Você está na página 1de 22

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA Tn.

T
DENGAN DIABETES MILITUS
DI WILAYAH DS. NGOREYAN
KECAMATAN GANTIWARNO KABUPATEN KLATEN

LAPORAN PENGELOLAAN KASUS


Disusun Untuk Memenuhi Tugas Belajar Praktek Keperawatan Keluarga

Disusun oleh:
Budi Hartono
P27220018314

PROGRAM STUDI RPL DIII KEPERAWATAN


JURUSAN KEPERAWATAN
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURAKARTA
2018
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn. T
DENGAN DIABETES MELITUS DI RT 009 RW 005 DESA NGOREYAN
KECAMATAN JATINOM KABUPATEN KLATEN

DATA UMUM KELUARGA


a. Nama kepala keluarga : Tn. T
b. Umur : 60 tahun
c. Agama : Islam
d. Pendidikan : SD
e. Pekerjaan : Buruh Harian Lepas
f. Suku / Bangsa : Jawa/ Indonesia
g. Alamat : RT 009 RW 005 Desa Ngoreyan
Kecamatan Gantiwarno Kabupaten Klaten
h. Anggota keluarga :
No Nama Jenis Usia Agama Status dalam Pendidikan Pekerjaan
kelamin keluarga
1. Tn. T L 60 th Islam KK SD Buruh
2. Ny. S P 53 th Islam Istri SD Buruh
3. an. RH P 23 th Islam Anak SMK Buruh

i. Bentuk keluarga : keluarga inti (Nuclear family) yang terdiri dari


suami, istri dan anak
j. Genogram :

Tn.T
Keterangan :
: Laki-laki : Meninggal
: Perempuan : Garis tinggal 1 rumah
: Pasien

k. Sifat Keluarga
1). Pengambilan Keputusan
Jika ada masalah dalam keluarga, keputusan diambil oleh Tn. T atas dasar
musyawarah dengan seluruh anggota keluarga.
2). Kebiasaan Hidup Sehari-hari
a) Kebiasaan tidur / istirahat
Tn. T dan Ny. S tidak biasa tidur siang, tidur malam antara jam 22.00 s/d
04.00.
b) Kebiasaan rekreasi
Kebiasaan rekreasi keluarga adalah nonton TV, selain itu Tn. T dan Ny.Su
menghibur diri dengan bercanda bersama anak.
c) Kebiasaan makan keluarga
Keluarga rata-rata sehari makan sebanyak 3x, menu yang dihidangkan
terdiri dari nasi, sayur, lauk dan kadang-kadang buah. Untuk Tn. T
menunya hampir sama dengan anggota keluarga yang lain.
l. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Sebagai kepala keluarga Tn. T bekerja sebagai buruh harian lepas, istri dan
anaknya juga bekerja sebagai buruh harian lepas,dengan penghasilan yang tidak
tetap maka kebutuhan sehari hari harus di cukup – cukupkan bahkan tidak jarang
harus kurang.
m. Suku (kebiasaan kesehatan terkait suku bangsa)
Tn.Se dan keluarganya sama-sama berasal dari satu suku, yaitu suku Jawa.
Keluarga dipengaruhi oleh adat istiadat dan budaya Jawa. Bahasa yang
digunakan sehari-hari adalah bahasa Jawa dan bahasa Indonesia.
n. Agama (kebiasaan kesehatan terkait agama)
Semua keluarga Tn.T memeluk agama Islam. Semua anggota keluarga
melaksanakan ibadah sholat 5 waktu dan puasa Romadhon. Tn.T dan Ny. S aktif
mengikuti tahlilan yang diadakan desa tiap minggu, Tn. T tinggal di rumah tersebut
setelah menikah dengan Ny. S.
B. RIWAYAT DAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA
a. Tahap perkembangan keluarga saat ini
Tahap perkembangan keluarga saat ini adalah keluarga dengan anak remaja,
karena pasangan Tn. T dan Ny S memilikii anak yang sekarang berumur 23
tahun.
b. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi adalah keluarga dengan
anak remaja yang sudah matang dan sampai saat ini belum menikah.
c. Riwayat keluarga inti
Tn. T dan Ny. S menikah dan mempunyai 1 orang anak. Sekarang Tn. T dan Ny.S
tinggal bersama anak.
d. Riwayat keluarga sebelumnya (pihak istri dan suami)
Ke dua orang tua Tn. T dan Tn. S sudah meninggal dan sekarang Tn. T dan Ny. S
tinggal bersama anak semata wayangnya.

C. LINGKUNGAN
a.Karakteristik rumah (tipe, ukuran, jumlah ruangan)
U
1
2
3
2

4 5 6
S
Keterangan :
1.Teras
2.Kamar Tidur
3.Ruang Keluarga
4. Dapur
5. Kamar Mandi
6. WC

b. Dinding Rumah
Terbuat dari batubata yang dilapisi semen, tidak lembab ataupun berjamur.
c. Atap Rumah
Terbuat dari genting. Terpasang plafon sebagai langit-langit rumah yang
terbuat dari triplek.
e. Lantai
Terbuat dari semen/plester. Kebersihan sangat dijaga, hal ini tampak dari
lantainya yang bersih. Keluarga mempunyai kebiasaan tidak memakai
sandal di dalam rumah.
f. Kamar Tidur
Terdapat 2 kamar tidur di dalam rumah dan satu tempat tidur yang
diletakkan di depan tv.
g. Status Rumah
Rumah sendiri.
b. Ventilasi dan penerangan
Rumah mendapat ventilasi yang kurang. Hal ini terlihat dari jendela
ruang tamu ditutup.
c. Persediaan air bersih
Air bersih diperoleh dari sumber mata air dari pegunungan yang dialirkan
ke rumah-rumah warga.
d. Pembuangan sampah
Sampah dibuang ke tempat sampah yang di belakang rumah yang dibuat dengan
cara menggali tanah, setelah sampah kering baru di bakar.
1. Pembuangan air limbah
Pembuangan air limbah (air sisa mandi atau keperluan keluarga) dibuang/dialirkan
ke got di depan rumah.
2. Jamban / WC (tipe, jarak dari sumber air)
Kamar mandi dan WC menjadi satu, terletak di dalam rumah, dekat dengan dapur.
Keluarga menggunakan WC leher angsa dengan septic tank. Jarak septic tank
jauh dari sumber air (> 10 meter). Sumber air yang digunakan adalah air sumber
yang disediakan secara swadaya oleh desa dan masyarakat.
3. Lingkungan sekitar rumah
Lingkungan sekitar rumah cukup bersih, lantai terbuat dari semen/plester dan
bebas dari sampah.
4. Sarana komunikasi dan transportasi
Sarana komunikasi yang digunakan keluarga untuk menghubungi saudara yang
jauh adalah menggunakan telepon seluler. Sedangkan sarana transportasi yang
digunakan jika bepergian adalah sepeda motor.
5. Fasilitas hiburan (TV, radio, dll.)
Fasilitas hiburan yang ada di ruang keluarga adalah TV yang biasa ditonton
secara bersama-sama dengan anggota keluarga yang lain, di dalam kamar Tn.T
sendiri terdapat radio baterai yang biasa dihidupkan Tn.T menjelang tidur.
6. Fasilitas pelayanan kesehatan
Fasilitas pelayanan kesehatan terdekat adalah bidan desa, namun jika kontrol Tn.
T pergi ke dokter tetapi selama 2 bulan terakir Tn. T tidak kontrol lagi.

D. SOSIAL
a. Karakteristik tetangga dan komunitas
Sebagian besar warga adalah penduduk asli. Kebanyakan warga bekerja di
ladang pada pagi hari dan baru pulang menjelang sore. Jarak antar rumah cukup
dekat. Sesama warga hubungannya sangat baik dan budaya gotong-royong masih
sangat kental terasa, hal ini terlihat jika salah satu warga ada yang punya hajatan
tetangga pasti datang untuk membantu, dan jika ada tetangga yang sakit mereka
memiliki kesadaran untuk menjenguk.
b. Mobilitas geografis keluarga
Sejak kecil Tn.T tinggal di Desa Gading Kulon dan belum pernah pindah.
Sedangkan Tn. T tinggal setelah menikah dengan Tn. T dan aktif di
lingkungannya.
c. Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Perkumpulan yang ada di masyarakat Desa Pandeyan adalah perkumpulan
pengajian yang diadakan tiap minggu, Ny.Su aktif mengikuti kegiatan tersebut.
d. Sistem pendukung keluarga
Hubungan keluarga Tn.Se dan saudara-saudaranya sangat baik, namun sekarang
sudah jarang berkunjung karena kesibukannya .

E. STRUKTUR KELUARGA
a. Pola Komunikasi Keluarga
Pola komunikasi keluarga Tn.Se adalah terbuka, jika ada masalah selalu
diselesaikan dengan musyawarah.
b. Struktur Kekuatan Keluarga
Setiap keputusan yang diambil dalam menyelesaikan masalah adalah
berdasarkan keputusan dan kesepakatan bersama. Jadi tidak ada pihak yang
dominan dalam memutuskan suatu masalah.
c. Struktur Peran (formal dan informal)
Sebagai kepala keluarga Tn.Se mencari nafkah dengan bekerja sebagai
pedagang yang dibantu oleh istri anaknya.
d. Nilai dan Norma Keluarga
Keluarga mengikuti dan menerapkan nilai-nilai budaya setempat yang umum
dilakukan masyarakat.

F. FUNGSI KELUARGA
a. Fungsi afektif
Semua anggota keluarga saling menghormati dan menyayangi, komunikasi selalu
dilakukan secara terbuka, tidak ada masalah yang dipendam, jika ada masalah
langsung dibicarakan bersama.
b. Fungsi sosialisasi
Sosialisasi keluarga dengan masyarakat sekitar sangat baik. Mereka ikut berperan
serta jika ada kegiatan-kegiatan yang diadakan di wilayahnya.
c. Fungsi perawatan kesehatan
Penapisan masalah berdasarkan 5 tugas perawatan kesehatan:
1). Mengenal masalah kesehatan
Keluarga kurang bisa mengenali masalah kesehatan, karena pendidikan
mereka rata-rata hanya SD.
2). Memutuskan untuk merawat
Jika ada salah satu anggota keluarga yang sakit, anggota keluarga yang lain
memutuskan untuk merawat sendiri atau dibawa ke pelayanan kesehatan.
3). Mampu merawat
Untuk masalah kesehatan yang ringan seperti flu, keluarga hanya membawa
ke bidan setempat kemudian dirawat sendiri di rumah. Namun untuk masalah
kesehatan diabetes melitus yang dialami oleh Tn. T, Tn. T periksa sendiri ke
puskesmas tetapi dua bulan terakhir ini sudah tidak periksa lagi.
4). Modifikasi lingkungan
Keluarga masih belum bisa memodifikasi lingkungan yang sehat, hal ini dapat
dilihat dari kondisi ventilasi rumah yang kurang, jendela tidak dibuka tiap hari.
5). Memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada
Baik, jika ada anggota keluarga yang sakit berobat ke bidan desa atau
Puskesmas atau ke dokter.
d. Fungsi reproduksi
Tn.Se dan Ny.Su mempunyai 1 orang anak perempuan, da memiliki 1 orang cucu
perempuan.
c. Fungsi ekonomi
Fungsi ekonomi keluarga Tn.Se termasuk cukup, karena dapat memenuhi
kebutuhan sehari-hari.walaupun kadang kadang ada kurangnya.

G. STRESS DAN KOPING KELUARGA


a. Stressor
Tn. T sudah 2 bulan tidak periksa karena sibuk membantu berdagang suami.
b. Kemampuan keluarga berespon terhadap situasi atau stressor
Jika ada masalah dalam keluarga, keluarga akan menyelesaikannya dengan
berdasarkan kesepakatan bersama.
c. Strategi koping yang digunakan
Keluarga selalu mendiskusikan masalah yang dihadapi melalui pengambilan
keputusan yang terbaik menurut anggota keluarga mereka. Jadi, tidak ada salah
satu anggota keluarga yang dominan dalam pengambilan keputusan.
d. Strategi adaptasi disfungsional
Tidak terdapat masalah pada koping yang digunakan keluarga dalam pengambilan
keputusan.

H. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA


a. Riwayat kesehatan masing-masing anggota keluarga
a). Tn. T
Lima tahun yang lalu Tn.Se menderita usus buntu dan sudah di operasi. Tn. T
juga sempat dirawat di RS selama 5 hari.
b). Tn. T
Ny.Su menderita diabetes melitus sejak 10 tahun yang lalu. Tn. T mengatakan
mengkonsumsi glibenklamid (OAD) 1 kali tiap hari dan jika Glibenklamid habis
langsung beli di apotek tanpa datang untuk periksa ke Puskesmas atau
dokter.
c). Ny. L
Satu bulan yang lalu Ny. L melahirkan putri pertamanya. Sebelum hamil
tepatnya 2 tahun yang lalu Ny. L di diagnose menderita Mola hidatidosa dan
sudah dilakukan kuretase 2 kali
d). Tn. Sj
Tn.Sj tidak memiliki riwayat DM ataupun Hipertensi. Tn. Sj juga merokok setiap
hari.
e). An. A
An. A baru lahir satu bulan yang lalu.
b. Keluarga berencana
Ny.Su tidak menggunakan KB apapun.

I. PEMERIKSAAN FISIK KELUARGA


a. Pemeriksaan fisik Tn.Se
1) Keadaan umum : baik
2) Kesadaran : CM
3) Tanda-tanda vital
a) TD : 130/90 mmhg
b) N : 88x/ menit
c) RR : 20x/ menit
d) t : 37C

4) Kepala
a) Rambut : mulai memutih
b) Mata : konjungtiva merah muda, sklera tidak ikterik, fungsi
penglihatan menurun.
c) Hidung : lubang simetris, polip 
d) Telinga : fungsi pendengaran menurun
e) Mulut : kotor, gigi mulai ompong.
5) Dada / Thorax
- Inspeksi : bentuk normal, tidak terdapat lesi dan pembengkakan.
- Perkusi : sonor pada daerah paru
- Palpasi : nyeri tekan tidak ada, krepitasi tidak ada.
- Auskultasi : ronkhi dan wheezing tidak ada
6) Perut / Abdomen
- Inspeksi : tidak terdapat asites dan tampak bekas insisi di bagian kiri
bawah
- Perkusi : tympani
- Palpasi : nyeri tekan tidak ada
- Auskultasi : bising usus 
7) Genetalia / Anus : tidak dikaji
8) Ekstremitas
Atas kanan-kiri tidak ada oedem. Kaki kanan tidak ada oedem.
b. Pemeriksaan fisik Ny.Su
1) Keadaan umum : baik
2) Kesadaran : CM
3) Tanda-tanda vital
a) TD : 130/60 mmHg
b) N : 88x/ menit
c) RR : 18x/ menit
d) t : 37C
4) Kepala
a) Rambut : mulai memutih, distribusi merata, digelung.
b) Mata : konjungtiva tidak anemis, fungsi penglihatan menurun.
c) Hidung : lubang simetris, polip tidak ada.
d) Telinga : fungsi pendengaran baik, tidak terdapat lesi.
e) Mulut : agak kotor, gigi masih utuh.

5) Dada / Thorax
- Inspeksi : tidak terdapat lesi
- Perkusi : daerah paru sonor
- Palpasi : tidak terdapat nyeri tekan.
- Auskultasi : tidak terdapat ronkhi dan wheezing
6) Perut / Abdomen
- Inspeksi : tidak terdapat lesi maupun asites.
- Perkusi : tympani
- Palpasi : tidak terdapat nyeri tekan
- Auskultasi : bising usus 
7) Genetalia / Anus : tidak terkaji
8) Ekstremitas :
Atas kanan-kiri, bawah kanan-kiri tidak oedem.
c. Pemeriksaan Fisik Tn. Sj
1) Keadaan umum : baik
2) Kesadaran : CM
3) Tanda-tanda vital
a) TD : 130/60 mmHg
b) N : 88x/ menit
c) RR : 18x/ menit
d) t : 37C
4) Kepala
e) Rambut : warna hitam, rambut pendek, distribusi merata, digelung.
f) Mata : konjungtiva tidak anemis, fungsi penglihatan menurun.
g) Hidung : lubang simetris, polip tidak ada.
h) Telinga : fungsi pendengaran baik, tidak terdapat lesi.
i) Mulut : agak kotor, gigi masih utuh.
5) Dada / Thorax
- Inspeksi : tidak terdapat lesi
- Perkusi : daerah paru sonor
- Palpasi : tidak terdapat nyeri tekan.
- Auskultasi : tidak terdapat ronkhi dan wheezing

6) Perut / Abdomen
- Inspeksi : tidak terdapat lesi maupun asites.
- Perkusi : tympani
- Palpasi : tidak terdapat nyeri tekan
- Auskultasi : bising usus 
7) Genetalia / Anus : tidak terkaji
8) Ekstremitas :
Atas kanan-kiri, bawah kanan-kiri tidak oedem
d. Pemeriksaan Fisik Ny. L
1) Keadaan umum : baik
2) Kesadaran : CM
3) Tanda-tanda vital
a) TD : 110/70 mmHg
b) N : 88x/ menit
c) RR : 18x/ menit
d) t : 37C
4) Kepala
e) Rambut : Warna hitam, distribusi merata, diikat.
f) Mata : konjungtiva tidak anemis, fungsi penglihatan baik.
g) Hidung : lubang simetris, polip tidak ada.
h) Telinga : fungsi pendengaran baik, tidak terdapat lesi.
i) Mulut : agak kotor, gigi masih utuh.
5) Dada / Thorax
- Inspeksi : tidak terdapat lesi
- Perkusi : daerah paru sonor
- Palpasi : tidak terdapat nyeri tekan.
- Auskultasi : tidak terdapat ronkhi dan wheezing
6) Perut / Abdomen
- Inspeksi : tidak terdapat lesi maupun asites.
- Perkusi : tympani
- Palpasi : tidak terdapat nyeri tekan
- Auskultasi : bising usus 

7) Genetalia / Anus : tidak terkaji


8) Ekstremitas :
Atas kanan-kiri, bawah kanan-kiri tidak oedem
e. Pemeriksaan Fisik An. A
1) Keadaan umum : baik
2) Kesadaran : CM
3) Kepala
a) Rambut : berwarna hitam, distribusi merata.
b) Mata : konjungtiva tidak anemis, tidak ada ikterus pada
sklera.
c) Hidung : lubang simetris, polip tidak ada.
d) Telinga : fungsi pendengaran baik, tidak terdapat lesi.
e) Mulut : agak kotor, gigi belum tumbuh.
4) Dada / Thorax
- Inspeksi : tidak terdapat lesi
- Perkusi : daerah paru sonor
- Palpasi : tidak terdapat nyeri tekan.
- Auskultasi : tidak terdapat ronkhi dan wheezing
5) Perut / Abdomen
- Inspeksi : tidak terdapat lesi maupun asites.
- Perkusi : tympani
- Palpasi : tidak terdapat nyeri tekan
- Auskultasi : bising usus 
6) Genetalia / Anus : tidak terkaji
7) Ekstremitas :
Atas kanan-kiri, bawah kanan-kiri tidak oedem. An. A mampu menggerakkan
ekstremitas atas dan bawah.

J. HARAPAN KELUARGA
Tn. T berharap kehidupan anak dan cucu-cucunya bisa lebih baik dari kehidupanya
sekarang, keluarga senantiasa sehat dan dilindungi Tuhan Yang Maha Esa.

ANALISA DATA

Tanggal Data Etiologi Masalah


19/11/2018 DS: Kurang informasi Resiko Hipoglikemi
- Tn. T mengatakan tentang penyakit
menderita penyakit diabetes mellitus.
kencing manis sejak
10 tahun yang lalu.
- Tn. T mengatakan
mengkonsumsi
Glibenklamid 1 kali
tiap hari.
- Tn. T mengatakan
sudah 2 bulan tidak
Periksa lagi
DO:
- Tn. T tidak bisa
menjawab saat
ditanya mengenai
efek dari minum
glibenklamid setiap
hari tanpa ke dokter
terlebih dahulu.
- Tn. T sering
bertanya tentang
penyakit yang
dideritanya.
19/11/ DS: Kurang informasi Kurangnya kemampuan
2018 - Keluarga tentang keluarga merawat
mengatakan jika penatalaksanaan anggota keluarga yang
glibenklamid habis penyakit diabetes sakit.
langsung beli di mellitus.
apotek
- Tn. T mengatakan
sudah 2 bulan tidak
kontrol
-
-
DO:
- Keluarga bertanya
mengenai makanan
apa saja yang boleh
di makan bagi
penderita diabetes
mellitus
- Ketika di tanya
mengenai bahaya
diabetes mellitus jika
tidak terkontrol,
keluarga tidak dapat
menjawab

SKALA PRIORITAS MASALAH


Masalah 1: Resiko terjadinya Hipoglikemi.
KRITERIA BOBOT PERHITUNGAN PEMBENARAN
1. Sifat masalah 2/3 x 1 2/3 Hipoglikemi dapat
Ancaman kesehatan menyebabkan
penurunan
kesadaran
2
2. Kemungkinan /2 x 2 2 Tn. T dan keluarga
masalah dapat mempunyai
diubah keinginan yang kuat
Dengan mudah untuk mencegah
terjadinya
hipoglikemi
3. Kemungkinan 3/3 x 1 1 Masalah dapat
masalah dapat dicegah dengan
dicegah mencari informasi
Tinggi yang cukup
mengenai diabetes
melitus.
2/2 x 1 1 Keluarga tidak
4. Menonjolnya menyadari
masalah pentingnya
Segera memeriksakan gula
darah secara rutin
2
Skor 4 /3

Masalah 2: Kurangnya kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang


sakit.
KRITERIA BOBOT PERHITUNGAN PEMBENARAN
1. Sifat masalah 3/3 x 1 1 Tidak / kurang sehat
Tidak/kurang sehat dan memerlukan
penanganan untuk
mencegah timbulnya
komplikasi akibat
penatalaksanaan
yang kurang benar.
2. Kemungkinan ½x2 1 Kurangnya informasi
masalah dapat tentang cara
diubah penanganan, diit
Sebagian bagi penderita
diabetes mellitus,
serta cara
pencegahannya
4. Kemungkinan 2/3 x 1 2/3
Keluarga
masalah dapat
berkeinginan untuk
dicegah
dapat merawat
Cukup
keluarga yang sakit.

5. Menonjolnya 2/2 x 1 1 Keluarga


masalah menganggap jika
Segera hasil pemeriksaan
gula darah yang
sebelumnya normal
tidak perlu periksa
secara rutin dan
dapat minum obat
seperti biasanya.
Skor 3 2 /3

Prioritas Masalah :
1. Resiko terjadinya Hipoglikemi.
2. Kurangnya kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit.

Diagnosa Keperawatan :
1. Resiko terjadinya Hipoglikemi berhubungan dengan Kurang informasi tentang
penyakit diabetes mellitus.
2. Kurangnya kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit
berhubungan dengan kurang informasi tentang penatalakanaan penyakit diabetes
mellitus dan hipertensi.
INTERVENSI KEPERAWATAN
No. Diagnosa Tujuan Jangka Tujuan Jangka Kriteria Evaluasi Intervensi Evaluasi Standart
Keperawatan Panjang Pendek
1 Resiko terjadinya Keluarga mampu Setelah dilakukan 1. Ada umpan balik 1. Jelaskan tentang Pengetahuan keluarga
Hipoglikemi memahami dan kunjungan rumah 1, secara lisan dari pengertian dari penyakit tentang penyakit
berhubungan mengerti tentang keluarga dapat : keluarga tentang Diabetes melitus. diabetes melitus
dengan Kurang penyakit diabetes a. Menjelaskan penyakit diabetes 2. Berikan penjelasan meningkat.
informasi tentang melitus. pengertian penyakit melitus. tentang penyebab dari
penyakit diabetes diabetes melitus. 2. Keluarga penyakit diabetes melitus.
mellitus menyebutkan 3
b. Menyebutkan 3. Jelaskan tentang tanda
penyebab penyakit penyebab diabetes dan gejala penyakit
diabetes melitus. melitus. diabetes melitus

c. Menyebutkan tanda 3. Keluarga mampu 4. Berikan kesempatan pada


menyebutkan 3 dari keluarga untuk bertanya
gejala penyakit
diabetes melitus. 7 tanda dan gejala 5. Berikan leaflet tentang
diabetes melitus. diabetes melitus.
INTERVENSI KEPERAWATAN

No Diagnosa Tujuan Jangka Tujuan Jangka Kriteria Evaluasi Intervensi Kriteria Standart
Keperawatan Panjang Pendek
2. Kurangnya Keluarga mampu Setelah dilakukan Ada umpan balik 1. Jelaskan pada keluarga Pengetahuan keluarga
kemampuan memahami tentang kunjungan rumah ke 2, secara lisan dari tentang penatalaksanaan tentang
keluarga merawat cara keluarga mampu keluarga tentang diabetes melitus. penatalaksanaan, diit
anggota keluarga penatalaksanaan melakukan perawatan penatalaksanaan, diit 2. Jelaskan tentang makanan serta upaya
yang sakit penyakit, diit dan bagi keluarga yang bagi penderita diabetes yang boleh dikonsumsi pencegahan penyakit
berhubungan cara pencegahan menderita penyakit melitus dan cara dan makanan yang tidak diabetes melitus.
dengan kurang diabetes melitus. diabetes melitus dan pencegahan penyakit boleh dikonsumsi.
informasi tentang mengetahui cara diabetes melitus.
3. Jelaskan tentang
penatalakanaan pencegahan penyakit
pentingnya periksa gula
penyakit diabetes diabetes melitus.
darah dan tekanan darah
melitus.
secara rutin
4. Jelaskan tentang upaya
pencegahan penyakit
diabetes melitus.

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KEPERAWATAN


No. Tanggal Diagnosa Implementasi Evaluasi
1. Senin, 19 Nov 1. Memperkenalkan diri dengan keluarga. S : Ny.Su dan keluarga mengatakan bersedia jika
2018 jam 08.30 2. Menjelaskan tujuan kunjungan. diberikan penyuluhan.
WIB O : Ekspresi wajah tampak bersahabat (senyum).
3. Melakukan pengkajian terhadap anggota
Menyambut kedatangan pengkaji dengan baik
keluarga dan lingkungan rumah.
A : Masalah teratasi
4. Membuat janji untuk melakukan
P : Berdasarkan kesepakan, penyuluhan akan
kunjungan ulang.
dilaksanakan pada hari selasa, 5 Mei 2010 jam
10.00 WIB.
2. Rabu, 21 Nov 1. Kurangnya 1. Membuka penyuluhan dengan salam. S : Tn. T mengatakan ternyata jika minum
2018 jam 08.00 kemampuan 2. Meminta keluarga untuk menyampaikan glibenklamid tiap hari tetapi tidak periksa
WIB keluarga mengenal pengetahuan mereka tentang penyakit secara rutin dapat menyebabkan hipoglikemi.
masalah diabetes melitus. O : Tn. T dan Ny. L mampu menjawab pertanyaan
kesehatan perawat dan menyebutkan kembali hal-hal
3. Menjelaskan pengertian, penyebab dan
berhubungan yang telah dijelaskan perawat.
tanda-gejala penyakit diabetes melitus.
dengan kurang A : Masalah teratasi
informasi tentang P : Anjurkan pada keluarga untuk membaca leaflet
penyakit diabetes yang telah diberikan dan motivasi keluarga
melitus. untuk bertanya pada perawat jika masih ada
S : Tn. T mengatakan ternyata jika minum
yang belum jelas.
glibenklamid tiap hari tetapi tidak periksa
secara rutin dapat menyebabkan hipoglikemi.
2. Kurangnya 1. Menjelaskan tentang penatalaksanaan
O : Tn. T dan Ny. L mampu menjawab pertanyaan
kemampuan penyakit diabetes melitus.
perawat dan menyebutkan kembali hal-hal
keluarga merawat 2. Menjelaskan tentang makanan yang boleh yang telah dijelaskan perawat.
A : Masalah teratasi
P : Anjurkan pada keluarga untuk melakukan
aktifitas fisik / olah raga 30 menit setiap hari.
anggota keluarga dan tidak boleh dikonsumsi oleh penderita
yang sakit diabetes millitus.
3. Menjelaskan tentang bagaimana cara
mencegah penyakit diabetes melitus.
3. Menanyakan kembali kepada keluarga
tentang penjelasan yang telah diberikan.
4. Membuat janji untuk melakukan
kunjungan ulang.
3. Rabu, 21 Nov Terminasi 1. Bertanya pada keluarga apakah ada hal- S : Tn. T dan keluarga bertanya tentang hal-hal
2018. hal yang belum jelas dan perlu yang belum jelas dan belum sempat
diklarifikasi. ditanyakan pada pertemuan sebelumnya.
2. Memberikan reinforcement pada keluarga O : Keluarga tampak puas dengan jawaban yang
atas kesediaannya untuk meningkatkan diberikan perawat.
pengetahuan tentang masalah kesehatan A : Masalah teratasi.
dan memperbaiki keadaan yang kurang P : Hentikan intervensi.
sehat dalam menangani masalah
kesehatan yang dialami keluarga.
3. Melakukan terminasi
DAFTAR PUSTAKA

Suprajitno. (2004). Asuhan Keperawatan Keluarga. Jakata: EGC.

Long, B. C. (1995).Perawatan medikal bedah. (Essential of medical surgical nursing), Penerjemah R. karnaen, Syamsunir adam, maria ulfa, hotma rumahorbo, nurlina
supartini, eva berty, eri suhaeri. Bandung: Yayasan Ikatan Alumni Pendidikan Keperawatan Padjajaran.

Carpenito, L. J. (1999). Buku saku diagnosa keperawatan. (Handbook of Nursing Diagnosis). Edisi 7, Alih Bahasa Monica Ester. Jakarta: EGC

Carpenito, L. J. (2001). Buku saku diagnosa keperawatan. (Handbook of Nursing Diagnosis). Edisi 8, Alih bahasa monica Ester. Jakarta: EGC

Friedman, M. M. (1998). Keperawatan Keluarga Teori dan Praktek.(Family nursing teori and practice). Edisi 3. Alih bahasa Ina debora R. L. Jakarta: EGC

Effendy. N (1998). Dasar- dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat, Edisi 2. Jakarta; EGC