Você está na página 1de 1

LGBT dalam kacamata Hukum Islam

Dalam agama Islam pun sudah terang Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa melarang keras
hamba-Nya agar tidak masuk ke dalam golongan orang – orang yang menyukai sesama jenis
seperti lesbi maupun gay, biseksual, dan transgender. Al – Qur’an sebagai sumber ajaran agama
Islam yang merupakan representasi kalimat – kalimat Allah SWT.
Salah satunya ialah kisah pada zaman Nabi Luth ‘alaihissalam, kaumnya yang terkenal
sebagai penyuka sesama jenis dilaknat oleh Allah SWT. dengan adzab yang amat pedih.
Merupakan suatu pertanda bahwa Allah SWT. tidaklah menyukai perbuatan tersebut. Dalam
masalah penetapan hukum, sudah tentu ada yang mendukung dan ada yang menolak. Bahkan
dalam upaya menetapkan hukum Allah sebagai hukum positif, mungkin lebih banyak yang tidak
mendukung daripada yang mendukung. Akan tetapi, peringatan Allah mengharuskan decision
maker (pembuat keputusan) agar mendahulukan kehendak Tuhan daripada selera manusia yang
tak ada ujungnya.
Indonesia pun sebagai negara yang berdaulat dan memiliki hukumnya sendiri sudah jelas
tertera dalam pasal 1 Undang – Undang No. 1 Tahun 1974 mengenai perkawinan
bahwa“Perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita
sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan
kekal berdasarkan Ketuhanan Yang MahaEsa”.
Islam menghendaki pernikahan antar lawan jenis, laki-laki dengan perempuan, tidak semata
untuk memenuhi hasrat biologis namun sebagai ikatan suci untuk menciptakan ketenangan hidup
dengan membentuk keluarga sakinah dan mengembangkan keturunan umat manusia yang
bemartabat. Perkawinan sesama jenis tidak akan pernah menghasilkan keturunan dan
mengancam kepunahan generasi manusia. Perkawinan sesama jenis semata-mata untuk
menyalurkan kepuasan nafsu hewan.