakini bahwa bumi diarahkan pada sampai di mana
mekanisme penciptaan makhluk hidup tidak konsentrasi hidrogen terdapat pada benda-benda
diciptakan secara serentak dalam satu waktu langit tertentu
oleh Allah. Akan tetapi mereka meyakini bahwa Untuk menopang kehidupan di planet
Allah selaku pemegang otoritatas tertinggi dalam bumi harus ada jaminan bahwa air akan selalu
menciptakan makhluk hidup mengunakan ada dalam jumlah dan kualitas tertentu. Para
mekanisme penciptaan secara gradual. pakar biologi mengakui bahwa di planet bumi
Walaupun dengan segala daya yang dimiliki- terdapat siklus air yang menjamin
Nya tidak menutup kemungkinan Darwin berlangsungnya kehidupan. Air laut menguap
mampu menciptakan dalam waktu sekejap. pada waktu siang hari karena sinar matahari,
Seperti yang sering kita simak dari cendekiawan untuk membentuk awan di dalam atmosfer.
Kalau situasinya mengizinkan, maka awan itu

Prosiding Seminar Nasional Biologi 2017_ ISBN: 978.000.01 3


Seminar Nasional Biologi “Inovasi Pendidikan dan Penelitian Biologi 2018…

akan dingin dan turunlah hujan ke bumi, SIMPULAN


membasahi tanah dan mengalir ke sungai hingga Dalam teori evolusi, Darwin menyatakan
akhirnya kembali ke laut. Siklus ini berlangsung bahwa spesies-spesies yang ada sekarang
terus menerus. Tuhan menjamin siklus air merupakan keturunan dari spesies moyangnya.
Ide kedua adalah adanya seleksi alarn sebagai
sebagaimana bisa dilihat dalam banyak ayat Al
mekanisme evolusi. Pada perkembangannya,
Quranul Karim teori evolusi menimbulkan pro dan kontra di
“Dan Kami turunkan dan langit air yang banyak kalangan para ilmuwan atau agamawan.
manfaatnya lalu kami tumbuhkan dengan air itu Sebagian ada yang tidak setuju dengan teori
pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang tersebut dan sebagian lainnya setuju dengan
diketam. Dan pohon kurma yang tinggi-tinggi memberikan dukungan berdasar ayat-ayat,
yang mempunyai mayang yang bersusun-susun. seperti yang terdapat dalam al-Qur'an dan al-
kitab .
Untuk menjadi rezeki bagi hamba-hamba (Kami),
dan kami hidupkan dengan air itu tanah yang
DAFTAR PUSTAKA
mati. Seperti itulah terjadinya kebangkitan". (QS Campbell, N.A., Jane B.R., Lawrence G.M. (2003).
50:9-11). "Dan Kami turunkan air dari langit Biologi. Edisi Kelima, Jakarta: Erlangga.
menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu Guessoum, Nidhal. 2011. Islam dan Sains Modern:
meresap di bumi, dan sesungguhnya Kami Bagaimana Mempertautkan Islam dan Sains
benar-benar berkuasa menghilangkannya." (QS Modern. Bandung: Mizan.
23:18) "Dan Kami telah meniupkan angin untuk Kompas, Jumat, 25 Oktober 1996. Paus Yohanes Paulus
mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami II: Teori Darwin Sesuai Iman Kristen.
turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri Luthfi, M. J. dan A. Khusnuryani. 2005. “Agama dan
minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali Evolusi: Konflik atau Kompromi” dalam jurnal
bukanlah kamu yang menyimpannya". (QS 15:22) Kaunia Vol. 1 No. 1 2005.
Makhluk hidup pertama muncul dalam
air dalam bentuk makhluk bersel Tunggal: algae,
sekitar 4 miliar tahun sebelum sekarang (SS) atau
lebih dikenal sebagai era Prakambria. Kemudian
satu masa yang panjang lewat, mungkin
bermiliar tahun, di mana makhluk bersel tunggal
tersebut bertransformasi menjadi makhluk bersel
banyak. Tetapi masa yang paling penting dalam
mendeteksi bentuk-bentuk kehidupan adalah era
Paleozoicum, antara 570 sampai 225 juta tahun SS
di mana waktu itu planet bumi hanya punya dua
benua: Laurazia yang mencakup Amerika Utara
dan Eurasia, dan Gondwana yang meliputi
Amerika Selatan, Afrika, India, Australia, dan
Antartika. Penyatuan benua tersebut terjadi oleh
karena zaman es yang berlangsung cukup lama.
Dari era tersebut para ahli berhasil menggali
banyak sekali fosil-fosil makhluk air. Hampir
semua jenis ikan ditemukan. Pada akhir era ini,
amfibi dan reptil mulai muncul.

Prosiding Seminar Nasional Biologi 2017_ ISBN: 978.000.01 4