Você está na página 1de 16

ASUHAN KEPERAWATAN

PADA PASIEN POST OPERASI TURP


STASE KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH

Oleh:
FATWA NOOR ANNISA
G1D014002

KEMENTERIAN RISEK, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN

PROGRAM PROFESI NERS

PURWOKERTO

2018
A. PENGKAJIAN
Tanggal : 18-19 April 2018
Jam : 11.00 WIB
1. Identitas klien
Nama : Sdr. A
Umur : 15 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Diagnosa Medis : Abdominal pain dengan ileus obstruktif
2. Riwayat Kesehatan
a. Keluhan utama
Klien mengeluh nyeri dan mual, dengan penilaian nyeri berdasarkan
PQRST :
P : Klien mengatakan, nyeri timbul akibat luka post operasi
Q : Klien mengatakan, nyeri seperti disayat
R : Klien mengatakan, nyeri bagian perut bagian tengah
S : Klien mengatakan, skala nyeri 5 yang disertai perut kembung dan
mual
T : Klien mengatakan, nyeri dirasakan hilang timbul (intermitten).
b. Riwayat penyakit sekarang
Keluarga klien mengatakan, tiga hari yang lalu yaitu tanggal 11 April
2018 sebelum masuk rumah sakit, klien mengeluh perut terasa sakit,
kembung, mual, muntah, tidak bisa kentut, dan tidak bisa BAB.
Kemudian, tanggal 14 April 2018 pukul 20.00 WIB, klien dibawa ke
IGD Rumah Sakit Margono Soekardjo. Berdasarkan pemeriksaan, klien
didiagnosa abdomen pain dengan susp ileus obstruktif. Pasien
dipindahkan ke ruang rawat inap Kenanga ada tanggal 15 April 2018,
dan diprogramkan menjalani operasi eksplorasi laparatomy. Pada
tanggal 17 April 2018, pukul 11.25 WIB dilakukan operasi eksplorasi
laparatomy, diduga penyebab ileus obstruktifnya adalah band ileum.
Pukul 13.25 WIB pasien langsung dipindahkan ke ruang ICU.
Berdasarkan monitoring kondisi pasien di ICU, dan kondisi pasien
nampak stabil, pada tanggal 18 April 2018 pukul 10.00 WIB, pasien
kembali dipindahkan ke ruang perawatan Kenanga, dan dilakukan
pengkajian ulang. Berdasarkan hasil pengkajian klien mengeluh nyeri
pada bagian perut, mual, dan sedikit sesak nafas.
c. Riwayat Penyakit Dahulu
Keluarga pasien mengatakan, tiga tahun yang lalu sekitar bulan Agustus
2015, pasien pernah menjalani operasi usus buntu.
d. Riwayat Penyakit Keluarga
Keluarga mengatakan, tidak ada anggota keluarga lain yang mengalami
sakit yang sama dengan pasien.
3. Pola Kesehatan Fungsional
a. Pola persepsi kesehatan/manajemen kesehatan
- Klien mengatakan sebelum sakit, klien suka melakukan aktifitas
olahraga seperti jogging, futsal dan kegiatan lainnya
- Klien mengatakan ketika klien sakit, keluarga langsung
memeriksakan ke puskesmas dekat rumah.
- Keluarga klien mengatakan tidak tahu sakit yang dialami anaknya
dan penyebab dari sakitnya.

b. Pola nutrisi/ metabolik


- Klien mengatakan terjadi perubahan asupan makannya dalam sehari
antara sebelum sakit dengan saat sakit.
Sebelum : klien makan rutin 3 kali sehari, setiap pagi, siang, dan
sore, dengan lauk lengkap seperti nasi, sayur, dan ikan.
Saat : klien makan rutin 3 kali sehari, namun porsinya tidak
sebanyak sebelumnya, dalam satu piring makanan tidak dihabiskan,
karena klien mengetakan mual saat makan. Kemudian saat dirawat
klien dipuasakan, dan hanya minum air gula
- Klien mengatakan tidak mengkonsumsi vitamin seperti suplemen
- Klien mengatakan ada perubahan asupan minum dalam sehari ,
anatara sebelum maupun saat sakit.
Sebelum sakit : klien minum air putih sekitar 1,5 L/hari,
Saat sakit : klien hanya minum 600 ml dalam sehari, karena setiap
minum klien merasa ingin mual dan perut sangat sakit.
b. Pola eliminasi
- Klien mengatakan terjadi perubahan pola BAB anatar sebelum dan
saat sakit.
Sebelum : klien BAB sekitar 1 kali/hari, dengan konsistensi padat,
berwarna kuning kecoklatan
Saat : Klien belum BAB, sekitar satu minggu. Ketika dikaji ulang,
tanggal 19 April 2018 klien mengatkan sudah BAB, dengan
konsistensi padat, kecil dan hanya sedikit.
- Klien mengatakan tidak terdapat perubahan pola BAK antara
sebelum dan saat dirawat, namun saat dirawat klien, terpasang
kateter urine
c. Pola aktivitas dan latihan
- Klien mengtakan, saat memulai aktivitas tidak pernah merasa lemas
- Klien mengatakan, sebelum dirawat klien mampu melakukan
aktivitas sehari-hari secara mandiri, seperti makan, berpakaian,
mandi, namun saat dirawat, klien dibantu keluarga baik itu makan,
berpakaian, ataupun mandi
d. Pola istirahat-tidur
- Klien mengatakan sebelum sakit klien tidur 6 jam/ hari, saat sakit
klien sering terbangun karena nyeri yang dirasakan
e. Pola persepsi-kognitif
- Klien mengatakan tidak ada gangguan pendengaran, penglihatan,
dimana klien mampu merespon secara tepat pada setiap pertanyaan
yang diajukan.
f. Pola persepsi dan konsep diri
- Klien mengatakan tidak pernah merasa terbebani dan malu terhadap
kondisinya sekarang, karena sudah bagian dari renacana Allah.
- Keluarga klien cemas karena setelah dilakukan operasi, namun
perut klien masih teraba keras
g. Pola hubungan peran
- Klien mengatakan, ketika ada masalah seperti sekarang selalu
menceritakan ke kelurga dan mendiskusikan untuk mencari solusi
yang tepat.
- Klien mengatakan keluarga selalu ada saat klien mengalami dan
mendapat masalah.
h. Pola koping-toleransi stres
- klien mengatakan ketika cemas, selalu berdoa
- klien mengatakan tidak pernah meraa terbebani dengan kondisinya
sekarang, dan menerima kondisi yang dialaminya
i. Pola nilai kepercayaan
Klien mengatakan, selalu berdoa ketika mendapat masalah, karena saat
berdoa dapat membuat hari sedikit lebih tenang dan nyaman.
4. Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan Umum
Kondisi cukup baik
Kesadaran GCS : E = 4, M = 6, NV = 5 (15) Compos mentis
b. Tanda vital
Tekanan darah : 110/80
Nadi : 78 kali/menit
Suhu : 36,60C
RR : 20 kali/menit
TB : 160 cm
BB : 58 kg
c. Pemeriksaan Abdomen
Pada inspeksi didapatkan hasil permukaan abdomen simetris kanan dan
kiri, tidak ada ascites, dan terdapat luka operasi pada abdomen bagian
umbilikus sampai batas simpisis, panjang luka kurang lebih 10 cm
terdapat jahitan simpul, keadaan luka bersih, tidak terdapat pus dan
tidak terdapat tanda-tanda infeksi, luka tertutup kassa steril. Pada
auskultasi didapatkan bising usus 10x/menit sedangkan pada palpasi
terdapat nyeri tekan pada abdomen bawah, terasa keras. Pada perkusi
terdengar bunyi hypertympani pada abdomen.
Pemeriksaan Penunjang
a. Hematologi
Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai normal
Hb 14.1 g/dL 11.2-17.0
Total protein 1.5 g/dL 6.40-8.20
Albumin 2.31 g/dL 3.40-5.00
Ureum darah 60.7 mg/dL 14.98-38.52
Kalium 4.8 mmol/L 3.4-4.5
Natrium 137 mmol/L 134-146

b. X Foto Polos Abdomen : Gambaran small bowel obstruction


5. Terapi
- Certriaxone 2x1
- Ketorolac 2x1
- Ranitidine 2x1
B. ANALISIS DATA

DATA PROBLEM ETIOLOGI


DO : Nyeri akut Agen cidera fisik (post
- Terdapat luka post laparatomy)
laparatomy
- Klien tampak
memegangi area luka
operasi
DS :
- Klien mengatakan
nyeri :
P : Klien mengatakan,
nyeri timbul
akibat luka post
operasi
Q : Klien mengatakan,
nyeri seperti
disayat
R : Klien mengatakan,
nyeri bagian perut
bagian tengah
S : Klien mengatakan,
skala nyeri 5 yang
disertai perut
kembung dan
mual
T : Klien mengatakan,
nyeri dirasakan
hilang timbul
(intermitten).
DO : Ansietas Perubahan status
- Keluaraga klien kesehatan
tampak bingung
DS :
- Keluarga mengatakan
cemas, karena perut
klien masih keras
- Keluarga mengatakan
cemas, karena klien
belum diperbolehkan
untuk makan dan
hanya diberi air gula

C. Diagnosa Kepearawatan
1. Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera fisik Agen cidera fisik (post
laparatomy) ditandai dengan terdapat luka post laparatomy, klien
mengatakan nyeri, P : Klien mengatakan, nyeri timbul akibat luka post
operasi, Q : Klien mengatakan, nyeri seperti disayat, R : Klien mengatakan,
nyeri bagian perut bagian tengah, S : Klien mengatakan, skala nyeri 5 yang
disertai perut kembung dan mual, T : Klien mengatakan, nyeri dirasakan
hilang timbul (intermitten).
2. Ansietas berhubungan dengan perubahan status kesehatan ditandai dengan
Keluaraga klien tampak bingung, keluarga mengatakan cemas, karena perut
klien masih keras, keluarga mengatakan cemas, karena klien belum
diperbolehkan untuk makan dan hanya diberi air gula

3. Nursing Care Planning (NCP)


No Diagnosa Outcome Intervensi
1 Nyeri akut NOC : Kontrol Nyeri (1605) NIC : Manajemen
berhubungan Setelah dilakukan tindakan nyeri (1400)
dengan agen keperawatan selama 2 jam, - Lakukan
2x
pengkajian nyeri
cidera fisik diharapkan klien mampu mengontrol
komprehensif yang
Agen cidera nyeri secara mandiri, dengan kriteria meliputi lokasi,
fisik (post hasil : karakteristik,
onset/durasi,
laparatomy) Indikator Awal Tujuan
frekuensi, kualitas,
ditandai - Mengenali 3 4 intensitas atau
beratnya nyeri dan
dengan kapan nyeri faktor pencetus
terdapat luka terjadi
Rasional :
post - Menggunakan 3 4 untuk mengetahui
laparatomy, tindakan gambaran nyeri
secara objektif dan
klien pengurangan subjektif serya
mengatakan nyeri tanpa mengetahui
penyebabsehingga
nyeri, P : analgesik dapat menentukan
Klien - Menggunakan 3 4 pilihan intervensi
dan terapi efektif
mengatakan, analgesik yang
nyeri timbul direkomendasik - Evaluasi bersama
akibat luka an keluarga pasien dan
tim kesehatan
post operasi, - Melaporkan 3 4 lainnya, mengenai
Q : Klien nyeri yang efektifitas tindakan
pengontrolan nyeri
mengatakan, terkontrol yang pernah
nyeri seperti Keterangan : digunakan
sebelumnya
disayat, R : 1. Tidak pernah menunjukkan
Klien Rasional :
2. Jarang menunjukkan
Untuk mengetahui
mengatakan, 3. Kadang-kadang menunjukkan tindakan yang efektif
nyeri bagian 4. Sering menunjukkan dalam mengontrol
nyeri
perut bagian 5. Secara konsisten menunjukkan
tengah, S : - kolaborasi dengan
dokter dalam
Klien pemberian
mengatakan, analgetik.

skala nyeri 5 Rasional:


yang disertai menurunkan atau
mengontrol nyeri,
perut dan menurunkan
kembung dan rangsang sistem
saraf simpatis.
mual, T :
Klien -Ajarkan terapi non
farmakologi untuk
mengatakan, engontrol nyeri
nyeri
Rasional :
dirasakan Membentu pasien
dalam menangani
hilang timbul
nyeri secara mandiri
(intermitten).

2 Ansietas NOC : Tingkat kecemasan (1211) NIC : Pengurangan


Setelah dilakukan tindakan kecemasan (5820)
keperawatan 1 x 2 jam diharapkan 1. Kaji tanda verbal
klien mampu mengidentifikasi dan non verbal
kecemasan, dengan kriteri hasil : kecemasan
- Rasional:
Indikator Awal Tujuan mengetahui
- Rasa takut 3 4 tingkat kecemasan
yang yang dialami
disampaik 2. Berikan informasi
an ecara yang faktual
lisan terkait diagnosis,
- Rasa 3 4 dan perawatan
cemas - Rasional :
yang Membantu
disampaik mengurangi
an secara kecemasan
lisan akibat
- Perubahan 3 4 kurangnya
pada pola informasi
makan terkait
diagnosis
Keterangan : penyakit dan
1. Berat perawatan
2. Cukup berat yang
3. Sedang dilakukan
4. Ringan 3. Dorong
5. Tidak Ada verbalisasi
perasaan,
persepsi, dan
ketakutan
IMPLEMENTASI
No Hari, Diagno Implementasi Respon Paraf
Tanggal/Jam sa
1 Rabu, 18 1 - Mengkaji nyeri S:
April 2018/ (P,Q,R,S,T) - Klien
11.00 WIB mengatakan
nyeri :
P: Klien
mengatak
an, nyeri
timbul
akibat
luka post
operasi
Q : Klien
mengataka
n, nyeri
seperti
disayat
R : Klien
mengataka
n, nyeri
bagian
perut
bagian
tengah
S : Klien
mengataka
n, skala
nyeri 5
yang
disertai
perut
kembung
dan mual
T : Klien
mengatak
an, nyeri
dirasakan
hilang
timbul
(intermitte
n).
O : Terdapat luka
post
laparatomy,
Klien tampak
memegangi
area luka
operasi

Rabu/ 11.05 - Mengkaji S:


WIB tindakan yang Klien
biasa dilakukan mengatakan, jika
saat nyeri datang nyeri klien
langsung duduk
O:
Klien tampak
melakukan
tindakan yang
biasa dilakukan
saat nyeri datang

Rabu/ 11.15 - Mengajarkan S : Klien


WIB teknik relaksasi mengatakan
nafas dalam belum pernah
mencoba untuk
nafas dalam saat
nyeri timbul

O : Klien tampak
mengikuti secara
kooperatif saat
diajarkan nafas
dalam

Kamis/ 08.00 - Memberikan S : Klien


WIB ketorolac mengatakan nyeri
melalui inj sedikit berkurang

O : Klien tampak
tenang
2 Kamis, 19 2 - Mengkaji S : Keluarga klien
April 2018/ kecemasan mengatakan
10.00 WIB klien dan cemas, karena
keluarga perut klien masih
terba keras dan
hanya minum air
gula
O : Pemeriksaan
palpasi perut
klien terasa keras,
dan perkusi :
bunyi
hipertimpani pada
abdomen

-Menjelaskan S : keluarga dan


Kamis/10.05 penyebab perut klien mengatkan
WIB masih teraba keras belum mengerti
penyebab perut
masih teraba
keras, padahal
sudah dilakukan
operasi
O : keluarga dan
klien tampak
kooperatif saat
diberikan
penjelasan

- Menjelaskan diet S : klien dan


klien hanya diberi keluarga tidak tau
air gula mengapa hanya
diberi air gula,
dan belum
diperbolehkan
untuk makan

O : keluarga
tampak kooperatif
saat diberikan
penjelasan terkait
diet klien

1. EVALUASI
No Hari, Diagnosa Evaluasi
Tanggal/ Jam
1 Kamis, 19 1 S : Klien mengatakan nyeri sudah sedikit
April 2018/ berkurang dengan skala 3, tidak terasa mual, dan
14.00 WIB mampu mengaplikasikan teknik relaksasi napas
dalam saat nyeri datang
O : - Klien terlihat tidak kesakitan

A:
- Masalah teratasi
Indikator Awal Tujuan Akhir
- Mengenali 3 4 4
kapan nyeri
terjadi
- Menggunakan 3 4 4
tindakan
pengurangan
nyeri tanpa
analgesik
- Menggunakan 3 4
4
analgesik yang
direkomendasik
an
- Melaporkan 3 4
4
nyeri yang
terkontrol

P : Intervensi dihentikan
2 Kamis, 19 2 S : Keluarga dan klien mengatakan cemas sedikit
April 2018/ berkurang, mengerti mengapa perut masih teraba
13.00 WIB keras dan hanya diberi air gula
O : keluarga tampak kooperatif saat diberikan
penjelasan

A:
-masalah teratasi
Indikator Awal Tujuan Akhir
- Rasa takut 3 4 4
yang
disampaik
an ecara
lisan
- Rasa 3 4 4
cemas
yang
disampaik
an secara
lisan
- Perubahan 3 4 4
pada pola
makan

P : intervensi dihentikan
DAFTAR PUSTAKA

Bulechek. (2013). Nursing Interventions Classification (NIC).Mosby Elsevier :


United states of America

Carpenito L, J. (2001). Buku saku diagnosa keperawaratan. EGC : Jakarta

Doengoes, M.E., Moorhouse, M.F., Geissler, A.C. (2000). Rencana asuhan


keperawatan pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian
perawatan pasien Edisi 3. EGC : Jakarta

Herdman, T Heatrer. (2014). Nanda international : diagnosis keperawatan,


definisi dan klasifikasi, 2012-2014. EGC : Jakarta

Moorhead, S., Jhonson, ., Maas, M & Swanson, L. (2013). Nursing outcomes


classification (NOC) 5th Ed. Mosby Elsevier : United states of America