Você está na página 1de 121

PAKET HAPALAN VERBAL

Sinonim – Antonim
Tes Sinonim – Antonim digunakan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan penguasaan
kosa kata Bahasa Indonesia asli maupun serapan. Pada Tes Sinonim, yang perlu anda lakukan adalah
mencari persamaan arti atau kata yang setara makna dengan yang tertera di soal. Sedangkan pada soal
Tes Antonim, anda diminta untuk mencari lawan kata dari yang tertera di soal. Kunci sukses
mengerjakan bagian tes ini adalah perbanyaklah membaca buku, koran, serta artikel-artikel yang ada.
Catatlah daftar kata yang anda tidak ketahui artinya dan bukalah KBBI untuk membantu anda
memahami maksud kata tersebut.
Tips menyelesaikan Tes Sinonim – Antonim
1. Jika menemukan kata serapan, misal dalam bahasa Inggris, terjemahkanlah kata tersebut ke dalam
bahasa Inggris dan temukan artinya
2. Jangan memilih pilihan yang bunyinya mirip dengan kata di soal karena biasanya jawaban yang
demikian berfungsi untuk menjebak anda
3. Telitilah dalam memilih jawaban pada soal antonim, biasanya dalam pilihan akan disertakan
sinonim
dari kata di soal yang fungsinya adalah menjebak anda. Jangan tergesa-gesa dalam mengerjakan soal
dan perhatikanlah perintah setiap soal

Analogi
Tes Analogi digunakan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan Anda dalam penguasaan
kata dengan menggunakan nalar dan logika. Kata-kata yang tertera pada soal biasanya bersifat
sederhana dan yang perlu anda lakukan adalah mencari kata-kata setara makna/setara sifat atau
korelasi dengan kata-kata yang ada di soal. Bagian yang harus diperhatikan adalah perlunya melakukan
identifikasi arti/sifat dari kata-kata yang tersedia di soal dan mencari jawaban yang setara.
Contoh :
DOKTER : STETOSKOP = PETANI : …
A. Sawah
B. Cangkul
C. Air
D. Padi
E. Lumbung
Jawaban yang benar adalah B. Cangkul. Dokter bekerja menggunakan Stetoskop, petani bekerja
menggunakan cangkul.

Pemahaman Wacana
Tes pemahaman wacana atau yang lebih dikenal dengan tes kemampuan memahami bacaan
dicirikan dengan adalah sebuah artikel/paragraf yang memuat informasi, cara, dan sarat data. Hal
paling penting dalam tes pemahaman wacana adalah membaca seluruh bagian tulisan, memahami
struktur tulisan, ide dan gagasan, isi bacaan, tujuan dan kesimpulan bacaan.

Pengelompokan Kata
Tes Pengelompokan Kata adalah tes yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan
perbendaharaan kata dari suatu kelompok tertentu. Dalam pilihan jawaban, biasanya akan tertera
daftar kata-kata yang bertema sama dan yang perlu anda lakukan adalah mencari kata yang tidak
termasuk dalam tema besar tersebut atau sesuai dengan yang diinstruksikan soal.
Contoh :
Pilihlah kata yang tidak termasuk dalam kelompok!
a. Tenis
b. Basket
c. Bulu Tangkis
d. Renang
e. Belajar
Jawaban yang benar adalah E. Belajar, karena kata –kata dalam pilihan A, B, C, dan D merupakan
jenis olah raga sedangkan kata pada pilihan E tidak termasuk tema tersebut.

Ejaan yang Disempurnakan (EYD)


Ejaan adalah keseluruhan sistem dan peraturan penggunaan Bahasa Indonesia berupa
penulisan bunyi bahasa untuk mencapai keseragaman baik dalam penulisan maupun pengucapan.
Huruf Kapital atau Huruf Besar
1. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Misalnya:
Dia mengantuk.

2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung. Misalnya:


Adik bertanya, "Kapan kita pulang?"

3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan
dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan. Misalnya:
Allah, Yang Mahakuasa, Yang Maha Pengasih, Alkitab, Quran, Weda, Islam

4. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan
yang diikuti nama orang. Misalnya:
Mahaputra Yamin
Sultan Hasanuddin
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama gelar, kehormatan, keturunan, dan
keagamaan yang tidak diikuti nama orang. Misalnya:
Dia baru saja diangkat menjadi sultan.

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
5. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama
orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.
Misalnya:
Wakil Presiden Adam Malik
Perdana Menteri Nehru
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama
orang, atau nama tempat. Misalnya:
Siapa gubernur yang baru dilantik itu?
Kemarin Brigadir Jenderal Ahmad dilantik menjadi mayor jenderal.

6. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. Misalnya:
Amir Hamzah
Dewi Sartika
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama orang yang digunakan sebagai nama sejenis
atau satuan ukuran. Misalnya:
mesin diesel
10 volt

7. Huruf kapital sebagai huruf pertama nama bangsa, suku, dan bahasa. Misalnya:
bangsa Indonesia
suku Sunda
bahasa Inggris

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa yang dipakai
sebagai bentuk dasar kata turunan. Misalnya:
mengindonesiakan kata asing
keinggris-inggrisan

8. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
Misalnya:

bulan Agustus hari Natal


bulan Maulid perang Candu

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama.
Misalnya:

Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya.


Perlombaan senjata membawa risiko pecahnya perang dunia.

9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Misalnya:

Asia Tenggara Kali Brantas

Banyuwangi Lembah Baliem

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri.
Misalnya:
berlayar ke teluk

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis.
Misalnya:

kacang bogor
pisang ambon
11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintahan dan
ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti dan.
Misalnya:

Republik Indonesia
Majelis Permusyawaratan Rakyat

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata yang bukan nama resmi negara, lembaga
pemerintah dan ketatanegaraan, badan, serta nama dokumen resmi. Misalnya:

menjadi sebuah republik

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
beberapa badan hukum

12. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat
pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.
Misalnya:
Perserikatan Bangsa-Bangsa
Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial

13. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang
sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali kata seperti di, ke,
dari, dan, yang, dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal. Misalnya:
Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma.

14. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.
Misalnya:

Dr. Doktor
M.A. master of arts

15. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak,
ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.
Misalnya:

"Kapan Bapak berangkat?" tanya Harto.


Adik bertanya, "Itu apa, Bu?"

Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang tidak
dipakai dalam pengacuan atau penyapaan. Misalnya:
Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.

16. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda. Misalnya:

Sudahkah Anda tahu?

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Penulisan Kata
Kata Dasar
Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan.
Misalnya:
Ibu percaya bahwa engkau tahu.
Kantor pajak penuh sesak.
Kata Turunan
1. Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya. Misalnya:
bergeletar
dikelola
penetapan
2. Jika bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang
langsung mengikuti atau mendahuluinya. Misalnya:
bertepuk tangan
3. Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus, unsur
gabungan kata itu ditulis serangkai. Misalnya:

menggarisbawahi
menyebarluaskan
4. Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi, gabungan kata itu ditulis
serangkai. Misalnya:

adipati mahasiswa
aerodinamika mancanegara
antarkota multilateral

Catatan:
(1) Jika bentuk terikat diikuti oleh kata yang huruf awalnya adalah huruf kapital, di antara kedua unsur
itu dituliskan tanda hubung (-). Misalnya:

non-Indonesia
pan-Afrikanisme

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
(2) Jika kata maha sebagai unsur gabungan diikuti oleh kata esa dan kata yang bukan kata dasar,
gabungan itu ditulis terpisah. Misalnya:
Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita.
Marilah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Pengasih.

Kata Ganti ku, kau, mu, dan nya


Kata ganti ku dan kau ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya; ku, mu, dan nya ditulisserangkai
dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya:
Apa yang kumiliki boleh kauambil.
Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan.

Kata Depan di, ke, dan dari


Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali di dalam gabungan kata
yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada. Misalnya:
Kain itu terletak di dalam lemari.
Bermalam sajalah di sini.
Di mana Siti sekarang?
Mereka ada di rumah.
Ia ikut terjun ke tengah kancah perjuangan.
Ke mana saja ia selama ini?

Tanda Titik (.)


1. Dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
Contoh: Saya suka makan nasi.
2. Dipakai pada akhir singkatan nama orang.
Contoh: Irwan S. Gatot
3. Dipakai pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat, dan sapaan.
Contoh: Dr. (doktor), S.E. (sarjana ekonomi)
4. Dipakai pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum. Pada singkatan yang terdiri
atas tiga huruf atau lebih hanya dipakai satu tanda titik.
Contoh: dll. (dan lain-lain), dsb. (dan sebagainya)
5. Dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu
Contoh: Pukul 7.10.12 (pukul 7 lewat 10 menit 12 detik) atau 0.20.30 jam (20 menit, 30 detik)

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
6. Dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya.
Contoh: Kota kecil itu berpenduduk 51.156 orang
7. Tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah.
Contoh: Nama Ivan terdapat pada halaman 1210 dan dicetak tebal.
8. Tidak dipakai dalam singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau
organisasi, serta nama dokumen resmi maupun di dalam akronim yang sudah diterima oleh masyarakat.
Contoh: DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), SMA (Sekolah Menengah Atas)

Tanda Koma (,)


1. Dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan.
Contoh: Saya menjual baju, celana, dan topi.
2. Dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang berikutnya, yang
didahului oleh kata seperti, tetapi, dan melainkan.
Contoh: Saya bergabung dengan Wikipedia, tetapi tidak aktif.
3. Dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului
induk kalimatnya.
Contoh: Kalau hari hujan, saya tidak akan datang.
4. Dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antara kalimat yang terdapat pada awal kalimat.
Termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi, lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi.
Contoh: Oleh karena itu, kamu harus datang.
5. Dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat.
Contoh: Kata adik, "Saya sedih sekali".
6. Dipakai di antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv)
nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan.
Contoh: Medan, 18 Juni 1984
7. Dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari
singkatan nama diri, keluarga, atau marga.
Contoh: Rinto Jiang, S.E.
8. Tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringinya dalam kalimat
jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda Tanya atau tanda seru.
Contoh: "Di mana Rex tinggal?" tanya Stepheen.

Tanda Titik Koma (;)

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
1. Dapat dipakai untuk memisahkan bagian bagian kalimat yang sejenis dan setara.
Contoh: Malam makin larut; kami belum selesai juga.
2. Dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai
pengganti kata penghubung.
Contoh: Ayah mengurus tanamannya di kebun; ibu sibuk bekerja di dapur; adik menghafalkan
nama nama pahlawan nasional; saya sendiri asyik mendengarkan siaran pilihan pendengar.

Tanda Tanya (?)


1. Dipakai pada akhir pertanyaan.
Contoh: Siapakah namanya?
2. Dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang
dapat dibuktikan kebenarannya.
Contoh: Ia dilahirkan pada tahun 1683 (?).

Tanda Seru (!)


Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang
menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat.
Contoh:
∙ Alangkah mengerikannya peristiwa itu!
∙ Bersihkan meja itu sekarang juga!
∙ Sampai hati ia membuang anaknya!

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Paket Rumus Matematika Dasar
(Bilangan dan Perbandingan, Deret Matematika, Himpunan dan
Peluang, Bangun Datar dan Bangun Ruang)

Bilangan
Bilangan asli (A)
A = {1,2,3,4,…}
Himpunan bagian A antara lain:
Himpunan bilangan ganjil = {1,3,5,7,…}
Himpunan bilangan genap = {2,4,6,8,…}
Himpunan bilangan prima = {2,3,5,7,…}

Bilangan Cacah (C)


C = {0,1,2,3,…}
Bilangan Bulat (B)
B={…,-3,-2,-1,0,1,2,3,…}
Bilangan Rasional
Bentuk umum: , dimana a dan b adalah bilangan bulat
Bilangan Irrasional
Bilangan yang tidak dapat dinyatakan dalam pembagian dua bilangan bulat
Contoh : p, √2, log 3
Bilangan Riil
Penggabungan bilangan rasional dan irrasional
Contoh : ½, p, ¼, √2, log 3
Bilangan Imajiner
Bilangan yang pada kenyataan nyata tidak bias terwujud
Contoh : √(−1)

Pengukuran

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Ukuran Berat dan Panjang
1 kuintal = 100kg
1 ton = 1,000kg
1 kg = 2 pon
1 menit = 60 detik
1 jam = 60 menit
1 jam = 3,6 00 detik
1 kg =10 ons
1 ons = 1,000 gram
1 pon = 5 ons
1 hari = 24 jam
1 minggu = 7 hari
1 warsa = 1 tahun

1 inchi = 2,54 cm
1 kaki = 12 inchi
1 yard = 3 kaki
1 mil = 1760 yard
1 lustrum = 5 tahun
1 dekade = 10 tahun
1 dasawarsa = 10 tahun
1 abad = 100 tahun

Ukuran luas

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Standar: dari km² → mm² tiap turun tangga dikali 100, tiap naik satu tangga dibagi 100
Lainnya: 1 hm² = 1 ha
1 dam² = 1 are
1 m² = 1 ca

Ukuran Volume
Standar: dari km³ → mm³ tiap turun tangga dikali 1,000, tiap naik satu tangga dibagi 1,000
Lainnya: 1 liter = 1 dm³
1 cc = 1 cm³

Ukuran Jumlah
1 rim = 500 lbr 1 kodi = 20 helai
1 lusin = 12 buah 1 gros = 144 buah = 12 lusin

Deret

Eksponen

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Persamaan Kuadrat
Bentuk umum persamaan kuadrat.
1.
2. apabila diketahui akar akarnya
3. apabila diketahui titik puncak A(p,q)
4. jika diketahui jumlah dan hasil kali akar-akarnya

Untuk persamaan kuadrat , berlaku hal sbb.

 D = b2 – 4ac
Nilai maksimum dan minimum.
1. Nilai maksimum diperoleh apabila a<0
2. Nilai minimum diperoleh apabila a>0
Besarnya nilai minimum atau maksimum, A(p,q) ditentukan sbb

Perbandingan
Perbandingan Senilai : jika suatu faktor dinaikan, maka faktor yg lain juga akan naik.

Perbandingan berbalik nilai: jika suatu faktor diturunkan, maka faktor yang lain akan naik.

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Skala dan peta : perbandingan antara jarak pada peta dengan jarak yang sebenarnya.

Kecepatan
Rumus umum: v = s x t
v = kecepatan
s = Jarak
t = waktu

Saling menyusul dan saling berpapasan


a. saling menyusul (dari arah yang sama)
s1 = s2
b. saling berpapasan (dari arah yang berbeda)
s1 + s2 = s total
Bagian Pekerjaan
Misalkan suatu pekerjaan apabila dikerjakan n orang memerlukan T waktu, dan apabila dikerjakan
sendiri-sendiri t1,t2,t3,…,tn, maka akan terjadi hubungan
T/t1 + T/t2 + T/t3 + … + T/tn = 1

Kecepatan rata-rata
= (s1 +s2)/t total
=(v1.t1 + v2.t2)/(t1 + t2)

Himpunan

n(A ∪ B) = n (A) + n(B) - n(A ∩ B)


n(A ∪ B ∪ C) = n(A) + n(B) + n(C) – n(A ∩ B) – n(B ∩ C) – n(A ∩ C) + n(A ∩ B ∩ C)
n(A–B) = n(A) - n(A ∩ B)
n(A + B) = n(A ∪ B) – n(A ∩ B)

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Peluang
Menentukan jumlah cara
Notasi faktorial
n faktorial diberi notasi
n!=n(n-1)(n-2)(n-3)…3.2.1
contoh : 0!=1
Permutasi
Suatu susunan dari suatu elemen elemen yang berbeda dalam urutan tertentu tanpa ada elemen yang
sama.
1. Permutasi n elemen
nPn = n!
Contoh: angka 1,2,3,4,5 akan disusun menjadi bilangan lima angka, maka banyak
susunan yang dihasilkan adalah 5P5 = 5! = 120 bilangan
2. Permutasi r elemen dari n elemen

Contoh: angka 1,2,3,4,5 akan disusun menjadi bilangan yang terdiri dari tiga angka,

maka banyak bilangan yang terbentuk =


3. Permutasi n elemen apabila ada elemen yang sama

4. Permutasi siklis
P=(n-1)!
Kombinasi
Susunan dari beberapa atau semua elemen dari suatu himpunan yang tidak
mementingkan urutan elemen.

Menentukan Peluang
1. Peluang suatu Kejadian

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
a.
A = suatu kejadian
n(A) = banyak elemen A
n(S) = banyak elemen ruang sampel
b. 0<P(A)<1
c. Apabila P(A)=1 maka disebut kejadian pasti; sehingga P(A) = 0 disebut sebagai kejadian
mustahil

2. Frekuensi Harapan
FH(A) = P(A). x
x = jumlah percobaan

- Kejadian majemuk

1. = Komplemen dari A atau bukan A


P(A)=P( ) = 1
2. Peluang gabungan dua kejadian
a. A dan B saling lepas
P(A B)= P(A)+P(B)
b. A dan B tidak saling lepas
P(A B)=P(A)+P(B)-P(A B)
3. A dan B saling bebas
P(A B) = P(A). P(B)
Statistik

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
LOGIKA MATEMATIKA
Logika matematika merupakan materi yang berhubungan dengan pernyataan dan membentuk
pernyataan yang benar dalam konteks matematika. Logika matematika berhubungan erat dengan
pernyataan dan menarik kesimpulan dari premis (pernyataan) yang ada. Dalam menghadapi tes CPNS
wajib hukumnya memahami logika matematika.
a. Macam penggunaan Pernyataan
i. Pernyataan tunggal : dinyatakan dengan p atau q
ii. Ingkaran (negasi) pernyataan : dinyatakan dengan ̴ p atau ̴ q
Contoh : p = saya makan
̴ p = saya tidak makan
iii. Pernyataan gabungan
1. Konjungsi : Dan (Λ), contoh : p Λ q = saya makan dan saya kenyang
2. Disjungsi : Atau (V), contoh : p V q = saya makan atau saya kenyang
3. Implikasi : Jika-Maka (→), contoh : p → q = jika saya makan maka saya kenyang
4. Biimplikasi : JIka dan hanya jika (↔), contoh : p ↔ q = saya makan jika dan hanya jika saya kenyang

b. Konvers, Invers dan Kontraposisi dari Implikasi


Jika diketahui operasi matematika p → q, maka berlaku :
i. Konvers : q → p
ii. Invers : p ̴ → ̴q
iii. Kontraposisi : q ̴ → ̴p
Dengan ekuivalensi :
I. p → q = ̴ q → ̴ p
II. q → p = ̴ p → ̴ q
c. Kesetaraan (de Morgan)
i. ̴ ( p Λ q ) = ̴ p V ̴ q
ii. ̴ ( p V q ) = ̴ p Λ ̴ q
iii. ̴ ( p → q ) = p Λ ̴ q
iv. ̴ ( p ↔ q ) = (p Λ ̴ q) V (q Λ ̴ p)
v. p → q = ̴ q → ̴ p

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
vi. p → q = ̴ p V q
d. Penarikan Kesimpulan

e. Pernyataan yang menunjukkan quantitas


i. Semua, negasinya adalah = beberapa / ada
ii. Ada, negasinya adalah = semua tidak/tidak ada yang

PENARIKAN KESIMPULAN (Silogisme)


a. Silogisme Kategorial
Premis Fungsi pada simpulan Contoh
Premis Umum (Term Mayor) Predikat Semua manusia berkaki dua
Premis Khusus (Term Minor) Subjek Andi adalah manusia
Simpulan Syarat : Simpulannya :
1. Hapuskan kata yang ada 1. Kata manusia dihapus
di kedua Premis 2. Simpulan :
2. Simpulan terdiri dari: Andi berkaki dua
(Subjek) & Predikat (subjek) & (Predikat)

i. Dari dua Premis yang negative (mempunyai unsur kata “tidak”) tidak dapat dihasilkan kesimpulan
ii. Bila salah satu premis negative maka kesimpulan harus negatif
iii. Jika kedua premis adalah Premis Khusus, maka tidak dapat dihasilkan kesimpulan
iv. Jika Term Mayor bersifat khusus, dan Term Minor bersifat negatif, tidak dapat dihasilkan kesimpulan

b. Entimen
Premis Fungsi pada simpulan entimen Contoh
Premis Umum (Term Mayor) Predikat Semua manusia berkaki dua
Premis Khusus (Term Minor) Subjek Andi adalah manusia

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Simpulan Entimen: 1. Term Penengah =
1. Terdiri dari (Subjek) Manusia
(Predikat) KARENA (kata yang 2. Entimen :
sama / Term Penengah) Andi berkaki dua karena ia
manusia

c. Silogisme Hipotetik
Premis Bentuk Contoh
Premis Umum (Term Mayor) Proposisi “Jika (antecedent) Jika (hujan) maka (tanah akan
Maka (konsekuen)” basah)
Premis Khusus (Term Minor) Pernyataan Kategorik Hari Hujan
Simpulan Simpulan: Simpulan :
1. Jika Term Minor mengakui “Tanah basah”
(antecedent), maka simpulan
adalah (konsekuen) 1. Jika Term Minor = Tanah
2. Jika Term Minor mengingkari tidak basah
(antecedent), maka simpulan Simpulan:
adalah ingkaran (konsekuen) Hari tidak hujan
3. Begitu pula sebaliknya

d. Silogisme Disjungtif

Premis Bentuk Contoh


Premis Umum (Term Mayor) Kemungkinan / Pilihan Hasan Berbaju putih atau
Merah
Premis Khusus (Term Minor) Menerima / Menolak salah satu Hasan Berbaju Merah
Pilihan
Simpulan Simpulan: Simpulan :
1. Jika menerima salah satu “Hasan tidak berbaju Putih”
pilihan, maka simpulan =
menolak pilihan yang lain
2. Begitu pula sebaliknya

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
PAKET HAPALAN SEJARAH (1)
Zaman Kerajaan & Penjajahan & Penjajahan
Indonesia mulai berkembang pada zaman kerajaan Hindu-Buddha berkat hubungan dagang
dengan negara-negara tetangga maupun yang lebih jauh seperti India, Tiongkok, dan wilayah Timur
Tengah. Agama Hindu masuk ke Indonesia diperkirakan pada awal tarikh Masehi, dibawa oleh para
musafir dari India antara lain: Maha Resi Agastya, yang di Jawa terkenal dengan sebutan Batara Guru
atau Dwipayana dan juga para musafir dari Tiongkok yakni musafir Budha Pahyien. Agama Budha
disebarluaskan ke Indonesia oleh para bhiksu yakni Darmaduta, pada abad 5M, sedangkan mengenai
pembawa agama Hindu ke Indonesia terdapat 4 teori sebagai berikut :
∙ Teori ksatria (masuknya agama Hindu disebarkan oleh para ksatria)
∙ Teori waisya (masuknya agama Hindu disebarkan oleh para pedagang yang berkasta waisya)
∙ Teori brahmana (masuknya agama Hindu disebarkan oleh para brahmana)
∙ Teori campuran (masuknya agama Hindu disebarkan oleh ksatria, brahmana, maupun waisya)

Kerajaan Hindu - Buddha


Kerajaan Kutai (Hindu, Abad ke-4 M)
1. Pendiri : Kudungga
2. Raja :
a. Asmawarman
b. Mulawarman
3. Sejarah:
Kutai Martadipura adalah kerajaan bercorak Hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah
tertua. Berdiri sekitar abad ke-4. Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di
hulu sungai Mahakam. Diperkirakan kerajaan kutai merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia.
Kerajaan ini dibangun oleh Kudungga.
Peninggalan terpenting kerajaan Kutai adalah 7 Prasasti Yupa, dengan huruf Pallawa dan bahasa
Sansekerta, dari abad ke-4 Masehi. Salah satu Yupa mengatakan bahwa “Maharaja Kundunga
mempunyai seorang putra bernama Aswawarman yang disamakan dengan Ansuman (Dewa Matahari).
Aswawarman mempunyai tiga orang putra. Yang paling terkemuka adalah Mulawarman.”
Dari yupa diketahui bahwa pada masa pemerintahan Mulawarman, Kerajaan Kutai mengalami

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
masa keemasan. Wilayah kekuasaannya meliputi hampir seluruh wilayah Kalimantan Timur. Rakyat Kutai
hidup sejahtera dan makmur. Kerajaan kutai berakhir saat raja kutai yang bernama maharaja dharma
setia tewas dalam peperangan di tangan raja kutai kartanegara ke-13, aji pangeran anum panji
mendapa.
Kerajaan Tarumanegara (HinduTahun 358 – 669 M)
Tarumanagara atau Kerajaan Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah
barat pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M.
1. Sumber : berita cina, i-tsing dan hui ning
2. Sejarah :
Kerajaan Tarumanegara didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358, yang kemudian
digantikan oleh putranya, Dharmayawarman (382 – 395). Maharaja Purnawarman adalah raja
Tarumanegara yang ketiga (395 – 434 M). Menurut Prasasti Tugu pada tahun 417 ia memerintahkan
penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km).
3. Prasasti :
i. Prasasti Kebon Kopi, dibuat sekitar 400 M (H Kern 1917), ditemukan di perkebunan kopi milik
Jonathan Rig, Ciampea, Bogor
ii. Prasasti Tugu, ditemukan di Kampung Batutumbu, Desa Tugu, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten
Bekasi, sekarang disimpan di museum di Jakarta. Prasasti tersebut isinya menerangkan penggalian
Sungai Candrabaga oleh Rajadirajaguru dan penggalian Sungai Gomati sepanjang 6112 tombak atau
12km oleh Purnawarman pada tahun ke-22 masa pemerintahannya.Penggalian sungai tersebut
merupakan gagasan untuk menghindari bencana alam berupa banjir yang sering terjadi pada masa
pemerintahan Purnawarman, dan kekeringan yang terjadi pada musim kemarau.
iii. Prasasti Cidanghiyang atau Prasasti Munjul, ditemukan di aliran Sungai Cidanghiyang yang mengalir
di Desa Lebak, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Banten, berisi pujian kepada Raja
Purnawarman.
iv. Prasasti Ciaruteun, Ciampea, Bogor
v. Prasasti Muara Cianten, Ciampea, Bogor
vi. Prasasti Jambu, Nanggung, Bogor
vii. Prasasti Pasir Awi, Citeureup, Bogor

Kerajaan Sriwijaya (Budha, Tahun 683 – 700 M)


1. Sumber : Berita Arab (Zabag, Sabay, Sribusa), Berita India, Berita Cina (I-Tsin), Candi Muara Takus
2. Raja

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
a. Dapunta Hyang / Sri Jayanasa
b. Balaputeradewa, masa Puncak kejayaan Sriwijaya. Balaputeradewa merupakan anak dari Raja
Kerajaan Mataram Lama, Samaratungga namun dikalahkan oleh Pramoewardhani yang dibantu oleh
Raka I pikatan.
c. Sanggrama Wijayatumangan
3. Prasasti, menggunakan bahasa Melayu Kuno
i. Kedukan Bukit, tentang Dapunta Hyang yang menduduki Jambi
ii. Telaga Batu, tentang kutukan Raja-Raja
iii. Talang Tuwo, tentang pembuatan taman srikestra
iv. Kota Kapur, tentang penaklukan Bumi Jawa
v. Karang Berahi, tentang penguasaan terhadap Jambi
vi. Ligor
vii. Nalanda
4. Sebab Keruntuhan
i. Serangan kerajaan Cholamandala dari India. Sri Sanggrama Wijayatumangan ditahan
ii. Pembangkangan Kerajaan Melayu
iii. Berdirinya Kerajaan Majapahit dengan ekspedisi Srimelayu. Sehingga perdagangan di Sriwijaya
menurun

Kerajaan Mataram Lama (Tahun 730 M)


1. Dinasti Syailendra (Buddha)
1. Raja
i. Raja Bhanu, Raja Wisnu
ii. Raja Indra
iii. Raja Samaratungga, Raja Samaratungga adalah Raja yang membangun Borobudur, Mendut, Sewu.
Raja Samaratungga merajai Kerajaan Mataram Lama sehingga Kerajaan bercorak Buddha.
iv. Raja Balaputeradewa (anak dari Raja Samaratungga). Balaputeradewa tidak setuju atas pernikahan
Pramoerwadhani dengan Raka I Pikatan, sehingga mereka bertikai dan Balaputeradewa kalah
kemudian pergi ke kerajaan Sriwijaya.
v. Raja Pramoerwadhani (anak dari Raja Samaratungga)

2. Prasasti
i. Prasasti Kalasan

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
ii. Prasasti Kelurak
iii. Prasasti Ratu Boko
iv. Prasasti Nalanda

2. Dinasti Sanjaya (Hindu)

1. Raja
i. Sanjaya, terdaapat dalam Prasasti Canggal
ii. Rakai Panangkaran, terdapat dalam Prasasti Kalasan, Ia membangun Candi Kalasan yang bercorak
Buddha, disini terlihat Kerajaan Mataram Lama berada dibawah pengaruh Dinasti Syeilendra
iii. Raka I Pikatan, dalam kekuasaannya Hindu dan Buddha hidup berdampingan, dinasti syailendra
berada dibawah dinasti sanjaya. Di jaman ini, dibangun Candi Prambanan yang bercorak Hindu
iv. Dyah Balitung, puncak kerajaan mataram
v. Mpu Sindok, Raja Terakhir Mataram lama. Ia memindahkan kerajaan ke Jawa Timur dan memulai
Kerajaan baru.

2. Prasasti
i. Prasasti Canggal
ii. Prasasti Balining
iii. Kitab Parahyangan

Kerajaan Medang Kamulan


1. Raja
a. Mpu Sindok, Sebagai pengganti Mataram Lama, Mpu sindok memindahkan kerajaan ke Jawa
Timur yang dikenal dengan Kerajaan Medang Kamulan dengan Dinasti Isana.
b. Dharmawangsa Teguh, di masanya dikenal Pralaya Medang, yang menyerang kerajaan Sriwijaya.
Namun Sriwijaya balas menyerang dan menghancurkan Medang Kamulan.
c. Airlangga, merupakan menantu dari Dharmawangsa Teguh. Airlangga memulihkan kembali nama
kerajaan dengan menaklukkan Kerajaan kecil. Hal ini terdapat pada Kitab Arjunawiwaha oleh Mpu
Kanwa. Setelah ini Kerajaan dibagi dua karena adanya perebutan antara Putra Airlangga (Mapanji)
dan Putra Dharmawangsa Teguh (Samarawijaya)
2. Kerajaan Janggala
a. Merupakan kerajaan hasil pembelahan dari Medang Kamulan. Dipimpin oleh Putra Airlangga,

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Mapanji Garasakan.
b. Pada masa Raja Jayabaya (raja dari Kerajaan Panjalu / Kediri) Kerajaan Janggala ditaklukkan dan
dikuasai oleh Kerajaan Panjalu/Kediri
3. Kerajaan Kediri (Kerajaan Panjalu)
a. Merupakan kerajaan hasil pembelahan dari Medang Kamulan. Dipimpin oleh Putra
Dharmawangsa, Samarawijaya.
b. Raja
i. Samarawijaya
ii. Sri Bameswara
iii. Jayabaya, Kediri mencapai puncak kejayaan di Raja Jayabaya, karena pertentangan dengan
Kerajaan Janggala berhasil diselesaikan. Hal ini terdapat dalam Kitab Bharatayudha oleh Mpu Sedan
dan mpu Panuluh
iv. Kertajaya, merupakan raja terakhir. Kertajaya dianggap melanggar agama oleh para Brahmana.
Brahmana pun meminta bantuan kepada Ken Arok. Kertajaya dikalahkan oleh Ken Arok, dan
runtuhlah kerajaan Kediri
c. Prasasti
i. Sirah Kering
ii. Ngantang
iii. Jarring
iv. Kamulan

Kerajaan Singhasari
Kerajaan Singhasari berasal dari sebuah daerah bernama Tumapel, setelah Ken Arok
membunuh Tunggul Ametung (pemimpin Tumapel), Ken Arok mendirikan kerajaan Singhasari.
1. Raja
a. Ken Arok, Ken Arok berakhir karena dibunuh oleh Anusapati, yang merupakan anak dari Tunggul
Ametung oleh Keris yang sama yang digunakan oleh Ken Arok untuk membunuh Tunggul Ametung
b. Anusapati, Anusapati mempunyai hobi menyabung ayam. Ia dibunuh oleh Tohjaya, anak dari Ken
Arok dan Ken Umang juga dengan keris yang sama. Dengan sebuah keris. Menurut Kitab pararaton
oleh Mpu Gandring. Peristiwa bunuh membunuh ini adalah sumpah dari Mpu Gandring yang juga
dibunuh oleh Ken Arok.
c. Tohjaya, Tohjaya pun mengalami hal yang sama, yaitu dibunuh oleh Wisnuwardhana yang
merupakan anak dari Anusapati.

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
d. Wisnuwardhana / Ranggawuni, bersama Mahisa Cempaka ia memerintah Kerajaan
e. Kertanegara, merupakan Raja terakhir Singhasari dan anak dari Wisnuwardhana. Ia mengirim
ekspedisi Pamalayu untuk menyerang Kerajaan Melayu dan Sriwijaya.
2. Keruntuhan Kerajaan Singhasari.
Adanya pemberontakan Jayakatwang (dari Kediri). Namun salah seorang panglima, Raden Wijaya
berhasil menyelamatkan diri. Disaat yang sama muncul Pasukan Mongol yang awalnya juga ingin
menghancurkan Singhasari, namun dengan tipu daya Raden Wijaya, pasukan mongol berhasil
membantunya mengalahkan Jayakatwang.

Kerajaan Majapahit
Setelah mengalahkan Jayakatwang dan juga mengusir pasukan mongol, Raden Wijaya mendirikan
Kerajaan Majapahit
1. Raja
a. Raden Wijaya / Kertarajasa Jayawardhana, Raden Wijaya mempunyai empat istri. Didalam tubuh
kerajaan banyak pergolakan yang didalangi oleh mahapatinya karena ketidakpuasan jabatan.
b. Jayanegara, merupakan kemenakan dari Raden Wijaya. Dalam pergolakan, Jayanegara sempat
berseteru dengan Pasukan Kuti namun diselamatkan oleh Bhayangkara Gajah Mada. Namun setelah
itu Jayanegara dibunuh oleh Tanca, tabib Istana.
c. Tribhuanattunggadewi, juga merupakan anak dari Raden wijaya bersama istrinya, Gayatri. Pada
saat pemerintahannya, Gajah Mada diangkat menjadi patih dan bersumpah bahwa ia tidak akan
berhenti sampai nusantara bersatu dibawah panji majapahit, Sumpah ini dikenal dengan nama
Sumpah Palapa.
d. Hayam Wuruk (Gelar : Sri Rajasanegara) pelopor jaman keemasan Majapahit. Namun keruntuhan
Majapahit juga disebabkan oleh Hayam Wuruk yang ingin memperistri Dyah Pitaloka (Kerajaan
Sunda) yang dikenal dengan peristiwa Bubat. Setelah Hayam Wuruk wafat, tidak ada lagi pemimpin
yang cakap dalam Majapahit, sehingga Majapahit runtuh.
2. Prasasti
a. Prasasti Butak
b. Kitab Harsawijya
c. Kitab Pararaton
d. Kitab Negarakertagama

b. Kerajaan Islam

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Setelah keraajaan-kerajaan Hindu-Buddha surut, mulai berdiri kerajaan-kerajaan Islam di tanah air kita.
Agama Islam mulai masuk ke Indonesia pada abad ke-13 M. Agama dan kebudayaan Islam masuk
Indonesia melalui para pedagang yang berasal dari Arab, Persia, dan Gujarat (India), dan Cina. Agama
Islam berkembang dengan pesat di tanah air. Hal ini dapat dilihat dengan berdirinya kerajaan-kerajaan
Islam Berikut ini beberapa contoh kerajaan Islam yang pernah berdiri di Indonesia.

Kerajaan Samudera Pasai


Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia. Letaknya di daerah Lhokseumawe,
pantai timur Aceh. Raja-rajanya adalah Sultan Malik as-Saleh, Sultan Muhammad yang bergelar Malik Al-
Tahir (1297-1326), Sultan Akhmad yang bergelar Malik Az Zahir (1326-1348) dan Zainal Abidin. Pada
pertengahan abad ke-15 Samudra Pasai mengalami kemunduran karena diserang oleh Kerajaan Aceh.

Kerajaan Aceh
Kerajaan Aceh didirikan oleh Sultan Ibrahim pada tahun 1514. Aceh bekembang pesat setelah Malaka
dikuasai Portugis. Para pedagang Islam memindahkan kegiatan berdagang dari Malaka ke Aceh. Aceh
mencapai kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1635). Karena menjadi
pusat agama Islam, Aceh sering disebut Serambi Mekah.

Kerajaan Demak
Kerajaan Demak terletak di pantai utara Jawa Tengah, didirikan Raden Patah pada tahun 1478. Demak
merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Demak menjadi pusat kegiatan Wali Songo. Raden
Patah mempunyai putera bernama Adipati Unus yang mendapat julukan Pangeran Sabrang Lor. Pada
masa pemerintahan Sultan Trenggono, Demak menyerang Sunda Kelapa, Banten, dan Cirebon. Ketiga
daerah dapat direbut tahun 1526. Ketika menyerang Panarukan, Sultan Trenggono tewas dalam
pertempuran.

Kerajaan Mataram
Kerajaan Mataram mencapai puncak kejayaan pada masa Sultan Agung. Beliau banyak berjasa dalam
bidang kebudayaan dan agama. Beliau mengarang Serat Sastra Gending yang berisi filsafat Jawa,
menciptakan penanggalan tahun Jawa, dan memadukan unsur Jawa dan Islam, seperti penggunaan
gamelan dalam perayaan Sekaten untuk memperingati Maulud Nabi.

Kerajaan Banten

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Banten dikuasai Demak setelah direbut Falatehan. Kerajaan Banten dipimpin putra Falatehan yang
bernama Hasanuddin. Dia berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa pada tahun 1527. Di bawah
pemerintahannya, Banten menyebarkan agama Islam ke pedalaman Jawa Barat. Selain itu, Banten
berhasil menguasai Lampung. Kerajaan Banten mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan
Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1682).

Kerajaan Gowa-Tallo (Makasar)


Kerajaan Gowa-Tallo terletak di Sulawesi Selatan. Pada tahun 1605, agama Islam masuk ke kerajaan
Gowa-Tallo melalui seorang ulama dari Minangkabau bernama Dato ri Bandang. Karaeng Tunigallo
adalah raja Gowa pertama yang memeluk agama Islam. Gelar Karaeng Tunigallo adalah Sultan Alauddin.
Kerajaan Gowa Tallo mencapai kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Hassanuddin (1653-1669).

Kerajaan Ternate dan Tidore


Kerajaan Ternate dan Tidore letaknya berdekatan. Keduanya menganut agama Islam sejak abad ke-16.
Ajaran Islam dibawa oleh para pedagang dari Malaka dan Jawa. Raja-rajanya antara lain Zainal Abidin
(1486-1500), Sultan Baabullah, Sultan Hairun, dan Sultan Nuku. Kerajaan-kerajaan lain di sekitar Ternate
seperti kerajaan Tidore, Bacan, dan Jailolo mengikuti Ternate memeluk agama Islam. Raja-rajanya
memakai gelar sultan dan nama-nama Arab.

Zaman Penjajahan
Pengertian Kolonialisme dan Imperialisme
Kolonialisme adalah suatu usaha untuk melakukan sistem permukiman warga dari suatu Negara diluar
wilayah Negara induknya atau Negara asalnya. Imperialisme adalah usaha memperluas wilayah
kekuasaan atau jajahan untuk mendirikan imperium atau kekaisaran.
Bangsa Portugis dan Spanyol
Bangsa Spanyol mulai menjelajahi samudera kea rah Timur pada abad 15-16.
a. Vasco da Gama (1497-1498)
b. Bartholomeus Diaz (1486)
c. Pedro Alvares Cabrel (1500)
d. Alfonso d’Albuquerque (1505)
e. Franciscus Xaverius (1550)
f. Cristophorus Columbus(1492)
g. Magellan – del Cano (1519)

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
h. Ferdinand Cortez (1519)
i. Francisco Pizarro (1522-1532)

Bangsa Inggris
Pada masa pemerintahan Ratu Elizabeth I, sekitar tahun 1607, telah terjadi perpindahan penduduk
secara besar-besaran dari Inggris ke Amerika Utara. Pelaut Inggris yang terkenal adalah Sir Francis Drake
(1577-1580)

Bangsa Belanda
Pelaut Belanda, yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman, mengikuti jejak pelaut Eropa lainnya dalam
menelusuri daerah-daerah sepanjang pantai barat Afrika dan Asia Selatan, serta berhasil mendarat di
pelabuhan Banten pada tahun 1596. VOC berdiri pada tahun 1602.

Bangsa Perancis

Beberapa alasan penjelajahan samudera yang dilakukan oleh bangsa adalah sebagai berikut.
a. Mencari daerah penghasil rempah-rempah secara langsung.
b. Mencari harta, serta mencari emas dan perak (gold).
c. Menyebarkan agama Nasrani (gospel).
d. Mencari keharuman nama, kejayaan, dan kekuasaan (glory).
Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia
Bentuk praktik Kolonialisme dan Imperialisme seperti menguasai perdagangan secara tunggal
(monopoli) dan merampas atau menjelajah suatu negeri.

1. Bangsa Portugis Menjajah Indonesia


Pada tahun 1512, bangsa Portugis yang dipimpin oleh Fransisco Serrao mulai berlayar menuju
Kepulauan Maluku. Bahkan pada tahun 1521, Antonio de Brito diberi kesempatan untuk mendirikan
kantor dagang dan beneng Santo Paolo di Ternate sebagai tempat berlindung dari serangan musuh.
Orang-orang Portugis yang semula dianggap sebagai sahabat rakyat ternate berubah menjadi pemeras
dan musuh.

2. Bangsa Spanyol Menjelajah Indonesia

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Pelaut Spanyol berhasil mencapai Kepulauan Maluku pada tahun 1521 setelah terlebih dahulu singgah di
Filipina disambut baik oleh rakyat Tidore. Bangsa Spanyol dimanfaatkan oleh rakyat Tidore untuk
bersekutu dalam melawan rakyat Ternate. Maka pada tahun 1534, diterbitkan perjanjian Saragosa
(tahun 1534) yang isinya antara lain pernyataan bahwa bangsa Spanyol memperoleh wilayah
perdagangan di Filipina sedangkan bangsa Portugis tetap berada di Kepulauan Maluku.
Bangsa Belanda Menjajah Indonesia
Proses penjajahan bangsa Belanda terhadap Indonesia memakan waktu yang sangat lama, yaitu mulai
dari tahun 1602 sampai tahun 1942. Penjelajahan bangsa Belanda di Indonesia, diawali oleh berdirinya
persekutuan dagang Hindia Timur atau Vereenigde Oost Indische Campagnie (VOC).

Masa VOC (Vereenigde Oost Indische Compagnie)


Penjelajahan Belanda, Cornelisde Houtman, mendarat kali pertama di Indonesia pada tahun 1596. Pada
tahun 1598, bangsa Belanda mendarat di Banten untuk kali kedua dan dipimpin oleh Jacob Van Neck.
Upaya Inggris untuk mengatasi persaingan dagang yang semakin kuat diantara sesama pendatang
dengan mendirikan dan menyaingi persekutuan dagang Inggris di India dengan nama East India
Company (EIC). Pada tahun 1619, kedudukan VOC dipindahkan ke Batavia (sekarang Jakarta) dan
diperintah oleh Gubernur Jenderal Jan Pieter Zoon Coen ditujukan untuk merebut daerah dan
memperkuat diri dalam persaingan dengan persekutuan dagang milik Inggris (EIC) yang sedang konflik
dengan Wijayakrama (penguasa Jayakarta) disebut sebagai “zaman kompeni”. VOC memperoleh piagam
(charter), secara umum, menyatakan bahwa VOC diberikan hak monopoli dagang di wilayah sebelah
timur Tanjung Harapan. Pada abad ke-18, VOC mengalami kemunduran dan tidak dapat melaksanakan
tugas dari pemerintah Belanda. Factor penyebab kemunduran VOC adalah sebagai berikut :
∙ Banyaknya jumlah pegawai VOC yang korupsi.
∙ Rendahnya kemampuan VOC dalam memantau monopoli perdagangan.
∙ Berlangsungnya perlawanan rakyat secara terus-menerus dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada tanggal 31 Desember 1799, VOC resmi dibubarkan dan pemerintah Belanda (saat itu republik
Bataaf) mencabut hak-hak VOC. Pada tahun 1806, terjadi perubahan politik di Eropa hingga republik
Bataaf dibubarkan dan berdirilah Kerajaan Belanda yang diperintah oleh Raja Louis Napoleon.

Masa Deandels (1808-1811)


Belanda pada saat itu, mengangkat Herman Willem Daendels (1808) sebagai gubernur jenderal Hindia
Belanda. Daendels dikenal sebagai penguasa yang disiplin dan keras sehingga mendapatkan sebutan
“Marsekal Besi” atau “jenderal Guntur”. Langkah-langkah yang ditempuh Daendels

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
∙ Melakukan pembangunan fisik
o Membangun pabrik senjata.
o Membangun benteng pertahanan.
o Menarik penduduk pribumi untuk menjadi tentara.
o Membangun pangkalan armada laut di Anyer dan Ujung Kulon.
o Membangun jalan raya dari Anyer (Banten) sampai Panarukan (Jawa Timur) sepanjang
1.000 km, yang kemudian terkenal dengan sebutan “Jalan Raya Daendels”.
∙ Melakukan pembangunan ekonomi
o Memungut pajak hasil bumi dari rakyat (contingenten).
o Menjual tanah negara kepada pihak swasta asing.
o Mewajibkan rakyat Priangan untuk menanam kopi (Preanger Stelsel).
o Mewajibkan rakyat pribumi untuk menjual hasil panennya kepada Belanda dengan harga murah
(verplichte leverentie).
Akhirnya, pada tahun 1811, Herman Willem Daendels digantikan oleh Gubernur Jenderal Janssens.

Masa Janssens
Tugas sebagai Gubernur Jenderal, Janssens ternyata tidak secakap Daendels (baik dalam memerintah
maupun dalam mempertahankan wilayah Indonesia). Janssens ternyata tidak siap untuk mengimbangi
kekuatan dan serangan Inggris, sehingga Janssens menyerah pada 18September 1811 dan dipaksa untuk
menandatangani perjanjian di Tuntang (Salatiga).
Bangsa Inggris Menjajah Indonesia (1811-1816)
Pemerintah Inggris mulai menguasai Indonesia sejak tahun 1811 pemerintah Inggris mengangkat
Thomas Stamford Raffles (TSR) sebagai Gubernur Jenderal di Indonesia. Ketika TSRberkuasa sejak 17
September 1811, ia telah menempuh beberapa langkah yang dipertimbangkan, baik di bidang ekonomi,
social, dan budaya. Penyerahan kembali wilayah Indonesia yang dikuasai Inggris dilaksanakan pada
tahun 1816 dalam suatu penandatanganan perjanjian. Pemerintah Inggris diwakili oleh John Fendall,
sedangkan pihak dari Belanda diwakili oleh Van Der Cappelen. Sejak tahun 1816, berakhirlah kekuasaan
Inggris di Indonesia.

Masa Sistem Tanam Paksa


Pemerintah Belanda untuk menutup kekosongan kas keuangan negara, satu di antaranya adlah dengan
menerapkan aturan tanam Paksa (Cultuurstelsel). Tanam paksa berasal dari bahasa Belanda yaitu
Cultuurstelsel (sistem penanaman atau aturan tanam paksa). Aturan tanam paksa di Indonesia adalah

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Johannes Van Den Bosch
Isi Aturan Tanam Paksa
∙ Tuntutan kepada setiap rakyat Indonesia agar menyediakan tanah pertanian untuk cultuurstelsel tidak
melebihi 20% atau seperlima bagian dari tanahnya untuk ditanami jenis tanaman perdagangan.
∙ Pembebasan tanah yang disediakan untuk cultuurstelsel dari pajak, karena hasil tanamannya dianggap
sebagai pembayaran pajak.
∙ Rakyat yang tidak memiliki tanah pertanian dapat menggantinya dengan bekerja di perkebunan milik
pemerintah Belanda atau dipabrik milik pemerintah Belanda selama 66 hari atau seperlima tahun.
∙ Waktu untuk mengerjakan tanaman pada tanah pertanian untuk Culturstelsel tidak boleh melebihi
waktu tanam padi atau kurang lebih 3 (tiga) bulan
∙ Kelebihan hasil produksi pertanian dari ketentuan akan dikembalikan kepada rakyat
∙ Kerusakan atau kerugian sebagai akibat gagal panen yang bukan karena kesalahan petani seperti
bencana alam dan terserang hama, akan di tanggung pemerintah Belanda
∙ Penyerahan teknik pelaksanaan aturan tanam paksa kepada kepala desa
Pelaksanaan Aturan Tanam Paksa
Tanam paksa sudah dimulai pada tahun 1830 dan mencapai puncak perkembangannya hingga tahun
1850. Pada tahun 1860, penanaman lada dihapuskan. Pada tahun 1865 dihapuskan untukmenanam nila
dan teh. Tahun 1870, hampir semua jenis tanaman yang ditanam untuk tanam paksa dihapuskan,
kecuali tanaman kopi. Pada tahun 1917, tanaman kopi yang diwajibkan didaerah Priangan juga
dihapuskan.

Reaksi terhadap Pelaksanaan Aturan Tanam Paksa


Antara tahun 1850-1860, terjadi perdebatan. Kelompok yang menyetujui terdiri dari pegawai pegawai
pemerintah dan pemegang saham perusahaan Netherlandsche handel maatsschappij (NHM). Pihak yang
menentang terdiri atas kelompok dari kalangan agama dan rohaniawan .Pada tahun 1870,
perekonomian Hindia Belanda (Indonesia) mulai memasuki zaman liberal hingga tahun 1900.

Masa Liberalisme
Politik Pintu Terbuka di Indonesia berlangsung antara tahun 1870 hingga tahun 1900, periode ini disebut
sebagai zaman berpaham kebebasan (liberalisme). Pemerintah Hindia Belanda memberlakukan
peraturan seperti Undang-undang Agraria (Agrarische Wet) dan Undang-undang Gula (Suiker Wet).
Undang-undang Agraria (Agrarische Wet)
Undang Agraria berisi pernyataan bahwa semua tanah yang terdapat di Indonesia adalah milik

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
pemerintah Hindia Belanda.
Undang-Undang Gula (Suiker wet)
Undang-undang gula berisi pernyataan bahwa hasil tanaman tebu tidak boleh diangkut ke luar wilayah
Indonesia dan hasil panen tanaman tebu harus di proses di pabrik-pabrik gula dalam negeri. Pada akhir
abad ke-19, ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia semakin maju, termasuk kemajuan dibidang
kesehatan.

Pengaruh Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Berbagai Daerah di Indonesia.


Kolonialisme dan Imperialisme mulai merebak di Indonesia sekitar abad ke-15, yaitu diawali dengan
pendaratan bangsa Portugis di Malaka dan bangsa Belanda yang dipimpin Cornelis de Houtmen pada
tahun 1596, untuk mencari sumber rempah-rempah dan berdagang.
Perlawanan Rakyat terhadap Portugis
Kedatangan bangsa Portugis ke Semenanjung Malaka dan ke Kepulauan Maluku merupakan perintah
dari negaranya untuk berdagang.
a. Perlawanan Rakyat Malaka terhadap Portugis
Pada tahun 1511, armada Portugis yang dipimpin oleh Albuquerque menyerang Kerajaan Malaka. Untuk
menyerang kolonial Portugis di Malaka yang terjadi pada tahun 1513 mengalami kegagalan karena
kekuatan dan persenjataan Portugis lebih kuat. Pada tahun 1527, armada Demak di bawah pimpinan
Falatehan dapat menguasai Banten, Sunda Kelapa, dan Cirebon Armada Portugis dapat dihancurkan
oleh Falatehan dan ia kemudian mengganti nama Sunda Kelapa menjadi Jayakarta (Jakarta)
b. Perlawanan rakyat Aceh terhadap Portugis
Mulai tahun 1554 hingga tahun 1555, upaya Portugis tersebut gagal karena Portugis mendapat
perlawanan keras dari rakyat Aceh. Pada saat Sultan Iskandar Muda berkuasa, Kerajaan Aceh pernah
menyerang Portugis di Malaka pada tahun 1629.
c. Perlawanan Rakyat Maluku terhadap Portugis
Bangsa Portugis kali pertama mendarat di Maluku pada tahun 1511. Kedatangan Portugis berikutnya
pada tahun 1513. Akan tetapi, Tertnate merasa dirugikan oleh Portugis karena keserakahannya dalam
memperoleh keuntungan melalui usaha monopoli perdagangan rempah-rempah.
Pada tahun 1533, Sultan Ternate menyerukan kepada seluruh rakyat Maluku untuk mengusir Portugis di
Maluku. Pada tahun 1570, rakyat Ternate yang dipimpin oleh Sultan Hairun dapat kembali melakukan
perlawanan terhadap bangsa Portugis, namun dapat diperdaya oleh Portugis hingga akhirnya tewas
terbunuh di dalam Benteng Duurstede. Selanjutnya dipimpin olehSultan Baabullah pada tahun 1574.
Portugis diusir yang kemudian bermukim di Pulau Timor.

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Perlawanan Rakyat terhadap Belanda (VOC)
Persekutuan dagang Hindia Timur milik pemerintah Belanda di Indonesia adalah Vereenigde oost
Indische Compagnie (VOC) yang berdiri tahun 1602.
a. Perlawanan Rakyat Mataram
Perlawanan Rakyat Mataram Pertama dilakukan pada bulan Agustus 1628 yang dipimpin oleh
Tumenggung Bahurekso. Perlawanan Rakyat Mataram Ke dua dilaksanakan tahun 1629 dan dipimpin
oleh Dipati Puger dan Dipati Purbaya. Pasukan Mataram tetap menyerbu Batavia dan berhasil
menghancurkan benteng Hollandia, dilanjutkan ke benteng Bommel tetapi belum berhasil. Perlawanan
rakyat selanjutnya dipimpin oleh Trunojoyo, putra Bupati Madura. Namun setelah Trunojoyo tertangkap
dan dijatuhi hukum mati (tahun 1679), Kerajaan Mataram selalu mendapat pengaruh dari pemerintah
Hindia Belanda.
Perlawanan Untung Suropati, Untung Suropati adalah putra Bali yang menjadi prajurit kompeni di
Batavia antara tahun 1686 sampai 1706, pada 1706, wilayah pertahanan Untung Suropati diserbu oleh
Kompeni Belanda. Untung Suropati gugur di Bangil dan Amangkurat III atau Sunan Mas tertangkap,
diasingkan ke Sri Langka.
Perlawanan Pangeran Mangkubumi dan Mas Said, Tahun 1749, Pangeran Mangkubumi (adik dari
Pakubuwana II) bekerjasama dengan Mas Said (Pangeran Samber Nyawa) melakukan perlawanan
terhadap pakubuwana II dan VOC. Pada tahun 1751, pasukan kompeni yang dipimpin Mayor De Clerx,
dapat dihancurkan. Perlawanan Mangkubumi dan Mas Said diakhiri dengan Perjanjian Giyanti (tahun
1755) dan Perjanjian Salatiga (tahun 1757).

b. Perlawanan Rakyat Banten


Perlawanan rakyat Banten dibangkitkan oleh Abdul Fatah (Sultan Ageng Tirtayasa) dan putranya
Pangeran Purbaya. Tahun 1659, perlawanan rakyat Banten mengalami kegagalan. 1683, VOC
menerapkan politik domba (devide et impera) antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan putranya yang
bernama Sulatan Haji. Sultan Haji yang dibantu oleh VOC dapat mengalahkan Sultan Ageng Tirtayasa
menghasilkan kompensasi. 1750, terjadi perlawanan rakyat banten terhadap Sultan Haji.

c. Perlawanan Rakyat Makassar


Perlawanan terhadap kolonialisme Belanda dilakukan oleh Kerajaan Gowa dan Tallo, yang kemudian
bergabung menjadi Kerajaan Makassar. Kerajaan Makassar, mencapai puncak kejayaannya pada masa
pemerintah Sultan Hasanuddin tahun 1654-1669. Pertempuran pertama terjadi pada tahun 1633. Pada
tahun 1654 diawali dengan perilaku VOC yang berusaha menghalanghalangi pedagang yang akan masuk

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
maupun keluar Pelabuhan Makassar mengalami kegagalan.
Pertempuran ketiga terjadi tahun 1666-1667, pasukan kompeni dibantu olehpasukan Raja Bone (Aru
Palaka) dan pasukan Kapten Yonker dari Ambon. Angakatan laut VOC, yang dipimpin oleh Spleeman.
Pasukan Aru Palaka mendarat di Bonthain dan berhasil mendorong suku Bugis agar melakukan
pemberontakan terhadap Sultan Hasanudin. Penyerbuan ke Makassar dipertahankan oleh Sultan
Hasanudin. Sultan Hasanudin terdesak dan dipaksa untuk menandatangani perjanjian perdamaian di
Desa Bongaya pada tahun 1667.
Faktor penyebab kegagalan rakyat Makassar adalah keberhasilan politik adu domba Belanda terhadap
Sultan Hasanudin dengan Aru Palaka membantu Trunojoyo dan rakyat Banten setiap melakukan
perlawanan terhadap VOC.

d. Perlawanan rakyat Maluku


Perlawanan di Ternate
Pertama pada tahun 1635 yang dipimpin oleh Kakiali. 1 646 kembali terjadi perlawanan rakyat Ternate
terhadap VOC, yang dipimpin oleh Telukabesi. Pada tahun 1650, rakyat Ternate yang dipimpin oleh Saidi
mengalami kegagalan.
Perlawanan di Tidore
Tidore dipimpin oleh Kaicil Nuku atau Sultan Nuku. Perlawanan fisik dan perundingan berhasil
mengusir Belanda, mengusir Kolonial Inggris dari Tidore.
Perlawanan oleh Patimura
Bulan Mei 1817, meletus perlawanan rakyat Maluku di Saparua yang dipimpin olehThomas Mattulessy
atau Kapitan Pattimura. Benteng kompeni Duurstede di Saparua diserbu dan direbut rakyat Maluku.
Meluas hingga ke Ambon dan ke pulau–pulau sekitarnya, dikuasai oleh Kapitan Pattimura, Anthony
Rybok, Paulus-paulus Tiahahu, Martha Christina Tiahahu, Latumahina, Said Perintah dan Thomas
Pattiwael, kewalahan perlawanan rakyat Pattimura pada tahun 1817 mendantangkan pasukan Kompeni
dari Ambon yang dipimpin oleh kapten Lisnet. Oktober 1817, menyerang rakyat Maluku secara besar
besaran, menangkap Kapitan Pattimura (tahun 1817) dihukum mati pada tanggal 16 Desember 1817.

Reaksi-reaksi Rakyat Indonesia Terhadap Kolonialisme Belanda dalam Bentuk Perang


Besar

a. Perang Padri (1821-1837)


Terjadi di Sumatera Barat atau di tanah Minangkabau. Perselisihan antara kaum Padri dengan kaum

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Adat yang kemudian mengundang campur tangan pihak Belanda. Perang Padri pertama (tahun 1821-
1825) dan perang Padri kedua (tahun 1830-1837)

1) Perang Padri Pertama


Kaum Padri dipimpi oleh Datok Bandaro bertempur melawan kaum Adat yang dipimpin
oleh Datuk Jati. Setelah Datuk Bandaro meninggal dunia, pucuk pimpinan dipegang oleh Malim
Basa (Tuanku Imam Bonjol) dan dibantu oleh Tuanku Pasaman, Tuanku Nan Renceh, Tuanku
Nan Cerdik, dan Tuanku Nan Gapuk. Tahun 1821, kaum Padri menyerbu pos Belanda di
semawang dan mengacaukan kedudukan Belanda di daerah Lintau. Belanda membangun
benteng nama Firt van der Capllen. Pada 1825, kedudukan Belanda mulai sulit karena harus
berhadapan dengan kaum Padri dan juga harus menghadapi pasukan Diponegoro.
November 1825, Belanda dan Kaum Padri menandatangani perjanjian damai yang berisi tentang
pengakuan Belanda atas beberapa daerah sebagai wilayah kaum Padri dan untuk sementara
peperangan gelombang pertama berakhir.
2) Perang Padri Gelombang ke Dua
1829, di daerah pariaman. 1830, kaum Adat mulai banyak membantu kaum Padri dan kedua
kaum tersebut menyadari bahwa perlunya kerja sama. Perang antara rakyat Minangkabau
melawan penjajah Belanda.
1831, penyerangan terhadap belanda di daerah Muarapalam. 1832, dipimpin oleh Tuanku Nan
Cerdik dan Tuanku Imam Bonjol melakukan penyerangan pos Belanda di Mangopo. 1833, terjadi
pertempuran besar di daerah Agam. 1834 hingga tahun 1835, pemerintah Belanda mulai
mengepung benteng Bonjol. Pada tanggal 25 Oktkober 1837, benteng pertahanan Kota Bonjol
jatuh ke tangan Belanda. Imam Bonjol diasingkan ke Cianjur, kemudian dipindahkan ke
Minahasa hingga wafat dan dimakamkan di Pineleng.
b. Perang Diponegoro
Di lingkungan istana terdapat golongan yang memihak Belanda, banyak juga yang menentang
Kolonial Belanda, seperti Pangeran Diponegoro (putra Sultan Hamengku Buwono III). Kecurigaan
yang berlebihan ini pada akhirnya menimbulkan permusuhan dan peperangan yang disebut perang
Diponegoro.
1) Penyebab Umum Perang Diponegoro
∙ Semakin menderitanya rakyat akibat kerja rodi dan berbagai macam pajak
∙ Semakin sempitnya wilayah Kerajaan Mataram akibat dikuasai Belanda.
∙ Selalu ikut campurnya Belanda dalam urusan pemerintahan Kerajaan Mataram.

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
∙ Masuknya budaya barat ke dalam keraton yang bertentangan dengan ajaran agama.
∙ Kecewanya kaum bangsawan akan aturan Van der Capellen yang melarang usaha
perkebunan swasta di wilayah Kerajaan Mataram.
∙ Munculnya pejabat Kerajaan Mataram yang membantu pihak Belanda demi keuntungan
pribadi.
2) Penyebab Khusus Perang Diponegoro
Dipengaruhi oleh persoalan pribadi. Terjadi pada tahun 1825, tindakan sewenang-wenang
Belanda yang telah memasang tonggak untuk membangun jalan raya yang melintasi makam leluhur
Pangeran Diponegoro tanpa izin. Perang antara Pangeran Diponegoro dengan Belanda dibantu oleh
Kasunanan Surakarta, Mangkunegaran, dan Kesultanan Yogyakarta.
Menggunakan strategi atau siasat perang gerilya, pusat pertahanan yang selalu berpindahpindah

seperti di Gua Selarong, Dekso, lereng Gunung Merapi, dan Bagelan(Purworejo). Terbukti
bahwa pada tahun 1825 sampai 1826, pasukan diponegoro memperoleh kemenangan hingga dapat
merebut daerah Pacitan, Purwodadi, dan Klaten.
Penggunaan sistem Benteng Stelsel oleh Belanda mempersulit pergerakan pasukan Diponegoro
dan hubungan komunikasi antar pasukan. Pada tahun 1828, Kiai Mojo bersedia untuk diajak
berunding oleh pihak Belanda namun gagal dan justru ia ditangkap dan diasingkan ke Minahasa
sampai wafat pada tahun 1849. Jendral De Kock mengajak berunding Sentot Alibasa
Prawirodirjo, Tetapi selalu mengalami kegagalan. Pada tahun 1829, Sentot Alibasa Prawirodirjo
menyerah, ia dituduh memihak kaum Padri sehingga akhirnya ia diasingkan ke Cianjur dan
kemudian dipindahkan ke Bengkulu hingga wafat pada tahun 1855.
Pangeran Mangkubumi menyerah pada tahun 1829 dan putranya sendiri yang bernama
Dipokusumo beserta patihnya menyerah pula pada tahun 1830. Jendral de kock ditanggapi positif
oleh Pangeran Diponegoro dan disepakati bersama bahwa perundingan akan dilaksanakan pada
tanggal 28 Maret 1830 di kota Magelang. Pangeran Diponegoro dibawa ke Semarang dan Batavia
kemudian diasingkan lagi ke Manado. Ia kembali dipindahkan ke Makassar hingga wafat pada
tanggal 8 januari 1855

c. Perlawanan rakyat Aceh (1873-1904)


Aceh merupakan salah satu kerajaan di Indonesia yang kuat dan masih tetap bertahan hinga
abad ke-19. Berdasarkan Traktat London tahun 1824 bangsa Inggris dan Belanda yang sudah pernah
berkuasa di Indonesia harus saling sepakat untuk menghormati keberadaan kerajaan Aceh.

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Pada bulan Maret 1873, perangnya ke Kutaraja atau Banda Aceh di bawah pimpinan Jendral
Kohler, berusaha merebut dan menduduki ibu kota dan Istana Kerajaan Aceh. Kerajaan Aceh
berhasil, tetapi dalam pertempuran tersebut Jendral Kohler tewas tertembak. Mengawali terjadinya
perang Aceh yang berkepanjangan mulai tahun 1873 sampai 1904. pasukan Belanda melaksanakan
operasi Konsentrasi Stelsel sambil menggertak para pemimpin Aceh agar menyerah. Beberapa
pimpinan utama Aceh seperti Teuku Cik Di Tiro, Cut Nya’ Din, Panglima Polim, dan Cut Meutia
(bersama-sama dengan rakyat Aceh) untuk melancarkan serangan umum.
Setelah Teuku Cik Di Tiro sebagai pemimpin utama Aceh Wafat. Pucuk pimpinan dilanjutkan
oleh Teuku Umar dan Panglima Polim. Pada tahun 1893, Teuku Umar beserta pasukannya
memanfatkan kelengahan Belanda dengan tujuan mendapatkan senjata. Disambut baik dan
mendapat gelar Teuku Johan pahlawan. Pada tahun 1896, Teuku Umar bergabung kembali dengan
rakyat Aceh dengan membangun markas pertahanan Meulaboh.
Peristiwa Teuku Umar yang berhasil menyiasati Belanda dipandang sebagai kesalahan
besar Deykerhoff sebagai gubernur militer. Digantikan oleh Jendral Van Heutsz. Belanda memeberi
tugas kepada Dr. Snock Hurgronje untuk menyelidiki perilaku masyarakat Aceh. Dr. Snock
Hurgronje dalam menjalankan tugasnya menggunakan nama smaran, yaitu Abdul gafar.
Untuk mengalahkan Aceh, lebih cepat dan tepat, Belanda menggunakan Strategi sebagai berikut :
∙ menghancurkan dan menangkap seluruh pemimpin dan ulama dari pusat
∙ membentuk pasukan gerak cepat (marschose marechausse)
∙ semua pemimpin dan ulama yang tertangkap harus menandatangani perjanjian
∙ setelah melakukan operasi militer, Belanda mengikuti kegiatan perdamaian rehabilitasi
(pasifikasi)
∙ bersikap lunak terhadap para bangsawan.
Atas usulan Dr. Snock Hurgronje, pemerintah Belanda memberi tugas kepada Jendral militer
Van Heutsz. Pada tahun 1899, pasukan gerak cepat pimpinan Van Heutsz melakukan penyerangan.
Belanda menyandera keluarga raja dan keluarga Panglima Polim. Perlawanan Aceh berikutnya
dilanjutkan oleh Cut Meutia, tetapi perlawanan ini dapat dipadamkan dan pada tahun 1904 perang
Aceh dinyatakan berakhir.
d. Perlawanan rakyat Bali
Keinginan Belanda untuk menguasai Bali dimulai sejak tahun 1841 dan seluruh raja di Bali
dipaksa menandatangani perjanjian yang isinya agar raja di Bali mengakui dan tunduk kepada
pemerintah Belanda.
Keinginan Belanda untuk menguasai Bali selalu tidak berhasil karena Bali masih bersifat

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
konservatif (masih berlaku adat/ tradisi). Pada tahun 1844, kapal Belanda terdampar di pantai
Buleleng dan dikenakan hukum tawan karang, yaitu setiap kapal yang terdampar di pantai
kekuasaan kerajaan akan menjadi hak milik kerajaan tersebut. Belanda turut campur urusan
kerajaan di Bali dengan mengajukan tuntutan dengan isi sebagai berikut.
∙ Membebaskan Belanda dari hukum Tawan Karang.
∙ Kerajaan Bali mengakui pemerintahan Hindia Belanda.
∙ Kerajaan Bali melindungi perdagangan milik pemerintah Belanda.
∙ Semua raja di Bali harus tunduk terhadap semua perintah colonial Belanda.
∙ Sehingga pada tahun 1846 Belanda menyerang wilayah Bali Utara dan memaksa Raja
Buleleng untuk menandatangani perjanjian perdamaian
∙ Benteng Kerajaan Buleleng agar dibongkar.
∙ Pasukan Belanda ditempatkan di Buleleng.
∙ Biaya perang harus ditanggung oleh Raja Buleleng.
Pada tahun 1848, raja-raja di Bali tidak lagi mematuhi kehendak Belanda. Pos-pos pertahanan
Belanda di Bali diserbu dan semua senjata dirampas oleh gusti Jelantik. Pada tahun 1849, pasukan
belanda datang dari Batavia untuk menyerbu dan menguasai seluruh pantai Buleleng dan menyerbu
benteng Jagaraga. Sejak runtuhnya Kerajaan Buleleng, perjuangan rakyat Bali mulai lemah.
Meskipun demikian, Kerajaan Karangasem dan Klungkung masih berusaha melakukan perlawanan
terhadap Belanda.
e. Perlawanan Rakyat Palembang (1819-1825)
Sultan Badaruddin dahulu pernah menjadi Sultan Palembang dan kemudian diturunkan secara
paksa oleh pemerintah Inggris ketika masih berkuasa di Indonesia yaitu digantikan oleh Sultan
Najamuddin. Tahun 1819 Sultan Badaruddin selalu menghalangi setiap kapal Belanda yang
memasuki sungai Musi. Pada tahun 1821, Belanda dapat menguasai ibukota Palembang dan
menangkap Sultan Badaruddin. Sultan Badaruddin diasingkan ke Ternate. Perlawanan rakyat
Palembang sering terjadi pada tahun 1825.
f. Perlawanan Rakyat Banjar (1859-1863)
Yang menjadi daya tarik Belanda untuk menguasai Kalimantan Selatan yang saat itu diperintah
oleh Sultan Hidayat. Untuk menguasai Banjarmasin adalah dengan melakukan operasi militer pada
tahun 1859. Dalam pertempuran itu, Sultan Hidayat tertangkap oleh Belanda dan diasingkan ke
Cianjur, Jawa Barat. Upaya Belanda untuk menguasai Banjamasin mengalami kesulitan rakyat berupa
untuk mempertahankan wilayahnya dan setiap kapal Belanda yang memasuki pedalaman
Banjarmasin (melalui Sungai Barito) akan dibakar oleh rakyat setempat. Pada tahun 1863, pasukan

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Belanda melancarkan serangan bertubi-tubi ke seluruh wilayah Banjarmasin, sehingga Pangeran
Antasari gugur.
g. Perlawanan Rakyat Tapanuli (1878-1907)
Sekitar tahun 1873, bangsa Belanda mulai memasuki daerah Tapanuli Utara dengan alasan
memadamkan aktivitas pejuang-pejuang Padri dan para pemimpin dari Aceh. Pada tahun 1878,
Belanda mulai melancarkan gerakan militernya untuk menyerang daerah Tapanuli, sampai pada
akhirnya meletuslah Perang Tapanuli. Perang Tapanuli yang diawali dengan operasi militer yang
dilakukan oleh Jenderal Van Daalen di pedalaman Aceh tahun 1903-1904. Serdadu Belanda yang
mulai berdatangan di daerah di Sumatera Utara dibendung oleh rakyat Tapanuli yang dipimpin
oleh Raja Sisingamangaraja XII.

Politik Etis
Pencetus politik etis (politik balas budi) ini adalah Van Deventer. Van Deventer
memperjuangkan nasib bangsa Indonesia dengan menulis karangan dalam majalah De Gids yang
berjudul Eeu Eereschuld (Hutang Budi).
Menurut Van Deventer, ada tiga cara untuk memperbaiki nasib rakyat tersebut yaitu
memajukan ;
∙ Edukasi (pendidikan)
∙ Irigasi (pengairan)
∙ Emigrasi (perpindahan penduduk)

Usulan Van Deventer tersebut mendapat perhatian besar dari pemerintah Belanda. Dalam
bidang irigasi (pengairan) diadakan pembangunan dan perbaikan. Emigrasi juga dilaksanakan oleh
Pemerintah Belanda bukan untuk memberikan penghidupan yang layak serta pemerataan
penduduk. Jelaslah bahwa pemerintah Belanda telah menyelewangkan politik etis. Usaha-usaha
yang dilaksanakan baik edukasi, irigasi dan emigrasi dan kemiskinan rakyat Indonesia dapat
memperbaiki jika bangsa Indonesia bebas merdeka dan berdaulat.

PENDUDUKAN JEPANG DI INDONESIA


Perang Pasifik meletus setelah Jepang mengebom pangkalan laut Amerika Serikat di Pearl
Harbour. Terjadilah Perang Pasifik atau Perang Asia Timur Raya. Serangan ini terjadi pada 8
Desember 1941. Kemudian, negara-negara dalam Blok Sekutu menyatakan perang terhadap Jepang.
Perang ini disebut dengan perang Asia Timur Raya. Dengan cepat Jepang menyerbu dan menduduki

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Daerah yang dikuasai Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat. Yakni Indochina, Myanmar, Filipina, dan
Malaysia. Jepang menjajah Indonesia selama 3,5 tahun.
Pada 8 Maret 1942, Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang di Kalijati, Subang (Jawa
Barat). Penyerahan kekuasaan dari Belanda kepada Jepang dilakukan oleh Letnan Jenderal N.
Terpoorten kepada Letnan Jenderal Hitoshi Imamura. Dengan demikian, berakhirlah kekuasaan
Belanda di Indonesia.
Setelah menguasai Indonesia, Jepang membagi wilayah Indonesia menjadi tiga wilayah
pertahanan. Wilayah I (Jawa dan Madura), wilayah II (Sumatra dan kepulauan di sekitarnya), dan
wilayah III (Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, dan Nusa Tenggara).

Sebab dan akibat pengerahan tenaga romusha oleh jepang terhadap penduduk indonesia
a. Sebab-sebab Pengerahan Tenaga Romusha
Pada Perang Dunia II, Jepang berada di bawah pemerintahan militer. Semua kebijakan politik,
ekonomi, dan sosial, ditujukan untuk kepentingan perang melawan sekutu. Untuk kepentingan itu
Jepang memerlukan banyak sumber daya alam dan tenaga manusia. Untuk memenuhi tenaga
manusia, Jepang menerapkan sistem kerja paksa di negara jajahannya. Orang-orang dipaksa bekerja
untuk kepentingan Jepang yang dinamakan romusha.

b. Akibat Pengerahan Tenaga Romusha


Pengerahan tenaga romusha menyebabkan penduduk Indonesia berkurang akibat meninggal
dunia. Penderitaan itu meninggalkan rasa ketakutan bagi mereka yang pernah mengalaminya.
Pendudukan Jepang di Indonesia membawa malapetaka bagi rakyat Indonesia. Propaganda dan
janji-janji Jepang hanya tipuan belaka. Selama dijajah Jepang, rakyat Indonesia semakin miskin,
bodoh, dan menderita.

ORGANISASI BENTUKAN JEPANG


a. Gerakan Tiga A
Gerakan Tiga A merupakan organisasi pertama yang didirikan Jepang. Organisasi ini didirikan
pada 29 April 1942 sebagai tempat untuk menghimpun rakyat Indonesia dalam menghadapi
kekuatan Barat. Gerakan Tiga A dipimpin oleh Mr. Samsudin. Arti Gerakan Tiga A adalah Jepang
Pelindung Asia, Jepang Pemimpin Asia, dan Jepang Cahaya Asia.

b. Majelis A’la Indonesia (MIAI) dan Majelis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi)

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Majelis A’la Indonesia (MIAI) dan Majelis Syura Muslimin Indonesia (Masyumi) adalah
organisasi-organisasi Islam yang didirikan oleh Jepang.

c. Pusat Tenaga Rakyat (Putera)


Pusat Tenaga Rakyat (Putera) didirikan pada 16 April 1943. Organisasi ini dipimpin oleh empat
serangkai, yaitu Ir. Soekarno, Drs. Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan K.H. Mas Mansyur.
Tujuan pembentukan organisasi ini adalah untuk mengajak tokoh-tokoh Indonesia membantu
Jepang dalam berperang dengan sekutu. Bantuan tersebut dapat berupa tenaga atau pemikiran.

d. Jawa Hokokai (Himpunan Kebaktian Jawa)


Jawa Hokokai (Himpunan Kebaktian Jawa) didirikan pada 8 Januari 1944. Organisasi ini dipimpin
langsung oleh pejabat-pejabat Jepang. Jawa Hokokai terdiri atas berbagai macam hokokai profesi,
antara lain Izi Hokokai (Himpunan Kebaktian Dokter), KJawa Hokokaiyoiku Hokokai (Himpunan
Kebaktian para Pendidik), Fujinkai (Organisasi Wanita), Keimin Bunka Syidosyo (Pusat Budaya), dan
Hokokai Perusahaan.

ORGANISASI MILITER BENTUKAN JEPANG

a. Seinendan (Barisan Pemuda),


Seinendan dibentuk pada tanggal 29April 1943. Anggotanya terdiri dari para pemuda yang
berusia antara 14-22 tahun. Mereka dididik militer agar dapat menjaga dan mempertahankan tanah
airnya dengan kekuatan sendiri. Akan tetapi tujuan yang sebenarnya ialah mempersiapkan pemuda
untuk dapat membantu Jepang dalam menghadapi tentara Sekutu dalam Perang Asia Timur Raya.
b. Keibodan (Barisan Pembantu Polisi),
Keibodan dibentuk pada tanggal 29 April 1943. Anggotanya terdiri atas para pemuda yang
berusia antara 26-35 tahun, dengan tugas seperti penjagaan lalu lintas, pengamanan desa dan lain lain.
Barisan ini di Sumatra disebut Bogodan,sedangkan diKalimantan dikenal dengan nama Borneo Konan
Hokokudan.
c. Heiho (Pembantu Prajurit Jepang),
Anggota Heiho ditempatkan dalam kesatuan tentara Jepang sehingga banyak dikerahkan ke
medan perang.
d. Fujinkai ( Barisan Wanita).
Fujinkai dibentuk pada bulan Agustus 1943. Anggotanya terdiri atas para wanita berusia 15 tahun ke

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
atas. Mereka juga diberikan latihan-latihan dasar militer, dengan tugas untuk membantu Jepang dalam
perang.
e. Jibakutai ( Barisan Berani Mati).
Jibakutai dibentuk pada tanggal 8 Desember 1944. Barisan ini rupanya mendapatkan inspirasi dari pilot
Kamikaze yang sanggup mengorbankan nyawanya dengan jalan menumbukkan pesawatnya kepada
kapal perang musuh.
f. Pembela Tanah Air (PETA),
PETA dibentuk pada 3 Oktober 1943. Calon perwira PETA mendapatkan pelatihan di Bogor. Tujuan
didirikannya PETA adalah untuk mempertahankan wilayah masing-masing. Tokoh-Tokoh Pergerakan
Nasional.

PERLAWANAN DAERAH-DAERAH TERHADAP JEPANG


a. Perjuangan Melawan Jepang di Aceh
Perlawanan rakyat Aceh terjadi di Cot Plieng. Perlawanan ini dipimpin oleh Teuku Abdul Jalil. Ia
adalah seorang guru mengaji. Peristiwa ini berawal dari sikap tentara Jepang yang bertindak
sewenang-wenang. Rakyat diperas dan ditindas. Jepang berusaha membujuk Teuku Abdul Jalil untuk
berdamai. Namun, Teuku Abdul Jalil menolaknya. Akhirnya, pada 10 November 1942 Jepang
menyerang Cot Plieng.

b. Perjuangan Melawan Jepang di Sukamanah (Singaparna)


Perlawanan ini bermula dari paksaan Jepang melakukan Seikeirei. Yakni
penghormatan kepada kaisar Jepang. Penghormatan ini dilakukan dengan cara
menghadap ke arah timur laut (Tokyo) dan membungkukkan badan. Cara ini
dianggap oleh K.H. Zaenal Mustofa sebagai tindakan musyrik (menyekutukan
Tuhan). Tindakan ini melanggar ajaran agama Islam. Akibat penentangan itu,
Jepang mengirim pasukan untuk menggempur Sukamanah. Akhirnya
meletuslah pertempuran pada 25 Februari 1944 setelah salat Jumat. K.H.
Zaenal Mustofa berhasil ditangkap. Ia ditahan di Tasikmalaya, kemudian
dibawa ke Jakarta untuk diadili. Ia dihukum mati dan dimakamkan di Ancol. Pada 10 November 1974
makamnya dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Tasikmalaya.

c. Perlawanan Tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Blitar

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Pada mulanya, pasukan Peta bertugas mengawasi romusha yang membuat pertahanan di daerah Pantai
Blitar Selatan. Mereka melihat sendiri betapa berat pekerjaan romusha dan sengsara hidupnya.
Ditambah lagi keadaan masyarakat yang sangat menderita. Pada 14
Februari 1945, berkobarlah perlawanan Peta di Blitar. Perlawanan ini
dipimpin oleh Syodanco Supriyadi, Muradi, Suparyono, dan Bundanco
(komandan regu) Sunanto, Sudarmo, Halir Mangkudidjaya. Adapula
dr. Ismail sebagai sesepuhnya. Setelah membunuh orang-orang
Jepang di Blitar, mereka meninggalkan Blitar. Sebagian menuju lereng Gunung Kelud. Sebagian lagi
ke Blitar Selatan. Sayang, perlawanan mereka mengalami kegagalan.
Bulan Februari 1945 pasukan Sekutu berhasil merebut Pulau Iwo Lima di Jepang. Sejak saat itu
kekuatan tentara Jepang semakin lemah. Untuk menarik simpati rakyat Indonesia, Jepang
mengizinkan Indonesia untuk mengibarkan bendera Merah Putih di samping bendera Jepang. Lagu
kebangsaan Indonesia Raya boleh dikumandangkan setelah lagu Kebangsaan Jepang Kimigayo .

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Paket Hapalan Sejarah (2)
Menyambut Kemerdekaan Dan Setelah Kemerdekaan
Detik – Detik Kemerdekaan Indonesia
Setelah melalui berbagai proses panjang dan penuh sejarah, Indonesia akhirnya menyatakan
kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Sejak tahun 1942, Indonesia menjadi bagian dari daerah
jajahan Jepang. Pada tahun 1944-1945, Jepang yang saat itu sedang perang melawan sekutu, mulai
terdesak dan mengumumkan akan membentuk badan untuk menyelidiki kemungkinan Indonesia
merdeka pada 1 maret 1945. Kemudian ada 29 april 1945, dibentuklah Badan Penyelidik Usaha
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Coosakai yang diketuai oleh Dr.
Radjiman Wedyodiningrat. BPUPKI bersidang dua kali yaitu pada 29 Mei – 1 Juni 1945 dan 10 – 17 Juli
1945.
Pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, sekutu menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.
Pada 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan, kemudian dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan
Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Junbi Inkai yang diketuai oleh Ir. Soekarno dan wakilnya Moh. Hatta.
Ketua PPKI, wakilnya dipanggil ke Dalat, Vietnam untuk bertemu Jenderal Terauchi Hisaichi yang
menjanjikan kemerdekaan Indonesia akan diberikan pada tanggal 24 Agustus 1945.
Tanggal 14 Agustus 1945, Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Hal ini didengar oleh
golongan muda sehingga golongan muda mendesak golongan tua untuk memproklamasikan
kemerdekaan Indonesia sesegera mungkin apalagi melihat status quo saat itu. Golongan tua menolak
karena ingin memastikan hal tersebut, dan ingin menuruti tanggal yang telah disepakati dengan Jepang
sebelumnya untuk menghindari pertumpahan darah dengan pihak manapun. Namun, golongan muda
ingin kemerdekaan Indonesia sebagai sesuatu yang diperjuangkan oleh bangsa bukan hadiah pemberian
Jepang atau pihak lain.
Perdebatan itu berujung pada sebuah peristiwa yang dikenal dengan peristiwa Rengasdengklok.
Pada 15 Agustus 1945 terjadi perdebatan serius antara Chaerul Saleh, Wikana, dan Sukarni dengan Ir.
Soekarno dan Moh. Hatta. Tidak puas dengan hasil perdebatan tersebut, golongan muda pun menculik

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Ir. Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok, kota kecil dekat Karawang, dengan tujuan supaya
kedua tokoh ini terlepas dari pengaruh Jepang pada 16 Agustus 1945.
Sementara itu di Jakarta, Mr. Ahmad Soebardjo dari golongan tua berunding dengan Wikana
dari golongan muda. Mr. Ahmad Soebardjo kemudian menjemput Ir. Soekarno dan Moh. Hatta setelah
sebelumnya memberikan Jaminan bahwa kemerdekaan paling lambat akan diproklamasikan tanggal 17
Agustus 1945 jam 12 siang.
Rombongan Soekarno-Hatta tiba di Jakarta sekitar pukul 23.00 dan langsung menuju kediaman
Laksana Muda Tadashi Maeda di Jalan Imam Bonjol nomor 1. Teks proklamasi disusun oleh Ir. Soekarno,
Moh. Hatta dan Mr. Ahmad Soebardjo dan disaksikan oleh Miyoshi (orang kepercayaan Nishimura),
Sukarni, B.M Diah, dan Sudiro. Kalimat pertama merupakan usulan Mr. Ahmad Soebardjo dan kalimat
kedua merupakan usulan M. Hatta. Hasil rumusan teks proklamasi diketik oleh Sajuti Melik dan atas usul
Sukarni teks proklamasi ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan M. Hatta.
Proklamasi dilaksanakan tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 di Jalan Pengangsaan Timur no 56
yg merupakan rumah Soekarno.
Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI melaksanakan rapat dan menghasilkan dua keputusan
penting. Pertama mengesahkan dan menetapkan UUD 1945 dan yang kedua mengangkat Soekarno
sebagai Presiden dan M. Hatta sebagai wakil presiden.

Pembentukan Kelengkapan Kenegaraan


PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945 mengadakan sidang dan mengambil tiga keputusan penting,
yaitu:
1. Menetapkan dan mengesahkan UUD 1945;
2. Mengangkat Ir. Soekarno sebagai presiden dan Moh. Hatta sebagai wakil presiden;
3. Membentuk Komite Nasional untuk membantu pekerjaan Presiden sebelum terbentuknya Majelis
Permusyawaratan Rakyat.
Rancangan UUD hasil sidang BPUPKI kemudian dijadikan bahan sidang PPKI pada 18 Agustus
1945. Atas usul Drs. Moh. Hatta dilakukan penyempurnaan sila pertama Pancasila dan Rancangan UUD
1945. Sila pertama Pancasila yang semula berbunyi “Ke-Tuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat
Islam bagi pemeluk-pemeluknya menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab” diubah menjadi
“Ketuhanan Yang Maha Esa”.
Pada siding PPKI tersebut, Otto Iskandardinata menyarankan memilih presiden dan wakil
presiden kemudian mengusulkan Bung Karno sebagai presiden dan Bung Hatta sebagai wakil presiden.
Usulan tersebut diterima sehingga presiden wakil presiden langsung dilantik saat itu juga. Dalam siding

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
hari kedua pada tanggal 19 Agustus 1945, PPKI mengambil dua buah keputusan lagi:
1. Penetapan 12 Kementerian dalam lingkungan Pemerintah, yaitu Kementerian-kementerian Dalam
Negeri, Luar Negeri, Kehakiman, Keuangan, Kemakmuran, Kesehatan, Pengajaran, Sosial, Pertahanan,
Penerangan, Perhubungan, dan Pekerjaan Umum.
2. Pembagian daerah Republik Indonesia dalam 8 propinsi dan gubernurnya sebagai berikut:
Sumatera : Mr. Teuku Mohammad Hasan
Jawa Barat : Sutardjo Kartohadikusumo
Jawa Tengah : Raden Pandji Suroso
Jawa Timur : R.A. Suryo
Sunda Kecil : Mr. I Gusti Ketut Pudja
Maluku : Mr. J. Latuharhary
Sulawesi : Dr. G. S. J. Ratulangi
Kalimantan : Ir. Pangeran Mohamad Nur
Pada 22 Agustus 1945, PPKI mengambil keputusan membentuk Komite Nasional, Partai Nasional
Indonesia, dan Badan Keamanan Rakyat. KNIP diresmikan dan angota-anggotanya dilantik tanggal 29
Agustus 1945.
Partai Nasional Indonesia pada waktu itu dimaksudkan sebagai satu-satunya partai politik di
Indonesia. Namun dengan maklumat tanggal 31 Agustus diputuskan bahwa gerakan Partai Nasional
Indonesia ditunda dan segala kegiatan dicurahkan ke dalam Komite Nasional. Semenjak itu gagasan satu
partai ini tidak pernah dihidupkan lagi.
Badan Kemanan Rakyat (BKR) ditetapkan sebagai bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban
Perang yang merupakan induk organisasi yang ditunjukkan untuk memelihara keselamatan masyarakat.
Pembentukan BKR dan bukan tentara dimaksudkan agar tidak membangkitkan permusuhan dari
kekuatan-kekuatan asing yang pada waktu itu ada di Indonesia. Ke dalam BKR itulah terhimpun bekas
anggota-anggota PETA, Heiho, Keisatsutai, Seinendan, Keibodan, dan lainlain.
Pada tanggal 16 Oktober 1945, Wakil Presiden mengeluarkan Maklumat Wakil Presiden X yang
menyatakan bahwa KNIP diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan Garis-Garis Besar Haluan
Negara sebelum MPR dan DPR terbentuk. Pada 3 November 1945, keluarlah maklumat pemerintah yang
ditandatangani wakil presiden yang berisi tentang pembentukan partai-partai politik. Partai politik ini
bertujuan untuk mengatur semua aliran paham yang ada di dalam masyarakat.

Respon Rakyat dan Daerah terhadap Pembentukan Negara dan


Pemerintahan Indonesia

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Berita proklamasi kemerdekaan Indonesia disebarkan oleh F.Wuz, seorang markonis, oleh Radio
Domei. Waidan B. Panalewen memerintahkan agar berita tersebut disiarkan tiga kali, namun baru dua
kali disiarkan, pihak Jepang memerintahkan berita tersebut berhenti disiarkan. Namun, Waidan B.
Panalewen memerintahkan F. Wuz terus menyiarkannya hingga akhirnya kantor berita Domei disegel.
Dengan disegelnya kantor Berita Domei, para pemuda berinisiatif membuat pemancar baru
dengan kode panggilan DJK I sehingga berita kemerdekaan dapat terus disiarkan. Usaha penyebaran
berita proklamasi juga tidak terbatas melalui radio, namun juga melalui pers dan surat selebaran.
Hampir seluruh Harian di Jawa dalam penerbitannya 20 Agustus memuat proklamasi dan Undang
Undang Negara Republik Indonesia. Demikianlah berita proklamasi kemerdekaan tersiar ke seluruh
tanah air.
Di Yogyakarta, Sultan Hamengkubuwono IX menyatakan “Negeri Ngayogyakarto Hadiningrat”
yang bersifat kerajaan sebagai Daerah Istimewa dalam Negara Republik Indonesia. Sementara itu, di
Jakarta, pada tanggal 19 September 1945 diselenggarakan rapat raksasa di lapangan Ikada untuk
menyambut proklamasi kemerdekaan. Rakyat membanjiri lapangan rapat, sekalipun bala tentara Jepang
melakukan penjagaan keras. Sebelumnya pimpinan tentara Jepang telah melarang penyelenggaraan
rapat tersebut. Suasana hangat dan mencekam ketika rakyat berhadapan dengan tentara Jepang yang
berjaga-jaga. Presiden Soekarno pun tidak jadi berpidato dan hanya menyampaikan beberapa pesan
singkat antara lain meminta supaya rakyat percaya pada pimpinan dan pulang dengan tenang. Hal ini
dilakukan agar bentrokan antara rakyat Indonesia dan tentara Jepang tidak terjadi.
Pada hari yang sama, yaitu 19 September 1945, di Surabaya terjadi suatu peristiwa yang
kemudian terkenal sebagai “Insiden Bendera”. Insiden berpangkal pada tindakan beberapa orang
Belanda yang mengibarkan bendera merah putih pada tiang diatas Hotel Yamato, Tunjungan.
Tindakan tersebut menimbulkan amarah rakyat yang kemudian menyerbu hotel untuk menurunkan
bendera tersebut, merobek bagian yang berwana biru dan mengibarkannya kembali sebagai
bendera Merah Putih.

Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia


Kekuatan asing berikutnya yang harus dihadapi oleh Republik Indonesia adalah pasukan pasukan
sekutu yang ditugaskan untuk menduduki wilayah Indonesia dan melucuti tentara Jepang. Yang
melaksanakan tugas ini adalah Komando Asia Tenggara dibawah pimpinan Laksaman Lord Louis
Mountbatten. Untuk melaksanakan tugas ini, Mountbatten membentuk suatu komando khusus yang
diberi nama Allied Forces Netherlands East Indones (AFNEI) dibawah Letnan Jenderal Sir Philip
Christison.

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Kedatangan sekutu semula disambut dengan sikap terbuka oleh pihak Indonesia. Akan tetapi
setelah diketahui bahwa pasukan Sekutu datang dengan membawa orang-orang NICA yang hendak
menegakkan kembali kekuasaan kolonial Hindia-Belanda, sikap Indonesia berubah menjadi curiga dan
kemudian bermusuhan. Apalagi setelah NICA mempersenjatai bekas KNIL yang dilepaskan dari tahanan
Jepang dan mulai memancing kerusuhan dan melakukan provokasi.
Pendaratan sekutu yang disertai NICA disertai bentrokan-bentrokan yang tak terhindarkan
membuat suasana menjadi genting sehingga Pemerintah pada 5 Oktober 1945 mengeluarkan maklumat
untuk membuat Tentara Keamanan Rakyat dengan Soeprijadi (pemimpin perlawanan PETA di Blitar)
sebagai pimpinannya. Namun Soeprijadi tidak pernah datang, dan tidak diketahui kabar dan nasibnya
sehingga pada 18 Desember 1945 jabatan Pemimpin Tertinggi TKR diiisi oleh Jenderal Soedirman.
Pertempuran Lima Hari di Semarang
Peristiwa dimulai pada tanggal 14 Oktober 1945, ketika kurang lebih 400 orang Veteran AL
Jepang akan dipekerjakan untuk mengubah pabrik gula Cepiring menjadi pabrik senjata, memberontak
waktu dipindahkan ke Semarang. Pertempuran berlangsung lima hari dan baru berhenti setelah
pimpinan TKR berunding dengan pimpinan pasukan Jepang.
Pertempuran Surabaya
Pasa 25 Oktober 1945, tentara AFNEI dibawah komando Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby
mendarat di Surabaya dan pada 27 Oktober 1945 mereka menyerbu penjara Republik untuk
membebaskan perwira sekutu yang ditawan Republik. Pada tanggal 28 Oktober 1945, pos sekutu di
seluruh Surabaya diserang Indonesia. Dalam sebuah insiden yang belum terungkapkan dengan jelas,
Brigadir Jenderal Mallaby ditemukan tewas. Sekutu kemudian mengeluarkan ultimatum supaya semua
orang Indonesia harus melapor dan meletakkan senjata paling lambat tanggal 10 November 1945.
Ultimatum ini tidak dihiraukan sehingga pecahlah perang Surabaya pada 10 November 1945. Bung Tomo
adalah salah satu pemimpin perjuangan rakyat Surabaya. Untuk memperingati perjuangan rakyat
Surabaya, tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Pertempuran Ambarawa
Pertempuran Ambarawa diawali dengan mendaratnya tentara Sekutu dibawah pimpinan
Brigadir Jenderal Bethel di Semarang pada 20 Oktober 1945. Pada 21 November 1945, sekutu mundur
ke Ambarawa. Insiden bersenjata antara rakyat dan tentara Ambarawa meluas menjadi pertempuran.
Setelah pertempuran sengit berlangsung, pada 12 Desember 1945, pasukan Indonesia melancarkan
serangan serentak. Setelah betempur selama empat hari akhirnya pasukan Indonesia berhasil
menghalau tentara Inggris dari Ambarawa.
Pertempuran Medan Area

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Pasukan sekutu yang diboncengi oleh serdadu Belanda dan NICA dibawah pimpinan Brigadir
Jenderal T.E.D. Kelly mendarat di Medan pada 9 Oktober 1945. Pada tanggal 13 Oktober 1945 terjadi
pertempuran pertama antara para pemuda dan pasukan Belanda yang merupakan awal perjuangan
bersenjata yang dikenal sebagai pertempuran Medan Area. Tanggal 10 Desember 1945 tentara sekutu
melancarkan gerakan besar-besaran dengan mengikutsertakan pesawat tempurnya. Pertempuran ini
memakan banyak korban dari kedua belah pihak.
Bandung Lautan Api
Pada waktu tentara sekutu memasuki kota Bandung pada Oktober 1945, para pemuda sedang
dalam perjuangan melaksanakan pemindahan kekuasaan dan perebutan senjata serta peralatan perang
dari tangan tentara Jepang. Tanggal 21 November 1945, sekutu mengeluarkan ultimatum agar kota
Bandung bagian utara selambat-lambatnya dikosongkan oleh pihak Indonesia pada 29 November 1945,
namun ultimatum ini tidak dipedulikan oleh Indonesia. Pada 23 Maret 1946, sekutu kembali
mengeluarkan ultimatum agar TRI mengosongkan seluruh kota Bandung. Pemerintah Republik Indonesia
memerintahkan TRI mengosongkan kota Bandung, namun markas TRI di Yogya menginstruksikan agar
Bandung tidak dikosongkan. Akhirnya TRI Bandung mematuhi perintah dari Pemerintah RI namun sambil
menyerang kedudukan sekutu dan membumihanguskan kota Bandung bagian Selatan.
Perundingan Indonesia-Belanda
Perundingan ini diprakarsai oleh Lord Killearn pada 7 Oktober 1946. Pihak Belanda diwakili oleh
komisi dibawah pimpinan Prof. Schermehorn dan delegasi Indonesia diketuai oleh PM Sutan Sjahrir.
Perundingan ini menghasilkan persetujuan gencatan senjata.
Perundingan Linggarjati
Perundingan Linggarjati dipimpin oleh Lord Killearn pada 10-15 November 1946 di Linggarjati,
Jawa Barat. Persetujuan ini ditandatangani pada 25 Maret 1947. Dari pihak Indonesia, delegasi diketuai
oleh Sutan Sjahrir dan dari pihak Belanda adalah Prof. Schermerchorn. Isi perundingan ini adalah:
1. Belanda mengakui wilayah kekuasaan Indonesia: Sumatra, Jawa dan Madura.
2. Indonesia dan Belanda akan bekerja sama dalam membentuk Negara Indonesia Serikat.
3. Republik Indonesia serikat dan Belanda akan membentuk uni Indonesia-Belanda dengan Ratu
Belanda selaku ketuanya.
Puputan Margarana
Pada 2 dan 3 Maret 1946 Belanda mendaratkan kurang lebih 2000 tentara di Bali. Menurut
perjanjian Linggarjati, Bali tidak termasuk ke dalam wilayah RI, sementara itu Belanda mengusahakan
berdirinya negara boneka di Indonesia bagian timur. Letkol I Gusti Ngurah Rai dibujuk Belanda untuk
bekerja sama namun ia menolaknya. Pada 18 November 1946, Ngurah Rai menyerang Belanda, namun

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
karena kekuatan yang tidak seimbang, pasukan Ngurah Rai dapat dikalahkan dalam puputan Margarana.
Peristiwa Westerling di Makasar
Pada bulan Desember 1946, Belanda mengirimkan pasukan di bawah pimpinan Kapten Raymon
Westerling ke Sulawesi Selatan. Sejak kedatangannya pada 7-25 Desember 1946, pasukan Westerling
membunuh beribu-ribu rakyat dengan tujuan membersihkan Sulawesi Selatan dari pejuang Indonesia
dan mematikan perlawanan terhadap pembentukan Negara Indonesia Timur. Gerakan pembersihan
yang dilakukan oleh Westerling dilakukan setelah terjadi pertempuran dengan pasukan “Harimau
Indonesia” dibawah pimpinan Walter Mongsidi di Barombong.
Pertempuran Lima Hari Lima Malam di Palembang
Pasukan Sekutu mendarat di Palembang pada 12 Oktober 1945 dibawah pimpinan Letnan
Kolonel Carmichael. Ketika Belanda menuntut Palembang dikosongkan dan pemuda menolak tuntutan
tersebut, pertempuran meletus. Untuk mengulur waktu, Belanda mengajak berunding. Ketika
perundingan berlangsung pada 1 Januari 1947, pertempuran meletus kembali. Pertempuran
berlangsung lima hari lima malam, korban berjatuhan di kedua belah pihak. Pada 6 Januari 1947,
akhirnya dicapai persetujuan gencatan senjata.

Agresi Militer Belanda Pertama


Perselisihan akibat perbedaan penafsiran perjanjian Linggarjati memuncak. Belanda menuntut
agar segera diadakan gendarmerie bersama namun ditolak oleh Indonesia. Tanggal 21 Juli 1947 Belanda
melancarkan serangan terhadap daerah-daerah Republik. TNI menggunakan teknik perang gerilya dalam
melawan Belanda. Akhirnya kekuasaan dan gerakan Belanda berhasil dibatasi hanya di kota-kota besar
dan jalan-jalan raya, sedangkan diluar itu menjadi kekuasaan TNI. Agresi Belanda ini mendatangkan
reaksi keras dari luar negeri. Dewan Keamanan PBB memerintahkan kedua belah pihak melakukan
gerncatan senjata.
Perundingan Renville
Untuk mengawasi penghentian tembak menembak, Dewan Kemanan PBB membentuk Komisi
Tiga Negara yang terdiri dari Australia, Belgia, dan Amerika Serikat. Dalam usaha menyelesaikan
sengketa, KTN mengadakan perundingan pada 8 Desember 1947 diatas sebuah kapal pengangkut
pasukan Angkatan Luar Amerika Serikat “USS Renville”. Delegasi dari Indonesia dipimpin oleh Mr. Amir
Sjarifuddin sedangkan delegasi Belanda dipimpin oleh R. Abdulkadir Widjojoatmodjo, seorang Indonesia
yang memihak Belanda. Perjanjian Renville ditandatangani 17 Januari 1948.

Agresi Militer Belanda Kedua dan Serangan Umum 1 Maret 1949

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Pada 18 Desember 1948, Dr. Beel memberitahukan kepada delegasi RI dan KTN bahwa Belanda
tidak lagi mengakui dan terikat pada persetujuan Renville. Pada 19 Desember 1948, agresi militer kedua
dilancarkan Belanda. Serangan langsung ditujuakan ke Ibukota Republik Indonesia, Yogyakarta. Presiden,
Wakil Presiden dan beberapa pejabat lainnya ditawan Belanda. Dalam siding kabinet yang sempat
diadakan hari itu diambil keputusan untuk memberikan mandat pada Mr. Sjarifuddin Prawiranegara
untuk membuat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Jika Mr. Sjarifuddin Prawiranegara
tidak berhasil, maka mandat diberika pada Mr. A.A. Maramis, L.N. Palar dan Dr. Sudarsono yang sedang
berada di India. Seluruh kekuatan TNI yang masih ada di Yogyakarta, diperintahkan ke luar kota untuk
bergerilya dipimpin oleh Jenderal Sudirman. Letnan Kolonel Soeharto kemudian mengadakan serangan
ke Yogyakarta dan berhasil menduduki kota Yogyakarta selama enam jam. Serangan ini memberikan
motivasi kepada TNI dan rakyat yang sedang berjuang dan menunjukkan pada dunia Internasional
bahwa TNI dan pemerintah Yogyakarta masih ada. Peristiwa agresi ini menimbulkan simpati kepada
Indonesia dari dunia Internasional sehingga India dan Birma memprakarsai Konferensi Asia di New Delhi
pada 20-23 Januari 1949. Konferensi ini menghasilkan resolusi yang intinya meminta Belanda menarik
mundur pasukannya dan mengembalikan pemerintahan ke Indonesia.
Perjanjian Roem-Royen
Untuk membantu penyelesaian sengketa Indonesia-Belanda, UNCI akhirnya membawa kedua
pihak ke meja perundingan. Delegasi dari Indonesia diketuai oleh Mr. Moh. Roem dan delegasi dari
Belanda diketuai oleh Dr. Van Royen. Perundingan dilakukan pada 17 April-7 Mei 1949.

Konferensi Meja Bundar


Konferensi Meja Bundar dilaksanakan di Den Haag, Belanda pada 23 Agustus-2 November 1949.
Hasil utamanya adalah Belanda akan menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat
selambat-lambatnya akhir bulan Desember 1949. Masalah irian Barat ditunda penyelesaiannya selama
satu tahun.
Pada 17 Desember 1949, Ir. Soekarno dilantik menjadi presiden RIS dan sebagai pejabat
presiden RI diangkat Mr. Assaat. RI kemudian menjadi negara bagian RIS. Pengakuan kedaulatan RIS
dilakukan di Belanda dan di Indonesia. Di Belanda pengakuan dilakukan oleh Ratu Belanda Wilhemina
kepada Drs. Moh. Hatta dan di Indonesia pengakuan kedaulatan dilakukan oleh Mr. Loving kepada Sri
Sultan Hamengkubuwono IX.

Disintegrasi Nasional
Peristiwa 3 Juli

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Pada 3 Juli 1946, Mr. Achmad Soebardjo, Mr. Iwa Koesoema Soemantri dan Jenderal Mayor Soedarsono
mencoba memaksa presiden menandatangani konsep susunan Pemerintahan baru. Presiden menolak
permintaan dan paksaan tersebut dan tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa tersebut ditangkap.
Konferensi Malino
Konferensi Malino diselenggarakan tanggal 15-25 Juli 1946 atas prakasa Dr. H. J. Van Mook. Konferensi
ini membahas rencana pembentukan negara-negara di wilayah Indonesia yang akan menjadi bagian-
bagian dari suatu negara federal.
Pemberontakan PKI/ Peristiwa Madiun
PKI/FDR melakukan pengkhianatan dan pemberontakan terhadap Republik Indonesia. Sejak kedatangan
Musso, tokoh komunis yang lama berada di Moskow, PKI mendaptkan jalan baru dan melakukan terror.
Pada 18 September 1948, PKI merebut kota Madiun dan memproklamasikan berdirinya “Soviet Republik
Indonesia”. Selain di Madiun, PKI juga berhasil membentuk pemerintahan baru di Pati. Untuk mengatasi
pemberontakan ini, Pemerintah bertindak cepat.
Operasi penumpasan dipimpin oleh Kolonel A.H. Nasution. Dalam operasi ini, Musso berhasil ditembak
mati sedangkan Amir Sjarifuddin dan tokoh lainnya dapat ditangkap dan dijatuhi hukumanmati.
Proklamasi Negara Islam Indonesia
Pada 7 agustus 1949, Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Negara Islam
Indonesia di suatu desa di kabupaten Tasikmalaya. Ketika Divisi Siliwangi hijrah ke Jawa Tengahakibat
pelaksanaan perjanjian Renville, Kartosuwiryo lebih leluasa melaksanakan geraknya. Pada waktu
pasukan Siliwangi kembali dari Jawa Tengah untuk melakukan perang gerilya Agresi Militer Belanda II,
mereka menjumpai kesatuan bersenjata yang menamakan dirinya Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia
(DI/TII) yang menghalangi TNI kembali ke Jawa Barat. Pertempuran antara TNI divisi
Siliwangi dan DI/TII pun tak dapat dihindarkan. Gerakan ini ditumpas dengan operasi pagar betis.
DI/ TII di Jawa Tengah
Pemimpinnya adalah Amir Fatah. Gerakan ini bergabung dengan gerakan DI/TII Kartosuwiryo di Jawa
Barat. Proklamasi Negara Islam Indonesia di Jawa Tengah berlangsung pada 23 Agustus 1949 di Tegal.
Untuk menumpas gerakan ini, pada Januari 1950, pemerintah membentuk komando operasi yang
disebut Gerakan Benteng Negara.
DI/TII di Kalimantan Selatan
Gerakan ini dipimpin oleh Ibnu Hadjar. Melalui operasi militer yang dimulai tahun 1959, gerakan ini
berhasil ditumpas.
DI/TII di Sulawesi Selatan
Pimpinan gerakan ini adalah Kahar Mudzakar. Pada tahun 1951, ia menyatakan Sulawesi Selatan adalah

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
bagian dari Negara Islam Indonesia dibawah pimpinan Kartosuwiryo. Pemberontakan ini berakhir
setelah Kahar Mudzakar tertembak mati pada Februari 1965.
DI/TII di Aceh
Gerakan ini dipimpin oleh Daud Beureuh. Gerakan ini berawal dari kekecewaan diubahnya Daerah
Istimewa Aceh menjadi keresidenan dibawah provinsi Sumatra Utara. Pada 20 September 1953, Daud
Beureuh menyatakan Aceh sebagai bagian dari Negara Islam Indonesia dibawah pimpinan Kartosuwiryo.
Penumpasan gerakan ini dilakukan melalui pendekatan sosial budaya.
Peristiwa APRA di Bandung
Pembentukan APRIS menimbulkan ketegangan-ketegangan yang mengakibatkan pertumpahan darah.
Di Bandung, suatu kelompok menamakan dirinya ‘Angkatan Perang Ratu Adil’ dan memberikan
ultimatum pada pemerintah RIS dan Negara Pasundan agar mereka diakui sebagai Tentara Pasundan.
Pagi hari 23 Januari 1950, APRA dibawah pimpinan Kapten Raymond Westerling melakukan serangan
terhadap kota Bandung. Operasi penumpasan terhadap APRA segera dilakukan oleh TNI.
Peristiwa Andi Azis di Makassar
Pemberontakan Andi Azis terjadi tanggal 5 April 1950 di Makassar. Andi Azis menuntut pasukan APRIS
bekas KNIL saja lah yang bertanggung jawab atas keamanan di daerah Negara Indonesia Timur.
Penumpasan pemberontakan ini dilakukan pasukan ekspedisi dibawah pimpinan Kolonel Alex
Kawilarang. Meskipun Andi Azis telah menyerahkan diri bulan April namun pertempuran masih terjadi
hingga Agustus.
Peristiwa Republik Maluku Selatan
Di Ambon tanggal 25 April 1950 diumumkan berdirinya Republik Maluku Selatan yang terlepas dari NIT
dan RIS dibawah pimpinan Soumokil. Pemerintah pusat berusaha menyelesaikan pemberontakan ini
secara damai namun tidak membuahkan hasil sehingga dibentuklah pasukan ekspedisi dibawah
pimpinan Kolonel Kawilarang untuk menumpasnya.
Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia/ Perjuaangan Rakyat Semesta (PRRI/
Permesta)
Gerakan separatisme ini bermula dari ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat dan anggapan
pembangunan hanya terjadi di pulau Jawa. Pada 15 Februari 1958, Ahmad Husein mempermaklumkan
berdirinya PRRI dengan Sjarifuddin Prawiranegara sebagai Perdana Menterinya.
Setelah jalan perundingan tidak berhasil, pemerintah menjalankan beberapa operasi militer: Operasi
Tegas, Operasi 17 Agustus, Operasi Sapta Marga, Operasi Sadar, dan Operasi Merdeka. Pada 29 Mei
1946 akhirnya gerakan ini menyerahkan diri.

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Demokrasi Liberal
Menurut hasil KMB, Indonesia menjadi negara serikat yang terdiri dari negaa bagian namun rakyat tidak
puas dan usaha untuk kembali ke negara kesatuan dilancarkan dimana-mana. Untuk menanggapi
keinginan rakyat, pada rapat parlemen dan senat RIS pada 15 Agustus 1950, Indonesia kembali ke
negara kesatuan.
Kehidupan Politik Masa Demokrasi Liberal

Sistem pemerintahan parlementer sesuai UUDS 1950 tidak membawa kestabilan politik, hal tersebut
dibuktikan dengan kabinet yang silih berganti.
Kabinet Periode Alasan Jatuh Keterangan
Natsir September 1950 – Maret Kegagalan penyelesaian Zaken Kabinet
1951 masalah Irian Barat
Sukiman April 1951 – Februari Penandatanganan
1952 persetujuan bantuan
ekonomi dan persenjataan
dari AS
Wilopo April 1952 – Juni 1953 Gerakan provinsialisme dan Zaken Kabinet
separatisme; peristiwa 17
Oktober 1952
Ali Juli 1953 – Juli 1955 Munculnya gerakan DI/TII; Konferensi Asia Afrika
Sostroamidjojo I memburuknya situasi
ekonomi
Burhanudin Agustus 1955 – Maret Kekecewaan pegawai Pemilu Pertama
Harahap 1956 kementerian yang
mengalami mutasi
Ali Maret 1956 – Maret Pertikaian antaretnis Titik tolak periode
Sostroamidjojo II 1957 planning and
investment;
pembatalan hasil
KMB

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Karya/Djuanda April 1957 – Juli 1959 Gerakan separatisme, krisis Hasil : Deklarasi
ekonomi, dan peristiwa Djuanda, Dewan
cikini Nasional,
Musyawarah Nasional

Pemilu Pertama 1955


Pemilu ini diselenggarakan untuk memilih anggota DPR dan Konstituante. Pemilu pertama ini diikuti 39
partai politik dan 13 kontestan perorangan. Hasil suara terbanyak yaitu Partai Nasional Indonesia,
Masyumi, Nadhatul Ulama, dan Partai Komunis Indonesia.

Demokrasi Terpimpin
Konstituante yang diserahi tugas membentuk undang-undang dasar baru tidak kunjung
melaksanakan fungsi konstitutionalnya ditambah situasi politik, ekonomi serta aksi pemberontakan
mengancam disintegrasi bangsa sehingga keaadan ini membuat Presiden Soekarno menggunakan
kekuasaannya untuk mengeluarkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Dekrit ini berisi tiga poin penting:
1. Memberlakukan kembali Undang-Undang Dasar 1945
2. Membubarkan Konstituante
3. Pembentukan MPRS dan DPAS
Sejak dekrit presiden dikeluarkan, Indonesia memasuki masa pemerintahan dengan sistem
demokrasi terpimpin yaitu suatu sistem demokrasi yang langsung dipimpin oleh presiden. Berikut
adalah beberapa hal yang terjadi pada masa demokrasi terpimpin.
Manipol Usdek
Dalam memperingati HUT RI ke-14 pada 17 Agustus 1959, presiden Soekarno menyampaikan
pidato yang berjudul “Penemuan Kembali Revolusi Kita”. Pidato ini kemudian dikenal sebagai
Manifesto Politik Republik Indonesia (Manipol) yang berintikan Undang-Undang Dasar 1945,
Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin, dan Kepribadian Indonesia
(USDEK). Manipol Usdek kemudian ditetapkan sebagai GBHN dalam Perpres No 1 tahun 1960 yang
diperkuat oleh Tap MPR No 1/MPRS/1960.
Pembubaran DPR Hasil Pemilu 1955
Melalui Perpres No 3 Tahun 1960, Presiden membubarkan DPR hasil pemilu karena perselisihan
tentang penetapan APBN untuk periode 1961. Kemudian Presiden Soekarno membentuk DPR Gotong
Royong yang keanggotannyadipilih, diangkat dan diberhentikan oleh Presiden.

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Pembubaran Partai Masyumi dan Partai Sosialis Indonesia
Presiden Soekarno membubarkan Partai Masyumi dan Partai Sosialis Indonesia. Hal ini
membatasi ruang gerak politik rakyat juga memperbesar kesempatan PKI memperluas pengaruhnya.
Pembentukan MPRS
MPRS yang dibentuk oleh presiden Soekarno dalam sidang pertamanya pada 10 November-7
Desember 1960 menghasilkan 3 keputusan:
1. TAP MPRS No. I/MPRS/1960 tentang Manifesto Politik Indonesia sebagai GBHN.
2. TAP MPRS No.II/MPRS/1960 tentang Garis-Garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta
Berencana Tahap Pertama 1961-1969.
3. Mengangkat Presiden Soekarno sebagai Pemimpin Besar Revolusi dan Mandataris MPRS.
Perjuangan Pembebasan Irian Barat.
Dalam rangka pembebasan Irian Barat, Presiden Soekarno mengeluarkan komando yang dikenal
sebagai Tri Komando Rakyat (TRIKORA) pada 19 Desember 1961, yang berisi 3 poin sebagai berikut.
1. Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda.
2. Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia
3. Bersiaplah untuk mobilisasi umum mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan
bangsa.
Langkah pertama Trikora dalah membentuk komando operasi militer yang diberi nama
Komando Mandala Pembebasan Irian Barat. Beberapa operasi militer dilakukan seperti Operasi
Banteng di Fak Fak, Operasi Naga di Merauke, Operasi Jatayu di Sorong, Kaimana dan Merauke, dan
Operasi Jayawijaya. Dalam pembebasan Irian Barat, Komandor Yos Sodarso gugur dalam peristiwa
laut Aru pada 15 Januari 1962.
Pada 15 Agustus 1962, Indoensia dan Belanda menandatangai persetujuan New York yang
menyatakan bahwa selambat-lambatnya Belanda akan menyerahkan Irian Barat pada pemerintahan
sementara PBB, UNTEA pada 1 Oktober 1962 dan selambat-lambatnya 1 Mei 1963, pemerintahan RI
akan menerima Irian Barat dari UNTEA(pemerintahan sementara PBB). Persetujuan ini dapat
terlaksana berawal dari usul Ellsworth Bunker.
Pada 14 Februari 1963, diselenggarakan Penentuan Pendapat Rakyat yang hasilnya rakyat Irian
Barat ingin bergabung dengan Indonesia. Pada 1 Mei 1963, Irian Barat secara resmi menjadi bagian
dari Indonesia.
Jatuhnya Orde Lama
Pada masa Demokrasi Terpimpin, PKI memiliki pengaruh politik yang besar. Pelaksanaan ide
Nasionalis, Agama dan Komunisme (Nasakom) yang memudahkan PKI memperluas pengaruhnya ke

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
masyarakat. Pada akhir 1963, sebuah gerakan yang disebut “aksi sepihak” dilancarkan PKI dan
pendukungnya dengan mengambil alih tanah perkebunan milik pemerintah. Contoh aksi sepihak
yang dilakukan PKI adalah Peristiwa Jengkol (15 November 1961), Peristiwa Indramayu (15 Oktober
1964), Peristiwa Boyolali (November 1964), Peristiwa Kaniogoro (13 Januari 1965), dan Peristiwa
Bandar Betsi ( 14 Mei 1965).
Pengaruh PKI pun terasa di kalangan seniman dan intelektual dengan berdirinya Lekra. Hal ini
menimbulkan reaksi dari kelompok anti PKI yang mengeluarkan pernyataan Manifesto Kebudayaan
(Manikebu). Namun kemudian Manikebu dilarang oleh pemerintah pada Mei 1964. Pada September
1964, pemerintah juga membubarkan Partai Murba yang garis politiknya berseberangan dengan PKI.
Pada 14 Januari 1965, Ketua CC PKI, Dipa Nusantara Aidit menuntut pemerintah
mempersenjatai kaum buruh dan tani yang dikenal dengan angkatan kelima.
Ditengah situasi politik yang memanas, PKI menyatakan bahwa dalam tubuh TNI AD ada sebuah
Dewan Jenderal yang bertugas menilai kebijaksanaan Presiden. Akhirnya, sekelompok pasukan
dibawah pimpinan Letnan Kolonel Untung melakukan aksi bersenjata. Mereka menculik dan
membunuh perwira tinggi Angkatan Darat, yaitu Letan Jenderal Ahmad Yani, Mayor Jenderal R
Suprapto, Mayor Jenderal harjono Mas Tirtodarmo, Mayor Jenderal Suwondo Parman, Brigadir
Jenderal Donald Izacus Panjaitan, dan Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo. Disamping itu gugur
pula Letnan Satu Piere Andreas Tendean dan Brigadir Polisis Sasuit Tubun dan Ade Irma Suryani
Nasution. Sementara itu di Yogyakarta gugur pula dua perwira TNI-AD yaitu Kolonel Katamso dan
Letnan Kolonel Sugiyono. Mereka yang gugur pada peristiwa ini diangkat sebagai Pahlawan Revolusi.
Pada 2 Oktober 1965, markas pemberontak dikuasai dan gerakan itu ditumpas. Tokoh G 30 S
ditangkap dan diajukan ke pengadilan. Peristiwa G 30 S menjadi suatu momentum peralihan kekuasaan
orde lama ke orde baru. Setelah persitiwa G30S, masyarakat menuntut agar pelaku G 30 S diadili namun
sikap pemerintahan kurang tegas. Hal tersebut menimbulkan ketidakpuasan sehingga menimbulkan
demonstrasi yang dilakukan olej Kesatuan Aksi Mahasiswa (KAMI), Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar
Indonesia (KAPPI), Kesatuan AKsi Sarjana Indonesia (KASI), Kesatuan Aksi Wanita Indonesia (KAWI),
Kesatuan Aksi Guru Indonesia (KAGI). Kesatuan Aksi Buruh Indonesia (KAPI), Kesatuan Aksi Pelajar
Indonesia (KAPI), Kesatuan Aksi Pengemudi Becak Indonesia (KAPBI).
Pada 10 Januari 1966, dipelopori KAMI dan KAPPI, kesatuan aksi yang tergabung dalam Front
Pancasila turun ke jalan melakukan demonstrasi dan mengajukan Tiga Tuntutan Rakyat (Tritura),
yaitu:
1. Pembubaran PKI,
2. Pembersihan kabinet dari unsur-unsur gerakan Gerakan 30 September,

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
3. Penurunan harga/ perbaikan ekonomi.
Menghadapi situasi ini, Presiden Soekarno pada 15 Januari 1966 mengadakan sidang kabinet
Dwikora dan menyatakan kesediaannya memberikan penyelesaian politik. Hal ini dilakukan presiden
Soekarno dengan mengubah Kabinet Dwikora menjadi Kabinet Dwikora yang disempurnakan atau
kabinet 100 menteri. Namun hal ini tidak memberikan kepuasan pada masyarakat karena menteri
menteri tersebut banyak yang memihak PKI.
Pada 11 Maret 1966, Presiden Soekarno kemudian memberikan mandat pada Letjen Soeharto
untuk memulihkan kondisi yang dikenal dengan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar).
Berdasarkan Supersemar, Letjen Soeharto segera mengambil tindakan yang penting dalam
rangka memulihkan situasi, yaitu membubarkan PKI dan mengamankan menteri kabinet dwikora
yang dianggap terlibat gerakan 30 September 1965.
Pada 20 Juni-5 Juli 1966, MPRS menyelenggarakan sidang umum sebagai langkah dalam
mengoreksi terhadap penyelewengan yang dilakukan pada masa pemerintahan orde lama.
Kemudian kabinet dwikora dibubarkan dan dibentuklah kabinet Ampera.
Perkembangan politik selanjutnya adalah penyerahan kekuasaan dari Presiden Soekarno pada
Letjen Soeharto pada 22 Februari 1967. Dengan demikian, berakhirlah orde lama.
Orde Baru (11 Maret 1966 – 21 Mei 1998)
Terjadi di masa pemerintahan Presiden Soeharto, menggantikan Orde Lama yang merujuk
era pemerintahan Soekarno. Orde ini diawali dengan lahirnya Surat Perintah 11 Maret 1966.
Pemerintah menyatakan akan menjalankan UUD 1945 dan Pancasila secara murni dan konsekuen
namun pelaksanaannya banyak menyimpang, terbukti dengan banyaknya korupsi, kolusi, dan
nepotisme yang merajalela. Pada masa ini, penumpasan PKI dan ormas-ormasnya dilakukan secara
aktif.
Pada 1973 dilaksanakan pemilihan umum pertama pada masa Orde Baru dan pemerintah
melakukan penyederhanaan dan penggabungan (fusi) partai politik menjadi 3 kekuatan, yaitu: Partai
Persatuan Pembangunan (gabungan NU, Parmusi, PSII, PERTI), Partai Demokrasi Indonesia (PDI)
(gabungan dari PNI, Partai Katolik, Partai Murba, IPKI, dan Parkindo), dan Golongan Karya. Selain itu,
ABRI diberikan fungsi ganda yaitu Hankam (fungsi menjaga stabilitas keamanan negara) dan Sosial
(Mendapat jatah kursi di MPR dan DPR).
Pada 12 April 1976 Presiden Soeharto mengemukakan gagasan mengenai pedoman untuk
menghayati dan mengamalkan Pancasila yang dikenal dengan Ekaprasetya Pancakarsa. Dalam sektor
ekonomi, pemerintah melaksanakan rangkaian REPELITA (Rencana Pembangunan Lima Tahun) dan
Swasembada beras. Pada pertengahan 1997, Indonesia diserang krisis keuangan dan ekonomi Asia.

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Harga minyak, gas, dan komoditas ekspor jatuh, Rupiah jatuh, inflasi meningkat dan perpindahan
modal dipercepat. Di tengah gejolak kemarahan massa, Soeharto mundur dari jabatan Presiden pada
21 Mei 1998 setelah 32 tahun menjabat.

Orde Reformasi (Mei 1998 – sekarang)


Orde Reformasi dimulai sejak Presiden Soeharto digantikan oleh Presiden B.J. Habibie. Pada
masa ini, terjadi pemisahan Timor-Timur melalui referendum yang disponsori PBB. Tahun 1999,
Presiden B.J. Habibie mundur dari jabatan presiden setelah pidato pertanggungjawabannya ditolak
oleh DPR, ia digantikan oleh Abdurahman Wahid. Pemilu yang diselenggarakan pada Orde Reformasi
adalah Pemilu tahun 1999, Pemilu Tahun 2004, Pemilu Tahun 2009, dan Pemilu Tahun 2014.

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Paket Hapalan Sejarah (3)
Sejarah International
Zaman Pra Sejarah
Zaman Tahun Kondisi Keterangan Lain
Arkaekum ± 2500 juta tahun 1. Bumi masih panas
2. Belum ada
kehidupan
Paleozoikum ± 340 juta tahun 3. Mulai muncul Terdiri dari :
mikroorganisme 1. Zaman Kambium
2. Zaman Siur
3. Zaman Devon
Adanya tumbuhan
darat
4. Zaman Karbon
Pembentukan
pegunungan
Mesozoikum ± 140 juta tahun 4. Muncul Reptil
Raksasa
Neozoikum Dijelaskan lebih lanjut dalam paragraf selanjutnya.

Neozoikum
1. Zaman Tersier / Zaman ketiga
a. Eosen – berlangsung selama 70 juta tahun
b. Oligosen – berlangsung selama 42 juta tahun
c. Miosen – berlangsung selama 30 juta tahun
d. Pleiosen – berlangsung selama 16 juta tahun

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
2. Zaman Kuartier / Zaman keempat
a. Pleistocen – berlangsung selama 600.000 tahun
Munculnya Manusia Purba
b. Holocen / Oilluvium – berlangsung selama 200.000 tahun
Munculnya Homo Sapiens

Jenis Manusia Purba Tahun Zaman


Meganthropus Paleojavanicus 2,5 juta – 1,25 juta tahun Pleistocen Bawah
Pithecantropus Mojokertensis 2,5 juta – 1,25 juta tahun
Pithecantropus erectus 1 juta – 0,5 juta tahun Pleistocen Tengah
Homo Neanderthalensis 250 ribu tahun Pleistocen Atas
Homo Sapiens 250 ribu tahun Holocen

Zaman Batu
Zaman Ciri-ciri Peninggalan Keterangan Lain
Paleolithikum Nomaden Kapak genggam / Pacitan =
Food gathering chopper Pithecantropus
Alat serpih / flakes Ngandong = Homo
wajakensis, Homo
soloensis

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Mesolithikum ± 340 juta tahun Kapak genggam / Pebble culture
pebble Bone culture
Kjokkenmoddinger Flakes culture
Kapanpendek /
hachacourle Kjokkenmoddinger
Pipisan adalah
Abris sous roche sampah dapur dari
zaman
mesolitikum berupa
tumpukan kerang di
belakang tempat
tinggal,
menandakan kebiasaan
menetap sudah ada
dan
kebiasaan nomaden
ditinggalkan.

Abris Sous Roche


adalah
salah satu hasil
penemuan
dari kebudayaan
Mesolitikum, yaitu gua
yang
dipakai sebagai tempat
tinggal manusia
Neolithikum Munculnya Kapak persegi
kepercayaan Kapak batu
Animisme, Kapak Lonjong
Dinamisme Tembikar

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Megalithikum Kepercayaan : Sarkofagus
Animisme, Menhir
Dinamisme Dolmen
Munculnya Kuburbatu
bangunan dari batu Waruga
besar Arca
Punden berundak

Peradaban Kuno Dunia


Peradaban Kuno Asia – Afrika
Peradaban Lembah Sungai Shindu dan Gangga Peradaban Lembah Sungai Kuning (Hwang-Ho)

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
ungai Shindu ∙ Urutan Dinasti : Shang-Chou-Chin-HanSui-Tang-
∙ Pusat peradaban: Kota Mohenjo-Daro Song-Yuan-Ming-Qing.
(Selatan) dan Kota Harappa (Utara)
∙ Pemerintahan: ∙ Dinasti Shang: dinasti pertama, memuja
Candragupta Maurya, raja pertama Kerajaan dewa Shang Ti. Berakhir pada 1766 SM dan
Maurya diganti oleh Dinasti Yin.
Ashoka, mengantar pada masa gemilang. ∙ Dinasti Chou: Kekuasaan pusat dipegang
Memutuskan untuk tidak berperang setelah kaisar. Pada zaman ini muncul tokoh filsafat
menyaksikan korban bencana perang yang Lao Tse (Taosime) dan Kong Fu Tse.
mahadahsyat. ∙ Dinasti Chin: didirikan raja Chen, pertama
∙ Peninggalan terkenal: Arca pendeta kali Cina sebagai negara kesatuan,
berjanggut, Teracotta, Sistem Kasta menghapus feodalisme. Pada dinasti ini
(Brahmana–Ksatria–Waisya–Sudra–Paria). pembangunan Tembok Besar Cina dimulai
dan selesai pada masa Dinasti Ming.
Sungai Gangga ∙ Ajaran Filsafat: Taoisme (Lao Tse)
∙ Bangsa yang mendiami adalah mulanya mengajarkan orang menerima nasib; Kong
bangsa Dravida, kemudian bangsa Arya Fu Tse ajaran terbesar dan dipandang
datang sebagai pegangan hidup; Meng Tse ajaran
∙ Terletak antara Himalaya dan WindyaKedna rakyatlah yang paling penting dalam suatu
negara.
∙ Tempar lahir 2 peradaban besar yaitu ∙ Dewa yang disembah
Hindu (kaum Arya), dan Buddha (Siddharta Kwan-Yin : dewi kasih sayang
Gautama). Kwan-Ti : dewa perang
∙ Pemerintahan: Hien Yuen : dewa pengobatan
Kerajaan Gupta, didirikan oleh Candragupta Feng-Pa : dewa angin
I. Mencapai masa gemilang oleh Raja Lei-Shih : dewa angin, digambarkan dengan
Samudra Gupta yang digantikan oleh naga besar
Candragupta II. Paling terkenal: pujangga
Kalidasa dengan karangan berjudul
Syakuntala.
∙ Dewa yang disembah:
Agni : dewa api
Bayu : dewa angin

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Surya : dewa matahari
Varuna : dewa laut

Peradaban Lembah Sungai Eufrat dan Tigris Peradaban Lembah Sungai Nil (Mesir Kuno)
(Mesopotamia)

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
∙ Didiami oleh bangsa Sumeria dan tinggal di Pusat kebudayaan tertua di benua Afrika
kota Uruk (Ur) (4000 SM)
∙ Mengenal abjad berupa huruf paku ∙ Peninggalan: Piramida (yang terbesar
(piktograf), ditemukan dalam UndangUndang Piramida Giza), Sphinx, mumi, dan
Hammurabi Obelisk (tugu batu pemujaan dewa
(Codex Matahari). Mengenal abjad yang disebut
Hammurabi). Hieroglif.
∙ Dewa yang disembah:
∙ Pemerintahan: Osiris : dewa tertinggi
Kerajaan Sumeria, kekuasaan tertinggi Thot : dewa pengetahuan
dipegang oleh Patesi, runtuh pada 2500 SM Anubis : dewa kematian (berkepala
oleh raja Akkadia bernama Sargon. anjing)
Kerajaan Akkadia, meniru cara hidup bangsa Apis : dewa berwujud sapi
Sumeria dan memuja banyak dewa. Ra : dewa matahari
Kerajaan Babylonia Lama, raja terkenal
adalah raja Hammurabi, runtuh oleh bangsa
Hittite.
Kerajaan Assyria, berada di hulu sungai
Eufrat dan Tigris, ibukotanya Niniveh.
Kerajaan Babylonia Baru, kerajaan dibangun
dengan merebut Niniveh dari Assyria
dipimpin oleh raja Nabopalassar. Runtuh
oleh serangan bangsa Media pada 539 M.
Kerajaan Persia, didirikan Raja Cyrus, wilayah
kekuasaan mencakup Babylonia Baru
dan Asia Kecil. Mencapai masa gemilang
dibawah Raja Darius. Sebagian besar istana
dihancurkan pada saat diserang Iskandar
Zulkarnaen.
∙ Dewa yang disembah
Anu : dewa langit
Enlil : dewa bumi
Ea : dewa air

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
∙ Peninggalan: Codex Hammurabi, Ziggurat,
Hanging Gardens of Babylon.

Peradaban Kuno Eropa dan Amerika

Peradaban Yunani Peradaban Romawi


Salah satu pusat peradaban tertua di Eropa ∙ Didirikan Remus dan Romulus
∙ Peninggalan: Acropolis, Kuil Dewa Zeus, Kuil ∙ Mengalami masa Kerajaan (750-510 SM)
Pathenon, karya filsafat dibawah kekuasaan raja dan masa Republik
∙ Ada 2 negara polis yang terkemuka yaitu dengan sistem pemerintahan aristokrat.
Polis Sparta (kemiliteran) dan Athena ∙ Pada zaman republik timbul golongan
(demokratis) proletar karena lapangan kerja terbatas.
∙ Yunani runtuh setelah diserang oleh ∙ Tokoh terkenal: Pompeius-Crassus-Julius
pasukan Macedonia dibawah raja Philipus Caesar (Triumvirat), Antonius-Cleopatra, dan
338 SM Octavianus.
∙ Kerajaan Macedonia diteruskan oleh ∙ Imperium Romanum mencapai masa
Iskandar Zulkarnaen (The Great Alexander), gemilang dibawah kepemimpinan
menaklukan Thebe, Babylonia, Susa, Persia, Octavianus.
sampai Indus, membawa kebudayaan ∙ Romawi Timur (Konstantiopel) runtuh oleh
Hellenisme. serangan Turki Ottoman.
∙ Filsuf Yunani: ∙ Peninggalan: Collosseum, Pantheon,
Socrates: ilmu kebijakan (etika) Viaduct, Codex Justinianus.
Plato: Ilmu ketatanegaraan
Aristoteles: biologi dan filsafat
Hipokrates: etika kedokteran
Herodotus: bapak sejarah

PERBANDINGAN DEWA-DEWI YUNANI DAN ROMAWI


DEWA/DEWI YUNANI ROMAWI
Dewa tertinggi Zeus Jupiter Zeus Jupiter

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Dewi tertinggi Hera Juno

Dewa perang Ares Mars

Dewi kecantikan Aphrodite Venus

Dewa perdagangan Hermes Mercurius

Dewa perburuan Artemis Dioma


Dewa kebijaksanaan/pengetahuan Athena Minerva
Dewa matahari Apollo Apollo

Peradaban Kuno Amerika


∙ Suku asli yang mendiami:
Amerika utara: Indian (Apache, Navajo)
Amerika tengah: Aztec, Maya, Teotihuaca
Amerika selatan: Inca
∙ Suku Inca terdapat di pegunungan Andes, Peru. Mereka tinggal di kota Machu Picchu.
∙ Suku Inca, Maya, dan Aztek percaya pada dewa Matahari (dewa tertinggi)
∙ Peninggalan: Machu Picchu, Piramida Castillo, dan Piramida Matahari.
Revolusi-Revolusi di Dunia
Revolusi Prancis Revolusi Amerika Revolusi Rusia
(1789-1799) (1774-1783) (1917)

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
∙ Latar Belakang: ∙ Latar Belakang: ∙ Februari 1917, Tsar
Adanya kekuasaan Pertentangan Inggris Nicholas II ditawan dan
absolut, utang negara dengan koloninya di dipaksa turun tahta,
banyak, kebencian rakyat benua Amerika terkait diganti dengan
pada penjara Bastille, pajak yang dibebankan kepemimpinan sosialis
penghamburan uang oleh kepada negara koloni, ∙ 25 Oktober 1917,
Marie Antoinette. memicu terjadinya Perang pemerintahan sosialis
∙ Klimaks situasi politik: Kemerdekaan Amerika pimpinan Kerensky
Revolusi berupa (1775-1783). digulingkan oleh komunis
penyerangan Penjara ∙ Tulisan Thomas Paine pimpina Lenin.
Bastille 14 Juli 1789 oleh berjudul Common Sense, ∙ 1922 terbentuk USSR
rakyat (selanjutnya menyulut semangat (Union of Soviet Socialist
diperingati sebagai hari ∙ Declaration of Republic)
kemerdekaan Prancis) Independence pada 4 Juli ∙ Lenin meninggal,
∙ Semboyan: Liberte, 1776. Mencatat 13 negara digantikan Stalin hingga
Egalite, Fraternite. bagian, kini menjadi 50 1953.
∙ Pemerintah Prancis negara bagian. ∙ Mikhail Gorbachev
mencapai kestabilan ∙ Terjadi Civil War (perang melahirkan paham
bersama Napoleon penghapusan perbudakan) glasnost (openness) dan
Bonaparte. pada 1861-1865. perestroika
(restructuring) (1987),
Rusia membuka diri dari
pengaruh Barat.
Organisasi Internasional
∙ Indonesia menjalankan peran global dengan berdasar politik luar negeri bebas aktif. Bebas = tidak masuk
blok tertentu, aktif = berperan aktif dalam usaha perdamaian dunia.

ASEAN (Association of South East Asia Nation)


Berdiri 8 Agustus 1967 melalui Deklarasi Bangkok
Pendiri:
∙ Adam Malik (Indonesia)
∙ Tun Abdul Razak (Malaysia)
∙ S. Rajaratnam (Singapura)

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
∙ Narciso Ramos (Filipina)
∙ Thanat Koman (Thailand)
Urutan keanggotaan ASEAN : Indonesia-Malaysia-Singapura-Filipina-Thailand-Brunei Darussalam-
Vietnam-Laos-Myanmar-Kamboja.

PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)


Urutan pembentukan PBB
14 Agustus 1941: Lahir Atlantic Charter oleh Winston Churcil dan Franklin D. Roosevelt.
1 Januari 1942: Declaration of United Nations, dihadiri 26 negara yang menyetujui Atlantic Charter.
24 Oktober 1945: PBB diresmikan melalui penandatanganan United Nations Charter (piagam PBB)
oleh 55 negara. Istilah United Nations diusulkan oleh F.D. Roosevelt.

Memiliki 6 organ utama:


∙ Majelis Umum (General Assembly)
∙ Dewan Keamanan (Security Council): terdiri dari 15 anggota, 5 anggota tetap (USA, Inggris, Perancis,
Rusia, dan Cina) memiliki hak veto (hak membatalkan keputusan DK-PBB), dan 10 anggota tidak tetap
yang dipilih setiap 2 tahun.
∙ Dewan Ekonomi Sosial (Economic & Social Council)
∙ Sekretariat (Secretariat)
∙ Mahkamah Internasional (International Court of Justice)
∙ Dewan Perwalian (non-aktif sejak 1994)
Organisasi-organisasi PBB
Nama Organisasi Masalah yang Ditangani
ILO Perburuhan
FAO Pangan
WHO Kesehatan
UNESCO Pendidikan & Kebudayaan
UNICEF Anak-anak
IBRD Bank dunia
IMF Dana moneter Internasional
UNCTAD Perdagangan
UNDP Pembangunan bangsa
GATT Perjanjian tarif dagang

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Sekretaris Jenderal PBB:
Ban Ki Moon (2007-sekarang), Kofi Annan (1997-2006), Boutrous Ghali (1992-1996), Javier Perez de
Cuellar ( 1982-1991), Kurt Waldheim (1972-1981), U Thant (1961-1971), Dag Hammarskjold (19531961),
Trygve Lie (1946-1952), Sir Gladwyn Jebb(1945-1946).

Keanggotaan Indonesia dalam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)


28 September 1950 : Indonesia diterima menjadi anggota ke-60 PBB
7 Januari 1965 : Indonesia keluar dari PBB sebagai reaksi terpilihnya Malaysia sebagai anggota tidak
tetap DK-PBB
28 September 1966 : Indonesia kembali menjadi anggota PBB

Bantuan PBB untuk Indonesia:


∙ Penyelesaian sengketa Belanda-Indonesia melalui UNCI
∙ Penyelesaian Irian Barat
∙ Restorasi Borobudur, bantuan susu, dan bidang-bidang lain.
Peran Indonesia di PBB: mengirimkan pasukan Garuda untuk misi perdamaian dunia.
Konferensi Asia Afrika (KAA)
Diselenggarakan di Bandung 18-24 April 1955, melahirkan “Dasasila Bandung”
Mengundang 30 negara di Asia & Afrika, hadir 29 negara, Rhodesia & Nyasa tidak hadir Pemrakarsa
(sebelumnya telah menyelenggarakan Konferensi Pancanegara di Bogor 28 Desember 1954):
∙ Indonesia (Ali Sastroamidjojo)
∙ India (Jawaharlal Nehru)
∙ Pakistan (Ali Jinah)
∙ Burma (U Nu)
∙ Srilanka (Sir John Kotelawala)
Gerakan Non-Blok (GNB)
Latar belakang:
∙ Diselenggarakannya KAA 1955
∙ Ketegangan yang memuncak antara Blok Barat & Blok Timur
∙ Diselenggarakannya pertemuan persiapan KTT Gerakan Non-Blok I di Kairo
Penggagas GNB:
Soekarno (Indonesia), Josep Broz Tito (Yugoslavia), Gamal Abdul Nasser (Mesir), Jawaharlal Nehru

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
(India), dan Kwame Nkrumah (Ghana).
5 Prinsip GNB: tidak berpihak terhadap persaingan blok barat dan timur, antikolonialisme, menolak
aliansi militer, menolak aliansi bilateral negara adikuasa, dan menolak pendirian basis militer. KTT GNB
ke-10 diselenggarakan di Indonesia pada 1992

Tambahan Materi TWK Internasional


ASAS HUKUM INTERNASIONAL
ASAS ARTI
Egality Berkedudukan sama Courtesy Saling menghormati Reciprocity Pembalasan setimpal Pacta Sunt
Servanda Peraturan yang dibuat harus ditaati Rebus Sig Stantibus Digunakan untuk perubahan manusia
FOUR FREEDOM OF ROOSEVELT
1. Freedom of SPEECH (Bebas berbicara)
2. Freedom of WORSHIP (Bebas beribadah)
3. Freedom from FEAR (Bebas dari rasa takut)
4. Freedom from WANT (Bebas untuk menginginkan sesuatu/Tidak sengsara)
GERAKAN MIKHAIL GORBACHEV
1. GLASNOST : Openness (keterbukaan)
2. PERESTROIKA : Restructuring (pembangungan kembali)
3. DEMOCRATISATSIIA : Democratization (demokratisasi)

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Paket Hapalan Pancasila dan Lambang Negara
Jenis-jenis Ideologi yang ada pada umumnya
1. Liberalisme = memiliki konsep kebebasan individual, artinya kesetaraan bagi semua anggota
masyarakat. Hak individu tidak boleh dicampuri oleh Negara.
2. Sosialisme = menganggap bahwa manusia adalah makhluk kreatif, sehingga untuk mencapai
kebahagiaan harus melalui kerjasama. Hak milik untuk pribadi dibatasi. Agama harus
mendorong keberamaan. Peran Negara untuk pemerataan keadilan.
3. Fundamentalisme = menetapkan agama sebagai hukum politik dalam dunia modern.
4. Marxisme ( Komunisme) = mengutamakan kebersamaan individu. Hak pribadi tidak diakui. Prinsip
utama adalah meterialisme yang menyangkal adanya jiwa rohani dan Tuhan. Biasanya cirinya adanya
satu partai, tidak ada golongan dalam masyarakat. Bersifat otoriter dan monopoli.
5. Nasionalisme = Tidak membedakan ras, suku bangsa mementingkan persatuan diatas individu.

Jenis Norma
1. Norma Agama = Peraturan yang diciptakan Tuhan bersumber dari kitab suci.
2. Norma Kesusilaan = Peraturan yang dianggap sebagai suara hati manusia. Aturan hidup tentang
perilaku baik dan buruk berdasarkan kebenaran dan keadilan.
3. Norma Kesopanan = Peraturan yang dibuat oleh agama dan adat. Menghubungkan manusia terhadap
manusia di sekitarnya.
4. Norma Hukum = Peraturan yang dibuat oleh penguasa Negara / lembaga adat. Bersifat memaksa dan
mengikat.

Ciri – ciri ideologi


1. Ideologi Terbuka
a. Merupakan kekayaan rohani, moral dan budaya.
b. Tidak diciptakan Negara tapi ditemukan dalam masyarakat itu sendiri
c. Menghargai pluralitas sehingga dapat diterima oleh masyarakat luas
d. Bersifat tidak mutlak (fleksibel)

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
e. Isinya tidak langsung Operasional
Contoh: Indonesia
2. Ideologi Tertutup
a. Bukan merupakan cita-cita masyarakat
b. Memaksakan ideologi, ideologi diciptakan oleh penguasa
c. Bersifat totaliter (mencakup semua bidang)
d. HAM tidak dihormati
e. Isinya langsung operasional dan orgriter serta tuntutan konkret dan total
f. Pluralisme pandangan dan kebudayaan ditiadakan. Bidang informasi dikuasai dan pendidikan
dibatasi. Karena itu merupakan sarana efektif untuk menguasai perilaku masyarakat
Contoh : Korea Utara

Pancasila
Kata atau istilah Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta yaitu Panca yang berarti Lima dan Sila yang
berarti Dasar atau Asas. Secra etimologi, Pancasila berarti Dasar yang memiliki lima sendi.
Nilai dalam Pancasila
1. Nilai dasar, Pancasila adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan dan
nilai keadilan.
2. Nilai Instrumental, adalah nilai yang menjadi pedoman pelaksanaan dari nilai dasar. Contoh : nilai
yang terkandung dalam UUD 1945
3. Nilai Praksis, adalah penjabaran lebih lanjut dari nilai instrumental dalam kehidupan yang lebih nyata
atau pelaksanaan nyata dari nilai-nilai pancasila.
Nilai dalam Pancasila berdasarkan Prof.Dr. Notonegoro
1. Nilai Material, segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia
2. Nilai Vital, sesuatu yang berguna bagi manusia untuk mengadakan kegiatan dan aktivitas
3. Nilai Kerohanian, segala seuatu yang berguna bagi rohani manusia
a. Nilai kebenaran
b. Nilai keindahan
c. Nilai kebaikan
d. Nilai religious

Asal – Usul Pancasila


1. Causa materialis (asal mula bahan) :

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
berasal dari bangsa Indonesia sendiri, terdapat dalam adat kebiasaan, kebudayaan dan dalam agama-
agamanya.
2. Causa formalis (asal mula bentuk atau bangun) :
bagaimana Pancasila itu dibentuk rumusannya sebagaimana terdapat pada Pembukaan Undang-Undang
Dasar 1945. Dalam hal ini BPUPKI memiliki peran yang sangat menentukan.
3. Causa efisien (asal mula karya) :
asal mula yang meningkatkan Pancasila dari calon dasar negara menjadi Pancasila yang sah sebagai
dasar negara. Asal mula karya dalam hal ini adalah PPKI.
4. Causa finalis (asal mula tujuan) :
tujuan dari perumusan dan pembahasan Pancasila yakni hendak dijadikan sebagai dasar negara. Untuk
sampai kepada kausa finalis tersebut diperlukan kausa atau asal mula sambungan.

Kedudukan Pancasila
1. Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia
Pancasila sebagai dasar negara sering disebut juga falsafah negara. Pancasila sebagai dasar negara
Republik Indonesia berarti bahwa Pancasila digunakan sebagai dasar dalam mengatur pemerintahan
negara dan penyelenggaraan negara. Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara, merupakan sumber
tertib hukum tertinggi yang mengatur dan mengikat kehidupan Negara dan masyarakat.
2. Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia
Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia, berarti Pancasila adalah sikap mental dan tingkah laku
bangsa Indonesia yang mempunyai ciri khas, dan yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa
lain.
3. Pancasila sebagai pandangan hidup (way of life)
Pancasila sering disebut way of life, berarti pancasila menjadi petunjuk arah seluruh kegiatan kehidupan
dalam berbagai bidang kehidupan guna mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila
sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia berfungsi sebagai norma, pegangan hidup, pedoman hidup
dan petunjuk arah bagi semua kegiatan hidup dan penghidupan bangsa Indonesia dalam berbagal aspek
kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia. Dengan demikian berarti bahwa semua sikap dan perilaku
setiap manusia Indonesia haruslah dijiwai dan merupakan pancaran pengamalan sila-sila Pancasila.
4. Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia
Pancasila sebagai cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia berarti bahwa Pancasila dijadikan sebagai cita-
cita dan tujuan yang hendak dicapai bangsa Indonesia yaitu suatu masyarakat yang Pancasilais. Dasar
negara Pancasila yang dirumuskan dan terkandung dalam pembukaan UUD 1945, memuat cita-cita dan

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
tujuan nasional. Cita-cita bangsa (Pembukaan UUD 1945 alenia II) tujuan bangsa (Pembukaan UUD 1945
alenia IV). Tujuan bangsa dan negara Indonesia dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945, yaitu
sebagai berikut.
a. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
b. Memajukan kesejahteraan umum.
c. Mencerdaskan kehidupan bangsa.
d. Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial.
5. Pancasila sebagal perjanjian luhur bangsa Indonesia
Pancasila sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia, berarti bahwa Pancasila merupakan keputusan final
bagi bangsa Indonesia. Pancasila adalah kesepakatan dan perjanjian sertakonsensus bangsa Indonesia
sebagai dasar negara yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Istilah Pancasila sebagai perjanjian
luhur bangsa Indonesia muncul dalam pidato kenegaraan Presiden Soekarno di depan sidang Dewan
Perwakilan Rakyat Gotong-ROyong (DPR-GR) pada tanggal 16 Agustus 1967, yang merupakan
kesepakatan bulat para wakil-wakil bangsa Indonesia (PPKI) menjelang dan sesudah Proklamasi
Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945.
6. Pancasila Sebagai Ideologi Negara
Pancasila adalah ideologi Negara yaitu gagasan fundamental mengenai bagaimana hidup bernegara
milik seluruh bangsa Indonesia bukan ideologi milik Negara atau rezim tertentu.
7. Pancasila sebagai Sumber dari Segala Sumber Hukum
Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum indonesia, yang berwujud di dalam tertib
hukumnya. Sebagai sumber hukum disini maksudnya ialah Pancasila sebagai asal, tempat setiap
pembentuk hukum di Indonesia mengambil atau menimba unsur-unsur dasar yang diperlukan untuk
tugasnya itu, dan merupakan tempat untuk menemukan ketentuan-ketentuan yang akan menjadi sisi
dari peraturan hukum yang akan di buat, serta sebagai dasar-ukuran (maatstaf), untuk menguji apakah
isi suatu peraturan hukum yang berlaku sungguh-sungguh merupakan suatu hukum yang mengarah
kepada tujuan hukum negara Republik Indonesia.
8. Pancasila Sebagai Jiwa Bangsa Indonesia
Pancasila dalam pengertian ini adalah seperti yang dijelaskan dalam teori "Von Savigny" bahwa setiap
Volksgeist (jiwa rakyat/jiwa bangsa) Indonesia telah melaksanakan Pancasila. Dengan kata lain, lahirnya
Pancasila bersamaan dengan adanya bangsa Indonesia

Sejarah Lahirnya Pancasila

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Penjajahan Belanda berakhir pada tahun 1942, tepatnya tanggal 8 Maret. Sejak saat itu Indonesia
diduduki oleh bala tentara Jepang. Namun Jepang tidak terlalu lama menduduki Indonesia. Mulai tahun
1944, tentara Jepang mulai kalah dalam melawan tentara Sekutu. Untuk menarik simpati bangsa
Indonesia agar bersedia membantu Jepang dalam melawan tentara Sekutu, Jepang memberikan janji
kemerdekaan di kelak kemudian hari. Janji ini diucapkan oleh Perdana Menteri Kaiso pada tanggal 7
September 1944. Oleh karena terus menerus terdesak, maka pada tanggal 29 April 1945 Jepang
memberikan janji kemerdekaan yang kedua kepada bangsa Indonesia, yaitu janji kemerdekaan tanpa
syarat yang dituangkan dalam Maklumat Gunseikan (Pembesar Tertinggi Sipil dari Pemerintah Militer
Jepang di Jawa dan Madura) Dalam maklumat itu sekaligus dimuat dasar pembentukan Badan Penyelidik
Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tugas badan ini adalah menyelidiki dan
mengumpulkan usul-usul untuk selanjutnya dikemukakan kepada pemerintah Jepang untuk dapat
dipertimbangkan bagi kemerdekaan Indonesia.
Keanggotaan badan ini dilantik pada tanggal 28 Mei 1945, dan mengadakan sidang pertama pada
tanggal 29 Mei 1945 – 1 Juni 1945. Dalam sidang pertama ini yang dibicarakan khusus mengenai calon
dasar negara untuk Indonesia merdeka nanti. Pada sidang pertama itu, banyak anggota yang berbicara,
dua di antaranya adalah Muhammad Yamin dan Bung Karno, yang masing masing mengusulkancalon
dasar negara untuk Indonesia merdeka. Muhammad Yamin mengajukan usul mengenai dasar negara
secara lisan yang terdiri ataslima hal,
yaitu:
1. Peri Kebangsaan
2. Peri Kemanusiaan
3. Peri Ketuhanan
4. Peri Kerakyatan
5. Kesejahteraan Rakyat
Selain itu Muhammad Yamin juga mengajukan usul secara tertulis yang juga terdiri atas lima hal, yaitu:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Persatuan Indonesia
3. Rasa Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Usulan ini diajukan pada tanggal 29 Mei 1945, kemudian pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno
mengajukan usul mengenai calon dasar negara yang terdiri atas lima hal, yaitu:
1. Nasionalisme (Kebangsaan Indonesia)

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
2. Internasionalisme (Perikemanusiaan)
3. Mufakat atau Demokrasi
4. Kesejahteraan Sosial
5. Ketuhanan yang Berkebudayaan
Kelima hal ini oleh Bung Karno diberi nama Pancasila. Lebih lanjut Bung Karno mengemukakan bahwa
kelima sila tersebut dapat diperas menjadi Trisila, yaitu:
1. Sosio nasionalisme
2. Sosio demokrasi
3. Ketuhanan
Berikutnya tiga hal ini menurutnya juga dapat diperas menjadi Ekasila yaitu Gotong Royong. Selesai
sidang pertama, pada tanggal 1 Juni 1945 para anggota BPUPKI sepakat untuk membentuk sebuah
panitia kecil yang tugasnya adalah menampung usul-usul yang masuk dan memeriksanya serta
melaporkan kepada sidang pleno BPUPKI. Tiap-tiap anggota diberi kesempatan mengajukan usul secara
tertulis paling lambat sampai dengan tanggal 20 Juni 1945. Adapun anggota panitia kecil ini terdiri atas
delapan orang, yaitu:
1. Ir. Soekarno
2. Ki Bagus Hadikusumo
3. K.H. Wachid Hasjim
4. Mr. Muh. Yamin
5. M. Sutardjo Kartohadikusumo
6. Mr. A.A. Maramis
7. R. Otto Iskandar Dinata
8. Drs. Muh. Hatta
Pada tanggal 22 Juni 1945 diadakan rapat gabungan antara Panitia Kecil, dengan para anggot BPUPKI
yang berdomisili di Jakarta. Hasil yang dicapai antara lain disetujuinya dibentuknya sebuah Panitia Kecil
Penyelidik Usul-Usul/Perumus Dasar Negara, yang terdiri atas sembilan orang, yaitu:
1. Ir. Soekarno
2. Drs. Muh. Hatta
3. Mr. A.A. Maramis
4. K.H. Wachid Hasyim
5. Abdul Kahar Muzakkir
6. Abikusno Tjokrosujoso
7. H. Agus Salim

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
8. Mr. Ahmad Subardjo
9. Mr. Muh. Yamin

Panitia Kecil yang beranggotakan sembilan orang ini pada tanggal itu juga melanjutkan siding dan
berhasil merumuskan calon Mukadimah Hukum Dasar, yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan
“Piagam Jakarta”.
Dalam sidang BPUPKI kedua, tanggal 10-16 juli 1945, hasil yang dicapai adalah merumuskan
rancangan Hukum Dasar. Sejarah berjalan terus. Pada tanggal 9 Agustus dibentuk Panitia Persiapan
Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepada
Sekutu, dan sejak saat itu Indonesia kosong dari kekuasaan. Keadaan tersebut dimanfaatkan dengan
sebaik-baiknya oleh para pemimpin bangsa Indonesia, yaitu dengan memproklamasikan kemerdekaan
Indonesia, pada tanggal 17 Agustus 1945. Sehari setelah proklamasi kemerdekaan PPKI mengadakan
sidang, dengan acara utama (1) mengesahkan rancangan Hukum Dasar dengan preambulnya
(Pembukaannya) dan (2) memilih Presiden dan Wakil Presiden.
Untuk pengesahan Preambul, terjadi proses yang cukup panjang. Sebelum
mengesahkanPreambul, Bung Hatta terlebih dahulu mengemukakan bahwa pada tanggal 17 Agustus
1945 sore hari, sesaat setelah Proklamasi Kemerdekaan, ada utusan dari Indonesia bagian Timur yang
menemuinya. Rakyat Indonesia bagian Timur mengusulkan agar pada alinea keempat preambul, di
belakang kata “ketuhanan” yang berbunyi “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk
pemeluknya” dihapus.
Jika tidak maka rakyat Indonesia bagian Timur lebih baik memisahkan diri dari negara RI yang
baru saja diproklamasikan. Usul ini oleh Muh. Hatta disampaikan kepada siding pleno PPKI, khususnya
kepada para anggota tokoh-tokoh Islam, antara lain kepada Ki Bagus Hadikusumo, KH. Wakhid Hasyim
dan Teuku Muh. Hasan. Muh. Hatta berusaha meyakinkan tokoh tokoh Islam, demipersatuan dan
kesatuan bangsa.
Oleh karena pendekatan yang terus-menerus dan demi persatuan dan kesatuan, mengingat
Indonesia baru saja merdeka, akhirnya tokoh-tokoh Islam itu merelakan dicoretnya “dengan kewajiban
menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” di belakang kata Ketuhanan dan diganti dengan
“Yang Maha Esa”.
Adapun bunyi Pembukaan UUD1945 selengkapnya sebagai berikut:

UNDANG-UNDANG DASAR

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945
PEMBUKAAN
(Preambule)
Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka
penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan
perikeadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang
berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang
kemerdekaan Negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan de-ngan didorongkan oleh keinginan luhur,
supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini
kemerdekaannya.
Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidup-an bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadil-an sosial, maka disusunlah
Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang
terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan
berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan
Indonesia dan Ke-rakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan/Perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.

Pancasila dan Lambang Negara


Pancasila terdapat di Lambang Negara kita, yaitu Burung Garuda.
Lambang Negara
Lambang negara Indonesia adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Lambang negara Indonesia berbentuk burung Garuda yang kepalanya menoleh ke sebelah kanan
(dari sudut pandang Garuda), perisai berbentuk menyerupai jantung yang digantung dengan rantai
pada leher Garuda, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap
satu” ditulis di atas pita yang dicengkeram oleh Garuda. Lambang i ni dirancang oleh Sultan Hamid II
dari Pontianak, kemudian disempurnakan oleh Presiden Soekarno, dan diresmikan pemakaiannya
sebagai lambang negara pertama kali pada Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat tanggal 11

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Februari 1950.
Lambang negara Garuda Pancasila diatur penggunaannya dalam Peraturan Pemerintah No. 43/1958
Sejarah Garuda Pancasila
Setelah Perang Kemerdekaan Indonesia 1945-1949, disusul pengakuan kedaulatan Indonesia oleh
Belanda melalui Konferensi Meja Bundar pada tahun 1949, dirasakan perlunya Indonesia (saat itu
Republik Indonesia Serikat) memiliki lambang negara. Tanggal 10 Januari 1950 dibentuk Panitia
Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara di bawah koordinator Menteri Negara Zonder Porto
Folio Sultan Hamid II dengan susunan panitia teknis Muhammad Yamin sebagai ketua, Ki Hajar
Dewantoro, M A Pellaupessy, Moh Natsir, dan RM Ng Poerbatjaraka sebagai anggota. Panitia ini
bertugas menyeleksi usulan rancangan lambang negara untuk dipilih dan diajukan kepada
pemerintah
Merujuk keterangan Bung Hatta dalam buku “Bung Hatta Menjawab” untuk melaksanakan
Keputusan Sidang Kabinet tersebut Menteri Priyono melaksanakan sayembara. Terpilih dua
rancangan lambang negara terbaik, yaitu karya Sultan Hamid II dan karya M Yamin. Pada proses
selanjutnya yang diterima pemerintah dan DPR adalah rancangan Sultan Hamid II. Karya M. Yamin
ditolak karena menyertakan sinar-sinar matahari yang menampakkan pengaruh Jepang.
Setelah rancangan terpilih, dialog intensif antara perancang (Sultan Hamid II), Presiden RIS Soekarno
dan Perdana Menteri Mohammad Hatta, terus dilakukan untuk keperluan penyempurnaan
rancangan itu. Mereka bertiga sepakat mengganti pita yang dicengkeram Garuda, yang semula
adalah pita merah putih menjadi pita putih dengan menambahkan semboyan "Bhineka Tunggal
Ika".Tanggal 8 Februari 1950, rancangan lambang negara yang dibuat Menteri Negara RIS, Sultan
Hamid II diajukan kepada Presiden Soekarno. Rancangan lambang negara tersebut mendapat
masukan dari Partai Masyumi untuk dipertimbangkan kembali, karena adanya keberatan terhadap
gambar burung Garuda dengan tangan dan bahu manusia yang memegang perisai dan dianggap
terlalu bersifat mitologis.
Sultan Hamid II kembali mengajukan rancangan gambar lambang negara yang telah
disempurnakan berdasarkan aspirasi yang berkembang, sehingga tercipta bentuk Rajawali-Garuda
Pancasila. Disingkat Garuda Pancasila. Presiden Soekarno kemudian menyerahkan rancangan
tersebut kepada Kabinet RIS melalui Moh Hatta sebagai perdana menteri. AG Pringgodigdo dalam
bukunya “Sekitar Pancasila” menyebutkan, rancangan lambang negara karya Sultan Hamid II akhirnya
diresmikan pemakaiannya dalam Sidang Kabinet RIS pada tanggal 11 Februari 1950.
Ketika itu gambar bentuk kepala Rajawali Garuda Pancasila masih "gundul" dan tidak berjambul seperti
bentuk sekarang ini. Presiden Soekarno kemudian memperkenalkan untuk pertama kalinya lambang

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
negara itu kepada khalayak umum di Hotel Des Indes Jakarta pada 15 Februari 1950.
Soekarno terus memperbaiki bentuk Garuda Pancasila. Pada tanggal 20 Maret 1950 Soekarno
memerintahkan pelukis istana, Dullah, melukis kembali rancangan tersebut; setelah sebelumnya
diperbaiki antara lain penambahan "jambul" pada kepala Garuda Pancasila, serta mengubah posisi
cakar kaki yang mencengkram pita dari semula di belakang pita menjadi di depan pita, atas masukan
Presiden Soekarno. Dipercaya bahwa alasan Soekarno menambahkan jambul karena kepala Garuda
gundul dianggap terlalu mirip dengan Bald Eagle, Lambang Amerika Serikat. Untuk terakhir kalinya,
Sultan Hamid II menyelesaikan penyempurnaan bentuk final gambar lambang negara, yaitu dengan
menambah skala ukuran dan tata warna gambar lambang negara. Rancangan Garuda Pancasila
terakhir ini dibuatkan patung besar dari bahan perunggu berlapis emas yang disimpan dalam Ruang
Kemerdekaan Monumen Nasional sebagai acuan, ditetapkan sebagai lambang negara Republik
Indonesia, dan desainnya tidak berubah hingga kini.

Deskripsi dan arti filosofi


Garuda
∙ Garuda Pancasila sendiri adalah burung Garuda yang sudah dikenal melalui mitologi kuno dalam
sejarah bangsa Indonesia, yaitu kendaraan Wishnu yang menyerupai burung elang rajawali.
Garuda digunakan sebagai Lambang Negara untuk menggambarkan bahwa Indonesia adalah
bangsa yang besar dan negara yang kuat.
∙ Warna keemasan pada burung Garuda melambangkan keagungan dan kejayaan.
∙ Garuda memiliki paruh, sayap, ekor, dan cakar yang melambangkan kekuatan dan tenaga
pembangunan.
∙ Jumlah bulu Garuda Pancasila melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia pada
tanggal 17 Agustus 1945, antara lain:
o 17 helai bulu pada masing-masing sayap
o 8 helai bulu pada ekor
o 19 helai bulu di bawah perisai atau pada pangkal ekor
o 45 helai bulu di leher

Perisai
1. Perisai adalah tameng yang telah lama dikenal dalam kebudayaan dan peradaban Indonesia
sebagai bagian senjata yang melambangkan perjuangan, pertahanan, dan perlindungan diri
untuk mencapai tujuan.

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
2. Di tengah-tengah perisai terdapat sebuah garis hitam tebal yang melukiskan garis
khatulistiwa yang menggambarkan lokasi Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu negara
tropis yang dilintasi garis khatulistiwa membentang dari timur ke barat.
3. Warna dasar pada ruang perisai adalah warna bendera kebangsaan Indonesia "merahputih".
Sedangkan pada bagian tengahnya berwarna dasar hitam.
4. Pada perisai terdapat lima buah ruang yang mewujudkan dasar negara Pancasila. Pengaturan
lambang pada ruang perisai adalah sebagai berikut:

1. Sila pertama dengan lambang bintang – ketuhanan yang maha esa. Bintang pada lambang sila pertama artinya
adalah menerangi dan memberi cahaya bagi bangsa dan negara. Terus memberi cahaya seperti tuhan yang
maknanya adalah jalan terang agar negara dapat menempuh jalan yang benar.

2. Sila kedua lambang rantai – kemanusiaan yang adil dan beradab. Rantai merupakan lambang dari sila kedua,
rantai ini memiliki makna yang sangat besar dan terdiri dari rantai bulat (melambangkan perempuan) dan rantai
persegi (melambangkan laki laki). Rantai yang saling berkait melambangkan bahwa setiap rakyat baik perempuan
dan laki laki harus bersatu padu untuk agar bisa menjadi kuat seperti rantai.

3. Sila ketiga lambang pohon beringin – persatuan Indonesia. Pohon beringin merupakan pohon yang besar
memiliki ranting luas yang dapat menjadi tempat berteduh yang menyejukkan. Selain itu pohon beringin juga
memiliki akar yang sangat kuat dan menjalar di mana mana, seperti keanekaragaman suku dan bangsa indonesia
yang harus tetap bersatu.

4. Sila keempat lambang kepala banteng – kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan. Kepala banteng memiliki makna bahwa hewan yang suka berkumpul dan memiliki
kepala yang tangguh. Banteng merupakan hewan yang memiliki jiwa sosial yang tinggi dan suka berkumpul.
Artinya kita harus rajin bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu masalah dan dalam mengambil keputusan.

5. Sila kelima lambang padi dan kapas- keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Padi dan kapas ini
melambangkan kebutuhan dasar manusia, padi yang menjadi dasar untuk makanan pokok dan kapas untuk
kebutuhan dasar sandang. Jadi lambang ini bertujuan untuk memberikan kebutuhan dasar setiap bangsa indonesia
secara merata dan adil.

Pita bertuliskan semboyan Bhinneka Tunggal Ika


∙ Kedua cakar Garuda Pancasila mencengkeram sehelai pita putih bertuliskan "Bhinneka Tunggal
Ika" berwarna hitam.

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
∙ Semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah kutipan dari Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular. Kata
"bhinneka" berarti beraneka ragam atau berbeda-beda, kata "tunggal" berarti satu, kata "ika" berarti
itu. Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan "Beraneka Satu Itu", yang bermakna meskipun
berbeda-beda tetapi pada hakikatnya tetap adalah satu kesatuan, bahwa di antara pusparagam bangsa
Indonesia adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan
kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya,
bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

Butir – butir Pancasila


1. Ketuhanan Yang Maha Esa
i. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
ii. Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan
kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
iii. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama antara pemeluk agama dengan
penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
iv. Membina kerukunan hidup di antara sesame umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang
Maha Esa
v. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan
pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
vi. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama
dan kepercayaan masing-masing.
vii. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab


i. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk
Tuhan Yang Maha Esa
ii. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa
membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial,
warna kulit dan sebagainya.
iii. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
iv. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
v. Mengembangkan sukap tidak semena-mena terhadap orang lain.
vi. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
vii. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
viii. Berani membela kebenaran dan keadilan.
ix. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
x. Mengembangkan sikap hormat dan menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

3. Persatuan Indonesia
i. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan
negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
ii. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
iii. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
iv. Mengembangkan rasa kebanggan dan kebangsaan dan bertanah air Indonesia.
v. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial.
vi. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
vii. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan


i. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai
kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
ii. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
iii. Mengutaman musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
iv. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
v. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil
musyawarah.
vi. Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan
musyawarah.
vii. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan
golongan.
viii. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
ix. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan
Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan
keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
x. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
permusyawaratan.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia


i. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana
kekeluargaan dan kegotongroyongan.
ii. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
iii. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
iv. Menghormati hak orang lain.
v. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
vi. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
vii. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup
mewah.
viii. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan
umum.
ix. Suka bekerja keras.
x. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan
bersama.
xi. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan
berkeadilan sosial.

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Paket Hapalan Undang-Undang Dasar 1945
UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945
PEMBUKAAN
Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka
penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan
perikeadilan.
Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang
berbahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang
kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.
Atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur,
supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini
kemerdekaannya.
Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia
yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah
Kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang
terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia, yang berkedaulatan rakyat dengan
berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan
Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.

BAB I
BENTUK DAN KEDAULATAN
Pasal 1
(1) Negara Indonesia ialah Negara kesatuan yang berbentuk Republik.
(2) Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar.***
(3) Negara Indonesia adalah negara hukum.***

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
BAB II
MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT
Pasal 2
(1) Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota
Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan
undang-undang.****
(2) Majelis Permusyawaratan Rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam lima tahun di ibu kota
Negara.
(3) Segala putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat ditetapkan dengan suara yang terbanyak

Pasal 3
(1) Majelis Permusyawaratan Rakyat berwenang mengubah dan menetapkan Undang-Undang
Dasar.***
(2) Majelis Permusyawaratan Rakyat melantik Presiden dan/atau Wakil Presiden.****
(3) Majelis Permusyawaratan Rakyat hanya dapat memberhentikan Presiden dan/atau Wakil
Presiden dalam masa jabatannya menurut Undang-Undang Dasar.****

BAB III
KEKUASAAN PEMERINTAHAN NEGARA
Pasal 4
(1) Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan Pemerintahan menurut Undang-Undang
Dasar.
(2) Dalam melakukan kewajibannya Presiden dibantu oleh satu orang Wakil Presiden.

Pasal 5
(1) Presiden berhak mengajukan rancangan Undang-undang kepada Dewan Perwakilan Rakyat.*
(2) Presiden menetapkan Peraturan Pemerintah untuk menjalankan Undang-undang sebagaimana
mestinya.

Pasal 6
(1) Calon Presiden dan calon Wakil Presiden harus warga negara Indonesia sejak kelahirannya dan
tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri, tidak pernah

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
mengkhianati negara, serta mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan
kewajiban sebagi Presiden dan Wakil Presiden.***
(2) Syarat-syarat untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden diatur lebih lanjut dengan undang
undang.***

Pasal 6A
(1) Presiden dan Wakil Presiden dipilih dalam satu pasangan secara langsung oleh rakyat.***
(2) Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai
politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan umum.***
(3) Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari lima puluh
persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya dua puluh persen suara di
setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia, dilantik menjadi
Presiden dan Wakil Presiden.***
(4) Dalam hal tidak ada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden terpilih, dua pasangan calon
yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum dipilih oleh
rakyat secara langsung dan pasangan yang memperoleh suara rakyat terbanyak dilantik sebagai
Presiden dan Wakil Presiden.****
(5) Tata cara pelaksanaan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden lebih lanjut diatur dalam undang
undang.***

Pasal 7
Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya dapat
dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.*

Pasal 7A
Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh Majelis
Permusyawaratan Rakyat atas usul Dewan Perwakilan Rakyat, baik apabila terbukti telah melakukan
pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana
berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai
Presiden dan/atau Wakil Presiden.***

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Pasal 7B
(1) Usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil Presiden dapat diajukan oleh Dewan Perwakilan
Rakyat kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat hanya dengan terlebih dahulu mengajukan
permintaan kepada Mahkamah Konstitusi untuk memeriksa, mengadili, dan memutus pendapat
Dewan Perwakilan Rakyat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telah melakukan
pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana
berat lainnya, atau perbuatan tercela; dan/atau pendapat bahwa Presiden dan/atau Wakil
Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden.***
(2) Pendapat Dewan Perwakilan Rakyat bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telah melakukan
pelanggaran hukum tersebut ataupun telah tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden
dan/atau Wakil Presiden adalah dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan Dewan
Perwakilan Rakyat.***
(3) Pengajuan permintaan Dewan Perwakilan Rakyat kepada Mahkamah Konstitusi hanya dapat
dilakukan dengan dukungan sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Dewan Perwakilan
Rakyat yang hadir dalam sidang paripurna yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari
jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat.***
(4) Mahkamah Konstitusi wajib memeriksa, mengadili, dan memutus dengan seadil-adilnya
terhadap pendapat Dewan Perwakilan Rakyat tersebut paling lama sembilan puluh hari setelah
permintaan Dewan Perwakilan Rakyat itu diterima oleh Mahkamah Konstitusi.***
(5) Apabila Mahkamah Konstitusi memutuskan bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden terbukti
melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan,
tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela; dan/atau terbukti bahwa Presiden dan/atau
Wakil Presiden tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden, Dewan
Perwakilan Rakyat menyelenggarakan sidang paripurna untuk meneruskan usul pemberhentian
Presiden dan/atau Wakil Presiden kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat.***
(6) Majelis Permusyawaratan Rakyat wajib menyelenggarakan sidang untuk memutuskan usul
Dewan Perwakilan Rakyat tersebut paling lambat tiga puluh hari sejak Majelis Permusyawaratan
Rakyat menerima usul tersebut.***
(7) Keputusan Majelis Permusyawaratan Rakyat atas usul pemberhentian Presiden dan/atau Wakil
Presiden harus diambil dalam rapat paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat yang dihadiri
oleh sekurang-kurangnya 3/4 dari jumlah anggota dan disetujui oleh sekurang-kurangnya 2/3
dari jumlah anggota yang hadir, setelah Presiden dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan
menyampaikan penjelasan dalam rapat paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat.***

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Pasal 7C
Presiden tidak dapat membekukan dan/atau membubarkan Dewan Perwakilan Rakyat.***

Pasal 8
(1) Jika Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya
dalam masa jabatannya, ia digantikan oleh Wakil Presiden sampai habis masa jabatannya.***
(2) Dalam hal terjadi kekosongan Wakil Presiden, selambat-lambatnya dalam waktu enam puluh
hari, Majelis Permusyawaratan Rakyat menyelenggarakan sidang untuk memilih Wakil Presiden
dari dua calon yang diusulkan oleh Presiden.***
(3) Jika Presiden dan Wakil Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan
kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan, pelaksana tugas kepresidenan adalah
Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan secara bersama-sama.
Selambat-lambatnya tiga puluh hari setelah itu, Majelis Permusyawaratan Rakyat
menyelenggarakan siding untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden dari dua pasangan calon
Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang
yang pasangan calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan
kedua dalam pemilihan umum sebelumnya, samapi berakhir masa jabatannya.****

Pasal 9
(1) Sebelum memangku jabatannya, Presiden dan Wakil Presiden bersumpah menurut agama, atau
berjanji dengan sungguh-sungguh di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat atau Dewan
Perwakilan Rakyat sebagai berikut :

Sumpah Presiden (Wakil Presiden)


“Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia (Wakil
Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh
Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala Undang-Undang dan peraturannya dengan
selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa”.

Janji Presiden (Wakil Presiden)


“Saya berjanji dengan sungguh-sungguh akan memenuhi kewajiban Presiden Republik Indonesia
(Wakil Presiden Republik Indonesia) dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Undang-Undang Dasar dan menjalankan segala Undang-Undang dan peraturannya dengan
selurus-lurusnya serta berbakti kepada Nusa dan bangsa”.*

(2) Jika Majelis Permusyawaratan Rakyat atau Dewan Perwakilan Rakyat tidak dapat mengadakan
sidang Presiden dan Wakil Presiden bersumpah menurut agama, atau berjanji dengan sungguhsungguh

dihadapan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat dengan disaksikan oleh


pimpinan Mahkamah Agung.*

Pasal 10
Presiden memegang kekuasaan yang tertinggi atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan
Angkatan Udara.

Pasal 11
(1) Presiden dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat menyatakan perang, membuat
perdamaian dan perjanjian dengan negara lain.****
(2) Presiden dalam membuat perjanjian internasional lainnya yang menimbulkan akibat yang luas

dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan negara, dan/atau
mengharuskan perubahan atau pembentukan undang-undang harus dengan persetujuan Dewan
Perwakilan Rakyat.***
(3) Ketentuan lebih lanjut tentang perjanjian internasional diatur dengan undang-undang.***

Pasal 12
Presiden menyatakan keadaan bahaya. Syarat-syarat dan akibatnya keadaan bahaya
ditetapkan dengan Undang-undang.

Pasal 13
(1) Presiden mengangkat Duta dan Konsul
(2) Dalam hal mengangkat duta, Presiden memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan
Rakyat.*
(3) Presiden menerima penempatan duta negara lain dengan memperhatikan pertimbangan Dewan
Perwakilan Rakyat.*

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Pasal 14
(1) Presiden memberi grasi dan rehabilitasi dengan memperhatikan pertimbangan Mahkamah
Agung.*
(2) Presiden memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan
Rakyat.*

Pasal 15
Presiden memberi gelar, tanda jasa, dan lain-lain tanda kehormatan yang diatur dengan
Undang-undang.*

Pasal 16
Presiden membentuk suatu dewan pertimbangan yang bertugas memberikan nasihat dan
pertimbangan kepada Presiden, yang selanjutnya diatur dalam undang-undang.****

BAB IV
DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG
Dihapus****

BAB V
KEMENTERIAN NEGARA

Pasal 17
(1) Presiden dibantu oleh Menteri-menteri negara.
(2) Menteri-menteri itu diangkat dan diberhentikan oleh Presiden.*
(3) Setiap menteri membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan.*
(4) Pembentukan, pengubahan, dan pembubaran kementerian negara diatur dalam undang-
undang.***

BAB VI
PEMERINTAHAN DAERAH

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Pasal 18
(1) Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu
dibagi atas kabupaten dan kota, yang tiap-tiap provinsi, kabupaten, dan kota itu mempunyai
pemerintahan daerah, yang diatur dengan undang-undang.**
(2) Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota mengatur dan mengurus sendiri
urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan.**
(3) Pemerintahan daerah provinsi, daerah kabupaten, dan kota memiliki Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah yang anggota-anggotanya dipilih melalui pemilihan umum.**
(4) Gubernur, Bupati, dan Walikota masing-masing sebagai kepala pemerintahan daerah provinsi,
kabupaten, dan kota dipilih secara demokratis.**
(5) Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya, kecuali urusan pemerintahan yang
oleh undang-undang ditentukan sebagai urusan Pemerintah.**
(6) Pemerintahan daerah berhak menetapkan peraturan daerah dan peraturan-peraturan lain untuk
melaksanakan otonomi dan tugas pembantuan.**
(7) Susunan dan tata cara penyelenggaraan pemerintahan daerah diatur dalam undang-undang.**

Pasal 18A
(1) Hubungan wewenang antara pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah provinsi,
kabupaten, kota, atau antara provinsi dan kabupaten dan kota, diatur dengan undang-undang
dengan memperhatikan kekhususan dan keragaman daerah.**
(2) Hubungan keuangan, pelayanan umum, pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya
lainnya antara pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah diatur dan dilaksanakan secara
adil dan selaras berdasarkan undang-undang.**

Pasal 18B
(1) Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus
atau bersifat istimewa yang diatur dengan undang-undang.**
(2) Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak
tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip
Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam undang-undang.**

BAB VII
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Pasal 19
(1) Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dipilih melalui pemilihan umum.**
(2) Susunan Dewan Perwakilan Rakyat diatur dengan undang-undang.**
(3) Dewan Perwakilan Rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam setahun.**

Pasal 20
(1) Dewan Perwakilan Rakyat memegang kekuasaan membentuk Undang-undang.*
(2) Setiap rancangan Undang-undang dibahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden untuk
mendapat persetujuan bersama.*
(3) Jika rancangan Undang-undang itu tidak mendapat persetujuan bersama, rancangan Undang-
undang itu tidak boleh diajukan lagi dalam persidangan Dewan Perwakilan Rakyat masa itu.*
(4) Persidangan mengesahkan rancangan Undang-undang yang telah disetujui bersama untuk
menjadi Undang-undang.*
(5) Dalam rancangan undang-undang yang telah disetujui bersama tersebut tidak disahkan oleh

Presiden dalam waktu tiga puluh hari semenjak rancangan undang-undang tersebut disetujui,
rancangan undang-undang tersebut sah menjadi Undang-undang dan wajib diundangkan.**

Pasal 20A
(1) Dewan Perwakilan Rakyat memiliki fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan.**
(2) Dalam melaksanakan fungsinya, selain hak yang diatur dalam pasal-pasal lain Undang-Undang
Dasar ini, Dewan Perwakilan Rakyat mempunyai hak interpelasi, hak angket, dan hak
menyatakan pendapat.**
(3) Selain hak yang diatur dalam pasal-pasal lain Undang-Undang Dasar ini, setiap anggota Dewan
Perwakilan Rakyat mempunyai hak mengajukan pertanyaan, menyampaikan usul dan pendapat,
serta hak imunitas.*
(4) Ketentuan lebih lanjut tentang hak Dewan Perwakilan Rakyat dan hak anggota Dewan
Perwakilan Rakyat diatur dalam undang-undang.**

Pasal 21
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat berhak mengajukan usul rancangan Undang-undang.*

Pasal 22

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
(1) Dalam hal ikhwal kegentingan yang memaksa, Presiden berhak menetapkan peraturan
pemerintah sebagai pengganti undang-undang.
(2) Peraturan Pemerintah itu harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dalam
persidangan yang berikut.
(3) Jika tidak mendapat persetujuan, maka Peraturan Pemerintah itu harus dicabut.

Pasal 22A
Ketentuan lebih lanjut tentang tata cara pembentukan undang-undang diatur dengan
undang-undang.**

Pasal 22B
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dapat diberhentikan dari jabatannya, yang syarat-syarat
dan tata caranya diatur dalam undang-undang.**

BAB VIIA

DEWAN PERWAKILAN DAERAH


Pasal 22C
(1) Anggota Dewan Perwakilan Daerah dipilih dari setiap provinsi melalui pemilihan umum.***
(2) Anggota Dewan Perwakilan Daerah dari setiap provinsi jumlahnya sama dan jumlah seluruh
anggota Dewan Perwakilan Daerah itu tidak lebih dari sepertiga jumlah anggota Dewan
Perwakilan Rakyat.***
(3) Dewan Perwakilan Daerah bersidang sedikitnya sekali dalam setahun.***
(4) Susunan dan kedudukan Dewan Perwakilan Daerah diatur dengan undang-undang.***

Pasal 22D
(1) Dewan Perwakilan Daerah dapat mengajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat rancangan
undang-undang yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah,
pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan
sumber daya ekonomi lainnya, serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan
daerah.***
(2) Dewan Perwakilan Daerah ikut membahas rancangan undang-undang yang berkaitan dengan
otonomi daerah; hubungan pusat dan daerah; pembentukan, pemekaran, dan penggabungan

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
daerah; pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta perimbangan
keuangan pusat dan daerah; serta memberikan pertimbangan kepada Dewan Perwakilan Rakyat
atas rancangan undang-undang anggaran pendapatan dan belanja negara dan rancangan
undang-undang yang berkaitan dengan pajak, pendidikan, dan agama.***
(3) Dewan Perwakilan Daerah dapat melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang
mengenai : otonomi daerah, pembentukan, pemekaran dan penggabungan daerah, hubungan
pusat dan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya,
pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja negara, pajak, pendidikan, dan agama serta
menyampaikan hasil pengawasannya itu kepada Dewan Perwakilan Rakyat sebagai bahan
pertimbangan untuk ditindaklanjuti.***
(4) Anggota Dewan Perwakilan Daerah dapat diberhentikan dari jabatannya, yang syarat-syarat dan
tata caranya diatur dalam undang-undang.***

BAB VIIB
PEMILIHAN UMUM
Pasal 22E
(1) Pemilihan umum dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima
tahun sekali.***
(2) Pemilihan umum diselenggarakan untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan
Perwakilan Daerah, Presiden dan Wakil Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.***
(3) Peserta pemilihan umum untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah adalah partai politik.***
(4) Peserta pemilihan umum untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Daerah adalah
perseorangan.***
(5) Pemilihan umum diselenggarakan oleh suatu komisi pemilihan umum yang bersifat nasional,
tetap, dan mandiri.***
(6) Ketentuan lebih lanjut tentang pemilihan umum diatur dengan undang-undang.***

BAB VIII
HAL KEUANGAN
Pasal 23
(1) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagai wujud dari pengelolaan keuangan negara
ditetapkan setiap tahun dengan undang-undang dan dilaksanakan secara terbuka dan

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.***
(2) Rancangan undang-undang anggaran pendapatan dan belanja negara diajukan oleh Presiden
untuk dibahas bersama Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan
Perwakilan Daerah.***
(3) Apabila Dewan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui rancangan anggaran pendapatan dan
belanja negara yang diusulkan oleh Presiden, Pemerintah menjalankan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Negara tahun yang lalu.***

Pasal 23A
Pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk keperluan negara diatur dengan
undang-undang.***

Pasal 23B
Macam dan harga mata uang ditetapkan dengan undang-undang.****

Pasal 23C
Hal-hal lain mengenai keuangan negara diatur dengan undang-undang.***

Pasal 23D
Negara memiliki suatu bank sentral yang susunan, kedudukan, kewenangan, tanggung
jawab, dan independensinya diatur dengan undang-undang.

BAB VIIIA
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
Pasal 23E
(1) Untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan negara diadakan suatu
Badan Pemeriksa Keuangan yang bebas dan mandiri.***
(2) Hasil pemeriksa keuangan negara diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan
Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, sesuai dengan kewenangannya.***
(3) Hasil pemeriksaan tersebut ditindaklanjuti oleh lembaga perwakilan dan/atau badan sesuai
dengan undang-undang.***

Pasal 23F

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
(1) Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan
memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.
(2) Pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan dipilih dari dan oleh anggota.***

Pasal 23G
(1) Badan Pemeriksa Keuangan berkedudukan di ibu kota negara, dan memiliki perwakilan di setiap
provinsi.***
(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai Badan Pemeriksa Keuangan diatur dengan undang-undang.***

BAB IX
KEKUASAAN KEHAKIMAN
Pasal 24
* (1) Kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan
guna menegakkan hukum dan keadilan.***
(2) Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan badan peradilan yang
berada di bawahnya dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan peradilan agama,
lingkungan peradilan militer, lingkungan peradilan tata usaha negara, dan oleh sebuah
Mahkamah Konstitusi.***
(3) Badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam
undangundang.****

Pasal 24A
(1) Mahkamah Agung berwenang mengadili pada tingkat kasasi, menguji peraturan perundangundangan
di bawah undang-undang terhadap undang-undang, dan mempunyai wewenang
lainnya yang diberikan oleh undang-undang.***
(2) Hakim Agung harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela, adil, profesional, dan
berpengalaman di bidang hukum.***
(3) Calon hakim agung diusulkan Komisi Yudisial kepada Dewan Perwakilan Rakyat untuk
mendapatkan persetujuan dan selanjutnya ditetapkan sebagai hakim agung oleh Presiden.***
(4) Ketua dan wakil ketua Mahkamah Agung dipilih dari dan oleh hakim agung.***
(5) Susunan, kedudukan, keanggotaan, dan hukum acara Mahkamah Agung serta badan peradilan di
bawahnya diatur dengan undang-undang. ***

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Pasal 24B
(1) Komisi Yudisial bersifat mandiri yang berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan
mempunyai wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran
martabat, serta perilaku hakim.***
(2) Anggota Komisi Yudisial harus mempunyai pengetahuan dan pengalaman di bidang hukum serta
memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela.***
(3) Anggota Komisi Yudisial diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan Dewan
Perwakilan Rakyat.***
(4) Susunan, kedudukan, dan keanggotaan Komisi Yudisial diatur dengan undang-undang.***

Pasal 24C
(1) Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya
bersifat final untuk menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar, memutus
sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh Undang-Undang
Dasar, memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan
umum.***
(2) Mahkamah Konstitusi wajib memberikan putusan atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat
mengenai dugaan pelanggaran oleh Presiden dan/atau Wakil Presiden menurut Undang-Undang
Dasar.***

(3) Mahkamah Konstitusi mempunyai sembilan orang anggota hakim konstitusi yang ditetapkan
oleh Presiden, yang diajukan masing-masing tiga orang oleh Mahkamah Agung, tiga orang oleh
Dewan Perwakilan Rakyat, dan tiga orang oleh Presiden.***
(4) Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi dipilih dari dan oleh hakim konstitusi.***
(5) Hakim Konstitusi harus memiliki integritas dan kepribadian yang tidak tercela, adil, negarawan

yang menguasai konstitusi dan ketatanegaraan, serta tidak merangkap sebagai pejabat
negara.***
(6) Pengangkatan dan pemberhentian hakim konstitusi, hukum acara serta ketentuan lainnya
tentang Mahkamah Konstitusi diatur dengan undang-undang.***

Pasal 25

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Syarat-syarat untuk menjadi dan untuk diberhentikan sebagai hakim ditetapkan dengan
Undang-undang.

BAB IX A
WILAYAH NEGARA**
Pasal 25A****
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah Negara kepulauan yang berciri
Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang.**

BAB X
WARGA NEGARA DAN PENDUDUK**
Pasal 26
(1) Yang menjadi warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain
yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga Negara**
(2) Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia.**
(3) Setiap warga negara dan penduduk diatur dengan undang-undang**

Pasal 27
(1) Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan
wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
(2) Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi
kemanusiaan.
(3) Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.**

Pasal 28
Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan
sebagainya ditetapkan dengan Undang-undang.

BAB XA
HAK ASASI MANUSIA
Pasal 28A
Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.**

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Pasal 28B
(1) Setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang
sah.**
(2) Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas

perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.**

Pasal 28C
(1) Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak
mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan
budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.**
(2) Setiap orang berhak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif
untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya.**

Pasal 28D
(1) Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil
serta perlakuan yang sama di hadapan hukum.**
(2) Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak
dalam hubungan kerja.**
(3) Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan.**
(4) Setiap orang berhak atas status kewarganegaraan.**

Pasal 28E
(1) Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan
pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal di wilayah
negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali.**
(2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap,
sesuai dengan hati nuraninya.**
(3) Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.**

Pasal 28F
Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan
pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan,

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.**

Pasal 28G
(1) Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta
benda yang dibawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari
ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.**
(2) Setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat
martabat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari negara lain.**

Pasal 28H
(1) Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan
lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.**
(2) Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh
kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan dan keadilan.**
(3) Setiap orang berhak atas jaminan sosial yang memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh
sebagai manusia yang bermartabat.**
(4) Setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih
secara sewenang-wenang oleh siapa pun.**

Pasal 28I
(1) Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak
beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan
hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang
tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun.**
(2) Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan
berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.**
(3) Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan
zaman dan peradaban.**
(4) Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tanggung jawab
negara, terutama pemerintah.**
(5) Untuk menegakkan dan melindungi hak asasi manusia dengan prinsip negara hukum yang
demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur, dan dituangkan dalam
peraturan perundang-undangan.**

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Pasal 28J
(1) Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.**
(2) Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang
ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan
serta penghormatan atas hak dan kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil
sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam
suatu masyarakat demokratis.**

BAB XI
AGAMA
Pasal 29
(1) Negara berdasar atas Ketuhahan Yang Maha Esa.
(2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-
masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.

BAB XII
PERTAHANAN DAN KEAMANAN NEGARA
Pasal 30
(1) Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan
negara.**
(2) Untuk pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan
keamanan rakyat semesta oleh Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik
Indonesia, sebagai kekuatan utama, dan rakyat, sebagai kekuatan pendukung.**
(3) Tentara Nasional Indonesia terdiri atas Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara
sebagai alat negara bertugas mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan
kedaulatan negara.**
(4) Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan
ketertiban masyarakat bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta
menegakkan hukum.**
(5) Susunan dan kedudukan Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia,
hubungan kewenangan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia di

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
dalam menjalankan tugasnya, syarat-syarat keikutsertaan warga negara dalam usaha
pertahanan dan keamanan negara, serta hal-hal yang terkait dengan pertahanan dan keamanan
diatur dengan undang-undang.**

BAB XIII
PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN****
Pasal 31
(1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.****
(2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib
membiayainya.****
(3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang
meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.****
(4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari
anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah
untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.****
(5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai
agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat
manusia.****

Pasal 32
(1) Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan
menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai
budayanya.****
(2) Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.****

BAB XIV
PEREKONOMIAN NASIONAL DAN KESEJAHTERAAN SOSIAL****
Pasal 33
(1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
(2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang
banyak dikuasai oleh negara.

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
(3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan
dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
(4) Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip
kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta
dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.****
(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.****

Pasal 34
(1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.****
(2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan
masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan.****
(3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas
pelayanan umum yang layak.****
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.****

BAB XV
BENDERA, BAHASA, DAN LAMBANG NEGARA, SERTA LAGU KEBANGSAAN**
Pasal 35
Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih.

Pasal 36
Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia.
Pasal 36A
Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.**

Pasal 36B
Lagu Kebangsaan ialah Indonesia Raya.**

Pasal 36C
Ketentuan lebih lanjut mengenai Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan
diatur dalam undang-undang.**

BAB XVI

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
PERUBAHAN UNDANG-UNDANG DASAR
Pasal 37
(1) Usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar dapat diagendakan dalam sidang Majelis
Permusyawaratan Rakyat apabila diajukan oleh sekurang-kurangnya 1/3 dari jumlah anggota
Majelis Permusyawaratan Rakyat.****
(2) Setiap usul perubahan pasal-pasal Undang-Undang Dasar diajukan secara tertulis dan
ditunjukkan dengan jelas bagian yang diusulkan untuk diubah beserta alasannya.****
(3) Untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar, sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat
dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota Majelis Permusyawaratan
Rakyat.****
(4) Putusan untuk mengubah pasal-pasal Undang-Undang Dasar dilakukan dengan persetujuan
sekurang-kurangnya lima puluh persen ditambah satu anggota dari seluruh anggota Majelis
Permusyawaratan Rakyat.
(5) Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan
perubahan.****

ATURAN PERALIHAN

Pasal I
Segala peraturan perundang-undangan yang ada masih tetap berlaku selama belum
diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar ini.****

Pasal II
Semua lembaga negara yang ada masih tetap berfungsi sepanjang untuk melaksanakan
ketentuan Undang-Undang Dasar dan belum diadakan yang baru menurut Undang-Undang Dasar
ini.****
Pasal III
Mahkamah Konstitusi dibentuk selambat-lambatnya pada 17 Agustus 2003 dan sebelum
dibentuk segala kewenangannya dilakukan oleh Mahkamah Agung.****

ATURAN TAMBAHAN
Pasal I
Majelis Permusyawaratan Rakyat ditugasi untuk melakukan peninjauan terhadap materi dan

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
status hukum Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara dan Ketetapan Majelis
Permusyawaratan Rakyat untuk diambil putusan pada sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat
tahun 2003.

Pasal II
Dengan ditetapkannya perubahan Undang-Undang Dasar ini, Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945 terdiri atas Pembukaan dan pasal-pasal.****

Keterangan :

* Amandemen ke-I (Disahkan 19 Oktober 1999)


** Amandemen ke-II (Disahkan 18 Agustus 2000)
*** Amandemen ke-III (Disahkan 9 November 2001)
**** Amandemen ke-IV (Disahkan 11 Agustus 2002)

PERBANDINGAN UUD 1945 SEBELUM DAN SESUDAH AMANDEMEN


Sebelum Amandemen Setelah Amandemen
1. Pembukaan 1. Pembukaan

2. Batang Tubuh, terdiri atas


∙ 16 Bab
∙ 37 Pasal
∙ 65 Ayat
∙ 4 Pasal Aturan Peralihan
∙ 2 Ayat Aturan Tambahan
(Istilah Batang Tubuh DIGANTI menjadi PASAL-PASAL)
2. Pasal-Pasal, terdiri atas:
∙ 20 Bab
∙ 73 Pasal
∙ 194 Ayat
∙ 3 Pasal Aturan Peralihan
∙ 2 Pasal Aturan Tambahan

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
3. Penjelasan Penjelasan DIHILANGKAN

TANGGAL AMANDEMEN PASAL YANG DIAMANDEMEN


AMANDEMEN I 19 – 10 – 1999 5, 7, 9, 13, 14, 15, 17, 20, 21
AMANDEMEN II 18 – 08 – 2000 18, 19, 20, 22, 25, 26, 27, 28, 30, 36
AMANDEMEN III 09 – 11 – 2001 1, 3, 6, 7, 8, 11, 17, 22, 23, 24
AMANDEMEN IV 11 – 08 – 2002 2, 6, 8, 11, 16, 23, 24, 31, 32, 33, 34, 37, Aturan Peralihan, Aturan
Tambahan, dan BAB IV dihapus
PASAL YANG TIDAK AMANDEMEN : 4, 10, 12, 29, 35
BAB-BAB DALAM UUD 1945
BAB I Bentuk dan kedaulatan BAB IX Kekuasaan kehakiman
BAB II MPR BAB IX A Wilayah NKRI
BAB III Kekuasaan pemerintahan BAB X Warga negara dan penduduk
BAB IV DPA (dihapus) BAB X A Hak Asasi Manusia
BAB V Kementerian negara BAB XI Afama
BAB VI Pemerintah daerah BAB XII Pertahanan keamanan
BAB VII DPR BAB XIII Pendidikan kebudayaan
BAB VII A DPD BAB XIV Perekonomian kesejahteraan
BAB VII B Pemilu BAB XV Bendera, bahasa, lambang, dan lagu kebangsaan
BAB VIII Hal keuangan BAB XVI Perubaahan UUD
BAB VIII A BPK

Tiga garis besar pasal-pasal UUD 1945 :


1. Hal bentuk negara
2. Hal lembaga negara
3. Hal warga negara

Periodisasi Undang-Undang Dasar


18 Agustus 1945 – 27 Desember 1949 : Undang-Undang Dasar 1945
27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950 : Konstitusi RIS
17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959 : Undang-Undang Dasar Sementara 1950
5 Juli 1959 – sekarang : Undang-Undang Dasar 1945

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Pokok Pikiran UUD 1945 (TAP MPRS No. XX/MPRS/1966)
Pertama : Negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia berdasar asas
persatuan dan kesatuan (Sila ke-3)
Kedua : Negara hendak mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (Sila ke-5)
Ketiga : Negara yang berkedaulatan rakyat, berdasarkan atas kerakyatan dan permusyawaratan/perwakilan (Sila
ke-4)
Keempat : Negara berdasarkan atas Ketuhanan Yang Maha Esa menurut dasar kemanuasiaan yang adil dan
beradab. (Sila ke-1 dan ke-2)

Paket Hapalan Tata Negara dan Kewarganegaraan


Negara dan Bangsa
Teori terjadinya negara
∙ Pendekatan faktual (primer)
Teori Keterangan Contoh
Occupatie Pendudukan Liberia
Separatie Pemisahan diri Belgia dari Belanda, Bosnia,
Kroasia dari Yugoslavia
Fusi Beberapa Negara melebur Jerman Barat+Jerman Timur =
menjadi Negara baru Jerman
Inovatie Suatu Negara lenyap, dan Kolombia→Venezuela+kolombi
muncul negara negara baru a
baru
Cessie Penyerahan suatu daerah Sleeswijk diserahkan Austria
kepada Negara pada Prusia
lain
Proklamasi Pernyataan kemerdekaan Indonesia

∙ Pendekatan Teoritis (sekunder)


Teori Keterangan Contoh
Ketuhanan Timbulnya Negara adalah atas Friederich Julius Stahl,
kehendak Tuhan Agustinus, Thomas Aquninos

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Perjanjian Rakyat melakukan kontrak Grotius, John Locke, Immanuel
Masyarakat sosial untuk mengatur agar Kant, Thomas Hobbes, J.J.
tidak terjadi kekacauan Rousseau
Kekuasaan Negara terbentuk berdasarkan Kalikles, Voltaire, Karl Max,
kekuasaan Frederick Engels, F.
Oppenheimer
Hukum alam Negara terbentuk melalui Plato, AristoteleS
proses sederhana

Bentuk Negara
1. Negara Kesatuan : dipimpin suatu pemerintah pusat yang mengatur seluruh daerah secara totalitas
2. Negara Serikat : gabungan dari beberapa negara bagian
Bentuk pemerintahan
Absolut Dikepalai oleh raja, kekuasaan tak terbatas
Monarki Konstitusional Dikepalai oleh raja, kekuasaan dibatasi undang-undang
(kerajaan) Parlementer Kepala Negara adalah raja, kepala pemerintahan adalah
perdana menteri
Absolut Dikepalai oleh presiden, kekuasaan tak terbatas
Konstitusional Dikepalai oleh presiden, kekuasaan dibatasi undang-
Republik undang
Parlementer Kepala Negara adalah presiden, kepala pemerintahan
adalah perdana menteri
Sistem pemerintahan

Presidensil Parlementer
Ciri Presiden adalah kepala Presiden sebagai kepala Negara,
pemerintahan sekaligus kepala eksekutif terdiri dari perdana
negara menteri dan menteri yang
bertanggung jawab pada
parlemen

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Kelebihan Badan eksekutif lebih stabil Sistem pertanggungjawaban
jelas danpembuatan keputusan
tidak memakan waktu lama
Kekurangan Sistem pertanggungjawaban Pemerintahan kurang stabil
kurang jelas; pembuatan karena parlemen sewaktu-
keputusan memakan waktu waktu dapat menjatuhkan
lama eksekutif
Contoh Negara Amerika Serikat, Cina, Pakistan, Inggris, Jepang
Indonesia

Unsur Negara
1. Wilayah; yang terdiri dari darat, laut, angkasa, dan wilayah ekstrateritorial.
2. Penduduk; yang terdiri dari warga negara dan bukan warga negara.
3. Pemerintah
4. Kedaulatan; yang terdiri dari pengakuan de facto(secara fakta) dan de jure(secara yuridis).

Lembaga Tinggi Negara


PRESIDEN
Presiden berperan sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara dan panglima militer tertinggi.
Presiden memiliki jabatan lima tahun dan dapat dipilih lagi untuk satu kali masa jabatan.

Syarat presiden :
1. Warga Indonesia
2. Tidak mengkhianati negara
3. Mampu secara jasmani dan rohani

Wewenang presiden sebagai kepala negara :


1. Mengangkat duta dan konsul
2. Menerima penempatan duta negara lain
3. Memberi grasi dan rehabilitasi
4. Memberi amnesti dan abolisi
5. Memberi gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan lainnya

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Wewenag presiden sebagai kepala pemerintahan :
1. Berhak mengajukan RUU kepada DPR
2. Menetapkan peraturan pemerintah
3. Membuat perjanjian internasional
4. Menjalankan fungsi eksekutif
5. Mengangkat dan meMberhentikan menteri-menteri
6. Membuat perjanjian dengan negara lain

Wewenang presiden sebagai panglima tertinggi :


1. Memegang kuasa tertinggi atas AD, AL dan AU
2. Menyatakan perang, membuat perdamaian dengan negara lain
3. Menyatakan keadaan bahaya

DPR

Fungsi DPR
1. Fungsi Legislasi
2. Fungsi Anggaran
3. Fungsi Pengawasan

Wewenang DPR
1. Membentuk undang-undang yang dibahas dengan presiden untuk mendapat persetujuan
bersama
2. Membahas dan memberikan keputusan terhadap Peraturan Pemerintah Pengganti UU
3. Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban keuangan negara
yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan
4. Menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara bersama Presiden dengan
memperhatikan pertimbangan DPD
5. Memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan dengan memperhatikan pertimbangan DPD
6. Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban keuangan negara
yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan
7. Mengajukan, memberikan persetujuan, pertimbangan/konsultasi, dan pendapat

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
8. Menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat
9. Melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang ditentukan dalam Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan undang-undang

Hak DPR
1. Hak inisiatif : mengajukan RUU
2. Hak angket : mengadakan penyelidikan kebijakan
3. Hak budget : anggaran
4. Hak amandemen : mengubah RUU
5. Hak interpelasi : meminta keterangan
6. Hak petisi : mengajukan pertanyaan atas kebijakan

Hak anggota DPR


1. Mengajukan rancangan undang-undang
2. Mengajukan pertanyaan
3. Menyampaikan usul dan pendapat
4. Memilih dan dipilih
5. Membela diri
6. Imunitas
7. Protokoler
8. Keuangan dan administratif

Alat kelengkapan DPR


1. Pimpinan DPR
2. Badan Musywarah
3. Komisi
4. Badan Urusan Rumah Tangga
5. Badan Kerja Sama antar Parlemen
6. Panitia khusus

MPR

Tugas dan wewenang MPR

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
1. Mengubah dan menetapkan UUD
2. Memutuskan usul DPR berdasarkan putusan MK untuk memberhentikan p-residen dan
wakilnya dalam masa jabatanya dan wakil presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan
alasannya didalam siding
3. Melantik presiden dan wakil presiden dalam sidang paripurna MPR
4. memutuskan usul Dewan Perwakilan Rakyat berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi
untuk
5. memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden dalam masa jabatannya setelah Presiden
dan/atau Wakil Presiden diberi kesempatan untuk menyampaikan penjelasan untuk
menyampaikan penjelasan dalam Sidang Paripurna Majelis;
6. melantik Wakil Presiden menjadi Presiden apabila Presiden mangkat, berhenti,
diberhentikan, atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya dalam masa jabatannya;
7. memilih dan melantik Wakil Presiden dari dua calon yang diajukan Presiden apabila terjadi
kekosongan jabatan Wakil Presiden dalam masa jabatanya selambat-lambatnya dalam waktu
enam puluh hari;
8. memilih dan melantik Presiden dan Wakil Presiden apabila keduanya berhenti secara
bersamaan dalam masa jabatannya, dari dua paket calon Presiden dan Wakil Presiden yang
diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang paket calon Presiden dan Wakil
Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya
sampai habis masa jabatannya.

Hak-hak Anggota MPR RI


1. mengajukan usul pengubahan pasal Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945
2. menentukan sikap dan pilihan dalam pengambilan keputusan
3. memilih dan dipilih
4. membela diri
5. imunitas
6. Protokoler, dan
7. keuangan dan administratif

Alat kelengkapan MPR


1. Pimpinan Majelis

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
2. Badan pekerja majelis
3. Komisi majelis
4. Panitia Ad hoc

DPD
Wewenang Dewan Perwakilan Daerah ( DPD )
1. Dapat mengajukan ke DPR RUU yang terkait dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan
daerah, pembentukan dan pemerkaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya
alam dan sumber daya ekonomi lainnya dan pertimbangan keuangan pusat dan daerah.
2. Ikut membahas RUU yang terkait dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah,
pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan
sumber daya ekonomi lainnya dan pertimbangan keuangan pusat dan daerah.
3. Memberi pertimbangan kepada DPR atas RUU PABN dan RUU yang terkait dengan pajak,
pendidikan dan agama.
4. Melakukan pengawasan atas pelaksanaan UU yang terkait otonomi daerah, hubungan pusat dan
daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan
sumber daya ekonomi lainnya dan pertimbangan keuangan pusat dan daerah serta menyampaikan hasil
pengawasan kepada DPR.
5. Menerima hasil pemeriksaan keuangan dari BPK.
6. Memberikan pertimbangan kepada DPR mengenai pemilihan anggota BPK.

Hak-Hak Anggota DPD RI


1. Menyampaikan usul dan pendapat
2. Memilih dan dipilih
3. Membela diri
4. Imunitas
5. Protokoler, dan
6. Keuangan dan Administratif

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)


Tugas dan wewenang BPK
a. Memeriksa tanggungjawab pemerintah tentang keuangan Negara
b. Memeriksa semua pelaksanaan APBN

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
c. Pelaksanaan pemerintah dilaksanakan berdasarkan ketentuan-ketentuan UU
d. Hasil pemeriksaan BPK diberitahukan kepada DPR
e. Memeriksa tanggung jawab keuangan Negara apakah telah digunakan sesuai yang telah
disetujui DPR.

Komisi Yudisial
Tugas dan wewenang KY
1. Mengusulkan calon hakim agung kepada DPR untuk mendapat kan persetujuan dan selanjut
nya ditetapkan sebagai hakim agung oleh presiden
2. Mengusulkan pengangkatan Hakim Agung
3. Melakukan pendaftaran calon Hakim Agung
4. Melakukan seleksi terhadap Calon Hakim Agung
5. Menetapkan calon Hakim Agung
6. Mengajukan Calon Hakim Agung ke DPR
7. Menjaga dan menegakkan kehormatan, kleluhuran martabat, serta perilaku hakim

Mahkamah Agung
Tugas dan wewenang MA
1. Berwenang mengadili pada tingkat kasasi, menguji peraturan perundang-
undangan dibawah Undang-Undang, dan mempunyai wewenang lainnya yang diberikan
olehUndang-Undang
2. Mengajukan 3 orang anggota Hakim Konstitusi
3. Memberikan pertimbangan dalam hal Presiden membergrasi dan rehabilitasi.
4. Mengawasi dan memimpin jalannya perelihan pemerintahan pada seluruh tingkat
pengadilan
5. Menguji secara meteril perundang undangan dibawah UU.

Mahkamah Konstitusi
Tugas dan wewenang MK
1. Menguji Undang-Undang terhadap UUD 1945
2. Memutus sengketa kewenangan antara lembaga-lembaga Negara, yang kewenangannya
diberikan oleh UUD 1945

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
3. Memutus pembubaran partai politik
4. Memutus perselisihan tentang hasil Pemilu
5. memberi keputusan atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat mengenai dugaan pelanggaran
oleh Presiden dan Wakil Presiden Menurut UUD 1945

Kewarganegaraan
Penduduk : sekelompok manusia yang tinggal di wilayah suatu negara
Warga negara : sekelompok manusia yang secara hukum diakui menjadi warga negara.

Asas kewarganegaraan
- Asas Ius Sanguinis (keturunan) : kewarganegaraan menurut kewarganegaraan orang tua
- Asa Ius Soli (tempat kelahiran) : kewarganegaraan menurut tempat lahir

Stelsel kewarganegaraam
1. Stelsel aktif : secara aktif melakukan tindakan hukum untuk memperoleh kewarganegaraan,
missal naturalisasi.
2. Stelsel pasif : secara langsung menjadi warga negara tanpa melakukan tindakan hukum tertentu.

Hubungan Internasional
Politik bebas aktif :
Bebas : bebas menentukan sikap dan pandangan terhadap masalah internasional, dan tidak
memihak kepada salah satu kekuatan dunia.
Aktif : Indonesia aktif memperjuangkan perdamaian dan ketertiban dunia.

Asas Hubungan Internasional


Asas territorial : asas yang didasarkan pada kekuasaan negara atas wilayahnya
Asas kebangsaan : asas yang didasarkan pada kekuasaan negara untuk warga negaranya
Asas kepentingan umum : asas yang didasarkan pada wewenang negara untuk melindungi dan
mengatur kepentingan dalam kehidupan bermasyarakat.

Asas Hukum Internasional

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
Egality : Berkedudukan sama
Courtesy : Saling menghormati
Reprocity : Pembalasan yang setimpal
Pacta sunt servanda : Yang telah dibuat harus ditaati
Rebus sig stantibus : digunakan untuk perubahan manusia

Tahap Perjanjian Internasional (Konvensi Wina 1961)


1. Perundingan (Negoitation)
2. Penandatangan (Signature)
3. Pengesahan (Ratification)

Otonomi Daerah
UU terkait : UU 32 tahun 2004
Pasal di UUD terkait : Pasa 18, 18A, 18B

Asas Otonomi Daerah


1. Desentralisasi : penyerahan wewenang oleh pemerintah pusat kepada daerah otonom untuk
mengatur dan mengurus urusan pemerintahan
2. Dekonsentrasi : pelimpahan wewenang pleh pemerintah pusat kepada gubernur sebagai wakil
pemerintah pusat dan/atau kepada instansi vertikal di wilayah tertentu
3. Tugas pembantuan : penugasan dari pemerintah pusat kepada daerah untuk melakukan tugas
tertentu.

Prinsip Otonomi Daerah


1. Otonomi seluas-luasnya
2. Otonomi yang nyata
3. Otonomi yang bertanggung jawab

Sumber Pendapatan Daerah


1. Pendapatan Asli Daerah (PAD) : pajak daerah, retribusi daerah, pengelolaan kekayaan daerah
yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah
2. Dana Perimbangan :
a. Dana Bagi Hasil : PBB, BPHTB, PPh, dan sumber daya alam

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18
b. Dana alokasi umum : bersumber APBN, dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan
keuangan antar daerah
c. Dana Alokasi Khusus : bersumber APBN, dipergunakan untuk membantu mendanai kegiatan
khusus pada daerah tertentu sesuai dengan prioritas nasional
3. Lain-lain pendapatan yang sah : hibah, dana darurat, dll.

Paket Undang- Undang


UU No 20/2003 : Sistem Pendidikan Nasional
UU No 24/2003 : Mahkamah Konstitusi
UU No 23/1999 jo No 3/2004 : Bank Indonesia
UU No 12/2006 : Warga Negara
UU NO 39/1999 : Hak Asasi Manusia
UU No 26/2000 : Pengadilan Ham
UU No 07/1984 : Diskriminasi Thd Wanita
UU No 23/2002 : Perlindungan Anak
UU No 29/1999 : Ratifikasi Konvensi Diskriminasi Rasial
UU No 11/2005 : Ratifikasi Kovenan Nak Ekonomi, Sosial, Budaya
UU No 12/2005 : Ratifikasi Kovenan Hak Sipil&Politik

PAGE \*
MERGEFORM
AT 18